Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIK KELISTRIKAN OTOMOTIF

Ditulis Sebagai Laporan Setelah Melakukan Praktikum


Kelistrikan otomotif
Jurusan Teknik Mesin
Program Studi Teknik Mesin

oleh :
NOVERIWANTO SIPANGKAR
NIM : 1305011081
Kelas : ME-5C

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MEDAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa buat berkat dan
pertolongan-Nya yang selalu dilimpahkan kepada saya sehingga akhir nya saya dapat
menyelesaikan laporan tentang kelistrikan otomotif ini dengan tepat waktu. Saya juga
sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing yang selalu berkenan membimbing kami
dalam melaksanakan praktek kelistrikan otomotif ini.
Laporan ini sengaja kami buat untuk sebagai pertanggung jawaban atas praktek yang
kami laksanakan di bengkel perawatan dan perbaikan Politeknik Negeri Medan. Selain
sebagai memenuhi tugas tersebut, laporan ini sangat berguna bagi para pembaca yang sangat
membutuhkan pengetahuan tentang kelistrikan otomotif tersebut.
Akan tetapi penulis sangat menyadari kelemahan dan kekurangan dalam penulisan
laporan ini. Oleh karena itu penulis menerima baik segala masukan, kritik maupun saran yang
membangun dari dosen pebimbing dan dari para pembaca guna sebagai perbaikan untuk
laporan-laporan berikutnya. Terima kasih

Medan, 20 januari 2016

Penulis

SISTEM KELISTRIKAN OTOMOTIF


A. LATAR BELAKANG
Dewasa ini perkembangan listrik sudah semakin pesat. Hal itu sangat terlihat
dalam setiap alat yang menggunakan listrik sebagai sumber utama penggerak.
Hal ini juga terlihat dalam dunia otomotif yang menggunakan listrik sebagai
penggerak awal dalam starter. Dalam dunia otomotif, alternator berfungsi
sebagai pembangkit listrik dari tenaga mekanis menjadi energi listrik. Setelah
itu baterai akan menyimpan muatan listrik yang dihasilkan oleh alternator dan
kemudian dari baterai arus dibagi keseluruh kelistrikan body.
Keperluann akan kelistrikan otomotif sangat terlihat jelas ketika suatu sepeda
motor atau mobil menggunakan lampu sebagai penerangan di malam hari.
Bukan hanya sebagai penerangan, tapi juga sangat berpengaruh bagi tanda
bagi kendaraan pada saat membelok (lampu sein).
Selain itu kelistrikan juga sangat berfungsi sebagai pemenuhan daya dalam
kelengkapan kerja aksesoris dalam sebuah kendaraan. Ini sangat terlihat jelas
dalam penggunaan loudspeaker, AC, radio, lampu dalam mobil serta alat-alat
elekrtonik yang lain.
Hal ini lah yang melatarbelakangi seorang engineer harus mengetahui tentang
cara kerja, fungsi, dan cara perawatan dalam kelistrikan otomotif. Dengan
laporan ini, mahasiswa atau pembaca dapat mengerti tentang kelistrikan
otomotif ini.
B. Tujuan penulisan laporan
Penulisan laporan ini bertujuan untuk :
Mengetahui dan memahami cara kerja dan fungsi setiap masingmasing komponen dalam kelistrikan otomotif.
Mampu mengembangkan pengetahuan yang didapat dalam kelistrikan
otomotif.
Mampu memperbaiki setiap kerusakan yang mungkin terjadi.
Menambah wawasan pembaca.
Sebagai persyaratan mendapatkan nilai dari kegiatan praktik.

