Anda di halaman 1dari 31

KANDUNGAN FORMALIN, BORAKS, DAN PEWARNA

TEKSTIL PADA MAKANAN RINGAN YANG DI JUAL DI SDN


Mengetahui kandungan zat berbahaya formalin, boraks, dan pewarna tekstil pada
makanan ringan yang di jual di SDN dengan metode uji coba kandungan
makanan.

Oleh :

FARIDAH SANI (NIS:)


ICHSAN (NIS:)
LELY HASANAH PUTRI (NIS:)
NARITA NAOMI HAYATI (NIS: 12131244)
RADEN SITI NABILLA (NIS:)

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KARAWANG


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 KARAWANG
2014

KANDUNGAN FORMALIN, BORAKS, DAN


PEWARNA TEKSTIL PADA MAKANAN RINGAN
YANG DI JUAL DI SDN

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul Kandungan
Formalin, Boraks, dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang Di Jual Di
SDN Nagasari 6.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:
1. Orang tua yang terus memberikan dukungan moral dan materil.
2. Bapak/Ibu guru yang telah memberikan bimbingan penulisan maupun
bimbingan dalam ekperimen.
3. Teman-teman XI IPA 5 yang telah membantu dalam proses ekperimen maupun
penyusunan karya tulis ilmiah.
Penulisan karya tulis ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas karya tulis
Bahasa Indonesia dan juga untuk mengajak pembaca agar mengonsumsi makanan
yang bebas mengandung zat berbahaya seperti, formalin, boraks, dan pewarna
tekstil.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini menjadi sumber informasi mengenai
kandungan zat berbahaya pada makanan ringan yang dijual di SDN, dengan
begitu, pembaca bisa lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih makanan
ringan.
Karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh sebab itu kritik
yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh kami. Terima kasih.
Wasalamualaikum, Wr. Wb.
Karawang, Februari 2014

Penyusun
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
iii
Daftar Isi
iv
Abstraksi
2
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMasalah 4


1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian

1.5 Batasan Masalah

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI 7


BAB 3 METODE PENELITIAN

20

3.1 Jenis Penelitian 20


3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

20

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


3.4 Instrumen Penelitian

21

3.5 Desain Penelitian

21

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB 5 PENUTUP

22

24

5.1

Simpulan

5.2

Saran 25

Daftar Pustaka 27
Lampiran
28
Biodata Peneliti

20

24

30

LEMBAR PENGESAHAN

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 4

Ichasan

Faridah Sani

NIS.12131244

NIS.12131047

Lelsy Hasanah Putri

Narita Naomi Hayati

NIS.12131092

NIS: 12131244

Raden Siti Nabilla


NIS.

Mengetahui,
Penanggung Jawab,

Pembina Penelitian,

Drs. Padiana Octaviana, S.T., M.Pd

Adelia,

NIP.

NIP.

ABSTRAKSI

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 2

Menurut kami, predikat Sekolah Sehat se-Kabupaten Karawang yang


diberika kepada SMA Negeri 1 Karawang belum sepenuhnya sesuai dengan
keadaaan lingkungan SMA Negeri 1 Karawang yang sesungguhnya. Hal yang
membuat SMA Negeri 1 Karawang belum dikategorikan 100% sehat adalah suatu
benda kecil tetapi berdampak besar, yaitu : Rokok. Di dalam benda kecil ini
terdapat 3000 bahan kimia berbahaya yang menghasilkan asap dan membuat
keadaan udara di SMA Negeri 1 Karawang berpolusi dan tidak sehat. Keadaan
udara yang seperti ini akan berdampak pada kesehatan fisik seluruh warga
sekolah, baik murid, guru, dan staff lainnya.
SMA Negeri 1 Karawang memang sudah melarang seluruh siswanya
membawa dan menghisap rokok baik di dalam atau di luar lingkungan
sekolah.Memang tidak ada peraturan dilarangnya guru-guru merokok di sekolah,
tetapi sebaiknya guru menjadi contoh yang baik kepada muridnya.Jika guru
merokok, itu merupakan cerminan yang buruk bagi siswa.
Untuk menanggulangi polusi asap rokok di lingkungan sekolah sehat,
SMA Negeri 1 Karawang, kami menyarankan tiga hal, yaitu, Membuat peraturan
khusus untuk guru yang merokok, Menyediakan smoking area yang jauh dari
tempat kegiatan siswadan Membudidayakan tumbuhan penyerap polusi udara dan
zat berbahaya.
Kami juga telah melakukan penelitian dengan sistem penelitian deskriptif
dengan menggunakan angket.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi
SMAN 1 Karawang kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, dan XI IPA 4 karena
lokasi kelas-kelas tersebut sangat dekat dengan lokasi smoking area yang
digunakan guru-guru perokok selama ini. Penelitian berlokasi di SMAN 1
Karawang, pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB.Pengisian angket berlangsung
pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB

BAB 1

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 3

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sekolah menjadi tempat belajar mengajar untuk siswa di luar lingkungan
rumah. ssebagian waktu rumah dihabisan di sekolah. Dari mulai pukul 07.00 pagi,
sampai kegiatan belajar mengajar selesai. Ketika beraktivitas di sekolah, siswa
memerlukan asupan makanan yang bisa membantunya untuk belajar. Dengan
adanya jam istirahat, siswa dibebaskan memilih makanan di kantin sekolah untuk
mengisi energi kembali.
Masalah yang ditimbulkan dari hal ini adalah keamanan makanan yang
dikonsumsi oleh siswa sebagai pengganti energi saat di sekolah. Keamanan
makanan dilihat dari beberapa faktor, yaitu foktor kebersihan dan kandungan
makanan tersebut. Makanan yang dikonsumsi oleh siswa harus bebas dari
formalin, boraks, dan pewarna tekstil. Formalin, boraks, dan pewarna tekstil
sudah dilarang penggunaannya oleh pemerintah, namun masih banyak digunakan
oleh pedagang curang. Bayangkan saja, jika satu orang siswa memakan bakso
yang dijual di kantin sekolah dan ternyata bakso itu mengandung boraks dan
formalin, dikonsusmi sehari sekali, dan berkelanjutan hingga siswa lulus sekolah,
boraks dan formalin menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan efek negatif
jangka pendek maupun jangka panjang. Terlebih lagi makanan tidak terjamin
kebersihannya. Jika pedagang menjual 1000 bakso yang mengandung formalin
dan boraks setiap harinya, itu artinya siswa yang berada di sekolah telah teracuni
oleh formalin dan boraks. Belum lagi jika siswa mengonsumsi makanan yang
mengandung pewarna tekstil Rhodamin A, dan Methil Yellow. Dapat dibayangkan
bagaimana efek jangka panjang pada kesehatan siswa.
Kesadaran siswa, orangtua siswa, dan guru, tentang bahayanya
mengonsumsi makanan mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil, harus
disertai dengan pengetahuan tentang bahaya, ciri-ciri, dan dampaknya, agar siswa,
orangtua siswa, dan guru, tau betul mana makanan yang aman dikonsumsi dan
tidak membahayakan kesehatan tubuh.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 4

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian di atas, maka rumusan masalah karya tulis ini, adalah:
1. Bagaimana cara menggolongkan jajanan yang aman untuk siswa Sekolah Dasar
Negeri Nagasari 6?
2. Bagaimana kandungan zat berbahaya (formalin, boraks, dan pewarna tekstil) pada
jajanan siswa Sekolah Dasar Negeri Nagasari 6?
3. Bagaimana dampak jangka pendek maupun jangka panjang, apabila mengonsumsi
makanan yang mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil?
4. Bagaimana siswa, orangtua siswa, dan guru tau secara langsung makanan ringan
yang mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil di Sekolah Dasar
Negeri Nagasari 6?
5. Bagaimana cara orangtua siswa menghentikan konsumsi makanan berbahaya
anaknya yang bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Nagasari 6?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan dari penulisan karya tulis ini adalah:
1. Mengetahui golongan jajanan yang aman bagi siswa SDN Nagasari 6.
2. Mengetahui ada tidaknya kandungan formalin, boraks, dan pewarna tekstil pada
jajanan siswa SDN Nagasari 6.
3. Mengetahui dampak jangka pendek

maupun

jangka

panjang,

apabila

mengonsumsi makanan yang mengandung formalin, boraks, atau pewarna


tekstil.
4. Mengetahui cara mengidentifikasi kandungan formalin, boraks, atau pewarna
tekstil pada makanan di SDN Nagasari 6.
5. Mengetahui cara orangtua siswa menghentikan konsumsi makanan berbahaya
pada anaknya siswa SDN Nagasari 6.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai sumber informasi agar siswa, orangtua siswa, dan guru, lebih selektif
memilih makanan yang tidak mengandung formalin, boraks, dan pewarna
tekstil.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 5

2. Sebagai pembuktian terhadap masyarakat pada umumnya bahwa formalin,


boraks, dan pewarna tekstil masih digunakan oleh pedagang curang di SDN.

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Menurut ahli gizi Dr. Pauline Endang Praptini, makanan yang aman dan
sehat dikonsumsi oleh anak-anak adalah yang memenuhi kebutuhan nutrisi anak,
bersih yaitu bebas dari kotoran dan bakteri, tidak mengandung bahan kimia
berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Konsumen dapat menggolongkan makanan yang aman dikonsumsi dengan
makanan yang tidak aman dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan. Caranya
dengan mengetahui kandungan zat tambahan pada makanan, bahan makanan, dan
cara pengolahan makanan. Cara yang paling mudah adalah mengetahui bahanbahan berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi dengan melihat ciri-ciri makanan
yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Apabila sebuah makanan mengandung ciri-ciri yang berasal dari zat formalin,
boraks, dan pewarna tekstil, maka sudah dapat disimpulkan bahwa makanan itu
tidak aman dikonsumsi karena dapat membahayakan kesehatan.
Formalin
Arti formalin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah
larutan bening berbau menyengat, mengandung sedikit metanol untuk bahan
pengawet dan pembunuh kuman.
Formalin sebenarnya adalah nama dagang dari larutan formaldehid dalam
air dengan kadar 30-40%. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk
sudah diencerkan dengan kadar formaldehid 40, 30, 30, dan 10%, serta dalam
bentuk tablet yang beratnya masing-masing lima gram. Formalin biasanya
digunakan dokter forensik untuk mengawetkan mayat.
Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan telah dilarang.
Tertulis pada Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999
tentang

penggunaan

bahan

tambahan

makanan

yang

dilarang

karena

penggunaannya dapat membahayakan kesehatan.


Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 7

Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Barat, HM Salim Umar mengatakan


bahwa formalin hukumnya haram, berdasarkan hasil Ijtima ulama yang
melibatkan 33 negara dari ASEAN dan Timur Tengah tahun 2012. Juga
berdasarkan hukum Islam yang mewajibkan umat Islam untuk menjauhkan diri
dari hal-hal yang berdampak negatif bagi tubuh. Hal ini sesuai dengan kaidah
fikih yang berbunyi


Artinya

: Menolak, menghindari, dan meninggalkan kemudaratan lebih

penting daripada mengambil kemaslahatan.


Fungsi Formalin
Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Apabila digunakan secara benar, formalin akan bermanfaat bagi manusia,
misalnya sebagai antibakteri, atau pembunuh kuman dalam bebagai jenis industi,
yakni pembersih lantai, kapal, gudang, pakaian, dan pembasmi lalat maupun
berbagai serangga lainnya. Dalam dunia fotografi biasanya digunakan sebagai
pengeras lapisan gelatin dan kertas. Formalin juga sering digunakan sebagai bahan
pembuatan pupuk urea, bahan pembuatan produk parfum, pengawet produk
kosmetika, pengeras kuku, dan bahan untuk insulasi busa. Formalin boleh juga
dipakai sebagai pencegah korosi untuk sumur minyak. Di bidang industri kayu,
formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood).
Penyalahgunaan Formalin
Besarnya manfaat di bidang industri tersebu ternyata disalahgunakan
untuk penggunaan pengawet industri makanan. Biasanya hal ini sering ditemukan
dalam industri rumahan yang tidak terdaftar dan tidak terpantau oleh Departemen
Kesehatan dan Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) setempat.
Selain harganya sangat murah dan mudah didapat, produsen memutuskan
menggunakan

formalin

sebagai

bahan

pengawet

makanan,

tanpa

mempertimbangkan bahaya formalin apabila terkonsumsi. Penggunaan formalin


dalam makanan tidak dapat ditoleransi dalam jumlah sekecil apa pun.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 8

Pada November-Desember 2005, BPOM melakukan uji formalin pada


sampel pangan di sejumlah pasar di Jakarta dengan metode kualitatif. Metode
kualitatif hanya menunjukan ada atau tidaknya kandungan formalin pada sampel
makanan, tanpa mengetahui kadar formalinnya. Berikut hasil pengujian kualitatif:
No.

Nama Sampel

Asal Sampel

Hasil

Pengujian

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.

Ikan Asin Satong


Ikan Asin Sange Belah
Ikan Asin Teri Medan
Tahu Segar Kuning Pot 25 gr
Bakmi super keriting telor
Mie keriting
Ikan Cucut daging super
Ikan Sepat (Kering)
Ikan Tipis Tawar Kering
Ikan Teri
Ikan Cumi Kering
Mie Basah
Tahu Kuning
Mie Basah
Tahu Basah
Mie Basah
Cumi Tawar
Jambal Roti
Tahu Segar putih kecil
Thu Segar Putih Besar
Special mie ayam
Spesial super mie ayam
Mie Basah
Mie
Mie basah
Tahu putih
Tahu Putih
Tahu kuning
Tahu putih
Tahu cina
Tahu telur
Tahu sutra
Tahu cina
Kwie Tiau
Bakmi gulung
Mie basah

Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar

kualitatif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 9

37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.

Mie basah
Mie basah
Tahu
Tahu
Tahu
Tahu
Tahu
Tahu
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin
Ikan Asin

Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar
Pasar

Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Postif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif
Positif

Sebanyak 56 sempel acak dari pasar yang berbeda di Jakarta, semuanya


positif mengandung formalin.

Gangguan Kesehatan Apabila Formalin Terkonsumsi


Formalin sangat berbahaya jika digunakan tidak sewajarnya, karena
formalin adalah zat yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker.
Beberapa penelitian terhadap tikus dan anjing menunjukan bahwa pemberian
formalin dalam dosis tertentu pada jangka panjang mengakibatkan kanker saluran
pencernaan seperti adenocarcinoma pylorus, preneoplastic hyperplasia pylorus,
dan adenocarcinoma duodenum. Penelitian lainnya menyebutkan peningkatan
resiko kaner faring (tenggorokan), sinus, dan cavum nasal (hidung) pada pekerja
tekstil akibat paparan formalin melalui hirupan.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 10

