Anda di halaman 1dari 33

STUDI KELAYAKAN BISNIS

THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY

Oleh: Kelompok 4
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.
1.5.

I Nengah Dwi Kariana


Ni Putu Rika Puspa Astari
Ayu Indira Dewiningrat
Putu Gde Krisnandadifa Dharma P.
Ni Putu Ayu Sinta Pradnya Sari

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2016

(1415251077)
(1415251078)
(1415251090)
(1415251093)
(1515251001)

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dimana jumlah penduduk anak-anak
lebih banyak daripada jumlah penduduk orang tua. Jumlah penduduk anak-anak ini ditandai
dengan adanya tingkat natalitas yang sangat tinggi. Terlepas dari hal tersebut, kebutuhan untuk
hidup di Indonesia khususnya Bali sangatlah besar bila tidak diimbangi dengan pendapatan yang
cukup pula. Hal inilah yang menyebabkan banyak laki-laki sebagai kepala keluarga pun memiliki
gaji yang tentunya belum dapat menutupi seluruh pengeluaran keluarganya. Solusinya adalah
pihak wanita yang dikenal sebagai ibu rumah tangga pun harus bahu-membahu dalam mencari
nafkah bagi kelangsungan hidup bersama.
Kesibukan orang tua pun sangat menyita waktu dan terkadang anak-anak pun jadi
terbengkalai karena pekerjaannya. Pembantu memang bisa menjadi solusi dalam permasalahan
ini namun perlu diingat bahwa pembantu sangat susah untuk dicari apalagi yang dapat dipercaya.
Melihat berbagai permasalahan yang terjadi di atas sebenarnya merupakan suatu peluang
untuk mendirikan Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY yang
dapat menjadi solusi permasalahan di atas. Jasa Penitipan Anak ini dikaitkan dengan Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) sehingga ketakutan bahwa jasa penitipan ini malah tidak terurus tidak
terlintas lagi di benak.
Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY ini mengutamakan
pendidikan yang mengambil konsep bermain sambil bermain. Jasa Penitipan Anak ini ditujukan
bagi anak sejak 1-6 tahun. Jasa Penitipan anak ini pun berkomitmen untuk dapat
mengembangkan potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang sekaligus cek kesehatan
dengan mendatangkan psikologi dan dokter untuk memudahkan orang tua berkonsultasi
mengenai perkembangan anaknya. Selain itu kurikulum yang ditawarkan dalam proses
pembelajaran akan mengikuti kurikulum yang dicanangkan dalam Kerangka Dasar Kurikulum
PAUD secara nasional.

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


Permintaan dan Penawaran
Jasa penitipan anak merupakan jasa yang masih jarang dilirik oleh para wirausaha karena
melihat masih abstraknya peluang pasar di sektor ini, tetapi melihat fenomena yang terjadi
saat ini, dimana semakin banyaknya para pengusaha yang sibuk akan pekerjaannya dan tidak
memiliki waktu yang banyak berdiam di rumah. Permasalahannya adalah saat ini, yang
memiliki peran sebagai pencari nafkah tidak hanya laki-laki, tetapi wanita juga mengambil
peran ini sehingga dari permasalahan inilah, jasa penitipan anak memiliki prospek untuk
dikembangkan.
Untuk penawarannya sendiri, tidak banyak usaha serupa yang bergerak di bidang ini
sehingga akan memberikan peluang lebih untuk dapat menguasai pasar yang ada khususnya
di Denpasar.
Bentuk Pasar
Adapun bentuk pasar yang kami pilih, antara lain:
1. Bentuk pasar produsen yang kami pilih adalah pasar oligopoli karena jenis produk ini
dijual oleh banyak perusahaan sejenis.
2. Bentuk pasar konsumen yang kami pilih adalah pasar konsumen akhir dalam pemasaran
produk.
Persaingan
Oleh karena usaha ini tergolong baru, maka beberapa pesaing telah terlebih dahulu masuk
ke sektor ini. Pesaing yang ada tidaklah sebanyak dengan pesaing yang ada di sektor-sektor
jasa lainnya karena jasa penitipan anak masih jarang ditemui khususnya di Denpasar.
Pesaing-pesaing yang telah kami identifikasi adalah berasal dari daerah sekitar pendirian
usaha kami yaitu seperti TPA Sesetan, TPA Werdhi Kumara I, PKBM Ki Hajar Dewantara.
Ketiga pesaing ini memiliki keunggulan yang berbeda. Jasa penitipan anak PKBM Ki Hajar
Dewantara memiliki keunggulan fasilitas untuk antar jemput balita, kemudian jasa penitipan
anak TPA Sesetan memiliki keunggulan dari segi harga yang murah, dan jasa penitipan anak
TPA Werdhi Kumara I memiliki keunggulan dimana merupakan usaha sampingan dari TK