BAB II
DASAR TEORI

Sistem Kelistrikan Otomotif Dibagi Menjadi 3 Bagian Yaitu :


1. Sistem Kelistrikan Mesin
Sistem Kelistrikan Mesin yakni system kelistrikan yang mendukung agar mesin bias
menyala dan system pada mesin tetap bekerja. Contoh : system pengapian (ignition system)
dan system pengisian (charging system).
2. Sistem Kelistrikan Body
Sistem Kelsitrikan body yakni system kelistrikan yang mengatur kinerjanya komponen
komponen seperti system penerangan, dan lampu lampu lainnya.
3. Sistem Kelistrikan Asesoris
Sistem kelistrikan asesoris adalah system kelistrikan yang mengatur tentang perangkat
kelistrikan tambahan (accecoris) seperti tape / radio, Air Conditioner (AC), dll.
Sebelum membahas kelistriikan secara lebih jauh kita akan membahas tentang system
pengaman pada system kelistrikan diantaranya adalah :

1.

Fuse (Sekering)

Sekering berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada suatu rangkaian.
Sekering akan terputus saat arus listrik yang melewati sekering melebihi arus maksimal yang
tertera pada body sekering.
2.

Fusible Link

Fusible link adalah alat pengaman system kelistrikan yang sam dengan sekering, namun
yang membedakannya adalah besar kapasitas arus yang bisa dilalui lebih besar dari sekering.
Fusible link ini adalah pengaman utama arus listrik sebelum masuk ke komponen system
kelistrikan lainnya.
3.

Circuit Breaker

Circuit breaker adalah system pengaman yang berfungsi memutuskan arus listrik yang
berlebihan dari nilai maksimum arus yang bisa dilewati berdasarkan kontak bimetal. Jika
circuit breaker mendapat arus listrik yang lebih besar dari nilai maksimum arus yang bisa
dilewati, maka kontak bimetal akan menerima panas yang berlebih dan akan melengkung
sehingga arus listrik tidak dapat mengalir ke rangkaian. Saat arus mengecil maka bimetal
akan kembali ke posisi semula dan arus listrik dapat terhubung ke rangkaian. Sistem
pengaman ini biasa digunakan dalam power window.
Pada bab ini saya akan membahas mengenai system kelistrikan body
Sistem Kelistrikan Body Dibagi Menjadi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Lampu Kepala
Lampu Posisi atau Lampu Kota
Lampu Sein atau Lampu Tanda Belok
Lampu Tanda Bahaya atau Lampu Hazard
Lampu Rem
Lampu Plat Nomor
Lampu Interior atau Lampu Kabin
Sistem Wiper dan Washer
Lampu Flash
Lampu Kabut (Fog Lamp)
Sistem Lampu Kepala
Lampu kepala sangat penting pada semua kendaraan khususnya pada saat gelap atau
malam hari semua kendaraan akan membutuhkan sebuah lampu yang dapat menerangi
sepanjang perjalanan. Lampu kepala (head lamp) adalah lampu penerangan utama pada suatu
kendaraan yang digunakan untuk menerangi jalan di sepanjang perjalanan terutama saat
dalam keadaan gelap atau malam hari.
Sistem Lampu Posisi Atau Lampu Kota :
Adalah lampu yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pengendara lain
mengenai panjang kendaraan, ebar kendaraan, dan tinggi kendaraan. Lampu ini sangat vital
digunakan pada kendaraan besar seperti truk truk besar ataupun bis.

Sistem Lampu Flash


Lampu ini berfungsi memberikan isyarat pada kendaraan di depan sebagai pengganti
klakson. Lampu ini akan langsung mengaktifkan lampu high beam (lampu dim) dan saklar ini
langsung akan kembali ke posisi semula sehingga lampu akan langsung mati.
Rangkaian Lampu Kota dan Kepala dan Flash

Sistem Lampu Sein (Tanda Belok) :

Adalah lampu tanda yang digunakan seorang pengemudi untuk memberi informasi
kepada pengendara lain bahwa kendaraan tersebut akan berbelok ke salah satu arah. Lampu
ini dilengkap dengan flasher yang berfungsi untuk mengedipkan lampu belok.
Macam Macam Flasher yang digunakan pada lampu sein :
1. Flasher Jenis Kapasitor
2. Flasher Jenis Bimetal
3. Flasher Jenis Transistor
Diantara beberapa jenis flasher yang digunakan sebagian besar banyak kendaraan yang
memakai jenis flasher bimetal.
Sistem Lampu Tanda Bahaya
Lampu ini berfungsi jika saat di jalan kendaraan harus berhenti darurat karena ada
suatu permasalahan. Lampu ini akan menyalakan kedua lampu sein kanan dan kiri secara
bersamaan. Namun lampu ini dapat dinyalakan tanpa memutar kunci kontak pada posisi ON.
Karena saklar lampu hazard langsung terhubung dengan bateray tanpa melewati kunci kontak
terlebih dahulu.
Rangkaian Lampu Hazard dan Sein

