Anda di halaman 1dari 212

STAKAAN

llSIPAN
WA TIMUR

GRAHA ILMU

Perancanga
n Produk
Rosnani Ginting

PERANCANGAN PRODUK
Oleh

: Rosnani Ginting

Edisi Pertama
Cetakan Pertama, 2010

KATA PENGANTAR

Hak Cipta 2010 pada penulis,


Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan
sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, secara elektronis maupun
mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya,
tanpa izin tertulis dari penerbit.

GRAHA ILMU

uji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang


Maha Esa, karena telah memberikan rahmat dan hidayah
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini. Buku
Perancangan Produk ini dimaksudkan sebagai referensi pembaca
yang sedang mempelajari perancangan produk dan rancangan teknik
indus tri.

Candi Gebang Permai Blok R/6


Yogyakarta 55511
Telp.
0274-882262; 0274-4462135
Fax.
0274-4462136
E-mail
: info@grahailmu.co.id

Penulis menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna, atas


saran dan kritik yang diberikan, penulis terima dengan senang hati
untuk perubahan-perubahan pada masa mendatang. Akhir kata,
penu lis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
turut membantu penyelesaian buku ini.

Ginting, Rosnani
PERANCANGAN PRODUK/Rosnani Ginting
-Edisi Pertama - Yogyakarta; Graha Ilmu, 2010
x + 262 hlm, 1 Jil. : 23 cm.
ISBN:

978-979-756-567-1

1. Teknik

Penulis berharap buku ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Oktober 2009

I .

,Judul

Ir. Rosnani Ginting,


MT

DARAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISi
BAB 1
PERANCANGAN DAN KARAKTER ISTI KNYA
1.1

Pengantar

1.2 Aktivitas Perancangan


1.3

BAB 2
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6
2.7
BAB 3
3.1
3.2.
J.3

Karakteristik Perancangan

FASE-FASE DALAM PROSES PERANCANGAN


PROD U K

v
vii
1
1
2
9

Model Perancangan Produk


Metode Perancangan Produk
Diagram Alir Proses Perancangan Zeid
Model Perancangan Menurut French
Model Perancangan Menurut Pahl dan Beitz
Model Perancangan Menurut VOi
Bantuan Komputer Pada Proses Perancangan

19
21
28
32
35
36
38
38

PERANAN KREATIVITAS DALAM PERANCANGAN


PROD U K

43

Pendahuluan
Kreatifitas
Metode Pembangkitan Ide

43
44
51

BAB 4

4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
BAB 5

5.1
5.2
5.3
5.4
BAB 6

ANALISA ATRIBUT PRODUK

67

Pembuatan Kuisioner
Skala Penilaian
Reliabilitas Alat Ukur
Validitas Alat Ukur
Teknik Sampling
Ukuran Sampel

67
69
71
73
74
79

KLASIFIKASI TUJUAN

97

Langkah-langkah Metode Pohon Tujuan


Mempersiapkan Tujuan Perancangan
Mempersiapkan Daftar dari Tingkat Tujuan Terendah
Gambarkan Pohon Tujuan Diagramatik, Perlihatkan
Hubungan Hierarki dan Interkoneksi

99
99
102

PENETAPAN FUNGSI

109

1 10
1 1 2
1 13

6.1 Metode Analisis Fungsi


6.2 Gambar Sistem Batas
6.3 lkhtisar
BAB 7

PENETAPAN KEBUTUHAN

7.1 Menetapkan Tingkatan untuk Pengoperasian


7.2 Kecepatan dan Ketetapan dalam Menetapkan
7.3 Ringkasan
PENENTUAN KARAKTERISTIK DENGAN QFD

EVALUASI ALTERNATIF

1 0.1 Langkah-langkah Evaluasi Alternatif


1 0.2 Contoh Sepeda Mini
viii

1 2.1
1 2.2
1 2.3
1 2.4
BAB 13

210
216

STRATEGI PERANCANGAN

221

Model-model Strategi

Pengendalian Strategi

221
223
224
226

PERANCANGAN PRODUK SECARA ERGONOMI

231

Analogi Strategi
Kerangka Pekerjaan untuk Tindakan

13.1 Pendahuluan
13.2 Desain dan Ergonomi
1 3.3 Evalusai Ergonomi dalam Perancangan Desain
13.4 Pengertian Perancangan Produk
13.5 Pengertian Siklus Hidup Produk
13.6 Perancangan Produk
13.7 Perancangan Produk Secara Ergonomi
1 3.8 Anth ropometri

231
233
238
242
243
246
249
250

123

DAFTAR PUSTAKA

253

1 24

TENTANG PENULIS

261
-ooOoo-

135

161

PEMBANGKIT ALTERNATIF

9.1 Langkah-langkah Metode Morfological Chart


9.2 Contoh kursi kuliah
BAB 10

BAB 12

207

136
143

8.1 Manfaat QFD


8.2 Langkah-langkah QFD
BAB 9

1 1.1 Prosedur
1 1.2 Contoh Aplikasi Sepeda Mini

1 26
1 26

Beberapa Syarat-Syarat untuk Nama


BAB 8

103

BAB 11 IMPROVING DETAILS

164

167
177

1 77
186
Perancangan Prod11k

Daf tar lsi

ix

1
PERANCANGAN DAN
KARAKTERISTIKNYA
1.1 Pengantar

alah satu ciri dari aktivitas perancangan adalah bahwa selalu


dimulai dari akhir dan berakhir di awal. Artinya fokus dari
semua aktivitas perancangan adalah titi_k akhir (deskripsi
produk). Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu ber
usaha menciptakan sesuatu baik alat maupun benda lainnya untuk
membantu kehidupan mereka. Untuk mewujudkan benda tersebut
diperlukan suatu rancangan atau desain. Hal itu tidak dilakukan oleh
masyarakat tradisional, pada masa yang lalu, dapat dikatakan
kegiatan penggambaran atau pemodelan sebelum kegiatan suatu
benda dilaku kan. Pada saat sekarang pada masyarakat industri
khususnya kegiatan merancang dan pembuatan benda/produk
merupakan kegiatan yang terpisah. Proses pembuatan tidak akan
berjalan dengan baik sebe lum kegiatan perancangan diselesaikan.
Dari hasil perancangan maka diketahui deskripsi rinci dari benda
yang akan dibuat. Hal ini akan sangat memudahkan proses
pembuatannya. Maka dari itu, kegiatan perancangan adalah hal yang
penting dan mutlak untuk dilakukan se belum proses produksi suatu
benda dikerjakan.

Menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan


ma nusia adalah hal yang ingin yang dicapai dari proses
perancangan. Salah satu caranya adalah dengan merancang,
dengan berorientasi terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Keinginan setiap ma nusia tersebut dalam perancangan produk
melalui penggambaran se cara komputer dan analisis teknik, yang
dapat diproses secara teratur, penentuan
waktu
untuk
mengkonsumsinya dan termasuk dalam me masarkannya.
Perancangan produk berarti sudah termasuk di dalam nya setiap
aspek teknik dari produk, mulai dari pertukaran atau peng gantian
komponen dalam pembuatan, perakitan, finishing sampai pada
kekurangannya. Sebuah produk seharusnya dikerjakan lebih dari
operasi biasa untuk meningkatkan market place nya, yaitu memper
timbangkan seluruh harga-harga, seluruh kelengkapan dan target
seg men pasar.

1.2 Aktivitas Perancangan


Dari zaman dahulu, manusia sudah merancang benda. Salah
satu dari karakteristik manusia yang paling dasar adalah bahwa me
reka membuat beragam alat-alat untuk disesuaikan dengan
kebutuhan mereka. Seiring dengan berubahnya kebutuhan tersebut,
manusia ber cermin dari produk yang ada dan membuat perbaikan
sehingga ter bentuklah jenis produk yang baru.
Dengan demikian keinginan untuk merancang benda turun
temurun dalam kehidupan manusia, dan merancang bukanlah se
suatu yang selalu dianggap orang memerlukan kemampuan tertentu.
Pada masyarakat tradisional, aktivitas merancang tidak dipisahkan
dari pembuatan, artinya bahwa tidak ada kegiatan menggambar
ataupun memodelkan terlebih dahulu sebelum kegiatan pembuatan
produk. Sebagai contoh, seorang pembuat barang-barang tembikar
akan mem buat sebuah pot dengan bekerja langsung dan tanpa
terlebih dahulu membuat sketsa atau gambaran dari pot tersebut.

Perancangan Produk

Pada masyarakat modern, aktivitas perancangan dan


pembuatan biasanya dipisahkan. Proses pembuatan sesuatu tidak
dapat dimulai dengan biasanya sebelum proses perancangannya
selesai. Dalam be berapa kasus, misalnya di industri elektronik, lama
perancangan bisa memakan waktu beberapa tahun, sedangkan
waktu rata-rata pembuat an setiap unit produknya mungkin hanya
dalam satuan jam atau menit.
Mungkin cara untuk memahami aktivitas perancangan modern
tersebut adalah dengan memulai di bagian akhir; bekerja mundur dari
titik di mana perancangan sudah selesai dan pembuatan bisa dimulai.
Bila pembuatan tidak bisa dimulai sebelum perancangan selesai
maka setidaknya jelas apa yang harus dicapai dalam proses
perancangan. Proses perancangan harus menyediakan deskripsi
produk yang akan dibuat. Dalam deskripsi rancangan, hampir tidak
ada keleluasaan yang tertinggal untuk terlibat dalam proses
pembuatan, deskripsi rancangan mengspesifikasikan sampai dengan
dimensi yang paling rinci, jenis permukaan akhir, material, warna,
dan lain sebagainya.
Jadi, tidaklah menjadi masalah bagaimana perancang bekerja,
asalkan menghasilkan deskripsi akhir dari produk yang diminta.
Ketika pelanggan meminta sebuah rancangan dari perancang, yang
diingin kan adalah deskripsi tersebut. Fokus dari semua aktivitas
perancangan adalah deskripsi proses perancangan.
Pada masyarakat modern, aktivitas perancangan dilakukan
oleh orang yang sama dengan pembuat produk sehingga dalam hal
ini tidak diperlukan model/gambar. Pada masyarakat modern,
aktivitas peran cangan tidak sama dengan aktivitas pembuatan
sehingga komunikasi sangat berperan penting. Esensi aktivitas
perancangan adalah deskripsi akhir produk yang dimengerti oleh
pihak lain yang membuat yang diwujudkan dalam gambar teknik
(aturan-aturan, simbol-simbol, dan konversi). Pada saat ini, proses
pembuatan produk sudah mengguna kan robot dan terkomputerisasi
dan bentuk komunikasi lain yang juga digunakan adalah dalam
bentuk program komputer.

Perancangan dan Karak terlstik nya

label 1.1 Perkembangan M edia Komunikasi Rancangan


Keterangan

Ciri ...

Media Komunikasi

Masyarakat
Tradisional

Perancangan dan pembuat adalah orang yang


sama

Pikiran sendiri

Masyarakat lndustri

Perancangan dan pembuat adalah orang yang


berbeda

Gambar teknik

lndustri Terotomatisasi

Pembuat produk adalah


mesin

Program-program dalam
kartu-kartu magnetik

1.2.1

Komunikasi Rancangan

Aktivitas
perancangan
yang paling penting adalah
dihasilkannya deskripsi akhir. Deskripsi ini harus dalam bentuk yang
dapat dimenger ti oleh yang akan membuat produk. Sehingga, forum
komunikasi yang paling banyak digunakan adalah gambar teknik.
Untuk produk yang sederhana, seperti gagang pintu, satu gambar
teknik mungkin sudah mencukupi, tetapi untuk produk yang lebih
besar dan rumit, seperti sebuah bangunan, gambar teknik yang
dibutuhkan bisa mencapai ra tusan, dan untuk produk yang paling
kompleks, seperti pabrik proses kimia, pesawat terbang atau
jembatan besar, maka ribuan gambar teknik diperlukan.
Gambar teknik beragam mulai dari deskripsi yang umum
seperti sketsa, tingginya dan gambar susunan umum yang
memberikan gam baran ikhtisar daripada produk tersebut sampai
dengan yang paling spesifik seperti bagian-bagian dan rincianrincian yang memberikan instruksi yang seksama tentang
bagaimana produk harus dibuat. Oleh karena gambar teknik harus
memberitahukan instruksi yang seksama, dengan kemungkinan
salah dimengerti yang seminimal mungkin, semua gambar teknik
harus disesuaikan dengan aturan, kode, dan ketentuan. Kode
mencakup aspek-aspek seperti bagaimana meng gambarkan
sebuah gambar teknik dengan pandangan yang berbeda dari
produk, bagaimana menyatakan perbedaan jenis material, dan

Perancangan Produk

bagaimana mengspesifikasikan dimensi. Belajar untuk membaca dan


membuat gambar teknik adalah bagian yang penting dari proses pem
belajaran merancang.
Gambar teknik sering berisikan keterangan informasi tambahan.
Dimensi adalah salah satu jenis keterangan tersebut. lnstruksi tertulis juga
bisa ditambahkan pada gambar teknik, seperti catatan tentang material
yang harus digunakan.
Jenis spesifikasi yang lain bersama-sama dengan gambar teknik juga
diperlukan, sebagai contoh, perancang sering diminta untuk membuat
daftar semua komponen yang akan membentuk produk akhir serta jumlah
yang akurat dari setiap jenis komponen yang digunakan. Spesifikasi tertulis
dari standar pembuatan atau kualitas manufaktur juga diperlukan. Kadangkadang,sebuah produk terlalu kompleks atau tidak biasa sehingga
perancang membuat maket atau prototi pe yang lengkap dan tiga dimensi.

Bagaimanapun, tidak diragukan bahwa gambar teknik


adalah forum komunikasi yang paling berguna untuk deskripsi
produk yang harus dibuat. Gambar teknik sangat bagus dalam
menyampaikan penjelasan tentang bagaimana produk akhir dan hal
ini penting untuk orang yang membuat produk tersebut.
Pada zaman sekarang, tidak selalu manusia yang membuat
produk, beberapa produk dibuat oleh mesin yang tidak memiliki ope
rator manusia. Mesin-mesin ini bisa merupakan robot yang hampir
ber pengalaman, atau hanya peralatan yang lebih sederhana dan
dikontrol secara numerik seperti mesin bubut atau penggilingan.
Dalam kasus ini, spesifikasi akhir dari rancangan sebelum proses
manufaktur tidak dalam bentuk gambar teknik tetapi dalam bentuk
deretan angka dalam pita magnetik, ataupun program komputer
yang mengendalikan ke giatan mesin.
Dengan demikian dapat dibayangkan proses perancangan di
m.ma sebuah komunikasi akhir berupa gambar teknik dibuat. PeranPerancangan dan Karak tPr /tit Ik nya

cang dapat membuat model produk dengan ukuran yang sebenarnya


atau dengan skala dan kemudian besar ukuran dapat diambil
langsung dari model atau ditransmisikan ke dalam mesin yang
dikendalikan se cara numerik.

1.2.2 Evaluasi Rancangan

5
komponen yang berbe da akan cocok satu sama lain dalam rancangan
akhir. lni merupakan usaha untuk meramalkan kesalahan yang mungkin
terjadi dan memas tikan rancangan akhir dapat dikerjakan. Prosedur
pengecekan yang lebih rumit berhubungan dengan menganalisis gaya
dalam rancangan yang diajukan untuk memastikan bahwa setiap
komponen yang diran cang dapat menahan beban yang diberikan.
Hal ini melibatkan per baikan rancangan untuk memenuhi kriteria
tertentu, seperti kekuatan maksimum atau berat/biaya minimum.

Pada masa yang akan datang, bagaimanapun, gambar teknik


yang beragam akan tetap digunakan dalam proses perancangan.
Bah kan bila deskripsi akhir adalah dalam bentuk deretan angka,
peran cang akan tetap membuat gambar teknik untuk tujuan yang
lain.

Proses perbaikan bisa sangat rumit dan merupakan bagian yang


paling banyak memakan waktu dalam proses perancangan. Bayang
kan, sebagai contoh, rancangan dari sebuah jembatan. Perancang
harus terlebih dahulu mengajukan bentuk jembatan dan material nya.
Untuk mengecek apakah jembatan cukup kuat dan keras untuk
menahan beban yang akan diberikan, perancang harus menganalisis

Salah satu yang paling penting dari tujuan yang lain tersebut
adalah pengecekan atau evaluasi proposal rancangan sebelum
me mutuskan versi akhir untuk manufaktur. Tujuan keseluruhan dari
pemisahan proses perancangan dengan pembuatan adalah agar
pro posal-proposal untuk produk dapat dievaluasi sebelum
dimasukkan ke bagian produksi. Prosedur pengecekan yang paling
sederhana hanya berhubungan dengan memastikan komponen-

Perancangan Prod11k

struktur untuk memutuskan cara menahan beban, apa saja beban


itu, defleksi yang akan terjadi, dan lain sebagainya.
Setelah analisis pertama, perancang mungkin menyadari
atau paling tidak sadar bahwa merubah lokasi atau sudut
jembatan akan menghasilkan distribusi beban yang lebih efisien.
Tetapi perubahan tersebut akan berarti bahwa keseluruhan struktur
harus dianalisis kem bali dan beban dihitung kembali.
Dalam situasi seperti ini, perancang dapat dengan mudah
ter jebak dalam lingkaran pengambilan keputusan yang berulangulang, di mana pengembangan satu bagian rancangan akan
membawa pada penyesuaian bagian lain yang mana membawa
masalah pada bagian yang lain lagi. Masalah seperti ini berarti
bahwa pengembangan pada bagian awal tidaklah layak. lterasi
seperti ini adalah hal yang umum dalam perancangan.
Meskipun demikian, di samping dapat menyebabkan rasa
frusta si, proses perbaikan adalah kunci dari perancangan. Hal ini
terdiri dari, pertama, analisis rancangan yang diajukan, dan untuk

ini perancang perlu mengaplikasikan berbagai ilmu keteknikan atau


ilmu pengeta huan lain. Seringkali, spesialis dengan pengetahuan
yang lebih ahli dipanggil untuk melaksanakan analisis ini. Kemudian,
yang kedua, ha sil analisis dievaluasi terhadap kriteria perancangan
apakah rancangan berada dalam batas biaya?, apakah ada ruang
yang cukup?, apakah rancangan memenuhi syarat kekuatan
minimum?, apakah penggunaan minyak boros?, dan lain-lain. Kriteria
seperti ini bisa disusun oleh per aturan pemerintah atau oleh standar
industri maupun pelanggan.
Kebanyakan analisis adalah perhitungan angka dan dengan
demikian dapat dibayangkan kembali bahwa gambar teknik tidaklah
penting. Bagaimanapun, spesialis yang dipanggil untuk menganalisis
aspek tertentu dari rancangan hampir pasti akan memerlukan gambar
teknik atau model rancangan yang lain sebelum mereka memulai pe
kPrjaan mereka. Visualisasi dari rancangan yang diajukan juga
penting

Perancangan dan Karak t cr lst lk nya

an sebelumnya untuk digambar. Kebanyakan hanya modifikasi yang


diperlukan pada rancangan sebelumnya.

bagi pelanggan dan perancang untuk mengevaluasi aspek-aspek se


perti penampilan, bentuk, dan warna.

1.2.3 Pembentukan Rancangan


Sebelum analisis dan evaluasi dilakukan, tentu saja perancang
terlebih dahulu harus membuat proposal rancangan. Hal ini sering
dianggap sebagai bagian yang misterius dan kreatif dari merancang di
mana pelanggan menyatakan apa saja yang diperlukan dengan
sangat singkat, tetapi perancang dapat merespon (setelah periode
waktu ter tentu) dengan sebuah proposal rancangan, seolah dari
mana dihasil kan. Pada kenyataannya, proses tersebut tidak seajaib
hasilnya.
Pada umumnya, perancang diminta untuk merancang se
suatu yang hampir sama dengan yang sudah pernah dirancangnya
sebelumnya, sehingga dengan demikian ada persediaan ide rancang

Meskipun demikian, terdapat sesuatu yang misterius dalam ke


mampuan manusia untuk mengajukan rancangan produk yang baru
atau hanya modifikasi. Hal ini mungkin kelebihan kemampuan ma
nusia untuk berbicara apakah kalimat baru atau modifikasi dari yang
didengar, dibaca atau dikatakan orang lain.
Kemampuan untuk merancang sebagian tergantung pada ke
mampuan melihat sesuatu secara mendalam, dalam 'mata pikiran',
tetapi tergantung lebih banyak pada kemampuan membuat visualisasi
eksternal. Sekali lagi, gambar teknik adalah kunci dari proses peran
cangan. Pada tahap awal proses, gambar teknik yang dibuat
perancang bukanlah dimaksudkan untuk dikomunikasikan dengan
yang lain, tetapi untuk komunikasi dengan diri sendiri terlebih dahulu.

1.2.4

Eksplorasi Rancangan
Pada awal proses perancangan, perancang biasanya
dihadapkan pada masalah yang sangat sulit didefinisikan, dan
perancang harus

Perancangan Prod11k

menghasilkan solusi yang dapat didefinisikan dengan baik. Dengan


demikian, kesulitan perancang terbagi dua yaitu mengerti masalah
dan menemukan solusi.
Seringkali dua aspek ini masalah dan solusi harus diuraikan se
cara berdampingan. Perancang membuat proposal solusi dan meng
gunakannya untuk membantu mengerti apa sebenarnya masalah dan
apa solusi yang tepat. Oleh karena itu konseptualisasi dan
representasi pertama dari masalah dan solusi adalah penting untuk
pencarian dan diikuti prosedur lain demikian seterusnya sampai
solusi akhir diran cang.
Eksplorasi dari solusi dan masalah rancangan juga sering
disele saikan melalui gambar-gambar sketsa ide sementara. Hal ini
penting karena biasanya tidak ada cara langsung dalam membentuk
solusi yang optimum dari informasi yang diberikan dalam
rancangan. Terlepas dari kenyataan bahwa keterangan singkat
pelanggan kepada peran cang adalah samar-samar, terdapat
jangkauan kriteria yang luas yang harus dipenuhi, dan mungkin tidak
ada tujuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu, semuanya harus
dipenuhi.

1.3 Karakteristik Perancangan


1.3.1 Masalah Perancangan
Masalah perancangan umumnya dimulai dari bentuk pernyata
an masalah yang diberikan kepada perancang oleh seseorang, baik
pelanggan maupun manajemen perusahaan. Pernyataan masalah ini
(umumnya disebut laporan singkat rancangan) dapat bervariasi dalam
bentuk dan isinya. Salah satunya, seperti pernyataan yang dibuat oleh
Presiden Kennedy pada tahun 1961, yaitu "sebelum akhir dekade,
mendaratkan seorang manusia di bulan dan membawanya kembali
dengan selamat". Dalam hal ini, tujuannya sudah jelas, tetapi cara
pencapaiannya tidak pasti. Satu-satunya batasan dalam laporan sing
kat tersebut adalah waktu - sebelum akhir dekade. Perancang diberi

Perancangan dan Karak teristik nya

masalah yang benar-benar baru, tujuan yang jelas, hanya satu


batasan, dan sumber daya berupa uang, material, dan manusia yang
banyak.
Contoh lainnya beberapa batasan di mana di dalam batasan
tersebutlah tujuan harus dicapai,dan beberapa kriteria sehingga
solusi yang berhasil dapat dikenali. Tidak dispesifikasikan solusinya
dan ti dak ada cara pasti untuk memproses pernyataan masalah
tersebut ke pernyataan solusi kecuali dengan merancang. Berbeda
dengan jenis masalah lain, dalam hal ini orang yang menyatakan
masalah tidak tahu apa jawabannya tetapi mereka akan
mengenalinya ketika melihat.
Kalimat terakhir pada paragraf di atas tidak selalu benar,
kadang kadang pelanggan tidak mengenali solusi rancangan ketika
melihat nya. Seperti halnya 'Tugendhat House' di Jerman yang
dirancang pada tahun 1920-an oleh Mies van der Rohe. Pada
awalnya pelang gan memesan kepada perancang karena melihat
beberapa rumah kon vensional yang sudah pernah dirancangnya.
Menurut Van der Rohe, ketika dirinya memperlihatkan rancangan
yang mengejutkan dan baru tersebut kepada pelanggannya, "Dia
tidak tampak senang pada awal nya. Tetapi kemudian kita merokok
beberapa batang, dan kita minum beberapa gelas Rhein wine yang
bagus, dan dia mulai sangat menyu kainya."
Sehingga solusi yang dibuat perancang bisa merupakan
sesuatu yang tidak pernah dibayangkan mungkin terjadi oleh
pelanggan atau mungkin bahkan tidak menyadari bahwa itulah yang
mereka inginkan. Bahkan pernyataan masalah yang hampir seksama
tidak memberikan indikasi solusi harus seperti apa. Ketidakpastian
inilah yang membuat merancang sesuatu aktivitas sangat menantang.
Masalah-masalah perancangan bermula dari pernyataan ma
salah yang diberikan oleh seseorang (klien, customer, atau manaje
men perusahaan). Pernyataan yang diberikan bervariasi dalam
bentuk maupun isi dan meliputi adanya sasaran yang harus dicapai,
batasan batasan, serta kriteria solusi terbaik yang diharapkan. Pada
umumnya masalah-masalah perancangan berada pada nilai yang
ekstrim yaitu
10

Perancangan Produk

sasaran jelas namun sarana sangat tidak jelas, dan ekstrim yang lain,
di mana sasaran sama dan sumber daya yang tersedia sangat terba
tas. Masalah-masalah perancangan sering bervariasi antara well de
fined dan ill defined. Well defined maksudnya sasaran jelas dan hanya
terdapat satu solusi atau jawaban yang benar serta aturan-aturan dan
cara-cara untuk menghasilkan solusi sudah diketahui. Sedangkan
pada ill defined tidak terdapat formulasi masalah yang definitif dan
terdapat ketidak konsistenan dalam setiap formulasi masalah, dan
usulan-usul an solusi merupakan cara untuk memahami persoalan.

1.3.2 Masalah yang Tidak Terdefinisi


Masalah yang dihadapi perancang dibagi atas masalah yang
dapat didefinisikan dengan yang tidak dapat didefinisikan. Masalah
yang dapat didefinisikan memiliki tujuan yang jelas, seringkali me
miliki satu jawaban yang benar, dan aturan atau cara tertentu untuk
membentuk jawaban. Karakteristik masalah yang tidak terdefinisi se
bagai berikut:

1. Tidak ada formulasi masalah yang terdefinisi


Ketika masalah diajukan, tujuannya biasanya samar-samar dan
banyak batasan dan kriteria yang tidak diketahui. Konteks
masalah seringkali kompleks dan tidak teratur, sangat susah
dimengerti. Dalam hal penyelesaian masalah, formulasi
sementara dapat ditetapkan, tetapi formulasi ini tidak stabil dan
dapat berubah se iring bertambahnya informasi yang tersedia.
2. Setiap formulasi masalah mengandung ketidakkonsistenan
Masalah yangtidak konsisten, banyak konflik dan
ketidakkonsisten an yang harus diselesaikan. Seringkali
ketidakkonsistenan timbul hanya ketika proses penyelesaian
masalah berlangsung.

3. Form ulasi masalah adalah bergantung pada solusi


Cara memformulasi masalah bergantung pada cara menyele
saikannya; sulit untuk memformulasikan pernyataan masalah tan
pa secara implisit atau eksplisit yang merujuk pada konsep
solusi.
Perancangan dan Karak t erlst lk nya

11

Cara menyusun solusi sangat mempengaruhi cara memahami


ma salah.
4. Mengajukan solusi adalah cara u ntuk memahami masalah
Banyak asumsi tentang masalah, dan lingkup tertentu mengenai
ketidakpastian, dapat diekspos dengan mengajukan konsep
solu si. Banyak batasan dan kriteria yang timbul sebagai akibat
evaluasi proposal solusi.

5. Tidak ada solusi yang terdefinisi u ntuk suatu masalah


Solusi yang berbeda dapat sama-sama berlaku untuk masalah
awal. Tidak ada evaluasi solusi apakah tujuan sudah benar atau
salah; tetapi apakah solusi baik atau buruk, cocok atau tidak co
cok.
Masalah perancangan umumnya dikenal sebagai masalah
yang tidak terdefinisi. Mungkin bisa mengambil beberapa langkah
untuk mengembangkan definisi awal masalah dengan bertanya pada
pelang gan, mengumpulkan data, melaksanakan penelitian, dan
lain-lain. Terdapat juga beberapa prosedur dan teknik yang masuk
akal yang dapat diaplikasikan untuk membantu menyelesaikan
masalah yang ti dak terdefinisi. Tetapi pendekatan tradisional
perancang, seperti yang disarankan dalam beberapa pernyataan
tentang masalah yang tidak terdefinisi di atas, adalah dengan
mencoba bergerak cepat menuju solusi yang potensial, atau
beberapa solusi potensial, dan menggu nakannya sebagai alat
untuk mendefinisikan dan memahami masalah lebih jauh.

1.3.3 Struktur Masalah


Meskipun demikian, bahkan ketika perancang sudah bekerja
dengan baik dalam pendefinisian suatu masalah, kesulitan dalam
struk tur masalah bisa tetap ada. Secara khusus, subsolusi dapat
dinyatakan berhubungan
satu
sama
lain
dalam
cara
mengimplikasikan sebuah struktur yang rusak dari suatu masalah, di
mana sebuah subsolusi yang

12

menguraikan sebuah sub masalah tertentu dapat menciptakan konflik


dengan sub masalah yang lain.
Sebagai bagian dari studi penelitian, pilihan subsolusi dalam
setiap lingkup keputusan dipisahkan dan bagian pilihan yang tidak se
suai harus diidentifikasi. Dengan pendekatan ini, dapat dikumpulkan
semua solusi yang layak yakni kumpulan pilihan yang tidak mengan
dung bagian yang tidak sesuai.
Sehingga pendekatan yang tepat kadang dapat diaplikasikan
bahkan ketika masalah yang tidak dapat didefinisikan. Hal ini mem
berikan dukungan kepada mereka yang berpendapat bahwa masalah
perancangan tidak selalu tidak terdefinisi. Lebih rinci lagi,seorang ahli
bernama Simon mengemukakan bahwa tidak ada batasan yang jelas
antara masalah yang tidak terstruktur dengan baik dan yang terstruk
tur dengan baik, dan bahwa masalah yang dianggap tidak terstruktur
dengan baik kadang bisa diformulasi ulang menjadi masalah yang ter
struktur dengan baik melalui penelitian dan analisis. Bagaimanapun,
penelitian tentang prilaku para perancang menunjukkan bahwa para
perancang sering menganggap masalah yang diberikan sebagai ma
salah yang tidak terstruktur dengan baik, bahkan ketika masalah terse
but adalah masalah yang terstruktur dengan baik, agar mereka dapat
menciptakan sesuatu yang inovatif.

1.3.4 Strategi Penyelesaian Masalah


Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa para perancang cen
derung berusaha menghindari berkeliling dalam lingkaran pengam
bilan keputusan masalah perancangan yang kacau dengan membuat
keputusan strategi tingkat tinggi dalam pemilihan rancangan. Setelah
mengidentifikasi sejumlah pilihan, perancang memilih yang nampak
terbaik untuk investigasi di tingkat yang lebih rinci; sekali lagi akan
ada beberapa pilihan dan yang terbaik untuk dipilih lagi. Hal ini meng
hasilkan apa yang dikenal dengan pohon keputusan, dengan cabang
yang lebih dan lebih dari setiap titik keputusan.

Perancangan Produk
Perancangan dan Karak ter lstlk nya

Pendekatan hierarki atas-bawah untuk merancang


sangat umum digunakan walaupun kadang digunakan

13

pendekatan bawah-atas, di mulai dari rincian yang berada di tingkat


terendah sampai pada kon sep solusi keseluruhan yang lengkap.
Pendekatan pohon keputusan menyatakan bahwa hasilnya
merupakan rancangan terbaik yang mungkin, karena pilihan terbaik
dipilih dari setiap tingkat. Bagaimana pun, keputusan pada tingkat
tertentu bisa merupakan pilihan yang suboptimal pada tingkat yang
lain. Oleh karena itu, dilakukan pen jajakan kembali di tingkat atas
dan bawah dari hierarki dalam pohon

solusi dalam merancang sangat berkaitan satu sama lain; bahwa


solusi bukanlah jawaban langsung terhadap masalah. Pendapat
ketiga yang muncul adalah pentingnya menggunakan sketsa, gambar
teknik atau model yang beragam sebagai cara menjelajahi masalah
dan solusi se cara bersamaan, dan membuat sedikit kemajuan
ketika dihadapkan pada kompleksitas rancangan. Pendapat-pendapat
ini mendukung be berapa hipotesis yang telah muncul dari studi
observasi yang lebih objektif tentang perancang saat bekerja ,dan
penelitian lain yang telah dilakukan dalam dasar perancangan.
Beberapa penelitian ini mendu kung pandangan bahwa perancang
memiliki cara berpikir dan bekerja yang khas, ciri khas perancang.

keputusan.

1.3.5 Kemampuan Perancangan


Dunia penuh dengan peralatan, mesin, bangunan, furniture,
pakaian dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan manusia
un tuk membuat hidupnya lebih baik. Pada kenyataannya, segala
sesuatu di sekeliling manusia bukanlah kepingan alam yang
sederhana yang dirancang oleh seseorang. Bahkan secarik kertas
kosong memiliki keputusan perancangan tentang ukuran, warna,
berat jenis, kemam puan penyerapan dan lain sebagainya.

Kemampuan perancangan bukanlah merupakan yang alamiah


tetapi bisa dilakukan melalui proses. Contoh, di Jepang setiap orang
yang bertugas dibagian perancangan harus melalui berbagai tahap
pendidikan dan pernah menjadi tenaga pemasar.

Walaupun terdapat begitu banyak aktivitas perancangan yang


terjadi dalam dunia ini, cara perancangan itu sendiri sebenarnya su
lit dipahami. Sampai sekarang ini, kemampuan perancangan sudah
dianggap dimiliki oleh semua orang, tetapi hanya sedikit yang memi
liki bakat di dalamnya. Bagaimanapun, sekarang ini telah berkembang
pengetahuan tentang dasar perancangan, kemampuan merancang
dan mengembangkannya, dan proses perancangan serta cara
meningkatkannya.
Ketika perancang diminta untuk mendiskusikan kemampuan
nya dan menjelaskan bagaimana mereka bekerja, beberapa pendapat
muncul. Salah satunya adalah pentingnya kreativitas dan intuisi dalam
merancang bahkan dalam perancangan keteknikan. Pendapat lain
yang muncul adalah berdasarkan pemahaman bahwa masalah dan

l
I

14

Perancangan Produk

ti

Perancangan dan pembuatan produk merupakan bagian yang


sangat penting. Kegiatan perancangan dimulai dengan didapatkan
nya persepsi tentang kebutuhan manusia kemudian disusul dengan
penciptaan konsep produk dan perancangan, pengembangan serta
penyempurnaan produk dan diakhiri dengan pendistribusian produk.
Merancang merupakan kegiatan awal dari suatu rangkaian kegiatan
dalam proses pembuatan produk. Dalam melaksanakan tugas meran
cangnya, perancang memakai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan,
ilmu dasar teknik, dan pengetahuan empiris yang ia miliki serta ha
sil-hasil penelitian, informasi dan teknologi yang terus berkembang.
Perancangan dan pembuatan produk merupakan kegiatan yang tidak
dapat dipisahkan karena sebuah hasil rancangan tidak akan berguna
apabila rancangan itu tidak dibuat dan begitu pula sebaliknya pem
buat tidak akan dapat merealisasikan produk tanpa terlebih dahulu
dibuat gambar rancangannya. Hasil kreasi berupa benda teknik dalam
konsep gambar merupakan tugas perancang, sedangkan realisasi
fisik bmdd teknik tersebut adalah tanggung jawab pembuat produk.
Jadi,

PPrancangan dan Karak terlstlk nya

15

dapat disimpulkan bahwa gambar rancangan produk merupakan


hasil akhir rancangan dan merupakan titik awal pembuatan produk.
Produk adalah sebuah benda teknik yang keberadaannya
merupakan hasil karya keteknikan yaitu hasil perancangan,
pembuatan dan kegiatan teknik lainnya yang terkait. Produk
dibuat untuk dapat menjalankan fungsinya yaitu membantu
meringankan beban pekerjaan manusia.
Perancangan atau pengembangan produk dibutuhkan oleh
pro dusen dalam rangka mempertahankan atau meningkatkan
pangsa pasar dengan cara mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan
konsumen akan manfaat produk, mendesainnya sampai tingkat
perencanaan pembuatan produk tersebut. Hal ini berkaitan
dengan siklus hidup produk tersebut. Perancangan yang baik
akan menghasilkan produk unggulan yang sesuai dengan
keinginan atau kebutuhan konsumen dan oleh karenanya
perancangan yang baik membutuhkan input dari berbagai sisi
dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Salah satu bentuk kemampuan untuk beradaptasi dengan
ling kungan adalah perusahaan harus mengadopsi teknologi
baru atau mengembangkan produk baru agar perusahaan bisa
tetap sukses dalam mengelola unit bisnisnya. Beberapa tujuan
pengembangan produk baru, yaitu;
1. Untuk memenuhi tuntutan kualitas
Untuk dapat menghasilkan produk dengan tingkat kualitas
yang tinggi maka pihak penyedia barang/jasa harus selalu
mengikuti selera konsumen yang selalu berubah dan
berkembang menuju ke kesempurnaan produk saat dipakai.
Untuk itu produsen harus selalu menyesuaikan metoda,
teknologi, proses, dan fasilitas pen dukung.
2. Agar perusahaan dapat beradaptasi dengan siklus hidup
produk yang semakin singkat dan kebutuhan konsumen
yang semakin meningkat. Untuk mengatasi hal ini produsen
perlu memperluas jenis-jenis produk yang sangat cepat
berkembang.

3. Untuk memperbaiki tingkat pertumbuhan produktivitas


4. Untuk bertahan dikompetisi global
5. Untuk memenangkan persaingan global, perusahaan harus
me nilai kembali kebijaksanaan bisnisnya apakah sudah
memiliki karakteristik sendiri yang harus dikuasai dipasar
nasional, sehing ga kebutuhan teknologi baru menjadi sangat
penting.

1.3.6

Pemikiran dalam Merancang

Studi
penelitian
yang
dilakukan
oleh
Lawson
membandingkan cara para perancang, dalam hal ini para arsitek,
dengan para ilmuwan dalam menyelesaikan masalah yang sama.
Para ilmuwan cenderung menggunakan strategi mencoba secara
sistematis untuk memahami permasalahan agar dapat diperoleh
aturan yang memungkinkan un tuk ditemukan solusi optimal.
Sebaliknya, para perancang cenderung membuat eksplorasi awal
dan kemudian menguraikan beberapa solusi yang mungkin sampai
ditemukan hasil yang baik atau memuaskan. Hasil eksperimen
menyatakan bahwa para ilmuwan menyelesaikan masalah
dengan analisis sedangkan para perancang dengan sintetis; para
ilmuwan menggunakan strategi yang berfokus pada masalah dan
perancang menggunakan strategi yang berfokus pada solusi.
Strategi penyelesaian masalah yang digunakan oleh
perancang mencerminkan dasar masalah yang biasa dihadapi.
Masalah-masalah tersebut tidak dapat dinyatakan secara eksplisit
agar dihasilkan solusi secara langsung. Perancang harus
mengambil inisiatif dalam menemu kan titik awal lalu menyarankan
lingkup solusi yang memungkinkan. Solusi dan masalah kemudian
dikembangkan, kadang mengarah pada definisi ulang yang kreatif,
atau solusi yang terletak di luar batas yang dianggap mungkin.
Strategi yang berfokus pada solusi mungkin merupakan cara
ter baik dalam menghadapi masalah perancangan yang mana
umumnya tidak terdefinisi. Untuk mengatasi ketidakpastian
masalah yang tidak terdefinisi, para perancang harus memiliki
kepercayaan diri untuk

---..

16
Produk

Perancangan

Perancangan dan Karak ter istiknya

17 J

mendefinisikan dan mendefinisikan kembali serta merubah masalah


yang diberikan sehingga muncul solusi dalam proses perancangan.
Orang yang mencari kepastian dari masalah yang terstruktur dan ter
definisi dengan baik tidak akan pernah menghargai kesenangan men

jadi seorang
perancang

FASE-FASE DALAM PROSES


PERANCANGAN PRODUK

-ooOoo-

erancangan produk itu sendiri terdiri dari serangkaian ke


giatan yang berurutan, karena itu perancangan kemudian
disebut sebagai proses perancangan yang mencakup
seluruh
kegiatan yang terdapat dalam perancangan tersebut. Kegiatankegiatan dalam proses perancangan dinamakan fase. Fase-fase
dalam proses perancangan berbeda satu dengan yang lainnya.
Setiap fase terdiri dari beberapa kegiatan yang dinamakan langkahlangkah dalam fase. Salah satu deskripsi perancangan adalah
deskripsi yang menyebutkan bahwa proses perancangan terdiri dari
fase-fase berikut:
1.

Langkah Pra Perancangan Produk

a.
b.

Penetapan Asumsi Perancangan


Orientasi produk yang
meliputi: Analisa Kelayakan
produk
Uraian kegiatan perancangan produk
Jaringan kerja perancangan produk
Perhitungan maju dan mundur waktu kegiatan
Penentuan jalur kritis
Perhitungan waktu penyelesaian proyek

Perancangan Prod11k

18

2.

Langkah Perancangan Produk


a.

Fase ini bertujuan untuk memahami seluruh aspek yang


berkaitan dengan produk yang hendak dikembangkan
dengan cara mengumpulkan informasi-informasi yang
dibutuhkan se cara akurat. lnformasi-informasi yang
dibutuhkan antara lain:
Gambar produk awal dan spesifikasi
Kriteria keinginan konsumen terhadap produk
Kriteria kepentingan relatif konsumen
Kriteria manufaktur yang mencakup diagram
mekanisme pembuatan dan struktur fungsi
Kriteria buying
Kriteria finance produk awal
b.

d.

Fase pengembangan
Fase ini bertujuan memilih salah satu alternatif tunggal dari be
berapa alternatif yang ada yang merupakan alternatif terbaik dan
merupakan output dari fase analisa. Data-data tentang alternatif
yang terpilih:
Alternatif terpilih
Gambar produk terpilih dan spesifikasi nya

e. Fase presentasi
Fase ini bertujuan untuk mengkomunikasikan secara baik dan me
narik terhadap hasil pengembangan produk.

2.1 Model Perancangan Produk

Fase kreatif
Fase ini bertujuan untuk menampilkan alternatif yang dapat
memenuhi fungsi yang dibutuhkan. Langkah-langkah yang
harus dilakukan adalah:
Penentuan kriteria atribut produk dengan menggunakan
diagram pohon
Penentuan prioritas perancangan dengan menggunakan
matriks Quality Function Deployment (QFD)
Pembuatan alternatif model produk
Perhitungan biaya alternatif model

c. Fase analisa
Fase ini bertujuan untuk menganalisa alternatif-altenatif
yang dihasilkan pada fase kreatif dan memberikan
rekomendasi terhadap alternatif-alternatif terbaik. Analisa
yang dilakukan antara lain:
Analisa kriteria atribut yang akan dikembangkan
Penilaian kriteria atribut antar model (dengan

matriks zero one)


Pembobotan kriteria atribut produk

20

Matrix Combinex
Value Analysis

Fase informasi

Model perancangan produk ada dua jenis yaitu model


deskriptif dan model preskriptif.

2.1.1 Model Deskriptif


Penekanan
model deskriptif yaitu
pada pentingnya
menghasil kan suatu konsep solusi sejak dini dalam proses
perancangan. Model deskriptif ini berfokus pada solusi, heuristik
(pengalaman sebelumnya bersifat umum, dan rule of thumb).
Contoh Model Deskriptif:

Ekplorasi

Pembangkitan Altematif
Rancangan

Evaluasi Konsep Rancangan

Perancangan Produk
Komunikasi Rancangan

Fase-fase dalam Proses Perancangan Produk

21

Gambar 2.1 Model Deskriptif

2.1 .2 Model Preskriptif


Model ini bersifat algoritmik dan prosedurnya sistematik.
Penekanan model ini ialah pada kebutuhan untuk melakukan
aktivitas yang lebih analitik sebelum aktivitas pembangkitan
alternatif-alternatif konsep solusi. Contoh Model Archer:

Pemrograman

Pengumpulan Data

Analisis

Sintesis

Pengembangan

Komunikasi

Gambar 2.2 Model Preskriptif Archer

Seiring dengan model yang hanya menguraikan proses peran


cangan yang heuristrik dan konvensional, muncul usaha membangun
model preskriptif dari proses perancangan. Model ini berkenaan de
ngan mencoba membujuk atau meyakinkan para perancang untuk
mengadopsi cara pengerjaan baru. Cara pengerjaan baru ini
menawar kan prosedur yang lebih algoritmatik dan sistemati k untuk
diikuti,dan biasanya dianggap menyediakan metodologi perancangan.

22

Perancangan Produk

Kebanyakan model perskriptif menekankan perlunya cara


ker ja yang lebih analitik untuk membentuk konsep solusi.
Maksudnya adalah untuk meyakinkan bahwa masalah perancangan
benar-benar dimengerti, bahwa tidak ada elemen penting yang
dilupakan dan bahwa masalah yang sebenarnya yang diidentifikasi.
Terdapat banyak contoh solusi yang sangat bagus untuk masalah
yang salah. Oleh kare na itu model ini cenderung menyarankan
struktur dasar untuk proses perancangan yaitu analisis sintesis
evaluasi.

Gambar 2.3 Model French Proses Perancangan

Analis mendaftarkan semua keperluan perancangan dan me


nguranginya untuk mendapatkan susunan yang lengkap dari spesifi
kasi performansi yang secara logis berhubungan. Sintesis
menemukan solusi yang mungkin untuk setiap spesifikasi
performansi individual dan membangun rancangan yang lengkap
darinya dengan kemungkin an kompromi yang kecil. Evaluasi melihat
ketepatan antara alternatif rancangan dengan keperluan performansi
untuk operasi, manufaktur dan penjualan sebelum rancangan akhir
dipilih.

Fasefase dalam Proses Perancangan Produk


23
Hal ini kedengarannya sangat mirip dengan proses perancang
an konvensional. Tetapi, penekanan di sini adalah pada spesifikasi
performansi yang secara logis diturunkan dari masalah perancangan,
pembangkitan beberapa alternatif konsep perancangan dengan mem
bangun subsolusi yang terbaik dan membuat pilihan yang rasional
dari alternatif-alternatif rancangan yang terbaik. Prosedur yang tampak
demikian bijaksana dan rasional ini tidak selalu ada dalam praktik pe
rancangan yang konvensional.
Pelatihan
Laporan singkat
J'

Programming

-, Pengumpulan Data

pengalaman

Analisis

Sintesis

Pengembangan

Model perskriptif yang lebih rind dikembangkan oleh Archer


yang dapat dilihat pada Gambar 2.4. Model ini meliputi interaksi
dengan dunia luar proses perancangan, seperti input dari pelanggan,
pelatihan dan pengalaman para perancang, sumber informasi lain,
dan masih banyak lagi. Outputnya tentu saja adalah komunikasi dari
solusi tertentu. Input dan output yang beragam ini ditunjukkan sebagai
eksternal dari proses perancangan dalam diagram alir yang mengan
dung banyak umpan balik.
Dari proses perancangan tersebut, Archer mengidentifikasi
enam jenis kegiatan yaitu sebagai berikut:
1. Programming menetapkan isu yang penting; mengajukan tindak
an pengumpulan data
2. Pengumpulan data mengumpulkan, mengklasifikasi dan menyim
pan data
3. Analisis mengidentifikasi submasalah; menyediakan spesifikasi
performansi (atau rancangan); menaksir ulang program yang di
ajukan dan memperkirakan
4.
5.
6.

Sintesis menyiapkan garis besar proposal rancangan


Pengembangan membangun prototipe rancangan; menyiapkan
dan menjalankan studi validitas
Komunikasi menyiapkan dokumentasi manufaktur.

Archer meringkaskan proses ini dengan membagi menjadi


tiga fase yaitu analisis, kreatif dan pelaksanaan. Beliau menyarankan
bahwa salah satu dari keistimewaan proses perancangan adalah fase
analisis yang memerlukan observasi objektif dan pemikiran induktif
fase kreatif memerlukan keterlibatan, pendapat subjektif

Solusi

Komu

nikasi

Gambar 2.4. Model Proses Perancangan Archer

pemikiran deduktif. Setelah keputusan dibuat, proses perancang


sedangkan
dengan pelaksanaan pengerjaan gambar teknik, jadwal,
dan
an dilanjutkan
Perancangan Pr0<J11k
24

dan lain-lain yang juga dalam keadaan objektif dan deskriptif.


Oleh karena itu proses perancangan adalah sebuah sandwich
y.ing knatif. Roti adalah analisis objektif dan sistematis, bisa tebal
atau t ipis, l<>t.ipi k n.itivit<1s selalu ada di antaranya.

FasPfme dalam Proses Perancangan Produk

25

Dalam kebanyakan situasi rancangan, tidaklah mungkin atau


tidak relevan bila berusaha untuk menganalisis masalah terlebih da
hulu dan diisolasi dari konsep solusi; perancang perlu menjelajahi dan
mengembangkan masalah dan solusi secara bersama-sama.
Walaupun terdapat gerakan maju yang logis dari masalah ke
submasalah dan sub solusi ke solusi, terdapat juga hubungan yang
sistematis dan komutatif di antara masalah dan solusi begitu juga di
antara submasalah dan subsolusi seperti terlihat pada Gambar 2.5.
Arah gerakan yang umum dari model tersebut adalah berlawanan
dengan arah jarum jam, tetapi terdapat periode kegiatan iterasi yang
lama yang terjadi ke dan dari
masalah dan solusi.

Masaiah

...(]...

)<

Sub Massiah )

<

>(

>(

Solusi

Sub Solusi

sanakan pekerjaannya. Oleh karena itu, pendekatan yang baru dan


sistematis diperlukan.
Bagian yang berhubungan dengan kompleksitas rancangan
modern adalah perlunya membangun kerjasama, dengan banyak
ahli yang berkolaborasi dan berkontribusi dalam perancangan. Un
tuk mengkoordinasi tim, penting adanya pendekatan yang jelas dan
sistematis untuk merancang, sehingga kontribusi para ahli berada di
titik yang tepat dalam proses. Membagi masalah menjadi submasalah
dalam prosedur sistematis juga berarti bahwa pekerjaan perancangan
itu sendiri dapat dibagi dan dialokasikan kepada anggota tim yang
cocok.

Sejalan dengan bertambah kompleksnya perancangan, rancang


26

Gambar 2.5. Diagram Hubungan

2.1.3 Prosedu r Sistematis


Mungkin terdapat perbedaan dalam model-model yang ada,
tetapi pendukung prosedur sistematis semuanya menyetujui bahwa
ada kebutuhan yang mendesak untuk mengembangkan cara tra
disional dalam merancang.
Ada beberapa alasan untuk mengembangkan prosedur peran
cangan yang baru. Salah satunya adalah meningkatnya kompleksitas
rancangan modern. Berbagai jenis permintaan baru untuk para pe
rancang meningkat, begitu juga dengan material dan peralatan baru,
misal elektronik baru tersedia, dan masalah baru dihadapkan kepada
perancang. Kebanyakan produk dan mesin yang dirancang zaman
sekarang ini belum pernah ada sebelumnya sehingga pengalaman
perancang menjadi tidak berhubungan dan tidak cukup untuk melak-

Perancangan Pr o<luk

an modern juga sering mengandung risiko dan biaya yang tinggi. Se


bagai contoh, banyak produk dirancang untuk
manufaktur massal, dan biaya untuk membangun
pabrik manufaktur, membeli bahan baku dan lain
sebagainya sangatlah tinggi sehingga perancang tidak
boleh mem buat kesalahan, rancangan harus benarbenar benar sebelum masuk ke produksi. Hal ini
berarti setiap produk baru harus melalui proses
perancangan yang teliti. Contoh lain dari rancangan
yang besar seperti pabrik proses kimia, atau produk
yang kompleks seperti pesawat ter bang juga harus
memiliki proses perancangan yang sangat teliti untuk
menjamin operasi yang selamat dan menghindari
bencana konsekuen si kegagalan.

