Anda di halaman 1dari 11

Lembar kerja praktikum pengenalan reagensia

Hari/tanggal : Senin, 24 September 2012


Materi

: Pengenalan reagensia

Dasar Teori:
Reagensia adalah bahan-bahan pereaksi yang berperan dalam pemeriksaan laboratorium.
Banah-bahan yang dipakai tersebut kebanyakan mengandung bahaya. Oleh karena itu, di sini
dikenalkan bahan-bahan berbahaya tersebut, cara pembuatannya serta penggunaannya dalam
laboratorium.
Bahan yang berbahaya adalah bahan-bahan yang selama pembuatannya, pengolahannya,
pengangkutannya, penyimpanannya dan penggunaanya mungkin menimbulkan atau
membebaskan debu-debu, kabut, uap-uap, gas, serat atau radiasi mengion yang mungkin
menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan,dan korosif.
v Berdasarkan jenisnya, reagensia terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Reagensia kualiatifYaitu Reagen yang dalam pembuatan nya tidak memerlukan ketelitian
yang tinggi, pengukuran volume dan beratnya tidak harus menggunakan neraca analitik, tidak
menuntut digunakan bahan kimia yang murni ataupun menggunakan alat-alat gelas tertentu.
2. Reagensia kuantitatif
Reagen yang dalam pembuatannya memerlukan ketelitian yang tinggi, penimbangannya
harus menggunakan neraca analitik dan pengukurannya harus dengan alat ukur kuantitatif.

v Bentuk-bentuk bahan kimia, yaitu :


1.Padat seperti butiran, granula, serbuk halus atau kasar, kristal, dan kepingan.
2.Cair, kenyataannya bahwa bahan kimia cair itu mempunyai kadar atau kerapatan massa.
3.Gas

v Jenis-jenis bahan kimia, yaitu :


1.Asam
Berdasarkan Teori Arhenius, Asam dalah suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion
hydrogen (H) atau ion hidronium (H2O) bila dilarutkan dalam air.
Berdasarkan Teori Bronsted Lowry, Asam adalah senyawa yang molekul-molekulnya mampu
menyerahkan proton (donor proton).
2.Basa

Berdasarkan Teori Arhenius, basa adalah suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion
hidroksida (OH) bila dilarutkan.
Berdasarkan Teori Bronsted Lowry, Basa adalah senyawa yang molekul-molekulnya mampu
menerima proton atau akseptor proton.
3.Garam
Senyawa yang terbentuk dan reaksi kimia anatara basa dan asam yang memenuhi hukumhukum kimia.
v Kualitas bahan kimia, yaitu :
1.Teknis
Ciri-cirinya :
-Harga relatif murah
-Tingkat kemurniannya rendah
-Digunakan dalam dunia industri (non analisa)
2.Pro Analisa (PA)
Ciri-cirinya :
-Harga yang lebih mahal
-Tingkat kemurniannya tinggi
-Digunakan dalam Laboratorium Analisa

v Macam-macam logo dalam bahan kimia, yaitu :


1. Irritant(Xi)
2.Toxic(T) dan Very Toxic(T+)
3.Oxidizing(O)
4.Dangerous for the environment
5.Flammable(F) dan Highly flammable(F+)
6.Corrosive(C )
7.Harmful(Xn)
8.Safety

v Hal yang pertama yang perlu dilakukan di laboratorium, yaitu :


1.Gunakan peralatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas
laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup melindungi kaki.
2.Dilarang memakai perhiasan yang dapar rusak karena bhan kima.
3.Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu yang berhak tinggi.
4.Wanita atau pria yang berambut panjang harus diikat.

v Bekerja aman dengan bahan kimia, yaitu :


1.Hindari kontak langsung dengan bahan kima
2.Hindari menghisap langsung uap bahan kima
3.Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus
4.Bahan kimia dapat bereksi langsung dengan kulit yang dapat menimbulkan iritasi

v Cara memindahkan bahan kimia, yaitu :


1.Baca label bahan kimia sekurang-kurangnya 2 kali untuk menghindari kesalahan
2.Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan
3.Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan
4.Janagn mengembalikan bahan kimia ke dalam wadah yang asli setelah digunakan
v Cara memindahkan bahan kimia cair, yaitu :
1.Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus telapak tanagn memegang
botol tersebut
2.Tutup botol jagang diletakkan di atas meja karena isi botol dapat terkotori
3.Pindahkan cairan melalui batang pengduk untuk mengalirkan agr tidak memercik

v Cara memindahkan bahan kima padat, yaitu :


1.Gunakan tutup botol untuk mengatur pengeluaran bahan kimia
2.Janagn mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan
3.Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan
tersebut

v Cara memanaskan larutan menggunakan gelas kimia, yaitu :


1.Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas kimia tersebut
2.Letakkan batang gelas di atas kawat kasa

v Cara memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi, yaitu :


