Anda di halaman 1dari 16

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Kode Etik Keperawatan
Kode etik merupakan standar profesional yang digunakan sebagai
pedoman perilaku dalam menjalankan kewajiban profesi.
Menurut Burhannudin (2000), kode etik merupakan seperangkat
sistem norma, nilai, dan aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang
berlaku bagi semua anggota suatu organisasi profesi tertentu.
Kode etik keperawatan merupakan asas tertulis yang harus dijadikan
pedoman bagi setiap perawat dalam proses berinteraksi dengan pasien, agar
perilaku perawat tetap pada koridor kebenaran.
Kode etik keperawatan sendiri merupakan hasil manifestasi asas
asas yang terkandung dalam ilmu keperawatan. Fungsi kode etik keperawatan
bukan hanya sebagai syarat administratif semata, tetatpi juga berfungsi
sebagai landasan bagi perawat dalam menjalankan profesinya. Kode etik
keperawatan juga mengatur hubungan profesional baik dengan klien / pasien,
dokter maupun sesama perawat. Kode etik keperawatan di Indonesia disusun
oleh organisasi keperawatan Indonesia.
Kode etik memberi kerangka pikir kepada anggota profesi untuk
membuat keputusan dalam situasi keperawatan.Etika akan menunjukan
standar profesi untuk kegiatan keperawatan, standar ini akan melindungi
perawat dan pasien.
B. Tujuan Kode Etik Keperawatan
Secara umum, tujuan kode etik keperawatan adalah sebagai berikut :

1) Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi. Dalam hal ini yang
di jaga adalah image organisasi dan mencegah orang luar memandang
rendah atau remeh suatu profesi.
2) Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Yang
dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau
mental. Kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi
anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan.
3) Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Dalam hal ini
kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu sehingga para
anggota profesi mengetahui tugas dan tanggungjawab pengabdian
profesinya. Kode etik merumuskan ketentuan yang perlu dilakukan oleh
para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.
4) Untuk meningkatkan mutu, kode etik juga memuat tentang norma-norma
serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu
profesi, sesuai dengan bidang pengabdiannya.
Menurut PPNI, tujuan kode etik keperawatan adalah sebagai berikut :
1) Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat, klien atau
pasien, teman sebaya, masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi
keperawatan maupun dengan profesi lain di luar profesi keperawatan.

2) Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang dilakukan oleh


praktisi keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam
pelaksanaan tugasnya.
3) Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam menjalankan tugasnya

diperlakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat.


4) Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan kepoerawatan
agar dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional
keperawatan.
5) Memberikan pemahaman kepada masyarakat pemakai / pengguna tenaga
keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan
tugas praktek keperawatan.

Menurut American Nurses Association (ANA), tujuan kode etik keperawatan


adalah sebagai berikut :
1) Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktek keperawatan.
2) Membentuk strategi/ cara dan menganalisis masalah moral yangterjadi
dalam praktek keperawatan.
3) Menghubungkan

praktek

moral/

pelajaran

yang

baik

dan

dipertanggungjawabkan pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan


kepada Tuhan.

C. Fungsi Kode Etik Keperawatan


Fungsi kode etik keperawatan adalah sebagai berikut :
1) Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat
diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggung jawab
yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat.

2) Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin
hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktik etika.
3) Kode etik perawat menetapkan hubungan profesional yang harus
dipatuhi, yaitu hubungan perawat dengan pasien atau klien sebagai
advocator (pelindung), perawat dengan tenaga profesi lain sebagai teman
sejawat dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan
keperawatan.
4) Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
Menurut pandangan Hypocrates, fungsi kode etik adalah :
1) Menghindari ketegangan antar manusia
2) Memperbaiki status kepribadian
3) Menopang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan
D. Jenis Kode Etik Keperawatan
a. Kode Etik Persatuan Perawat Nasional Indonesia
PPNI sebagai satu-satunya organisasi profesi profesi perawat di
Indonesia, menetapkan kode etik profesi bagi para anggotanya yaitu
Kode Etik Perawat Nasional Indonesia. Kode Etik ini disusun oleh
Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( DPP
PPNI ) melalui Munas PPNI di Jakarta pada tanggal 29 November 1989.
Seorang perawat harus selalu berpegang teguh terhadap kode etik
profesinya, sebuah aturan yang berlaku begitu juga dengan profesi
perawat.
PPNI sebagai organisasi profesi yang turut serta mengusahakan
tercapainya kesejahteraan fisik, materi dan mental spiritual untuk
makhluk insani dalam wilayah RI maka kehidupan profesi keperawatan
di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asal, yaitu kebutuhan
masyarakat Indonesia akan pelayanan perawatan. Perawat dalam
melaksanakan