sehingga mudah menarik konsumen terutama konsumen yang memiliki anak yang bersekolah
di TK tersebut.
Untuk memenangi persaingan yang ada, maka jasa ini dapat didiferensiasi untuk
memberikan keunggulan kompetitif terhadap pesaing yang ada. Diferensiasi ini dapat
dilakukan dengan menambah fasilitas yang ada.
Adapun upaya yang dilakukan untuk mengungguli pesaingnya antara lain adalah memilih
tempat yang strategis, memiliki fasilitas antar jemput, memiliki pengasuh dan pembimbing
terlatih dan profesional, memiliki fasilitas bermain dan pembelajaran yang terlengkap, ruang
nyaman dan full AC, menerapkan promosi yang gencar, memperhatikan higienitas makanan
dan lingkungan.
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats)
Kajian analisis SWOT terbagi ke dalam lingkungan internal dan eksternal. Analisis
lingkungan internal meliputi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), sedangkan
analisis lingkungan eksternal meliputi peluang (opportunities) dan ancaman (threats).
Kekuatan (Strength)
Adapun kekuatan perusahaan kami, antara lain:
1. Memiliki paket harga yang fleksibel sehingga dapat menambah keleluasaan

bagi

konsumen yang menitipkan anaknya


2. Lokasi perusahaan yang berdekatan dengan TK ataupun SD sehingga memberikan
kemudahan bagi para orang tua dalam menitipkan anaknya
3. Fasilitas pembelajaran yang terstruktur
4. Memiliki pengasuh dan pembimbing yang terlatih dan profesional
Kelemahan (Weakness)
Adapun hal-hal yang merupakan kelemahan perusahaan kami, antara lain:
1. Keterbatasan modal operasional sehingga belum mampu meningkatkan kapasitas
pengasuh maupun anak yang dititipkan
2. Perusahaan ini merupakan usaha baru yang belum mendapatkan posisi pasar sehingga
membutuhkan promosi ekstra dan daya tahan yang baik untuk menghadapi pesaing.
3. Biayanya cukup mahal apabila dibandingkan dengan beberapa pesaing
4. Kurangnya fasilitas yang menunjang kenyamanan anak

Peluang (Opportunities)
Beberapa peluang yang dimiliki perusahaan kami, antara lain:
1. Di lokasi perusahaan banyak terdapat TK dan SD serta dekat pula dengan perkantoran
2. Jumlah pesaing dengan bisnis sejenis masih sedikit
3. Tuntutan ekonomi yang membuat kedua orang tua bekerja untuk mencari nafkah
sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mengasuh anaknya
4. Kualitas pendidikan yang semakin tinggi sehingga menuntut anak-anak di usia dini juga
mengenyam pendidikan di luar sekolah
Ancaman (Threats)
Beberapa ancaman yang dihadapi perusahaan kami, antara lain:
1. Munculnya kompetitor baru di daerah setempat.
2. Orang tua kurang mempercayai anaknya dititipkan kepada pihak lain
3. Banyaknya kasus penculikan anak
4. Adanya baby sitter yang dapat mengasuh anaknya di rumah
Segmenting, Targeting, dan Posititioning
Segmenting
Segmentasi didefinisikan sebagai suatu kegiatan membagi-bagi pasar menjadi beberapa
segmen yang memiliki karakteristik yang relatif homogen (Kotler dan Keller, 2006). Konsep
ini menyatakan bahwa karena pasar terdiri atas beragam konsumen yang memiliki berbagai
kebutuhan dan keinginan, sementara sumberdaya perusahaan terbatas, maka agar pasar dapat
dilayani dengan baik dan efektif, pasar tersebut perlu dibagi-bagi ke dalam beberapa segmen
pasar.
Pembagian dilakukan beberapa variabel seperti variabel geografis (letak wilayah, ukuran
atau luas wilayah, kepadatan penduduk, dan iklim), variabel demografis (jenis kelamin,
umur, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, ras/suku, kebangsaan, agama,
ukuran keluarga, dan siklus hidup keluarga), variabel psikografis (kepribadian, gaya hidup,
dan kelas sosial), dan variabel keperilakuan (saat pembelian, tingkat penggunaan produk,
manfaat yang dicari, status loyalitas, dan sikap terhadap produk).