1.Isi suatu zat atau senyawa dalam tabung reaksi minimal sepertiganya
2.Mamanaskannya diarahkan ke tempat yang tidak ada orang
3.Menggunakan penjepit tabung untuk memanaskan

v Pemeriksaan label bahan kimia, yaitu :


Pemeriksaan sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam mencampur zat. Banyak zat
yang memiliki label yang mirip satu sama lainnya, namun berbeda dalam beberapa bagian
seperti, komposisi, wadah, dll.
Pada praktikum ini akan dipelajari berbagai jenis bahan dan cara pembuatan serta
penggunaannya dalam keperluan laboratorium.
Pembuatan reagensia sendiri terdiri atas berbagai macam konsentrasi yang mana juga akan
menggunakan cara perhitungan yang berbeda pula. Baik itu dari bahan padat maupun cair
(pekat).

Berikut ini adalah cara perhitungan (rumus) yang digunakan untuk pembuatan reagensia:

1.konsentrasi dalam %
Ada dua, yaitu:

b/b

dan

b/v

2.konsentrasi dalam molaritas

gram molekul zat terlarut

mol zat terlarut

M=

L larutan

L larutan

B (gram)

mmol zat terlarut

V (L) x BM

mL larutan

3.Konsentrasi dalam Normalitas

Berat (gram)
N=

Vol (L) x BE
4.
Gram
Mol=
BA

gram

BM

5. Pengenceran
Larutan I
V1 x

C1

=
=

Larutan II
V2 x

C2

6.perubahan konsentrasi dari % ke N/M


% x Bj x volume larutan (1000 ml)
M=
BM
% x Bj x volume larutan (1000 ml)
N=
BE

Cara menghitung volume larutan pekat yang diperlukan untuk membuat pereaksi:
Vol (L) x N x BE
X (ml) =
% x Bj

Tabel Reagensia
No

Nama Bahan dan


RM

BM

BJ

Sifat bahan

Resiko yang
ditimbulkan

Bentuk

-Berbahaya jika tertelan


Extremely
flammable(F+)

Dietil Eter
1.

[(C2H5)2O]

74,12 0,71
gr/mol kg/l
Harmful(Xn)

-Menyebabkan efek
bius(mengantuk dan
pusing)
-Amat sangat mudah
terbakar

Cair

-Mudah terbakar
Hidrogen Peroksida
2.

[H2O2]

-Mengiritasi mata
34
1,11 Corrosive
gr/mol kg/l

-Menyebabkan luka
bakar yang sangat parah
jika terkena kulit

Cair

-Mudah terbakar
Asam Asetat
3.

[CH3COOH]

-Mengiritasi mata
60,05 1,05 Corrosive
gr/mol kg/l

Aseton
4.

[CH3COCH3]

58,08 0,79
gr/mol kg/l

Highly
flammable(F)

-Menyebabkan luka
bakar yang sangat parah
jika terkena kulit

Cair

-Sangat mudah terbakar


-Berbahaya jika terkena Cair
kulit atau mata

Irritant(Xi)

Etanol
5.

[C2H5OH]

Highly
46,07 0,79
flammable(F)
gr/mol kg/l

Dapat menyebabkan
terjadinya kebakaran
besar

63,01 1,41 Corrosive


gr/mol kg/l

Dapat menyebabkan luka


bakar dan dapat merusak Cair
jaringan tubuh manusia

Asam Nitrat
6.

[HNO3]

-Dapat menyebabkan
luka bakar

Asam Klorida
7.

8.

[HCl]

Barium Klorida

Cair

36,45 1,19 Corrosive


gr/mol kg/l

244,28
gr/mol

-Dapat menyebabkan
iritasi pada sistem
pernapasan

Cair

-Sangat berbahaya jika


terhirup atau tertelan

Padat

[BaCl2]

Harmful

-Berbahayajika kontak
dengan mata dan kulit

-Dapat menyebabkan
kebakaran hebat
Natrium Hidroksida
9.

[NaOH]

40,00
gr/mol

Corrosive

-Dapat menyebabkan
luka bakar parah jika
kontak dengan jaringan
tubuh manusia

Safety

Harmful(Xn)

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup

Padat

Kalium Iodida
10.

[KI]

166,01
gr/mol

Tembaga (II) Asetat


monohidrat
11.

[(CH3COOH)2 .
Cu.H2O]

199,65
gr/mol
Dangerous for
the environment

-Sangat berbahaya bagi


lingkungan dan
organisme air

Padat

Padat

-Sangat berbahaya bila


tertelan

Very Toxic(T+)

Merkuri (II) Klorida


12.