Terdapat alasan yang lebih umum untuk mencoba


mengembang kan efisiensi proses perancangan. Dalam beberapa
industri, terdapat kebutuhan mendesak untuk menjamin bahwa
lead-time yang diper lukan untuk merancang produk baru tetap
minimum. Dalam semua kasus, selalu diinginkan untuk menghindari
kesalahan dan keterlam batan yang sering terjadi dalam prosedur
perancangan
konvensional.
Pengenalan
komputer
sudah
menawarkan satu cara untuk mengem bangkan efisiensi proses
perancangan, dan juga pengaruh terhadap cara kerja yang lebih
sistematis.
Fase-fase dalam Proses Perancangan Produk

Usahakan semua gagasan dinyatakan secara singkat dan jelas. Suasana selama
brainstorming berlangsung harus relax dan bebas Kegiatan sebaiknya berlangsung
dalam waktu tidak lebih dari 20- 30 menit

2.2 Metode Perancangan Produk


Metode perancangan produk adalah tiap-tiap prosedur, teknik,
dan alat bantu tertentu yang mempresentasikan sejumlah aktivitas ter
tentu yang digunakan oleh perancang dalam proses total
perancangan. Terdapat dua metode perancangan produk yaitu
metode kreatif dan metode rasional.

2.2.1 Metode Kreatif


Metode perancangan ini bertujuan untuk membantu menstimu
lasi pemikiran kreatif dengan cara meningkatkan produksi gagasan,
menyisihkan hambatan mental terhadap kreativitas atau dengan cara
memperluas area pencarian solusi. Metode kreatif ini terdiri dari:

a. Brainstorming
Brainstorming bertujuan untuk menstimulasi sekelompok orang

untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan dengan cepat. Orang


yang terlibat sebaiknya tidak homogen dan mengenal persoalan.
Aturan dalam brainstorming:
Kelompok harus bersifat non-hirarkial
Pemimpin kelompok berperan sebagai fasilitator
Kelompok diharapkan menghasilkan sebanyak-banyaknya jumlah
gagasan
Tidak dibenarkan memberikan kritik terhadap setiap gagasan
Gagasan yang kelihatan "aneh" tetap diterima

27

Aktivitas dalam Brainstorming


Membentuk kelompok dan menetapkan pimpinan Menginformasikan
aturan-aturan dalam Brainstorming
Pemimpin kelompok melontarkan Pernyataan permasalahan awal

28

Perancangan Produk

Masing-masing anggota diberi waktu tenang


beberapa menit un tuk menggali gagasan
Setiap anggota diminta menulis gagasannya pada
kartu sendiri Antar anggota kelompok saling
bertukar kartu satu sama lain Berikan waktu
istirahat sejenak agar masing-masing anggota me
miliki kesempatan untuk berefleksi dan mencari
gagasan-gagasan baru yang mengacu pada
gagasan rekannya kemudian dituliskan dalam
kartu yang baru

mengembangkan gagasan untuk memberikan solusi kreatif terhadap


permasalahan perancangan. Pada pelaksanaan sinektik tidak
diperkenankan adanya kritik dan dihasilkan satu solusi tunggal. Ciri
utama dari sinektik adalah membangkitkan analogi, yang terdiri dari:
Analogi Langsung
Analogi Personal
Analogi Simbolik
Analogi Fantasi
Metode pelaksanaan sinektik:
Membentuk kelompok yang terdiri dari para anggota yang selektif
Melatih para anggota kelompok dalam menggunakan analogi un
tuk membangkitkan aktivitas spontan otak/pikiran terhadap per
soalan

Kumpulkan kartu-kartu dan setelah periode


tertentu dilakukan evalusi

b. Sinektik

Memaparkan rnasalah perancangan kepada kelompok sama se


pPrt i yang dinyatakan oleh klien atau manajemen perusahaan
M<'nggun.ikan analogi-analogi untuk mencari solusi

Sinektik bertujuan untuk mengarahkan aktivitas


spontan pemikir an ke arah eksplorasi dan
transformasi masalah-masalah perancangan.
Sinektik adalah suatu aktivitas kelompok yang
mencoba mem bangun, mengkomunikasikan, dan

2.2.2 Metode Rasional


Metode rasional menekankan pada pendekatan sistematik pada
perancangan. Metode ini memiliki kesamaan tujuan dengan metode
kreatif, misalnya dalam memperluas ruang pencarian untuk mem
peroleh solusi-solusi yang potensial,dan mengupayakan kerja tim dan
dalam hal pengambilan keputusan secara kelompok. Banyak peran
cang beranggapan bahwa metode rasional ini merupakan hambatan
tehadap kreativitas. Hal ini merupakan pandangan yang keliru ter
hadap tujuan perancangan yang sistematik, yang dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas perancangan dan produk akhir.
Salah satu metode yang paling sederhana dari metode rasional
adalah
"checklist"
(daftar
periksa).
Checklist
dapat
mengeksternalisasi kan apa yang harus kita lakukan sehingga kita
tidak perlu menyimpan semua hal dalam kepala kita, namun kita
tidak kehilangan sesuatu. Checklist juga dapat mengoptimalisasikan
proses dan memungkinkan adanya team work dan partisipasi dari
kelompok yang lebih luas serta

Fuse-{ ase dalam Proses Perancangan Pt oduk

29

memungkinkan adanya pembagian tugas. Dalam konsep perancang an, check list
dapat berupa suatu daftar pertanyaan yang akan diper tanyakan pada tahap awal
perancangan, ataupun suatu daftar kriteria dan standar yang harus dipenuhi oleh
rancangan akhir.
Selain checklist juga terdapat beberapa metode perancangan rasional lainnya,
seperti yang akan diuraikan di bawah ini, yang men cakup keseluruhan aspek
perancangan proses yang dimulai dari peng klarifikasian masalah sampai kepada
rincian perancangan. Menurut Nigel Cross, langkah-langkah metode perancangan
rasional ini terdiri atas tujuh tahap. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.1.
Model perancangan di atas mengintegrasikan aspek-aspek prose dur
perancangan dengan aspek-aspek struktural perancangan. Aspek aspek prosedur
perancangan direpresentasikan oleh ketujuh metode perancangan tersebut
sedangkan aspek-aspek struktural direpresenta sikan oleh anak panah yang
menunjukkan hubungan komutatif (timbal balik) antar masalah dengan solusinya
serta hubungan hirarkial an30

Perancangan Pt ocluk

tara problem/sub problem dan antara solusi/sub


solusi. Atribut-atribut produk baru yang disusun
desainer disesuaikan dengan kebutuhan konsumen
yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial,
ke butuhan psikologis, dan kebutuhan teknis.

Gambar 2.6. Langkah-langkah Perancangan Produk


Tahapan-tahapan dalam Proses Perancangan dengan Nigel Cross
Tahapan-tahapan dalam proses perancangan dengan Nigel
Cross dapat dilihat pada tabel 2.1.

Menurut Nigel Cross, dalam melakukan


perancangan
produk diperlukan
proses-proses
perancangan produk seperti terlihat pada Gambar
2.6.

Fase-fase dalam Proses Perancangan Produk

No

Tahap dalam proses


perancangan
Klarifikasi Tujuan

Tujuan

Metode yang
relevan

Objectives Trees

(Clarifying Object)
2

Penetapan Fungsi

Function Analysis

(Esthabilishing
Function)

(Analisis Fungsional)

Menyusun
Kebutuhan (Seting

Performances
Spesification

Penentuan
Karakteristik

Quality Functon
Deployment

Untuk mengklarifikasi tujuantujuan dari sub perancangan


serta hubungannya satu sama
lain
Untuk menentukan fungsi-fungsi yang
diperlukan dan batas-batas sistem
rancangan produk baru
Untuk membuat spesifikasi kinerja yang
akurat dari suatu solusi rancangan yang
diperlukan

Requirement)

Untuk menetapkan target yang akan


dicapai oleh karakteristik teknik produk
proses
perancangan
dengan
sehingga
dapat mewujudkan
kebutuhan
konsumen

label
2.1 . Tahap-taha p dalam
(Determining
Charactersitics)
N igel Cross
5

Penentuan Alternatif

(Generating
Alternatives)

Evaluasi Alternatif

(Evaluating
Alternatif)

Komunikasi

(Improving Details)

31

Morphological
Chart

Weighted
Objectives (Beban
Objektif)
Value engineering
(Rekayasa Nilai)

--- ---- . ,
c:

Untuk menetapkan serangkaian


alternatif solusi perancangan yang
lengkap untuk suatu produk dan
memperluas pencarian solusi baru yang
potensial
Untuk membandingkan nilai utilitas
dari proposal alternatif rancangan
berdasarkan performansi dan
pembobotan yang berbeda.
Untuk meningkatkan dan
mempertahankan nilai dari suatu
produk kepada pembeli dan disisi lain
mengurangi biaya bagi produsen

" c' l
"u' c":'
C

a.

;;;

Q)

c:

Q )

r -
r

a.

:a;g
0

c::

.C..1..:.l

:"'
Ill

u;

c:2
(i)

:J

c:

'"

.,]!

"8Qi

Q) l
C

c:

a.

<(

::?

c:

Q)

a.

C1:l

::J
..Q
(!)
E0...

c::
-

c:

-5

!c!:!.

gl'!
c

; ;

c +:.

<(

a.

c
'iii
Jl! c:
c:

(/) &.

dicantumkan di bawah ini dikutip dari buku karangan lbrahm Zeid.


Proses perancangan pembuatan produk sebagaimana digambarkan

ct

u::I

::I

.:;

"

"'(

a..
.",' .c!l:l
c :c: ::J
.., c

., E

Q)

a.

c:

.,c: _

c
m m

co
{

n
l

c: .,

m
c;
SJ .s3
E .,

.a
l.

.l'.

c:O>
c:

a..

co
.c

"iii

.0

.l!!
Q)

::J

Q)

Q)

a..e

.,::i:

a.

.c,:

E Li

z ()

-o

E
.,
ai
UU z

a.

N...

"
E

Ill

pada diagram alir tersebut tampaknya bersifat deskriptif, tetapi


diagram
alir tersebut dapat pula dianggap bersifat preskriptif terutama bagian
perancangannya.
Artinya urutan fase-fase dalam proses
perancangan dapat diikuti oleh para perancang lain sebagai cara
merancang, dapat

u;

c:

iii co
>
w

.,

a.

Diagram alir proses perancangan dan pembuatan produk yang

c::
vi
vi(!)

]"' e

2.3 Diagram Alir Proses Perancangan Zeid

c:

c:<(

Q)

ill

..,

c::
c::mi

a.

&i Q)
.! Ill:!ii
""
iii

!;;;
"'

Q)

:c

c:

l'!

""'

.c,:

"'

c:

a.
Q)
a.

. _J

dilihat pada gambar 2.7.


Fase-f ase dalam Proses Perancangan Produk

32

Perancangan Pt oduk

33

Diagram alir proses perancangan dan pembuatan produk di


atas tidak membawa nama perumusnya sebagaimana diaram alir dua
proses perancangan yang akan dibahas berikut ini. Mungkin
alasannya karena diagram alir tersebut merupakan hasii
perkembangan bertahun tahun yang bermula diagram alir pada cara
merancang yang diusulkan pada tahun-tahun 1950-1960an.

Beberapa hal
perancang an adalah:

Proses perancangan dan pembuatan produk terdiri dari dua


proses utama yaitu:
1.
2.

Proses perancangan
Proses Pembuatan

Fase-fase pada proses perancangan dapat dikelompokkan ke


dalam dua sub proses, yaitu sintesis dan analisis. Sub proses sintesis
terdiri dari fase-fase:
a.
b.

ldentifikasi kebutuhan
Formulasi persyaratan perancangan

c.

Studi kelayakan dengan mengumpulkan informasi-informasi perancangan yang relevan

d.

Perancangan konsep produk

Dapat dicatat disini bahwa setiap fase dari empat fase di atas
masih terdiri atas bagian-bagian atau langkah-langkah kecil lain. Hasil
dari sub proses sintesis adalah konsep produk yang aka dibuat dalam
bentuk skets atau gambar lay out yang menunjukkan hubungan antara
komponen-komponen produk. gambar lay out tersebut biasanya beru
pa gambar skema. sub proses sintesis dapat menghasilkan beberapa
alternatif konsep produk.
Kegiatan pertama dari sub proses analisis adalah merancang
produk berdasarkan konsep produk dan melakukan simulasinya.
Perancangan produk tersebut disebut juga proses embodiment, yaitu
memberi bentuk geometri dan dimensi pada setiap komponen produk.
Terhadap rancangan produk tersebut dilakukan analisis kemudian op
timasi dan lahirnya evaluasi.
34

Perancangan Prociuk

yang

dilakukan

pada

kegiatan

analisis

Analisis tegangan untuk mengetahui kekuatan produk


Perhitungan keinginan pasar
Frekuensi pribadi
Pengecekan interferensi untuk mengetahui apakah dalam gerak
untuk menghasilkan fungsinya, komponen-komponen produk sa
ling bertabrakan
Analisis kinematik untuk mengecek apakah gerak yang dihasilkan
produk sesuai dengan gerak yang disyaratkan.

Untuk mengevaluasi rancangan produk setelah dilakukan anali


sis dan optimasi, maka dibuat prototype. Protot ype tersebut dapat
berupa prototype fisik yang dibuat dibengkel/laboratorium, yang ke
mudian diuji apakah dapat melakukan fungsinya, yaitu melakukan
gerak yang telah disyaratkan dan memikul beban tanpa patah, diuji
kinerjanya apakah sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam
spesifikasi dan lain-lain. Pembuatan protot ype fisik ini dapat pula
dibuat sebuah mesin rapid prototyping yang lumayan mahal harganya.
Jika diperhatikan maka proses perancangannya seperti yang
digambarkan pada diagram alir di atas, sama dengan proses
perancang an yang digambarkan pada gambar 2.7. Kecuali ada satu
fase pada proses perancangan pertama dipecah menjadi beberapa
fase pada proses perancangan terakhir.

2.4 Model Perancangan Menurut French


Pada diagram alir model cara merancang deskriptif menurut
French sebagaimana dicantumkan berikut ini, lingkaran menunjukkan
hasil kegiatan yang mendahuluinya, sedangkan segiempat
menyatakan kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Kebutuhan dalam
lingkaran yang memulai proses perancangan adalah hasil kegiatan
yang mendahu luinya yang dilakukan oleh orang-orang pemasaran
yang tidak dapat digambarkan pada diagram alir.
Fase" fase dalam Proses Perancangan Produk

35

Fase perancangan detail adalah fase terakhir dari proses peran


cangan, di mana terdapat sangat banyak keputusan-keputusan
tentang hal-hal kecil tetapi penting yang harus diambil. Kualitas
pekerjaan pada tahap ini harus baik untuk menghindari:

Tugas
Pasar. perusahaan

,_

Tertundanya penyelesaian produk


Bertambahnya biaya
Kegagalan produk ketika menjalankan fungsinya

!ko7orn!_ /

Perencanaa dirlfierlj:1aSan tuQaS


pasar dan keadaan perusahaan
IAnalisis

- _ _ _ _ l>! Menear! dan memlllh Ide produk


! Memformulastkan usulan produk

Penjelasan Tugas
MeogembargQ

Rangkaian kegiatan analisis optimasi dan evaluasi berakhir


pada satu produk saja, yang terbaik di antara alternatif-alternatif yang
ada.

r persratan

Oatar persyaratan
(Speslfikasi produk)

..

Mengambangkarl..SOIJ;;i utam i
:
Mendefenislkan masalah-masalah penting
\... _ ..,._ Menentukan struktur fungsi produk

Satu produk hasil evaluasi tersebut dituangkan dalam sebuah doku

USY! !

men yang terdiri dari:

Mencari prinsip-prinsip kerja produk


Membentuk beberapa alternatif (varian)

tema

rta t!J--k

'L
Konsep Prociuk

Satu set gambar rancangan

(Solusi)

Spesifikasinya
Bi ll Of
Material
Spesifikasi memuat informasi-informasi yang tidak dapat dimuat
pada gambar rancangan. Hasil rancangan tersebut dapat pula ditu
angkan dalam bentuk gambar digital, yang: (1) dapat di pr int-out un
tuk menghasilkan gambar 2.8. (2) dapat dibaca oleh alat yang dapat

,'

MeiiQeiTiDanQKiriS&U?filr piOdiJK --1


i Menentukan

bentuk awal, mellih material

l dan perhitungannya

Memilih lay out awal yang lerbaik


11.rf..- ----: Memperbaiki
lay out
1

_ttkonomis

_ .... .....------

i
8

.
c

m
u

i Menghilangkan kelemahan dan


i.c-- .. _ i Cele jlka terdapat kesalahan
1
;

kekurangan

Persiapan daftar komponen awal dan

'. dokumen

' Pemb1,1_atan dan

J!!.oduk

- - -

m
0.

: Menentukan struktur;

Model Perancangan Menurut Pahl dan Beitz

Perencanaan dan penjelasan tugas


Perancangan konsep produk
Perancangan bentuk produk
Perancangan Detail

111
E

O>

Layoutawal

Lay out akhir

1.
2.
3.
4.

'

"c'

Pahl dan Beitz mengusulkan cara merancang produk


sebagaima na yang dijelaskan dalam bukunya "Engineering Design: A
Systematic Approach" . Cara merancang Pahl dan Beitz tersebut terdiri
dari empat kegiatan atau fase yang masing-masing terdiri dari
beberapa langkah, dapat dilihat pada gambar 2.9 yaitu:

"'

'. Evaluasi tertiadap kriterla teknls dan

meneruskan ke komputer, yang mengandalkan alat (lain) yang akan


membuat produk.

2.5

..........

a
0

Mempersiap!<an dokumen pembuatan


Mengembangkan gambar dan daftar detail
Menyelesalkan instruksi pembuatan

"'

susunan dan pengiriman produk


Pembuatan dan susuna produk

- -- Y

Ookumen produk

"'

"'

-"'--Solusi

Cambar 2.9. Diagram Alir Proses Perancangan Pahl dan Beitz

36

Perancangan Pt ocluk

Fase-fase dalam Proses Pernncangan Produk

37

Sebenarnya langkah-langkah pada keempat fase proses peran


cangan di atas tidaklah perlu dikelompokkan dalam empat fase secara
kaku, sebab seperti misalnya, pada fase perancangan detail (fase ke
4), cara pembuatan komponen produk sudah diperlukan detail dan
terdapat banyak lain contoh seperti itu.

Tugas

Fase I

Spesifikasi

_..!_

Setiap fase proses perancangan berakhir pada hasil fase, se


2

.r::.

perti fase petama menghasilkan daftar persyaratan dan spesifikasi


perancangan. Hasil setiap fase tersebut kemudian menjadi masukan
untuk fase berikutnya dan menjadi umpan balik untuk fase yang men

.!!l

dahuluinya. perlu dicatat pula bahwa hasil fase itu sendiri setiap saat

""c C'l
jg
c

"'

C l

Struktur Fungsi

u
;

"r";:":'

"

"'

dapat berubah oleh umpan balik yang diterima dari hasil fase berikut

u;

Solusi utama

. !! l

8.

"c'

<D

.0

<D

nya.

""c"'

"

.r::.
c
::i

" tl

2.6 Model Perancangan Menurut VDI

"a.

Diagram alir berikut menggambarkan cara merancang yang


dibuat oleh persatuan insinyur Jeman, yang terdiri dari tujuh fase di

"2u""";

mana masing-masing fase memberikan hasil seperti yang tercantum


pada kotak-kotak jajaran di kolom sebelah kanan, dapat dilihat pada
gambar 2.10. Fase-fase pada cara merancang ini tidak dijelaskan le
bih lanjut karena deskrispsinya dapat diturunkan dari deskripsi cara
merancang Pahl dan Beitz pada sub-sub sebelumnya.

<D

Struktur modul

E
<D
a .
a.

<D

"tl

<D

"'" '

"tl

-c E
2

Lay out awal

Fase

""<D'

(.)

<D

C l

c<D

0..

Lay out akhir


produksi dan operasi f----------------------i
Pembuatan
instruksi

Fase
IV

Ookumen Prociuk
Langkah selanjutnya

2.7 Bantuan Komputer Pada Proses Perancangan


Komputer sangat membantu proses perancangan, tetapi tidak
mengantikan perancang. Hingga hari ini belum ada program kompu
ter yang sudah dikembangkan sedemikian rupa sehinga mampu me
nerima masukan berupa syarat-syarat teknis dalam spesifikasi produk
dan secara automatic mengolahnya sehingga akhirnya memberikan
keluaran berupa produk hasil rancangan.

Fase II

Gambar 2.10. Diagram Alir Cara Merancang


VD/

38

Perancangan Prociuk

Kini terdapat banyak program paket komputer yang


digunakan untuk membantu kegiatan analisis dan kegiatan lainnya
yang dilaku kan pada langkah-langkah dalam fase proses
perancangan dan mem bantu mengautomasi teknik-teknik yang
digunakan pada proses pe rancangan. Beberapa contoh program

paket yang digunakan dalam analisis pada langkah-langkah proses


perancangan adalah:

Fase-f ase dalam Pmwc; Perancangan Produk

39

Program finite element analysis yang sangat terkenal, yaitu pro


gram yang dapat menghitung tegangan dan deformasi yang ter
jadi dalam komponen produk. Program ini juga dapat menghitung
frekuensi pribadi dan membuat model komponen produk dan
model produk.
Program yang dapat menghitung sifat-sifat komponen seperti vo
lume, berat, letak titik berat, luas setiap potongan, luas permu
kaan produk, moment inersia, dan lain-lain. Program untuk meng
hitung sifat-sifat komponen produk tersebut biasanya termasuk
dalam program permodelan geometric.
Program paket dinamik untuk mempelajari gerak komponen
produk dan produk sebagai respons akibat gaya-gaya yang
bekerja pada produk/komponen produk.
Program paket kinematik untuk mengecek kemungkinan terjadi
nya interferensi antara gerak komponen-komponen produk
Program paket untuk optimasi.

c.

Program paket membuat critical path method, yang diguna


kan dalam menyusun rencana proyek perancangan.
-ooOoo-

Program komputer ini tidak hanya dibidang analisis saja, tetapi


juga paket-paket untuk:

40

Program paket untuk menggambar atau komputer aided drafting.


Program ini menghasilkan gambar-gambar yang sangat baik dan
lengkap dengan dimensi, toleransi , dan a//owace, tanda
penger jaan permukaan, dan lain-lain.
Program paket permodelan geometrik dan permodelan solid yang
juga dapat membuat gambar-gambar teknik dua dimensi serta
dapat membuat gambar isometrik dan isometrik potongan.
Program paket untuk membuat model analitik produk dan
melaku kan simulasi pada model analitik tersebut.
Program-program paket dibidang manajemen, misalnya
a. Program paket untuk menghitung biaya pembuatan produk
b. Program paket untuk membuat matriks keputusan, dapat di
gunakan pada fase evaluasi biaya produk hasil rancangan.

Perancangan Pr0<J11k

rm<' / ow rfnlam Proses Peumcangc111 Produk

41

3
PERANAN KREATIVITAS
DALAM PERANCANGAN
PRODUK
3.1 Pendahuluan

tahankan

engingat kondisi persaingan dan pasar yang sangat di


namis saat ini perancangan produk baru adalah suatu hal
yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempereksistensinya.

Perancangan produk baru dapat ditinjau dari dua sisi:

Produk baru yang benar-benar baru (hasil inovasi)


Produk baru yang merupakan hasil modifikasi, perbaikan
maupun penyempurnaan dari produk yang sudah ada
Menurut Utterback (1971), proses inovasi dalam suatu perusa

haan terdiri dari tiga fase, yaitu:

Pembuatan Ide (idea generation )


Pemecahan Masalah (problem solving)
lmplementasi (implementation )

D,1lam konteks inovasi fase 1 dan 2 disebut dengan invention. Untuk


11Hnghasilbn invention dibutuhkan kreasi dan pengembangan ide id<'
li.tru. Kreasi dan pengembangan ide-ide baru membutuhkan kre
.1111i1 <1-;.

3.2. Kreatifitas
Kreatifitas sangat penting peranannya dalam perancangan
produk. Kreatifitas terutama dibutuhkan pada tahap informasi dan
pengembangan gagasan pada proses perancangan produk. Sebenar
nya kreatifitas merupakan suatu sikap dari individu yang kreatif. Kre
atif tidak selalu berarti baru. Kreatif adalah kemampuan berfikir beso
siasi (kemampuan menghubungkan fenomena yang telah ada), dapat
dilihat pada gambar 3.1.
Fenomena A

Seeorang yng kreatif harus mempunyai kemampuan verbal yang


ba1k, agar d1a dapat menyampaikan gagasannya dengan baik
ke pada orang lain.

Seseorang disebut kreatif jika mampu menyampaikan tahap reali


sasi (bisa berbentuk solusi, gagasan, konsep) ke lingkungan de
ngan baik.
Kemampuan individu
mengartikulasikan
iluminasi

Anasir

Fenomena B

Stres karena masalah

..,,-

Realisasi

(4)

Gambar 3.1. Penggabungan Fenomena untuk Membentuk


Fenomena Baru

Proses kreatif yang terjadi pada diri seseorang dapat dilihat


pada gambar 3.2:

Keluarnya gagasan
Latar Belakang individu:
II Pengalaman
lI Persepsi

lndividu merasa mempunyai masalah setelah kontak dengan


lingkungannya. Makanya informasi setengah berasal dari lingkungan
dan setengah pada diri individu itu sendiri. Jadi informasi yang di
peroleh tergantung pada persepsi individu. Begitu ada masalah, in
dividu merasa tegang/stress. Untuk menghilangkan ketegangan ini,
akhirnya individu mencoba melupakan masalah. Jadi pada tahap
inku

Unsur-unsur/Normal
yang ada

Gambar 3.2. Proses kreatif pada diri seseorang

basi, individu sudah melupakan masalah.


Pada suatu saat (setelah kontak dengan lingkungan lagi),
muncul cara penyelesaian masalah. Cara penyelesaian masalah ini
merupakan gagasan awal yang disebut tahap iluminasi. Kemudian
gagasan awal ini disempurnakan. Penyempurnaan gagasan awal
disebut tahap Re alisasi.

44

Perancangan Pr oduk

Ada beberapa hambatan (barrier) dalam proses kreatif, penye


babnya adalah:

Barrier Budaya

Menyangkut moral dan sistem nilai yang dianut oleh sekelompok


orang, dan penelusurannya dilakukan pada kelompok.

Barrier Emosional
Tidak bisa ditelusuri pada kelompok, tapi harus pada individu.
Misal, seseorang mempunyai obsesi, trauma. Biasanya
hambatan ini lebih sulit di atasi.

a.

Need/benefit segmentation
Studi segmentasi benefit ini dilakukan untuk mengidentifikasi
segmen-segmen pasar berdasarkan bobot kepentingan dimensi
persepsi yang dianggap penting oleh konsumen. Studi ini dapat
menghasilkan skala kuantitatif pola kebutuhan dan benefit yang
dinginkan konsumen serta segmen pasarnya. Output studi ini
adalah identifikasi dan pengukuran atas kebutuhan spesifik atau
benefit untuk tiap segmen.

b.

Problem detection studies

Beberapa pendekatan yang kreatif untuk menghasilkan konsep


produk baru
Beberapa pendekatan untuk menghasilkan ide produk baru,
dapat diklasifikasikan berdasarkan dua hal berikut ini:

Tipe pendekatan yang dilakukan, yaitu terstruktur dan tidak ter


struktur, dapat dilihat pada tabel 3.1.
ldentitas respondennya, konsumen atau expert

Jika segmentasi menyorot sisi positif dari produk yaitu benefit


yang dinginkan oleh konsumen, maka pada studi pendeteksian
masalah, hal yang disorot adalah sisi negatif dari produk terse
but, yaitu masalah-masalah yang ada pada produk saat ini. Studi
ini mendeteksi sumber ketidakpuasan konsumen terhadap suatu
produk.

Berikut beberapa pendekatan yang umum berdasarkan klasifikasi

label 3.1. Pendekatan Dalam Menghasilkan Konsep Produk


Sumber

c.

Pendekatan
Terstruktu r

Tidak Terstruktu r

Konsumen

Need/benefit segmentation
Problem detection studies
Market structure analysis/gap analysis
Product deficiency analysis

Motivation research
Focused group interviews
Consumption system
anal- ysis
Consumers complain

Expert

Problem/opportunity analysis
Morphological analysis
Growth Opportunity analysis
Analysis of competitive product
Search of patent and other

Brainstorming
Syntetics
Suggestion box
Independent investor

Market structure analysis/gap analysis

Analisis gap adalah untuk melihat bagaimana konsumen meman


dang suatu produk lainnya yang sejenis. Dari pengukuran akan
diperoleh berbagai jenis gap, yang merupakan daerah persepsi
adalah gap yang kosong dan belum ditempati oleh salah satu jenis
produk yang ada. Dengan menggambarkan peta persepsi, akan
terlihat struktur pasar dari produk-produk yang ada dipasar menu
rut pandangan konsumen. Peta persepsi ini akan memperlihatkan
gap yang ada. Untuk mendapatkan ide produk yang potensial,
maka gap yang ada harus memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Pendekatan Terstruktur Konsumen

Pendekatan terstruktur merupakan pendekatan di mana prose


dur penelitian dilakukan secara terstruktur untuk menghasilkan ide
produk baru. Cara ini dibagi atas empat studi umum sebagai berikut:

Dalam melakukan pengukuran gap, ada empat prosedur yang ha


rus dilakukan. Empat prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

46

Perancangan Pt oduk

Gap tersebut belum terisi oleh salah satu merek yang ada
Produk yang memenuhi karakteristik yang ditunjukkan oleh
gap tersebut harus mempunyai target pasar yang memadai

Peran dan Kreatlvlta. dalam Perancangan Produk

47

a)

Gap Descriptive
Gap dideskripsikan dalam bentuk atribut-atribut yang mem
bangun suatu produk yang belum ada.

b)

Gap Determinant

untuk mengembangkan atribut produk-produk. Selanjutnya


analis mereduksi atribut-atribut yang didapat atau dapat juga
dilakukan dengan teknik statistik analisis faktor. Atribut yang
telah direduksi ini kemudian digunakan sebagai dasar bagi
konsumen untuk melakukan penilaian terhadap produk yang
akan dianalisa.

Perbedaan prosedur ini dengan prosedur sebelumnya adalah


dimensi atribut-atribut yang digunakan lebih dibatasi dan gap
diperoleh jika peta posisi produk digambarkan. Atribut dapat
memiliki berbagai dimensi, akan tetapi dua dimensi yang pa
ling penting adalah:

Suatu cara yang biasa digunakan dalam penilaian ini


adalah dengan skala multi dimensional non metrik, yang
menggu nakan data kesamaan untuk menghasilkan peta
persepsi. Dalam skala multi dimensional ini, responden
diminta untuk melakukan penilaian kesamaan produk,
mulai dari skala sa ngat lama sampai sangat berbeda,
terhadap dua merek yang dibandingkan.

Atribut dapat membedakan suatu produk dengan produk


yang lain.
Penting atau tidaknya atribut tersebut bagi konsumen.

Atribut yang penting bagi pemakai dan dapat membedakan


antara suatu produk dengan produk yang lainnya disebut
atribut determinant. Atribut digambarkan pada gambar 3.3.
Tidak Membedakan

d) Gap Preferensi
Pada analisa-analisa sebelumnya, unsur preferensi yang
meru pakan kesempatan pasar untuk gap-gap yang terbentuk
belum dimasukkan. Pada analisis gap preferensi ini hasil
petanya dapat menunjukkan posisi masing-masing produk
serta posisi yang menjadi preferensi pemakai. Data
preferensi didapat dari hasil rangking konsumen terhadap
produk-produk yang ada atau atribut-atribut tertentu yang
ditunjukkan oleh peta sesuai dengan keinginan konsumen.
Hasilnya dapat diguna kan untuk membentuk kemungkinan
suatu produk yang be lum dikembangkan, akan tetapi
potensial untuk dikembang kan.

Membedakan

Kurang
Penting
Sangat

Atribut
Determinant

Penting
Gambar 3.3. Defenisi Atribut Determinant
c)

Gap Perceptual

Pada dua pengukuran gap sebelumnya, atribut ditentukan


oleh analis, sedangkan pada gap perceptual ini atribut di
tentukan oleh konsumen. Penilaian terhadap atribut-atribut
tersebut juga dilakukan oleh konsumen. Peta persepsi
pada analisis ini menggambarkan bagaimana persepsi
konsumen yang sebenarnya terhadap produk yang
bersangkutan. Untuk melakukan analisis ini, pertama-tama
dibentuk focused group

48

Perancangan Pro<fuk

d.

Product deficiency analysis

Pendekatan ini menganggap bahwa konsumen dapat


menyediakan informasi yang berguna tentang perubahan yang
mereka inginkan dari produk yang sudah ada. Pendekatan yang
paling sederhana adalah dengan menunjukkan pada konsumen
produk yang paling disukai dari produk yang sudah ada saat ini
dan menanyakan apa yang tidak mereka sukai dan apa yang
ingin mereka tambahkan

Peran dan Kreatlvltas dalam Perancangan Produk

49

pada produk tersebut. Metode ini dapat dilakukan dengan me


nyusun daftar pertanyaan dan atribut-atribut produk yang dapat
menuntun responden untuk memberi jawaban sesuai dengan in
formasi yang ingin dicari.
2.

Pendekatan Tidak Terstruktur Konsumen

Manajemen yang berorientasi pada pasar akan memiliki kecen


derungan untuk mempelajari kebutuhan dan motif konsumen serta
dari ketidakpuasan konsumen dengan produk yang ada sekarang.
Stu di untuk mempelajari hal tersebut melalui pendekatan tidak
terstruktur berbasis konsumen dapat dilakukan dengan empat tipe
studi, yaitu:
a.

Motivation Research
Motivation Research merupakan studi untuk menjelaskan tingkah
laku pasar dari konsumen. Studi ditujukan untuk menggali dasar
kebutuhan konsumen, motif kecenderungan, sensasi, pikiran, dan
emosi. lnformasi tersebut dapat digunakan untuk mencari bentuk
produk atau jasa yang dinginkan konsumen. Masalah yang timbul
dari pendekatan riset ini adalah kesulitan untuk menterjemahkan
kebutuhan dan motif tersebut ke dalam ide produk yang spesifik.
Studi motivation research ini dapat dilakukan dengan wawancara
untuk mengidentifikasi kebutuhan dan motif konsumen. Cara lain
untuk studi ini adalah dengan pengujian psikologis secara klinis.
Cara yang digunakan tergantung dari kebijaksanaan perusahaan
dan produk yang dihasilkan perusahaan.

b.

Focused Group Interviews


Dengan pendekatan focused group interviews ini memungkin
kan seorang peneliti untuk menggali kebutuhan dasar konsumen
secara personal sehingga dapat diketahui motif, kecenderungan
pikiran dan emosi responden dari sekelompok orang yang telah
ditentukan. Hasil evaluasi dari sistem FGI ini sangat bergantung
pada orientasi psikologis dan filosofi pengamat. Dengan demikian
analis yang berperan sebagai pengarah diskusi harus memper-

siapkan dengan baik supaya diskusi berjalan dengan efektif dan


efisien.
c.

Consumption System Analysis


Suatu hal penting dalam penggalian sumber ide pengembangan
produk adalah pola konsumsi konsumen. Untuk mengembangkan
suatu produk baru dengan kategori tertentu perlu diperhatikan
bagaimana kebiasaan konsumen dalam menggunakan produk
produk kategori yang bersangkutan. Perlu juga diperhatikan apa
yang menjadi permasaahan yang sering timbul dalam penggu
naan aspek-aspek lain sehubungan dengan kategori produk yang
bersangkutan. Hasil yang diharapkan dari analisis ini adalah
kelemahan-kelemahan dari produk yang telah ada dan bentuk
serta karakteristik produk yang dinginkan oleh konsumen.

d. Consumer Complaints
Dari keluhan konsumen dapat dideteksi karakteristik-karakteri stik
produk yang perlu diperbaiki guna dijadikan dasar untuk pengem
bangan produk baru. Cara ini jarang dilakukan secara sistematis
oleh banyak perusahaan. Hal itu disebabkan karena tidak adanya
komunikasi yang baik antara bagian yang langsung melayani kon
sumen dengan bagian pengembangan produk.

3.3 Metode Pembangkitan Ide


A. Brainstorming
Metode pembangkitan ide yang paling dikenal luas adalah
brainstorming. Brainstorming merupakan sebuah metode yang digu
nakan untuk membangkitkan sejumlah besar ide-ide yang kebanyakan
dari ide-ide tersebut akan dibuang. Tetapi mungkin ada beberapa ide
yang telah dikenali sebagai suatu kemajuan yang berharga dan akan
dipilih. Brainstorming ini biasanya terbentuk dari sebuah kelompok
yang terdiri dari 4-8 orang.

Peron dan Kreatlvltas dalam Perancangan Produk

50

Perancangan Produk

51

Kegiatan yang dilakukan selama brainstorming, yaitu:


Kelompok yang dipilih untuk sebuah brainstorming atau pe ngumpulan
ide-ide, harus terdiri dari beragam spesifikasi. Anggota kelompok bukan
hanya harus ahli atau dikenali oleh pimpinannya dalam suatu
permasalahan, tetapi harus mencakup berbagai keahli an meskipun
mereka orang awam. Jika mereka memiliki beberapa rasa kejiwaan yang
dekat terhadap suatu permasalahan, mereka dapat ikut sebagai kelompok
brainstorming. Kelompok brainstorming tidak bersifat hirarki walaupun
seseorang dibutuhkan untuk mengambil kepemimpinan organisasi. Peranan
seorang pemimpin pada suatu ke lompok brainstorming adalah untuk
memastikan formasi metode itu diikuti dan tidak hanya sekedar dibicarakan
dimeja diskusi. Tugas uta ma yang penting adalah untuk memformulasikan
pernyataan masalah yang digunakan sebagai point awal. Misalnya jika
masalah terlalu me nyimpang maka ide-ide dari rapat itu dapat dibatasi,
atau mungkin bila masalah yang dihadapi samar-samar maka dapat
digunakan untuk menyamakan ide yang samar tersebut dan mungkin
merupakan hal
yang tidak praktis.

Brainstorming bertujuan untuk menstimulasikan sekelompok orang


untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan dengan cepat. Orang terlibat
langsung dan tidak homogen mengenai persoalan aturan, yaitu:
Kelompok haruslah bersifat non-hirarkial Pemimpin
kelompok berperan sebagai fasilitator
Kelompok diharapkan menghasilkan sebanyak-banyaknya jumlah
gagasan
Tidak dibenarkan memberikan kritik terhadap gagasan
Gagasan kelihatan 'aneh' tetap diterima
Usahakan semua gagasan dinyatakan secara singkat
Suasana selama brainstorming berlangsung relaks dan bebas Kegiatan
brainstorming sebaiknya dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 20
sampai 30 menit

Membentuk kelompok dan menetapkan pimpinan Menginformasikan


aturan-aturan dalam brainstorming
Pemimpin kelompok melontarkan pernyataan permasalahan awal
Masing-masing anggota diberi waktu tenang beberapa menit un tuk
menggali gagasannya
Setiap anggota diminta menuliskan gagasannya pada kartu-kartu
tersendiri
Antar anggota kelompok saling bertukar kartu satu sama lain Berikan
waktu istirahat sejenak agar masing-masing anggota me miiiki
kesempatan untuk berefleksi dan mencari gagasan-gagasan nya baru
mengacu pada gagasan rekannya kemudian dituliskan dalam bentuk
kartu yang baru.
Kumpulkan kartu-kartu dan setelah periode tertentu dilakukan
evaluasi.

Brainstorming merupakan metode untuk menghasilkan sejumlah besar


ide, di mana sebagian ide tersebut dapat dibuang. Hal tersebut secara
normal dipimpin sebagai group kecil sekitar 4 hingga 8 orang. Tugas utama
pimpinannya adalah untuk memformulasikan pernyataan rnasalah yang
digunakan sebagai point permulaan. Jika masalah di nyatakan terlalu
sempit, batasan ide dari sesion bisa jadi terbatas.
Sebagai tanggapan terhadap pernyataan masalah, pada awal nya
anggota kelompok diminta untuk menghabiskan beberapa menit dalam
keheningan - menuliskan ide pertama yang masuk ke pemikir an mereka.
Akan Lebih baik apabila tiap anggota memiliki kartu-kartu catatan kecil
untuk menuliskan ide-ide yang timbul dalam pemikiran mereka, di mana
ide tersebut harus diekspresikan dengan ringkas dan ditulis tiap kartu.
Yang berikutnya dan yang utama, bagian sesion untuk setiap
anggota kelompok untuk membacakan satu dari ide mereka. Peraturan yang
paling penting disini adalah " tidak diperbolehkan adanya kecam
,in" dari anggota lain kelompok tersebut. Tanggapan biasa terhadap
Peran dan Kreat lvl tn dalam Perancangan Produk

52

Perancangnn Pt oduk

53

ide yang tidak konvensional, seperti "itu bodoh"atau"itu tidak akan


berhasil" akan membunuh spontanitas dan kreativitas. Pada tahap ini
kemungkinan yang terjadi atau ide yang sebaliknya tidaklah penting
beserta evaluasi dan seleksi akan datang belakangan.
Yang harus dilakukan tiap anggota kelompok dalam menjawab setiap
ide semua orang adalah mencoba membangunnya, membawa nya setahap
lebih maju untuk menggunakannya sebagai stimulus untuk ide-ide yang lain
atau menggabungkannya dengan ide-ide me reka. Untuk alasan itu, harus
ada rangkuman yang singkat setelah tiap ide dibacakan, membiarkan
sejenak waktu untuk refleksi pemikiran dan untuk menuliskan ide-ide baru
yang lebih jauh. Namun sesion kelompok seharusnya tidak lebih dari 20-30
menit, atau seharusnya diselesaikan saat tidak ada lagi ide yang datang.
Pemimpin kemudi an mengumpulkan semua kartu dan menghabiskan
waktu yang ter pisah untuk mengevaluasi ide-ide tersebut. Bantuan yang
berguna untuk evaluasi ini adalah mengklasifikasi ide-ide yang lebih jauh
atau menandakan tipe utama dari ide yang muncul. Jika area solusi prin
sipil dan satu atau dua ide baru dihasilkan dari sesion pengilhaman maka
hal itu sangat bermanfaat.

B. Synektis
Pemikiran Kreatif sering menggambarkan pada pemikiran analo gis
untuk melihat hubungan paralel antar topik yang tidak sama.
Penggunaan pemikiran analogis telah disusun dalam sebuah
metode desain yang kreatif yang diketahui sebagai "synektis". Synek tis
merupakan kelompok aktivitas di mana kupasan yang disingkirkan dan
anggota kelompok mencoba untuk membangun, menggabungkan dan
mengembangkan ide-ide melalui solusi yang kreatif pada kumpul an masalah
yang berbeda dan kelompok mencoba untuk bekerja se cara kolektif melalui
solusi tertentu. Dalam session synektis kelompok menggunakan tipe tertentu
dari analogis yang terdiri dari:
1. Analogi langsung: hal ini sering dijumpai dengan mencari solusi
biologis terhadap masalah yang sama.
54

2. Analogi Personal: Anggota-anggota team menggambarkan apa yang akan


mungkin di dalam menggunakan sesuatu yang disu kai menjadi suatu
unit suspensi motor car, bagaimana ini dapat beroperasi jika
membuatnya menjadi sistem komputerisasi?
3. Analogi simbolik: Dalam hal ini menggunakan puisi metafora dan
kiasan yang berhubungan dengan aspek yang lain. Misalnya,
"friendlines" dari sebuah komputer, " head" dan "claw" dari palu, "tree"
dari tujuan, pola kunci yunani dari tampilan perumahan.
4. Analogi fantasi: hal ini tidak mungkin dicapai di dalam beberapa cara
magical. Misalnya, apa yang secara nyata kita inginkan se perti sistem
penjaga pintu.

Session synektik mulai dengan masalah seperti pertanyaan yang


diberikan kemudian digambarkan oleh klien atau management per usahaan.
Analogi tersebut kemudian membuat suatu tindakan yang membantu untuk
mengambil keputusaan. Peranan ini adalah untuk statu konseptualisasi dari
masalah seperti yang dipahami faktor atau unsur kunci masalah yang
diputuskan, atau barangkali reformulasi ma salah yang lengkap. Analogi
tersebut dipergunakan untuk membuka hubungan perkembangan yang
dianggap kuat dan secara imaginatif oJeh kelompok tersebut.

Brainstorming sudah lama dikenal sebagai teknik untuk men


dapatkan ide-ide kreatif sebanyak mungkin dalam kelompok. Bagi yang
belum mengenal brainstorming, teknik ini didasarkan atas empat syarat.
Kelompok yang mengikuti brainstorming harus:
1.
2.
3.
4.

Menghasilkan ide-ide sebanyak mungkin


Menghasilkan ide-ide yang segila mungkin
Membangun ide dari ide-ide sebelumnya
Menghindari penilaian atas ide-ide yang dihasilkan

Kelihatannya cara seperti ini memang bisa menghasilkan ide lebih


banyak dibanding harus menghasilkan ide sendirian. Dalam buku yang
terkenal, Applied Imagination karangan Alex Osborn,

Perancangan Produk
Peran dan Kreat ivit as dalam Perancangan Produk

55

teknik brainstorming dikatakan mampu membuat individu menghasil kan ide


dua kali lebih banyak dibanding bila bekerja sendirian.
Beberapa percobaan dilakukan untuk menguji kesimpulan Os born
tersebut. Tahun 1958, setahun setelah buku Osborn tersebut diterbitkan,
sebuah penelitian membuktikan bahwa kesimpulan Os born ternyata salah!

Percobaan lain yang dilakukan tahun 1987 oleh Michael Diehl dan Wolfgang
Stroebe dari Tubingen University di Jer man menghasilkan kesimpulan
serupa.
lde-ide yang dihasilkan brainstorming ternyata tidak mampu
mengalahkan jumlah ide-ide yang dihasilkan oleh ide-ide yang di
kumpulkan masing-masing anggota kelompok setelah mereka diminta
bekerja sendirian.

Brainstorming merupakan sebuah metode yang digunakan un tuk


memebangkitkan sejumlah besar ide-ide yang kebanyakan dari ide-ide
tersebut akan hilang. Tetapi mungkin ada beberapa ide yang telah dikenali
sebagai suatu kemajuan yang berharga dan akan dipilih.
Brainstorming merupakan metode yang paling terkenal yang sering
digunakan

untuk

memecahkan

suatu

masalah

tertentu

atau

dalam

merancang suatu produk. Pada umunya anggota kelompok brainstorming

Menurut Diehl dan Stroebe mengakui adanya pengaruh kedua


ker:1ungkinan tersebut, walau tidak signifikan. Menurut mereka, yang paling.
berperan adalah fenomena ketiga. Kelel31han brainstorming yang tr dak
dimiliki oleh kerja sendirian adalah kemampuannya meng gabungkan ide
dari beberapa individu. Karena itu yang harus dipikir kan adalah bagaimana
memanfaatkan kelebihan tersebut sambil me ngurangi kelemahannya.

3.3.1 Contoh Sepeda Mini


Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan brain storming
adalah sebagai berikut:

a.

Pembentukan Kelompok
Untuk tugas perancangan produk pada mata kuliah Rancangan Tek ik
ndustri 1, mahasiswa Teknik lndustri stambuk 2006 dibagi men1ad1 8

terdiri dari 4-8 orang. Kelompok dipilih untuk sebuah brainstorming atau
pengumpulan ide-ide, harus terdiri dari beragam spesifikasi. Bukan harus
seorang ahli atau orang yang dikenal pada perusahaan tersebut, tapi juga
orang awam jika mereka merasa me miliki rasa kejiwaan yang dekat
terhadap suatu permasalahan terse but. Ditekankan disini bahwa pemimpin

kelompok setiap kelasnya. Kelompok II yang dibentuk pada saat


pemberian tugas ini terdiri dari:
1.
2.

Noni
Rita
3. Tanty

dalam brainstorming ini ha rus benar-benar adil dan bijaksana serta tidak
bersifat hierarki. peran seorang pemimpin dari sutu kelompok adalah untuk
memastikan for masi metode itu diikuti dan tidak hanya sekedar dibicarakan
di meja diskusi. Terutama, memformulasikan pernyataan masalah yang digu

4. Cut
5. Daniel
Masing-masing anggota kelompok ini harus saling bekerja sama dalam
menyelesaikan tugas perancangan produk yang diberikan oleh dosen.

nakan sebagai point awal.

b. Penyampaian lnformasi

56

Sete.lah kelmpok dibentuk dan mahasiswa mengetahui rekannya


masrng-masrng, dosen menyampaikan informasi tentang produk yang
akan dirancang. Dan produk yang akan dirancang kelompok 11 adalah
sepeda mini yang biasa digunakan oleh anak-anak ber usia 6-15 tahun.

Perancangan Produk

SPiain sepeda mini, ada pula sepeda becak untuk anak balita dan
s<'p<'d<l b<1lap untuk orang dewasa yang akan dirancang oleh kePeran dan Kreat tvl tas dalam Perancangan Produk

57
lompok lainnya. Selain itu, disampaikan pula langkah-langkah awal yang
harus dilaksanakan dalam menyelesaikan tugas peran cangan produk
tersebut.

c.

Penentuan Pemimpin

Setelah informasi disampaikan, mahasiswa duduk bersama ang gota


kelompoknya masing-masing. Kemudian mahasiswa di arahkan untuk
menentukan pemimpin untuk setiap kelompok. Pemimpin kelompok II
adalah Noni. Dialah yang akan menjadi fasilitator dalam setiap diskusi
dan orang yang bertanggung jawab dalam memimpin setiap kegiatan
yang akan dilakukan dalam pe

anggota kelompok harus menuliskan semua ide yang dimiliki nya ke


dalam kertas berwarna yang telah disediakan sebelumnya. Waktu yang
diberikan berkisar 20 sampai 30 menit. lde-ide yang disampaikan
disertai dengan gambar sketsa dan spesifikasi agar dapat lebih mudah
dimengerti.

nyelesaian tugas ini.

d.

Penyampaian Aturan-Aturan dalam Brainstorming


Selanjutnya langkah yang paling awal dalam tugas perancang an
produk ini adalah melakukan brainstorming, yaitu metode yang bertujuan
untuk menstimulasi sekelompok orang untuk menghasilkan sejumlah
besar gagasan dengan cepat. Sebelum brainstorming dilaksanakan,
disampaikan terlebih dahulu aturan
aturannya, yaitu:

e.

1.
2.
3.

Kelompok haruslah bersifat non-hirarkial


Pemimpin kelompok berperan sebagai fasilitator
Kelompok diharapkan menghasilkan sebanyak-banyaknya jumlah

4.
5.
6.
7.
8.

gagasan
Tidak dibenarkan memberikan kritik terhadap gagasan
Gagasan yang tidak rasional tetap diterima
Semua gagasan sebaiknya dinyatakan secara singkat
Suasana selama brainstorming berlangsung relaks dan bebas
Kegiatan brainstorming sebaiknya dilakukan dalam waktu ti dak
lebih dari 20 sampai 30 menit

Kegiatan Brainstorming

f.

Pertukaran Hasii Ide


Setelah setiap anggota selesai menuliskan ide-idenya, kertas ber warna
yang berisikan ide tersebut ditukarkan kepada anggota ke lompok yang
lain untuk diberikan tanggapan. Perlu diingat bahwa tanggapan yang
diberikan tidak boleh berbentuk kritikan. Demiki an seterusnya sampai
semua anggota memberikan tanggapannya masing-masi ng untuk ide
setiap anggota.