Dalam jumlah sedikit, formalin akan larut dalam air, serta akan dibuang ke
luar bersama cairan tubuh. Dengan demikian, keberadaan formalin dalam darah
sulit dideteksi. Kekebalan tubuh sangat berperan pada berdampak tidaknya
formalin di dalam tubuh. Jika kekebalan tubuh atau mekanisme pertahanan tubuh
rendah, sangat mungkin formalin berkadar rendah sekalipun bisa berdampak
buruk bagi kesehatan. Anak-anak, khususnya bayi dan balita, adalah salah satu
kelompok usia yang rentan mengalami gangguan ini. secara mekanik integritas
mukosa (permukaan) usus dan peristaltic (gerakan usus) merupaan pelindung
masuknya zat asing ke dalam tubuh. Secara kimiawo asam lambung dan enzim
pencernaan menyebabkan denaturasi zat berbahaya tersebut. Secara imunologik
sIgA (sekretori Imunoglobulin A) pada permukaan mukosa dan limfosit pada
lamina propia dapat menangkal zat asing masuk ke dalam tubuh. Namun
demikian, pada usia anak, usus imatu (belum sempurna) atau sistem pertahanan
tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi. Hal ini juga terjadi pada
penderita gangguan pencernaan kronik, autism, dan alergi.
Menurut IPCS (International Programme on Chemical Safety), secara
umum ambang batas aman di dalam tubuh adalah 1 miligram per liter. IPCS
adalah lembaga khusus dari tiga organisasi di PBB, yaitu, ILO, UNEP, serta
WHO, yang mengkhususkan pada penggunaan bahan kimiawi.
Dampak mengonsumsi formalin dapat terlihat dalam jangka waktu pendek
maupun jangka panjang. Dampak bergantung pada sistem imun seseorang yang
mengonsumsi formalin. Berikut dampak formalin bagi kesehatan.
DAMPAK FORMALIN BAGI KESEHATAN
Akut

Kronik

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 11

Merupakan

efek

pada

kesehatan Efek yang terjadi apabila mengonsumsi

manusia yang langusung terlihat akibat formalin dalam jumlah kecil,

jangka

paparan formalin dalam jumlah banyak: panjang dan berkelanjutan, formalin


seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata akan terakumulasi dalam jaringan ,
berair, mual, muntah, rasa terbakar, mata berair, gangguan pencernaan, hati,
sakit

perut,

pusing,

bersin-bersin, pankreas, sistem saraf pusat, mestruasi

radang tonsil, radang tenggorokan, sakit berlebihan, dan kanker.


dada, lelah, jantung berdebar, sakit
kepala, diare. Pada konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan kematian

Ciri-Ciri Makanan yang Mengandung Formalin


Mencermati makanan yang akan dikonsumsi adalah langkah awal yang
harus dilakukan untuk mencegah formalin masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah
ciri makanan yang mengandung formalin:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tekstur makanan lebih kenyal dari seharusnya.


Tidak mudah hancur atau rusak.
Tidak mudah busuk (dapat bertahan lebih dari 4 bulan)
Beraroma menyengat khas formalin.
Pada mie, mienya lebih berminyak, dan beraroma menyengat.
Pada produk daging, dagingnya bewarna putih bersih, tidak busuk, tidak

disukai hewan karnivora seperti kucing.


7. Makanan tidak dihinggapi lalat apabila di taruh di tempat terbuka.
Penanganan Bila Formalin Terkonsumsi
Bila formalin tertelan, segeralah minum susu atau norit untuk mengurangi
penyerapan zat berbahaya tersebut. Muntahkan makanan yang telah ditelan.

Boraks

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 12

Arti boraks dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kim
bahan pembersih (antiseptik; zat pembantu melelehkan zat padat) yg berupa
hablur (kristal) berwarna kuning atau serbuk berwarna cokelat.
Boraks adalah....
Di masyarakat boraks dikenal dengan sebutan garam bleng, bleng, atau
pijer. Boraks sering digunakan untuk pengawet dan bahan tambahan pembuatan
legendar, bakso, lontong, dan alen-alen.
Pemerintah telah melarang penggunaan boraks sebagai bahan makanan
pada Juli 1979, dan dimantapkan melalui SK Menteri Kesehatan RI No
733/Menkes/Per/IX/1988.
Fungsi Boraks
Boraks digunakan sebagai pembersih, fungisida, herbisida, insektisida,
pengawet kayu dan lain-lain. Pemanfaatan boraks seharusnya hanya pada produk
non pangan.
Penyalahgunaan Boraks
masih banyak pedagang maupun masyarakat yang menggunaan boraks
sebagai bahan tambahan pada makanan untuk pengawet, maupun untuk
pengenyal. Produk yang sering ditambahkan boraks adalah lontong, kerupu, mie,
dan bakso, namun tidak menutup kemungkinan bahwa makanan lainnya
mengandung boraks.
(YLKI) melalui Warta Konsumen (1991) melaporkan, sekitar 86,49 persen
sampel mi basah yang diambil di Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya
mengandung asam borat (boraks). Lalu 76,9 persen mi basah mengandung boraks
dan formalin secara bersama-sama. YLKI juga melaporkan adanya boraks pada
berbagai jajanan di Jakarta Selatan.
Gangguan Kesehatan Apabila Boraks Terkonsumsi

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 13

Gangguan kesehatan yang akan timbul dalam kondisi toksik yang kronis
( karena mengalami kontak dalam jumlah sedikit demi sedikit namun dalam
jangka waktu panjang) akan mengakibatkan tanda-tanda merah pada kulit, seizure,
anuria (tidak terbentuknya urine tubuh) dan gagal ginjal. Boraks juga dapat
mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, saluran repirasi, mengganggu kesuburan,
dan janin.
Dosis letal (dosis yang dapat menyebabkan kematian) boraks pada orang
dewasa adalah 20 gram, sedangan pada anak-anak dan binatang peliharaan kurang
dari 5 gram.
Ciri-Ciri Makanan yang Mengandung Boraks
Berikut adalah cirri-ciri makanan yang mengandung boraks:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tekstur makanan sangat kenyal.