pengabdiannya

di

bidang

keperawatan

senantiasa

memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,


adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga
dan masyarakat.
Kode etik PPNI terdiri dari 5 bab dan 17 pasal. Berikut ini adalah kode
etik keperawatan yang dikeluarkan oleh DPP PPNI.
1) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Pasien / Klien
Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya,

senantiasa

berpedoman kepada tanggung jawab yang bersumber dari


adanya kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga dan

masyarakat.
Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya dalam bidang
keperawatan, senantiasa memelihara suasana lingkungan yang
menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan
hidup beragama dari individu, keluaraga dan masyarakat.
Role Play :
Terdapat pasien di ruangan Mawar dengan mengidap
penyakit thypoid dan sedang dalam keadaan dismenore terlihat
kukunya panjang dan kotor, namun pasien menerapkan ajaran
islam yang tidak memperbolehkan memotong kuku saat sedang
dismenore sehingga perawat melakukan perawatan kuku hanya
dicuci.
Perawat : assalamualaikum, maaf bu Rena selama ibu dirawat 4
hari disini saya perhatikan kuku ibu panjang dan kurang bersih.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ibu apakah ibu
bersedia mendapat perawatan seperti mencuci dan memotong
kuku ibu ?

Pasien

: maaf sus, saya sedang menstruasi, saya menerapkan

ajaran islam untuk memotong kuku jika sudah bersih-bersih.


Perawat : ia bu, saya mengerti. Maaf, bagaimana jika saya hanya
melakukan perawatan mencuci kuku ibu tapi tidak dipotong,
apakah ibu bersedia ?
Pasien : boleh, silahkan suster.
Perawat : Ibu tunggu sebentar, saya

akan

membawa

peralatannya.
Perawat pun melaksanakan tugasnya sesuai kesediaan pasien

dan dengan penuh ketulusan.


Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu,
keluarga, dan masyarakat, senantiasa dilandasi dengan rasa tulus
ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan.
Role Play :
Suatu hari di depan jalan rumah perawat A ada seorang
wanita yang merintih kesakitan, saat dihampiri dan ditanya
ternyata wanita tersebut tertusuk kerikil dan masuk ke dalam
kakinya
Perawat : maaf teh boleh saya bantu ?
Wanita : boleh teh jika tidak merepotkan
Perawat : tidak merepotkan, ini sudah kewajiban saya. Mari
masuk. Kita keluarkan dengan diolesi bawang merah yang
dibakar, sarinya yang hangat inshaallah bisa mengeluarkan
kerikil ini.
Wanita : terimakasih atas pengobatannya, bagaimana saya harus
membalas jasa teteh ?
Perawat : dapat mengobati luka teteh saja sudah membuat saya

senang, apalagi sampai lukanya benar-benar sembuh amiin


Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama dengan
individu, keluarga dan masyarakat dalam mengambil prakrasa

10

dan mengadakan upaya kesehatan, khususnya serta upaya


kesejahteraan umum sebagai bagian dari tugas kewajiban bagi
kepentingan masyarakat.
Role Play :
Seorang perawat Rumah Sakit kebetulan bekerja bagian
siang. Pagi itu diadakan pelayanan terpadu di pos yandu di
daerahnya. Kemudian ia ikut serta dalam pelayanan kesehatan.
Perawat : wilujeng enjing ibu, mangga calik. Kumaha ibu,
damang ?
Ibu
: ieu teh rada rieut
Perawat : cobi ayeuna ibu ditimbang heula, mangga ibu tatih
diluhur timbangan, punten sapatuna dibuka.
Berat badan ibu 50 kg, ayeuna abdi bade ngecek tekanan darah
ibu. Punten panangana anu kenca bu (pemeriksaan tekanan
darah) tekanan darah ibu 130/90 mmHg, tekanana tarik bu. Pami
ibu hoyong tekanan darahna turun, ibu tiasa nuang seupan
waluh, kanggo tuangeun sarupaning jeroan sapi, daging domba,
kambing, santen mah libur heula supados tekanan darahna turun.
Mugi enggal damang.
Ibu : muhun, hatur nuhun neng
2) Tanggung Jawab Terhadap Tugas
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan
yang tinggi, disertai kejujuran profesional dalam menerapkan
pengetahuan serta keterampilan keperawatan, sesuai dengan
kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat.
Role Play :
Di kamar 1 ruangan Melati terdapat seorang pasien yang
meminta untuk dibersihkan lukanya kepada perawat
sedang berjalan setelah melakukan tindakan.