Setelah hasil brainstorming selesai dibuat, setiap kelompok berkum pul


untuk mendiskusikan hasil akhir rancangan produk yang akan di pilih,
apakah produk tersebut berasal dari satu anggota atau merupa kan
gabungan dari beberapa ide yang dianggap paling baik.
lde-ide brainstorming dari kelompok II dapat dilihat pada uraian berikut:

1.' Noni
Ide brainstorming Noni dapat
dilihat pada gam bar 3.4.

Setelah mahasiswa mengetahui semua aturan-aturan dalam brain


storming, kegiatan brainstorming pun dimulai. Masing-masing

58

Perancangan Produk

Gambar 3.4. Ide Brainstorming Noni


Sepeda memiliki keranjang bagian depan.
Tempat duduk bagian belakang terbuat dari busa yang lem but,
demikian pula dengan bagian depan.
Peran d<Jn Kreativttas d<Jl<Jm Perancangan Produk

59

Ada lam pu d i bawah keran jang.


U ku ran roda yang tidak terlal u besar agar anak-anak bisa me- nai ki nya.
Kerangka sepeda d ibuat dari besi dan pegangan stang d ibuat

dari karet atau plastik. Ada bel


sepeda.
Spesifikasi d isesuai kan dengan uku ran tu bu h anak-anak yang
berusia 6-10 tah un.
Pijakan pedal terbuat dari besi.

Tidak memil i ki sud ut Jari-jari


d ilapisi plastik
Stang dan palang d ilapisi busa Keranjang di
depan
Lampu d i bagian depan Klakson d i
sebelah kanan

Tanggapan dari Rita


Bahan seharusnya tidak dari besi karena mudah terjad i korosi. Kusi
dibuat sandaran.
Tanggapan dari Tanty

Tanggapan dari Tanty

Bel u m ada peri ncian mengenai cagak sepeda.

Desai n anda sudah bagus Tanggapan

Tanggapan dari Cut


Rangka sepeda sebaiknya d iberi tahanan dari as roda be lakang.
Tangapan dari Daniel.
Bangku dibuat sandaran.
Rantai sebaiknya d iberi pel ind ung dari besi atau plasti k.
2.

dari Cut
Stang sepeda sebaiknya bengkon, tidak lurus
Tanggapan dari Daniel
Bisa digunakan dynamo sepeda Rem dibuat
dari plastik

Rita

Tanggapan dari Non i

Ide brainstorming Rita dapat di


lihat pada gam bar 3.5.

Sebaiknya dipasang lampu Memiliki


hiasan seperti bel
3.

Tanty
Ide brainstorming Tanty dapat
dilihat pada gam bar 3.6

Gambar 3.5. Ide Brainstorming Rita

60

Perancan9m 1 Produk

Gambar 3.6. Ide Brainstorming Tanty


Peran dan Kreatlvltas dalam Perancangan Produk

rangka dari besi ban karet biasa


ada keranjang

61

pegangan dari karet


ada bangku belakang
lingkar alloy
keranjang plastik
bangku karet busa
Tanggapan dari Noni
Bangku dapat dibuat sandaran
Sepeda sebaiknya ditambah rem
Rantai sebaiknya diberi pelindung dari plastik

Lingkaran roda biasa dengan jari-jari 1O cm


Dipasang rem depan dan belakang
Dipasang boncengan yang dapat dilepas bila perlu
Aksesoris berupa gambar
Cagak 2
Bagian depan ada keranjang

Tanggapan dari Tanty


Rantai diberi pelindung dari plastik
Tanggapan dari Rita
Rem dibuat dari plastik
Tanggapan dari Daniel
Bangku dapat dibuat sandaran

4.

Tanggapan dari Noni


Sebaiknya rantai diberi pelindung dari plastik
Tanggapan dari Rita
Sebaiknya diberi perincian bahan
Tanggapan dari Tanty

Cut
Ide brainstorming Cut
dapat dilihat pada gam
bar 3.7.

Sebaiknya diberi tambahan bel


Tanggapan dari Daniel
Jari-jari roda lebih baik diperbesar

5.

Daniel
.Ide
brainstorming Daniel

dapat dilihat pada gam bar


3.8.

Gambar 3.7. Ide Brainstorming Cut

62

Perancangcm Produk

Gambar 3.8. Ide Brainstorming Daniel

Peran dan Kreatlvttas dalam Perancangan Produk

63

Pedal d ibuat sesuai dengan antropometri tubuh anak


Lam pu sepeda hanya sebagai hiasan, jad i tidak terlal u besar Di beri
keranjang pada bagian depan
Di beri klakson yang menarik

Tampak atas

Tanggapan dari Cut


Cagak seharusnya cagak 2
Tanggapan dari Tanty
Li ngkar d ibuat dari alloy Rantai d i
beri pel i nd ung
Tanggapan dari Rita
Kerangka sebaiknya d ibuat dari besi
Lam pu tidak hanya sebagai hiasan, tapi juga penerangan Tanggapan

Gambar 3.10. Hasil Brainstorming Tampak Atas


Tampak sampi ng

dari Non i
Stang dibuat l urus agar mudah dikendalikan

3.3.2. Hasil Akhir Brainstorming


Hasil akhi r brainstorming yang dipilih, dapat d i l ihat pada gam bar
3.9. Tampak depan, tam pak atas gambar 3.10, dan tam pak sam ping gambar
3.11.

Gambar 3.11. Hasil Brainstorming Tampak Samping

Gambar 3.9. Hasil Akhir Brainstorming Tampak Depan

64

Perancan9a11 Produk

Tinggi tem pat dud uk bagian depan dan stang dapat d iatu r
(f/eksibe/) dengan menggesern ya ke atas atau ke bawah Ti nggi tem
pat dud uk berkisar 45 cm
J a ri-jari roda 25 cm
Lam pu yang d ipasang d i depan menggu nakan energi baterai

Peran dan Kreat ivi tas dalam Perancangan Produk

65

Stang terbuat dari bahan besi dengan diameter + 2.5 cm de ngan


tinggi 60 cm
Pegangan stang terbuat dari busa
Rem dan bel terbuat dari bahan besi
Keranjang terbuat dari plastik
sepeda terbuat dari besi dengan warna yang cerah

Kerangka

untuk menarik perhatian pemakai


Tempat duduk baik depan maupun belakang terbuat dari busa Pedal

ANALISA ATRIBUT PRODUK

sepeda berbentuk persegi


Stang sepeda berbentuk melengkung
-ooOoo-

4.1 Pembuatan Kuisioner


uisioner merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti
laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia
k
ada penelitian survey, penggunaan kuisioner merupakan hal yang
sangat pokok dalam pengumpulan data. Tujuan pokok pembuat an kuisioner
adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survey
dengan cara mengisi pertanyaan yang diajukan oleh peneliti terhadap
responden yang dipilih. Syarat pengisian kuisioner adalah pertanyaan harus
jelas dan mengarah ke tujuan penelitian.
Ada empat komponen inti dari sebuah kuisioner, yaitu:
1. Adanya subjek, yaitu individu atau lembaga yang melaksanakan
penelitian.
2. Adanya ajakan, yaitu permohonan dari peneliti untuk turut serta
mengisi secara aktif dan objektif pertanyaan maupun pernyataan yang
tersedia.
3. Adanya petunjuk pengisian kuisioner, di mana petunjuk yang tersedia
harus mudah dimengerti.

66

Perancang<m Produk

L
4. Adanya pertanyaan maupun pernyataan heserta tempat mc>ngisi
jawaban, baik secara tertutup, semi tertutup, ataupun terbuka.
Dalam membuat pertanyaan ini juga disertakan dengan isian un tuk
identitas responden.
Kuisioner dapat dibedakan berdasarkan:
Berdasarkan cara menjawab
Kuisioner terbuka, yang memberikan kesempatan
kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya
sendiri tampa dibatasi oleh apapun.
Kuisioner tertutup, yang telah disediakan jawabannya se
hingga responden hanya tinggal memilih sesuai pilihan
yang ada.
b. Berdasarkan jawaban yang diberikan
Kuisioner Langsung, yaitu responden menjawab tentang
dirinya atau memberikan informasi mengenai perihal
pribadi.
Kuisioner Tidak Langsung,yaitu jika responden memberi
kan respon tentang perihal orang lain.
c. Berdasarkan bentuknya
Kuisioner Pilihan Ganda,yaitu sama seperti kuisioner ter
tutup, di mana terdapat pilihan jawaban.
Kuisioner isian, yaitu sama seperti kuisioner terbuka,
ber bentuk essay.
Check List, yaitu sebuah daftar di mana responden
tinggal membubuhkan tanda check (../) pada kolom yang
sesuai. Rating Scale, yaitu sebuah pernyataan diikuti
oleh kolom kolom yang menunjukkan tingkatantingkatan, misalnya: mulai dari sangat setuju hingga
sangat tidak setuju.

4.

Kelemahan menggunakan kuisioner:


1 . Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga adanya pertanyaan yang terlewati tidak dijawab
2. Validitas sulit diperoleh
3. Terkadang responden menjawab secara tidak jujur
4. Sering tidak dikembalikan
5. Waktu pengembalian tidak sama, bahkan kadang-kadang ada
yang terlalu lama, sehingga menghambat proses pengolahan
data lebih lanjut.

a.

Keuntungan menggunakan kuisioner:

Da pat dijaw.11> oll'h responden menurut kecepatannya ma


sing-masing d<m menurut waktu senggang responden.
Dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua responden
dapat diberi pertanyaan yang benar dan sama.

4.2 Skala Penilaian


Tujuan dari skala penilaian ini adalah untuk mengetahui karak
teristik sesuatu hal berdasarkan suatu ukuran tertentu, sehingga dapat
membedakan, menggolongkan, bahkan mengurutkan karakteristik
tersebut.
Skala pengukuran ini diklasifikasikan berdasarkan empat karak
teristik sistem bilangan, yaitu:

2.

1. Skala nominal, skala ini hanya sekedar membedakan suatu ka


tegori dengan kategori lainnya dari suatu variable. Angka-angka
yang diberikan kepada objek merupakan label dan tidak
diasumsi kan adanya tingkatan antara satu kategori dengan
kategori lainnya dari satu variabel.
Skala ordinal, skala yang bertujuan untuk membedakan antara
kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi bahwa ada
urutan atau tingkatan skala. Angka-angka ordinal lebih menunjuk
kan urutan peringkat.

1. Tidak memerlukan hadirnya peneliti


2. Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden
Analisa Atribut Produk

68

Perancangan Produk

69

3.

4.

5.

Skala interval adalah skala suatu variabel yang selain dibedakan,


dan mempunyai tingkatan, juga diasumsikan mempunyai jarak
yang pasti antara satu kategori yang lain dalam satu variabel.
Skala rasio adalah skala suatu variabel yang mempunyai tingkat
serta jarak antara satu nilai dengan nilai yang lain, juga diasum
sikan bahwa setiap nilai variabel diukur dari suatu keadaan atau
titik yang sama. Angka-angka pada skala menunjukkan besaran
sesungguhnya dari sifat yang kita ukur.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan per
sepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan men
jadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan se
bagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat
berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instru
men yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari
sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata
antara lain: Sangat Penting (SP), Penting (P), Ragu-ragu (R), Tidak
Penting (TP), Sangat Tidak Penting (STP).

Inslrurnt>n ptnPI iii,m yang mPnggunakan skala Likert dapat dibuat dalarn
bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
Keuntungan skala Likert adalah:

4.3 Reliabilitas Alat Ukur


Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukur an.
Pengukuran memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu
memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliable), Reliabilitas merupakan
salah satu ciri atau karakter utama instrument pengukuran yang baik.
Kadang-kadang reliabilitas disebut juga sebagai keterper cayaan,
keterandalan, konsistensi, kestabilan, dan sebagainya. Namun ide pokok
dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil peng ukuran dapat
dipercaya, artinya sejauh mana skor hasil pengukuran terbebas dari
galat pengukuran (measurement error).

Untuk penilaian ekspektasi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi


skor, misalnya:
a.
b.

c.
d.
e.

Sangat Penting (SP): 5


Penting (P): 4
Ragu-ragu (R): 3
Tidak Penting (TP): 2
Sangat Tidak Penting (STP): 1

Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empiris ditunjukkan oleh


suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Walaupun secara teori tis
besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0.00-1 .00; akan tetapi
pada kenyataannya koefisien sebesar 1.00 tidak pernah dicapai dalam
pengukuran, karena manusia sebagai subjek pengukuran psikologis
merupakan sumber error yang potensial. Sementara itu, koefisien yang
besarnya kurang dari 0.00-, tidak ada artinya karena interpretasi reli
abilitas selalu mengacu kepada koefisien yang positif.

Untuk penilaian persepsi pelanggan, maka jawaban itu dapat di beri


skor, misalnya:
a.
b.

c.
d.
e.

70

Mudah dibuat dan diterapkan


Terdapat kebebasan dalam memasukkan pertanyaan-per
tanyaan, asalkan masih sesuai dengan konteks permasalahan.
Jawaban suatu item dapat berupa alternatif, sehingga infor
masi mengenai item tersebut diperjelas.
Reliabilitas pengukuran bisa diperoleh dengan jumlah item
tersebut diperjelas.

Sangat Baik (SB): 5


Baik (B): 4
Ragu-ragu (R): 3
Tidak Baik (TB): 2
Sangat Tidak Baik (STB): 1

Metode-metode perhitungan reliabilitas dapat dikelompokkan


berdasarkan sumber-sumber galat pengukuran sebagai berikut:
Perancangan Produk

l
.l

'
Analisa Atribut Produk

71

di rn.ma:

1 . Test Retest Reliabilit y


Metode perhitungan reliabilitas yang paling baik digunakan untuk
mengetahui sumber-sumber galat yang berkaitan dengan waktu.
Metode ini digunakan untuk mengevaluasi galat yang dikaitkan
dengan pengadministrasian suatu tes pada dua waktu yang ber
beda, yang dilakukan dengan cara mengadministrasikan suatu tes
dengan dua kesempatan yang berbeda dan kemudian mengkore
lasikan skor-skor hasil dari kedua pengadministrasian tersebut.
2.

jumlah butir pertanyaan


= varians butir pertanyaan
= varians total butir pertanyaan
=

Kemudian untuk mendapatkan hasil varians tiap butir pertanyaan


dapat menggunakan rumus:

' (LX' -

Parallel Forms Reliabilit y

Internal Consistency
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi
sumber-sumber yang bervariasi dari suatu alat tes yang tunggal.
Salah satunya adalah dengan mengevaluasi internal consistency
suatu tes dengan membagi tes tersebut ke dalam komponenkom ponen
Reliabilitas dapat diperoleh dengan menggunakan rumus Alpha
Cronbach, yaitu:

cr

N-1

4.4 Validitas Alat Ukur


Menurut American Ps ychological Association (1985), ada tiga
tipe validitas, yaitu:

1 . Content Validity adalah satu-satunya tipe validitas yang menggu


nakan pembuktian secara logika dan bukan secara statistik. Suatu
pengukuran dikat<lkan memiliki content validity apabila pengu
kuran tersebut memberikan gambaran yang memadai mengenai
domain konseptual yang dirancang untuk alat ukur tersebut.
2. Criterion-Related Validity, berkaitan dengan relasi hasil suatu alat
tes dengan kriteria yang telah ditentukan. Ada dua tipe criterion
related validit y, yaitu:
a.

b.

Concurrent Validity yang menunjukkan hubungan antara ha


sil pengukuran dengan keadaan yang sekarang.
Predivtive Validity yang menunjukkan pada apa kiranya dapat
terjadi pada waktu yang akan datang.

Hubungan antara suatu pengukuran dengan suatu kriteria biasa


nya digambarkan dengan nilai korelasi, yang disebut koefisien
validitas.

Analisa Atribut Produk


72

x)'J

= ------

Metode ini merupakan metode perhitungan reliabilitas yang di


gunakan untuk mengevaluasi galat yang dikaitkan dengan peng
gunaan item-item tertentu. Jadi metode ini digunakan untuk mem
bandingkan dua tes yang ekivalen, yaitu dua bentuk tes yang
dikonstruksi berdasarkan aturan-aturan yang sama tetapi kedua
bentuk tersebut mempunyai item-item yang berbeda. Metode ini
digunakan karena tes yang dikonstruksi dengan cara yang sama
seharusnya mengukur aspek yang sama, dan metode ini
dilakukan dengan cara mengadministrasi dua bentuk res yang
paralel terha dap sekelompok subjek yang sama pada hari yang
sama.

3.

Bb
a2 b
a2 t

Perancangan Produk

73

3. Construct Validity adalah metode validitas yJng digunakan untuk


melihat hubungan antara hasil pengukuran suatu alat tes dengdn
konsep teoritik yang dimilikinya. Jadi construct validit y menyang
kut masalah theoretical construct yang menjadi dalam penyusun
an tes tersebut.
Pengujian validitas dapat menggunakan persamaan korelasi
Prod
uct M oment, dengan rumus adalah sebagai berikut:

r_

.i.

n(2: XY )-(2: X 2: Y )

- [nz:x -(z:x)2)[n2: Y -(2: Y) ]


2

4.5 Teknik Sampling


Untuk tahap pengumpulan data suatu penelitian, diperlukan
proses sampling terhadap data yang dibutuhkan. Terdapat dua metode
teknik sampling yang umum digunakan dalam suatu penelitian yaitu:
metode probabilistik dan metode non probabilistik.
Dalam suatu survei, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua
individu dalam populasi, karena di samping memerlukan biaya yang
sangat besar juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan meneliti
sebagian dari populasi, kita mengharapkan bahwa hasil yang didapat
akan dapat menggambarkan sifat populasi yang bersangkutan. Untuk
dapat mencapai tujuan ini, maka cara-cara pengambilan sampel harus
memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sebuah sampel harus dipilih sedemikian rupa sehingga setiap
satuan elementer mempunyai kesempatan dan peluang yang sama
un tuk dipilih dan besarnya peluang itu tidak boleh sama dengan nol.
Di samping itu, pengambilan sampel yang secara acak (random)
haruslah menggunakan metode yang tepat sesuai dengan ciri-ciri
populasi dan tujuan penelitian.

74

4.5.1. Non probabilit y Sampling

Perancangan Produk

Convinience Sampling
Pengambilan sampel dengan cara ini yaitu dengan cara mengam
bil anggota populasi yang dianggap sudah mewakili populasi,
misalnya akan dilakukan penelitian terhadap mahasiswa tingkat
persiapan yang memiliki bubuk A. Disini akan diambil sampel
dengan cara menutup mata dan kita panggil mahasiswa yang
akan ditanyai.

b. judgement Sampling
Untuk pengambilan sampel dengan cara ini diperlukan tenaga
ahli yang akan menentukan anggota populasi yang akan menjadi
anggota sampel. Misalnya akan diadakan penelitian tentang pe
nerimaan masyarakat terhadap suatu jenis kosmetika. Para ahli
biasanya mengambil segolongan orang yang selalu memakai kos
metika, jadi tidak seluruh penduduk kota akan diambil sebagai
pilihan.
c.

Quota Sampling
Pada quota sampling, sampel yang diambil adalah sekelompok
anggota populasi yang mempunyai karakteristik yang sama, mi
salnya akan dilakukan penelitian tentang masalah Keluarga
Beren cana (KB), maka dilakukan pengelompokan golongan
penduduk, misalnya penduduk suku Batak, Aceh, Minang, dan
sebagainya. Dari tiap golongan diambil dengan cara sebanding
dari jumlah keseluruhan.

d. Snowball Sampling
Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula
mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. lbarat bola salju
yang menggelinding yang lama-lama menjadi membesar. Dalam
penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang,
kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya yang
dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel se
makin banyak, dapat dilihat pada gambar 4.1 .
Analisa Atribut Produk

75

Diambil secara random

Gambar 4.2. Simple Random Sampling


b.

Gambar 4.1. Snowball Sampling

e. Systematic Sampling
Systematic Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasar
kan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
Misalnya anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya
anggota populasi dari anggota populasi y;:ing telah diberi nomor
urut. Misalnya anggota populasi yang Lerdiri dari 100 orang. Dari
semua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai de
ngan nomor 100. Pengarnbilan sampel dapat dilakukan dengan
nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan ter
tentu, isalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk ini maka yang
diambil sebagai sampel adalah nomor 1, 5, 10, 15, 20, dan sete
rusnya sampai 100.

4.5.2. Probability Sampl ing


a.

Stratified Random Sampling

Teknik pengambilan sampel ini adalah teknik sampling di mana


dapat diadakan kelompok-kelompok atau tingkatan dari populasi
yang akan kita ambil sampelnya, dapat dilihat pada gambar 4.3.
Tiap-tiap tingkatan (strata) merupakan sub populasi. Pemisahan
dalam tiap tingkatan berdasarkan sifat yang dimiliki dari anggota
populasi, yang mempunyai sifat yang sama dimasukkan ke dalam
satu tingkatan. Kemudian dari setiap tingkatan itu diambil sampel
nya dengan cara random sampling.
Jika populasi tidak homogen, terdapat tingkatan (strata) yang
masing-masing homogen, maka dari tiap lapisan dapat diambi I
sampel secara acak. Syarat pemakaian teknik pengambilan sampel
secara stratified ini adalah:

Terdapat kriteria yang jelas untuk membuat stratifikasi popu


lasi.
Perlu ada data pendahuluan tentang populasi, tentang varia
bel yang digunakan sebagai kriteria stratifikasi.
Perlu diketahui jumlah individu secara tepat pada tiap strata.

Simple Random Sampling

Sampel yang diambil secara random, yaitu setiap anggota po


pulasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi
anggota sampel, dapat dilihat pada gambar 4.2. Cara yang umum
dipakai adalah dengan mempergunakan tabel random, atau dapat
juga dipergunakan cara undian.

76

1--.......,,,.,...,,,,...,.,..----1 Diambil secara random

proporsional

Gambar 4.3. Stratified Random Sampling

Perancangan Produk

Analisa Atribut Produk

Pengambilan sampel dengan cara ini hampir sama dengan strati fied random
bedanya pada cluster sampling penentuan pengelompokan
berdasarkan geograpyca l , misalnya atas dasar daerah. Kemudian dari tiap
sampling,

c.

Cluster Sampling

77

sampel secara random dan dapat pula secara proporsional


dilakukan pengambilan sampel yang dibutuh kan.
Misalnya di Indonesia terdapat 34 propinsi, dan sampelnya akan
menggunakan 10 propinsi, maka pengambilan 10 propinsi itu
dilakukan secara random. Tetapi perlu diingat, karena propinsi
propinsi di Indonesia itu berstrata maka pengambilan sampelnya
perlu menggunakan stratified random sampling.

Purwokerto
Purwokerto
Purwokerto
Purwokerto
Purwokerto
Baturaden
Sokaraja

Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui 2 tahap,


yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap
kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu
secara sam pling juga. Teknik itu dapat dilihat pada gambar 4.4
dan gambar 4.5.

utara
selatan
barat
timur

Purwokerto
Purwokerto utara
Sokaraja

Gambar 4.5. Cluster Sampling (contoh 2)

4.6 Ukuran Sampel


Pada dasarnya pengambilan jumlah sample tergantung pada
kondisi populasinya. Apabila populasinya sangat homogen, maka
pengambilan sample secukupnya saja. Akan tetapi apabila kondisi
populasinya sangat heterogen, maka pengambilan sampelnya harus
memperhatikan bahwa tiap tingkatan populasi harus terwakili.

Tahap I

Diambildengan

random

Sampel daerah

Sampel lndividu

Gambar 4.4. Cluster Sampling (contoh 1)

Yang perlu diperhatikan bahwa pengambilan sampel harus me


lebihi banyaknya variable yang akan diukur pada populasi tersebut.
Ada beberapa macam cara untuk mengetahui ukuran sampel yang di
ambil sebagai perwakilan dari suatu populasi.

a. Pendapat Slovin
Menurut Slovin, jumlah sample yang dapat diambil adalah:
N

n 1 + Ne 2
78

dengan n adalah ukuran sampel, N ukuran populasi dan e adalah


persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan
sampel yang masih dapat ditolerir, biasanya 0,02.

Perancangan Produk

b.

Pendapat Gay
Menurut Gay, ukuran minimum sampel yang dapat diterima
berdasarkan pada desain penelitian yang digunakan. Misalnya
metode deskriptif minimal 10% dari populasi, metode eksperi
mental 15 objek tiap kelompok percobaan.

Analisa Atribut Produk

79

c. Cara Interval Taksiran


Jumlah sample yang dapat diambil dengan cara interval taksiran
adalah:
n=

Ncr

Contoh Kuisioner Sepeda Mini

82

Secara garis besar pembuatan kuesioner terdiri dari:

dengan D=
4

---(N-1)D+
a2

Dari abel 4.1. bentuk yang paling sering muncul (diminati) se


bagai modus adalah bentuk melengkung sebanyak 33 responden.

1. Menerjemahkan kebutuhan data ke dalam bentuk pertanyaan.


2. Memeriksa bentuk pertanyaan.
3. Memeriksa bahas dan relevansinya.

Contoh Sepeda Mini


Kuisioner terbuka diberikan kepada 80 orang responden yang
tinggal di Perumahan Graha Citra Wisata Desa Delitua Lingkungan
V Kecamatan Namorambe, Deliserdang. Atribut produk bentuk stang
yang dipertanyakan kepada responden antara lain:
1.

Bentuk
2. Warna
3. Ukuran
4. Bahan Dasar
5. Fungsi Tambahan
6. Hiasan

7. Daya Tahan
8. Harga
9. Bahan Tambahan
10. Desain ergonomis
Berdasarkan pengumpulan kuesioner terbuka didapatkan mo
dus untuk masing-masing atribut, dapat dilihat pada tabel 4. 1.

Tabel 4.1.Atribut Bentuk


No
1

2
3

Bentuk
Melengkung
Setengah lingkaran
Bulat
Jumlah

Responden
33
15
19

67

80

Perancangan Produk

4.
5.
6.
7.

Memeriksa urutan pertanyaan.


Memeriksa penampilan kuesioner.
Melakukan pre-test atau try-out.
Membuat naskah akhir atau final draft.

Hasil kuesioner akan diterjemahkan dalam bentuk


angka-angka, tabel-tabel, analisis statistik, dan uraian
serta kesimpulan hasil pene litian. Penyebaran
kuesioner yang dilakukan oleh tim perancang se
banyak dua kali. Yaitu pertama menyebarkan kuesioner
terbuka
yang
kemudian
dilanjutkan
dengan
penyebaran kuesioner tertutup. Hasil dari penyebaran
kueioner kemudian dilakukan uji validitas dan uji
reabilitas. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian
ini dikembang kan dari studi kepustakaan dan bentuk

kuesioner-kuesioner
sebelumnya.

yang telah ada dalam penelitian-penelitan

Kuesioner Terbuka
Kuesioner terbuka ini dibuat dengan tujuan untuk mengeta
hui spesifikasi-spesifikasi produk yang diinginkan oleh konsumen.
Pertanyaan yang diajukan pada kuesioner terbuka ini jawabannya
bersifat bebas, tidak ada batasan untuk menjawab sesuai dengan ke
inginan yang dipikirkan oleh konsumen.
Jadi dari jawaban yang diperoleh dari pengajuan kuesioner
terbuka ini adalah sebagai dasar untuk pengajuan kuesioner tertutup
yang akan dilakukan kemudian. Modus dari setiap pertanyaan yang

Analisa Alt lb11t Pto<l11k

81

label 4.2. Data Hasil Kuisioner Terbuka Nama Responden

terdapat pada hasil kuesioner terbuka ini akan menjadi atribut


yang akan ditanyakan pada kuesioner tertutup.

Jari-Jari

No.

Nama Responden

Bentuk Stang

Warna

Natasya

lurus

merah hitam

20

Putri

lurus

hitam putih

20

Dinda

lurus panjang

putih

15

Roda

Kuesioner terbuka yang diajukan oleh kelompok Angin se


banyak 30 lembar, dan semuanya diajukan kepada 30
responden. Adapun kuesioner terbuka yang diajukan oleh
kelompok Angin be serta jawaban-jawaban yang diberikan oleh
responden dapat dilihat

Shakila

melengkung

merah oranye

25

Sari

melengkung

putih

20

pada lembar lampiran.

Hareza

melengkung

biru kuning

20

Jawaban
responden
terhadap
pertanyaan
mengenai
spesifikasi produk sangat bervariasi. Hal ini dikarenakan jawaban
yang bersifat bebas, sehingga responden menjawab bebas sesuka
hatinya sesuai dengan keinginan hatinya. Namun banyak juga
terdapat jawaban yang sama mengenai spesifikasi produk yang
diinginkan oleh konsumen.

Sari

melengkung

biru hitam

20

Alif

melengkung

merah hitam

30

Astrid

melengkung

hijau
merah kuning

25

Jawaban-jawaban yang sama pada satu pertanyaan ini yang


akan
menjadi modus, dan dari modus ini akan diketahui spesifikasi produk

10

Gerry
melengkung

hijau biru

20

yang paling banyak diinginkan oleh konsumen. Modus dari setiap pertanyaan
dikumpulkan dan dijadikan pedoman untuk membuat pertanyaan tertutup.

Hasil dari kuesioner terbuka yang berupa jawaban-jawaban


dipindahkan pada sebuah tabel. Tabel ini berisikan data semua res
ponden, pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner, dan
jawaban-jawaban responden terhadap pertanyaan yang terdapat
pada kuesioner. Kemudian data tersebut disusun lagi ke bentuk
tabel-tabel yang spesifik tentang atribut-atribut produk yang akan
dirancang, di mana pada table-tabel tersebut dituliskan jawabanjawaban dan bera pa banyak responden yang memilih jawaban
tersebut, sehingga bisa diperoleh modus dari jawaban-jawaban
tersebut. Adapun data-data hasil kuesioner terbuka kelompok
Angin selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.2, tabel 4.3; tabel
4.4, tabel 4.5.

1 1

Nisa

melengkung

hitam merah

30

12

Nadhira

melengkung

biru hijau

30

13

Amanda

lurus

biru hijau

30

14

Fairus

melengkung

merah

25

1 5

Rizki

lurus panjang

pink

15

16

Annisah

bulat

hijau

24

1 7

Nabiia

datar

biru

30

1 8

Maura

petak

pink putih

20

19

Nur

melengkung

hitam

25

20

Amira

bulat

merah

25

21

Fauzi

lurus

merah hitam

30

22

Juliana

melengkung

merah

25

23

Chyntia

hitam

20

24

Firdaus

lurus
Iurus seperti

perak

25

hitam

25

2 ." )

Finsa

---

2(1
...

82
Produk

---

Galih

pembalap
Iurus seperti
pembalap
melengkung

hitam

20

Perancangan
Anal isa At r lbut Produk

83

No.
No.

Nama Responden

Bentuk Stang

Warna

Jari-Jari
Roda

27

China

bengkok

biru

20

28

Ahmad

agak melengkung

biru silver

25

29

Cahya

lurus

merah biru

30

Andika

melengkung

Modus
n

Bahan Telnpat Duduk

Bentuk Pedal

Bahan
. Ragka

Tinggi
Tempat Duduk

19

busa

50

20

busa

merah hitam

20

21

melengkung

merah hitam

20

22

busa

16

11

23

plastik

24

busa

persegi

titanium

55

25

busa

persegi panjang

emas

60

26

busa

persegi

titanium

label 4.3. Data Hasil Kuisioner terbuka tempat duduk


No.

Bahan Tempat Duduk

Bntuk Pedal

' .
Bahan
Rangka

Tinggi
Tempat
Duduk.

27
28

busa

petak

besi

45

29

busa, kain

petak

besi

50

30

busa

persegi

besi

35

kulit, busa

persegi empat

besi

55

busa, kulit

persegi

besi

40

kain dan busa

persegi

besi

40

busa

persegi

besi

50

busa

persegi panjang

besi

60

busa

persegi

besi

10

busa, kain

lingkaran

1 1

busa dan plastik

12

segiempat tapi oval

besi
(ringan) besi besi besi 50
besi
50

love

busa, kulit

persegi

65

oval (bersudut)

66

bulat

60

petak
busa
busa dan karet plastik persegi panjang
busa dilapisi kain busa
persegi
13

besi
aluminium
plastik

petak
persegi

besi
besi

11

50
45
55
100
45

50

23

label 4.4. Data Hasi/ Kuisioner Terbuka Hiasan


No.

f-fiasan

Bentuk TernpfDuduk

. finggi
Stang

50

stiker dan sayap

segitiga melengkung

besi

40

50

stiker, sayap, lampu, dan bel

segitiga melengkung

persegi

besi

60

55

lampu

segitiga melengkung

busa, kain

persegi

besi

60

40

stiker dan sayap

segitiga melengkung

13

busa dibungkus kulit

oval

aluminium

60

65

lampu

segitiga melengkung

14

plastik

bulat

besi

50

40

gambar dan stiker

segitiga melengkung

1 5

kain sama busa

bulat

besi

40

45

stiker, boneka, lampu, keranjang

segitiga melengkung

16

busa

petak

besi

50

55

bel dan keranjang

segitiga melengkung

1
7
18

bahan busa dan kulit

persegi panjang

besi

60

65

stiker dan keranjang

segitiga melengkung

span

petak

besi

40

65

84
Prorluk

Perancangan

Analisa Atr llmt Produk

--

85

Hiasan

No.

Bentuk Tempat Duduk Tinggi


Stang

stiker, sayap, tempat buku, keranjang


segitiga melengkung

10
11

stiker, keranjang, dan bel

40

segitiga melengkung

65

alat transportasi
keranjang dan gambar
65
alat olahraga alat transportasi alat transportasi alat
transportasi
alat olahraga alat transportasi alat olahraga alat transportasi alat olahraga alat transportasi alat olahraga alat olahrag
lam
segitiga
melengkung
5 alt transportasi alat transportasi
keranja
segitiga
lampu
13
70
6
alat olahraga
alat transportasi alat bermain alat
lampu
bermain
tempa
segitiga segi empat
stiker
7
14
60
keranja
alat transportasi
keranjang l
8
17
keranjang
15
50
keranja
9
lampu
boneka
keranjang
stiker
segitiga
16
50
10

12

keranjang, tempat air, bel

17

stiker

18

segitiga melengkung

60

segitiga tumpul

50

19

termos air minum

segitiga

55

20

keranjang dan stiker

persegi

55

21

stiker, sayap dan bel

22

keranjang

23

lampu

24

tempat minum, lampu

25

logo BMW
lampu dan keranjang

26
27ada belnya
28
stiker
29
30ada loncengnya
stiker ninja

stiker
15

segitiga melengkung

70

segitiga melengkung

65

segitiga

60

bentuk love
ada sandarannya

60

13

14
15
16
17
18

70

segitiga melengkung

80

segitiga bengkok

60

bulat agak lonjong

65

ada sandarannya

100

segitiga melengkung

50

segitiga melengkung

65

16

label 4.5. Data Hasil Kuisioner Terbuka Fungsi

11
12

alat transportasi

keranjang untuk tempat tas

alat transportasi

boneka

19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

86

alat olahraga

boneka

Perancangan Prociuk

Analisa Atrlbut Produk

87

Kuisioner Tertutup
Berdasarkan hasil kuisioner terbuka dibuatlah kuisioner tertutup
di mana hasilnya akan dilakukan uji validitas dan realibilitas Adapun
nomor dari skala Likert yang digunakan antara lain:
Jawaban sangat baik
Jawaban baik
Jawaban cukup baik
Jawaban buruk
Jawaban sangat buruk

1.
2.
3.
4.
5.

diberi bobot
diberi bobot
diberi bobot
diberi bobot
diberi bobot

(5)
(4)

(3)
(2)
(1)

label 4.6. Data Hasil Kuisioner Tertutup untuk Sepeda Mini Kelompok
II
:

...

No.
.;;. : .

.. .: 1 ..

: :: /.;;.

.,lF. . :::1:"'.

Pertcinya rF

.:.:::3_

. :.

/\:;.''

:t::i/1

8 :, . :.".! HL o'

11

..

N.

..

JJfu.

12. .

1725
1824

4
2

..Jum-

.
...
..
.: :.'
. , .Pertanyaan , .. ..:.
.
-
5
8 . 9 10 . 11 :. 12
6
.\ 7
3
4 4
5
3
3
4
4
5 2
4
5
2
3
4
4

3
19

51

20

43

21

46

22

51

3
5

4
4

43
44

36

--

24

25

26

27

52

28

46

29

35

48

54

30

47

I:

40

Mod us

10

13

11

10

12

11

16

10

20

14

17

12

4
5

5
3

5
4

5
5

4
3

4
5

4
3

57

45

46

3
2

4
3

5
4

3
4

5
5

3
2

2
4

49

47

47

10

41

No.

11

so

12

47

13

35

14

50

15

43

16

49

--

--

49

1373

label 4.7. Data Hasil Kuisioner Tertutup untuk Sepeda Mini


Pesaing 1
Pertanyaan
2
4

3
4

4
4

1
3

4
4

--->-

(,

-- --"'---

Perancangc 111 />1

41
41

Data kuisioner tertutup pesaing 1 pada tabel 4.7.

6
7

88
oduk

'

. :

104 122 106 97 114 103 108 106 129 128 134 122

--

..:

. 1 .2

23

Data hasii kuisioner tertutup kelompok 11, dapat dilihat pada tabel 4.6.

...

12

Jumlah

45

40

31

3
2

5
4

3
4

4
4

45
48

44

8
3

10
3

3
5

2
4

5
5

5
4

4
3

11

7
4

Analisa Atr lbut Prorluk

..

I
'

--

89

:c

,' '

No.

,1

'i

'

'

, , ,

,'

'
1''1'

1 ,'

''1:1

'

,.,,

Pertanyaan '

:,;

"' ,'.

,, :, ,,

"'

1 ,,
,, , 1 '

1,

1 1'1, ,,

'

, ,; 1 ;,, :
,
" ,,
1 1,,

Jum..

1'

Ih
a
44

37

48

10

36

11

49

12

44

"

,, 7

11

8,

11 I

1J

,10

12,,

13

31

14

45

15

35

16

41

17

40

18

39

19

43

20

33

21

41

22

43

23

42

,, 1

Dari hasi l kuisioner tertutup Pertanyaan


pesai ng 2 pada tabel 4.8.

No;

Tabel 4.8. Data Hasil Kuisioner

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
-

Jum- lah';

',
Tertutup untuk Sepeda Mini

10 11

45
37
32
47
12 42
40
3 37
31
3
46
2 38
42
4
46
4 31
2 37
36
3 43
3 36
37
5 34
4 30
45
3 44
5 34
34
2 29
4 41

Pesaing 2

1,":

'

24

31

25

27

26

40

27

51

28

38

29

35

30

44

96

96

86

116

97

101

108

1210

10

13

10

13

11

20

10

14

11

12

15

10

Mod

90

89 92

106 128 95

Perancanqan Produk

4
1-

Analisa Atrlbut Produk

91

No.

..

...

.1

Pertanyaan . >
.

lah

44

35

34

30

46

106

1153

15

No.

12

3
9

3
12

11

11

76

76

14

17

12

106 106

10 11

9'

29

28

97 100 91

Mod
us

Jum-

101

<.....

27

'

n 9 96 90
4
14

..

13 15

1
19
3
20
5
21
3
22
3
23 24 3
25
4
5
5

I126
----

10

2
3
2
4
5

3
1

2
4
5
1

34
- 14
4

5
2

5
4

---

4
3
3
5

3
4

56789
33224
33244
45344
34255
34234
34223
35213
34245
3455
3443
5544
34
88122
24
1313

4
5
3

3
4

27

Data hasil kuisioner tertutup pesaing 3 pada tabel 4.9.

Tabet 4.9. Data Hasi l Kuisioner Tertutup untuk Sepeda Mini

28

No.

'

'

1..

.,

Julll
lah

2
4
1
98
4
10

3
3
3
3
3
4
2
3
4
91
3
14

36

---

36

,'

37
45
53

'--

39

3 41
108 1229
4

12

41

41

27

46

41

38

41

49

45

1-ldsil uji validitas untuk kuisioner tertutup dapat dilihat pada tabel
L 10, tabel 4.11, tabel 4.12, dan tabel 4.13.

10

40

11

47

12

3
4

48

13

43

14
15

3
2

3
1

2
4

4
3

3
2

4
3

2
2

3
5

4
2

2
2

4
3

4
5

38
34

16

38

17

47

92

11

3
3
3
113 107 107

10

4
13

Jum-

12 . lah
32
4
4
-4
40
5
51
4
45
3

11
2

9 ..

4 .

18

5
4
4
110 103 97
J
1
Mod us 3
4
4
--

96

29

L3o

'

10
3
4
4
4
2
4
3
4
4
5
2
4

Pesaing 3
Pertanyaan

..

Pertanyaan

No.

..

..

11

10

12

12

21

13

11

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan persamaan kore


ldsi Product Moment dengan rumus berikut:

r_

n(:L XY )-( L X LY )

- [n:L X -(:Lx)2)[n:LY -(:LY)


2

Tabel 4. 10. Nilai Hasil Uji Validitas Produk Sepeda Mini Kelompok
II

34

Perancangan Procluk

At ribut

rx '

30

2
I

rv

rx 2

rv2

104

1 373

398

63659

30

122

1 373

516

30

106

1373

410

Analisa Atrtbut Produk

rxv

Hasii

63659

4828 0.3891
5
5637 0.41855

valid

63659

4917

valid

0.3851
3

valid

93

AtribUt ....

. .N:t.

..u.

:tY

:tX2.I I

:tY2 '.

. :th .

' .,. r

,,...; Hasili ,.

Atribut

:tX .

i;x2

:tY2

I:XY

,I

.,.

Hasil. '

30

97

1373

353

63659

4538

0.5485

valid

30

100

1 153

366

45185

3915

0.4247

valid

30

1 14

1373

462

63659

5299

0.53055

valid

30

91

1153

315

45185

3569

0.3883

valid

30

103

1373

381

63659

4773

0.3937
5
5006 0.4080
9
4935 0.4537
1
5979 0.4349
3
5922 0.4765
6
6176 0.4113
9
5649 0.4491
4

valid

30

95

1 153

331

45185

3722

0.4368

valid

val id

30

106

1 153

410

45185

4181

0.609

valid

valid

30

76

1 1 53

212

45185

2972

0.3920

valid

30

76

1 1 53

202

45185

2963

0.4631

valid

30

1 19

1 153

491

45185

4642 0.5323

val id

10

30

96

1 153

334

45185

3746

0.3690

val id

11

30

90

1 153

288

45185

3538

0.6308

valid

12

30

106

1 1 53

410

45185

41 59 0.48389

valid

8
9
10
11

12

30

108
106

30

129

30

128

30

134

30

122

30

1 373
1373
1373
1373
1373
1373

418
416
591
568
612
522

63659
63659
63659
63659
63659
63659

valid
valid
valid
valid

label 4.11. Nilai Hasi/ Uji Validitas Produk Sepeda Mini Pesaing 1
,:Atribut , .

..

:j;,

..;.I ;,,.,, i I , :tv

:tX:2.

cl;y2

i<:+L ,

i:. ,,

' ..:rxx::.

..,:' r. ...

96

1210

340

49834

3970

0.533

valid

30

96

1210

336

49834

3988

valid

30

89

1210

305

49834

3668

0.6732
9
0.38122

30

92

1210

320

49834

3791

30

106

1210

410

49834

4370

30

128

30
30

95
86

1210
1210
1210

584
339
268
472

49834
49834
49834

5267
3927
3534

30

97

1210

345

4983
4
49834

11

30

101

1210

357

49834

4129

12

30

108

1 210

424

49834

4437

9
10

30

1 16

1210

0.406
64
0.4951
4
0.5281
2
0.4806
7
0.4392
3
0.6194
3
0.3652
2
0.4184
4
0.4252
6

4775
3978

valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid
valid

label 4.12. Nilai Hasi/ Uji Validitas Produk Sepeda Mini Pesaing 2
.
iv2
,,, :tX'
' ' ,<\
: :':i'i'
\

J:f '/ ",:>'<:::!

''"' '

'.l\.,i.but ,

30

101

1 153

369

45185

3943

30

97

1 153

345

45185

3835

' "'I

0.3854
2
0.6470
1

label 4.13. Nilai Hasi/ Uji Va/iditas Produk Sepeda Mini Pesaing 3

' Hasil'

:30

94

'i;y

Atribut

,..,,

' l' ,

:tX

:r.y

I:X2

l:Y2

30

1 10

1229

442

51353

4582

0.38385

valid

30

103

1229

403

51353

4377

0.7068

valid

1...

:txv

.1

Hail

30

97

1229

345

51353

4051

0.43501

valid

30

1 13

1229

453

51353

4700 0.42672

valid

30

96

1229

318

51353

3989

0.5394

valid

30

107

1229

405

51353

4452

0.4474

valid

30

88

1229

286

51353

3678

0.4358

valid

30

98

1229

358

51353

4107

0.4729

valid

30

122

1229

516

51353

5099

0.71527

valid

10

30

96

1229

334

51353

4015

0.5008

valid

11

30

91

1229

295

51353

3801

0.5289

valid

1 2

30

108

1229

424

51353

4502

0.41259 valid

-ooOooo-

Hasil
valid
valid

Perancangan Produk

Analisa Atr lbut Produk

95

5
KlASIFIUSI TUJUAN

1(

lasifikasi tujuan (clarifying objectives) ini dilakukan untuk


menentukan tujuan perancangan. Metode yang diguna
kan adalah pohon tujuan (objectives treses). Dengan pohon tujuan kita akan dapat mengidentifikasi tujuan dan sub tujuan dari
perancangan suatu produk beserta hubungan antara keduanya, yaitu
dalam bentuk diagram yang menunjukkan hubungan yang hierarki
an tara tujuan dengan sub tujuannya. Percabangan pada pohon
tujuan merupakan hubungan yang menunjukkan cara untuk mencapai
tujuan tertentu.
Ketika klien, sponsor atau manajer perusahaan pertama kali
mendekati para perancang dengan produk yang dibutuhkan, maka
kebutuhan ini harus diuraikan dan dipaparkan dengan jelas. Klien
barangkali hanya mengetahui tipe produk yang diinginkannya dan
memiliki sedikit gagasan yang lebih rinci atau beberapa variasi yang
mungkin. Atau kebutuhan ini sangat samar, secara sederhana
masalah ini memerlukan pemecahan.
Titik awal untuk sebuah rancangan adalah merupakan sebuah
masalah atau merupakan sesuatu yang masih kabur. Sangat jarang
bagi perancang untuk memberikan pernyataan lengkap dan jelas ten-

tang objek yang harus dipenuhi. Langkah pertama dalam


perencanaan adalah mencoba mengklarifikasi tujuan perencanaan.
Dalam kenyata annya akan sangat membantu pada semua tahap
mencapai akhir yang diinginkan. Akhir ini adalah rangkaian tujuan
di mana benda yang dirancang harus dapat dipenuhi. Klarifikasi
tujuan akan sangat mem bantu pada semua tahap perencanaan
bila memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan bahkan meskipun
tujuan ini akan dapat berubah sesuai dengan kemajuan pekerjaan
perencanaan. Tujuan awal dapat mengalami perubahan, bekembang
atau dipersempit ataupun berubah seiring dengan permasalahan
yang dapat dipahami dengan benar dan gagasan pemecahannya
dapat dikembangkan.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa akhir dan cara akan
mengalami perubahan selama proses perencanan. Tetapi sebagai
ban tuan untuk mengontrol dan menangani proses perencanaan,
sangatlah penting untuk mengemukakan beberapa saran yang sudah
cukup jelas. Pernyataan ini haruslah muncul dalam bentuk yang
mudah dimengerti yang dapat disetujui oleh klien dan perancang
atau oleh berbagai tim perencanaan.
Metode pohon tujuan memberikan format yang jelas dan ber
manfaat bagi beberapa tujuan. lni memperlihatkan tujuan dan cara
umum untuk mencapainya yang masih terus dipertimbangkan. lni
akan memperiihatkan bentuk diagramatik di mana tujuan yang ber
beda akan saling berhubungan satu sama lain, dan pola hirarki
tujuan dan sub tujuan. Prosedur untuk pencapaian pohon tujuan
ini akan membantu memperjelas tujuan dan mencapai kesepakatan
diantara klien, manajer, dan anggota tim desain.
Setiap link hubungan yang digambar mengindikasikan bahwa
sebuah level tujuan yang lebih rendah merupakan alat untuk menca
pai level tujuan yang lebih tinggi di mana ia terhubung. Oleh karena
itu suatu rantai yang terdapat dibagian bawah pohon tujuan menun
jukkan bagaimana suatu level tujuan dengan tingkat yang lebih tinggi
dapat dicapai, sedangkan rantai dibagian atas menunjukkan
mengapa

98

Perancangan Produk

suatu level tujuan tingkat yang lebih rendah harus


diikutkan dalam pohon tujuan.

5.1 Langkah-langkah Metode Pohon Tujuan


Langkah pertama yang penting dalam
merancang adalah ber upaya untuk memperjelas
tujuan perancangan. Langkah ini bertujuan untuk
menentukan tujuan dilakukannya perancangan
produk yang dilakukan dengan menggunakan
Metode Pohon Tujuan (Objectives Tree Method).
Pada kenyataannya, sangat membantu dalam hasil
di tiap langkah hingga hasil yang diharapkan. Akhir
dari klarifikasi tujuan ini adalah sekumpulan tujuan
perancangan objek yang harus dibuat walaupun
tujuan-tujuan yang dibuat itu mungkin saja berubah
dalam proses perancangan berikutnya.
Metode pohon tujuan memberikan bentuk dan
penjelasan dari pernyataan tujuan. Metode ini
menunjukkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai
dengan berbagai pertimbangan.

tetapi juga akan dapat mengarah kepada frustasi besar bila klien
telah memutuskan bahwa proposal rancangan akhir tidaklah
menyangkut apa yang mereka butuhkan. Dalam beberapa kasus,
para perancang akan dapat diminta mengembangkan kejelasan
awal ke dalam per nyataan yang jelas tentang tujuan perancanaan.

Prosedur pembuatan pohon tujuan ini adalah:


1. Membuat daftar tujuan perancangan
2. Susun daftar dalam urutan tujuan dari higher-level kepada lower
/eve/.
3.

Gambarkan sebuah diagram pohon tujuan, untuk menunjukkan


hubungan-hubungan yang hierarki.

Contoh dari pohon tujuan ditampilkan seperti Gambar 5.1.

5.2 Memperslapkan Tujuan Perancangan


Kejelasan untuk masalah rancangan adalah sesuatu yang
harus diperlihatkan ini merupakan pernyataan yang jelas. Beberapa
ring kasan sangat diperlukan karena klien tidak dapat memastikan
tentang apa yang dibutuhkannya atau kemungkinan karena dia
mengasumsi kan bahwa para perancang dengan sempurna masih
memahami apa yang mereka butuhkan. Alternatif lainnya adalah
bahwa klien ingin rrnmberikan kebebasan sedapat mungkin
kepada para perancang,
Klaslff kasl Tujuan
Tong
Sampah
Yang
Sesuai
Dengan
Keinginan
Konsumen

99
Wama

Menarik
Asri

Merah

Hijau
Tinggi

100 cm

Panjang

80 cm

Body

Lebar

40 cm

Kuat
Ringan

Besi

Penyangga

Ukuran

Bahan

Plastik

Pohon tujuan pembuatan tong sampah dapat dilihat pada


gam bar 5.1.

Silinder
Bentuk

Body
Tutup

Pemisahan
Sampah

ModelTutup

Y:. Bola

Bahan
Penyang
ga

Kuat

Besi

MudahTrotoar
Ditemukan

Tujuan perencanaan juga akan dapat menyebutkan


kebutuhan klien, kebutuhan pemakai atau tujuan produk. Apapun
sebutannya ini merupakan gabungan tujuan abstrak dan tujuan
konkrit yang harus dipuaskan atau dicapai oleh para perencana.