Berdasarkan konsep diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa segmen dapat dibagi menjadi
konsumen yang tinggal di Bali baik pria atau wanita, konsumen pada usia anak-anak,
remaja, atau dewasa, sudah menikah atau belum, dan berpendapatan tinggi atau rendah.
Targeting
Langkah kedua dalam strategi STP adalah targeting, yaitu memilih segmen pasar untuk
dilayani (Kasali,1998). Perusahaan bisa memilih satu atau beberapa segmen pasar yang
paling menarik sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki. Keempat variabel yang digunakan
dalam membagi-bagi pasar dalam tahap segmentasi dapat digunakan secara kombinasi untuk
menjelaskan atau menggambarkan sebuah segmen pasar.
Apabila dilihat dari jasa ini, pendapatan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pendapatan
tinggi dan pendapatan rendah. Prioritas utama kami adalah segmentasi pendapatan tinggi
karena masyarakat berpendapatan rendah cenderung hanya salah satu orang tua yang
bekerja, meskipun keduanya bekerja, kemungkinan besar akan menyertakan anaknya
sehingga mereka tidak membutuhkan jasa penitipan anak. Sedangkan untuk segmentasi
status perkawinan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu belum menikah dan sudah menikah.
Target pasar utama yang ingin disasar adalah konsumen yang sudah menikah dan tentunya
memiliki anak.
Positioning
Langkah ketiga dalam strategi STP adalah positioning, yaitu menempatkan produk dalam
benak konsumen agar produk yang ditawarkan dipersepsi berbeda dengan produk pesaing
(Kasali, 1998). Dengan kata lain, langkah ini merupakan strategi untuk menciptakan
berbagai hal agar produk yang ditawarkan tidak dipersepsi sama dengan produk pesaing
sehingga tercipta suatu diferensiasi. Diferensiasi produk bisa diciptakan melalui bentuknya,
warnanya, aromanya, ukurannya, rasanya, kualitasnya, kekuatan atau daya tahannya, cara
penyajiannya, cara pelayanannya, kemudahan menggunakan, kemudahan reparasi, dan
sebagainya.
Berdasarkan usaha jasa yang ingin kami kembangkan, kami melakukan strategi
penentuan posisi pasar atas dasar atribut dimana produk jasa yang kami jual memiliki
diferensiasi terhadap produk jasa sejenis. Selain itu, kami juga melakukan diferensiasi

melalui kualitas pengasuh yang sudah profesional sehingga anak-anak yang diasuh dapat
beradaptasi dengan baik.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Setelah menetapkan target pasar, maka kami dapat menetapkan bauran pemasaran yang
meliputi produk, harga, saluran distribusi, dan promosi.
Produk (Product)
Produk jasa yang kami tawarkan di sini adalah jasa penitipan anak. Apabila dilihat dari
jenis produk jasa seperti ini, diferensiasi sangat diperlukan untuk memenangi persaingan.
Pada marketing mix ini, kami mencoba melakukan diferensiasi berupa memberikan fasilitas
pembelajaran kepada anak-anak yang dititipkan. Hal tersebut diharapkan akan meningkatkan
ekspektasi bahwa orang tua akan menitipkan anaknya di jasa penitipan anak kami karena
saat ini orang tua sangat mengharapkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di luar
sekolah sejak dini.
Harga (Price)
Harga yang kami tawarkan dalam jasa penitipan anak ini fleksibel sehingga para orang
tua dapat menitipkan anaknya dengan durasi waktu yang mereka inginkan tanpa membayar
biaya yang besar. Strategi ini diharapkan akan meningkatkan permintaan terhadap jasa kami
terutama bagi para orang tua yang ingin menitipkan anaknya dalam jangka waktu pendek
atau tidak menentu. Adapun daftar harga yang kami tawarkan adalah sebagai berikut: (1)
usia 1-3 tahun Rp 50.000,00 dan (2) usia >3 6 tahun Rp 45.000,00 serta (3) layanan antar
jemput akan dikenakan Ro 10.000,00 per anaknya.
Saluran Distribusi (Place)
Untuk awal berdirinya usaha, wilayah pemasaran difokuskan melalui pembukaan sebuah
toko dan ketika usaha telah mengalami pertumbuhan signifikan, upaya-upaya ekspansi akan
dilakukan. Dari sisi lokasi, pemilihan lokasi di daerah Sidakarya sangatlah strategis karena
daerah tersebut adalah pusat pendidikan dan perkantoran sehingga akan menjadi sasaran