yang

11

Pasien : suster, bisakah kemari dan menolong saya ?


Perawat : ya, maaf ada yang bisa saya bantu bu ? sebelumnya
perkenalkan nama saya suster Rena. Saya perawat yang bertugas
siang ini.
Pasien : ini sus, tadi tangan saya yang luka menyenggol meja
sehingga terjadi perdarahan, padahal lukanya sudah mengering.
Saya minta tolong untuk dibersihkan dan diobati
Perawat : baik bu Annissa, mohon tunggu sebentar. Saya akan
membawa perlengkapannya
Tak lama kemudian perawat membawa perlengkapannya dan
melakukan tindakan.
Perawat : maaf bu sebenarnya luka ibu belum sembuh, luarnya
memang terlihat kering namun di dalamnya masih sangat basah
dan terjadi infeksi. Maaf ya bu jika perawatannya terasa sangat
sakit, namun ini demi kesembuhan dan kesehatan ibu .
Pasien : terimakasih atas perawatannya
Perawat : sama-sama, semoga luka tangan ibu lekas sembuh dan

dapat segera melaksanakan aktivitas.


Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, sesuai

dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan
keperawatan untuk tujuan ( melakukan hal ) yang bertentangan

dengan norma kemanusiaan.


Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa
berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis

12

kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut, serta kedudukan


sosial.
Role Play :
Di ruangan Anggrek kamar nomor 4 terdapat 2 bed dengan
pasien yang sama-sama menderita DHF,mereka sama-sama
wanita namun satu pasien berasal dari Padang, beragama Islam,
berkulit sawo matang, umurnya 21 tahun dan pekerjaannya
sebagai pedagang. Pasien satu lagi berasal dari Bandung,
umurnya 21 tahun, berstatus sebagai mahasiswa, beragama
islam, dan berkulit putih. Kedua pasien meminta untuk disuapi
makan oleh perawat
Pasien1 : suster bisakah suster menyuapi saya makan ?
Perawat : baik, akan saya suapi ibu makan sekarang
Perawat pun memberikan pelayanan kebutuhan dasar manusia
dengan ketulusan dan tanggung jawab. Saat ditengah-tengah
menyuapi, pasien 2 meminta untuk disuapi
Pasien2 : suster bisakah saya juga disuapi makan
Perawat : bisa, boleh bu tapi maukah ibu menunggu sebentar
saya menyelesaikan ini dulu ?
Pasien2 : baik sus saya akan menunggu
Perawat pun menyuapi pasien2 dengan senang hati dan setelah
selesai berpamitan dan mendoakan agar pasiennya lekas

sembuh
Perawat

senantiasa

mengutamakan

perlindungan

dan

keselamatan klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta


matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima
atau mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya
dengan keperawatan.
Role Play :