Letak

Tujuan perencanaan yang sama juga akan dimuat di dalam


ran cangan yang lebih jelas, sementara yang lain harus diperoleh
dengan mempertanyakan kepada klien atau melalui pembahasan
dalam tim perencanaan. Tujuan khusus pernyataan awal dari
tujuan ini akan lebih jelas dari pada menimbulkan kekaburan,
seperti pada produk harus aman dan nyata. Untuk menghasilkan
tujuan yang lebih tepat, Anda perlu mengembangkan dan
memperjelas beberapa pernyataan.
Salah satu cara untuk mernulai memberikan pernyataan
yang samar lebih khusus adalah mencoba menspesifikasikan apa
maksud nya. Tanyakan "apa yang dimaksudkan dengan pernyataan
tersebut?". Misalnya, tujuan untuk alat mesin yang harus lebih
aman yang dapat dikembangkan untuk:

Risiko Iuka rendah bagi operator


Risiko rendah dari kesalahan operator
Risiko rendah kerusakan ditempat kerja
Pemotongan otomatis atas beban kerja

Daftar ini dapat dihasilkan secara acak bila Anda memikirkan


peren canaan. Klien juga akan dapat dipertanyakan secara khusus
tentang tujuan yang dibuat dalam rangkaian perencanaan.
Tipe
pertanyaan
yang
sangat
bermanfaat
dalam
pengembangan dan pengklarifikasian tujuan adalah pertanyaan
yang sederhana yai tu "mengapa?", "Bagaimana?", dan "Apa?".
Dalam hal ini, tanyakan "mengapa klien kita perlu mencapai tujuan
ini?", "Bagaimana kita dapat mencapainya?" atau Apa permasalah
yang sesungguhnya ter jadi ?".

Gambar 5.1. Pohon Tujuan Pembuatan Tong Sampah


100
Produk

Perancangan

Klast{lkast Ti.Jjuan

101

!I

102

5.3 Memperslapkan Daftar dari Tlngkat


Tujuan Terendah
Bila Anda mengembangkan daftar tujuan ini, maka harus dapat
diperjelas bahwa sebagian berada pada tingkat kepentingan yang
lebih tinggi dari pada yang lain. Sub tujuan untuk memenuhi tujuan
tingkat tinggi ini juga dapat dimunculkan dan beberapa pernyataan
akan dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. lni disebabkan
karena pernyataan yang telah dipertanyakan untuk tujuan umum me
nyatakan suatu hubungan akhir.
Contohnya adalah pemotongan beban otomatis di dalam daftar
di atas. lni bukanlah tujuan real tetapi untuk mencapai tujuan pada
kasus ini, tujuan risiko kerusakan rendah ditempat kerja atau alat.
Dalam hal ini, tujuan risiko kerusakan yang rendah adalah suatu tu
juan tingkat rendah terhadap keseluruhan tujuan keamanan. Daftar
tu juan yang telah Anda kembangkan akan memuat beberapa
pernyataan diberbagai tingkat kekhususan. Untuk mengklarifikasi
berbagai level yang muncul, tuliskan kembali daftar umum Anda
dari berbagai tu juan yang telah ada. Dalam hal ini. Kelompok tujuan
yang harus di set adalah berkaitan dengan salah satu tujuan yang
lebih tinggi.
Daftar tujuan Anda yang telah dikembangkan akan memuat be
berapa pernyataan diberbagai tingkat kekhususan. Untuk
memperjelas berbagai tingkat penggabungan, tuliskan kembali daftar
tujuan umum ke dalam daftar yang berurutan. Dalam hal ini.
Kelompokkan tujuan dalam himpunan yang masing-masing
menyangkut satu tujuan tingkat tinggi. Misalnya, klien dapat
melakukan set dengan keamanan yang lain melakukannya dengan
reliabilitas dan sebagainya. Dalam setiap himpunan, catatlah tujuan
dalam urutan hierarki, sehingga salah satu level rendah akan
dipisahkan sebagai cara untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Dengan demikian, dalam hal ini daftar keselamatan Anda akan
terlihat seperti ini:

Mesin harus aman


Risiko kecelakaan rendah bagi operator

Perancangan Produk

Risiko kesalahan operator yang redah


Risiko kerusakan benda kerja atau alat yang rendah

Daftar tersebut sekarang diurutkan dalam tiga hierarki. Juga


kadang kala sengat sulit untuk membedakan antara tingkat
tujuan atau orang yang berbeda dalam tim perencanaan yang
tidak setuju menyangkut level relatif dari berbagai tingkat
kepentingan tujuan. Ketelitian yang pasti dari level ini
tidaklah terlalu penting, dan Anda hanya akan me miliki
sebagian kecil level, di mana orang akan dapat
menyetujuinya. Dalam hal ini, dalam daftar di atas risiko
kecelakaan yang rendah akan dapat dipertimbangkan
sebagai sesuatu yang lebih penting dibanding kan dengan
risiko kesalahan yang rendah, tetapi ketiga tujuan risiko
rendah ini haruslah dikelompokkan dalam level yang sama.
Aspek yang sangat berharga dalam mengurutkan
tujuan ini ke dalam beberapa tingkatan ad?lah mendorong
Anda untuk berpikir lebih jelas tentang tujuan dan juga
hubungan antara cara dan akhir. Ketika Anda menuliskan
daftar hierarki Anda, Anda akan terus melan jutkan

pengembangannya sebagaimana yang Anda pikirkan guna me


menuhi sub tujuan pada tujuan yang dimaksud. Bila Anda memiliki
sejumlah pernyataan tujuan maka akan lebih mudah untuk mengurut
kan ke dalam urutan yang berurut jika setiap pernyataan dituliskan ke
dalam slip kertas yang terpisah atau kartu kecil. Kemudian Anda akan
lebih mudah mensufflenya ke dalam kelompok dan bagian.

5.4 Gambarkan Pohon Tujuan Diagramatik, Perlihat


kan Hubungan Hierarki dan lnterkoneksi
Ketika Anda menuliskan dan mngurutkan daftar Anda, Anda
akan menyatakan bahwa sebagian sub tujuan ini dengan atau akan
menjadi cara untuk mencapai lebih dari satu tujuan tingkatan yang
lebih tinggi. Misalnya, sub tujuan dari risiko kerusakan yang rendah
untuk benda kerja atau alat yang tidak hanya menjadi cara untuk
men
capai keselamatan tetapi juga menggunakan supaya pencapaian reli
abilitas.
Klaslftkasl 71.Jjuan

103

Sehingga diagram hubungan hierarki dari tujuan dan sub tujuan


akan dapat dilihat dalam gambar. Diagram ini dimulai dengan pohon
yang memperlihatkan pola hubungan penuh dan interkoneksi. juga
tidaklah terlalu penting dengan struktur pohon cabang, twigs, daun,
karena beberapa interkoneksi yang membentuk loop atau kisi-kisi.
Pohon ini juga digambarkan lebih normal yaitu umumnya memiliki
tingkat cabang yang lebih tinggi dari berbagai sub tujuan sebagai
akar dari pada cabang.
Kadangkala akan lebih baik untuk menggambarkan pohon ini
pada sisinya, yaitu dengan cabang ataupun penyebaran akar secara
horizontal. Untuk membantu mengorganisir hubungan dan inter
koneksi antar tujuan dan sub tujuan, menggambar diagram pohon
lengkap didasarkan atas rangkaian tujuan Anda. Setiap tujuan ini
menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lebih rendah yaitu cara
untuk mencapai tingkat tujuan yang lebih tinggi yang berhubungan.
Oleh karena itu, penelitian untuk diagram pohon ini menunjukkan
mengapa tujuan tingkat rendah dipengaruhi.
Orang yang berbeda juga akan dapat menggambarkan pohon
tujuan yang berbeda untuk masalah yang sama. Diagram pohon yang
sederhana ini menunjukkan satu persepsi dari struktur. Diagram po
hon ini akan membantu mempertajam dan memperbaiki persepsi dari
permasalahan Anda atau akan memiliki pola temporer yang
kemudian akan berubah seiring dengan proses desain.
Sepertinya dengan metode desain yang lain, tidaklah banyak
dari setiap produk metode yang memiliki nilai, tetapi merupakan
proses kerja melalui metode. Metode pohon tujuan ini mendorong
mengajukan pertanyaan tentang tujuan, seperti "apa yang diinginkan
oleh x ?". Sebagian pertanyaan ini akan membantu membuat tujuan
desain lebih eksplisit dan juga memberikan mereka suatu
pembahasan yang terbuka. Penulisan daftar dan penggambaran
diagram pohon ini juga memulai suatu proses yang menyatakan
suatu cara pencapaian

tujuan perencanaan dan juga memulai proses pemanfaatan solusi


pe rencanaan yang potensial.
Melalui proyek ini tujuan perencanaan haruslah dinyatakan
dengan jelas seiring dengan pencapaian informasi ,dan pohon tujuan
akan membantu hal ini.
Contoh Sepeda Mini

Langkah-langkah klasifikasi tujuan adalah sebagai berikut:


1.

Daftar tujuan perancangan produk sepeda mini secara


keseluruh an antara lain:

a. Sepeda mini yang mempunyai stang melengkung


b. Sepeda mini yang mempunyai warna merah hitam
c. Sepeda mini yang mempunyai pedal berbentuk persegi
d. Sepeda mini yang mempunyai bahan rangka dari besi
e. Sepeda mini yang mempunyai tinggi stang 65 cm
f. Sepeda mini yang mempunyai jari-jari roda 20 cm
g. Sepeda mini yang mempunyai bahan tempat duduk dari busa
h. Sepeda mini yang mempunyai tinggi tempat duduk 50 cm
i. Sepeda mini yang mempunyai tempat duduk berbentuk segitiga melengkung
j. Sepeda mini yang mempunyai hiasan stang dengan stiker
k. Sepeda mini yang berfungsi sebagai alat transportasi
I. Sepeda mini yang mempunyai keranjang sebagai tempat tas
2. Susunan daftar tujuan dan sub tujuan perancangan dari level
tinggi ke level yang lebih rendah sebagai berikut:
a. Desain yang berhubungan dengan rancangan fisik produk
(gambar 5.2).
b. Bahan yang berhubungan dengan bahan yang diperlukan
untuk pembuatan produk (gambar 5.3).
c. Multifungsi berhubungan dengan kegunaan produk (gambar
5.4).

Klaslfll<asl TIJ)uan
104

Perancangan Produk

105

1'
11

,,

' II
:
11

!1

rl

i
I

Bentuk Stang 1-----

11->i

Melengkung

3.

Diagram pohon tujuan perancangan sepeda mini Kelompok II


dapat dilihat gambar 5.5.

'

Bentuk Tempat

r-i

Segitiga Lengkung

Bentuk Stang

Bentuk Tempat--,
Duduk
1------1..i Segitiga Lengkung

Tinggi Tempat
Duduk 50 cm

L----t".';i
.

1-Ij

Tinggi Stang
65

Tinggi Tempat
Duduk
50 cm
1-------...,:\
Pedal Persegi

J-1
I

Jari-jari Roda 20 cm

Dimensi

Tinggi Stang 65 cm

I
Wama

1-

Jari-jari
Roda 20cm

Dimensi

I- ---

Sepeda Mini
Kelompok II
Hiasan

&ike-r_

------>erah Hna

1--------1"-'lL--

Gambar 5.2. Pohon Tujuan Atribut Desain

!
Besi

Bahan

-----1"'[!k1engkung

Bentuk Pedal 11-------1"'1

Persegi

Desain

Duduk

Rangka yang Ringan dan


Kuat

Tempat Duduk yang


Nyaman

Gambar 5.3. Pohon Tujuan Atribut Bahan

r---cs:MJ-

Hiasan

j Sliker

r---------111>.

Rangka yang Ringan dan Kuat

Besi

Tempat Duduk yang Nyam"M]---B

y
L
t

_,f

--

Fungsi Utama

L_j

ortasi

1 Fungsi Utama \1-------1111->il

Alat

Transportasi \

HOW???

.,.

Multifungsi -

Fungsi
Tambahan

Tempat
Tas

WHY???

Gambar 5.5. Diagram Pohon Tujuan Sepeda Mini Kelompok fl

Gambar 5.4. Pohon Tujuan Atr ibut Multifungsi

106

_..., .,E3

Fungsi Tambahan ,

Perancan9an
Produk

-ooOoo-

Klaslfikasl

111)11<111

107

6
PENETAPAN FUNGSI

(j

ari metode pohon tujuan kita melihat maksud permasalahan


yang mempunyai banyak tingkatan perbedaan yang umum
maupun secara rinci. Dengan nyata tingkat permasalahan
memberi arti yang sangat penting bagi perancang. Ada perbedaan be
sar antara mempertanyakan merancang sebuah telepon genggam
dan merancang sebuah sistem telekomunikasi.
Selalu mungkin untuk menaikkan atau menurunkan tingkatan
dalam permasalahan. Permasalahan untuk merancang tombol pintu
misalnya. Perancang dapat menaikan atau menurunkan dalam meran
cang jalan masuk dan jalan keluar dan menemukan penyelesaian
yang tidak memerlukan tombol pintu samasekali, tetapi hal ini tidak
ber manfaat bagi kita yang membuat tombol pintu pilihan lain.
Perancang juga dapat menurunkan beberapa tingkatan, menyelidiki
hubungan antara manusia dengan lingkungan kerjanya.
Bagaimanapun seringkali ada kesempatan yang tepat memper
tanyakan tingkat di mana maksud permasalahan ditempatkan.
Seorang klien mungkin memuaskan juga pada tingkatan tertentu
dari penje lasan masalah, ketika penyelesaian pada tingkat lain
mungkin lebih baik.

Jadi hal ini bermanfaat dalam mempetimbangkan tingkat per


masalahan di mana seorang perancang atau regu perancang bekerja.
ltu sangat bermanfaat jika dapat dilakukan dalam tahap pertimbangan,
sehingga memberikan kebebasan kepada perancang untuk mengem
bangkannya.
Metode analisis fungsi mempertimbangkan fungsi esential dari
tingkatan masalah. Fungsi esessensial alat atau hasil produk harus
me muaskan. Tingkat permasalahan ditentukan dengan membuata
batas an dari sektor fungsi tersebut.

Menunjukkan fungsi keseluruhan. Titik pangkal untuk metode


ini adalah untuk rancangan masa proses memusatkan pada apa yang
diperoleh perubahan dari pemasukan kepada rancangan baru dan ti
dak mementingkan bagaimana diperolehnya yang paling sederhana
dan cara yang sangat mendasar dari perancangangan produk, yang
digambarkan secara sederhana dalam kotak hitam dapat dilihat pada
gambar 6.1.
INPUT

6.1 Metode Analisis Fungsi


6.1.1 Prosedur
Tujuannya adalah untuk menetapkan fungsi-fungsi yang dip:r
lukan dan batas-batas sistem rancangan produk yang baru. Untuk 1tu
digunakan Metode Analisis Fungsi (Anal ysis Function Method) yang
menggambarkan Sistem input-output dari proses pem atan prduk
gagang pintu dengan prinsip Black Box. Metoe analr.sr s fungsron
I menawarkan seperti mempertimbangkan fungs1 esens1al alat,
hasd/ produk atau sistem yang dirancang harus memuaska , tidak
masalah komponen fisik apa yang seharusnya digunakan. Tingkat
permasa lahan diputuskan dengan mendirikan pembatas di sektor
peletakan pengganti yang saling berkaitan dari fungsi.
Prosedur analisis fungsional:

2)
3)
4)
5)

Menyusun fungsi sistem secara keseluruhan dalam bentuk transformasi input/output.


Mengelompokkan sub-sub fungsi.
Menggambar blok diagram.
Menggambar pembatasan sistem.
Mencari komponen yang sesuai untuk menghasi lkan sub-sub
fungsi dan interaksi di antara sub-sub fungsi tersebut.

110

Produk

OUTPUT

Gambar 6.1. Kotak Hitam

Penetapan Fungsi

1)

BLACK BOX

Perancangan

Menyatakan dalam kotak hitam adalah hal penting untuk me


mastikan semua input-input yang relevan dan hasil akhir produk yang
telah terdaftar. Mereka biasanya dapat diklasifikasikan seperti aliran
dari materi lainnya, energi atau informasi dan klasifikasi ini semua
dapat digunakan untuk mencek jika ada satupun tipe input atau output
telah dihilangkan.

6.1.2

Perincian Fungsi-Fungsi Kesel u ruhan Ke dalam Sekum


pulan Sub-Sub Fungsi

Biasanya perubahan dari kumpulan input ke dalam kumpulan


output produk adalah tugas yang komplek di samping kotak hitam.
Disini tidak ada sasaran yang pasti. Cara yang dilakukan adalah:
pemeriksaan ke dalam sub-sub fungsi dapat bergantung pada faktor
seperti jenis dari komponen, kepentingan alokasi dari fungsi mesin,
pengalamam desainer dan lain-lain
Dalam spesifikasi sub-sub fungsi ini sangat membantu untuk
memastikan bahwa mereka semua dinyatakan dengan cara yang
sama. Masing-masing hanya menjadi pernyataan dan sebuah
keterangan
kerja tambah sebuah benda sebagai contoh menjelaskan sinyal-sinyal
menghitung tujuan.

111

Penetapan Fungsl
Setiap sub fungsi mempunyai input sendiri dan kesesuaian an tara
input dan output harus diperiksa. Disana mungkin ada sub fungsi
pembantu yang harus ditambahkan.

6.1.3 Menggambarkan Sebuah Diagram Yang Menu njukkan


Hubu ngan Fu ngsi Antara Sub-Sub Fu ngsi
Sebuah blok diagram terdiri dari semua sub fugsi yang secara
terpisah diidentifikasikan dengan melampirkan mereka dalam kotak kotak
dan berhubungan satu sama lain dengan input dan output.
Dengan kata lain kotak blok sub-sub fungsi dari keseluruhan
fungsi dapat dilihat pada gambar 6.2.

...-

-.

Sub
fungsi

sub f ungsi

....

Sub
fungsi

sub f ungsi

t.

Gambar 6.2.Sub-sub Fungsi


Dalam gambaran diagram ini Anda akan menentukan bagaima na
dalam input dan output dari sub fungsi yang dikaitkan bersama
sedemikian rupa untuk membuat kemudahan dalam bekerjanya se
bagai suatu sistem. Kemudian Anda akan menemukan bahwa And harus
menegaskan beberapa sub fungsi maka segala sesuatunya d1hubungkan bersama-sama.

6.2 Gambar Sistem Batas


Dalam penggambaran blok diagram Anda juga harus membuat
keputusan tentang batas-batas dari sistem, sebagai contoh tidak adil
Perancangan Produk
112

input dan output yang lepas dalam diagram kecuali yang berasal dari
sistem batas.
ltu mungkin saja bahwa batasan harus dipersempit lagi, setelah
perluasan segera pertimbangkan input dan output dari keseluruhan
fungsi. Batasannya harus digambarkan mengelilingi kumpulan sub_-sub
dari fungsi yang telah diidentifikasi dengan maksud untuk menegak kan
sebuah produk yang mudah.
lni juga menunjukkan bahwa gambaran dari sitem batas ini bu
kanlah sesuatu yang mana perancang telah melengkapi kebiasaanya, ini
akan menjadi masalah kebijaksanaan, manajemen atau permintaan klien.
Penyelidikan ketetapan komponen untuk perhitungan sub-sub fungsi dan
hubungan interaksinya.
Jika sub fungsi telah cukup dijelaskan pada level yang tepat, ke
mudian itu seharusya dapat diidentifikasi kesesuaian komponen untuk
setiap sub fungsinya. Pengidentifikasian komponen akan bergantung pada
kealamian dari produk, sebagai contoh sebuah komponen dapat dijelaskan
seperti seorang yang memperhitungkan tugas-tugas terten tu, komponen
mesin.
Metode fungsi analisa adalah bantuan yang sangat berguna
dalam keadaan itu karena ia berfokus pada fungsi-fungsi dan mening
galkan peralatan-peralatan fisik dan pancapaian fungsi pada tingkat
berikutnya dari proses perancangan.

6.3lkhtisar
6.3.1 Tujuan
Untuk menetapkan fungsi-fungsi yang diharapkan
sistem dari rancangan baru.

dan batas

6.3.2 Prosed u r
1. Mengekspresikan keseluruhan fungsi untuk rancangan dari per
ubahan input ke output. Keseluruhan kotak hitam secara umum harus
mlrnp<>rluas batas sistem.
Penetapan ru11!Jsl

113

2.

Membagi keseluruh fungsi menjadi sekumpulan sub-sub


fkungsdi: Sub-sub fungsi termasuk semua tugas yang harus
dituju an 1
dalam kotak hitam.
Gambar blok diagram yang menunjukan interaksi antar sub-sub

3.

fungsi. Kotak hitam dibuat transparan sehingga sub-sub fungsi


dan interaksi dapat terlihat jelas.
4. Menggambarkan batas sistem.
Batas sitem menyatakan batas-batas fungsional untuk produk.
Penyelidikan untuk komponen yang cocok untuk menunjukka
sub-sub fungsi dan interaksi mereka. Banyak komponen alternat1
yang dapat menunjukkan fungsi-fungsi yang diidentifikasikan.

Penetapan fungsi-fungsi ( Establishing Functions ) ini


bertujuan untuk menentukan fungsi-fungsi yang terjadi dalam suatu
rancangan. Metode yang dipakai adalah Analisis Fungsional.
Langkah-langkah yang dilalui adalah pembuatan model sistem

"black

box"

yaitu me nyatakan fungsi keseluruhan dari


perancangan produk dala bentuk konversi input menjadi output,
kemudian memecahkan fungs1 keselu ruhan ke dalam serangkaian
sub-sub fungsi yang esensial dan meng gambar sebuah diagram blok
yang menunjukkan interaksi antara sub
sub fungsi tersebut ke dalam suatu diagram blok.
Kita telah melihat metoda pohon tujuan objektif bahwa masalah
desain dapat memiliki banyak level yang berbeda dari generalitas atu
detail. Secara pasti level di mana masalah ditentukan atau o!eh
desam
er adalah penting sekali. Terdapat perbedaan besar antara prtanyaan
dari umendesain sebuah handset telephone" dan "rnendesam sebuah
sistem telekomunikasi".
Memungkinkan untuk menaikan dan menurunkan level generali
tas pada masalah desain. Masalah klasik dari masalah adalah mende
sain suatu tornbol pintu atau bahkan untuk mendesain perlengkapan

ingress dan egress dan menemukan solusi yang tidak mmutuhkan


tombol pintu sama sekali tetapi hal ini tidak berguna bag1 kllen yang
memproduksi tombol pintu. Alternatifnya, desainer dapat menurun-

kan beberapa level menginvestigasi argonomi dari gagang-gagang


atau kinematika dari mekanisme grendel/palang pintu kemungkinan
lagi memproduksi solusi non tombol pintu yang mana merupakan
perbaikan fungsional tetapi tidak yang diinginkan oleh klien.
Namun sering terdapat kejadian sesuai dengan pertanyaan
pada level di mana masalah desain diajukan. Seorang klien mungkin
mem fokuskan terlalu sempit pada level tertentu dari defenisi
masalah, saat sebuah solusi pada level lain mungkin lebih baik
dan mempertim bangkan kembali level dari defenisi masalah sering
merupakan stimu lus kepada desainer untuk mengajukan tipe yang
lebih radikal atau inovatif dari solusi. Jadi adalah penting untuk
memiliki pertimbangan level masalah di mana desainer atau tim
desainer kerja. Juga sangat berguna jika hal ini dapat dilakukan di
dalam suatu cara yang mem pertimbangkan bukan tipe potensial
dari solusi tetapi fungsi yang po kok di mana tipe solusi diperlukan
untuk kepuasan. Hal ini membuat desainer bebas untuk
mengembangkan proposal-proposal solusi alter natif yang
memuaskan persyaratan-persyaratan fungsional.
Metode analisa fungsi menawarkan sejumlah pertimbangan
fungsi pokok dan level di mana sebuah masalah dialamatkan. Fungsi
pokok adalah di mana perlengkapan, produk atau sistem yang dide
sain harus memuaskan tidak masalah komponen fisik apa yang digu
nakan. Level masalah ditentukan dengan menetapkan sebuah "batas"
di seputar sub set fungsi yang koheren secara logis.
Langkah-langkah metode Analisa:

1. Mengekspresikan Keselu ruhan Fungsi Desain Yang Berkenan


Dengan Input ke Output
Poin awal untuk metode ini untuk mengkonsentrasikan pada apa
yang akan dicapai melalui sebuah desain baru dan tidak pada
bagaimana hal tersebut tercapai. Cara dasar yang paling baik dan
paling
sederhana
untuk
mengekspresikan
adalah
menggambarkan produk ,1t.1u peralatan yang didesain seperti
sebuah kotak hitam

114

Perancangan Prociuk

Penetaan f 1111q\I

115

116

yang memindahkan input tertentu kepada output yang diinginkan.


Kotak hitam terdiri dari sebuah fungsi yang mana diperlukan un
tuk memindahkan input ke output.
Adalah lebih baik untuk mencoba membuat keseluruhan fungsi
seluas mungkin pada awalnya hal tersebut disempitkan nanti jika
diperlukan. Adalah salah untuk memulai dengan suatu keseluruh
an fungsi yang terbatas dan tidak diperlukan yang mana akan
membatasi solusi yang memungkinkan. Desainer dapat mem
buat satu kontribusi yang jelas pada tahap proses desain dengan
menanyakan klien atau penggunaan untuk defenisi dari tujuan
yang fundamental dari produk atau peralatan dan menanyakan
mengenai input dan output yang dibutuhkan-darimana input da
tang? Untuk apa output itu? Apa tahap selanjutnya dari konversi?
Dan sebagainya.
Jenis pertanyaan ini diketahui sebagai perluasan batasan. Batas
sistem adalah batasan konseptual yang digunakan untuk
mendefi nisikan fungsi dari produk atau peralatan. Sering,
batasan ini didefinisikan terlalu sempit dengan hasil bahwa
perubahan de sain minor yang dapat dibuat dari pada sebuah
pemikiran kembali radikal.
Adalah penting untuk mencoba mematikan bahwa semua input
yang relevan dan output terdaftar. Mereka semua dapat diklasifi
kasikan sebagai aliran dari material, energi,atau informasi dan
kla sifikasi-klasifikasi yang sama ini dapat digunakan untuk
mengecek apakah ada input atau output yang diabaikan.

2. Melakukan Perincian Terhadap Kesel u ruhan Fungsi Ke dalam


Seperangkat Sub Fu ngsi Yang Pokok
Biasanya konversi dari set input ke dalam satu set output adalah
merupakan suatu tugas yang kompleks di dalam kotak hitam,
yang mana harus diperinci ke dalam sub tugas atau sub fungsi.
Tidak ada tujuan yang benar-benar, cara yang sistematis untuk
melaku kannya. Analisa ke dalam sub fungsi dapat bergantung
pada fak-

Perancangan Prorluk

tor-f tor seperti jenis komponen yang tersedia


untuk tugas yang spes1f1k, pembagian fungsi
yang lebih baik atau yang diperlukan
terhadap mesin-mesin atau terhadap operator
manusia, pengalam an desainer, dan lain-lain.
Dalam mengkhususkan sub fungsi sangat
membantu untuk me mastikan bahwa mereka
semua diekspresikan dalam cara yang sama.
Masing-masing
seharusnya
merupakan
pernyataan dari sema da_ta kerja ditambah
sebuah kata benda, seperti: menjelas kan 1tem1tem, memisahkan buangan, mengurangi
volume.
Tiap sub fungsi memiliki input dan output
masing-masing dan ke sesuaian antara input
dan output harus diperiksa. Kemungkinan
terdapat sub fungsi penolong yang harus
ditambahkan tetapi tidak mengkontribusikan
secara langsung kepada keseluruhan fungsi
seperti membuang buangan/sampah.

Sebuah diagram blok berisikan semua sub fungsi yang teridenti


fikasi secara terpisah dengan menyertakan mereka di dalam ko
tak-kotak yng berhubungan bersama melalui input dan output
mereka sehmgga memuaskan kcseluruhan fungsi dari produk
atau perlatan yang didesain. Dengan kata lain, kotak hitam yang
asli dan keseluruhan fungsi adalah menggambar kembali sebuah
ko tak transparan di mana sub fungsi yang dibutuhkan dan
hubungan mereka dapat dilihat pada gambar berikut:
Dalam menggambar diagram ini anda menetukan bagaimana
in put dan output internal dari sub fungsi dihubungkan bersama
se hingga dapat dikerjakan dengan mudah yang merupakan
sistem kerja. nda mungkin harus menciptakan input dan output,
dan mungkm mendefenisikan kembali sub fungsi tertentu
sehingga
semua
terhubung
bersama.
Penting
untuk
menggunakan konversi yang berbeda, seperti tipe-tipe yang
berbeda dari garis-garis untuk

Penetapan Fungsi

117

ii

3. Menggam bar Sebuah Diagram Blok Yang


Menunjukkan lnteraksi Antara Sub Fungsi
menunjukkan tipe-tipe berbeda dari input dan output seperti alir
an material, energi atau informasi.

4. Menggambar Batas Sistem


Dalam menggambar diagram balok anda juga mernerlukan pem
buatan keputusan mengenai tingkat yang tepat dan lokasi dari ba
tasan sistem. Seperti contoh, tidak terdapat kelepasan input atau
output dalam diagram kecuali hal yang datang dari atau keluar
dari batasan sistem.
Kemungkinan bahwa batasan sekarang harus diperkecil lagi
setelah perluasan pada awalnya, selama pertimbangan dari input,
output dari keseluruhan fungsi. Batasan fungsi digambarkan sepu
tar sub set dari fungsi yang telah diindentifikasi , untuk menen
tukan produk yang dapat dikerjakan dengan mudah. Juga mung
kin bahwa penggambaran dari batasan sistem ini biasanya hal ini
akan menjadi sebuah masalah dari kebijakan manajemen atau

permintaan klien. Biasanya banyak batasan sistem yang berbeda dapat digambar,
menetapkan produk-produk berbeda atau tipe- tipe solusi.

.5. Meneliti Komponen-komponen Yang Sesuai u ntuk Melakukan Sub Fungsi dan
lnteraksinya
Jika sub fungsi telah ditetapkan secara memadai pada level yang sesuai, kemudian
dimungkinkan untuk diidentifikasi komponen yang sesuai untuk tiap sub fungsi.
ldentifikasi dari kompoenen ini akan tergantung pada sifat produk atau peralatan
atau sistem yang lebih umum yang telah didesain, seperti sebuah komponen dapat
diartikan sebagai seseorang yang melaksanakan suatu tugas ter tentu, suatu
komponen mekanis atau suatu komponen elektronik. Salah satu kemungkinan
desain yang menarik terbuka dengan adanya peralatan-peralatan elektronik
seperti mikro processor yang sekarang sering disubstitusikan untuk komponenkomponen yang sebelumnya peralatan-peralatan mekanik atau mungkin ha nya
dapat dilakukan oleh operator manusia. Metode analisa fung-

si.adalah bantuan yang berguna dalam keadaan


seperti ini karena d1a memfokuskan pada fungsifungsi , dan meninggalkan alat-alat
fisik dalam pencapaian fungsinya kepada tahap
selanjutnya dari proses desain.

Contoh Sepeda Mini


Langkah-langkah penetapan fungsi adalah sebagai berikut:
1 Fungsi rancangan secara keseluruhan dengan
transformasi input dan output dengan black box
dapat dilihat gambar 6.3.
2. Pembagian fungsi menjadi sub-sub fungsi yang essensial
a. Sub fungsi alat penyokong
b. Sub fungsi alat gerak
c. Sub fungsi alat penggerak
d. Sub fungsi tempat duduk
e. Sub fungsi alat pegangan (handling)
118

Perancangan Produk

f. Sub fungsi alat tambahan


g. Sub fungsi perakitan
3.

Blok diagram yang menunjukkan interaksi antara sub-sub fungsi


tersebut dapat dilihat gambar 6.4.

4.

Sistem pembatas perancangan sepeda mini Kelompok 11 dapat


dilihat gambar 6.5.

5.

Komponen-komponen yang tepat untuk melaksanakan sub-sub


fungsi tersebut antara lain:
a. Rangka: besi,baut, mur, kunci ring, meteran, spidol
b. Ban dan Lingkar: karet, besi, kawat,baut, mur, kunci ring,
tang,obeng

c.

Stang: besi, mur, kunci ring,tang


d. Tempat duduk: karet,busa, besi, mur, kunci ring
e. Jari-jari dan pedal: besi,plastik, tang
f. Velg ban: besi,tang
g. Velg ban: besi, baut, mur, kunci ring
h.

Rem: besi,tali rem (benang baja), karet, mur, baut, kunci ring

Penetapan Fungsl

119

f
INPUT

BLACK BOX

OUTPUT

Pembuatan Rangka Sepeda Pembuatan Pata Pengukuran


Sepeda Mini
Pembuatan Cetakan Pengecoran Pengelasan Penghalusan Pengecatan
Kelornpal< II
Pembuatan Ban dan Ungkar
Pencampuran Bahan Pencetakan Ban Kawat Pengikat Pelapisan
Tang
Tapak Ban Pengadukan Pemanasan Bahan
Kunci Ring Palu Obeng Meteran Pen/spidol
Pembuatan Stang
\ 3. Bahan
Pembuatan Pola Pengukuran Pembuatan Cetakan Pengecoran Penghalusan Pengecatan
Besi Karat Busa Cat Stlker Lem Pasir Kawat
Pembuatan Tempat Tinggal
Pembuatan Rangka Pembuatan Pola Busa dan Karat
Pemotongan Perekatan
Pembuatan Jari-jari dan Pedal Pembuatan Pola Pengukuran
Pembuatan Cetakan Pengecoran Pembentukan Pola Cetakan Pedal Peleburan Plastik Pencetakan Pendinginan
Penempelan Pedal pada
Batang Besi
Pembuatan Velg Ban
Pembuatan Pola
Pengukuran
Pembuatan Cetakan Pengecoran
Pembuatan Keraniang
Bahan Adiktif
Pembuatan Pola Pengukuran dan Pembuatan Cetakan Peleburan Pfastik Peleburan spesifik
Benang Baja (Tali Rem)
Pembuatan Rem
\ 4- Mesin
Mesin Las Pembuatan Pola Rangka
Pengukuran Pembuatan Cetakan Pengecoran Penyambung Karet dengan Tali Rem
Mesin Pemotong
Perakitan
Mesin Penghalus
(Gerin<Ja)
5. Modal Perakitan Ban, Lingkar, dan Velg
Perakitan dengan
6. lnformasi
Rangkanya
Perakltan Pedal dan Gear Perakitan Stang Sepeda Perakitan Tempat Ouduk Perakitan Rem dan Keranjang
_Pe_n_e_m_pelan__St_ik_e_'

Ala! Penyokong

1. Tenaga Kerja

Rangka Sepeda

Ban

2. PeraJatan

Ala! Gerak
Velg

Alat Penggerak

Ban

Gear dan Pedal

Fungsi Utama

pat Duduk
1-_Busa

INPUT

Alat Pegangan

Stang

Keranjang

Fungsi Tambahan

Fungsl Tambahan
Rem

Gambar 6.4. Blok Diagram Sepeda Mini Kelompok JI

Sepeda Mini
Kelompok II

j
_J

Gambar 6.3. Diagram Black Box Sepeda Mini Kelompok II


12
0

Peranca11 e111 Prociuk

Penetapan f
1111y-.I

121

PENETAPAN KEBUTUHAN

-.-..::.:

Qi

c:
Q)

Q)
V)
V)

.l.'.i.:. l
l'i:l

...Q

Q)

Cl...

Q )

. ....V).

Vi

0
0
0
0
0
I

asalah perancangan selalu disertai dengan batasan ter


tentu. Salah satu batasan yang paling penting ialah se
bagai contoh, masalah apa yang diharapkan pelanggan
ketika mengeluarkan uang untuk membayar suatu produk. Masalah
umum lainnya adalah dapat diterimanya ukuran atau berat dari me
sin, beberapa masalah akan ditampilkan dalam persyaratan seperti
penilaian power mesin uap, apakah mesin sesuai dengan resmi atau
persyaratan keamanan lainnya.

lt')

..:>

....

" E"

. 0

I!

B
ro

"'

-
122

""

\. ::>

Kumpulan persyaratan ini terdiri dari spesifikasi penampilan


produk atau mesin. Persyaratan rancangan dari suatu objek kadang
kadang memperhatikan spesifikasi performance tetapi ini belum tentu
benar. Objektivitas adalah persyaratan apakah sebuah desain harus
mencapai sukses atau tidak. Tetapi mereka tidak nyata terkumpul se
buah batasan yang tepat, bagaimana sebuah spesifikasi performance
dilakukan.
Dalam kumpulan batasan bagaimana disain dapat mencapai
sukses oleh karena itu perlu dibatasi oleh masalah masalah yang
ddpat diterima, karena itu makanya dikumpulkan target perancangan
produk.

Pe
ra
nc
a1
1""
"
Pr
od
uk

r
7.1 Menetapkan Tingkatan untuk Pengoperaslan
Mengingat tingkat perbedaan yang ada mungkin memberi pe
tunjuk di dalam pengembangan atau bahkan mempersempit ciri kon
sep produk. Langkah kedua dari metode ini membuat keputusan pada
tingkatan yang tepat.
Biasanya para nasabah, manajemen perusahaan atau langgan
an menentukan apa yang akan dirancang untuk digunakan. Sebagai
contoh, dalam permasalahan alat pemanas, tingkat tertinggi yang ada
hanya akan dipertimbangkan jika penggunaan telah diusulkan untuk
bervariasi.
Salah satu tingkat yang akan dirancang telah dapat diputuskan.
Bekerja dapat memulai di dalam menetapkan spesifikasi yang layak.
Beberapa produk atau mesin yang akan disusun mempunyai tanda
dan ini akan lebih mudah di dalam menetapkan spesifikasi tersebut.
Beberapa tanda yang tampak adalah kenyamanan, kemudahan dan
ketahanannya, guna keunggulanya adalah kecepatan biaya serta kenyamanan.
Apabila kamu ingin memulai perancangan maka kamu me
nyiapkan analisa dari kegunaan produk tersebut serta diagram

alasan yang perlu diperhatikan nasabah yaitu keistimewaan solusi


tersebut. Rancangan ini dapat diterapkan pada pembuatan keramik.
Terakhir yang ingin diterapkan berisi tentang semua kondisi
bahwa rancangan yang dibuat harus bagus. Namun demikian ini
dapat dibedakan dengan syarat di antara beberapa tanda atau
perlengkapan yang akan
diminta
dan
diantaranya
dapat
diharapkan. Permintaan akan syarat ini harus terpenuhi, mengingat
harapan tersebut berasal dari konsumen.
Penetapan Kebutuhan
Setelah fungsi ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah
menetapkan keperluan. Langkah ketiga ini bertujuan untuk membuat
spesifikasi pembuatan yang akurat yang perlu bagi desain/rancangan.
Metode yang digunakan pada langkah ini adalah Performance
Specification Model, yang prosedur pelaksanaannya adalah:
1.

Mempertimbangakan tingkatan-ti ngkatan solusi yang berbeda


yang dapat diaplikasikan.

2.

Menentukan tingkatan untuk beroperasi.

3.

ldentifikasi atribut-atribut performansi yang diinginkan dengan


SW, yaitu:
a. What (apa)

pem buatannya, ini seperti menggali sumber. Aspek yang paling


penting adalah ketahanan ketika menetapkan nama tersebut.

Produk apa yang akan dirancang ?

Seharusnya me reka terlibat di dalamnya serta bebas di dalam


mencari solusi tersebut. Pernyataan tentang nama tersebut dapat

b.

membuat beberapa masalah kerap kali memperhatikan syarat-syarat


solusi tersebut. Tetapi mereka telah memisahkan nama dari wujud

Who (siapa)
Kepada siapa produk ini akan dipasarkan ?

c.

Why (mengapa)
Mengapa produk ini dibuat ?

d.

Where (di mana)


Di mana produk ini digunakan ?

e.

When (kapan)
Kapan produk ini digunakan ?

yang utama.
Sebagai contoh nasabah mungkin mengetahui bahwa bahan
utama dari area itu terbuat dari keramik karena itu dapat membuat
kepuasan dan solusi yang terbaik. Tetapi syarat yang dibutuhkan
mungkin tahan banting, mudah dibersihkan, bentuk halus. Pilihan
mungkin terdiri dari plastik, logam atau marmer. Secara keseluruhan
4.

---

Menentukan kebutuhan performansi untuk setiap atribut.


- --

' ! . ...

,' 1-.

124
uduk

Peranca1191m 1'1

Penetapan Kebut
11lla11

7.2 Kecepatan dan Ketetapan dalam


Menetapkan Beberapa Syarat-Syarat untuk
Nama
Salah satu usul dari atribut tersebut telah dilengkapi,
penetapan spesifikasi ini ditulis untuk beberapa saja. Pemilihan
terhadap suatu produk itu harus dilakukan. Selanjutnya ini
dapat melengkapi bebe rapa penelitian, menetapkan syarat ini
tidak mudah ditebak, bahkan dalam pengambilan tipe solusi
yang terbaik.
Kemungkinan tetap ada penetapan spesifikasi seharusnya
dilaku kan dalam beberapa bentuk. Demikian sebagai contoh
pembagian be rat tersebut harus dilakukan lebih dari itu
pernyataan tidak seperti hal yang sepele.
Demikian juga ketepatan dan kemungkinan tetap ada,
spesifi kasi ini tidak lebih ukurannya dari 25 mm. Jika rata-rata
antar 450 mm dapat diterima.

7.3 Ringkasan
Tujuan: untuk membuat spesifikasi pembuatan yang akurat
yang perlu bagi disain.

Prosedur
1. Mempertimbangkan level berbeda yang sifatnya umum dari
solusi tersebut yang mungkin dapat diusulkan. Mungkin bisa
dipilih satu pilihan di antara level ini:

Alternatif produk

Tipe produk

Ciri produk
2. Menetukan level yang sifatnya umum yang akan digunakan
dalam operasi. Keputusan ini biasanya dibuat oleh
pelanggan.
3. Mengidentifikasi atribut pembuatan yang perlu. Atribut
sebaiknya dirumuskan dalam syarat-syarat yang independen
dari solusi terse but.

126

. ' . : ,' 1125 1

r.
...

.
j

Perancan9a11 Prod11k

..,

4. Menguraikan syarat-syarat pembuatan secara


ringkas dan jelas un tuk setiap atribut.
Kemungkinan
yang
ada,
spesifikasi
sebaiknya dalam syarat-syarat yang dapat
dijangkau dan mengidentifikasikan perbedaan
diantara batasan tersebut.

Contoh 1:
One handed mixing rap
Contoh ini adalah spesifikasi untuk keran
campuran air buatan dalam kategori air buatan
dalam negeri yang dapat dioperasikan de ngan
satu tangan. Ringkasan perancangan awal
untuk perancangan ini dijelaskan dalam bab ini
diperhatikan
bagaimana ringkasan dikem
bangkan secara luas karena tim perancang
telah menyelidiki ma salahny?. Beberapa
perincian dalam ringkasan diubah standar nasio
nal yang berlaku untuk produk seperti ini.
Jumlah pemakaian juga ikut dalam perhitungan.
Skala waktu perancangan juga termasuk

dalam spesifikasi kolom d (demand) atau w (wish) disebelah


kiri pada tabe! membedakan antar demand dan wishes.

Contoh 2:
Ukuran bahan baku
Masalah diformulasi kan pelanggan pada level yang
bersifat umum, secara sederhana perancangan jenis tertentu
dari meteran ba han bakar digunakan pada kendaraan bermotor.
Formulasi umum yang pertama adalah meteran untuk
mengukur perubahan jumlah minyak secara terus menerus
dalam kontainer untuk bentuk dan ukuran yang tidak ditentukan
dan mengidentifikasi pengukuran pada jarak yang berbeda
dari container. Kemudian daftar atribut berikut dikembang
kan cocok bagi kontainer untuk: bermacam volume, bentuk,
tinggi, bahan.
Tim perancang terus mengembangkan spesifikasi
pembuatan se cara penuh, dapat dilihat pada tabel 7.1

Penetapan Kelmt11ha11

127

r
label 7.1. Spesifikasi pembuatan One-handed mixing
rap

Contoh 3:
Sikat gigi listrik

Spesifikasi
One-handed mixing rap
D atau w
D
D
D
D

label

Syarat
1. Seluruhnya aliran yang dicampur maksimum 10 pada tekanan 2 bar.
2. Tekanan maksimum 19 bar
3. Suhu standar air 60 - 100 c

Kebebasan secara menyeluruh untuk pe


netapan suhu dan tekanan.
5. Kluktuasi suhu yang diizinkan 15 c pada
w
suatu tekanan luar 5 bar antar persediaan
panas dan dingin.
6. Sambungan 2 pipa cu 10 x 1 mm/keteba
D
lan 400 mm.
7. Baskom (0-18 mm).
D
8. Pengaliran ditepi baskom yang lebih tinggi
D
50 m.
9. Menyesuaikan dengan baskom rumah
D
tangga.
w
10. Dapat ditukar ke dalam.
11. Pengoperasian lampu.
w
12. Tanpa energi luar.
D
13. Persediaan air minum.
D
14. ldentifikasi penetapan suhu
D
15. Merek dagang diperlihatkan secara jelas.
D
16. Tidak ada hubungan kedua persediaan ke
D
tika katup ditutup.
17. Tidak ada koneksi saat dikeluarkan.
18. Tidak ada pembakaran akibat menyentuh
w
perabot
w
19. Menyediakan proteksi panas
7.2. Tujuan 20.
dan Operasi
Kriteriayang jelas
D
D
21. Halus, garis bentuk mudah dibersihkan
w
22. Operasi tidak membisingkan
D
23. Jangka penggunaan 10 tahun
24. Pemeliharaan mudah
D
D
25. Biaya pabrikasi maksimum 30
w
26. Menyusun jadwal akibat dari awal
pengem- L _L_b a n1gan.'....ran can'..1'..!g,a'..n'..:'...:...

Responsibel

4.

_-_

Contoh ini menunjukkan perkembangan penetapan spesifi


kasi produk konsumen sebuah sikat gigi listrik. Masalahnya adalah
bagaimana menyesuaikan ke masyarakat kelas menengah secara
umum, sebuah tipe sikat gigi baru tetapi hal itu bukanlah hal yang
utama yang dibutuhkan dalam penetapan spesifikasi produk.
Para desainer menguraikan atribut-atribut produk yang baru
le bih utama sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kebutuhan
konsumen berdasarkan tahapan konsep:

Kebutuhan psikologis

Membersihkan gigi lebih bersih daripada sikat gigi biasa, melin


dungi gusi,menurunkan kebusukan gigi.
Kebutuhan sosial
Nafas yang segar dan gigi yang putih
Kebutuhan teknis

Diameter panjang, ukuran sikat, luas, jangka waktu, berat


Sumber pertukaran

1 dollar tiap orang adalah biaya alternatif, sedangkan pisau cu kur


listrik dijual 20 kali lebih tinggi dari pisau cukur biasa yang
manual. Jadi kemungkinan 20 dollar akan dibayar untuk sebuah
sikat gigi listrik.
Penetapan spesifikasi kemudian disusun sebagi suatu set dari
perancangan objektif dengan kriteria yang cocok, dapat dilihat pada
tabel 7.2.
Tujuan
1. Menarik, cocok dijual teru-

tama pada pasar di samping


sebagai belanja pri badi.

_ -
,

--

Kriteria

':

l a. Selu ruh desain menarik dan prod u k d


ibagi 2 jenis misal nya x dan y dan yang
terpil ih harus jen is yang sesuai dengan
keingi nan konsumen.
1b. Dekorasi warna sesuai dengan prod u k kita.
l e. Contoh prod u k dapat diperkenal kan
dimeja pameran.

128

Perancan9cm Produk

Penetapan Kt'l>11t 11lu111

129

Tujuan

Kriteria

Spesifikasi kegunaan atribut portabilit y dikembangkan sebagai

Fungsi2a.
sekurang-kurangnya
Fungsi keteknikanharus
disesuaikan
sebaik setidakmodel jenis
tidaknya
x yang
sebaik
dimiliki
model
individu
jeis xduluyang
nya.
dimiliki oleh orang
lain dulunya.
ber ikut:
Mampu
2b.dijual
Amplitudo
di Amerika
2-3 mm.
serikat.
Spesifikasi kegunaan portabel komputer:
4. Sasaran
3. Harus
waktu
menghubungi
adalah pro-ulduk
dansudah
csa demi
siap kedijual
amanan.
ke Chrismas trade dalam musim yang terdekat.
4. waktu ynag ditetapkan dimulai dari bulan oktober,produksi menjadi pembuatan pro- posal 2 bulan, pencarian bahan 6 bulan, produksi tipe 10 bulan, produksi 13 bulan.

Contoh 4:
Kerja Portabel Komputer
Komputer pribadi telah menjadi aspek yang sangat mendasar
pada banyak aktivitas. Beberapa orang ingin mempunyai tidak hanya
satu kantor dan satu rumah tapi yang satu dapat digunakan di
tempat lain dan dapat bepergian dengan itu. Contoh ini
berdasarkan pada desain jenis komputer yang mudah dibawa.
Secara jelas tingkat kelua saan masalah telah disusun oleh
permintaan pelanggan. Banyak spesi alisasi atribut yang mana
dapat diteliti dan diperinci seperti tipe yang disatukan, tipe
penampakan layar dan lain-lain. Kita harus berkonsen trasi disini
hanya pada atribut utama. Kita harus mengetahui keistime waan
yang diperlukan. Oleh karena itu kita harus mewawancarai pe makai
komputer.
Penelitian yang lebih jauh dengan pemakai adalah penting
untuk mengembalikan daya guna atribut-atributnya. Kita juga harus
melakukan penyelidikan lebih jauh akan jenis-jenis lokasi di mana
dibutuhkan komputer. Apakah dipangkuan seseorang, kereta api
atau pesawat terbang?
Jelaslah pada banyak tempat tidak tersedia sumber tenaga,
se hingga portabel komputer harus mempunyai baterai sendiri.
Salah satu aspek lainya yang muncul adalah bahwa pengguna
ingin men steker portabel komputer ke alat seperti printer. lni berarti
kecocokan alat tersebut dengan alatnya sangat penting.

Kemudahan dibawa
Dapat dibawa satu tangan
Berat tidak lebih 5 Kg
Alat pembawanya disertai kantung disket

Ketika ditutup, tahan udara untuk menahan air hujan

Contoh 5:
Sepeda Mini
Langkah ketiga dari langkah perancangan N igel Cross
adalah penetapan kebutuhan. Penetapan kebutuhan adalah suatu
cara yang membandingkan hasil penetapan atribut melalui cara
brainstroming clan penetapan atribut melalui rekapitulasi
penyebaran kuisioner. Ha sil tersebut kemudian dibandingkan
dengan pemberian nilai D atau
W. D (demand) berarti atribut tersebut tidak sesuai antara hasil
brain stroming dan keinginan konsumen, sedangkan W (wishes)
berarti atribut tersebut yang ditentukan melalui brainstroming juga
sesuai dengan keinginan konsumen yang diketahui berdasarkan
rekapitulasi penyebaran kuesioner. Seorang perancang dikatakan
sudah lebih ahli bila nilai W lebih banyak daripada nilai D.
Langkah-langkah penetapan kebutuhan antara lain:
1. Membuat level generalitas yang berbeda-beda dari solusi
rancang an yang dapat diterapkan.
Produk alternatif: Sepeda mini dengan desain yang ergonomis
Jenis produk:
a. Desain yang nyaman dan ergonomis
b. Produk terbuat dari bahan berkualitas
c. Produk dirancang multifungsi

130

Peranca11ga11 f>t od11k

Penetapan Keb11t11ha 11

131

Fungsi spesifikasi:
a.
b.
c.
d.

Sepeda mini yang mempunyai bentuk stang melengkung


Sepeda mini yang mempunyai warna rangka merah-hitam
Sepeda mini yang mempunyai jari-jari roda 20 cm
Sepeda mini yang mempunyai bahan tempat duduk dari
busa
e. Sepeda mini yang mempunyai bentuk pedal persegi
f.