utama bagi para orang tua yang ingin menitipkan anaknya karena kemudahan dan kecepatan
akses.
Promosi (Promotion)
Pendekatan promosi yang dapat dilakukan untuk menarik konsumen ada dua jenis, yaitu
periklanan (advertising) dan promosi penjualan (sales promotion). Pada metode periklanan,
kami akan mencetak brosur-brosur yang akan disebar di pusat perbelanjaan, pusat
keramaian, TK dan SD sekitar dan pemasangan iklan melalui surat kabar dan radio,
sedangkan pada metode promosi penjualan, kami akan menawarkan harga khusus untuk
produk yang kami jual agar konsumen tertarik untuk membeli produk kami lagi. Selain itu,
kami juga akan melakukan strategi promosi klasik yaitu word of mouth karena tidak
membutuhkan biaya yang signifikan dan cukup efektif apabila diterapkan pada usaha seperti
ini.

ASPEK TEKNIS DAN OPERASI


Rencana Pendirian/Pengembangan
Evaluasi Lokasi
Lokasi Jasa penitipan anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY" berada
di lokasi yang strategis dan mudah dicari, serta terletak di antara sekolah-sekolah di Kota
Denpasar, yaitu di Jalan Raya Puputan-Renon yang dekat dengan Padu Nanda Playgroup
(Jl. Tukad Unda), Taman Balita Anak Bangsa (Jl. Tukad Pulet), TK Saraswati II (Jl. Moh.
Yamin), dan sekolah-sekolah terdekat lainnya.
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana di Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO
PLAY adalah sebagai berikut:
1. Ruangan anak-anak dengan full AC
2. Diperlukan penataan interior ruangan untuk menciptakan suasana rumahan yang aman
bagi anak-anak, misalnya: ruangan yang bersih, tidak ada dinding yang lembab,
ventilasi udara dan cahaya cukup baik, tidak banyak nyamuk dan serangga, cat dinding
dan perabotan yang tidak beracun, instalasi listrik yang aman, tidak ada
perabotan/furniture yang bersudut tajam, ada toilet untuk anak, wastafel yang mudah
terjangkau, lantai tidak licin.
3. Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan:
4. Tempat tidur anak-anak dan perlengkapan tidur
5. Meja makan dan kursi anak
6. Rak buku, Lemari tempat menyimpan mainan, peralatan makan,
7. Mainan anak-anak seperti puzzle, lego, mainan susun, mainan angka, mainan huruf,
binatang, alat-alat rumah tangga, alat musik, buku cerita, CD/VCD untuk anak.
8. Pengasuh yang cakap dan terlatih untuk mengasuh anak
9. Konsultasi gratis mengenai perkembangan anak langsung dengan pembimbing yang
bersangkutan.

Rencana Pengoperasian Usaha


Proses Operasi Usaha
Waktu beroperasi lembaga pendidikan Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANSBORN TO PLAY dibuka mulai pada pukul 07.00 s.d. 17.00 WITA. Jasa penitipan ini akan
menerima anak dari usia 1 6 tahun. Adapun syarat syarat untuk menitipkan bayi dan
anak yakni (1) menyerahkan fotocopy KTP Suami/istri 1 lembar dan (2) menyerahkan pas
foto suami/istri 3x4 1 lembar.
Biaya yang dikenakan pada jasa penitipan anak dibedakan dengan kategori (1) usia 1-3
tahun Rp 50.000,00 dan (2) usia >3 6 tahun Rp 45.000,00 serta (3) layanan antar jemput
akan dikenakan Ro 10.000,00 per anaknya.
Tata Tertib Peraturan Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO
PLAY
1. Biaya penitipan dibayar dimuka
2. Membawa buah, snack, susu serta botolnya dari rumah
3. Pakaian dan handuk mohon dibawa dalam tas, dan menyediakan satu tas plstik untuk
pakaian kotor
4. TPA tidak menerima bayi /anak yang sakit, terutama sakit menular
5. Bayi /anak akan dimandikan sebelum pulang, kecuali orang tua minta untuk tidak
dimandikan
6. Mohon pengertian orang tua, terkadang ada hal hal tidak diinginkan terjadi diluar
kemampuan petugas TPA
Materi Pembelajaran Jasa Penitipan Anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO
PLAY
Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik
dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini
dibagi dalam 2 kelompok usia.
Materi 1 sampai 3 tahun meliputi:

1) Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)


2) Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)
3) Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)
4) Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
5) Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
6) Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)
Materi untuk anak usia 3 6 tahun meliputi :
1) Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, wawasan pengetahuan,
percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
2) Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan,
geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian,
dan mempresentasikannya.
3) Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan
lingkungan.
4) Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan
yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas
karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu
dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak
mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang
tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar
rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat
atau jauh.
5) Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari,
adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan
musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen
untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah
mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup
melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah
liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan
stempel, dll.

6) Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen,


pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi
yang mewakili.
Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan
penataan lingkungan main, menyediakan bahanbahan main yang terpilih, membangun
interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. Proses pembelajaran
anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. Contoh
sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra
Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, dan Sentra agama.

TATA LETAK USAHA

R. Anak 4-6

R. Anak 13th

R. Tidur
Anak 1-3th

R. Tidur
anak 4-6
th

Ruang
SENI

R.
Administrasi

HALAMAN BERMAIN

ASPEK MANAJEMEN DAN HUKUM


Personalia
Dalam menjalankan bisnisnya, maka THE BACKYARDIGANS-BORN TO
PLAY" membutuhkan beberapa tenaga kerja agar dapat beroperasi. Oleh karena itu
manajemen THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY" telah menyusun suatu
struktur organisasi yang diharapkan dapat menunjang bisnis yang sedang dijalankan.
JABATAN

JUMLAH

PENDIDIKAN

1
1
1
2
1
6
1

TERAKHIR
S1
S1
S1
D3
S1
SMA
SMA

Owner
Manajer Keuangan
Manajer Operasional
Staf Administrasi
Pembimbing
Pengasuh
Sopir
1. Nama Jabatan
: OWNER
Hubungan Organisasi

: Manajer Keuangan, Manajer Operasional dan staf lainnya

Tugas dan Tanggung Jawab :


a. Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut operasional
perusahaan
b. Menyusun anggaran dan program kerja.
c. Melakukan kontrol atas kerja semua karyawan
d. Memegang kendali atas keputusan penting yang bersifat umum atau berkaitan
dengan masalah regulasi.
e. Bertanggung jawab dalam memajukan lembaga
f. Menentukan susunan kebutuhan karyawan harian dan mingguan, melakukan seleksi
calon karyawan, mewawancarai, membuat keputusan
Prasyarat Jabatan :

2.

Memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengambil keputusan

Memiliki jiwa pemimpin


Nama Jabatan

Manajer Keuangan

Hubungan Organisasi

Bertanggung Jawab kepad owner dan koordinasi dengan


manajer operasi,staf administrasi dan staff lainnya.

Tugas dan Tanggung Jawab :


a) Bertanggung jawab terhadap hal-hal yang menyangkut keuangan perusahaan baik
operasional sehari-hari maupun kebutuhan yang bersifat tidak terjadwal
b) Mengatur laporan keuangan harian, mingguan, dan per periode akuntansi
c) Mengontrol biaya produksi dan tenaga kerja
d) Melaporkan secara berkala mengenai penggunaan dan pemasukan dana
e) Mencatat pengadaan dana secara utuh dan tetap pada waktunya
f) Mengelola dana anggaran perusahaan untuk disesuaikan dengan kebutuhan
perusahaan
Prasyarat Jabatan :

Paham tentang masalah keuangan

3. Nama Jabatan
Hubungan Organisasi

Manajer Operasi

: Bertanggung Jawab kepada owner dan koordinasi dengan


Manajer Keuangan, Staf Administrasi dan staf lainnya,

Tugas dan Tanggung Jawab :


a) Melatih dan mengembangkan karyawan agar dapat memenuhi standar lembaga.
b) Mendorong keikutsertaan karyawan untuk mencapai target perusahaan dan rencana
peningkatan
c) Menjadwalkan dan membagi secara adil jam kerja karyawan, dan menjadwalkan
waktu libur karyawan
d) Bertanggung jawab atas hubungan lembaga dengan pihak luar (orang tua,
pemerintah)
e) Bertanggung jawab terhadap sejumlah dokumen-dokumen strategis perusahaan
f) Menjadi humas terhadap segala sesuatu yang telah diputuskan oleh lembaga baik
yang sifatnya internal maupun eksternal
Prasyarat Jabatan :