Makanan sulit dikunyah atau dihancurkann karena kenyal.
Tidak berbau seperti makanan aslinya.
Bewarna lebih terang ke abu-abuan.
Pada mie, tekstur kenyal, tidak mudah basi, tidak mudah putus.
Makanan tahan berbulan-bulan.
Pada kerupuk, teksturnya sangat renyah, dan berasa getir.

Cara Penanganan Apabila Boraks Terkonsumsi


Hal yang dapat dilakukan ketika boraks terkonsumsi adalah memuntahkan
makanan tersebut secepatnya dan segera hubungi dokter.
Pewarna Tekstil
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pewarna tekstil adalah
bahan untuk memberi warna pada barang tenun dan bahan pakaian.
Diantara banyak pewarna tekstil yang berbahaya apabila terkonsumsi,
Rhodamin B dan Methanyl Yellow, masih banyak digunakan sebagai pewarna
makanan secara ilegal.
Rhodamin B dan Methanyl Yellow telah dilarang penggunaannya sebagai
pewarna makanan oleh Peraturam Menkes RI. Nomor 722/Menkes/Per/IX/88.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 14

Rhodamin B
Rhodamin B dalam dunia perdagangan sering dikenal dengan nama tetra
ethyl rhodamin, rheonine B, D, dan Red no.19, C, I, Basic violet 10, C.I No.
45179. Zat warna sintetis ini berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, bewarna
merah keunguan, dalam larutan bewarna merah berpendar (berfluorescensi).
Rhodamin B adalah pewarna untuk kertas, tekstil, dan regensia untuk pengujian
antimony, cobalt, dan bismut.
Bahaya Rhodamin B apabila Terkonsumsi
Penggunaan Rhodamin B pada makanan dalam waktu yang lama (kronis)
dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati, dan kanker. Masuknya Rhodamin B
ke dalam sistem pencernaan mengakibatkan iritasi pada saluran pencernaan dan
mengakibatan gejala keracunan dengan air kencing bewarna merah ataupun merah
muda.
Masih banyak lagi bahaya Rhodamin B bagi kesehatan; Apabila terhirup,
dapat mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan.Apabila terkena kulit, maka
kulit akan teriritasi.Apabila terkena mata, mata akan teriritasi yang ditandai
dengan mata kemerahan dan timbunan cairan atau udem pada mata.
Ciri-Ciri Makanan yang Memakai Pewarna Rhodamin B
Ciri-ciri makanan yang memaai pewarna non pangan seperti Rhodamin B
adalah warnanya lebih mencolok, bahkan sangat mencolok, apabila makanan
tersebut dipegang dengan tangan, maka warna akan menempel di tangan.
Methanyl Yellow
Methanyl Yellow adalah zat warna sintetis berbentuk serbuk bewarna
kunig kecoklatan, larut dalam air, sedikit larut dalam benzen, eter, dan aseton.
Methanyl yellow umumnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan cat serta
sebagai indicator reaksi netralisasi asam-basa. Methanyl yellow adalah senyawa
kimia azo aromatic amin yang dapat menimbulkan tumor dalam berbagai jaringan
hati, kandung kemih, saluran pencernaan atau jaringan kulit.
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 15

Bahaya Methanyl Yellow Apabila Terkonsumsi


Bahaya methanyl yellow apabila terkonsumsi dalam jumlah sedikit namun
dalam jangka yang panjang adalah memicu timbulnya tumor, hiperaktif pada
anak-anak, kanker limpa, gangguan kekebalan tubuh, muntah-muntah, alergi,
radang selaput lender pada hidung dan gangguan pencernaan.
Ciri-Ciri Makanan yang Memakai Pewarna Tekstil
Ciri-ciri makanan yang memakai pewarna non pangan seperti Methanyl
Yellow dan Rhodamin B adalah warnanya lebih mencolok, bahkan sangat
mencolok, apabila makanan tersebut dipegang dengan tangan, maka warna akan
menempel di tangan.
Cara Menghentikan Konsumsi Jajanan Tidak Aman Pada Anak
Keinginan anak untuk jajan di sekolah dapat mengakibatkan hal buruk
bagi kesehatan. Selain kandungan makanan yang tidak terjamin keamanannya,
juga kebersihan makanan yang dijual. Peranan orangtua dalam hal ini sangat
penting. Agar anak tidak mengonsumsi jajanan yang tidak aman bagi kesehatan,
berikut cara-cara yang bisa orangtua lakukan.
1. Biasakan anak untuk sarapan di rumah. Selain menyehatkan dan
memberikan energi yang mampu memaksimalkan kemampuan otak,
kebiasaan sarapan juga membuat anak kenyang lebih lama. Alhasil, setelah
sampai di sekolah mereka tidak perlu membeli jajanan yang belum tentu
sehat dan aman.
2. Menyiapan bekal makanan untuk anak. Selain sarapan, bekal makanan
juga mampu membuat Anak terhindar dari kebiasaan jajan di sekolah.
Dalam hal ini, ibu harus pintar dalam mengkreasikan jenis bekal agar
Anak tidak bosan dan beralih ke jajanan.
3. Berikan penjelasan kepada anak mengenai resiko jajan makanan
sembarangan. Berikan pengetahuan pada anak mengenai jenis makanan
yang sehat dan tempat jajan yang sehat. Hal ini akan membantu anak