Sepeda mini yang mempunyai bahan rangka dari besi


g. Sepeda mini yang mempunyai tinggi tempat duduk 50 cm
h. Sepeda mini yang mempunyai hiasan rangka dengan stiker
i. Sepeda mini yang mempunyai bentuk tempat duduk segitiga
j.
k.
I.

lengkung
Sepeda mini yang mempunyai tinggi stang 65 cm
Sepeda mini yang berfungsi sebagai alat transportasi
Sepeda mini yang mempunyai keranjang sebagai tempat tas

2. Menentukan level generalitas untuk dioperasikan


a. Produk memiliki desain yang nyaman dan ergonomis
b. Produk memiliki usia pakai (daya tahan) yang cukup lama
c. Produk memiliki penampilan yang menarik
3. Mengindentifikasikan performansi atribut produk yang diperlukan
Hasil analisa dengan SW terhadap produk sepeda mini, yaitu:
What (Apa) ?
Who (Siapa) ?
Why (Mengapa) ?

Where (Di

mana)?
When (Kapan) ?

Produk yang akan dibuat adalah sepeda


mini.
Sepeda mini ini ditujukan untuk anakanak berusia 6-15 tahun.
Produk ini dibuat karena adanya perminta
an konsumen terhadap sepeda mini yang
lebih baik dan menarik daripada yang su
dah ada di pasaran.
Sepeda mini dapat ditempatkan di garasi
ataupun di teras rumah.
Sepeda mini ini dapat digunakan setiap
saat dan dalam waktu yang lama.

4. Menetapkan performansi kebutuhan untuk setiap atribut


secara lengkap, dapat dilihat pada tabel 7.2.
Demand (D) berasal dari pihak
konsumen Wishes (W) berasal dari tim
perancang

label 7.2. Spesifikasi Sepeda Mini Kelompok II


,,,,
,

'"."'. 'll l"'" ''"' d!ilill l"'' ' " "''','.'1"i"'"".'.:''a'''',tJl111.'i'.'l

. e r u

"'',,'.""..".'''''II''' 111.1111 h!111I1N1l1ll1ll1l1l1l1C1111,,,"II'

:011,

'

y 'a'"re'"1
Sepeda mini
tuk stang melengkung
" tJi . , ,

.,

'1 111mempunyai
yang

'I

ben-

'

Sepeda mini yang mempunyai war

Sepeda mini yang mempunyai


jari jari roda 20 cm

Sepeda mini yang mempunyai ba


han tempat duduk dari busa

Sepeda mini yang mempunyai


ben tuk pedal persegi

Sepeda mini yang mempunyai ba


han rangka dari besi

Sepeda mini yang mempunyai


tinggi tempat duduk 50 cm

Sepeda mini yang mempunyai


hiasan rangka dengan stiker

Sepeda mini yang mempunyai ben


tuk tempat duduk segitiga lengkung

10

Sepeda mini yang


tinggi stang 65 cm

11

Sepeda mini yang berfungsi


sebagai alat transportasi

12

anjang sebagai tempat tas

na rangka merah-hitam

mempunyai

Sepeda mini yang mempunyai ker

'.1
111![1''"',llKi1eJi11111!1!11!
1u11n1.1l:!1i:!''i:,.:''1'"'1':1

-ooOoo13
2

Perancangan
Produk

Penetapan Ktlmt

11/um

133

8
PENENTUAN
KARAKTERISTIK DENGAN
QFD
FD adalah suatu cara untuk meningkatkan kualitas barang
au jasa dengan memahami kebutuhan konsumen kemudin menghubungkannya dengan ketentuan teknis untuk
enghasilkan suatu barang atau jasa pada setiap tahap
pem
buatan barang atau jasa yang dihasilkan. Penyebaran fungsi mutu

(Quality Function Deployment ) adalah alat perencanaan yang digu


nakan untuk membantu bisnis memusatkan perhatian pada kebutuhan
para pelanggan mereka ketika menyusun spesifikasi desain dan pabri
kasi.
QFD pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1972
oleh Mitsubishi untuk digunakan digalangan kapalnya di Kobe. Pada
tahun 1978 Yoji Akao dan Shigeru Mizuno menyusun konsep ini dan
mempublikasikannya. Sejak itu proses dikembangkan oleh Toyota
dan pemasoknya yang telah menggunakannya dalam rancangan mo
biI. Kini teknik itu digunakan secara luas di jepang dan telah mulai
digunakan di Amerika dan eropa oleh perusahaan-perusahaan seperti
DEC, Hewlett Packard, AT&T, Texas Instrument, ITT, Ford, Chrysler,
General Motors, Procter & Gamble, Polaroid dan Deere & Company.
Di Jepang alat ini telah digunakan dan telah berhasil mengendalikan

r
rancangan dan pembuatan suatu jajaran produk yang luas termasuk
barang-barang elektronik, mobil, barang-barang rumah tangga, rang
kaian elektronik terpadu (IC}, pakaian, dan rancangan untuk kenya
manan setempat, penjualan eceran, dan perumahan.

8.1

Manfaat QFD

Perusahaan-perusahaan pada dasarnya segan membicarakan


tentang bagaimana mereka memanfaatkan QFD di dalam praktiknya
karena kepekaan komersial (Commercial Sensitivity) disekitar daur
pengembangan produk. QFD digunakan untuk memastikan bahwa
sebuah perusahaan memusatkan perhatiannya terhadap kebutuhan
pelanggan sebelum setiap pekerjaan perancangan dilakukan. lni me
mungkinkan memperpanjang tahap perencanaan desain proyek, akan
tetapi secara umurn mengurangi baik jumlah waktu secara
keseluruhan yang diperlukan untuk tahap perancangan maupun
jumlah perubah an-perubahan rancangan setelah diluncurkan.
Manfaat-manfaat utama QFD adalah sebagai berikut:
1)

Memusatkan rancangan produk dan jasa baru pada kebutuhan


pelanggan. Memastikan bahwa kebutuhan pelanggan dipahami
dan proses desain didorong oleh kebutuhan pelanggan yang ob-

jektif dari teknologi.


2) Mengutamakan kegiatan-kegiatan desain. Hal ini memastikan
bahwa proses desain dipusatkan pada kebutuhan pelanggan
yang
paling berarti.
3) Menganalisis kinerja produk perusahaan yang utama untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan utama.
4) Dengan berfokus pada upaya rancangan, hal tersebut akan me
ngurangi lamanya waktu yang diperlukan untuk daur rancangan
secara keseluruhan sehingga dapat mengurangi waktu untuk me
masarkan produk-produk baru. Perkiraan-perkiraan terbaru mem
perlihatkan adanya penghematan antara sepertiga sampai sete
ngah dibandingkan sebelum dilakukan QFD.

5) Mengurangi banyaknya perubahan desain setelah dikeluarkan


dengan memastikan upaya yang difokuskan pada tahap
perenca naan. Hal yang penting ini mengurangi biaya
mengenalkan desain baru.
6) endorong terselenggaranya tim kerja dan menghancurkan
nnta_ngan antar bagian dengan melibatkan pemasaran,
rekayasa t:knik, ?an pabrikasi sejak awal proyek. Masingmasing anggota t1m kefja sama pentingnya dan memiliki
sesuatu untuk disum bangkan kepada proses.
7) Menyediakan suatu cara untuk membuat dokumentasi proses dan
menyediakan suatu dasar yang kukuh untuk mengambil
keputus an rancangan. Hal ini sangat membantu menjaga
proyek terhadap perubahan-perubahan personalia yang tidak
dapat diperkirakan lebih dulu.
.QFD memerlukan komitmen baik dari tim proyek maupun
manaJemen untuk dapat berhasil. Faktor-faktor kunci yang membantu
peus.ahaan memastikan bahwa QFD memberi hasil-hasil yang
penuh art1 dr susun seperti di bawah ini:
1) Yang . paling penting, proyek harus mendapatkan dukungan

mana,emen yang ditunjuk dan aktif. QFD merupakan kegiatan


yang cukup menyita waktu. QFD dapat rnenjadi inti strategi
ran cangan yang efektif dan dengan demikian penamaan sumber
daya dapat benar-benar membuahkan hasil.
2) T'.m ini memerlukan waktu untuk mengumpulkan informasi yang
d1perlukan, menandai parameter-parameter kunci, dan melukis
kan matrik Rumah Mutu (House of Quality). Sebuah tim yang
berpengalaman pertama bila semua informasi ini tidak tersedia
pro'.ek itu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk meleng
kap1 n menyelesaikannya. Tim-tim yang berpengalaman dapat
memil1h untuk membuat matriks itu dalam lokakarya dua hari.
Hal ini mungkin perlu di mana anggota-anggota tim ditempatkan
beberapa jauh terpisah dan semua informasi dapat dibuat
tersedia disatu lokasi. Bila tidak ada masalah jarak, tim-tim ini
cenderung

13
6

Perancangan
Produk

melaksanakan suatu pertemuan yang masing-masing


memakan
waktu
dua
jam.
Setiap
pertemuan
memungkinkan
satu
bagian matrik
terselesaikan,
meskipun bagitu satu pertemuan dapat di perpanjang
ketika akan memutuskan matriks terakhir. Pendekatan ini
memberikan waktu kepada para anggota tim untuk
memikir kan masing-masing bagian matriks, dan untuk
mengumpulkan in formasi tambahan sementara Rumah
Mutu dibangun.
3) Para anggota tim harus dipilih secara hati-hati. Seorang wakil
ha
rus diambil dari fungsi-fungsi pemasaran, rekayasa,
pembuatan produk, dan mutu. Mereka juga harus dipilih
karena kemampuan mereka menyumbangkan pikiran
kepada tim proyek serta kemam puan mereka mencari
pendekatan kepada gagasan-gagasan baru
4)

dengan pikiran yang terbuka.


Wawasan proyek dan tujuan tim harus secara jelas
dirumuskan

sejak dari permulaan.


5) Pemimpin tim yang ditunjuk haruslah orang yang
memahami proyek itu dan dapat memimpin sebuah tim. la
bertanggung ja wab untuk memastikan bahwa setiap
anggota tim menyumbang kan tenaga dan pikirannya, dan
proyek tersebut mencapai tujuannya.
6) Seorang penyedia sarana yang memaklumi proses QFD
dapat membantu tim tersebut menggunakan pendekatan
Rumah Mutu.
7) Sebuah proyek yang relatif mudah harus dipilih bagi matriks
yang pertama sehingga tim tersebut dapat mempelajari
bagaimana menggunakan Rumah Mutu. Sebuah proyek
yang melibatkan pe rancangan kembali suku cadang yang
ada mungkin merupakan
satu titik awal yang bagus.
8) Tim itu harus membuat penyajian resmi tentang kesimpulan
mere ka kepada manajemen. Satu keputusan yang

Penentuan Knrak ter l st lk dengan QfO

137

beralasan untuk me nerima atau menolak kesimpulan-kesimpulan itu


kemudian harus
dibuat secepatnya.
QFD mengumpulkan secara bersama-sama keahlian dari pema saran,
rekayasa teknik, dan pabrikasi sejak proyek pertama kali dipikir-

kan dan memastikan bahwa produk-produk


yang dirancang mencer minkan kebutuhan dari
pelanggan. Alat pokok yang digunakan di
dalam QFD adalah Rumah Mutu (House of
Quality). Rumah Mutu adalah sebuah matriks
yang menunjukkan hubungan antara kebutuh
an-kebutuhan pelanggan dan sifat-sifat rekayasa
teknik. Suatu kerang ka Rumah Mutu dilukiskan
dalam gambar di atas. Dengan menggu nakan
alat
ini,
perusahaan
akan
mampu
menyesuaikan kebutuhan para pelanggan
dengan desain dan kendala-kendala pabrikasi.
Contoh itu sangat luwes dan memberi
kemungkinan bagi sebuah perusahaan untuk
menyadari
bagaimana
pentingnya
setiap
karakteristik terhadap para pelanggannya dan
bagaimana sulitnya mengadakan perubahan. Hal
ini memungkinkan tukar menukar antara
karakteristik untuk di lakukan atas dasar kriteria
yang objektif.

138

Dalam penentuan spesifikasi produk, konflik dan


kesalah pahaman kadangkala muncul antar bidang
pemasaran dan anggota rekayasa dari tim desain. lni
terutama karena terfokus ada intervensi dari apa yang harus
dispesifikasikan.
Manajer
dan
peneliti
cenderung
mengkonsentrasikan
beberapa
atribut
yang
telah
dispesifikasikan dari produk baru (umumnya dari sudut
pandang konsumen atau kebutuh an klien), sementara para
perancang dan insinyur memusatkan perha tian pada
karakteristik perekayasaan (umumnya dalam pengertian sifat
fisiknya).
Hubungan antara karakteristik dan atribut adalah
dalam ke nyataan yang saling berhubungan dan kebingungan
ini dapat dihindari jika hubungannya dapat dipahami dengan
jelas. Perancang juga telah mengambil keputusan tentang
sifat fisik produk dengan demikian akan menentukan
karakteristik perekayasaannya. Tetapi karakteristik ini akan
menentukan atribut produk yang dalam hal ini akan dapat
memenuhi kebutuhan para pelanggan. Dengan demikian
perancang rekayasa dapat memilih chasing logam tertentu
sehingga penentuan karakteristik seperti berat, kekakuan dan
tekstur; karakteristik mana
Perancangan Produk

yang akan menentukan atribut produk seperti portabilitas, daya


tahan dan penampilan.
Dengan meningkatnya persaingan di dalam pasar produk,
maka sangat penting untuk memastikan bahwa hubungan
antara karakter istik rekayasa dan atribut produk sudah dapat
dipahami. Terutama sekali, sangat penting memahami apa
yang dibutuhkan oleh pelang gan dalam pengertian atribut
produk dan untuk memastikan bahwa ada terjemahan yang
cermat ke dalam spesifikasi karakteristik rekayasa yang sesuai.
Sikap terhadap rancangan produk ini adalah didasarkan atas
filsafat karakteristik rekayasa yang sesuai. Sikap terhadap
rancang an produk ini adalah didasarkan atas filsafat
mendengar kepada suara pelanggan dan direfleksikan dalam
peningkatan konsentrasi terhadap kualitas produk. Rancangan
kualitas diakui sebagai faktor utama dalam penentuan
keberhasilan produk secara komersial.

Penentuan Karok ter lst lk dengan QfD

139

Metode komprehensif untuk penyesuaian kebutuhan pelang gan bagi


karakteristik rekayasa adalah pengembangan fungsi kualitas. Pemanfatan
fungsi kualitas ini adalah terjemahan langsung dari karak ter jepang Hin
Shitsu, Ki No, Ten Kai, di Jepang dengan frasa yang berarti menyerupai
susunan strategi seluruh aspek produk (fungsi) dari karakteristik yang sesuai
(kualitas) sesuai dengan kebutuhan pelang gan.

juga disajikan disini pada inti proses desain.


Karena ini merupakan metode komprehensif,
konsep QFD dapat juga digunakan dalam ber
bagai tahap proses perencanaan dan juga dapat
digambarkan terhadap berbagai metode desain
lainnya.

menterjemahkan selera konsumen ke dalam bentuk atributatribut produk yang disesuaikan dengan karakteristik teknis.
QFD adalah suatu matriks yang sistematis, menggambarkan
pendekatan yang dilakukan untuk merancang produk yang
berkualitas. Dasar dari QFD adalah filosofi TQM (Total Quality
Management). Dalam QFD menggunakan suatu matriks yang
disebut sebagai House of Quality, di mana matriks ini dapat
menterjemah kan keinginan konsumen ke dalam karakteristik
desain. Bantuk dan
keterangan dari setiap bagian matriks House of Quality dapat
setiap pasang
dilihat pada Gambar 8.1.
karakteristik teknis

Menentukan Karakteristik

Penentuan karakteristik ini bertujuan


untuk mengetahui selera konsumen terhadap
produk. Hal ini dapat dilakukan dengan metode
QFD (Quality Function Deployment), yaitu

Atribut produk yang ditetapkan konsumen

Metode QFD ini mengakui bahwa seseorang yang


membeli atau sebagian besar yang mempengaruhi keputusan
pembelian untuk produk adalah orang penting dalam
penentuan keberhasilan komersial dari sebuah produk. Jika
pelanggan tidak membelinya, maka produk tersebut
bagaimanapun rancangan akan mengalami kegagalan secara
komersial. Oleh karena itu, suara para pelanggan memiliki
prioritas dalam penentuan atribut produk. lni berarti juga harus
berusaha men jaga identitas pelanggan, mendengarkan
dengan cermat terhadap apa yang mereka katakan dan
menentukan karakteristik rekayasa produk.

Menunjukkan perbandingan produk rancangan terhadap produk pesaing


Matriks hubungan antara karakteristik teknis dan atribut produk

Nilai hasil perbandingan terhadap produk pesaing

Nilai kepentingan dari tiap karakteristik

Standar performansi produk

Garnbar 8.1. House of Qua/ ity

QFD adalah sesuatu yang sangat penting berkaitan


dengan ter jemahan kebutuhan pelanggan ke dalam
karakteristik rekayasa dan

140

Perancanan Produk

Dalam menggunakan matriks House of Quality harus melalui


prose dur sebagai berikut:

1. Mengidentifikasikan keinginan konsumen ke dalam


atribut atribut produk
Pada tahap ini akan diuji sampai sejauh mana tingkat
kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Umumnya
konsumen me nyatakan pendapatnya mengenai suatu
produk ke dalam atribut - atribut yang sangat umum,
sehingga yang terpenting dalam tahap ini adalah
mengidentifikasi pernyataan konsumen dengan baik untuk
menghindari kesalahan interpretasi.

Penentuan Karak ter lst lk dengan QfD

141

2. Menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut-atribut Penentuan


peringkat atribut ini dapat dilakukan dengan memberi kan bobot
persentase pada masing-masing atribut dengan meng gunakan skala
prioritas.

3. Mengeval uasi atribut-atribut dari produk pesaing


Performansi dari pesaing dianalisis, keterangan mengenai atribut yang
diprioritaskan pesaing dikaji.
4. Membuat matriks perlawanan antara atribut produk dengan
karakteristik

Atribut - atribut yang telah diterjemahkan ke dalam


karakteristik teknis pada tahap di atas dimasukkan ke
dalam suatu matriks, di mana atribut diletakkan vertikal
pada tepi sebelah kiri,sedangkan karakteristik teknis
diletakkan horizontal pada tepi atas. Karakter istik teknis
yang dipilih harus nyata dan dapat diukur.

5. Mengidentifikasi hubungan antara karakteristik teknis dan


atribut produk
Untuk menyatakan hubungan yang terjadi antara
karakteristik tek nis dan atribut, biasanya menggunakan
skor, di mana skor yang tertinggi menggambarkan tingkat
kemudahan yang tinggi bagi tim perancang untuk
mengidentifikasi
karakteristik
teknis
yang
paling
berpengaruh pada kepuasan konsumen, dan sebaliknya.

6. Mengidentifikasi interaksi yang relevan di antara


karakteristik teknis
Dalam House of Quality, besaran diletakkan pada bagian roof.
Bekerja dengan matriks roof seperti ini dapat memudahkan
dalam memeriksa interaksi yang terjadi pada setiap
pasangan karakteris tik teknis.

7. Menentukan gambaran target yang ingin dicapai untuk


karakter istik teknis
Pada tahap ini tim perancang menentukan target yang
ingin di capai untuk pengukuran parameter karakteristik
teknis dalam memuaskan keinginan konsumen dan
meningkatkan produknya melebihi produk pesaing.

8.2 Langkah-langkah QFD


Langkah-langkah Quality Function Deployment (QFD)
dengan menggunakan matriks House of Quality adalah sebagai
berikut:
1.

Mengidentifikasi keinginan konsumen ke dalam atribut-atribut


produk
Metode ini dimulai dengan pengidentifikasian pelanggan
dan pan dangan mereka terhadap kebutuhan mereka dan
atribut produk yang mereka inginkan. Juga ada beberapa
teknik penelitian pasar tentang kebutuhan dan selera
pelanggan. Metode ini disebut klinik produk di mana
pelanggan dapat dilibatkan dengan ke dalaman yang ada
terutama menyangkut produk tertentu dan juga tentang uji
di mana berbagai persaingan produk akan disusun pada
dis play dalam ruangan atau hall dan pelanggan diminta
memeriksa produk dan memberikan pemikiran dan reaksi
mereka.
Secara umum pelanggan juga akan berbicara tentang
produk dalam pengertian atribut umurn dan karakteristik
khusus rentangan pengamatan dari sesuatu yang mudah
dilakukan hingga kepada pernyataan 'saya tidak menyukai
warnanya'. Seperti pada metode

Perancanga 11 Produk

142

spesifikasi kinerja, sangatlah penting untuk menginterpretasikan


pernyataan umum ke dalam pernyataan yang tepat dari berbagai
kebutuhan, tetapi juga penting untuk mencoba mengidentifikasi
dan menyajikan keinginan konsumen dan seleranya dari pada
mengidentifikasi kan pengamatan mereka ke dalam persepsi per
ancang dari apa yang diinginkan oleh pelaggan. Untuk itu, ka
ta-kata atau frasa yang digunakan secara aktual oleh pelanggan
sering dipertahankan dalam pernyataan atribut produk, bahkan
meskipun ini masih sangat kabur dan bersifat tidak terlalu tepat.

2. Menentukan tingkat kepentingan re/atif dari atribut-atribut


Tidak semua atribut produk yang teridentifikasi akan memiliki
kualitas yang sama pentingnya bagi pelanggan atau konsumen.
Misalnya, mudah digunakan dapat dinyatakan sebagai hal yang
lebih penting dari pada mudah dirawat. Demikian juga beberapa
kebutuhan (seperti yang dicatat dalam metode spesifikasi kinerja
(yang dapat berupa kebutuhan atau permintaan dari pada selera
yang bersifat re/atif.
Tim perancang juga perlu mengetahui atribut dari desain produk
mereka yang merupakan hal penting yang mempengaruhi per
sepsi konsumen dari produk yang mereka miliki dan juga hal
penting untuk menerapkan tingkat kepentingan relatif dari para
pelanggan. Demikian juga metode penelitian pasar yang dapat
membantu menciptakan preferansi yang relatif serta memberikan
konfirmasi apakah konsumen dapat mengatakan secara aktual hal
ini dapat direfleksikan.
Sebagian teknik yang relatif sederhana yang dapat digunakan
untuk mengakses tingkat kepentingan relatif dari atribut yang
teridenifikasi. Misalnya, pelanggan yang dapat diminta untuk
mengurutkan pernyataan atau kebutuhan mereka atau
menegosia
sikan suatu titik terhadap berbagai atribut.
Hasil dari langkah adalah alokasi bobot relatif untuk menetapkan
atribut yang dispesifikasikan oleh pelanggan. Secara normal, nilai

144

Peranranqa11 Prociuk

Penentuon Kt11C1k t t'1 l\li k cic>ngan Qf D

143

pe sentae ini ditetapkan setiap atribut, yaitu bobot untuk rang


ka1an atnbut yang lengkap ditambah pada total 100.
Pelanga sering melakukan penilaian tentang atribut produk
dalam stilah .perbandingan dengan produk lainnya. Misalnya,
pembeh_ mobil dapat mengatakan bahwa mobil A terasa
sangat reso.nstve dibndingkan dengan mobil B. Pemakaian
perbanding an rnr dapat dr pahami dengan sempurna, yang
mengatakan kon smen bukanlah ahli dan hanya dapat melihat
berbagai kemung krnan dalam desain produk melalui
pengamatan terhadap produk yang dihasilkan. lnformasi
penelitian pasar juga sering dikumpul kan oleh metode
perbandingan antar produk. Dalam pasar kom petitif, tim
perencanaan juga mencoba untuk memastikan bahwa prouk ini
akan memenuhi kebutuhan konsumen yang lebih baik dan pada
produk baik. Kinerja dari persaingan ini akan dianalisa terutama
menyangkut kepada atribut produk yang memberikan bobot
tertinggi pada kepentingan relatif. Sebagian dari ukuran ki nerja
ini akan lebih bersifat objektif dan kuantitatif, sementara itu
dapat juga dibandingkan oleh para konsumen. Bahkan bila
ukuran objektif dapat dilakukan, hal ini dapat diperiksa terhadap
persepsi pelanggan yang tidak dapat dikaitkan dengan ukuran
objektif.
Dala merencanakan produk baru tidak ada produk pesaing lain
tetapr bahwa tidak seperti biasanya, sebagian besar rancangan
produk bersaing terhadap produk yang sudah ada dipasar. Dalam
memperbaiki produk yang ada, langkah yang demikian termuat
dalam prosedur yang tidak hanya menyoroti perbaikan dalam
produk tim perancang tetapi juga di mana produk ini telah mem
berikan keuntungan bagi beberapa persaingan yang dipertahan
kan.

3. Mengeval uasi atribut-atribut dari produk pesaing


Performansi dari pesaing dianalisis keterangan mengenai atribut
yang diprioritaskan pesaing dikaji.

Penentuan Kmak l erlstf k dengan QfD

145

4. Membuat matriks perlawanan antara atribut produk


dengan karakteristik
Seperti telah dikemukakan di atas, pelanggan bukanlah
ahli dan
oleh karena itu tidak umum menspesifikasikan kebutuhan
me reka dalam pengertian karakteristik rekayasa yang
mempengaruhi berbagai kebutuhan. Misalnya, pembeli
mobil yang mengetahui bagaimana rasa responsive, tetapi
tidak seperti itu mampu me ngacu kepada istilah tarsi
mesin. Oleh karena itu sangat penting bagi tim perancang
mengidentifikasikan karakteristik
rekayasa dari produk
yang
memenuhi
atau
mempengaruhi
kebutuhan
pelanggan. Dalam hal ini, keseluruhan bobot mobil,
termasuk
tarsi
mesin
akan
mempengaruhi
responsibilitasnya. Karakteristik rekayasa haruslah lebih
real merupakan karakteristik yang dapat diukur terhadap
perencana rekayasa mampu mengontrolnya. Juga dapat
dipahami bagi pelanggan yang lebih besar tentang kebutuh
an mereka atau untuk mengharapkannya dalam berbagai
subjek frustasi, namun perencana rekayasa ini hanya dapat
bekerja dalam sejumlah parameter kuantitatif dari rekayasa
yang dapat diidentifi kasikan. Melalui penyesuaian
parameter ini, karakteristik yang di gunakan para desainer
akan mempengaruhi kinerja atau persepsi pelanggan
terhadap produk. Oleh karena itu, akan sangat penting
untuk
mempertimbangkan
berbagai
usaha
dalam
mengidentifika sikan karakteristik rekayasa yang relevan
dan memastikan bahwa
masing-masing dapat dinyatakan dalam unit yang dapat
diukur.
Tentu saja, tidak semua karakteristik rekayasa dapat
mempenga ruhi semua atribut produk dan penggambaran
matriks akan me mungkinkan tim mengidentifikasikan
karakteristik mana yang akan menjadi atribut. lni
umumnya mencatat atribut secara bersama sama dengan
bobot relatif mereka yang secara vertical kebawah, pada
sisi kiri dari matriks dan juga secara horizontal,
sepanjang sisi atas. Atribut ini akan membentuk barisan
matrik dan karakter istik yang membentuk kolom. Setiap
sel matriks memperlihatkan interaksi potensial atau
hubungan antara karakteristik rekayasa

dn kebutu.han para pelanggan. Kebawah


sisi kanan matriks dapat d1catat hasrl
evaluasi dari produk pesaing, yang
memperlihatkan
score
yang
dicapai
terhadap atribut produk untuk produk
pesaing dan produk arus tim desain.
Demikian juga sisi bawah dari matriks yag
umumnya telah ditempat untuk pencatatan
unit
pengukuran
dan
karakteris
i
rekayasa. Jika produk telah ada dan
dirancang maka produk m1 memiliki
karakteristik tersendiri yang dapat di sisipan
disini, bersama dengan nilai yang dicapai
oleh produk pesamg.

atribut ini tidak akan memiliki nilai yang sama. Dapat


dikatakan,
sebagian
karakteristik
akan
memiliki
pengaruh yang kuat pada beberapa atribut, sementara
karakteristik lainnya hanya memiliki pengaruh yang
lemah. Oleh karena itu tim desain bekerja secara
metodologi melalui matriks dan dicatat di dalam e
matriks. i mana hubungan ini terjadi dan kekuatan
hubungan 1rn dapat dd1hat. Beberapa jumlah yang
digunakan untuk menun jukkan kekuatan hubungan
(misalnya 6 untuk hubungan kuat
3 untuk hubungan sedang, dan 1 untuk hubungan
lemah) ata dapat juga menggunakan simbol. Bila angka
ini digunakan maka akan dimungkian untuk mencatat
nilai kedua dalam sel yang ke dua yang merupakan
bobot relatif dari atribut yang dikalikan oleh kekuatan
hubungan. Skor terbesar diantara nilai ini akan memam
pukan tim desain lebih mudah mengidentifikasikan
penyesuaian karakteristik rekayasa yang memiliki
pengaruh besar atas persepsi pel ggan dari produk.
Pengukuran akurat dari kekuatan hubung an 1n1 dapat
ditetapkan.

5. Mengidentifikasi hubu ngan antara


karakteristik teknis dan atribut produk
Dengan melakukan pemeriksaan melalui
sel-sel matriks, maka akan memungkinkan
untuk mengidentifikasi di mana karakteristik
rekayasa
akan
mempengaruhi
atribut
produk. Hubungan antara karakteristik dan

146

Perancangan Pr oduk

Penentuan Korak t r r lst lk dengan QfD

147

baru ini akan ditambahkan pada matriks yang sudah ada dan karena
ini menghasilkan bentuk segitiga matriks dengan diagram yang
dihasilkan.

6.

Pekerjaan melalui matriks pembuktian akan memungkinkan


pemeriksaan yang sistematik dilakukan dari interaksi antara karak
teristik rekayasa dan apakah interaksi ini lebih negatif atau positif.
Bagaimanapun beberapa asumsi akan dapat dibuat menyangkut
perencanaan akhir bila menyelesaikan matriks pembuktian dan perlu
diingat bahwa perubahan di dalam konsep desain ini akan

Mengidentifikasi interaksi yang relevan diantara


karakteristik teknis
Sering muncul kasus bahwa karakteristik rekayasa berinteraksi
satu
sama lain, terutama dalam pengaruh mereka terhadap
persepsi pelanggan dari produk. Misalnya, mesin yang
lebih berkekuatan yang jauh lebih berat, sehingga
peningkatan bobot kendaraan dan tidak ada meningkatkan
responsifnya. lnteraksi ini dapat berupa
negatif atau positif.
Cara
pemeriksaan
interaksi
ini
adalah
untuk
menambahkan ba gian lain pada matriks interaksi. Aksi

berubah di dalam bentuk interaksi.


7.

Menentukan gambaran target yang ingin dicapai untuk karakter istik


teknis
Dalam metode berikut ini, tim perencanaan akan mendapatkan
isyarat substansial ke dalam desain atau perencanaan mereka
termasuk persepsi pelanggan dari produk mereka dan produk
pesaing dan bagaimana karakteristik rekayasa dari produk ini di
hubungkan dengan kebutuhan para konsumen. Dalam langkah

prosedur ini, tim akan menentukan target yang dapat


ditetapkan untuk parameter karakteristik rekayasa yang
dapat diukur guna memenuhi kebutuhan konsumen atau
memperbaiki produk atas
pesaingnya.
Tentu saja dalam situasi kompetitif sangatlah penting
untuk me ngetahui apa yang dicapai pesaing terhadap
karakteristik produk-

nya seh'.ngga penel_itian yang lebih rind dari produk


pesaing sangat perl.u d1lakukan. Tim perencanaan juga
dapat menetapkan target bag1
erek yang mungkin
lebih baik dari pesaingnya. Kadang kala JUga d1rasa
perlu untuk melaksanakan percobaan dengan langgan
untuk menentukan target apa yang dapat diterima. Hal
im sama untuk menentukan nilai spesifikasi kinerja.
Contoh Sepeda Mini
Langkah-langkah penentuan karakteristik dengan metode QFD
terhadap perancangan sepeda mini Kelompok II adalah:
1. Mendgikdentifikasi keinginan konsumen ke dalam bentuk
atribut pro u
Untuk mengetahui keinginan konsumen terhadap
sepeda mini, mk dalam pengumpu/an data di/akukan
dengan penyebaran ku1s1oner kepada 30 sampe/ anak.
Penyebaran kuisioner ini di lakukan melalui 2 tahap yaitu
tahap I (kuisioner terbuka) dan ta hap II (kuisioner
tertutup).
Data atribut sepeda mini
konsumen pada tabe/ 8.1.

yang

diinginkan

oleh

Tabel 8.1. Data Atribut Sepeda Mini yang Diinginkan


oleh Konsumen

1
4
8

Perancangan Produk

Penentuan Kat akt rllstlk dengan QfD

Desain

Bahan

Fungsi

149

Bentuk stang

Melengkung

Bentuk tempat duduk


Bentuk pedal

Segitiga melengkung
Persegi
Tinggi tempat duduk 50 cm
Jari-jari roda 20 cm
Tinggi stang 65 cm
Merah hitam
Stiker
Besi
Busa
Alat transportasi
Tempat tas

Dimensi
Warna
Hiasan
Rangka
Tempat duduk
Utama
_ _:r mbahan

2.

Menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut produk


Penentuan tingkat kepentingan relatif atribut ini dilakukan dengan
memberikan bobot persentase pada masing-masing atribut de
ngan menggunakan skala prioritas, dapat dilihat pada tabel 8.2.

Bahan

label 8.2. Data Tingkat kepentingan dari Atribut Produk

4.

2Bahan

Busa

Utama

Alat transportasi

Tambahan

Tempat tas

3
4

Menggambarkan matrix perlawanan antara atribut produk dengan


karakteristik teknik
Atribut yang telah diterjemahkan ke dalam karakteristik teknik di
letakkan pada bagian vertikal di tepi sebelah kiri sedangkan
karak teristik teknik di bagian horizontal tepi atas.

Melengkung
Bentuk stang
Segitiga
melengkung
Persegi
Bentuk tempat duduk
Bentuk
pedal
4
Tinggi tempat duduk 50 cm
4
Jari-jari roda 20 cm Tinggi stang 65 cm Merah hitam
3
Stiker Besi Busa
4
Desain
Alat transportasi
4
Dimensi
Tempat tas

Matriks antara atribut produk dan karakteristik teknik dapat dilihat


pada tabel 8.4.

4
3

Warna
Hiasan Rangka
Tempat duduk
Utama Tambahan

Fungsi

Tempat duduk

5
5
5
5

Tabel 8.4. M atriks antara Atribut Produk dan Karakteristik


Teknik
c

3Fungsi

c
c ..
- 0
co Q) c
l
Q)
"(ii Q.
c
::J
Q)
c
..,.,
Q)
c..
- o c . Vl
..,., c
>
0
<ii c .
Q)
Q. .. a
::J
co
E
c
::J
v
0
::J

3.
Mengevaluasi atribut produk pesaing yang sejenis
Tingkat kepentingan atribut dan pesaing yang diperoleh dari hasil

"
0
'
c.. co
e
..,.,
-

pengumpulan data kuisioner dapat dilihat pada tabel 8.3.

label 8.3. Data Eva /uasi Atribut dari Produk Pesaing


yang Sejenis

Bentuk stang melengkung

"
'u

': :ti

'

"

Q)

"'

"E

Vl

"
"'
'
"
' "

'

"

Bentuk tempat duduk segitiga lengkung


Bentuk pedal persegi
Tinggi tempat duduk 50 cm
Melengkung
Bentuk stang
Bentuk tempat duduk Segitiga melengkung
Desain

Bentuk pedal
Dimensi

Warna
Hiasan

150
Produk

Persegi
Tinggi tempat duduk
50 cm
Jari-jari roda 20 cm

4
4
3
3

Tinggi stang 65 cm

Merah hitam

4
3

Stiker

Jari-jari roda 20 cm

3
4
3

Tinggi stang 65 cm

Warna merah hitam

Hiasan stiker

3
4

3
4

Tempat duduk busa

Fungsi utama alat transportasi

Perancangan

--

4
-

Rangka besi

F llll

l.tm b.1fi,1n !Pmpat tas

Penentua11 Kmok t tt lstlk rlcngan QfD

151

5.

Mengidentifikasi hubungan antara atribut produk dengan karak


teristik teknik
Dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan skor yang terting
gi menunjukkan tingkat kemudahan yang paling tinggi bagi tim
perancang untuk mengidentifikasi karakteristik teknik yang paling
mempengaruhi kepuasan konsumen.

c:

Matriks antara atribut produk sepeda mini kelompok II dan karak


teristik teknik dapat dilihat pada tabel 8.5.

..:,,:
:::J

ro

a..

1ii
u

ro

c:

(])

c:

tl()

Vl

c:

:::J

Vl

label 8.5. M atriks antara Atribut Produk Sepeda M ini


II dan Karakteristik Teknik
Kelompok

co

Vl

E
-"::";
C

Cl..

u;
u;
0
0.

E
ro
0

:Jl
::;

co

u
Q)

c:

c:
u;

Q)

Q)

00

Cl..

cro: ro
-;;; c>..a ro:

V>

-;;;
::;

-'

co ;;;
c:

::;

-"ro"
Cl..

ro

-"" u;
Q)

xxx

xx

6.

-.,/
Hubungan positif sedang
x = Hubungan negatif sedang
X
Hubungan negatif kuat

=
=

3
2
1

::.<:

Q)

0.

Q)

Vl

Mengindentifikasi hubungan antara sesama karakteristik teknik

"(ii

-ro

ro
.!l

ro
a..

al

..:,,:

:::J

(])

:::J

"'

::.<:

::.<:

::.<:

Hubungan positif kuat

Q)

Vl

(])

(])
Cf)

:!
(])

co

= 4
= 3

x
Gambar 8.2. H ubungan antara Sesama Karakteristik Teknik

= 4

Cl

"
""
"x x v"x"""
v
v
"v ""v
x
v v x
"
"
x x v x xx x x
"xx v v vv v
x
"v v "v
x "v
""
x

Hubungan positif kuat

ro

..0

-0

co

ro

:::> co

x xxx x x x v
v
xx

Bentuk stang melengkung


Bentuk tempat duduk segitiga lengkung Bentuk pedal persegi
v
Tinggi tempat duduk 50 cm Jari-jari roda 20 cm
Tinggi stang 65 cm Warna merah hitam Hiasan stiker Rangka besi x
Tempat duduk busa
v vv
v
Fungsi utama alat transportasi Fungsi tambahan tempat tas
x

(Q

0..

ro

ro

(])

a..
ro
>-

c:

(])

c:

ro
..c
ro

(])

ro
..c:

7.

Menentukan target pencapaian untuk setiap karakteristik teknik


Pada langkah ini, ditentukan target yang harus dicapai untuk
masing-masing karakteristik teknik, tingkat kesulitan pembuatan
produk, tingkat kepentingan dan perkiraan biaya tingkat masing
masing karakteristik teknik.
Tingkat kesulitan
Total bobot

55

k 21
1. Kompos1s. 1. prod u=x100 %
2.

38.18 %

Ketebalan busa = .!I x 100 % = 30.91 %

55

3
3

x 100 % = 16.36 %
1
Lamanya pengecatan =
Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara sesama
karakteristik yang satu dengan yang lainnya, dapat dilihat pada gambar 8.2.
3.

4. Kualitas Mesin

5
152

Perancangan Produk

!_! x 100 %
55

Penentuan Karnk t tr /\t/ k dengan QfD

20 %

153

Kekuatan Bahan

5.
6

Usia pakai

7.

= .!I. x 100 % = 30.91 %


55

.!2. x 100 % = 34.55 %

55

Berat sepeda =

55

x 100 %

29.09 %

Total bobot
1.

x 100 %

14.95 % ""' 15%

214
Ketebalan busa =
3.

5.
6

Lamanya pengecatan

Kualitas Mesin =
Kekuatan Bahan

=
;

x 100 %

6.

Usia pakai =

214

214
Berat sepeda

17

17.65 % ::::: 18%

_i_ x 100 % =

17.65 % ::::: 18%


17 3
x 100 % = 17.65 % ::::: 18%
Berat sepeda =
17

214

Customer Perception

Data Persepsi konsumen dapat dilihat pada tabel 8.6 dan tabel 8.7.

label 8.6. Data Persepsi Konsumen

3
4
4
Bentuk tempat duduk segitiga lengkung Bentuk pedal persegi
3
Tinggi tempat duduk 50 cm Jari-jari roda 20 cm
4
Tinggi stang 65 cm Warna merah hitam Hiasan stiker
Rangka besi
4
4
3
Bentuk stang melengkung

x 100 %

x 100 %

x 100 %

17

1. Komposisi produk

17.76 % ""' 18%

16.36 % ""' 16%

16.82 % ""' 17%

x 100 %

17.65 % ""' 18%

17

2.

5.88 % ::::: 6%

_i_ x 100 % =

Perkiraan Biaya
Total bobot

7.94 lo ""' 8%

x 100 % = 14.49 % = 14%

214
38

Usia pakai

=
7.

Kekuatan Bahan =

x 100 % = 11.68 % = 12%

214

4.

5.

= -

214

Komposisi produk

2.

Kualitas Mesin

7.

Derajat kepentingan

1
- x 100 %
17

4.

Ketebalan busa =

17

x 100 % = 17.65 %
3.

18%

Lamanya pengecatan =

IPmpat duduk busa

I ungi utama alat transportasi

I u11gsi tambahan tempat tas

4
4
3
3
4

3
4
3
3
3
4

3
4
4
4
3
4

3
4
4
3
3

4
4
4
3
4

4
3
3
3
3
4

15
4

x 100 % = 5.88 lo ""' 6%

17
Perancangan Produk

Pen<'11t w111 K<11<1k t11 htl k <i<' ll<./<111 Q[D

155

Tabel 8.7. Hubungan antara Karakteristik Teknik dengan Tingkat


Kesulitan, Derajat Kepentingan, dan Perkiraan Biaya
c

..;,(.

:::J

ra

0 U'l
:::J

0..

.'.:!?
U'l
0

co
c

ra

0..

_c

OJ

a;

u
a;
co
c
a0..
;

ra

>
craE
ra

....J

Tingkat Kesulitan
Derajat kepentingan

15

12

Perkiraan biaya

18 18 6

Derajat Hubungan
V '"' Hubungan positif kuat= 4
11 = Hubungan posilif sedang

u:;
a;

"iii

:::J

Hubungan negabf kuat= 1

3
Cukup
2'= Bun.tk

1 = Sangat buruk

ra

ra

.r:
ra

co
c

"(ii

:::J

..;,(.

a;

ra

0..

U'l

Persepsl konsumen

- 0

..;,(.

U'l

Peraepsl Konun...u
5 = Sangat ba1k
4 = Balk

=3

a ;
0..
a;

..ra.

KEINGINAN KONSUMEN

Qi

co

1 3 3 3
13 18 16 17
6 18 18 18

Bentuk stang

Melengkung

Bentuk tempat
duduk

Segitiga melengkung

Persegf

Bentuk pedal
Tinggi tempat duduk 50 cm

ll D

Oesaln
Jari-.jari roda 20 cm

Selanjutnya, dapat digambarkan House of Quality yang merupakan


gabungan semua karakteristik teknik, atribut yang diinginkan kon
sumen, posisi sepeda mini pesaing dan Kelompok II terhadap atribut
yang sama. Semuanya dibuat dalam rumah mutu dengan mengguna

Kesimpulan dari gambar QFD di atas adalah:


1. Atribut sepeda mini dari hasil kuisioner adalah:
a. Sepeda mini yang mempunyai stang melengkung
b. Sepeda mini yang mempunyai warna merah hitam
c. Sepeda mini yang mempunyai pedal berbentuk
persegi
d. Sepeda mini yang mempunyai bahan rangka dari besi
e. Sepeda mini yang mempunyai tinggi stang 65 cm
f. Sepeda mini yang mempunyai jari-jari roda 20 cm
g. Sepeda mini yang mempunyai bahan tempat duduk dari
busa
h. Sepeda mini yang mempunyai tinggi tempat duduk 50 cm
i. Sepeda mini yang mempunyai tempat duduk berbentuk segij.
k.
I.

tiga melengkung
Sepeda mini yang mempunyai hiasan stang dengan stiker
Sepeda mini yang berfungsi sebagai alat transportasi
Sepeda mini yang mempunyai keranjang sebagai tempat tas

Tinggl stang 65 cm
Warna

Merah hitam

H1asan

Stlker

Rangka

Fungsi

1empat duduk

Busa

Utama

Alat Transportasi

Tambahan

Tempat tas

Bahan

JI B

CD

x
x

v
v

15

12

Perkiraan biaya

18

18

Tingkat kesulitan
1 = mudah
= 1 20%

3
cukup mudah = 21 " 40%
5 = sulit
= 41 60%
7
sangal sum
61 80%
9 = mutlak sulit
= 81 100%

15

Perklraan blaya

115 = murah
16-30 = mahal
31-45

115

= sangat mahat

ll C
D

II B

II

CD

II

CD

18

16

17

18

18

18

CD

BC

0 BO

D
Kelompok !I

(I]

Tingkat kesulitan

Dera1at kepentingan

BC
ll B

ll C

II B
CD

x
v

[]
(EJ

Pesalng 1
Pesaing 2
Pesaing 3

Derajat Kepentingan
cukup penting

16-30 = panting
31-45 = sangat penting

Gambar 8.3. Quality Function Development (QFD) Sepeda Mini


Kelompok II
2.

Perbandingan sepeda mini hasil penyebaran kuisioner dengan


produk dari pesaing pada atribut yang sama adalah:

Perancar1</CJll Produk

Penentua11 Kw uk ltn f\llk clengan QfD

157

15
6

a.
b.

c.
d.
e.
f.
g.

h.
i.
j.

k.
1.

Untuk bentuk stang: pesaing 1 lebih unggul daripada produk


rancangan, pesaing 2, dan pesaing 3.
Untuk bentuk tempat duduk: produk rancangan, pesaing 1, 2, dan
3 memiliki tingkat keunggulan yang sama.
Untuk bentuk pedal: produk rancangan dan pesaing 3 sama
unggulnya disusul pesaing 1 dan 2.
Untuk tinggi tempat duduk: pesaing 3 lebih unggul disusul
produk rancangan, pesaing 1, dan 2 yang sama unggulnya.
Untuk jari-jari roda: produk rancangan dan pesaing 1 seim bang
disusul pesaing 2 dan 3.
Untuk tinggi stang: pesaing 1 lebih unggul kemudian disusul
rancangan produk, pesaing 2, dan 3 yang seimbang.
Untuk warna sepeda: produk rancangan seimbang dengan
pesaing 1 dan lebih unggul bila dibandingkan dengan produk
pesaing 2 dan 3.
Untuk hiasan sepeda: produk pesaing 3 lebih unggul di banding
produk rancangan, pesaing 1 dan 2.
Untuk bahan rangka: produk rancangan lebih unggul dibandingkan
produk pesaing 2 dan 3, disusul produk pe saing 1.
Untuk bahan tempat duduk: produk rancangan lebih unggul
dibandingkan produk pesaing 2 dan 3, disusul produk pe saing
1.
Untuk fungsi utama: produk rancangan jauh lebih ungul
dibandingkan pesaing 1, 2 dan 3.
Untuk fungsi tambahan: produk rancangan lebih unggul dari
pesaing 1 dan 3 yang kemudian disusul oleh pesaing 2.

5. Perkiraan biaya: perkiraan biaya dari produk rancangan tergolong


dalam kategori mahal kecuali lamanya pengecatan dan kualitas
mesin yang tergolong murah.
-ooOoo-

3. Tingkat kesulitan: semua karakteristik teknik tersebut cukup mu dah


untuk dikerjakan kecuali lamanya pengecatan dan kualitas mesin
yang mudah dikerjakan.
4. Tingkat kepentingan: semua karakteristik teknik tergolong cukup
penting hanya kekuatan bahan, usia pakai, dan berat sepeda yang
dianggap penting.

158

Peranwn9m1 Prociuk

Penentuan Katak terlstik dengan Qf D

159

9
PEMBANG KIT AlTERNATIF

embangkitan
alternatif
merupakan
suatu
proses
perancangan yang berguna untuk membangkitkan alternatifalternatif
yang
dapat
mencapai
solusi
terhadap
permasalahan perancangan.
Metode yang dipakai adalah Morphological Chart.
Morphological Chart adalah suatu daftar atau ringkasan dari
ana lisis perubahan bentuk secara sistematis untuk mengetahui
bagaimana bentuk suatu produk dibuat. Di dalam chart ini dibuat
kombinasi dari berbagai kemungkinan solusi untuk membentuk
produk-produk yang berbeda atau bervariasi. Kombinasi yang
berbeda dari sub solusi dapat dipilih dari chart mungkin dapat
menuju solusi baru yang belum ter identifikasi sebelumnya.
Morphological Chart beisi elemen-elemen, komponen-komponen
atau sub-sub solusi yang lengkap yang dapat dikombinasikan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Mendaftar/membuat daftar yang penting bagi sebuah produk. Daf
tar tersebut haruslah meliputi seluruh fungsi pada tingkat generali
sasi yang tepat.
2. Daftar setiap fungsi yang dapat dicapai yang menentukan kom
ponen apa saja untuk mencapai fungsi. Daftar tersebut meliputi

beli produk bisanya lebih menginginkan suatu perbaikan terhadap produk


tersebut dari pada membeli yang baru.

gagasan baru sebagaimana komponen-komponen yang ada dari


bagian solusi.
3.

semua kemungkinan-kemungkinan hubungan solusi.


4.

Untuk itulah ragam/variasi yang dibuat dianggap sebagai suatu ciri kegiatan
Menggambar
membuat
yang penting. Hal ini juga merupakan suatu cara dala mewujudkan dan
chart
mengembangkan banyaknya pemikiran yang reat1f. Terutama suatu kreatifitas
mencantumkan
seringkali dapat dipandang sebaga1 suatu penawaran atau penggabungan
kembali elemen-elemen kegiatan
ldentifikasi
yang sudah ada.
kelayakan
gabungan/kombin Penawaran yang kreatif ini dilakukan baik angka dan kompo nen dari
elemen dasar yang relatif kecil dapat digabungkan ke dalam angka/nomor yang
asi
besar dengan cara yang berbeda. Contoh sederhasolusi.
total
kombinasi
tersebut
sangat
sehingga
pencarian
mungkin
berpedoman
pada

atau kriteria.
Pemusatan terhadap suatu solusi (pemecahan masalah) meru
pakan komponen rancangan yang utama. Di mana ari satu isi h.al
tersebut dipandang sebagai suatu tindakan yang kreat1f dan mas1h m1s
terius atau juga sebagai proses yang logis terhadap penyelesaian
suatu masalah. Kemungkinan dari suatu rancangan adalah dengan
membuat sebuah proposal terlebih dahulu dalam membuat sesuatu
yang baru
yang belum ada.
Untuk itulah mesin-mesin atau produk yang baik dijelaskan dan
difokuskan melalui tulisan-tulisan atau pengajaran yang mana sering
muncul dari pikiran perancang. Bagaimanapun pada kenyataanya k:
banyakan rancangan divariasikan dan dimodifikasi dari mesin-mesin
atau produk yang sudah ada sebelumnya. Para pelanggan atau pem

nanya adalah dengan penyusunan secara bujur


sangkar yang dibuat ke dalam bentuk, dapat dilihat
pada tabel 9.1 .