13

Di Ruangan Lili kamar nomor 4 terdapat satu dari 3 pasien


yang tidak menyukai dan fhobia terhadap nasi. Pada jam 14.00
siang terjadi peralihan perawat yang bertugas di ruangan Lili.
Perawat1 : ini data-data pasien di ruangan Lili, ada catatan
penting, seorang pasien pengidap fhobia nasi di kamar 3,
bernama nona Ukhti Aisyah , alamat di Komplek Nanas nomor
1, berusia 19 tahun dan dirawat di bed 1. makanan penggantinya
adalah bubur Ulos dengan gula merah tanpa santan.
Perawat2 : baik, saya akan periksa ke seluruh kamar Lili
3) Tanggung Jawab Terhadap Sesama Perawat dan Profesi Kesehatan
Lainnya
Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antar sesama
perawat dan dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam
memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun
dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Role Play :
Suatu hari saat pemeriksaan pasien, perawat mendampingi
dokter untuk mencatat perkembangan kondisi pasien A. Saat itu
perawat mencocokan nama obat, dosis dan kebutuhan akan obat
pada pasien tersebut saat setelah menerima obat dari apoteker,
namun ada kesalahan pemberian.
Perawat : maaf dok dari pengkajian pemeriksaan hari ini suhu
pasien sudah normal namun dokter masih memberikan resep
obat penurun panas dengan dosis tinggi. Apakah obat tersebut
masih perlu diberikan kepada pasien ?

14

Dokter : terimakasih suster telah mengingatkan saya, akan saya


ganti resepnya dengan resep baru sus. Tolong jangan beritahu

kesalahan ini
Perawat
senantiasa

menyebarluaskan

pengetahuan,

keterampilan, dan pengalamannya kepada sesama perawat, serta


menerima pengetahuan dan pengalamannya kepada sesama
perawat, serta menerima pengetahuan dari profesi lain dalam
rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.
4) Tanggung Jawab Terhadap Profesi Keperawatan
Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan
profesional secara sendiri sendiri dan atau bersama sama
dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman yang bermafaat bagi perkembangan keperawatan.
Role Play :
Perawat1 : kemarin saya melihat di internet ada pelatihan
perawatan komplementari dari dinas kesehatan Kabupaten Garut
, pendaftaran dan pelatihan terbuka untuk semua tenaga perawat
di Garut. Saya sudah daftar, coba Leni dan Rena ikut daftar
supaya ilmu kita bertambah dan sekaligus silaturahmi.
Perawat2 : terimakasih infonya, nanti akan ku coba untuk daftar.
Perawat3 : semoga kita disana sama-sama ikut pelatihan untuk

mendapat ilmu yang lebih


Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi
keperawatan dengan menunjukkan perilaku dan sifat pribadi

yang luhur.
Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan
pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam
kegiatan dan pendidikan keperawatan.

15

Perawat secara bersama sama membina dan memelihara mutu

organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.


5) Tanggung Jawab Terhadap Pemerintah, Bangsa, dan Negara
Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan ketentuan sebagai
kebijaksanaan yang diharuskan oleh pemerintah dalam bidang
kesehatan dan keperawatan.
Role play :
Seorang perawat melayani pasien yang menggunakan layanan
pemerintah semisal BPJS sesuai dengan pilihan kelas yang

terdaftar di BPJS.
Perawat
senantiasa
menyumbangkan

berperan

pikiran

kepada

secara

aktif

dalam

pemerintah

dalam

meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada


masyarakat.
Role play :
Di suatu desa tetangga ada yang sudah terjangkit penyakit
kaki gajah, sebagai seorang perawat, maka perawat B, ia
melakukan kolaborasi dengan dokter bertindak cepat untuk
mencegah warga terdekatnya dari terjangkit penyakit kaki gajah.
Perawat : maaf ibu Kades apakah proposal yang saya ajukan
sudah dibaca ?
Ibu Kades : sudah neng, kalo bisa nanti sore kita mulai adakan
penyuluhan dan pemberian obat pencegah penyakit kaki gajah
serta diadakan kerja bakti dengan mengutamakan 3M.
Perawat : baik bu kades, saya akan segera mempersiapkan obatobatan bersama dokter
b. Kode Etik International Council of Nurse
International Council of Nurse atau ICN merupakan suatu
federasi perhimpunan profesi perawat wanita seluruh dunia yang