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 16

untuk selektif saat jajan dan mengurangi keinginan anak untuk jajan
sembarangan.
4. Beri teladan yang baik kepada anak. Kebiasaan jajan bisa jadi dipengaruhi
lingkungan dan gaya hidup. Contohnya, jika anda terbiasa jajan setelah
makan, maka anak juga menjadi terbiasa dengan perilaku tersebut.
5. Ajari anak untuk berhemat dan menabung. Mengajari anak agar berhemat
sejak dini sangat penting untuk mendidik anak mengatur keuangan pribadi.
Jika anak sudah memiliki kesadaran berhemat dan kebiasaan menyisihkan
sebagian uang jajan untuk tabungan, ia akan cenderung menahan diri dan
tidak mudah tergoda untuk untuk menghabiskan uangnya untuk jajan.
6. Batasi uang jajan anak. Anak bisa jajan karena ia memiliki cukup uang
untuk jajan. Batasi uang jajan anak, agar ia tidak jajan secara berlebihan.

BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental.
Wiersma (1991) dalam Emzir (2009) mendefinisikan jenis penelitian
eksperimen sebagai suatu situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu
variabel bebas atau disebut juga sebagai variabel eksperimental, sengaja
dimanipulasi dengan pemberian variabel terikat yang telah ditentukan untuk
mendapatkan data hasil eksperimental. Variable bebas tidak harus dikategorikan
menurut kesamaan sifatnya.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Pengambilan sampel dilakukan di SDN , yang beralamat. Penelitian
berlangsung di laboratorium kimia SMAN 1 Karawang, beralamat

di jalan

Jendral Ahmad Yani No. 22, Karawang, pada. Pengambilan sampel berlangsung
pada hari senin, 3 Maret 2014, pukul 07:30 WIB dan selesai pada pukul 07:50
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 17

WIB. Sedangkan peneliitian berlangsung pada hari senin, 3 Maret 2014, pukul
08:40 WIB dan selesai pada pukul 11:55 WIB.

3.3 Sampel Penelitian


Sampel
diambil

penelitian

di

SDN.

Sampel

penelitian

terdiri dari sosis

mentah,

tahu

mentah,

bulat

bakpau,
gula,

kembang
siomay

rebus, ayam

goreng tepung dari pedagang x, ayam goreng tepung dari pedagang y, aci goreng,
permen karet, dan telur tepung goreng.
Gambar
Siomay

Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Siomay
Bakpau
Permen Karet
Kembang Gula
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 18
Gambar
Gambar
Sosis
Tahu Bulat

Gambar
Ayam Tepung X

Gambar
Ayam Tepung Y

Gambar
Telur Tepung

Gambar
Aci Goreng

3.4 Instrumen Penelitian


Instrumen (alat dan bahan) yang digunakan dalam penelitian berupa
larutan kalium permanganat (KMnO4), kunyit, air, tabung reaksi, kertas saring,
garpu tala, kaki tiga, korek api, pembakar spitus, gunting, pipet, penjepit pipet,
dan gelas ukur.

Gambar
Alat dan Bahan Penelitian

3.5 Desain Penelitian

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 19

Pengambilan sampel

Uji Formalin

Uji Boraks

Uji Pewarna
Tekstil

Pengamatan Perubahan Sampel

Hasil Pengamatan Mengindikasikan


Kandungan Formalin, Boraks, dan
Pewarna Tekstil

Gambar
Bagan Perencanaan Penelitian
Uji Kandungan Formalin
Berikut langkah-langkah pengujian sampel untuk mengetahui keberadaan
zat formalin pada sampel.
1.
2.
3.
4.
5.

Potong semua sampel menjadi ukuran kecil.


Masukkan masing-masing sampel ke dalam tabung reaksi.
Teteskan semua sampel dengan 15 tetes KMnO4.
Catat jika ada perubahan warna dan lamanya perubahan pada sampel.
Jika sampel berubah warna menjadi coklat, sampel positif mengandung
formalin.

No.

Nama Sampel

Kandungan
Formalin

Lamanya Proses
Perubahan
Warna Sampel

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 20

Tabel
Formalin
Uji Kandungan Boraks
Berikut langkah-langkah pengujian sampel untuk mengetahui kandungan
boraks pada sampel.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tumbuk kunyit sampai halus.