[HgCl2]

271,50
gr/mol
Dangerous for
the environment

13. Natrium Karbonat


[Na2CO3]

105,99
gr/mol

-Dapat menyebabkan
kulit melepuh jika
terkena kontak langsung
-Sangat beracun bagi
lingkungan dan
organisme air
-Penempatan bahan
terlalu lama dapat
menyebabkan bahaya
serius pada kesehatan
-Mengiritasi mata

Irritant(Xi)

Padat

-Menyebabkan kulit
kering/pecah-pecah

Padat

-Beracun
Asam Pikrat
14.

[C6H3N3O7]

229,11
gr/mol

Very toxic(T+)

173,19
gr/mol

Harmful(Xn)

[C6H7NO3S]

76,10
gr/mol

Safety

Padat
-Berbahaya jika
tertelan/terhirup atau
terkena kulit

Asam Sulfanilat
15.

-Meledak dalam keadaan


kering

-Berbahaya jika tertelan,


terhirup atau kontak
Padat
dengan kulit

Ammonium
Thiochianat
16. [NH4SCN]

Harmful(Xn)

Kupfer (II)-Asetat
17.

[(CH3COO)2Cu]

199,65
gr/mol
Dangerous for
the environment

Ammonium Sulfat
18.

[(NH4)2SO4

[ZnSO4 . 7H2O]

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup
-Sangat berbahaya bagi
lingkungan dan
organisme air

Padat

Safety
132,14
gr/mol

Padat

Harmful(Xn)

Zink Sulfat-7-Hidrat
19.

Padat

287,54
gr/mol
Dangerous for
the environment

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup
-Sangat berbahaya bagi
lingkungan dan
organisme air

Padat

Zink Asetat Dihidrat


20. [(CH3COO)2Zn .
2H2O]

Harmful(Xn)
219,49
gr/mol
Dangerous for
the environment

Harmful(Xn)

Iodium
21.

[I2]

253,80
gr/mol
Dangerous for
the environment

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup
-Sangat berbahaya bagi
lingkungan dan
organisme air

Padat

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup
-Sangat berbahaya bagi
lingkungan dan
organisme air

Padat

Padat

Phennylhdrazinum
Klorida
22.

[C6H9CIN2]
Kalium Bromida
23.

[KBr]

Kobalt(II)Nitrat
Hexahidrat
24.
[Co(NO3)2 . 6H2O]

Safety
119,01
gr/mol

291,04
gr/mol

Harmful(Xn)

-Berbahaya jika tertelan,


terhirup atau terkena
kulit
Padat
-Dapat menyebabkan
kanker

Oxidizing
Kalium
Permanganat
25.
[KMnO4]

-Berbahaya bila tertelan


atau terhirup
158,04
gr/mol

Harmful (Xn)

Dangerous for
the environment

-Sangat berbahaya bagi


lingkungan dan
organisme air

Padat

Naptol
26.

[C10H8O]

144,17
gr/mol

Natrium Thiosulfat
27.

[Na2O3S2]

[KBrO3]

248,21
gr/mol

Oxidizing
167,01
gr/mol

Padat

-Dapat meledak jika


dicampur dengan bahan
yang mudah terbakar
Padat

-Bahaya bagi kesehatan


-Berbahaya jika terkena
kulit

Asam Oksalat
[C2H2O4]

Padat

-Bahaya jika tertelan


Toxic(T)

29.

Berbahaya bagi sistem


pernapasan, kulit dan
mata jika terjadi kontak
secara langsung

Safety

Kalium Bromat
28.

Harmful(Xn)

90,02
gr/mol

Harmful(Xn)

-Berbahaya jika tertelan Padat


karena dapat
menyebabkan keracunan

Natrium Asetat
30.

[CH3COONa]

136,08
gr/mol

Safety

Padat

Kesimpulan :
Bahan kimia yang tela disebutkan sebelumnya adalah bahan kimia yang digunakan dalam
laboratorium. Sebagian besar ternyata menyimpan potensi untuk meracuni tubuh. Keracunan
bahan kimia dapat terjadi melalui beberapa cara sesuai dengan sifatnya, misalnya seperti
tertelan bahan kimia.

Untuk bahan kimia berupa gas, saluran pernapasan merupakan jalan masuk udara ke dalam
tubuh seseorang. Bahkan beracun dan berbahaya dapat pula diserap melalui kulit atau
langsung merusak jaringan tubuh (kulit) apabila terjadi kontak secara langsung. Selaput
lendir (mukosa mata, juga dapat menjadi salah satu tempat masuknya bahan kimia yang
kemudian meracuni jaringan setempat. Oleh karena itu diperlukannya pengetahuan tentang
arti-arti dari setiap simbol bahaya yang tercantum dalam label reagensi sehingga jika terjadi
kecelakaan dapat langsung melakukan tindakan penangan yang tepat.

https://ekaberry.wordpress.com/2012/10/20/laporan-reagensia/