Tabel 9.1. Penyusunan Bentuk Tertentu


No. Bujur Sangkar

3
4

2
5

12
35

6
7
8
9

16
2

No. Penyusunan bentuk tertentu

108

369
1 3079255

Perancan9<m Produk

9.1 Langkah-langkah Metode Morfological Chart


1. Buat dalam daftar/tabel ciri atau fungsi yang perlu dari suatu pro
duk.
Maksud dari pembuatan daftar/tabel ini adalah untuk mencoba
membangun aspek-aspek yang perlu yang harus digabungkan
ke dalam suatu produk di mana hal tersebut mungkin untuk
dilaku kan. Untuk itulah hal ini biasanya ditujukan ke dalam
bentuk ke butuhan atau fungsi produk yang abstrak. Dalam
metode grafik morfologi biasanya disebut sebagai suatu
parameter rancangan seperti halnya terhadap suatu metode
rancangan lain. Dari pada memikirkan komponen-komponen fisik
yang dimiliki suatu pro duk, anda lebih baik memikirkan fungsi
yang tersedia dalam kom ponen tersebut.
Yang terutama sekali dalam pembuatan daftar tersebut adalah
bahwa semuanya harus berada dalam level yang sama secara
umum dan semuanya harus saling bebas satu sama lain dan
harus saling menutupi perbandingan fungsi-fungsi produk atau
mesin yang perlu untuk dirancang. Dengan,kata lain daftar/tabel

Angka/nomor dari susunan yang berbeda seperti bentuk rancangan


di atas dinyatakan sebagai "ledakan penggabungan" yang mungkin
ter jadi.
Fenomena semacam ini muncul dengan adanya metode mor
fologis dan mendorong para perancang untuk mengidentifikasi peng
gunaan elemen-elemen, komponen-komponen atau sub solusi yang
dapat digabungkan bersama untuk membuat suatu solusi. Angka
yang mungkin digunakan biasanya sangat tinggi dan tidak hanya
melibat kan solusi konvensional yang sudah ada, tetapi juga letak
lebar dari variasi dan pemecahan yang baik yang ada.
Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memperluas pene
litian terhadap solusi baru yang mungkin. Morfologi yang dimaksud
adalah mempelajari suatu bentuk atau susunan maka analisis
morfolo gi adalah suatu usaha yang sistematis untuk menganalisa
bentuk yang terdapat suatu mesin atau produk, dan grafik morfologi
adalah peng gambaran secara ringkas dari kesimpulan analisa ini.

Pemban9k ltcm A /t tnwt lf

163

tersebut jangan terlalu panjang,jika demikian akan mengakibatkan susun an


kombinasi dari sub solusi yang mungkin akan menjadi tidak teratur. Sekitar
empat sampai delapan ciri-ciri fungsi akan terdaftar secara bagus dan teratur
jika dilakukan dengan baik.
2. Membuat daftar dari ciri-ciri atau fungsi yang mungkin akan dica pai.
Daftar yang kedua merupakan sub solusi yang dilakukan secara individual
yang mana saat menggabungkan satu dari daftar/tabel maka ciri tersebut akan
membentuk suatu solusi rancangan secara menyeluruh. Sub solusi ini juga
dapat digambarkan secara umum, tapi mungkin lebih baik jika diidentifikasi
sebagai komponen actual atau perwujudan komponen secara fisik. Sebagai
contoh adalah, jika salah satu fungsi dari kendaraan adalah untuk memi-

liki pola tenaga, dengan kata lain dapat


dikatakan kemungkinan mesin menggunakan
bahan bakar yang berbeda, misalnya minyak
bumi, mesin diesel, listrik, dan gas.
Maksud dari daftar/tabel
ini tidak hanya
melibatkan komponen komponen yang sudah
ada atau subsolusi dari produk tertentu, tapi juga
sesuatu yang baru yang anda anggap layak untuk
dibuat.
3.

Menggambar grafik yang memuat semua sub


fungsi yang mung kin.
Grafik morfologi ini
disusun dari daftar
sebelumnya. Pertama adalah jaringan dalam
bentuk bujur sangkar kosong yang seder hana. Ke
sebelah sisi kiri adalah daftar ciri-ciri fungsi yang
perlu di mana daftarnya sudah dibuat terlebih

164

Perancan9c111 f'w<luk

dahulu. Kemudian di se berang tiap baris grafik dimasukkan


daftar kedua yang sesuai de ngan sub solusi dengan maksud
untuk mencapai fungsi kedua, dan tujuan yang dapat dicapai
pada fungsi ketiga dan seterusnya.
Bila sudah selesai dilakukan maka grafik morfologis tersebut
sudah terdiri dari tingkatan/jarak yang sesuai terhadap semua
kemungkinan solusi dari suatu produk yang berbeda. Tingkatan
solusi yang sesuai ini terdiri atas kombinasi yang mana dibuat
dengan memilih satu sub solusi pada saat yang bersamaan dari
tiap baris daftar grafik. Untuk itulah total angka kombinasi sering
kali terlihat sangat besar. Sebagai contoh, jika terdapat hanya tiga
baris (fungsi) saja, dengan tiga bentuk bujur sangkar dalam baris
pertama, lima baris dalam berisi kedua dan dua baris dalam baris
ketiga, maka bentuk dari kombinasi ini mungkin adalah 3 x 5 x
2 = 30. Dengan pengkombinasian secara potensial ini maka ma
sing-masing fungsi harus mempunyai alasan yang tepat dapat di
lihat pada tabel 9.2.

Pemban9k l t r111 l\ l t t' r

165

11nt lf

label 9.2. Morphological Chart

ngat besar. Beberapa diantara kombinasi ini mungkin juga angka yang
kecil yang dapat membuat suatu solusi; beberapa diantara nya akan
menjadi solusi baru yang layak dipakai dan beberapa diantaranya juga
kemungkinan terdapat angka yang cukup bagus namun merupakan
solusi yang tidak mungkin untuk alasan atau dapat juga karena
pasangan sub solusinya bertentang.
.
Jika total angka dari kombinasi yang mungkin terbentuk tidak se lalu
besar, maka hal itu sangat mungkin untuk mendaftarkan tiap kombinasi
dan membuat suatu susunan solusi yang lengkap se hingga tiap solusi
tersebut dapat dipahami, kemudian satu atau lebih solusi yang lebih
baik (untuk alasan biaya, penampilan, ke baikan, atau bahkan kriteria
yang dianggap penting) dipilih untuk suatu alasan pengembangan lebih
lanjut.
Jika sebagaimana yang terlihat dari total angka dari kombinasi yang
mungkin adalah sangat besar, maka alasan tersebut harus ditemukan
untuk mengurangi total angka tersebut agar lebih ter atur. Salah satu
cara dalam melakukan hal ini adalah hanya de ngan membatasi sub

No.
Karakteristik
Bentuk

dianggap menjadi efisien atau utama. Cara lain adalah dengan

solusi dai setiap baris,Means


di mana hal
tersebut

I Alternatif

2
3
I Alternatif
2 Icangkir Coklat
Kuping
Kayu3Bidak Catur
Alternatif

ada pembagian tekanan jari


25x8x8 tempat bel

Warna
Kombinasi yang mungkin dibuat dari peta morfologi di atas dapat
Hiasan I Ukiran

dihitung dengan rumus:


3
3
3
3
3
Banyak alternat1.f = C 3 x C 3 x C 3 x cJ x c x c x c x c x c
4Keergonomisan
1

Ukuran Fungsi
Tambahan

7
8
9

4.

Bahan
Tambahan
Harga

3! 3!
3!
3! 3!
3!
3! 3!
3!
x
x
x
x
x
x
x
x
x
- M M m! M M M M mi M
=3x3x3x3x3x3x3x3x3x
= 59049 alternatif

timah putih

Rp. 120.000
Mengidentifikasi kelayakan kombinasi suatu sub solusi
10 tahun
Untuk setiap produk, jelasnya setiap tingkatan yang tepat dari
Daya Tahan
kombinasi yang mungkin terbentuk dapat berupa angka yang sa-

166

Perancan11a11 Prorluk

mengidentifikasikan ketidaklayakan sub solusi atau pasangan sub solusi


yang tidak sesuai.
Pencarian yang lebih mendalam lagi terhadap kombinasi yang
mungkin dalam grafik morfologi membutuhkan banyak kesabaran dan
kerja keras. Alternatif satu-satunya adalah kebanyakan ber
dasarkan intuisi atau mungkin juga dilakukan secara acak (ran dom)
dari grafik tersebut.

9.2 Contoh kursl kuliah


Pada tahap ini, sejumlah solusi rancangan diterapkan sebagai
alternatif pilihan dari produk kursi kuliah dan wilayah pencarian solusi akan
diperluas dengan menggunakan Morphological Chart.

Pemban9l<lt a11 Alt trnat lf

167

label 9.4. Morphological Chart produk kursi kuliah

Langkah-langkah pembangkitan alternatif adalah sebagai berikut :


1.

Daftar fungsi-fungsi yang essensial dari produk kursi kuliah se


bagai berikut :
a.
b.

2.

Desain
Bahan
c. Multifungsi
d. Ergonomis
Membuat cara-cara untuk mencapai fungsi-fungsi yang essensial

besi plastik

tersebut.
Pada langkah ini, kita membuat cara bagaimana untuk mencapai
fungsi tersebut dengan menunjukkan atribut yang diinginkan dari
fungsi tersebut.Untuk kursi kuliah yang dibuat oleh tim design,
terdapat 4 fungsi yang essensial yaitu Desain, Bahan, Multifungsi,
dan Ergonomis. Cara pencapaian untuk masing-masing fungsi
tersebut dapat dilihat pada tabel 9.3.

label 9.3. Cara mencapai fungsi produk kursi kuliah


kelompok VII

Bahan

Dimensi, bentuk, warna


Usia pakai, berat

Multifungsi

Fungsi utama, fungsi tambahan

Ergonomis

Nyaman dan tidak cepat lelah

Desain

3.

Membuat Morphological Chart yang memperlihatkan solusi ran

cangan yang mungkin diterapkan.


Pada langkah ini, Morphological Chart dari produk kursi kuliah
kelompok angin ditampilkan dalam bentuk matriks 9 x 3. 9 ada
lah fungsi yang harus dicapai dan 3 adalah alternatif yang
mung kin diterapkan. Morphological Chart dari kursi kuliah
ditunjukkan

50 cm x 50 cm x
50 cm

45 cm x 50 cm x
50 cm

45 cm x 45 cm x 50
cm

Bentuk

persegi

l ingkaran

oval

Warn a
Usia pakai

coklat
< 4 tah u n

Dimensi

h itam
abu-abu
4-8 tah u n
> 8 tahun
5-7 kg
< 5 kg
Berat
> 7 kg
tem pat dud uk dan
tempat
sandarantempat
pijakan
kaki
Fungsi utama
men u I is
tempat m i n uman
Fungsi tamba-Tem pat tas dan
meletakkan
dan peralatan menu tempat
I is
hanbuku
arsip, dokumen
Alas duduk dan
sandaran dilapisi
Nyaman dan Alas duduk dan
tidak cepat
sandaran dari

Alas duduk dan sandaran dilapisi kulit

lelahkayubusaberbulu

4.

Mengidentifikasi kombinasi solusi rancangan yang dapat diterap


kan.
Pada langkah ke 4 ini, kita mengidentifikasikan kombinasi dari
sel ruh solusi rancangan yang mungkin diterapkan dari
Morpho log1cal Chart. Kombinasi dari solusi rancangan untuk
kursi kuliah dapat dilihat pada tabel 9.5.

Alternatif 1 :
a. Kursi kuliah yang rangkanya terbuat dari kayu
b. Kursi kuliah yang berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm
c. Kursi kuliah yang berbentuk persegi
d.

e.
f.

Kursi kuliah yang berwarna coklat


Kursi kuliah yang mempunyai usia pakai 4-8 tahun
Kursi kuliah yang mempunyai berat > 7 kg

pada tabel 9.4.

168

Pe
ran
ca
ng
an
Pr
od
uk
Pe
m
ba
ng
kl
l w1

Alt
111
1111
1/

16
9

g. Kursi kuliah yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat


duduk dan menulis
h. Kursi kuliah yang juga berfungsi sebagai tempat buku dan
tas
i. Kursi kuliah yang alas dan sandaran terbuat dari kayu

label 9.5. Kombinasi Solusi Perancangan Produk Kursi Kuliah

45 cm x 4$ cm x 50
I

Dimensi

Bentuk

---cln
oval

.> Abu-abu

Warna

> 8 tahun

Usia pakai

.--..... <

Berat
Fungsi utama

Fungsi
tambahan

g.

Kursi kuliah yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat


duduk dan menulis

h.
i.

Kursi kuliah yang juga berfungsi sebagai tempat buku dan tas
Kursi kuliah yang alas dan sandaran dilapisi busa.

Alternatif 3 :
a. Kursi kuliah yang rangkanya terbuat dari plastik
b. Kursi kuliah yang berukuran 45 cm x 45 cm x 50 cm
c. Kursi kuliah yang berbentuk lingkaran
d. Kursi kuliah yang berwarna abu-abu
e. Kursi kuliah yang mempunyai usia pakai 4-8 tahun
f. Kursi kuliah yang mempunyai berat < 5 kg

tmpat meletakkan

h.

Kursi kuliah yang juga berfungsi sebagai tempat meletakkan


arsip,dokumen

i.

Kursi kuliah yang alas dan sandaran dilapisi kulit berbulu

rsip, dokumen

tidak cepat

andaran dilapisi

! kulit berbulu
I

Alternatif 2
Alternatif 3
Alternatif 1

Kursi kuliah yang mempunyai usia pakai > 8 tahun


Kursi kuliah yang mempunyai berat 5-7 kg

Kursi kuliah yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat


duduk dan menulis

(\las duduk dan

bus

e.
f.

g.

kayu

a. Kursi kuliah yang rangkanya terbuat dari besi


b. Kursi kuliah yang berukuran 45 cm x 50 cm x 50 cm
c. Kursi kuliah yang berbentuk persegi
d. Kursi kuliah yang berwarna hitam

tempat pijakan kaki

Nyaman dan
lelah

17
0

5 kg

Alternatif 2 :

Contoh Sepeda Mini


Pada tahap ini, sejumlah solusi rancangan diterapkan
sebagai alternatif pilihan dari produk sepeda mini Kelompok II dan
wilayah
pencarian solusi akan diperluas dengan menggunakan Morphological
Chart.

Per

< r111"(1111 Pt oduk

on

nat i/

Peml>angl< l t cm Alt l'f

171

Langkah-langkah pembangkitan alternatif adalah sebagai berikut :


1.

label 9.7. Morphological Chart Produk Sepeda Mini Kelompok 11

Daftar fungsi-fungsi yang essensial dari produk sepeda mini


a. Desain
b. Bahan
c. Multifungsi

Fungsi

2 ..

..

.3

Bentuk Stang
Bentuk tempat duduk

Melengkung
Ada sandaran

Lurus
Segitiga lengkung

Bentuk pedal

Bulat

tersebut
Pada langkah ini, ditentukan bagaimana mencapai fungsi
tersebut dengan menunjukkan atribut yang diinginkan dari fungsi
tersebut.
Untuk sepeda mini ada 3 fungsi yang esensial yaitu desain,
bahan,
dan multifungsi. Cara pencapaian untuk masing-masing fungsi

Persegi

Bulat
Lonjorig
Oval

Tinggi tempat duduk


Jari-jari roda
Tinggi stang
Warna
Hiasan

45 cm
15 cm
60 cm
Merah hitam
Lonceng

60 cm
20 cm
65 cm
Biru
Boneka

50 cm
25 cm
70 cm
Hitam

Bahan rangka

Aluminium

Besi

tersebut pada tabel 9.6.

Stiker
Titanium

Bahan tempat duduk


Fungsi utama
Fungsi tambahan

2. Membuat cara-cara untuk mencapai fungsi-fungsi yang essensial

label 9.6. Cara Mencapai Fungsi Produk Sepeda Mini Kelompok II


Cara Mencapai Fungsi

Fungsi

Bentuk stang, bentuk tempat duduk, bentuk pedal, tinggi

Desain

tempat duduk, jari-jari, bentuk pedal, warna, hiasan.


Bahan

Rangka, tempat duduk

Multifungsi

Fungsi utama, fungsi tambahan

3.

Cara Mencapai Fungsi

Membuat Morphological Chart yang memperlihatkan solusi ran


cangan yang mungkin diterapkan
Pada langkah ini, Morphological Chart dari produk sepeda mini
Kelompok II ditampilkan dalam bentuk matriks 12 x 3. 12 adalah
fungsi yang harus dicapai dan 3 adalah alternatif yang mungkin
diterapkan. Rumus kombinasi yang digunakan adalah:
12

121
3!(12 -3)!

121

= 220 buah

3!9!

Morphological Chart produk sepeda mini kelompok II dapat di

lihat pada tabel 9.7.

4.

Busa
Alat olahraga
Tempat tas

Plastic
Alat transportasi
Tempat minum

Karet
Alat bermain
Lampu

Mengidentifikasi kombinasi solusi rancangan yang dapat diterap


kan
Kemudian, akan diidentifikasi kombinasi dari seluruh rancangan
yang mungkin diterapkan dari Morphological Chart, dapat dilihat
pada tabel 9.8.

Alternatif I
a. Bentuk stang melengkung
b. Bentuk tempat duduk segitiga melengkung
Bentuk pedal persegi
d. Tinggi tempat duduk 50 cm
e. Jari-jari roda 20 cm
f. Tinggi stang 65 cm
g. Warna merah hitam
h. Hiasan stiker
i. Bahan rangka besi
j. Bahan tempat duduk busa

c.

k. Fungsi utama sebagai alat transportasi


I. Fungsi tambahan sebagai tempat tas (keranjang)

172
ttrnntlf

Perancangan Produk

Pemban9k lt m1 Al

173

Tabel 9.8. Kombinasi Solusi Perancangan Produk Sepeda Mini


Kelompok II

Bentuk Stang

Segitiga

Bentuk ternpat duduk

Lonjong
Bentuk pedal
Tinggi tempat

sJtat ... ...

- ..

_ Bulat

Ada sapdaran

lengtJmg_ ._

... "'::.--. - .-- .

45 cm'"' :_ .,.

fr:_gi

'

- Oval
50 cm

duduk Jari-jari
roda Tinggi

....

stang
Warna

Fungsi utama

Stiker

- - Karet

Bahan rangka
Bahan tempat duduk

Hitam

Tempat minum

Hiasan

Tempat tas

Lampu

tambahan

Alternatif I

Alternatif II

Alternatif II

c.
d.
e.
f.
g.

c.

Bentuk pedal oval

d. Tinggi tempat duduk 45 cm


e. Jari-jari roda 25 cm
f. Tinggi stang 60cm
g. Warna hitam
h. Hiasan lonceng
i. Bahan rangka titanium
j. Bahan tempat duduk karet
k. Fungsi utama sebagai alat olahraga
I. Fungsi tambahan lampu
-ooOoo-

Fungsi

a.
b.

i. Bahan rangka aluminium


j. Bahan tempat duduk plastik
k. Fungsi utama sebagai alat bermain
I. Fungsi tambahan sebagai tempat minum
Alternatif Ill
a. Bentuk stang lurus
b. Bentuk tempat duduk lonjong

Bentuk stang bulat


Bentuk tempat duduk ada sandarannya
Bentuk pedal bulat
Tinggi tempat duduk 60 cm
Jari-jari roda 15 cm
Tinggi stang 70 cm
Warna biru

Alternatif Ill

h. Hiasan boneka
174

Perancn11qr111 /11orluk

Pemlumyk lt1111 Alt111w fif

175

10
EVAlUASI AlTERNATIF

valuasi alternatif merupakan suatu proses penentuan alter


natif terbaik dari berbagai macam alternatif yang muncul,
sehingga diperoleh suatu rancangan yang baik dan dapat
memenuhi keinginan konsumen.

10.1 Langkahlangkah Evaluasi Alternatif


Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah:
1. Membuat suatu daftar tujuan perancangan. Daftar ini merupakan
modifikasi dari daftar awal. Pohon tujuan juga dapat digunakan
untuk maksud ini.

2. Menyusun sebuah daftar tujuan dan sub tujuan dari tingkatan


yang tinggi ketingkatan yang rendah. Metode yang digunakan
adalah Weighted Objectives.
3. Membuat bobot relatif dari setiap tujuan. Pemberian bobot juga
bisa menggunakan perbedaan nilai dari setiap pohon tujuan se
hingga jumlah total bobot bernilai 1.
4. Menciptakan parameter pelaksanaan/nilai kegunaan untuk ma
sing-masing tujuan. Baik tujuan kualitatif maupun kuantitatif se
baiknya dibuat dalam skala yang lebih sederhana.

5. Menghitung dan membandingkan nilai relatif dari setiap alterna tif


perancangan. Perkalian setiap skor parameter dengan bobot
nilainya. Alternatif terbaik memiliki jumlah nilai terbesar. Per
bandingan dan analisis profil nilai mungkin akan lebih baik dalam
perancangan dari pada hanya sekedar memilih nilai terbesar.
Ketika batasan rancangan alternatif diciptakan, si perancang
akan berhadapan dengan masalah bagaimana menyeleksi yang pa1ing baik. Dalam beragam masalah dalam proses perancangan ter
dapat juga keputusan/pengambilan pilihan yang ada antara sub solusi
atau alternatif perencanaan yang digabungkan keperancangan akhir.
Pemilihan diantara alternatif-alternatif ditujukan untuk ciri-ciri umum
dari aktivitas perancangan.
Pilihan-pilihan tersebut dapat dilakukan dengan cara peramal
an, oleh intuisi, oleh pengalaman atau melalui hal yang menjadi ke
biasaan. Walaupun ini lebih baik jika pilihan yang ada diambil secara
rasional atau sedikit terbuka melalui prosedur. Tidak hanya perancang
yang akan merasakan pembuatan pilihan ini lebih terjamin tetapi
yang lainnya yang terliabat dalam hal ini, seperti klien, manajer dan
anggotanya dalam tim perancangan akan lebih berpartisipasi atau pe
nilaian berlakunya pilihan ini.
Jika beberapa metode perancangan mula-mula telah digunakan
dalam proses perancangan kemudian disana terdapat beberapa infor
masi yang sesuai yang akan menjadi petunjuk diantara alternatif
terse but. Contohnya, proposal rancangan dapat diperiksa secara
berlawan an dengan pengembangan kriteria melalui metode bentuk
yang lebih spesifik dan jika objek rancangan telah dikembangkan
oleh metode pohon tujuan kemudian hal ini digunakan dalam
bentuk nilai alter natif.
Kenyataannya penentuan nilai alternatif hanya dapat dilaku
kan melalui pertimbangan objek yang rancangan itu dirancang untuk
mencapai evaluasi atau menafsir keseluruhan nilai atau kegunaan
dari proposal rancangan yang biasa dengan lebih mengarah ke
objek pe-

rancangan. Walaupun objek yang berbeda dapat diakui memiliki nilai


Yng erbda dlam perbandingannya dengan yang lain yaitu mung
krn d1akur pentrng kemudian hal ini biasanya menjadi kebutuhan
untuk memiliki beberapa metode pertimbangan objek yang berbeda
sehingga membentuk rancangan alternatif dan dibandingkan dengan
seluruh set objek.
Metode pertimbangan objek menyediakan suatu metode penaf
siran dan bandingan rancangan-rancangan alternatif dengan rnenggu
nakan objek pertimbangan secara berbeda. Metode ini membagi berat
numeri_k ke objek dan skor numerik ke bentuk alternatif perancang
yang diukur berlawanan dengan objek-objek ini. Bagaimanapun hal
ini harus ditekankan lagi bahwa beban dan penilaian dapat mengarah
kan ketidak hati-hatian menjadi perhitungan yang rneragukan. Pemba
gian jumlah yang sederhana ke objek atau objek tidak berarti bahwa
operasi perhitungan dapat diterapkan. Contohnya, pemain sepak bola
rnemberikan angka 9 tidak harus dengan angka 3 kali atau jumlah 3
kali sebanyak pemberian angka 3 oleh seorang pemain. Walaupun dia
dapat mencetak 3 kali gol operasi perhitungan hanya dapat diaplikasi
kan pada data yang dapat diukur yang berdasarkan interval skala
rasio.
Untuk membuat jenis-jenis evaluasi dibutuhkan satu set kriteria
dan harus didasarkan pada rancangan objektif yaitu apa yang dimak
sud dengan perancangan diartikan untuk mencapai. Objek-objek ini
seharusnya sudah diperkenalkan pada point-point awal dalam proses
rancangan. Bagaimanapun pada tahap proses berikutnya saat
evaluasi menjadi hal yang terpenting, set awal objek dimodifikasi
dengan baik atau sama sekali tidak tepat untuk dirancang yang
secara pasti sudah dikembangkan. Beberapa penjelasan dari set objek
kemudian menjadi penting sebagai suatu tahapan awal dalam
prosedur evaluasi.
Objektif-ebjektif akan mencakup faktor-faktor teknik dan ekono
mi, persyaratan pemakai, syarat-syarat keamanan dan lain-lain. Urut
an pemahaman seharusnya digambar sedapat mungkin, suatu objek
seharusnya ditempatkan di dalam seperti penafsiran secara kuantitatif

178
lf

Perancan9a11 Pt oduk

Evaluasl Altemat

179

yang dapat dibuat dari pencapaian prestasi oleh suatu ranangan


pada objek tersebut. Beberapa objek akan berhubungan sesua1
denga as pek kualitatif dari rancangan kemudian hal ini dapat
mengalokas1kan skor atau nilai tetapi sebagai peringatan awal
tentang batasan awal pada penggunaan perhitungan harus diingat.
Urutan-urutan objek memuat variasi persyaratan rancangan yang
banyak, beberapa diantaranya akan dipertimbangkan untuk menja?i
yang lebih penting dari yang lain. Sebagai langkah pertma_ meUJU
penentuan pertimbangan-pertimbang an relatif untuk ob1ekt1f,
b1asa nya memungkinkan mendaftarkan mereka ke dalam susunan
barisan kepentingan. Salah satu cara melakukannya adalah
menuliskan setiap objek ke sebagian kartu kemudian
mengelompokan kartu tersebut_ ke dalam satu perbandingan
susunan barisa, yaitu dari yang terpentmg sampai kurang penting.
Seperti aspek lain dari metode rancangan ini, biasanya mem
bantu jika susunan barisan ini objek-objek dapat dilakukan sebaga1
tenaga pendukung, ketika anggota yang berbeda dari tim peracan
dapat memberikan prioritas yang baik ke objek yang berbeda.
D1skus1 dari perbedaan ini mengacu kepada tim atau peraturan
kelompok. Se cara alternatif seorang klien dapat diminta susunan
baris atau tempat penelitian mungkin lebih baik untuk menyiapkan
atau menyediakan sesuai keinginan pelanggan.
Proses penyusunan barisan dapat dibantu melalui pasangan
per timbangan sistematis dari objek yang satu dengan yang lain.
Diagram yang sederhana dapat digunakan untuk mencatat
perbandingan dan menempatkannya dalam susunan baris.
Masing-masing pilihan dipertimbangkan bergiliran dengan
yang lainnya. Gambar 1 dan 0 dimasukkan ke kotak matriks yang
relevan pada diagram, tergantung pada apakah pilihan pertama_
dipertimb_ang kan kurang atau lebih penting dari yang kedua.
Sebaga1 contoh d1mu lai A dan diteruskan sepanjang diagram garis
dan pertanyaannya ialah apakah A lebih penting dari B kemudian
dibandingkan dengan C se-

terusnya D dan lain-lain. Jika hal ini dipertimbangkan sedikit


penting, 0 dimasukkan pada contoh di atas, pilihan A
dipertimbangkan kurang penting dibanding yang lain kecuali pilihan
E.
Ketika masing-masing barisan dilengkapi, jadi hubungan
kolom dapat juga dilengkapi dengan set gambar yang berlawanan,
kernudi an jika barisan atau deret dibaca 0001 kemudian kelompok
A harus 1 1 10. Jika pasangan objek yang lain dipertimbangkan
sangat penting, setengah dapat dimasukan di kedua pangkat yang
relevan. Ketika selu ruh pasangan dari perbandingan telah dibuat
deret total terindikasi ke susunan baris dari pilihan. Deretan total
tertinggi menunjukkan objek prioritas tertinggi. Seperti contoh di atas
pertukaran urutan yang mun
cul sebagai berikut:
B

c
D
A

E
Disini tampak bahwa salah satu problem dari urutan dapat muncul
di mana hubungan tidak bertukar ke bentuk transitif. Yaitu objek A
dapat dipertimbangkan lebih penting dibanding objek B dan objek
B lebih penting dari objek C, tetapi objek C kemungkinan dapat di
pertimbangkan lebih penting dibanding objek A. Beberapa keputusan
yang sukar dapat terjadi untuk mengatasi problem tersebut.
Metode pertukaran ini adalah sebagai contoh skala berurutan,
operasi perhitungan tidak dapat dibentuk/ditampilkan di atas skala
berurutan.
Langkah berikutnya, membagi nilai numerik ketiap objek yang
mewakili berat relatifnya ke objek yang lain. Cara yang paling mu
dah untuk melakukan ha! ini adalah memikirkan urutan susunan
baris walaupun pilihan-pilihan ditempatkan pada posisi relatif
penting atau nilai, pada skala dikatakan 1 ke 10 atau 1 ke 100. Pada
contoh di atas,

180
lf

Peranca11f.ln11 f>1 od11k

Evafuasf Af tPrnat

181

pilihan susunan baris dapat ditetapkan dalam posisi relatif atau skala
1-10.
Pilihan yang paling baik telah diberikan nilai 10 dan yang lain
kemudian diberikan nilai relatif untuk ini. Kemudian objek C dinilai
sebanyak 70% dari nilai pilihan B, pilihan dua kali setinggi pilihan E
dan lain-lain. Nilai skala koresponden adalah berat relatif dari pilih
an-pilihan (catat bahwa barisan pilihan tertinggi dan terendah tidak
begitu penting ditempatkan pada puncak absolute dan posisi bawah/
terendah dari skala.
Jika anda mencapai berat relatif dan anda merasa yakin
tentang posisi relatif dari objek-objek skala, kemudian anda dapat
memasuk kan/menyertakan perbandingan urutan ke dalam
perbandingan nilai interval yang dapat digunakan untuk operasi
perhitungan.
Prosedur pergantian diputuskan untuk dibagi masukan ke se
jumlah point tertentu, katakanlah 100 sampai ke seluruh pilihan,
pem belian point-point pada nilai relatif dan membuat perdagangan
dan penyesuaian antara point-point yang diberikan ke pilihan yang
ber beda sampai penerimaan alokasi pengganti yang telah dicapai.
Hal ini dapat dilakukan atas kelompok dasar dengan anggota
dari masing-masing kelompok diminta untuk beralokasi atau menye
diakan jumlah yang tetap dari total point antara pilihan-pilihan ber
dasarkan kepada seberapa tinggi mereka mengevaluasinya.
Pada pohon objek dapat digunakan untuk menyediakan suatu
metode yang lebih mungkin dari pembagian berat level tertinggi,
kese luruhan objek telah diberi nilai 10, pada masing-masing level
rendah, sub objek kemudian diberikan berat relatif ke tiap terhadap
tiap-tiap lainnya tetapi yang juga bertotal 10. Bagaimanapun berat
sesunguh nya dihitung secara pembagian dari berat sesunguhnya
dari objek di
atas yang diantaranya.
Hal ini dijelaskan oleh gambar. Masing-masing kotak pada po
hon diberi label dengan nomor objek (01, 011, dan lain-lain). Dan

diberikan dua nilai sama dengan nilai relatifnya ke samping pada


level yang sama dan nilai tertingginya atau nilai relatif ke masingrnasing lainnya dari 0,67; 0,33; tetapi nilai sesungguhnya dan hanya
bertotal 0,5 (nilai sesungguhnya dari objek 011) dan kemudian
dihitung se bagai berikut:
0,67 x 0,5 = 0,34 dan 0,33 x 0,5 = 0,16
Penggunaan prosedur ini lebih mudah untuk membagi berat
dengan beberapa ketetapan, karena hal ini relatif mudah untuk
mem bandingkan bagian dari pilihan ke dalam grup kecil dari dua
atau tiga dan dengan merespek ke pilihan tersendiri level tinggi.
Seluruh berat seluruhnya bertambah i,0 dan ini lebih meyakinkan
berlakunya urut an berat-berat.
Hal ini penting untuk mengubah pernyataan dari pilihan-pilihan
ke dalam parameter yang dapat diukur. Sebagai contoh, sebuah
objek untuk mesin, untuk memiliki ketahanan tinggi dapat diubah
kebentuk parameter dari mesin yang dihentikan 10.000 jam
sepanjang waktu yang mungkin diukur dari data yang sesuai atau
sedikit dari pengalam an yang mula-mula dengan tipe mesin seperti
itu.
Beberapa parameter tidak akan diukur secara sederhana, cara
cara kuantitas tetapi ini memiliki kemungkinan untuk membagi nilai
fungsi pada skala point. Perbandingan sampel biasanya memiliki 5
tingkatan yang menampilkan bentuk-bentuk seperti ini.
Sering kali skala point 5 (0 - 4) adalah terlalu kasar dan
anda akan membutuhkan pengunaan point 9 (0 - 8) atau skala
point 11 (0 - 10). Bentuk yang telah disepakati ditafsir oleh point 11
dan skala point 5.
Kedua parameter kuantitatif dan kualitas dapat dibandingkan
bersamaan pada sebuah point skala menyatakan hal yang terburuk
ke bentuk jarak prestasi yang terbaik. Contohnya seorang konsumen
ba han bakar dan berkata kenyamanan dari mesin mobil dapat
ditampil kan pada skala poin 7.

182

Perancam1un Pt o<luk

Ketelitian harus ada dalam pengumpulan seperti point skala,


karena nilai menggambarkan ke parameter boleh naik dan turun secara
linier. Contohnya pada skala di atas nilai dari kenaikan pengonsumsi bahan
bakar diperkirakan untuk mengurangi skala linier tetapi ke mungkinan ini
boleh diakui lebih sesuai untuk menyediakan perbaik an dalam konsumsi
bahan bakar pada tahap akhir dari skala tersebut dari skala dibanding
dengan akhir penaikan. Yaitu kurva fungsi untuk parameter mungkin dapat
menjadi pendukung atau kurva lain lebih
dari garis lurus/linier.
Langkah terakhir dalam evaluasi ini adalah mempertimbangkan
masing-masing proposal rancangan alternatif dan menghitung/meng
kalkulasikan untuk masing-masi ng nilai kebentuknya berdasarkan pa
rameter yang telah dikenalkan. Sekali lagi,partisipasi dari seluruh ang gota
dari kelompok rancangan yang direkomendasikan (dan terkhusus
seluruhnya yang dipandang secara perhitungan, seperti pelanggan)
karena solusi yang berbeda dapat dihitung secara berbeda oleh orang
yang berbeda.
Pengukuran bentuk pasar nilai point atas masing-masing param eter
untuk tiap alternatif rancangan harus dipastikan untuk melaku kan
perhitungan dari berat-berat yang berbeda dari pilihan. Hal ini dilakukan
oleh bentuk penggandaan skor sederhana oleh nilai berat, memberikan
seperangkat skor biasa untuk masing-masing rancangan
alternatif untuk tiap-tiap pilihan.
Nilai-nilai fungsi ini kemudian digunakan sebagai dasar dari
perbandingan antara rancangan alternatif. Salah satu bentuk perban
dingan yang paling sederhana yang dapat diubah adalah menambah nilai
fungsi dari alternatif. Nilai total ini kemudian menuju alternatif alternatif
untuk dibariskan dari keseluruhan bentuk.
Perbandingan lain adalah mungkin seperti penggambaran grafik atau
histogram untuk mewakili profil fungsi nilai dari rancangan al ternatif.
Visual ini lebih numerikal, perbandingan ini memberikan se buah
gambaran yang lebih mudah. Untuk menyerapnya dan m<>n<'rap-

Evaluasl Alt emat lf

183

kannya mereka juga mengambilyang paling penting di mana alternatif


dapat secara signifikan berbeda dari yang lain dalam bentuknya.
. Keuntungan penggunaan metode evaluasi ini seringkali di paka1
dalam mbuatan semacam perbandingan antara alternatif dari
penggunaan m1 mudah dicoba untuk memilih alternatif yang terbaik.
Agakny banyak perdebatan dalam hat berat, skor point dan kepu tusan
lamnya akan mungkin dibuat dalam kumpulan evaluasi. Dan beerapa
perhituna boleh lebih mengkhawatirkan yang paling baik
dan keseluruhan nila1 fungsi dapat menjadi tidak terarah tap1 de
d" k . k
ngan
cara is. us1 eputusa '. ngurutan dan perbandingan tercakup dalam
evaluas1 adalah mem1lik1 duminasi tertentu.
.Untuk me'.11bandingkan kegunaan nilai proposal rancangan al
ternat1f pada bans bentuk objek berat yang berlainan:
184

Perancangan Produk

1.

Daftarkan bentuk-bentuk objek


lni membtuhkan modifikasi dari daftar nama, pohon pilihan dapat
men1adi perencanaan agar berguna dari metode ini

2.

Urutkan daftar pilihan


Dengan perbandingan
membuat deretan baris

yang

terpasang dapat

menolong untuk

3.

M.en.entukan berat benda terhadap masing-masing objek


N1la1 numerik/urutan angka seharusnya berada pada skala inter val,
alternatif adalah menetukan berat setiap relatif pada level evel yang
berbeda dari pohon objek sehingga seluruh berat ber- 1umlah 1,0.

4.

Teapkan bentuk/cara kerja parameter atau skor fungsi pada kap


ob1ek
Kedua objek baik kuantitas maupun kualitas sebaiknya dikurangi ke
bentuk skala pola sederhana.

5.

/tung dan bandingkan nilai relatif fungsi dari rancangan alterna-

Eva/11ml Alt t>mot lf

185

Hal ini dipertimbangkan untuk memiliki berat relatif dari 0,5; 0,2; 0,1; dan 0,2.

10.2 Contoh
Sepeda
Mini
Langkah-langkah evaluasi alternatif adalah sebagai berikut:
Seringkali skor masing-masing parameter oleh nilai beratnya, al
ternatif terbaik memiliki nilai jumlah tertinggi , perbandingan dan
penulisan gambaran nilai fungsi dapat menjadi rancangan
tambah an yang lebih baik dari pada pemilihan yang terbaik
dengan cara
yang sederhana.
Prinsip dasar dari metode objek berat didemonstrasikan pada
contoh sederhana dari perhitungan nilai fungsi pada tiga mesin yang
berbeda. Ketiganya memiliki harga beli yang sama. Seorang pembeli
yang berpotensi mengumpulkan tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran sebagai berikut:
Mengkonsumsi sedikit bahan bakar (rendah bahan bakar)
Biaya rendah/ suku cadang rendah
Mudah dirawat Kenyamanan
tinggi

1. Membuat daftar tujuan perancangan produk


Daftar tujuan perancangan produk sepeda mini adalah sebagai
berikut:

a. Sepeda mini yang mempunyai bentuk stang melengkung


b.

Sepeda mini yang mempunyai bentuk tempat duduk segitiga

3 = Penting sedikit
5 = Penting
7 = Mutlak penting
1o 9 = Ekstrim
Level I = Sepeda mini
Sepeda mini yang mempunyai rangka dari besi
Sepeda mini yang mempunyai tempat duduk dari busa
Sepeda mini yang berfungsi sebagai alat transportasi
Sepeda mini yang mempunyai keranjang sebagai tempat tas

1.

J.
k.
I.

2. Membuat nilai peringkat dari masing-masing atribut


produk Penilaian peringkat dilakukan dengan
menggunakan Pair Wise Comparison dan skala
AHP dengan data yang diperoleh dari ni!ai
kepentingan untuk masing-masing atribut dalam
QFD. Skala AHP:
1 = Sama

e. Sepeda mini yang mempunyai jari-jari roda 20 cm


f.
g.
h.

186

a. Level I I
Pada level 11, yang dibandingkan adalah atribut primer de
ngan atribut primer itu sendiri, yaitu desain, bahan, dan multi
fungsi. Perbandingan antara atribut primer tersebut dapat di1ihat pada tabel 10.1, dan tabel 10.2.

label 10.1. M atriks Banding Berpasangan antar Atribut


Primer
Responden 1

Untuk atribut yang sama

melengkung
c. Sepeda mini yang mempunyai bentuk pedal persegi
d. Sepeda mini yang mempunyai tinggi tempat duduk 50 cm
Sepeda mini yang mempunyai tinggi setang 65 cm
Sepeda mini yang mempunyai warna rangka merah hitam
Sepeda mini yang mempunyai hiasan stiker
Perancangan Produk

Untuk atribut yang berbeda sebesar 2-4


Untuk atribut yang berbeda sebesar 5 - 7
Untuk atribut yang berbeda sebesar 8 Untuk atribut yang berbeda > 1O

Fu ngsi

1.0000
0.3333
3.0000

3.0000
1.0000
5.0000

0.3333
0.2000
1.0000

Responden 2

, e i;,'"'
Desai n
Bahan
Fun si

[valuasl Alt rrnnrt f

1.0000
0.3333
1.0000

3.0000
1.0000
0.3333

1.0000
3.0000
1.0000

187

Tabel 10.1. Matriks Banding Berpasangan antar Atribut

Responden 10

Primer (Lanjutan)

gi:l!1i 1
1

Desai n
Bahan Fu ngsi

1;0in'11
I

Desai n
Bahan
Fu n si

1.0000
0.3333
0.3333

3.0000
1 .0000
1.0000

3.0000
1.0000
1.0000

Desai n
Bahan
Fu n si

1.0000
1.0000
0.3333

1.0000
1.0000
0.3333

3.0000
1.0000

Responden 6
.i h

1'.11.11 ;,r;,1:
!l.Ueli!l!.01 ''

Desai n
Bahan
Fu ngsi

,.,c

111

0.3333
1.0000
3.0000

1.0000
3.0000
1.0000

tingkat kepentingan berdasarkan skala AHP

Desain dengan desain


1

zy1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1 =

1 Desain dengan bahan

:1 1,1 f!lgsi;l::m:,":1

Jadi, nilai probabilitasnya adalah:

3.0000
3.0000
1.0000

1.0000
0.3333

0.2000
0.1429
1.0000

di mana: n = jumlah responden

'''''..i''V f ungsi' '


1.0000
0.3333

3.0000
1.0000
7.0000

Dari data kuisioner tersebut, dapat dihitung nilai probabilitas


nya, yaitu

Responden 5
Desai n
Bahan
Fun si

1.0000
0.3333
5.0000

1.0000
0.3333
1.0000

= zy3 x 3 x 3 1x 1x 0.3333 x 2 x 1x 3 x 3 = 1.6632


Desain dengan multifungsi

Responden 7

Desain
Bahan
Fu n si

= zy0.3333 x 1x 3 x 3 x 3 x 1x 2 x 0.3333 x 7 x 0.2 =1.23 72

1.0000
0.5000
0.5000

1.0000
1.0000

1.0000
1.0000

Bahan dengan desain


1

Responden 8
.-'

la: '

'

''

'fk:l".: 1 1

0.3333 x 0.333 x 0.33 x 1x 1x 3 x 0.5 x 1x 0.33 x 0.33 = 0.6012

.1j1!;,

Desai n
Bahan
Fun si

1.0000
1.0000
3.0000

1.0000
1.0000
3.0000

188

0.3333
0.3333
1.0000

Responden 9
Desai n
Bahan
Fu n si

1.0000
0.3333
0.1 429

"

," .:.:.u""gs;.:11

.\1:i;:)(:):\1:!

3.0000
1.0000
0.2000

111i

5.0000
1.0000

Perancangan Pt oduk

Bahan dengan bahan

0.2 x 3 x 1 x 3 x 3 x 0.3333 x 1x 0.3333 x 5 x 0.1429

= 0.9188

= zy1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1 = 1
Bahan dengan multifungsi

[valuasl Alt 111u1t1f

189

I. -... label 10.3. M atriks Banding Berpasangan antar

Atril>ur Sekunder dari Desain (/anjutan)

Multifungsi dengan desain

= 1!{/3 x 1x 0.333 xc 0.333 x 0.333 x 1x 0.5 x 3 x 0.1429 x 5


= 0.8083
Multifungsi dengan bahan

= 1f5 x 0.333 x 1x 0.333 x 0.333 x 3 x 1x 3 x 0.2 x 7 =


1.0884

1.0000

5.0000

5.0000

1.0000

1.0000

3.0000

1.0000

5.0000

5.0000

Bentuk Pedal

0.3333

0.3333

1.0000

0.3333

3.0000

3.0000

Dimensi

1.0000

1.0000

3.0000

1.0000

5.0000

5.0000

Warna

0.2000

0.2000

0.3333

0.2000

1.0000

1.0000

Hiasan

0.2000

0.2000

0.3333

0.2000

1.0000

1.0000

Multifungsi dengan multifungsi

Responden 3

= 1!{/1 x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1 = 1
0.5000

5.0000

5.0000

1.0000

1.0000

3.0000

0.5000

5.0000

5.0000

Bentuk Pedal

0.3333

0.3333

1.0000

0.2500

3.0000

3.0000

Dimensi

2.0000

2.0000

4.0000

1.0000

6.0000

6.0000

Warna

0.2000

0.2000

0.3333

0.1667

1.0000

1.0000

Tabel 10.2. Perbandingan Peringkat antar Atribut Primer


Desain
Bahan
Fungsi
Jumlah

b.

1.0000
0.6012
0.8083
2.4095

1.6632
1.0000
1.0884
3.7516

1.2372
0.9188
1.0000
3.1559

Level I l l
Pada level Ill, yang dibandingkan adalah atribut sekunder
dengan atribut sekunder itu sendiri untuk masing-masing
atribut primer. Perbandingan antara atribut sekunder untuk
masing atribut primer pada tabel 10.3, tabel 10.4, tabel 10.5 ,
tabel 10.6, tabel 10.7, tabel 10.8, tabel 10.9, dan tabel 10.10.
Tabel 10.3. M atriks Banding Berpasangan antar

Atribut Sekunder dari Desain


Responden 1

Hiasan

0.20000.20000.33330.16671.00001.0000
Responden 4

0.3333

3.0000

3.0000

3.0000

0.3333

3.0000

3.0000

0.2000
1.0000

1.0000
5.0000

1.0000
5.0000

0.2000
0.2000

1.0000
1.0000

1.0000
1.0000

Dimensi

3.0000

3.0000

1.0000
5.0000

Warna
Hiasan

0.3333
0.3333

0.3333
0.3333

1.0000
1.0000

Responden 5

Bentuk Stang

1 .0000

1.0000

3.0000

1.0000

5.0000

7.0000

Bentuk T. Duduk

1.0000

1.0000

3.0000

1.0000

5.0000

7.0000

0.3333

3.0000
5.0000

5.0000

1.0000
0.3313

3.0000

Bentuk Pedal

0.3333

0.3333

Dimensi

1.0000
0.2000

1.0000
0.2000

Warna
1----- -- -1 0.1429
Hiasan

1.0000

3.0000 1.0000
0.3333 0.2000
------ +
0.2000 0.142'J
0.1429

7.0000
1 .0000

3.0000
1.00001.00003.0000
0.3333--+--1_.0000_, 1.o_O.oo
0.3333o.33331.0000
0.33330.33331.0000
0.3333 1.0000 1.0000

Bentuk T. Duduk
Bentuk Pedal Dimensi

1.0000--t-30 000-+- 3_ .0.:_0 :: .0..:.;0:_--L....:.1..:.00001.0000


3.0000
---1 1:..0..:0.;0:_0::.;:_+:3:.::0:.000 ..:3:.'...:.o::'.0'.: 0 0 1.00, 001.0ooo

1W,a;rna --

Hi.is n_0.J3D1.00001.0000

0.333 j0.33331.0000

Perancan9m1 f 11nd11k
19
0

3.oooo

Evaluasl Alttmat if

191

Responden 1O

Tabel 10.3. Matriks Banding Berpasangan antar Atribut


Sekunder dari Desain (/ anjutan)
Responden 6

Bentuk Stang

1.0000
1.0000
0.3333
3.0000

3.0000

0.3333

0.5000

0.3333

1.0000
0.3333

3.0000
1.0000

0.3333
0.2000

0.5000
0.2500

0.3333
1.0000

0.3333

3.0000

5.0000

3.0000

0.3333

3.0000

5.0000

Warna

5.0000

5.0000

1.0000

2.0000

2.0000

2.0000

5.0000

4.0000

0.2000

1.0000

0.1429

0.3333

1.0000

Hiasan

0.5000

1.0000

3.0000

4.0000

7.0000

1.0000

5.0000

7.0000

3.0000

3.0000

1.0000

0.2000

0.2500

1.0000

0.3333

0.3333

3.0000

0.2000

1.0000

3.0000

0.2000

0.2000

1.0000

0.1429

0.3333

1.0000

1.0000

Bentuk T. Duduk

1.0000

1.0000

Bentuk Pedal

0.2000

Di mensi

3.0000

Warna
Hiasan

Jadi, nilai probabilitasnya adalah:


Bentuk stang dengan bentuk tempat duduk

Responden 7

= '1x 1x 1x 13 x 1x 3 x 3 x 3 x 3 = 1.3351
Bentuk T. Duduk

1.0000
0.3333

Bentuk Pedal

0.3333

Dimensi

1.0000

Warna

3.0000

Hiasan

3.0000

3.0000
1.0000

3.0000
1.0000

3.0GOO 3.0000
1 .0000 1.0000

1.0000
0.3333

1.0000

1.0000

0.3333

1.0000

1.0000

3.0000

3.0000

1.0000

3.0000

3.0000

1.0000

1.0000

0.3333

1.0000

1.0000

1.0000

1.0000

0.3333

1.0000

1.0000

Bentuk stang dengan bentuk pedal


1

= .zy3 x 3 x 3 x 3 x 5 x 3 x 3 x 3 X 3 = 3.1572
Bentuk stang dengan dimensi
1

Responden 8

'ili ' ;;.. :; lltki


Hiiih;i
'y ;i':

. tr

1.0000

Bentu T. Duduk
Bentu k Pedal
Di mensi

Bentuk Stang

Bentuk Stang

islntuk;lll! Berltok ..
!;;.>''.t: 1ft':i; :
1,T.Ddk.:,

.i ehtr' :Y:PI-""r

1x 1x 0.5 x 0.333 x 1x 0.333 x 1x 0.5 x 0.333 x 0.333

Bentuk stang dengan warna


1

.\ '

ta n g . 7f: Ddk:lt . Peda .i


'.ittnensi

.zy5 x 5 x 5 x 3 x 1x 3 x 3 x1x 1x 0.5 = 2.1024


Bentuk stang dengan hiasan

= lzy7 x 5 x 5 x 3 x 3 x 5 x 3 x 3 x 3 x 0.3333 = 3.0553


Bentuk tempat duduk dengan bentuk pedal

Responden 9

= lzy3 x 3 x 3 x 3 x 1x 5 x 1x 2 x 3 x 3 = 2.4337 Bentuk tempat duduk dengan dimensi

Bentuk Stang

1.0000

1.0000

3.0000

0.3333

Bentuk T. Duduk

1.0000

1.0000

3.0000

0.3333
izy1

Bentuk Pedal

0.3333

0.3333

1.0000

0.2000

0.3333

1.0000

Dimensi

3.0000

3.0000

5.0000

1.0000

3.0000

5.0000

1.0000

3.0000

x 1.0000
1x 0.5 x0.3333
0.33

Warna

1.0000

1.0000

3.0000

0.3333

1.0000

3.0000

Hiasan

0.3333

3.0000

1.0000

0.2000

0.3333

1.0000

x 0.33 x 0.3 x 0.3 x 0.25 x 0.33 x 0.33

= 0.4202

= 0.5610

192
oduk

Perancans<m Pr

Evaluasi Alt
If

Prnut

193

Bentuk tempat duduk dengan warna


= 1zy5 x 5 x 5 x 3 x 0.3333 x 3 x 1x 0.5 x 1x 0.5 = 1.5747

Bentuk Pedal

0.3167

0.4109

1.0000

0.2382

0.7800

1.4633

Dimensi

1.7826

2.3800

4.1983

1.0000

3.2586

5.0080

Bentuk tempat duduk dengan hiasan

Warna

0.5925

0.6350

1.2821

0.3069

1.0000

1.9896

= 1zy7 x 5 x 5 x 3 x 1x 5 x 1x 2 x 0.3333 x 0.3333 = 1.8906

Hiasan

0.4077

0.5289

0.6834

0.1997

0.5026

1.0000

jumlah

4.8486

6.2900

12.7547

2.7259

9.2183

14.4067

Bentuk pedal dengan dimensi


= 1zyo_3333 x o.3333 x o.2s x 0.2 x o.3333 x 0.1429 x o.333 x 0.1667 x 0.2 x 0.2
= 0.2382

Tabel 10.5. M atriks Banding Berpasangan antar Atribut Sekunder


dari Bahan
Responden 1

Bentuk pedal dengan warna


= 1R/3 x 3 x 3 x 1x 0.333 x 0.333 x 1x 0.333 x 0.333 x 0.25
0.78

=
Responden 2

Bentuk pedal dengan hiasan

= 1R/5 x 5 x 3 x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1 = 1.4633
Dimensi dengan warna

= 1zy5 x 5 x 6 x 5 x 1x 5 x 3 x 2 x 3 x 2 = 3.2586
Dimensi dengan hiasan
=

1zy7

x5x6x5x3x7x3x6x5x5

Responden 4

= 5.0080

1.0000
1.0000

Warna dengan hiasan

Responden 5

= 1zy3 x 1x 1x 1x 3 x 3 x 1x 3 x 3 x 4 = 1.9896
Tabel 10.4. Perbandingan Peringkat antar Atribut Sekunder
dari Desain

Bentuk Stang

1.0000

1.3351

3.1572

0.5610

2.1024

3.0553

Bentuk T. Duduk

0.7490

1.0000

2.4337

0.4202

1.5747

1.8906

1.0000
1.0000

194

Perancangan Produk

Evaluasl Alternat lf

195

label 10.5. Matriks Banding Berpasangan antar Atr ibut Sekunder


dari Bahan (/anjutan)

label 10.7. Matriks Banding Berpasangan antar Atr


ilmt Sekunder dari Multifungsi

Responden 7

Responden 8

Responden 2

Responden 9

Responden 3

Responden 10

Responden 4

Rangka dengan tempat duduk

Responden 5

= 1 3 x 3 x 5 x 1x 7 x 3 x 4 x 2 x 6 = 3.4321
Tempat duduk dengan rangka

F. Tambahan

= 1!(/0.333 x 0.000 x 0.2 x 1x 0.1429 x 0.2 x 0.333 x 0.25 x 0.5 x 0.1667

0.2000

1.0000

Responden 6

= 0.2914

label 10.6. Perbandingan Peringkat antar Atribut Sekunder


dari Bahan

F. Tambahan

0.1429
Responden 7

Rangka

1.0000

T. Duduk

0.2914

1.0000

Jumlah

1.2914

4.4321

1.0000

196

Perancang<m Produk

Evaluasl Altemat lf

197

label 10.9. Matriks Banding Berpasangan antar At r


label 10.7. Matriks Banding Berpasangan antar Atribut

ili111 Tersier dari Dimensi

Sekunder dari Multifungsi (/an jutan)

Responden 1

Responden 8

F. Tambahan

0.2500
Responden 9

1.0000

T. T. Duduk
Jari-jari
T. Stang

F. Tambahan

0.1667
Responden 10

1.0000

T. T. Duduk
Jari-jari
T. Stang

F. Utama
F. Tambahan0.20001.0000

1.0000

3.0000
1.0000
3.0000

1.0000
0.3333
1.0000

1.0000
0.3333

3.0000
1.0000

3.0000
1.0000

0.3333

1.0000

1.0000

Responden 3

5.0000

Fungsi utama dengan fungsi tambahan

1.0000
0.3333
1.0000

T. T. Duduk

1.0000

Jari-jari

1.0000

1.0000

1.0000

T. Stang

1.0000
Responden 4

1.0000

1.0000

3.0000

4.0000

= 1 3 x 3 x 5 x 7 x 6 x 4 x 6 x 5 = 4.8975

1.0000

lng

Fungsi tambahan dengan fungsi utama


= 1 0.33 x 0.33 x 0.2 x 0.1429 x 0.2 x 0.1429 x 0.1667 x 0.25 x 0.1667 x
0.2

T. T. Duduk

1.0000

Jari-jari

0.3333

1.0000

2.0000

T. Stang

0.2500

0.5000

1.0000

Responden 5

= 0.2402

label 10.8. Perbandingan Peringkat antar Atribut


Sekunder dari Multifungsi

F. Utama

1.0000

4.8975

F. Tambahan

0.2042

1.0000

Jumlah

1.2042

5.8975

c. level Ill
Pada level 111, akan dibandingkan atribut tersier itu sendiri un
tuk masing-masing atribut tersier.