Larutkan dengan air.
Rendam kertas saring ke dalam larutan kunyit.
Keringkan kertas saring.
Rebus potongan sampel hingga mendidih.
Teteskan air rebusan sampel ke atas ertas saring yang telah kering.
Amati perubahan warna pada kertas saring. Apabila kertas saring berubah
warna menjadi merah bata, itu artinya sampel mengandung boraks.

No
.

Nama Sampel

Perubahan Warna

Kandungan

Kertas Saring

Boraks

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 21

Tabel
Boraks
Uji Pewarna Tekstil
Berikut langkah-langkah pengujian sampel untuk mengetahui kandungan
pewarna tekstil.
1.
2.
3.
4.

Rebus potongan sampel sampai mendidih.


Lipat kertas saring menjadi tujuh lipatan.
Basahi kertas saring dengan air rebusan sampel.
Amati. Apabila warna air rebusan tidak berpendar pada kertas saring, itu
artinya warna tersebut berasal dari pewarna tekstil.

No.

Nama Sampel

Warna Pada

Kandungan

Kertas Saring

Pewarna Tekstil

Tabel
Pewarna Tekstil

BAB 4
HASIL PENELITIAN
Uji Formalin
Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 22

Berikut adalah hasil uji formalin terhadap beberapa sampel jajanan SDN.

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Nama Sampel
Sosis
Tahu Bulat
Cireng Isi
Kembang Gula
Permen Karet
Telur Tepung
Bakpau
Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Siomay

Kandungan
Formalin
Positif
Positif
Positif
Negatif
Negatif
Positif
Negatif
Positif
Positif
Positif

Lamanya Proses
Perubahan
Warna Sampel
00:30:46
00:23:20
00:27:37
00:23:15
00:25:10
00:22:54
00:24:52

Uji Boraks
Beriut adalah hasil uji boraks pada beberapa sampel jajanan di SDN.
No

Nama Sampel

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sosis
Siomay
Bakpau
Telur Tepung
Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Cireng Isi
Kembang Gula
Tahu Bulat
Permen Karet

Perubahan Warna

Kandungan

Kertas Saring
Negatif
Negatif
Negatif
Merah Bata
Merah Bata
Merah Bata
Merah Bata
Negatif
Negatif
Negatif

Boraks
Negatif
Negatif
Negatif
Positif
Positif
Positif
Positif
Negatif
Negatif
Negatif

Hasil Uji Pewarna Tekstil


Berikut adalah hasil uji pewarna tekstil pada beberapa sampel jajanan di
SDN.
No.

Nama Sampel

Warna Pada

Kandungan

Kertas Saring

Pewarna Tekstil

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 23

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sosis
Siomay
Bakpau
Telur Tepung
Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Cireng Isi
Kembang Gula
Tahu Bulat
Permen Karet

Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Terpusat
Berpendar
Berpendar

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Positif
Negatif
Negatif

BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Konsumen dapat menggolongkan makanan yang dijual di SDN Nagasari
6, yaitu makanan yang aman dikonsumsi dengan makanan yang tidak aman
dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan. Caranya dengan mengetahui
kandungan zat tambahan pada makanan, bahan makanan, dan cara pengolahan
makanan tersebut. Cara yang paling mudah adalah mengetahui bahan-bahan
berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi dengan melihat ciri-ciri makanan yang
mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Apabila sebuah makanan mengandung ciri-ciri yang berasal dari zat formalin,
boraks, dan pewarna tekstil, maka sudah dapat disimpulkan bahwa makanan itu
tidak aman dikonsumsi karena dapat membahayakan kesehatan.

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 24

Makanan yang mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil


walaupun dalam kadar yang sangat sedikit, jika termakan akan sangat berbahaya
bagi kesehatan. Kandungan formalin, boraks dan pewarna tekstil akan
menimbulkan efek negatif jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah
dampak apabila formalin, boraks, dan pewarna tekstil masuk kedalam tubuh.
DAMPAK FORMALIN BAGI KESEHATAN
Akut
Merupakan

efek

Kronik

pada

kesehatan Efek yang terjadi apabila mengonsumsi

manusia yang langusung terlihat akibat formalin dalam jumlah kecil,

jangka

paparan formalin dalam jumlah banyak: panjang dan berkelanjutan, formalin


seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata akan terakumulasi dalam jaringan ,
berair, mual, muntah, rasa terbakar, mata berair, gangguan pencernaan, hati,
sakit

perut,

pusing,

bersin-bersin, pankreas, sistem saraf pusat, mestruasi

radang tonsil, radang tenggorokan, sakit berlebihan, dan kanker.


dada, lelah, jantung berdebar, sakit
kepala, diare. Pada konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan kematian

Tabel
Dampak Formalin Bagi Kesehatan
DAMPAK BORAKS BAGI KESEHATAN
Akut
Kronik
Gangguan kesehatan yang akan timbul
dalam kondisi toksik yang kronis ( karena
Dalam jangka pendek, boraks
dapat mengakibatkan iritasi pada
kulit, mata, dan saluran repirasi.

mengalami kontak dalam jumlah sedikit


demi sedikit namun dalam jangka waktu
panjang) akan mengakibatkan tanda-tanda
merah pada kulit, seizure, anuria (tidak
terbentuknya urine tubuh), gagal ginjal,
gangguan kesuburan, dan gangguan janin.