Paham tentang masalah operasional perusahaan

4. Nama Jabatan
Hubungan Organisasi

: Staf Administrasi
: Bertanggung

Jawab

kepada

Manajer

Keuangan

dan

koordinasi dengan Manajer Operasional


Tugas dan Tanggung Jawab :
a) Mengikuti kebijakan dan prosedur operasional yang ada
b) Membuat laporan transaksi harian yang dikirimkan kepada manajer Keuangan
c) Menyambut dan berinteraksi dengan orang tua anak yang mau menitipkan anaknya.
Prasyarat Jabatan :

Paham tentang masalah administrasi

5. Nama Jabatan
Hubungan Organisasi

: Pengasuh
: Bertanggung jawab kepada owner dan orang tua anak yang di
asuh dan berkoordinasi dengan konsultan

Tugas dan Tanggung Jawab :


a) Mengasuh anak serta menjaga keselamatan serta kebersihan anak yang diasuh.
b) Mengurus keperluan makanan anak yang diasuh dan menjaga pola makan anak.
Prasyarat Jabatan

Paham terhadap pola tumbuh kembang anak serta memiliki rasa penyayang.

6. Nama Jabatan
Hubungan Organisasi

: Pembimbing
: Bertanggung jawab kepada manajer operasional dan owner
dan orang tua anak yang di asuh dan berkoordinasi dengan
konsultan dan staff administrasi dan keuangan

Tugas dan Tanggung Jawab :


a. Memberikan pengajaran sesuai dengan pendidikan anak usia dini khususnya seni,
berhitung, bahasa indonesia dan inggris, pengetahuan alam dan sosial, keterampilan
teknologi.
b. Melatih ketrampilan dan kemampuan motorik anak.
Prasyarat Jabatan

Paham terhadap pola tumbuh kembang anak serta memiliki rasa penyayang.

7. Nama Jabatan
Hubungan Organisasi

: Sopir
: Bertanggung jawab kepada manajer operasional dan owner
dan dan berkoordinasi dengan staff administrasi dan
keuangan

Tugas dan Tanggung Jawab :


a) Melayani antar jemput oleh anak yang akan dititip
Prasyarat Jabatan

Bisa mengemudikan mobil

OWNE
R
MANAJER
KEUANGAN

STAFF &
ADM
KEUANGAN

GARIS
KOMANDO

GARIS
KOORDINASI

MANAJER
OPERASIONA
L

PENGASU
H

SOPIR

PEMBIMBI
NG

Legalitas Usaha
Jenis Usaha, Bentuk Perusahaan, Ketentuan Perizinan
Jenis usaha yang akan penyusun pelajari kelayakannya adalah perusahaan jasa yang
bergerak dalam bidang pendidikan anak usia dini non formal. Bentuk perusahaannya adalah
usaha perseorangan. Meskipun begitu, ke depan usaha ini bisa saja menjadi persekutuan.
Dasar hukum pemberian Izin Operasional PAUD Non Formal berdasarkan Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional.
Persyaratan Pemohon antara lain :
2. Surat Permohonan
3. Proposal (Latar belakang, Tujuan, Sasaran)
4. Surat keterangan dari desa setempat
5. Surat rekomendasi dari Kacab Disdik
6. Profil lembaga
7. Struktur organisasi penyelenggara
8. Ada orang yang bertanggung jawab sebagai penyelenggara/ pengelola
9. Ada anak yang akan dilayani
10. Ada orang yang akan mendidik
11. Ada tempat yang akan digunakan (tidak perlu bagus, yang penting aman bagi anak) dan
ada sarana untuk bermain
12. Ada program pembelajaran yang jelas (misalnya : kelompok bermain, TPA, atau satuan
PAUD sejenis lainnya)
13. Ada Menu Pembelajaran (kurikulum) yang jelas