16

didirikan pada tanggal 1 Juli 1899 oleh Mrs. Bedford. ICN bertujuan
untuk mempererat hubungan antar perawat di seluruh dunia. ICN
mengadakan kongres setiap 4 tahun sekali.
Lebih dari 133 negara menjadi anggota ICN. Kode etik
keperawatan yang dirumuskan oleh ICN merupakan hasil adopsi kode
etik keperawatan yang berlaku di seluruh negara. Kode etik ICN
menekankan pada keperawatan yang bersifat universal dan menjunjung
tinggi kehidupan, martabat, dan hak asasi manusia. Keperawatan tidak
dibatasi oleh perbedaan kebangsaan, ras, warna kulit, usia, jenis kelamin,
aliran politik, agama, dan status sosial.
Uraian kode etik ICN akan dijelaskan sebagai berikut :
1) Tanggung Jawab Utama Perawat
Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan
mencegah

timbulnya

penyakit,

memelihara

kesehatan

,dan

mengurangi penderitaan. Untuk melaksanakan tanggung jawab


utama perawat tersebut, perawat harus meyakini bahwa :
Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat

adalah sama.
Pelaksanaan

praktik

keperawatan

penghargaan

terhadap

kehidupan

dititikberatkan
yang

bermartabat

menjunjung tinggi hak asasi manusia.


Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
keperawatan

kepada

individu,

keluarga,

pada

dan

dan

atau

kelompok,

dan

masyarakat, perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi


terkait.
2) Perawat, Individu dan Anggota Kelompok Masyarakat

17

Tanggung jawab utama

perawat

adalah

melakukan asuhan

keperawatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu,


dalam menjalankan tugas, perawat perlu meningkatkan keadaan
lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada di
masyarakat, menghargai adat kebiasaan serta kepercayaan individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menjadi pasien / klien.
Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya
dapat memberikan keterangan bila diperlukan oleh pihak yang
berkepentingan atau pengadilan.
3) Perawat dan Pelaksanaan Praktik Keperawatan
Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan
melaksanakan

standar

praktik

keperawatan

untuk

mencapai

kemampuan yang sesuai denagn standar pendidikan keperawatan.


Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya
secara aktif untuk menopang peranannya dalam situasi tertentu.
Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat mempertahankan
sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan.
4) Perawat dan Lingkungan Masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai
inisiatif, dan dapat berperan serta secara aktif dalam menemukan
masalah kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
5) Perawat dan Sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman
sekerja, baik tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain di luar
keperawatan. Perawat dapat melindungi dan menjamin seseorang,
bila dalam masa perawatannya merasa terancam.
6) Perawat dan Profesi Keperawatan

18

Perawat

memainkan

pelaksanaan

standar

peran

yang

praktik

besar

dalam

keperawatan

dan

menentukan
pendidikan

keperawatan. Perawat diharapkan ikut aktif dalam mengembangkan


pengetahuan

dalam

profesional.

Perawat,

menopang
sebagai

pelaksanaan
anggota

perawat

organisasi

secara
profesi,

berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi


sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan.
c. Kode Etik Keperawatan Menurut ANA
American Nurses Association atau ANA adlah organisasi profesi
perawat di Amerika Serikat yang didirikan pada akhir tahun 1800.
Anggotanya terdiri dari negara-negara bagian. ANA berperan dalam
menetapkan standar praktik keperawatan, melakukan penelitian untuk
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan serta menampilkan profil
keperawatan profesioanl dengan pemberlakuan legislasi keperawatan.
Kode etik keperawatan menurut ANA adalah sebagai berikut :
1) Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat
kemanusiaan dan keunikan klien yang tidak dibatasi oleh
pertimbangan-pertimbangan status sosial atau ekonomi, atribut
politik, atau corak masalah kesehatannya.
2) Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh
informasi yang bersifat rahasia.
3) Perawat melindungi klien dan

publik

bila

kesehatan

dan

keselamatannya terancam oleh praktik seseorang yang tidak


berkompeten, tidak etis, atau ilegal.
4) Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan
perawatan yang dijalankan masing masing individu.
5) Perawat memelihara kompetensi keperawatan.

19

6) Perawat

melaksanakan

pertimbangan

yang

beralasan

dan

menggunakan kompetensi dan kualifikasi individu sebagai kriteria


dalam mengusahakan konsultasi, menerima tanggung jawab, dan
melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain.
7) Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan
pengetahuan profesi.
8) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan
dan meningkatkan standar keperawatan.
9) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk
dan membina kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawtan
yang berkualitas.
10) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi
publik terhadap informasi dan gambaran yang salah serta
mempertahankan integritas perawat.
11) Perawat bekerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau warga
masyarakat lainnya dalam meningkatkan upaya-upaya masyarakat
dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan publik.