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 25

Catatan: Dosis letal (dosis yang dapat menyebabkan kematian) boraks pada orang
dewasa adalah 20 gram, sedangan pada anak-anak dan binatang peliharaan kurang
dari 5 gram.

Tabel
Dampak Boraks Bagi Kesehatan
Hasil uji formalin pada sampel yang diambil dari pedagang makanan di
SDN Nagasari 6 menunjukan 7 dari 10 sampel positif mengandung zat berbahaya
formalin atau 70% makanan di SDN Nagasari 6 mengandung formalin.

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kandungan

Nama Sampel

Formalin

Sosis
Tahu Bulat
Cireng Isi
Kembang Gula
Permen Karet
Telur Tepung
Bakpau
Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Siomay

Positif
Positif
Positif
Negatif
Negatif
Positif
Negatif
Positif
Positif
Positif

Lamanya Proses
Perubahan
Warna Sampel
00:30:46
00:23:20
00:27:37
00:23:15
00:25:10
00:22:54
00:24:52

Tabel
...
Hasil uji boraks pada sampel yang diambil dari pedagang makanan di
SDN Nagasari 6 menunjukan 4 dari 10 sampel positif mengandung zat berbahaya
boraks atau 40% makanan di SDN Nagasari 6 mengandung boraks.
No
.
1.
2.
3.
4.

Nama Sampel
Sosis
Siomay
Bakpau
Telur Tepung

Perubahan Warna

Kandungan

Kertas Saring
Negatif
Negatif
Negatif
Merah Bata

Boraks
Negatif
Negatif
Negatif
Positif

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 26

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Cireng Isi
Kembang Gula
Tahu Bulat
Permen Karet

Merah Bata
Merah Bata
Merah Bata
Negatif
Negatif
Negatif

Positif
Positif
Positif
Negatif
Negatif
Negatif

Tabel
...
Hasil uji pewarna tekstil pada sampel yang diambil dari pedagang
makanan di SDN Nagasari 6 menunjukan 1 dari 10 sampel positif mengandung
zat berbahaya pewarna tekstil atau 10% makanan di SDN Nagasari 6 mengandung
boraks.
No.

Nama Sampel

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sosis
Siomay
Bakpau
Telur Tepung
Ayam Tepung X
Ayam Tepung Y
Cireng Isi
Kembang Gula
Tahu Bulat
Permen Karet

Warna Pada

Kandungan

Kertas Saring
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Berpendar
Terpusat
Berpendar
Berpendar

Pewarna Tekstil
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Positif
Negatif
Negatif

Tabel
...
Siswa, orangtua siswa, dan guru di SDN Nagasari 6 dapat mengetahui
kandungan formalin, boraks, dan pewarna tekstil dengan cara melihat ciri
makanan yang mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil.
Berikut adalah ciri makanan yang mengandung formalin:
1.
2.
3.
4.
5.

Tekstur makanan lebih kenyal dari seharusnya.


Tidak mudah hancur atau rusak.
Tidak mudah busuk (dapat bertahan lebih dari 4 bulan)
Beraroma menyengat khas formalin.
Pada mie, mienya lebih berminyak, dan beraroma menyengat.

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 27

6. Pada produk daging, dagingnya bewarna putih bersih, tidak busuk, tidak
disukai hewan karnivora seperti kucing.
7. Makanan tidak dihinggapi lalat apabila di taruh di tempat terbuka.
Berikut adalah cirri-ciri makanan yang mengandung boraks:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tekstur makanan sangat kenyal.


Makanan sulit dikunyah atau dihancurkann karena kenyal.
Tidak berbau seperti makanan aslinya.
Bewarna lebih terang ke abu-abuan.
Pada mie, tekstur kenyal, tidak mudah basi, tidak mudah putus.
Makanan tahan berbulan-bulan.
Pada kerupuk, teksturnya sangat renyah, dan berasa getir.
Ciri-ciri makanan yang memakai pewarna non pangan seperti Methanyl

Yellow dan Rhodamin B adalah warnanya lebih mencolok, bahkan sangat


mencolok, apabila makanan tersebut dipegang dengan tangan, maka warna akan
menempel di tangan.
Orangtua dapat menghentikan konsumsi jajanan yang mengandung
formalin, boraks, dan pewarna makanan dengan cara sebagai berikut.
1. Biasakan anak untuk sarapan di rumah.
2. Menyiapan bekal makanan untuk anak.
3. Berikan penjelasan kepada anak mengenai resiko jajan makanan
sembarangan.
4. Beri teladan yang baik kepada anak dengan hanya mengonsumsi makanan
yang aman.
5. Ajari anak untuk berhemat dan menabung.
6. Batasi uang jajan anak.

Kandungan Formalin, Boraks, Dan Pewarna Tekstil Pada Makanan Ringan Yang
Di Jual Di SDN | 28