Sistem Lampu Rem (Brake Lamp)


Lampu rem adalah lampu yang akan memberi isyarat pada kendaraan di belakang
pengemudi bahwa kendaraan tersebut akan mengurangi kecepatannya atau bahkan berhenti.
Lampu rem pada kendaraan juga akan tetap menyala saat pedal rem di injak dengan kunci
kontak tanpa pada posisi on.
Rangkaian Lampu Rem

Lampu Pelat Nomor


Lampu Plat nomor adalah lampu yang berfungsi memberikan pencahayaan terhadap pelat
nomor suatu kendaraan biasanya lampu ini dihubungkan secra parallel dengan lampu kota,
jadi apabila lampu kota menyala maka lampu inijuga otomatis akan menyala.
Lampu Interior atau Lampu Kabin
Lampu ini berfungsi memberikan pencahayaan di dalam ruang kabin kendaraan.
Lampu ini memiliki dua saklar yakni saklar manual yang terdapat di dekat lampu tersebut.
Dan juga ada saklar otomatis di pasang pada pintu jika pintu di buka maka lampu kabin akan
otomatis menyala.

Sistem Wiper
Sistem Wiper adalah suatu system yang mengatur pergerakan pembersih kaca (wiper
blade) agar dapat membersihkan kaca depan atau belakan suatu kendaraan. System ini sangt
diperlukan terutama saat kondisi hujan deras sehingga kaca akan tertutup air, kondisi ini akan
diatasi oleh system wiper ini.
Wiper ini memiliki dua tingkat kecepatan dan satu kali gerak (intro) yang
dikendalikan melalui saklar kombinasi.
Sistem Washer
Sistem ini berfungsi untuk memberikan cairan pembersih pada kaca saat diperlukan.
Washer memiliki sebuah pompa washer yang biasanya di tempatkan dalam tempat cairan
washer. Washer dikendalikan oleh saklar yang ada di saklar kombinasi.
Rangkaian wiper dan washer

Sistem Lampu Kabut (Fog Lamp)


Lampu kabut adalah lampu yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan saat
kondisi jalan berkabut. Lampu ini dapat menggunakan lampu dengan warna kuning

atau bias juga menggunakan lampu dengan warna putih, namun dianjurkan untuk
menggunakan lampu kuning.
Sistem Klakson
Klakson berfungsi untuk memberi peringatan kepada kendaraan lain bahwa di
depannya ada kendaraan yang melaju. System klakson menggunakan saklar dimana saklar
tersebut adalah saklar yang menggunakan prnsip pengendali negative.
Rangkaian sistem klakson adalah seperti gambar dibawah ini.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil praktik kelistrikan otomotif ini dapat disimpulkan bahwa :
Kelistrikan otomotif adalah sistem yang mengatur segala kelistrikan
pada suatu alat otomotif dan cara mendistribusikan nya.
Dalam kelistrikan otomotif ini, alternator adalah alat yang
menghasilkan aruss listrik dari putaran mesin menjadi energi listrik.
Alat-alat yang berfungsi sebagai aksesoris dalam kelistrikan otomotif
anatara lain, AC, radio, dvd, dan aksesoris lainnya.

B. Saran
Saran yang dapat diberikan antara lain:
Setiap praktik kelistrikan hendaknya mahsiswa melakukan nya dengan
serius
Modul kelistrikan otomotif harusnya lengkap dan mudah dimengerti
Alat-alat praktek harusnya sudah lengkap dan berfungsi dengan
optimal.