Anda di halaman 1dari 3

Stuktur geologi mempelajari tengtang bentuk lipatan,

patahan dan perkembangangannya. Bentuk bentuk lipatan


dibedakan menjadi horst dan graben dan sesar. Bentuk bentuk
lipatan di bedakan menjadi sinklinal dan antiklinal.
Peta lembar magelang dan semarang menunjukkan pola
aliran di daerah semarang magelang dan daerah antaranya. Di
daerah semarang sendiri pola aliran berbentuk gelombang
gelombang . peta ini menunjukkan adanya formasi batuan
Jongkong, Formasi Damar, Formasi Kaligetas, Formasi Kaligeng
dan Formasi Kerek. Peta ini juga mennjukkan adanya endapan
aluvium pantai, sungai dan danau, yang tersusun atas batuan
andesit, batu lempung dan sedikit batu pasir.
Daerah pada peta lembar magelang dan semarang ini
umumnya berupa sesar yang terdiri dari sesar normal, sesar
geser dan sesar naik. Sesar normal relatif berarah barat - timur
sebagian agak cembung ke arah utara, sesar geser berarah
utara selatan hingga barat laut - tenggara, sedangkan sesar
normal relatif berarah barat - timur. Sesar-sesar tersebut
umumnya terjadi pada batuan Formasi Kerek, Formasi
Kalibening dan Formasi Damar yang berumur kuarter dan
tersier.
Daerah- daerah magelang dan semarang, tepatnya di
daerah muteran terdapat sesar naik, serta sesar geser lurus.
Daerah tersebut ditemukan pola aliran air yang rectangular.
Pola aliran air rectangular ini membentuk cabang sungai yang
lurus terhadap sungai utama, dengan aliran memotong daerah
secara tidak kontinyu. Mencerminkan kekar dan sesar yang
tegak lurus.cccc

Bentuklahan asal stuktural terbentuk karena adanya


tenaga endogen yang mendorong dan menekan lapisan
batuan. Hal Ini antara lain dipengaruhi oleh faktor struktur
batuan dan sturktue geologi. Sedangkan pola aliran
dipengaruhi oleh patahan lipatan yang ada di daerah tersebut.

Kepundan adalah lubang pipa besar dari gunung apai yang


ebrada di bagian atas pada puncak kerucut gunung. Kepundan
membentuk kawah yang digambarkan pada pola kontur, yaitu
seperti lingkaran yang tidak beraturan. Gunung merapi
memiliki dua kepundan yang dapat diamati dari pola kontur.
Kerucut gunung merapi digambarkan dengan pola kontur
yang sangat rapat pada ketinggian 29000 hingga ketinggian
3300mdpl yang dilihat dari pola aliran pada peta topografi.
Lereng atas digambarkan dengan kontur yg memiliki pola
rapat, kemiringa lereng atas memiliki relief yang curam. Lereng
bawah digambarkan dengan pola kontur yang agak rapat.
Relief bawah memiliki pola lereng bergunung, sedangkan
lereng tengah digambarkan dengan pola kontur yang agak
rapat pula. Ketinggian lereng tengah yaitu antara 1400hingga
1600m, dan lereng kaki memiliki beda ketinggian sekita 200m
dengan lereng bergunung.
Lereng kaki meruoakan lereng paling bawah, berada pada
ketinggian sekitar 1300m. Beda ketinggian diperkirakan sekitar
100m. Dan lereng kaki ini memiliki relief yang berbukit.
Manfaat dari peta topografi yaitu salah satunya pengguna
peta dapat meilihat relief topografi permukaan bumi dengan
melihat
konturnya.
Pola
kontur
yang
rapat
dapat
mengindentifikasi bahwa daerah tersebut memiliki kemiringan
lerang yang terjam atau curam, dan apabila pola konturnya
seamkin renggang dapat menginentifikasi bahwa semakin
landai pula kemiringan di daerah tersebut. Relief yang ada
pada gunung merapi mengidentifikasi daerah bergunung
gunung curam, bergunung dan berbukit. Hal ini akan lebih
dapat dilihat lagi dari kenampakan 3d yang bisa dibuat setelah
mengetahui titik tinggi konturnya.

Anda mungkin juga menyukai