Jari-jari

1.0000

1.0000

0.3333

T. Stang

3.0000

3.0000

1.0000

Responden 6

T. T. Duduk

1.0000

3.0000

3.0000

Jari-jari

0.3333

1.0000

1.0000

T. Stang

0.3333

1.0000

1.0000

198

If

Perancan9011 Pt oduk

Evaluasf Altf'f 11nt

199

label 10.10. Perbandingan Peringkat antar Atribut Tersier dari


Dimensi

label 10.9. Matriks Banding Berpasangan antar


Atribut Tersier dari Dimensi (Lanjutan)
Responden 7
T. T. Dud u k
Jari-jari
T. Stang

1.0000
0.5000
0.5000

1.0000
1.0000

1.0000
1.0000

3.

Responden 8
T. T. Dud uk

1.0 000

Jari-jari

1.0 000

1.0000

1.0000

T. Stang

1.0 000

1.0000

1.0000

Responden 9

T. T. Dud u k

1.0000

1.8564

1.5337

Jari-jari

0.5387

1.0000

1.0718

T. Stang

0.6520

0.9330

1.0000

J um lah

2.1907

3.7894

3.6054

" t1 '

Menetapkan pembobotan relatif dari masing-masing atribut


Pembobolan untuk masing-masing atribut sangat diperlukan un
tuk mengetahui bagaimana pengaruh dari atribut tersebut dalam
perancangan produk. Pembobot dilakukan dengan membagi nilai
peringkat dari masing-masing atribut terhadap total nilai peringkat
atribut itu sendiri.

a.

level I I

T. T. Dud uk

1.0000

3.0000

Jari-jari

0.3333

1.0000

3.0000

Pada level I, kita melakukan pembobolan terhadap atribut


primer sepeda mini pada tabel 10.11.

T. Stang

1.0000

0.3333

1.0000

Tabel 10.11. Pembobotan Atribut Primer Sepeda Mini

Responden 10

Kelompok II
Desai n Bahan
Mu ltif u ng - J umlah
0.4150

0.4433

1.2504

:i;
0.4168
'.3i:r

0.2495

0.2665

0.2911

0.8072

0.2691

0.3355

0.2901

0.3169

0.9424

0.3141

1.0000

1.0000

1.0000

3.0000

1.0000

0.3920

T. T. Dud u k

1.0000

1.0000

3.0000

Jari-jari

1.0000

1.0000

3.0000

T. Stang

0.3333

0.3333

1.0000

Tinggi tempat duduk dengan jari-jari roda

= 1zy3 x 3 x 1x 3 x 1x 3 x 2 x 1x 3 x 1 = 1.8564
Tinggi tempat duduk dengan tinggi stang

= 1zy1x 3 x 1x 4 x 0.3333 x 3 x 2 x 1x 1x 3 =

b.

level Ill

Pada level Ill kita melakukan pembobolan terhadap atribut


sekunder untuk masing-masing atribut primer pada tabel
10.12, tabel 10.13, dan tabel 10.14.

1.5337 Jari-jari dengan tinggi stang

= 1zy1 x 3 x 1x 4 x 0.3333 x 3 x 2 x 1x 1x 3 = 1.5337


200

Perancan9a 11 />1 oduk

Evaluasf Alternatff

201

label 10.12. Pembabatan Atribut Sekunder dari


Desain
0.2062

Bentuk Stang

0.21 23

0.2058

Bentu T. Dud uk 0.1545 0.1 590 0.1908


---0.0653 0.0653 0.0784
l uk Pedal
iensi

I Warna

LJurn1h_

0.2281

Bentuk slang
0.2220

0.2121

1.3120

---

0.2220

0.1 541
0.0874

0.1708
0.0846

0.1 312 0.9605 0.1681


--0.1016 0.4826
0 069_7

0.3677 0.3784
0.1 222 0.1010

0.3292
0.1005

0.3669
0.1126

0.3535
0.1085

0.3476
0.1381

2.1431 0.3584
0.6828 0.1079

0.0841

0.0841

0.0536

0.0733

0.0345

0.0694

0.4190

0.0739

1.0000

1.0000

1.0000

1 .0000

1.0000

1.0000

6.0000

1.
09.d

0.0925

Bentuk T. Duduk

Segitiga lengkung
1.0000

0.0701

Bentuk Pedal

0.0701

Persegi

0.0290

1.0000

T. Tempat Duduk 0.4572

0.0290

0.0701

0:0290

0.0683

0.0683

0.4168

0.4168

Dimensi

Jari-jari

0.1494
0.2690

1.0000

0.0402

T. Stang

Sepeda Mini
Kelompok II

ok;60 - -_ ,_".oodoo.

0.0925

Desain

0.3584

s_ r._,."._.':".'l-

_. =1 .--o'!o2

1.0000

0.1681

0.0697

label 10.13. Pembabotan Atribut Sekunder dari


Bahan

T_ --,1--'._d

Melengkung

0.0925

0.2737

0.0409

- 0.0402

0.0409

1.0000

1:L_J. _''"'_'':-' ;-1


2.0000
LJuml_a_h

1._oo_o_o

Bahan
0.2691

0.2691

Tabel 10.14. Pembobotan Atribut Sekunde1 dari 1\!fulti fungsi

-J----r-m_:._....:,_- +-/-F_i_- ;___ ,:

!-_._,:___ _,"_: .-I__

t:l-, -. --;-1

_1_.o_o_o_o_. 1_._oooo._

level
IV

0.0450

Hiasan
0.0739

0.0308

0.20836

_ 3 _900_ __1.<!_Q20..

Merah Hitam
1.0000

0.0450

Sliker
1.0000

0.0308

T. Duduk
0.2256 0.06071

T. T. Duduk

0.4565

0.4899

0.4254

1.3717

0.4572

Jumlah

1.0000

1.0000

1.0000

3.0000

1.0000

Kemudian dilakukan pembobotan terhadap atribut tersier


0.2459
0.2639
Jari-jari
0.2973 0.8071 0.2690
untuk masing-masing atribut sekunder pada tabel 10.15 dan
T. Stang
0.2976
0.2462
0.2774 0.821 2 0.2737
gambar 10.1.

0.0308

Besi
1.0000 0.20836

Busa
1.0000 0.06071

1:Jurltlh .. ,,:' Bobot .

0.0450

Fungsi

Rangka
0.7744

Jum_1a_h

c.

Warna
0.1079

Tabet 10.15. Pembabatan Atribut Tersier dari Dimensi

- 0.2084

0.0607

0.2609

0.0533

Fungsi Utama
Alat Transport
Gambar 10.1. Nilai Babat Relatif
M asing-M
asing
0.8304dari
0.2609
1.0000
0.2609
Atribut
terhadap
Atribut
Lainn
ya
Fungsi Tambahan 0.1696
0.0533
0.3141
0.3141
Tempat Tas
4. Menentukan parameter performansi dari masing-masing
1.0000
0.0533 atribut

Parameter performasi sebagai ukiran nilai relatif dari masing-ma


sing atribut pada tabel 10.16.

202

Perancangan Produk

Evaluasl Alternatlf

203

label 10.16. Parameter Performansi dari setiap Atribut

Bentuk slang
Btk tempat duduk
Bentuk Pedal
Tinggi Tempat Duduk
Jari-jari roda
Tinggi slang

Model
Model
Model
Ukuran
Ukuran
Ukuran

Lengkung
Segitiga
Bulat
50 cm
25 cm
65 cm

Warna
Hiasan
Bahan rangka
Bahan Tempat duduk
A lat transportasi
Tempat tas

Kontras
Sangat kontras
Model
Boneka
Kualitas
Sangat baik
Kualitas
Sangat baik
Kecepatan Sangat cepat
Kapasitas
Sangat besar

Wt.V =
4.599

Lurus
Persegi
Persegi
45 cm
20 cm
60 cm

Lengkung keatao
Lonjong
Oval
60 cm
15 cm
70 cm

Bulat
Segitiga
Segitiga
55 cm
10 cm
50 cm

Segitiga
Bulat
Segi lima
30 cm
S cm
40 cm

Kontras
Lonceng
Baik
Baik
Cepat
Besar

Cukup kontras
Stiker
Cukup baik
Cukup baik
Cukur cepat
Sedang

Kur,mg

Tdk kontras
Kertas warna
Tidak baik
Tidak baik
Sangat lambat
Sangat kecil

----

Pita
Kurang baik
Kurang baik
Lambat
Kecil

5. Menghitung dan membandingkan nilai kepentingan relatif dari


masi ng-masing atribut untuk setiap alternatif

Altematif 1 Altematif 3

Wt.V = 3.807

W2=0.0701-

W4=0.0683-

b.' -

W9=0.2084-

W10=0.0607-

label 10.17. Nifai Kepentingan Relatif


W11=0.2609-

Btk Stang
Btk tempat duduk
Btk pedal
Tinggi tt=!rnpat duduk

JarHari roda
linggi

stJng

Warna

Hiasan
Bah;:m rangka

Bhn tempat duduk


A!at tran .portas1

Ternpat tas
Total

0,0925
0,0701
0,0290
0,0683
0,0402
0,0409
0,0450
0,0308
0,2084
0,0607
0,2609
0,0533
1,000

Mode!
Model
Model
Ukuran

lengkung
Segitiga
Persegi
SO cm

20 cm
65 cm
Sangat
Model
Stiker
Kualitas
Baik
Kua!itas
Baik
Kecepatan Sangt baik
Kapasitas Sangt baik
Ukuran

Ukuran
Kontras

4
5
4
5
5
3
4
4
5

0,462
0,351
0,116
0,341
0,161
0,204
0,225
0,092
0,834
0,243
1,304
0,266
4,599

Bulat
Persegi
Bulat
60 cm
15 cm
70 cm
Kontras
Boneka

Cukup
Cukup
Baik
Cukup

4
5
3
4

0,185
0,280
0,145
0,205
0,121
0.123
0,180
0, 154
0,625
0,121
1,044
0,160
3,343

Lurus

Lonjong

Oval
45 cm
25 cm
60 cm
Cukup
Lonceng

Baik
Baik
Baik
Baik

4
3
3
4
4
4
4
4
4
4

0,370
0,210
0,087
0,273
0,201
0,164
0,045
0,123
0,834
0,243
1,044
0,213
3,807

Pada langkah ini perhitungan dari setiap alternatif dilakukan


dengan cara mengalikan bobot nilai dari mas!ng-masing atribut produk
dengan nilai relatif yang diperoleh sesuai dengan langkah ke-4. Kemu
dian jumlahkan hasil perkalian tersebut sehingga dapat dilihat nilai
yang terbesar 4.599 adalah alternatif 1 yang merupakan solusi terbaik
disusul alternatif 3 sebesar 3,807 dan alternatif 2 sebesar 3,343.
Karena alternatif 3 mendekati nilai alternatif 2 yaitu sebesar
3,807 maka alternatif 3 menjadi solusi perancangan. Oleh karena itu,
alternatif 1 dan 3 yang akan dibandingkan antara karakteristik yang
satu dengan lainnya dengan menampilkan bobot nilai dan kepenting
annya dapat dilihat gambar 10.2.

V (Nilai Kepenlingan)

Gambar 10.2. Profi/ Nilai Perbandingan Alternatif 1 dan Alternatif 3


Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa bobot yang paling be
sar terdapat pada W11 yaitu alat transportasi sedangkan bobot paling
kecil adalah W8 yaitu hiasan. Alternatif 1 cenderung lebih stabil dari
pada alternatif 3 yang dikarenakan simpangan paling jauhnya yaitu
W7 (warna hitam) hanya mempunyai nilai kepentingan sebesar 1. Hal
tersebut tidak dapat direkayasa hingga kepentingannya dapat mening
kat. Dan apabila rekayasa penggantian warna yang sesuai dilakukan
maka tentu alternatif yang paling baik adalah alternatif 3 dan seba
liknya bila alternatif 1 tidak dilakukan penggantian warna maka solusi
terbaik adalah alternatif 1. Pada alternatif 1 yang perlu ditingkatkan
adalah hiasan.
-ooOoo-

204

Perancangan Produk

f valuasl Alt emat lf

205

11
IMPROVI NG
DETAILS

<

anyak pekerjaan perancangan dalam praktek tidak dikaitkan


dengan kreasi atas konsep perancangan baru yang radikal,
tapi pembuatan modifikasi untuk mewujudkan rancangan
produk. Modifikasi ini berusaha mengembangkan suatu produk, me
ningkatkan penampilannya, mengurangi berat, menurunkan biaya,
dan mempertinggi daya tariknya. Semua bentuk modifikasi bisaanya
dapat dibagi ke dalam dua tipe, yaitu modifikasi yang bertujuan me
ningkatkan nilai produk untuk pembeli dan mengurangi biaya untuk
produsen dan nilainya untuk pembeli.
Oleh karena itu, merancang sesungguhnya berkaitan dengan
penambahan nilai. Sewaktu bahan mentah menjadi suatu produk,
nilainya ditambah sampai melewati biaya pokok bahan-bahan dan
prosesnya. Berapa banyak nilai yang ditambahkan tergantung kepada
seberapa berharganya suatu produk bagi pembeli dan persepsi itu se
benarnya ditentukan oleh atribut produk yang disediakan oleh peran
cang.
Tentunya naik turunnya nilai tergantung kepada konteks sosial,
budaya, teknologi, dan lingkungan yang berubah sesuai dengan
kebu tuhan dan kegunaan produk. Faktor-faktor psikologis dan

sosiologis y.mg kornplPks juga mempengaruhi nilai simbolik atau


nilai mutlak

suatu produk. Namun ada juga nilai yang lebih stabil dan dapat dipa
hami yang berhubungan dengan kegunaan suatu produk dan pada
dasarnya nilai kegunaan ini yang berhubungan dengan perancang.
Metode teknik nilai berfokus pada nilai-nilai fungsional dan ber
tujuan memperbesar perbedaan antara biaya dan nilai suatu produk
dengan menurunkan biaya, menambah nilai, ataupun keduanya. Pada
banyak kasus yang ditekankan adalah penurunan biaya semata-mata
dan usaha perancangan terkonsentrasi pada perancangan komponen
yang terinci. Versi yang lebih sempit dari metode ini dikenal sebagai
analisis nilai dan hanya digunakan pada pengadaan suatu produk, se
dangkan metode teknik nilai yang lebih luas digunakan untuk
rancang an baru atau rancangan ulang yang nyata dari suatu produk.
Analisis nilai terutama memerlukan informasi terinci tentang biaya
komponen.
Karena variasi informasi rinci diperlukan dalam teknik nilai dan
analisis nilai, hal tersebut biasanya merupakan usaha kerja sama
yang melibatkan anggota-anggota departemen yang berbeda dalam
suatu perusahaan seperti departemen perancangan, pembiayaan,
pemasar an, produksi, dan lain-lain.
Kerja dari suatu perancangan yang baik dalam prakteknya ti
dak berhubungan dengan kreasi dari konsep perancangan yang baru,
tetapi dengan membuat suatu modifikasi untuk mewujudkan suatu
rancangan produk. Modifikasi ini mencoba menemukan memperbaiki
produk, memperbaiki pekerjaan, mengurangi bobotnya, menurunkan
biaya, memperbaiki penampilan dan sebagainya. Semua modifikasi
seperti itu bisaanya dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe salah
satu tujuannya menaikkan nilai beli atau mengurangi ongkos/biaya
produksi.
Harga dari pembelian produk adalah produk apa yang diingin
kan yang bernilai. Biaya produk untuk suatu produksi adalah biaya
perancangan, manufaktur dan pengirimannya pada angka penjualan.
Harga penjualan suatu produk dengan normal berada diantara biaya
produksinya dan pembeliannya.

Oleh karena itu perancangan mempunyai hubungan yang pen


ting dengan penambahan nilai. Di mana bahan baku dirubah menjadi
suatu produk, nilainya menjadi lebih tinggi dan di atas biaya dasar dari
bahan dan prosesnya. Beberapa banyak nilai bertambah tergantung
pada diketahuinya nilai pembelian suatu produk, dan persepsi yang
banyak ditentukan oleh sifat dari produk sebagai syarat perancangan.
Tentu saja fluktuasi nilai, bergantung pada keadaan sosial, kul
tur, teknologi dan susunan atau hubungan lingkungan, di mana pe
rubahan kebutuhan relevan dengan kegunaan produk. Juga psikologi
yang kompleks dan faktor sosiologi yang mana mempengaruhi secara
simbolis atau menghargai nilai suatu produk. Tetapi banyak juga yang
stabil dan dapat dimengerti penggabungan nilai dengan fungsi produk,
yang pada prinsipnya fungsi-fungsi nilai ini di mana berhubungan
pada perancangan teknik.
Metode nilai teknik memfokuskan pada fungsi nilai dan tujuan
nya untuk menaikkan perbedaan antara biaya dan harga suatu produk,
melalui pengurangan biaya atau penambahan harga, atau keduanya.
Dalam banyak kasus menitikberatkan dengan sederhana pada pengu
rangan biaya dan pengaruh perancangan memusatkan perincian kom
ponen perancangan, bahan-bahannya, bentuk, metode manufaktur
dan proses perakitan. Versi ini lebih terbatas pada metode yang
diketa hui sebagai analisis nilai. Hal ini biasanya hanya dipakai untuk
pemur nian dari produk yang dihasilkan, padahal metode nilai
keteknikan lebih luas dan juga dapat dipakai untuk perancangan yang
baru atau untuk perancangan kembali dari suatu produk. Analisis nilai
terutama perincian informasi permintaan pada biaya-biaya komponen.
Karena dari variasi dan perincian informasi permintaan dalam
analisis nilai dan teknikan yang biasanya dilaksanakan sebagai usaha
tim yang melibatkan anggota dari departemen yang berbeda dari
suatu produk sehingga perancangan, pembiayaan, pemasaran,
departemen produksi dan sebagainya.

ZOB

Per ancangan Produk

Improving Detatls
210

11.1Prosedur
1 1.1.1. U rutkan/Pisahkan Komponen dan ldentifikasi Fungsi
Fungsi setiap Komponen
Suatu dari cara itu yang mana perusahaan- perusahaan mencari
saingan produk yang lebih baik yaitu membeli contoh dari produk yang
bersaing, jalur yang menuju kepada tiap-tiap komponen, dan mencoba
untuk mempelajari bagaimana produk mereka diinginkan diperbaiki
dikedua perancangan dan manufaktur. lni adalah satu ja Ian dari
mempelajari beberapa rahasia pesaing tanpa mempengaruh1
pengintai industri.
Teknik secara singkat yang sama adalah pada intuisi dari nilai
keteknikan dan nilai analisis. Langkah pertama analisis dalam metode ini
adalah jalur produk menuju perusahaan komponen, juga secara
psikologis atau melalui produksi suatu pemberian perincian daar bagianbagian dan penggambaran. Akan tetapi daftar-daftar bag1an dan
penggambaran teknik secar konvensional adalah dari batasan ni lai dalam
pemahaman dan visualisasi komponen, jalan mana bersa ma-sama
mempersiapkan produk secara keseluruhan dan bagaimana mereka
menghasilkan dan merakit. juga jika suatu produk nyata atau versi model
juga dapat digunakan untuk membongkar, maka seperti diagram dari
produk adalah membantu dalam menunjukkan kompo nen-komponen
dalam bentuk tiga dimensi dan lokasi mereka relatif
atau urutan-urutan perakitan.
Tujuan dari langkah pertama ini dalam prosedur adalah untuk
membangun keterkenalan dari produk secara menyeluruh komponen
komponen dan perakitannya. Hal ini penting jika suatu tim bekerj pada
proyek, karena perbedaan antara anggota tim akan mempunya1
pandangan yang berbeda terhadap produk dan mungkin hana batas
ketidaktahuan dan fungsinya. Maka hal ini perlu untuk melalu1 secara
menyeluruh analisa dari sub perakitan dan bagaimana mereka mem
berikan syarat-syarat fungsional seluruh produk.

209

Perancangan Prnd11k

daripada hanya membuat perbaikan keluaran produk. Keadaan ini titik


awal yang mungkin persediaan produk yang mana hal ini diputuskan un
tuk bersaing di pasar, atau hipotesa dari suatu jenis produk baru yang
diajukan.
Kadang-kadang semua ini tidak mudah apakah fungsi kompo nen yang
digunakan atau diberikan. Hal ini dapat ditemukan khusus nya dalam produk yang
memiliki masa yang panjang dan dapat hi lang melalui banyak jenis perbedaan,
beberapa komponen sederhana dapat melampui kebutuhan dari jenis yang terlalu
cepat. Bagaimana pun ini juga dapat menjadi kasus di mana komponen-komponen
yang diperkenalkan mengatasi masalah yang muncul dalam penggunaan produk,
dan juga komponen-komponen yang menunjukkan kelebihan persediaan. Kadangkadang kelebihan ini adalah pernah dirancang se cara bebas dalam pesanan suatu
produk untuk memperbaiki kemam puannya.

11.1.2 Menentukan ldentitas Berdasarkan Fungsi


Pertanyaan dari nilai adalah tentu saja kesulitan yang buruk yai tu
adalah bahan dari perdebatan masalah umum dan argumen objektif
diantara individu-individu. Pencapaian tujuan suatu tim pada "nilai" dan
fungsi produk khususnya lalu oleh sebab itu tidak mudah.
Walaupun demikian hal ini harus diingat bahwa nilai suatu produk
berarti nilai yang diketahui oleh pembeli. Jadi nilai dari fungsi produk
harus diketahui oleh pelanggan, lebih baik dari perancangan atau
manufaktur. Penelitian pasar harus dilakukan oleh karena dapat menjadi
dasar kemampuan dari penilaian harga dari suatu fungsi nilai.

Tujuan cara kerja dalam langkah ini adalah daftar produksi yang lengkap
dari komponen, dikelompokkan sebagai keperluan di dalam sub perakitan dalam
fungsi masing-masing. Dalam nilai teknis lebih baik daripada kelebihan batas dari
nilai analisis dari metode ini, sebuah tujuan yang sama, meskipun mungkin
maksudnya untuk mengembangkan secara lengkap produk baru, lebih baik
Harga pasar berbeda dengan produk yang kadang-kadang
dapat menyediakan nilai indikator di mana pelanggan
menganggap suatu
fungsi variasi.
Pertanyaan mengenai nilai sangatlah sulit untuk dijawab,
meru pakan bahan perdebatan antar individu dengan argumentasi
masing masing. Bagaimanapun sulitnya menentukan nilai dari
produk, harus diingat bahwa nilai dari suatu produk harus diartikan
sebagi perasaan dari pembeli. Jadi nilai dari suatu fungsi produk
ditentukan oleh pelanggan, oleh karena itu researt pasar tentang
suatu nilai dari se buah fungsi harus didasarkan kepada penilaian
yang realible (dapat
diandalkan).
Harga pasar dari produk yang berbeda merupakan indikasi
dari penilaian pelanggan yang menganggap adanya fungsi yang
berbeda: Misalnya suatu produk dalam versi yang berbeda
dengan berbaga1 fungsi yang tergabung yang merupakan produk
ynag tertinggi. Oleh karena itu perbedaan harga oleh pelanggan
diartikan sebagai penam bahan fungsi. Bagaimanpun pelanggan
lebih suka produk yang secara keseluruhan lebih baik, daripada
sebagian fungsi terletak diproduk yang Jain (terpisah). Bisa

lmprovlnj Der ails

211

dikatakan suara pintu mobil yang ditutup dengan suara "dunk" merupakan faktor
yang terpenting dari nilai sebuah mobil.
Usaha yang sungguh-sungguh akan menaikkan nilai terutama dalam
hubungannya dengan methode "cost benefit analysis" yang di gunakan dalam
perencanaan transportasi beberapa keuntungan karena jalan baru, atau adanya
jembatan yang akan menghemat waktu dalam suatu perjalanan. Percobaan dibuat
untuk merubah aemua keuntun gan (biaya) dengan membandingkan yang bisa
dibuat.
Meskipun sulit untuk menaksir suatu nilai, yang terpenting adalah
melakukan percobaan yang terbaik dan cepat dengan cara menguraikan
komponen berdasarkan fungsinya. ltu bisa mengurangi point, mengurangi biaya
dan nilai juga bisa berkurang. ]adi produk menjadi berkurang nilciinya dari
pandang<Hl ; f>Pllll)l'li. lik.i juml .ih
212

Perancangan Produl<

dan perkiraan tidak dapat dibuat maka buatlah


pemeriksaan yang sederhana
tinggi/menengah/rendah dari nilai yang bisa
dicoba.
11.1.3 Menentukan Biaya Tetap Komponen

elemen yang merupakan biaya produk keseluruhan setelah


semuanya selesai dirakit menjadi suatu produk. Oleh karena itu
material yang dibeli atau biaya pekerja dan biaya mesin
merupakan biaya tambahan dalam proses perakitan. Hal ini
seolah-olah mempengaruhi dengan adanya biaya tambahan
(overhead cost) dan akan sangat menyulitkan dalam menen tukan
individual komponen secara akurat dan akan diasumsikan sama
dengan semua komponen.

Dalam suatu perusahaan tidaklah selalu


mudah untuk menentu kan biaya sebenarnya
suatu komponen yang digunakan dalam suatu
produk. Metode akuntansi dalam perusahaan
mungkin tidak cukup untuk menentukan biaya
setiap itemnya yang sudah teridentifikasi. Oleh
k:arena itu dapat digunakan metode biaya
perbaikan. Tim kerja rnenjadi bagian yang
terpenting karena dapat memberikan informasi
yang relevan secara detail mengenai biaya, dan
juga dapat memper satukan informasi dari
departemen yang berbeda.

Menentukan biaya tetap tiap komponen atau biaya


persentase dkan sama baiknya dalam menghitung biaya total
produk. Perhatikan kita mungkin akan terfokus pada jumlah
keseluruhan biaya komponen dan perc1kitan yang merupakan
total biaya yang bisa dihemat.

lni tidak dapat diperoleh dengan hanya


mengetahui biaya ma terial dalam komponen
yang dibeli dari supplier. Analisa nilai dari team
memerlukan pengetahuan biaya komponen tiap

Improving Deta/l.c;

Hal ini tidak terlalu penting dan biaya komonen yang kecil
bisa diabaikan dan kita lebih memperhatikan pada jumlah yang
lebih be sar. Biaya yang relatif kecil harus disatukan menjadi satu
biaya kom ponen.

213
Kadang-kadang menggunakan strategi dengan langsung mencari biaya apa
yang bisa dikurangi, dengan cara:

1 1.1.4. Carilah jalan untuk mengurangi biayatanpa


mengurangi nilai atau menambah nilai tanpa
menambah biaya
Dasar dari desain adalah untuk mengkombinasikan beberapa
komponen yang bersifat kreatif. Kritis disini maksudnya adalah kom
ponen yang bisa dikurangi dengan cara mengkombinasikan dengan
yang lain. Konsep yang digunakan adalah bahwa pesaing kita akan
selalu melakukan perbaikan untuk memenangkan pasar.
Percobaan dalam mengurangi bisanya terfokus pada
komponen mana yang bisa di sederhanakan sehingga akan lebih
sederhana dalam perakitan tetapi dalam hal nilai (performansi) tetap
baik, atau meng hilangkan semaunya jika masih dalam batas nilai
yang dikehendaki pembeli.

Pertama-tama kita fokuskan pada biaya komponen yang terbesar dengan


mengguankan alternatif biaya yang terendah.
Kedua melihat kembali pada komponen yang digunakan dengan jumlah yang
terbanyak, dari penghematan yang terkecil ditambah kan semuanya.
Ketiga mengidentifikasi komponen dengan fungsi-fungsinya untuk dihubungkan
dengan maksud mencari nilai tertinggi dengan biaya terendah.

Satu bukti bahwa teknik mengkompare biaya dari komponen yang


digunakan dalam design dengan biaya tetap yang paling rendah akan menghasilkan
fungsi yang sama.

Standarisasi
Apakah bagian yang distandarkan lebih baik dari yang spesial?
Dapatkah ukurannya standard atau berupa modular?
Dapatkah komponen dipalsukan?

Mengurangi

Apakah penyederhanaan ini merupJkan alternatif


yang paling sederhana ?

Saat ni_lai dianalisa dengan menggunakan penekanan pada


pe gurangan b1aya, memperluas nilai dengan pendekatan pada
mencari Jalan _untuk penambahan fungsi produk. Contohnya
menghilangkan fmgs1 dengan memberikan kesan ada fungsi yang !
ebih tinggi, jadi
t1dak pernah ada yang hi!3ng tetapi b0rtambah.

Apakah mudah untuk dirakit?


Apakah bentuknya cukup sederhana?

Satu hal yang sangat berarti yaitu menambah nilai suatu produk
tanpa menambah biaya.
'

Bisakah sejumlah komponen dikurangi?


Bisakah beberapa komponen dikombinasikan menjadi satu?
Menyederhanakan

Modifikasi (merubah)

Utility (kegunaan)

Apakah harga materi;dnya


murah (memuaskan) ? Apakah
pabrik dapat mend..< kungnya?
Panduan dalam mengurangi biaya adalah sebagai berikut:

Menghapus
Masih dapat berfungsi, komponen bisa dihilangkan semuanya,
bi asanya komponen redundant (ada dua)

214

Perancangan Produk

Penampilan dari aspek seperti kapasi


tas, kekuatan, kecepatan, ketelitian dan
kemahiran dalam beberapa bidang.

Reliabi Iity (kenyataan)

Bebas dari kerusakan atau kegagalan


pe makaian, penampilan di bawah
kondisi lingkungan yang bermacamSafetDigunakan
y (keamanan)
sebagai alat
bantu
perputaran pada jari-jari
macam.
Rantai
Maintsepeda
enance mini.
Terjamin bebas dari bahaya operasi.
(perawatan)
igunakan untuk
memberi warna pada rangka sepeda se hrngga terlihat lebih menarik.
Mudah,
jarang atau tidak dibenarkan
Cat semprot
Digunakan
sebagai penggerak ban atau penyangga ban er hadap poros.
atau tidak diinginkan dari produk ter
Jari-jari
masuk keributan dan panas.
Lingkar
Digunakan
sebagai
penghubung antara ban dengan poros roda sepeda mini.
Improving
Details
215
Mimis Digunakan untuk membantu perputaran pada bagian stang dan roda.
Baut/skrup
Digunakan untuk merekatkan komponen besi dengan kom ponen lainnya.

Polusi

(pencemaran)

Kecil dan tidak dibenarkan atau tidak


Mur
Digunakan untuk membantu perekatan pada baut/skrup.
diinginkan dari produk termasukDgnakan
ke
sebagai komponen utama penggerak sepeda mrnr yang terdiri dari ban dalam dan ban luar.
Ban
ributan dan panas.

11.1.5. Eval uasi Alternatif dan Pilih untuk perbaikan


Dalam aplikasinya analisa nilai akan menghasilkan
sejumlah alternatif untuk merubah design. Beberapa alternatif
mungkin baik, tetapi tidak cocok dengan peralatan yang lain dan

Pentil

Digunakan sebagai alat penutup udara pada ban.


Digunakan sebagai penutup bagian jari-jari roda sepeda mini.

Velg
Digunakan
Paku piringan
sebagai penghubung antara gagang tempat duduk dengan dudukannya.
Stiker

Digunakan sebagai hiasan sepeda mini.

haruslah berhati-ha ti dalam mengevaluasi sebelum menentukan


pilihan sebaiknya dibandingkan dengan yang aslinya.

11.2 Contoh Aplikasi Sepeda Mini


Tahap komunikasi digunakan untuk meningkatkan nilai produk
bagi konsumen sambil mengurangi biaya bagi produsen. Metode
yang digunakan adalah metode improv ing detai ls. Langkah-langkah
dari tahap ini antara lain adalah:
1. Membuat daftar komponen produk secara terpisah dan
mengidenti fikasikan fungsi dari setiap komponen
Daftar komponen produk sepeda mini dan fungsi setiap komponennya dapat dilihat pada tabel 11.1.

label 11.1. Komponen Produk yang Digunakan pada Sepeda Mini

2.

Menentukan nilai dari fungsi yang sudah diidentifikasikan pada


tabel 11.2.

label 11.2. Ni/ai Fungsi Produk Sepeda Mini

Digunakan untuk membuat rangka, stang, rem, dan keran


Besi kelompokjang
Sepeda mini
II memiliki
desain yang cukup
sepeda mini.
sederhana untuk bentuknya
dan
ukurannya
disesuaikan dengan
pemakainya, yaitu anak-anak berusia 6-15 tahun. Sepeda mini ini diberi warna merah hi tam dan ditamba
Digunakan untuk membuat
tempat duduk
sepeda mini.
Busa
Tinggi
Desain
Digunakan sebagai bahan pedal sepeda
mini.
Plastik
Digunakan melapisi stang (sarung stang) sepeda mini.
Karet
Kulit
_
Digunakan sebagai pengikat antar komponen agar lebih
Ka w at
1k
L - ua::t...:.:...------------------

---

Benang baja

21
6

---

Perancangan
Produk

Improving Det ails

217

Sepeda mini kelompok II menggunakan besi


sbagai
bahan rangka supaya sepeda mini kuat
Pentil
Sangat
500/buah
2 buah
Bahan
dan
nngan.
Sementara tempat duduk
dibuat dari
Velg
Tinggi18.500/buah 1.000/buah 5.000/buah2 buah
bhan
bus
se
hingga
dapat
menjamin
kenyaman
Paku piringan Stiker
TOTAL
bag1 pemakamya yang dilapisi 1 buah
kulit sebagai
1 buah
pembungkusnya.
Sepeda mini kolompok II dirancng degan fungs1.
Multi
utamanya
sebagai
alat
transportas1
dan
Tinggi
fungsi
d1tambahkan keranjang sebagai tempat meletakkan
tas atau barang barang lain.

3.

1.000
37.000
1.000
5.000
326.400

4.

Menentukan harga pada setiap komponen

Mencari cara untuk mengurangi biaya tampa mengurangi nilai


atau menambah nilai tampa menambah biaya pada tabel 11.4.
Untuk mengurangi biaya maka dicari suatu cara agar biaya
berkurang tetapi kualitas tetap sama. Hal ini dapat dilakukan de
ngan mengganti cat semprot merk Pillox dengan merk Diton yang
harganya lebih murah.

Berikut akan ditampikan harga-harga dari komponen yang di


peroleh berdasarkan survei pasar pada tabel 11.3.

label 11.3. Harga Komponen-Komponen yang Akan Digunakan


'+"

label 11.4. Hasil Evaluasi Harga Komponen-Komponen yang Akan


Digunakan

Besi
Busa
Plastik
Karet
Kulit
Kawat
Benang baja
Rantai
Cat semprot Pillox
Jari-jari
Lingkar
Mimis
Baut/skrup
Mur
Ban dalam

8.000/m2
8.500/buah
3.500/m

0.5 m2
1 buah
l m

4.000
8.500
3.500

28.000/m

0.5 m

14.000

4.000/m
11.500/m
8.000/buah

1m
1m
1 buah

4.000
11.500
8.000

26.000/botol

1 botol

26.000

12.000/buah
32.000/pasang
1.300/buah

2 buah
1 pasang

24.000
32.000

48 buah

62.400

6.000/kg

0.5 kg

3.000

6.000/kg
6.500/buah

0.5 kg
2 buah

:uJOo

11.000

Besi
Busa

Plastik

11.500/m
8.000/m 2

3m

34.500

0.5 m2

4.000

8.500/buah

1 buah

3.500/m

1m

8.500
3.500

28.000/m
4.000/m

0.5 m
1m

14.000

11.500/m

1m

4.000
11.500

8.000/buah
15.000/botol
12.000/buah

1 buah
1 botol
2 buah

Lingkar
Mimis

32.000/pasang

1 pasang

24.000
32.000

B.iut!k!
_up

1.300/buah
6.000/kg

48 buah

62.400

Karet
Kulit
Kawat
Benang baja
Rantai
Cat semprot Oilton
)<lri-jari

8.000
15.000
I
11

Ban
luar

()

15.500/buah

2 buah

Mur

l 1 .()()

ll.111

d.d.un

6.000/kg
6.500/buah
buah

21
8

Perancanan Produk

lmprovln Det
ails

0.5 kg
0.5 kg
2

3.000
3.000
13.00
0

11

111

l'jl

219

12

Ban luar
Pentil

500/buah

1.000

18.500/buah

2 buah

Paku piringan

1.000/buah

1 buah

1.000

Stiker

5.000/buah

1 buah

5.000

Velg

TOTAL

5.

37.000

Mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik


Berdasarkan evaluasi alternatif yang telah dilakukan, dapat dis
impulkan bahwa dari alternatif-alternatif yang ada, terdapat
a_lter natif yang terbaik yaitu alternatif yang kedua dengan total
b1aya Rp. 31 5.400.

-ooOoo-

STRATEGI PERANCANGAN

315.400

trategi perancangan menggambarkan rencana umum kegiatan


suatu rancangan proyek dan aktivitas-aktivitas khusus (yaitu
taktik atau metode-metode perancangan). Adapun tujuan dari
strategi perancangan adalah memberikan kepastian apakah aktivitas
aktivitas tersebut benar-benar realistis dengan batasan waktu dan sum
ber-sumber yang telah di tetapkan. Berdasarkan tujuan inilah peran
cangan akan bekeria dalam melakukan perancangan.
Strategi perancangan terbagi atas dua yaitu:
1.

Perancangan secara acak (Random Search Strategy)

2.

Perancangan secara pasti/berdasarkan urutan-urutan yang telah


ditentukan ( Prefabricated).

Dalam berbagai hal, strategi perancangan bertujuan untuk melakukan


pendekatan dalam menyelesaikan suatu masalah yang sesuai dengan
kepuasan rancangan. Taktik yang relevan akan terlihat dari penggu
naan teknik yang umum dan metode-metode yang rasional.

12.1 Model-model Strategi


Strategi perancangan secara acak lebih menggunakan pendekat
an secara divergen sedangkan strategi perancangan secara pasti/ber
dasarkan ketentuan yang telah ditetapkan lebih dominan menggu-

Perancangan Produk

220

nakan pendekatan secara konvergen. Pada dasarnya, semua tujuan


perancangan starategi pada akhirnya adalah pengumpulan dari semua
evaluasi dan rancangan secara rinci. Tetapi di dalam proses pencapai an
perancangan akhir ada waktu di mana sangat penting untuk mem perluas
pencarian secara menyebar atau untuk mencari ide-ide baru
dan petunjuk awal.
Hampir seluruhnya proses perancangan adalah model konver gen,
tetapi di dalam proses tersebut terdapat periode di mana konver gen dan
divergen bergabung.
Berikut ini gambar yang menjelaskan proses pada gambar 12.1 .

Sayangnya model pemikiran konvergen lebih berkembang daripada


model pemikiran divergen.
Sama seperti model pemikiran konvergen dan divergen cara
berpikir yang lain yang diidentifikasi sebagai cara berpikir yang pen ting
dalam perancangan yaitu cara berpikir ser ial ist dan ho/ ist. Juga ada cara
berpikir yang lain yaitu linear dan lateral.
Pada tabel 12.1 dapat dilihat pembagian cara berpikir yang cen
derung terbagai dua bagian yaitu konvergen dan divergen.

label 12.1 Konvergen dan Divergen


Konvergen

Garnbar 12.1 Proses Perancangan Konvergen dan Divergen


bergabung

Hasil penelitian menyatakan kebanyakan orang adalah pemikir


pemikir yang bersifat konvergen yang masih alami (natural). Model
pemikiran ini berarti kebanyakan perancang lebih memilih menggu nakan
satu model perancangan te1tentu saja daripada menggunakan lebih dari
satu model strategi. Hal ini berarti seorang perancang akan memilih model
konvergen dan perancang yang lain lebih memilih menggunakan model
divergen. Model pemikiran konvergen sangat sesuai diterapkan untuk
rancangan yang rumit, untuk evaluasi dan un tuk menyeleksi dari banyak
pilihan yang ada. Sedangkan modC'I pe
mikiran divergen sangat sesuai diterapkan untuk konsep rancangan dan
pengembangannya dari berbagai alternatif. Jelasnya, dua jenis pP mikiran
ini sangat penting untuk mendukung kPberhasilan rancangan.

Divergeri

Serialist

Holist

Linier

Lateral

Ada fakta yang menjadi dasar dalam pembagian cara berpikir yaitu
berdasarkan atas fungsi otak manusia yang terbagi atas dua yakni otak kiri
didominasi oleh cara berpikir rasional, verbal serta mampu menganalisa
model-model gagasan, sedangkan otak kanan didominasi oleh cara
berpikir secara instuisi, no verbal dan cara berpikir model sinektik.
Perbedaan dari model berpikir ini dapat dilihat pada diri ma sing-masing
manusianya. Kebanyakan orang lebih suka menggunakan satu model
berpikir saja dari pada menggunakan bermacam-macam model. Meskipun
tidak ada larangan yang membatasi penggunaan be berapa model. Pada
kenyataannya sangat penting kemampuan untuk merubah satu bentuk
model ke model lain dalam hal perancangan. Kebanyakan model yang
digunakan dalam perancangan menampilkan model rancangan dalam
bentuk linier ataupun serialit.

12.2 Analogi Strategi


Untuk mendapatkan pendekatan yang fleksibel di dalam meran c,mg
para peneliti menggunakan analogi.
SPb.1gai rnntoh: Jones menerangkan bahwa perancang seperti

<,tor,111g p<nj<'lajah yang mencari harta yang terkubur. Di samping


Perancangan Produk

222

<i t rat t>fll Pera11canqan

itu analogi strategi lebih sering didasarkan pada permainan sepak


bola. Sebuah tim perancang sama halnya seperti tim sepak bola,
ha rus mempunyai strategi. Strategi tim sepak bola dalam
mengalahkan lawannya harus terdiri dari rencana variasi
permainan atau gerakan (teknik-teknik dan metode-metode). Dalam
permainan ini peraturan sangat memegang peranan penting
karena di dalamnya terkandung tujuan permainan yang harus
dilaksanakan oleh pemain dilapangan. Di dalam merancang juga
penting menerapkan peraturan yang sama sepanjang waktu. Koberg
dan Bagnall menganalogikan bahwa peran cang seperti sebuah
perjalanan di mana proses perancangan adalah masalah yang
harus dipecahkan. Sebuah strategi perancangan harus terdiri dari
dua hal yaitu:
Kerangka Pekerjaan, yang terdiri dari rincian pekerjaan yang
akan dilakukan.
2. Kontrol Manajemen, yang berfungsi sebagai penuntun dalam
melakukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi dan
tang gapan atas tindakan tersebut.

223

.
Kita tentunya dapat menambah atau mengganti metode
yang d1gunakan pada masing-masing tingkatan. Misalnya kita dapat
meng gunakan brainstorming di samping morfologi chart
sepanjang cara tersebut sesuai untuk menentukan alternatif dapat
juga menggunakan '.ancangan secara umum dengan menggambar
atau yang lainnya sepan Jang memungkinkan, juga rekayasa nilai
atau analisis pada tingkatan komunikasi. Strategi rancangan yang
paling sesuai untuk pendekatan secara lateral dapat dibuat, dapat
dilihat pada tabel 12.3.

label 12.3. Tingkat dan M etode


Tindakan
Eksplorasi masalah secara divergen

1.

Menyusun masalah

Metode yang digunakan


Diagram Morfologi

Brainstorming

Diagram Pohon Spesifikasi


Sinektik

Pemecahan masalah secara konvergen

Tindakan

Metode
yanglainnya
digunakan
Kerangka
pekerjaan
dapat diambil dari pola umum

1. Perekrutan Menulis rancangan singkat


pro ss kreativitas secara garis besar yang dijelaskan pada bab 3,
Brainstorming Diagram Pohon Pencarian informasi
d1kembangkan
yang dapat dilihat pada tabel 12.4.
Analisa fungsi
2dapat
Persiapan
Berlibur
label 12.4. masalah
Tingkat dan
metode
Menyelesaikan
dengan
colea Mengumpulkan rencana
Memperluas daerah pencarian Diagram morfologi
l. lnkubasi
Brainstorming

12.3 Kerangka Pekerjaan untuk Tindakan


Suatu kerangka pekerjaan diidentifikasi dan dinyatakan
sesuai setelah dilakukan pemilihan. Adapun prosedur dalam proses
peran cangan seperti yang tertulis pada bab 3. Proses perancangan
dan me todelogi dapat dilihat pada tabel 12.2.

Memperluas daerah pencarian


Sp<>sifibsi hPntuk

Tabel 12.2. Proses Perancangan dan M etodelogi


1.llurninasi

I
).

-- ---

VPrifik.isi

Tindakan dalam Proses Perancangan

Metode yang digunakan

1. Klasifikasikan tujuan

Diagram Pohon

2. Penetapan fungsi-fungsi
3. Menentukan kebutuhan
4. Menentukan karakteristik

Analisa fungsi

5. Menentukan alternatif
6. Evaluasi alternatif
7. Komunikasi

Penentuan Spesifikasi
QFD
Morfologi Chart
Weight objPct iw
Rekayasa Nil.ii

ZZ4

------

Perancangcm Produk
jadi kita dapat melihat bahwa banyak strategi dalam membuat

kerangka pekerjaan dan beragam kombinasi teknik serta metode metode


yang digunakan.

\t1<1t egl P<1<111ca11gcm

Pilihan strategi dan taktik yang digunakan:

1. Perusahaan saudara memproduksi pintu-pintu dengan berbagai model.


Dengan penambahan peralatan elektronik remot kontrol dan
sebagainya, perusahaan ini memutuskan untuk memproduksi model
baru pintu otomatis. Saudara ditugaskan untuk membuat protot ype
rancangan yang digunakan sebagai dasar pembuatan model baru
tersebut. Jelaskan secara garis besar strategi rancangan

12.4 Pengendalian Strategi


Aspek penting kedua dalam mendukung keberhasilan peran cangan
strategi adalah mempunyai elemen kontrol menajemen yang kuat. Jika
anda bekerja sendiri dalam suatu proyek berarti anda meng gunakan
manajemen anda sendiri. Jika anda bekerja dalam tim secara berkelompok
harus mengikuti strategi dan taktik yang telah ditetapkan beberapa aturan
sederhana dalam pengendalian strategi:

1. Pastikan tujuan secara jelas


2. Ulangi kembali strategi tersebut
3. Sertakan orang lain
4. Pisahkan file-file untuk aspek yang berbeda.
Latihan:

225

2.

dan taktik saudara.


Perusahaan saudara
seorang

pelanggan

bergerak
ingin

dibidang pengepakan

merubah

model

mesin.

pengepakan

Salah

terse but.

Saudara bertanggung jawab untuk perancangan mesin baru tersebut.


3.

Jelaskan secara garis besar strategi rancangan dan taktik saudara.


Saudara ditunjuk sebagai konsultan perancangan perusahzian
untuk peralatan kantor. Penjualan Turun secara drastis kanna
peralatan tersebut tidak d,1p.it mPngimbangi tr<'n p<'r.1l<1tan kan-

tor modern. Untuk mengembalikan posisi perusahaan tersebut


perusahaan ini memperbarui produk tersebut secara komplit yang
merupakan langkah utama mengalahkan saingan produk tersebut.
Saudara harus memberikan saran bagaimana bentuk produk yang baru
dan membuat proposal rancangan awal untuk pertemuan
perusahaan dalam waktu dua minggu. Jelaskan secara garis besar
strategi dan taktik yang saudara gunakan.

mengidentifikasi karakteristik kritis. Strategi yang disaran kan adalah


kerangka pekerjaan dan metode industri pintu, yang dapat dilihat pada
tabel 12.5.

label 12.5. Kerangka Pekerjaan dan M etode lndustri Pintu


Kerangka Pekerjaan
1.

Eksplorasi Masalah

Metode

Brainstorming
Sinektik

Hasil diskusi:

2.

Spesifikasi Masalah

QFD

1.

3.
4.

Alternatif penyelasaian

Diagram Morfologi

Seleksi alternatif

Weighted Objectives

lndustri pintu
Perubahan dari manual ke pintu otomatis membutuhkan pemikir an
kembali oleh pihak perusahaan mungkin dengan memasuk kan
model pintu yang selama ini tidak digunakan. Hal ini be rarti
menggunakan metode penyeledikan secara divergen untuk masingmasing tingkatan rancangan proyek. Hal terpenting yaitu untuk tidak
melihat kembali keberadaan pintu yang dinilai oleh pelanggan, jadi

Quality
226

Function

Development

dapat

digunakan

utnuk

Pero11cangcm Produl<

2.

