Anda di halaman 1dari 3

PENGARUH PENERAPAN SARBANES-OXLEY ACT SECTION 302 & 404 TERHADAP

KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI PASAR


MODAL
Akuntan Manajemen, Komite Audit & Akuntan Publik harus BertanggungJawab
jika terjadi Penyajian Laporan Keuangan yang Menyesatkan Masyarakat
(Investor).
Dalam Banyak Kasus; Seringkali Hanya Akuntan Publik yang dipersalahkan jika
terjadi kondisi diatas.
Terdapat 2 (dua) section dari Sarbanes-Oxley Act of 2002 yang mewajibkan
pengungkapan terbaru mengenai efektivitas sistem internal control dari sebuah
entitas (perusahaan). Pertama, section 302, yang mewajibkan CEO dan CFO
mengevaluasi design dan efektivitas dari sistem internal control perusahaan
secara periode kuartal laporan (setiap 3 bulan). Kedua, section 404; mewajibkan
annual audit untuk mereview dan evaluasi atas manajemen internal-control yang
harus direview dan diattest oleh KAP yang mengaudit laporan keuangan tahunan
perusahaan.
Di bawah ini akan dijabarkan substansi yang terkandung dalam Sox section 302
dan Sox secton 404, sebagai berikut:
Sox section 302 (disclosure controls and procedures)
Bostelman dan Telkom Presentation to HCGA menyatakan bahwa Sarbanes
Oxley Act section 302 berisi kewajiban:
a. Sertifikasi terhadap laporan keuangan triwulanan oleh CEO dan CFO.
b. CEO dan CFO melakukan sertifikasi kelengkapan dan keakuratan laporan yang
diserahkan kepada US SEC.
c. CEO dan CFO melakukan sertifikasi terhadap efektivitas internal control
menurut bostelman
Berdasarkan definisi dari SEC, cakupan disclosure controls and procedures tidak
terbatas pada pengendalian internal atas pelaporan keuangan, tetapi juga
pengendalian untuk memberikan keyakinan atas kepatuhan (compliance)
terhadap persyaratan SEC.
Sox section 404 (internal control attest)
Bostelman dan Telkom Presentation to HCGA menyatakan bahwa Sarbanes
Oxley Act section 404 berisi:
a. Tanggung jawab manajemen terhadap internal controls over financial reporting
(icofr)
b. Atestasi manajemen terhadap efektifitas internal control over financial
reporting (icofr) berdasarkan pengujian yang dilakukan
c. Auditor harus melakukan atestasi dan melaporkan evaluasi atas laporan
manajemen menurut Bostelman,
Bostelman menyatakan bahwa proses pengendalian internal atas pelaporan
keuangan (internal controls over financial reporting) harus mencakup tiga

elemen, yaitu:
a. Pemeliharaan dokumentasi yang akurat, wajar, dan dalam rincian yang
memadai yang
mencerminkan transaksi dan disposisi asset.
b. Keyakinan yang memadai atas pencatatan transaksi sesuai dengan prinsip
akuntansi secara umum
c. Keyakinan yang memadai terhadap tindakan prevention atau detection pada
hak akuisisi, penggunaan, atau disposisi asset perusahaan
Beberapa kesimpulan mengenai penerapan Sox section 302 dan Sox section
404:
1. Kualitas pengungkapan kelemahan internal control, dalam rangka penerapan
Sox section 302 sangat tergantung pada komposisi anggota dari komite audit.
komite audit yang mempunyai pengalaman keuangan dan akuntansi (financialaccountant expertise), terlebih lagi yang berpengalaman sebagai auditor, kap,
financial cotroller, dan sejenisnya, akan mampu mendeteksi kelemahan sistem
internal control, serta salah saji laporan keuangan.
peran akuntan independent juga sangat berpengaruh dalam memberikan review,
attest, serta memberikan pendapat dalam laporan auditnya terhadap sistem
internal control perusahaan sebagaimana diatur dalam Sox 404.
2. Dengan adanya Sox section 302 dan Sox section 404, dapat menigkatkan
kualitas laporan keuangan pada khususnya, dan internal control serta performa
perusahaan secara umum. manajemen perusahaan akan lebih hati-hati dalam
melakukan dokumentasi, pencatatan dan pelaporan keuangan. perusahaan juga
akan dapat melakukan perbaikan secara berkelanjutan, paling tidak setiap 3
(tiga) bulan sekali (kuartal report) oleh komite audit, dan paling tidak 1 (satu)
tahun sekali akan di-attesst melalui annual audit dari kap.
penomena yang menarik adalah aturan ini tidak hanya dilakukan oleh
perusahaan yang diwajibkan (perusahaan public) untuk menerapkan aturan Sox,
namun banyak juga dilakukan dengan sukarela oleh perusahaan non-publik yang
secara hukum tidak diwajibkan.
3. Meskipun biaya untuk melaksanakan aturan Sox section 302 dan Sox section
404 ini sangat besar, namun secara umum hampir semua investor sangat
mendukung pelaporan kelemahan internal-control. justru kebanyakan pemegang
saham mewajibkan manajemen perusahan untuk diaudit oleh kap the big-4 yang
dinilai mempunyai independensi dan litigasi yang sangat ketat. hal ini
ditunjukkan oleh hasil penelitian bahwa pada saat hari-h dan 3 (tiga) hari setelah
pengungkapan kelemahan internal control harga saham tidak signifikan
mengalami perubahan. namun investor harus menelaah kembali tentang
ekspektasi mereka terhadap nilai perusahaan.
4. Porsi Hukum harus lebih berimbang dalam memperkarakan pihak-pihak yang
bertanggung jawab (Komisaris, Direksi, Akuntan Manajemen, Komite Audit,
Kantor Akuntan Publik) apabila terjadi salah saji material, penyimpangan, bahkan
manipulasi dalam Laporan Keuangan. Yang tentunya akan merugikan
masyarakat banyak terutama Investor. Dalam banyak kasus, seringkali hanya
Akuntan Publik yang dipersalahkan jika terjadi kondisi diatas. Padahal
Keterbatasan Akuntan Publik untuk dapat mengungkapkan Fraud/ moral

Hazard dalam perusahaan yang diaudit sangat terbatas; waktu, lingkup


penugasan, budget. Dan jarang dapat terungkap jika tidak terdapat WhistleBlowing (informasi internal). Sementara Komite Audit sendiri yang ditunjuk
sebagai perwakilan publik (seperti diamanatkan Sox section 404), terbebas dari
segala tuntutan hukum. Padahal mereka telah mendapatkan gaji dan berbagai
fasilitas dari Manajemen, lebih cenderung bersifat formalitas dan hanya
menumpang nama.