Pengepakan Mesin
Hal ini kelihatan sebagai kasus dengan menggunakan rancangan ulang
untuk pembuatan produk. Tidak dibutuhkan konsep peran c;ing,in baru
secara radikal, jadi dapat digunakan metode rancang
.111 umum. Saran untuk strategi ini dapat dilihat pada tabel 12.6.

St rat egl Pl'tcmc1mgan

227

label 12.6. Kerangka Pekerjaan dan Metode Pengepakan Mesin


Kerangka Pekerjaan

3.

Metode

1.

Permintaan Pelanggan/Spesifikasi
masalah

Spesifikasi bentuk

2.

Alternatif penyelesaian/Eval uasi


alternatif

Rekayasa nilai

3.

Rincian rancangan

Rancangan umum
dengan menggambar

Peralatan Kantor
Masalah ini membutuhkan saran pemikiran rancangan secara ra
dikal dan tepat serta juga cepat. Kreativitas dan teknik
memegang peranan penting untuk menentukan strategi ini.
Setelah
dilakukan
penelitian
ternyata
dicoba
dengan
menggunakan versi modifika si diagram pohon dan cenderung
menggunakan pola pemikiran konvergen. Saran untuk strategi
ini dapat dilihat pada tabel 12.7.

label 12.7. Kerangka Pekerjaan dan Metode Peralatan Kantor

Kerangka Pekerjaan

Metode

1. Penyeledikan secara divergen

Memperluas daerah penyelidikan:


Mengapa?,Mengapa?
Analisa fungsi

2.

Alternatif penyelesaian

Brainstorming
Diagram morfologi

3.

Seleksi secara konvergen

Diagram pohon

Dengan contoh di atas diharapkan kita dapat mengidentifikasi


bagaimana membuat pendekatan strategi untuk perancangan produk,
dengan menggunakan variasi metode sebagai taktik dalam
perancang an. Poin penting yang perlu diingat adalah mengubah
strategi terse but sebagai tanggapan terhadap masalah dan situasi
yang khusus, hal ini dilakukan untuk membuat strategi tersebut
fleksib<'I dan keeft>ktif-

annya dapat digunakan berulang-ulang dari waktu ke waktu selama


proyek perancangan.
-ooOoo-

228

Pet ancangan Produk

St rat egl Pc1<111rnt Hl<111

229

13
PERANCANGAN
PRODUK SECARA
ERGONOMI
13.1Pendahuluan

<

erbicara masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan


alat, aktivitas, serta produk-produk yang dihasilkan oleh
manusia. Karena disini ergonomi merupakan suatu keilmuan
yang mul- mempelajari pengetahuan-pengetahuan dari
ilmu kedok

tidisiplin,
teran, biologi, ilmu psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin
ergonomi akan mempelajari apa akibat-akibat jasmani , kejiwaan
dan sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap manusia
melalui pengetahuan-pengetahuan tersebut pada jenjang mikro
maupun mak ro.
Karena yang dipelajari adalah dampak dari teknologi dan
produk-produknya, maka pengetahuan yang khusus dipelajari akan
berkaitan dengan teknologi seperti biomekanik, antropometri teknik,
teknologi produksi, lingkungan fisik dan lain-lain. Maksud dan tu
juan dari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang
utuh tentang permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan

produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan


sistc>m manusia-mesin yang optimal. Dengan demikian disiplin er
gonomi mc>lihat pPrmasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem
dengan pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses
pendekat an sistem pula. Disiplin ini akan mencoba membawa
ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki
kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga
memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan
dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin tersebut.
Tujuan pokoknya adalah terciptanya desain sistem manusiamesin yang terpadu sehingga efektivitas dan efisiensi kerja bisa
tercapai secara optimal.
Disiplin human engineering atau ergonomi banyak
diaplikasi kan dalam berbagai proses perncangan produk ataupun
operasi kerja sehari-harinya. Sebagai contoh desain dari dials
atau instrument dis plays (man-machine-interface) akan
mempertimbangkan aspek-aspek ergonomi ini. Demikian juga
dalam stasiun kerja, semua fasilitas kerja seperti peralatan,
material dan lainnya haruslah diletakkan di depan dan
berdekatan jarak jangkauan normal dengan posisi operator beker
ja. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi gerakan.
Dengan mengaplikasikan aspek-aspek ergonomi atau
human engineering, maka dapat dirancang sebuah stasiun kerja
yang bisa di operasikan oleh rata-rata manusia. Disiplin
ergonomi,khususnya yang berkaitan dengan pengukuran dimensi
tubuh manusia (antropometri), telah menganalisis, mengevaluasi
dan membakukan jarak jangkau yang memungkinkan rata-rata
manusia untuk melaksanakan kegiatan nya dengan mudah dan
gerakan-gerakan yang sederhana.
Contoh lain dari aplikasi disiplin ergonomi juga bisa dilihat
dalam proses perancangan peralatan kerja untuk penggunaan
yang lebih efektif. Perkakas kerja seperti obeng atau gunting
misalnya de ngan pegangan (handle) yang berbentuk kurva pada
dasarnya meru pakan hasil dari human egineer ing studies.
Desain handle yang ber bentuk kurva dan disesuaikan dengan
bentuk
genggaman
tangan
akan
memudahkan
cara
pengoperasian peralatan tersebut. Dengan demiki an ergonomi
adalah suatu cabang keilmuan yang sistematis untuk

memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan


dan

keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja,


sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut
dengan baik; yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui
pekerjaan itu dengan efektif, efisien, aman dan nyaman.
Sistem kerja di sini dimaksudkan sistem hubungan
manusia mesin (teknologi) yang dipertimbangkan sebagai sistem
yang terpadu. Kalau di saat yang lalu perancangan mesin
semata-mata
ditekankan
pada
kemampuannya
untuk
perproduksi semata dengan atau sedikit sekali memperhatikan
hal-hal yang berkaitan dengan elemen manu sia maka sekarang
dengan
ergonomi
proses
perancangan
mesin
akan
memperhatikan aspek-aspek manusia dalam interaksinya dengan
me sin secara lebih baik lagi. Dengan kata lain di sini manusia
tidak lagi harus menyesuaikan dirinya dengan mesin yang
dioperasikan melain kan sebaliknya, mesin dirancang dengan
terlebih dulu memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia
yang mengoperasikannya.

232

Perancangan Produk

kan, (melalui transaksi jual beli) dan fungsional. Desain


merupakan hasil kreativitas budidaya (man-made object)
manusia yang mewu judkan untuk memenuhi kebutuhan
manusia, yang memerlukan pe rencanaan, perancangan
maupun pengembangan desain, yaitu mulai dari tahap
menggali ide atau gagasan, dilanjutkan dengan tahapan
pengembangan, konsep perancangan, sistem dan detail,
pembuatan prototype dan proses produksi, evaluasi, dan
berakhir dengan tahap pendistribusian. Jadi dapat
disimpulkan bahwa desain selalu berkait an dengan
pengembangan ide dan gagasan, pengembangan teknik,
proses produksi serta peningkatan pasar.
Ruang lingkup kegiatan desain mencakup masalah
yang ber hubungan dengan sarana kebutuhan manusia,
diantaranya desain in terior, desain mebel, desain alat-alat
lingkungan, desain alat transpor tasi, desain tekstil, desain
grafis, dan lain-lain. Memperhatikan hal-hal tersebut,
desainer dalam analisis pemecahan masalah dan perenca

13.2 Desaln Dan Ergonoml


Manusia dalam kehidupannya banyak menggunakan
desain sebagai fasilitas penunjang aktivitasnya. Manusia
menginginkan de sain sebagai produk yang sesuai dengan trend
dan mewadahi kebu tuhannya yang semakin meningkat. Melihat
kondisi saat ini, kecen derungan desain yang berubah akibat
peningkatan
kebutuhan manusia tersebut
menimbulkan
kesadaran manusia tentang pentingnya desain yang eksklusif dan
representatif, makin bertambahnya usaha-usaha di bidang desain
yang mengakibatkan persaingan mutu desain, pening katan
faktor pemasaran (daya tarik dan daya jual di pasaran), serta tun
tutan kapasitas produksi yang semakin meningkat. Selain itu,
aktivitas desain yang menghasilkan gagasan kreatif dipengaruhi
pula oleh ke cepatan membaca situasi, khususnya kebutuhan
pasar dan permintaan konsumen.
Desain dapat diartikan sebagai salah satu aktivitas luas
dari i11ov<1si desain dan teknologi yang digagaskan, dibuat,
dipertukarPerancanqan Prod11k secara frgonoml
naannya atau filosofi rancangan desain bekerja sama dengan masyara kat
dan disiplin ilmu lain seperti arsitek, psikolog, dokter, atau pro fesi
yang lain. Misalnya, dalam merancang desain kursi pasien gigi,
dibutuhkan kerja sama dari dokter dan pasien, diperlukan penelitian
lebih lanjut tentang aktivitas dan posisi duduk pasien sebagai pemakai
penelitian lebih lanjut tentang aktivitas dan posisi duduk pasien se
bagai pemakai yang efektif, efisien, aman, nyaman dan sehat, sehing ga
desainer dapat menyatukan bentuk dengan memusatkan perhatian pada
estetika bentuk, konstruksi, sistem dan mekanismenya. Selain itu
desainer dapat membuat suatu prediksi untuk masa depan, serta
melakukan pengembangan desain dan teknologi dengan memperhati kan
segala kelebihan maupun keterbatasan manusia dalam hal kepe kaan
inderawi (sensor y), kecepatan, kemampuan penggunaan sistem gerakan
otot, dan dimensi ukuran tubuh, untuk kemudian menggu nakan semua
informasi mengenai faktor manusia ini sebagai acuan dalam
perancangan desain yang serasi, selaras dan seimbang dengan manusia
sebagai pemakainya.

Untuk menilai suatu hasil akhir dari


produk sebagai kategori ni lai desain yang
baik biasanya ada tiga unsur yang
mendasari, yaitu:

umumnya, bahwa sasaran berbeda menurut kebutuh an


dan kepentingan, serta upaya desain berorientasi pada
hasil yang dicapai, dilaksanakan dan dikerjakan seoptimal
mungkin.

1. Fungsional
2. Estetika
3. Ekonomi

Ergonomi merupakan salah satu dari persyaratan


untuk menca pai desain yang qualified, certified, dan
customer need. llmu ini akan menjadi suatu keterkaitan
yang
simultan dan menciptakan sinergi dalam
pemunculan gagasan, proses desain, dan desain final.

Kriteria pemilihannya adalah:


1.
2.
3.
4.
5.

Fungtion and purpose


Utility and economic
Form and style
Image, and
Meaning

Ergonomi adalah ilmu yang menemukan dan


mengumpulkan informasi tentang tingkah laku, kemampuan,
keterbatasan,
dan
karak teristik
manusia
untuk
perancangan mesin,
peralatan,
sistem
kerja, dan
lingkungan yang produktif, aman, nyaman dan efektif bagi
ma nusia. Ergonomi merupakan suatu cabang ilmu yang
sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat
manusia, kemampuan manu sia dan keterbatasannya untuk
merancang suatu sistem kerja yang baik agar tujuan dapat
dicapai dengan efektif, aman dan nyaman (Sutalak ana,
1979).

Unsur fungsional dan estetika sering disebut


fit-form-function,
sedang
kan
unsur
ekonomi lebih dipengaruhi oleh harga dan
kemampuan daya beli masyarakat (Bagas,
2000). Desain yang baik berarti mem
punyai kualitas fungsi yang baik tergantung
pada sasaran dan filosofi mendesain pada

234

Perancangan Produk

Perancan9c111 Pt oduk secara Ergonoml

Skema design management dapat dilihat pada gambar 13.1.

Dasar/
pertimbangan permintaan klien

Proses Desain

Proses Pemasaran

lnovasi Ergonomi

Gambar 13.1. Skema Design Management


Fokus utama pertimbangan ergonomi menurut Cormick
dan Sanders (1992) adalah mempertimbangkan unsur manusia
dalam perancangan objek, prosedur kerja dan lingkungan kerja.
Sedangkan metode pendekatannya adalah dengan mempelajari
hubungan manu sia, pekerjaan dan fasilitas pendukungnya,
dengan harapan dapat se dini mungkin mencegah kelelahan yang
terjadi akibat sikap atau posisi kerja yang keliru.
Untuk itu, dibutuhkan adanya data pendukung seperti ukuran
bagian-bagian tubuh yang memiliki relevansi dengan tuntutan aktivi
tas, dikaitkan dengan profil tubuh manusia, baik orang dewasa,
anak anak atau orang tua, laki-laki dan perempuan, utuh atau
cacat tubuh, gemuk atau kurus. Jadi, karakteristik manusia sangat
berpengaruh pada desain dalam meningkatkan produktivitas kerja
manusia untuk

mencapai tujuan yang efektif, sehat, aman dan nyaman. Tujuan


terse but dapat tercapai dengan adanya pengetahuan tentang
kesesuaian,
kepresisian,
keselamatan,
keamanan,
dan
kenyamanan manusia dalam menggunakan hasil produk desain,
yang kemudian dikembang
kan dalam penyelidikan di bidang ergonomi. Penyelidikan
ergonomi dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:
.
1.

Penyelidikan tentang tampilan/disp/ay.


Penyelidikan pada suatu perangkat (interface) yang
menyajikan
informasi
tentang
lingkungan
dan
mengkomunikasikannya pada manusia antara lain dalam
bentuk tanda-tanda, angka, dan lam bang.

2.

Penyelidikan tentang kekuatan fisik manusia.


Penyelidikan dengan mengukur kekuatan serta ketahanan fisik
manusia pada saat kerja, termasuk perancangan objek serta
per alatan yang sesuai dengan kemampuan fisik manusia
beraktivitas.

3.

Penyelidikan tentang ukuran tempat kerja.


Penyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan
tempat kerja yang sesuai dengan ukuran atau dimensi tubuh
manusia.

4.

Penyelidikan tentang lingkungan kerja.


Meliputi penyelidikan mengenai kondisi lingkungan fisik tempat
kerja dan fasilitas kerja, misalnya pengaturan cahaya,
kebisingan, temperatur, dan suara.

Berkenaan dengan penyelidikan tersebut, beberapa disiplin


ilmu ergonomi yang terlibat antara lain anatomi dan fisiologi
(struktur dan fungsi pada manusia), antropometri (ukuran-ukuran
tubuh manu sia), fisiologi psikologi (sistem syaraf dan otak
manusia), dan psikolo gi eksprimen (perilaku manusia). Studi
tentang psikologi eksprimen dalam desain diperlukan untuk
mengetahui kebutuhan dimensi/ukur an tubuh manusia (misalnya
saja kebiasaan, perilaku dan budaya ma nusia duduk, berdiri,
mengambil sesuatu, dan bergerak), sehingga di dapatkan ukuran
yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan data dalam per1mcangan
desain. Psikologi dijadikan studi karena dianggap pen-

236

Perancangan Produk

Perancangan Produk secara Ergonoml

Untuk melaksanakan kajian atau evaluasi


(pengujian) bahwa de sain sudah memenuhi persyaratan
ergonomis adalah dengan memper timbangkan faktor
manusia, dalam hal ini ada 4 aturan sebagai dasar
perancangan desain, yaitu:
ting untuk menelaah perilaku dan hal-hal yang dipikirkan
oleh manu sia sebagai pengguna desain.
Seperti yang diungkapkan Ching (1987) dalam
perencanaan de sain mebel, manusia adalah faktor utama
yang mempengaruhi bentuk, proporsi dan skala mebel.
Untuk memperoleh manfaat dan kenya manan dalam
melaksanakan aktivitas, mebel harus dirancang sesuai
dengan ukuran tubuh manusia, jarak bebas yang
diperlukan oleh pola aktivitas dan sifat aktivitas yang
dijalani.

13.3

Evalusai Ergonomi dalam


Perancangan Desain

Esensi dasar dari evaluasi ergonomi dalam proses


perancangan desain adalah sedini mungkin mencoba
memikirkan kepentingan manusia agar bisa terakomodasi
dalam setiap kreativitas dan inovasi sebuah 'man made
object' (Sritomo, 2000). Fokus perhatian dari se buah
kajian ergonomis akan mengarah ke upaya pencapaian
sebuah perancangan desain suatu produk yang
memenuhi persyaratan 'fitting the task to the man'
(Granjean, 1982), sehingga setiap rancangan de sain
harus selalu memikirkan kepentingan manusia, yakni
perihal ke selamatan, kesehatan, keamanan maupun
kenyamanan.
Sama seperti yang diungkapkan Sritomo (2000),
desain sebelum dipasarkan sebaiknya terlebih dahulu
dilakukan/evaluasi/pengujian yang menyangkut berbagai
aspek teknis fungsional, maupun kelayak an ekonomis
seperti analisis nilai, reliabilitas, evaluasi ergonomis, dan
marketing.

1. Memahami bahwa manusia merupakan fokus utama


perancangan desain, sehingga hal-hal yang
berhubungan dengan struktur ana-

to
(f
o
tu
h
m
u
h
s
d
h
a
d
k
ju
d
a
d
n
u
a
tu
h
(a
ro
m
).
2. M
e
n
g
g
u
n
a
k

an prinsip-prinsip kinesiologi dalam perancangan


desain (studi mengenai gerakan tubuh manusia
dilihat dari as pek biomechanics ), tujuannya untuk
menghindarkan manusia melakukan gerakan kerja
yang tidak sesuai, tidak beraturan dan tidak
memenuhi persyaratan efektivitas efisiensi gerakan.
3. Pertimbangan
mengenai
kelebihan
maupun
kekurangan (keterba tasan) yang berkaitan dengan
kemampuan fisik yang dimiliki oleh manusia di dalam
memberikan respon sebagai kriteria-kriteria yang
perlu diperhatikan pengaruhnya dalam perancangan
desain.
4. Mengaplikasikan semua pemahaman yang terkait
dengan aspek psikologik manusia sebagai prinsipprinsip yang mampu memper baiki motivasi,attitude,
moral, kepuasan dan etos kerja.

menenangkan pikiran, tidak silau dan nya man.


Pencahayaan yang kurang dapat mengakibatkan
kelelahan
pada mata.

Selain hal-hal tersebut di atas, unsur lain yang juga


penting diper hatikan dalam perancangan desain adalah
hubungan antar lingkung an, manusia, alat-alat atau
perangkat kerja, dengan produk fasilitas kerjanya. Satu
sama lain saling berinteraksi dan memberi pengaruh
signifikan terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi,
keselamatan,
kesehatan,
kenyamanan
maupun
ketenangan orang bekerja sehingga menghindarkan diri
dari segala bentuk kesalahan manusiawi (human error)
yang berakibat kecelakaan kerja. Lingkungan fisik tempat
kerja bagi manusia dipengaruhi antara lain oleh:
1. Cahaya
Dalam faktor cahaya, kemampuan mata untuk
melihat obyek di pengaruhi oleh ukuran obyek,
derajat kontras antara obyek dan sekelilingnya,
luminensi (brightness), lamanya melihat, serta war na
dan tekstur yang memberikan efek psikologis pada
manusia. Mata diharapkan memperoleh cahaya yang
cukup,
pemandangan
yang
menyenangkan,

)
I,

1 1 .i

ill

238

Perancangan Produk

Perancangan Produk secara Ergonomf

2. Kebisingan
Aspek yang menentukan tingkat gangguan bunyi
terhadap manu sia adalah lama waktu bunyi terdengar,
intensitas (dalam ukuran desibel/dB, besarnya arus
energi per satuan luas), dan frekwensi (dalam Hertz/Hz,
jumlah getaran per detik). Usaha-usaha pengu rangan
kebisingan dapat dilakukan dengan pengurangan
kegaduh an pada sumber, pengisolasian peralatan
penyebab kebisingan, tata akustik yang baik/
memberikan bahan penyerap suara, mem berikan
perlengkapan pelindung.
3. Getaran mekanis
Getaran mekanis dapat diartikan sebagai getarangetaran yang di timbulkan oleh alat-alat mekanis.
Biasanya gangguan yang dapat ditimbulkan dapat
mempengaruhi
kondisi
bekerja,
mempercepat
datangnya kelelahan dan menyebabkan timbulnya
beberapa pe nyakit. Besaran getaran ditentukan oleh
lama, intensitas, dan fre kwensi getaran. Sedangkan
anggota tubuh mempunyai frekwensi getaran sendiri
sehingga jika frekwensi alami ini beresonansi de ngan
frekwensi getaran mekanis akan mempengaruhi
konsentrasi kerja, mempercepat kelelahan, gangguan
pada anggota tubuh seperti mata, syaraf, dan otot.
4. Temperatur
Temperatur yang terlalu panas akan mengakibatkan
cepat timbul nya kelelahan tubuh, sedangkan
temperatur yang terlalu dingin membuat gairah kerja
menurun. Kemampuan adaptasi manusia dengan
temperatur luar adalah jika perubahan temperatur luar
tersebut tidak melebihi 20 % untuk kondisi panas dan
35 % untuk kondisi dingin (dari keadaan normal
tubuh). Dalam kondisi nor mal, temperatur tiap anggota
tubuh
berbeda-beda.
Tubuh
manusia
bisa
menyesuaikan diri karena kemampuannya untuk
melakukan proses konveksi, radiasi dan penguapan.
Produktivitas manusia paling tinggi pada suhu 24-27
C.

5. Kelembaban
Kelembaban diartikan sebagai banyaknya air yang
terkandung dalam udara, biasanya dinyatakan dalam
persentase. Jika udara panas dan kelembaban tinggi,
terjadi pengurangan panas dari tu buh secara besarbesaran dan denyut jantung makin cepat.
6. Warna
Permainan warna dalam desain memberi dampak
psikologis bagi pengamat dan pemakainya, misalnya
warna merah memberi ke san merangsang, kuning
memberi kesan luas dan terang, hijau atau biru
memberi kesan sejuk dan segar, gelap memberi kesan
sempit, permainan warna-warna terang memberi kesan
luas. Se lain hal-hal tersebut di atas, kemampuan
untuk meningkatkan produktivitas kerja manusia
dipengaruhi pula oleh sikap, ger akan, aktivitas,
struktur fisik tubuh manusia, struktur tulang, otot rangka,
sistem syaraf dan proses metabolisme. Sikap yang tidak
tepat menyebabkan gangguan, stress, rasa malas
bekerja, ketidak nyamanan dan kelelahan (kelelahan
pada seluruh tubuh, mental, urat syaraf, bahkan
penyebab rasa sakit dan kelainan pada struktur tubuh
manusia.
Aktivitas kerja manusia, baik fisik maupun mental
mempunyai tingkat intensitas yang berbeda. lntensitas
tinggi berarti energi tinggi, intensitas rendah berarti energi
rendah. Mengeluarkan energi dalam jumlah besar untuk
priode yang lama bisa menimbulkan kelelahan fisik dan
mental, sedangkan kelelahan mental lebih berbahaya
dan kadang-kadang menimbulkan kesalahan-kesalahan
kerja yang serius.
Selain itu, posisi tubuh yang tidak alami atau sikap
yang dipak sakan berakibat pada pengurangan
produktivitas manusia, hal ini berkaitan dengan jumlah
tenaga yang harus dikeluarkan akibat beban tambahan.
Bagas (2000) mengatakan, apabila antara manusia (pe
rnakai) dan kondisi desain yang sifatnya fisik atau
mekanismenya tidak

,unan, itu berati terjadi ketidakmampuan


pelaksanaan fungsi secara l><1ik, s<'hinggJ
berakibat pada kesalahan manusiawi (human
error),

240

Pt>rancanrm f>rorl11k secara Ergonomi

Perancangan Prorl11k

3.

Mempunyai aktivitas berupa proses transformasi


nilai tambah in put menjadi output secara efektif dan
efisien.

4.

Mempunyai mekanisme yang mengendalikan


pengoperasiannya berupa optimasi pengalokasian
sumber daya.

kegagalan akhir pada desain yang tidak baik, kesulitan


dalam produk si, kegagalan produk, bahkan menimbulkan
kecelakaan kerja.
Hal yang sama diungkapkan oleh Cormick dan

Sanders (1992) 'it is easier to bend metal than twist arms' ,


yang bisa diartikan meran cang produk untuk mencegah
terjadinya kesalahan akan jauh lebih mudah bila
dibandingkan mengharapkan orang atau operator jangan
sampai melakukan kesalahan pada saat
mengoperasionalkan produk tersebut. Memperhatikan hal
tersebut, diperlukan pengetahuan dan penyelidikan
tentang ketepatan atau kepresisian, kesesuaian, kesehat an,
keselamatan, keamanan dan kenyamanan manusia dalam
bekerja.
Faktor perbedaan ukuran atau postur dan berat badan
manusia, kebiasaan, perilaku, sikap manusia dalam
beraktivitas, serta kondisi lingkungan juga memerlukan
penyelidikan
lebih
lanjut.
Faktor-faktor
yang
mempengaruhi ukuran tubuh manusia antara lain umur,
jenis kelamin (dimensi tubuh laki-laki umumnya lebih
besar dari wanita), suku bangsa, dan posisi tubuh.
Sedangkan dalam perancangan de sain, pertimbangan
ergonomi
yang
nyata
dalam
aplikasinya
untuk
mendapatkan data ukuran tubuh yang akurat menggunakan
pengukur
an anthropometri.

13.4

Pengertian Perancangan Produk

Output dari proses dalam sistem produksi dapat


berbentuk barang atau jasa, yang dalam hal ini disebut
produk. Pengukuan karakteristik
output
sejatinya
mengacu pada kebutuhan atau keingin an pelanggan
dalam pasar yang amat sangat kompetitif sekarang ini.
Pengukuran output yang paling mudah dan bersifat klasik
adalah unit output yang diproduksi oleh sistem produksi
itu.
LI NG KU NGAN

Bila dilihat dalam skema sistem produksi, berdasarkan


sistem in put dan output seperti terlihat pada gambar 13.2,

I N PUT

PROSES

OUTPUT

maka sistem produk si memiliki beberapa karakteristik


Tenaga Kerja Modal Material Energi
Tanah lnformasi Manajerial

berikut:
1.

Mempunyai
berkaitan

satu sama

kesatuan

yang

komponen
2.

komponen-komponen
utuh.

struktural

lain

dan

Hal

ini

yang

yang

saling

membentuk

Proses Tranformasi Nilai


Tambah (Operator, Management, System Design, Operation
Planning & Control)

berkaitan

dengan

membangun

sistem

produksi itu.
Mempunyai tujuan yang mendasari keberadaanya,
yaitu meng
hasilkan produk (barang dan jasa) yang berkualitas

Prod uk

Gambar 13.2. Skema Sistem


Produksi
(Barang/jasa)

satu

13.5

Pengertian Siklus Hidup Produk

Perancangan
atau
pengembangan
produk
Umpan
balik
untuk
dibutuhkan oleh pro dus<'n dalam rangka mempertahankan
pengendalian input, proses, dan teknologi
atau meningkatkan pangsa p.1<.<1 r d<'ngan cara
mPngidentifikasi kebutuhan-kebutuhan konsumen

yang dapat di jual dengan harga kompetitif di pasar.

242

243

Per a11ca11ga11 Pr od11k ecara Egonoin

Pera11cm1ga 11 Produk

akan manfaat produk, desain, hingga ke tingkat

IV

perencanaan pembuat an produk tersebut.


Perancangan atau pengembangan produk dibutuhkan
oleh pro dusen dalam rangka mempertahankan atau
meningkatkan pangsa pasar dengan cara mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan konsumen akan manfaat produk,
mendesainnya, sampai ke tingkat perencanaan pembuatan
produk tersebut. Hal ini berkaitan erat pula dengan si klus
hidup produk tersebut. Perancangan yang baik akan
menghasil kan produk unggulan yang sesuai dengan
keinginan
atau
kebutuhan
customer.
Karenanya
perancangan yang baik membutuhkan input dari berbagai
sisi dengan melibatkan berbagai disiplin imu.
Hal ini berkaitan erat pula dengan Siklus Hidup
Produk tersebut, seperti terlihat pada Gambar 13.3.

Penjualan

Waktu

Gambar 13.3. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)


Tahap I adalah tahap pengenalan. Pada tahap ini suatu produk
baru diperkenalkan kepada konsumen melalui uji coba pemasaran.
Berbagai promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk tersebut.
Dengan demikian biaya yang dikeluarkan akan lebih besar dibanding
kan pendapatan yang diperoleh.
Pada Tahap II, yang merupakan tahap pertumbuhan dengan per
cepatan, penjualan produk akan mcningkat p<'sat. Hal ini disd>abkan

oleh respon konsumen terhadap produk tersebut


sudah semakin posi tif. Pada tahap ini
pendapatan yang diperoleh juga sangat besar.

tahap ini produk akan mengalami tingkat penjualan yang


pesat dan produsen akan memperoleh keuntungan yang
sangat besar.

Tahap
Ill
merupakan
tahap
pendewasaan. Pada tahap ini penjualan
produk akan mencapai titik kejenuhan di mana
penjualan produk hanya berkisar pada suatu
titik tertentu. Umumnya cara-cara promosipun
tidak akan bisa untuk mendongkrak tingkat
penjualan.

Maka sebaiknya sebagian keuntungan tersebut


dialokasikan untuk keperluan proses perancangan.
Dengan demikian pada saat produk berada pada Tahap
IV maka produk baru siap untuk dilun curkan guna
menggantikan produk yang lama sehingga kelangsungan
hidup produk tetap terjaga. Tahap perancangan produk
pada Siklus Hidup Produk dapat dilihat pada Gambar
13.4.

Tahap IV merupakan tahap kemunduran


dan akhir dari produk tersebut. Jika produsen

Dari siklus hidup produk tersebut terlihat bahwa


perancangan produk memang sangat diperlukan untuk
menjaga agar produk terse but tetap eksis dipasaran. Jika
dilihat dari siklus hidup produk tersebut, maka perancangan
produk harus dilakukan pada saat produk berada pada
tahap II, yaitu tahap pertumbuhan dan percepatan, karena
pada tahap ini produk akan mengalami tingkat penjualan
yang pesat dan produsen akan memperoleh keuntungan
yang sangat besar. Maka se baiknya sebagian keuntungan
tersebut dialokasikan untuk keperluan prosPs pcrancangan.
Dcngan demikian pada saat produk berada pada

tidak berupaya melakukan inovasi maka produk


tersebut akan mati begitu saja.
Dari Siklus Hidup Produk tersebut
terlihat bahwa perancang an produk memang
sangat diperlukan untuk menjaga agar produk
tersebut tetap eksis di pasaran. Jika dilihat dari
Siklus Hidup Produk tersebut maka
perancangan produk harus dilakukan pada saat
produk berada pada Tahap 11, yaitu tahap
pertumbuhan dengan percepatan, karena pada
Perancangan Produk

244

tahap IV maka produk telah siap untuk diluncurkan guna


menggan tikan produk yang lama sehingga kelangsungan
hidup produk tetap terjaga. Tahap perancangan produk
pada siklus hidup produk dapat dilihat pada gambar 13.4.
Penjualan

Peranccmgcm Produk secara Ergonomi

nusia dengan teknologi dan produk-produknya, sehingga


dimungkin kan adar.ya suatu rancangan sistem manusia
mesin (teknologi) yang optimal. Dengan demikian
disiplin ergonomik melihat permasalahan interaksi
tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahanpemecahan masalahnya melalui pendekatan sistem pula.
a.

II

Ill

IV I'
IV'

II

Ill'

Meneliti tentang kemampuan dan keterbatasan


manusia secara

fisik dan psikologis.


b.

Bagaimana biasanya manusia itu berkomunikasi


secara baik de ngan mesin atau perkakas yang ia
pakai.

c.

Bagaimana
biasanya ia
bekerja sama
secara baik

1..-:::::=....---1..

,_

,_

den
gan
per
abot
_._

_._

._

....._ Waktu

Gambar 13.4. Siklus Hidup Produk dan Masa


Perancangan Produk

d.

Untuk itu penelitian ergonomik akan meliputi:


a.

Anatomi (struktur), fisiologi (bekerjanya),


anthropometri (ukuran) tubuh manusia.

b.

Psikologi yang fisiologi mengenai berfungsinya otak


dan sistem saraf yang berperan dalam tingkah laku
manusia.

c.

Kondisi yang dapat mencederai tubuh manusia.

d.

Kondisi teknis dan fisika yang dapat menyenangkan pekerja.

13.6 Perancangan Produk


13.6.1. Ergonomi
Ergonomi adalah suatu keilmuan yang multidisiplin
karena di sini akan dipelajari pengetahuan dari ilmu-ilmu
kehayatan (kedokter an, biologi), ilmu kejiwaan (psychology
), dan kemasyarakatan (sosiolo gi). Pada prinsipnya disilin
ergonomic akan mempelajari pa saja akibat jasmani ,
kejiwaan, dan sosial dari teknologi dan produkproduknya terhadap manusia melalui pengetahuan
tersebut pada jenjang mikro maupun makro. Karena yang
dipelajari adalah akibat (dampak) dari teknologi dan
produk-produknya maka pengetahuan yang khusus di
pelajari akan keterkaitan dengan teknologi seperti
biomekanika, an thropometri teknik, teknologi produksi,
lingkungan fisik, (temperatur, pencahayaan) dan lain-lain.
Maksud dan tujuan dari
untuk men dapatkan

13.6.2. Memperbaiki Efisiensi Kerja Fisik


Sikap anggota badan yang dapat menghasilkan
kekuatan terbe sar pada gerakan tertentu tercatat seperti
pada daftar berikut:
a.

Putaran ke dalam dari telapak tangan paling


berkekuatan kalau telapak itu awalnya dalam
keadaan mengkilir keluar maksimal (supinasi).

b.

Putaran keluar dari telapak tangan paling


berkekuatan kalau di awali oleh telapak yang
mengkilir ke dalam maksimal (pronasi ).
Pelurusan siku paling berkekuatan kalau diawali
dengan posisi
menekuk penuh.

c.

disiplin ergonomik adalah

pengetahuan

yang

utuh

dan perlengkapan yang ia gunakan.


Bagaimana agar ia dapat hidup aman, tentram,
selamat, sehat, dan nyaman dalam ruang kerjanya.

tentang

permasalahan interaksi ma246

Perancangan Produk

Tekukan siku (dengan tangan terbuka) paling kuat pada


sudut 90 (efek ungkit).
e. Jika sedang duduk dan mendorong dengan tangan,
kekuatan bias
paling besar pada siku yang 150-160 dan dengan
genggaman tangan yang berjarak sekitar 70 cm dari
sandaran punggung.
f. Ungkitan paling kuat, jika dalam posisi duduk dan
genggaman tangan ada pada ketinggian antara bahu

Per<mnmgun Prociuk secara Er gonomi

d.

g.

h.

dan siku, jika dalam po sisi berdiri genggaman itu harus pada
ketinggian bahu.
Dalam posisi berdiri, kekuatan bias lebih besar jika menarik ke
belakang dari pada kalau mendorong ke depan. Garakan yang
melintang ke depan badan akan lebih kuat bila mendorong dari
pada bila menarik.
Operator yang duduk menginjak pedal paling kuat kalau lutut
menekuk 160 dan tungkainya menekuk 120. Keenakan posisi
mengaso paling besar bila lutut menekuk 105-135.

13.6.3. Konsumsi Energi


Konsumsi energi pada orang diukur dengan kilo
kalori (Kkal). Dalam fisiologi kerja, konsumsi energi diukur
secara tak langsung me lalui konsumsi oksigen yang
kemudian secara langsung dikaitkan de ngan hasil kerja.
Setiap liter oksigen yang dikonsumsi oleh tubuh ma nusia
manghasilkan energi rata-rata sebesar 4,8 Kkal, dan
dinamakan nilai kalorifik dari oksigen. Jadi untuk
mendapatkan konsumsi energi dalam Kkal, kita harus
mengalikan volume oksigen yang dikonsumsi dengan
faktor 4,8. Banyaknya oksigen yang dikonsumsi dahulu
diukur dengan memakai meteran gas, sebuah alat yang
digendong oleh orang yang diteliti, dan udara dari meteran
gas itu kemudian diperiksa di laboratorium.

13.7 Perancangan Produk Secara Ergonomi


Dalam hal desain produk bila kita lihat dari sisi
pemakainya yang langsung barangkali kita dapat
membagi peran ergonomik ini ke dalam dua kelompok,
yaitu:
a.

Dari sisi operator (perakit)


Pada saat suatu produk sedang berada pada tahaptahap pem buatannya, komponen-komponen atau
produk setengah jadinya mungkin hampir sama
persis. Dalam hal ini,waktu perakitannya mungkin
berbeda-beda pula akibat cara kerja dan urutan
kerja yang berbeda dalam tahap perakitan produk
tersebut. Dengan bantuan ergonomik (Methods
Engineering) mungkin kita dapat menyederhanakan
dan mendesain bentuk-bentuk (komponen) yang
lebih mudah, lebih aman, dan lebih cepat
dibuat/dirakit.

b.

Dari sisi konsumen produk jadi


Para
ahli
manajemen
pemasaran
sering
mengemukakan bahwa ada hal-hal yang berada
dalam pengendal ian perusahaan yang sangat
berperan dalam keberhasilan memasarkan suatu
produk yang disebut sebagai bauran pemasaran 4P (

Jadi proses untuk mengetahui pengeluaran energi


sekarang
ialah:
a.
b.

Menghitung pulsa nadi atau pulsa jantung


Memadamkan (ekivalensi) angka pulsa dengan
konsumsi oksigen
c. Memadankan konsumsi oksigen dengan p<>ng<'lullr.rn
<>n<'rgi

Product, Price, Place, Promotion).

Pada kesempatan ini kita akan menyoroti P yang


pertama, yaitu Poduct. Dalam hal ini konsumen tentunya
mengharapkan untuk men dapatkan produk yang
mempunyai fungsi seperti yang ia butuhkan dengan
kualitas yang tinggi dan nilai estetika yang tinggi pula.
Disini yang dimaksudkan dengan produk adalah produk
akhir yang dinikma ti oleh konsumen, bukan produk yang
berupa komponen atau produk setengah jadi yang
dipergunakan oleh industri untuk diolah lagi. Di samping
itu, konsumen tentunya menginginkan pula bahwa
produk yang dibelinya mudah dan enak dipakai.
Dalam hal terakhir inilah ergonomik berperan
banyak untuk pendesaian produk-produk yang enak

dipakai,

lebih

sedikit

menim

hulk.m

kesalahan, tidak cepat menimbulkan kelelahan, dan


seterusPerancongan Produk

248

nya.
Produk-produk
yang dapat
dilibatkan
oleh
ergonomik ini luas sekali jenisnya, mulai produk-produk
yang sangat sederhana seperti cangkul, kursi, meja, dsb
sampai produk-produk yang lebih canggih seperti mobil,
kereta api, pesawat terbang, dsb.
Dalam ergonomik, salah satu hal yang sangat
berkaitan adalah anthropometri. lstilah anthropometri
berasal dari anthro yang berarti manusia dan metri yang
berarti ukuran. Secara definitif, anthropometri dapat
dinyatakan sebagai suatu studi yang berkaitan dengan
pengu kuran dimensi tubuh manusia. Manusia pada
dasarnya akan memili ki bentuk, ukuran (tinggi, lebar, dan
sebagainya), berat, dan lain-lain, yang berbeda antara satu
sama lain. Anthropometri secara luas akan digunakan
sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomik dalam
proses perancangan produk mampu sistem kerja yang
akan memer lukan interaksi manusia. Data anthropometri
yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas
antara lain dalam hal:
a.
b.

Perancangan areal kerja, seperti work station, interior


mobil, dan lainnya.
Perancangan peralatan kerja, seperti mesin,

equipment, perkakas, dan sebagainya.


c.
d.

Perancangan produk-produk konsumtif, seperti


pakaian, kursi, meja, komputer dan lain-lain.
Perancangan lingkungan kerja fisik.

13.8Anthropometri
Data anthropometri yang menyajikan data ukuran
yang berbagai macam anggota tubuh manusia dalam
persentil tertentu yang sangat besar manfaatnya pada saat
suatu rancangan produk ataupun fasilitas kerja akan dibuat.
Agar rancangan suatu produk nantinya bisa sesuai dengan
ukuran tubuh manusia yang akan mengoperasikannya,

PPranrnnqan Produk sernra Ergonnmi


maka prinsip-prinsip apa yang harus diambil di dalam aplikasi data
anthro pometri tersebut harus ditetapkan terlebih dahulu seperti
diuraikan sabagai berikut:

1.

Prinsip perancangan produk bagi


individu dengan ukuran yang ekstrim

bisa diubah-ubah se suai dengan yang diinginkan.


Dalam kaitannya untuk mendapat kan rancangan
yang fleksibel semacam ini, maka data anthro
pometri yang umum diaplikasikan adalah dalam
rentang 5-95 persentil.

Disini perancangan produk dibuat agar


dapat memenuhi dua sa saran produk,
yaitu:

2.

Bisa sesuai dengan ukuran tubuh


manusia yang mengikuti klasifikasi
esktrim
Tetap bisa digunakan untuk
memenuhi ukuran tubuh yang lain
(mayoritas dari populasi yang ada).

Prinsip perancangan produk yang bisa


dioperaikan diantara ren tang ukuran
tertentu
Di sini rancangan bisa diubah-ubah
ukurannya sehingga cukup fleksibel
dioperasikan oleh setiap orang yang
memiliki berbagai macam ukuran tubuh.
Contoh yang paling umum dijumpai
adalah perancangan kursi mobil yang
mana dalam hal ini letaknya bisa digeser
maju mundur dan sudut sandarannya

Berkaitan dengan aplikasi data anthropometri yang


diperlukan dalam proses perancangan produk ataupun
fasilitas kerja, maka ada beberapa saran yang bisa
diberikan sesuai dengan langkah-langkah seperti berikut:

Tentukan dimensi tubuh


perancang an tersebut,

yang penting dalam proses


dalam hal ini juga perlu

diperhatikan apakah harus menggunakan data structural

Prinsip perancangan produk dengan ukuran rata-rata


Dalam hal ini rancangan produk didasarkan
terhadap rata-rata ukuran manusia. Problem pokok
yang dihadapi dalam hal ini justru sedikit sekali
mereka yang berada dalam ukuran rata-rata. Disini
produk dirancang dan dibuat untuk mereka yang
berukuran sekitar rata-rata, sedangkan mereka yang
memiliki ukuran ekstrim akan dibuatkan rancangan
sendiri.

Terlebih dahulu harus ditetapkan anggota tubuh mana


yang nanti nya akan difungsikan untuk
mengoperasikan rancangan tersebut.

Perancangan Produk

250

3.

atau functional body dimention.


Tentukan populasi terbesar yang harus diantisipasi,
diakomoda sikan, dan menjadi target utama pemakai
produk tersebut. Hal ini lazim dikenal sebagai market
segmentation, seperti produk mainan untuk anak-anak,
peralatan rumah tangga untuk wanita, dan lain-lain.
Tetapkan prinsip ukuran yang harus diikuti semisal apakah
ran cangan tersebut untuk ukuran individu yang ekstrim,
rentang ukuran yang fleksibel ataukah ukuran rata-rata.
Pilih persentase populasi yang harus diikuti, 90, 95, 99,
ataukah nilai persentil lain yang dikehendaki.

f>ew11ca11gc111 f>wcluk secara Ergonoml

Untuk setiap dimensi tubuh yang telah diidentifikasikan


selanjut nya tetapkan nilai ukurannya dari table data
enthropometri yang sesuai. Aplikasikan data tersebut dan
tambahkan faktor kelong goran (allowance) bila diperlukan
seperti halnya tambahan ukuran akibat faktor tebalnya pakaian
yang harus dikenakan oleh opera tor, pemakaian sarung
tangan (gloves), dan lain-lain.
-ooOoo-

Djoko Santoso Moeljono, Steve Sudjatmiko, 2007. Corporate


Culture, Challenge to Excellence, Elex Media
Komputindo, Jakarta.
Ginting, Rosnani, dan Zulven A., Analisis Desain Produk

DAFTAR PUSTAKA

dengan M enggunakan M etode Quality Function Deplo


yment dan Pen gukuran Tingkat Kualitas Proses
Produksi Velg M obil dengan M engunakan M etode Six
Sigma pada Perusahaan X, Proceeding Seminar Nasional
Ergonomi dan K3, 2006
Ginting Rosnani, Ir, MT, Perbaikan Kualitas Jasa Pela yanan

Pustaka Dengan M etode Servqual dan M etode Quality


Function De plo yment diperpustakaan USU M edan,
Ahmad Subagyo, SE, MM, CRBD, 2007. Studi Kela yakan,
Teori dan Aplikasi, Elex Media Komputindo, Jakarta.
Cross, Nigel., Engineering Design M ethods: Strategies for
Product Planning, New York : John Wiley and Sons Ltd,
1989
252

Perancangan Produk

Jurnal Komunikasi Peneliti Vol 17 No 1 Juni 2005 ISNMI,


0852-3908.

Perancangan Fasilitas Kerja


Ergonomis de ngan M etode QFD di lndustri Kecil di
Kata M edan, Departe mPn Teknik lndustri USU, Medan,

Ginting

Rosnani,

2009.

Ir,

MT,

Ginting Rosnani, Ir, MT, Sistem Produksi, Graha llmu Jogyakarta.


Hari Purnomo, 2004. Pengantar Teknik lndustri, Graha llmu, Yogya
karta.
J. Suprapto, 1991. Statistik, Teori dan Aplikasi, Jilid I, Edisi Kelima,
Erlangga, Jakarta.
J. Suprapto, M.A, 1990. Teknik Riset Pemasaran dan Rama /an Penjual

an, Rineka Cipta, Jakarta.


Karl T. Ulrich, Steven D. Eppinger, 2001. Perancangan dan Pengem

bangan Produk, Salemba Empat, Jakarta.


Makridakis, Wheel Wright, Mc Gee, 1992. M etode dan Aplikasi Pera

malan, Edisi Kedua, Jilid 1 Erlangga, Jakarta.


Nakaijima, S., Quality Function Deplo yment : Productivit y, Cam
bridge Press
Suharsimi Arikunto, Dr. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

Praktek, Edisi Revisi V, Rineka Ciptam Yogyakarta.


Sinulingga Sukaria, Dr, 2008, Pengantar Teknik lndustri, Graha llmu
Jogyakarta.
Zalmi Zubir, SE, MBA, 2006. Studi Kela yakan Usaha, Lembaga Pener
bit FEUI, Jakarta.

-ooOoo-

LAMPIRAN

254

Perancangan Produk

Nama
N.l.M.
Jenis Kelamin
Umur
Alamat

No.

K U IS I O N E R T E R B U K A
Spesifikasi Perancangan Produk Kursi
Kuliah

1.

Bagaimana bentuk kursi kuliah yang anda inginkan ? Jelaskan !


Jawab ..................................................... ............................... ......

2.

Fungsi tambahan apa saja yang anda inginkan pada suatu kursi
kuliah ? Jelaskan !
Jawab ................................................................ ..........................

3. Terbuat dari bahan apakah rangka kursi kuliah yang anda ingin
kan ? Jelaskan alasan anda memilih bahan tersebut !
Jawab ......................................................................................... .

4.

Terbuat dari bahan apakah tempat duduk dan sandaran kursi ku


liah yang anda inginkan ? Jelaskan alasan anda memilih bahan
tersebut !
Jawab
..........................................................................................

1
I

5.

T
er
b
u
at
d
ar
i
b
a
h
a
n
a
p
a
k
a
h
te
m
p
at
m
e
n
uI
is
p
a
d
a
k
ur
si
k

Nam NIM

KUISIONER TERTUTUP

PERANCANGAN KURSI KULIAH


Jenis kelamin:
..............................::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
U
m
u
r

6.

B
er
a
p
a
u
k
ur
a
n
ti
n
g
gi
al
a
s
te
m
p
at
d
u
d
u
k
d
ar
i
la
nt
ai
y
a
n
g
a
n
d
a
in
gi
n
k

ukuran tersebut !
Jawab ....................................................
......................................

A
l
a
m
a
t

: kuliah
jenis kursi
peringkat
Tujuan
kelompok
VII
Untuk mengetahui
tingkat kepuasan

pesaing I
mahasiswa jurusan matematika fakultas
7.

Berapa ukuran panjang dan lebar alas


tempat duduk yang anda inginkan
Petunjuk pengisian :
pada suatu kursi kuliah ? Jelaskan
Beri tanda ceklist

(VJ pada kolom yang tersedia

pesaing II
Ill beberapa produk
MIPA pesaing
terhadap

kuliah.
Keterangan bobot nilai : A - 5
B - 4

alasan anda memilih ukuran tersebut !


Jawab ...............................................
Kursi Kuliah
Kursi kuliah
Atribut
...........................................
Kelompok VII

sesuai penilaian anda.

Primer

Tersier

Bentuk Sandaran yang

Desain

8.

nyaman dan ergonomis

Dapat Disetel Miring

Dimensi Ukuran

Panjang 45 Cm

Dimensi Warna

Rangka
Bagaimana

Bahan Alas Duduk & Sandaran


Tempat Menulis

Hitam

Besi
bentuk/desain

sandaran

Busa
Kayu/Papan
Alas Duduk
Tempat Sandaran
Tempat Menulis
Tempat las
Pijakan Kaki
Tempat Buku

kursi kuliah yang anda ingin kan ? dan

Multi
ungsi

apaFungsi
alasannya
?
Utama
Jawab .................................................
.........................................
Fungsi Tambahan

9.

- 3
D 2

E - 1

Kursi kuliah
Kursi kuliah
Pesaing II
Pesaing Ill
Pesaing I
A B C D E A B C D E A B c D E A B c D E

Bentuk Kursi
Persegi
Melengkung Sesuai Punggung

Tinggi 50Cm

Lebar 50 Cm

Sekunder

Bagaimana warna pada setiap bagian


kursi kuliah yang anda inginkan ? Apa
alasan anda memilih warna tersebut ?
Jawab .................................................
.........................................

kursi

peringkat kursi kuliah :

-ooOoo-

..,.,

R11nh.1r k11r\i kuliJh


K111d1.11 "-111'1 L.11h.1h
1l111111M1L. VII

258

Pei ancangan Produk

IH'\,llflJ(

I gtt

....., l

... NJ I

gdmbar kursi kuliah


rw.iing 11

..
I

gambar kursi kuliah


pesaing Ill

TENTING PENUllS

Ir Rosnani G inting, MT, menyelesaikan pendidikan


51 Teknik lndustri pada Fakultas Teknik Universitas
5umatera Utara pada tahun 1989. Meraih gelar Ma
gister Teknik dalam bidang Teknik lndustri dari lnsti
tut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1996. Tahun
1991 hingga saat ini menjadi staf pengajar 51 pada
Departemen Teknik lndustri, Magister Teknik lndustri
pada Program Pasca 5arjana Universitas 5umatera Utara.
5elain itu, sejak tahun 1996 penulis aktif di laboratorium 5istem
Produksi. Mulai menekuni bidang 5istem Produksi pada 1993. Mata
kuliah yang di asuh antara lain Pengantar Teknik lndustri, 5istem
Produksi, Perencanaan dan Perancangan Produk, Rancangan Teknik
lndustri, Rancangan 5istem Manufaktur, Penjadwalan Mesin, dan
5istem Pendukung Keputusan.
-ooOoo-

Bentuk Stang

1.0000

2.0000

3.0000

0.5000

1.0000

3.0000

Bentuk T. Dud uk

0.5000

1.0000

2.0000

0.2500

0.5000

2.0000

Bentuk Pedal

0.3333

0.5000

1 .0000

0.1667

0.3333

1.0000

Dimensi

2.0000

4.0000

6.0000

1.0000

2.0000

6.0000

Warna

1.0000

2.0000

3.0000

0.5000

1.0000

3.0000

Hiasan

0.3333

0.5000

1.0000

0.1667

0.3333

1.0000