14. Untuk TPA, ada beberapa persyaratan tambahan, seperti ada pengasuh/ perawat yang
bertanggung jawab untuk layanan perawatan (termasuk gizi dan kesehatan), penjaga,
toilet, dan tempat untuk istirahat/ tidur anak)
Mekanisme Pengajuan
1. Mengajukan berkas permohonan di loket pelayanan
2. Pemeriksaan berkas (lengkap)
3. Survey ke lapangan (apabila perlu)
4. Penetapan SKRD
5. Proses Izin
6. Pembayaran di Kasir
7. Penyerahan Izin
Lama Penyelesaian : 15 hari
Biaya Perizinan : Rp. Hasil Proses : Keputusan Bupati/Walikota

Pelaksana Usaha
Jasa penitipan anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY ini dikelola oleh pihak
yang bersangkutan yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan saat ini bertempat
tinggal di Desa Tanjung Bungkak kota Denpasar. Yang bersangkutan tidak pernah terkena

masalah hukum, baik melakukan gugatan, maupun digugat.

Tempat Pelaksanaan Usaha


Jasa penitipan anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY ini berlokasi di Jalan
Raya Puputan-Renon dengan menyewa sebuah gedung yang nantinya berisikan paling tidak
2 kamar utama untuk menempatkan anak-anak dengan luasnya kebun yang memudahkan
anak-anak tersebut bermain.

ASPEK KEUANGAN
Kebutuhan Dana Investasi
a). Investasi Harta Tetap (Modal Tetap)

b). Modal Kerja


Dengan memperkirakan bahwa jumlah ruangan untuk menampung anak adalah 2 kamar dan
1 ruangan untuk bagian administrasi, maka dapat diperkirakan modal kerja yang dibutuhkan
sebagai berikut :

Total Kebutuhan Dana Keseluruhan:


1. Harta Tetap

: Rp.

68.115.000,00

2. Modal Kerja

: Rp.

9.000.000,00

TOTAL

: Rp. 77.115.000,00

Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana


Modal Sendiri
Pemilik menanamkan uangnya sebesar Rp 77.115.000,00 sebagai modal awal.
Diasumsikan 100% modal sendiri.
JUMLAH RENCANA MODAL USAHA
Modal Kerja Kotor + Harta Tetap Utang = Modal usaha
Rp 6.000.000,00 + Rp 68.115.000,00 Rp 0 = Rp 77.115.000,00

Rencana Neraca Perusahaan saat memulai Usaha


HARTA
Harta lancar
Rp. 9.000.000,00
Harta tetap
Rp 68.115.000,00
Jumlah Harta Rp. 77.115.000,00

N
O

UTANG dan MODAL


Jumlah Utang
0
Jumlah Modal
Rp. 77.115.000,00
Jumlah Utang dan Modal Rp. 77.115.000,00

RENCANA BIAYA LANGSUNG


(Untuk mencapai penjualan selama 6 bulan yang direncanakan, maka anda harus
mengeluarkan biaya yang sifatnya langsung berkaitan dengan penjualan tersebut)
URAIAN
Rp

BIAYA PERLENGKAPAN USAHA (Rp 1.000.000,00/bulan)

Rp 6.000.000,00

BIAYA MAKANAN (Rp 2.500,00 x 17 orang x 26 hari)/bulan

Rp 6.630.000,00

BIAYA PEMAKAIAN LISTRIK DAN AIR (Rp 260.000,00 x 6 bulan)

Rp 1.560.000,00

BIAYA PEMAKAIAN TELEPON (Rp 162.000,00 x 6 bulan)


JUMLAH BIAYA LANGSUNG

N
O

Rp 972.000,00
Rp 15.162.000,00

RENCANA BIAYA TIDAK LANGSUNG


(Untuk mencapai penjualan selama 6 bulan yang direncanakan, maka anda harus
mengeluarkan biaya yang sifatnya tak langsung berkaitan dengan penjualan tersebut)
URAIAN
Rp

BIAYA GAJI PEMILIKI (1 ORG x RP 2.000.000,00/bulan)

Rp 12.000.000,00

BIAYA GAJI MANAJER (2 ORG X Rp 1.300.000,00/bulan)

Rp 15.600.000,00

BIAYA GAJI STAFF ADMINISTRASI (2 ORG X Rp 575.000,00/bulan)

BIAYA BEBAN TETAP LISTRIK DAN AIR (Rp 40.000,00/bulan)

Rp 240.000,00

BIAYA TELEPON (Rp 38.000,00/bulan)

Rp 228.000,00

BIAYA PEMASARAN (Rp 200.000,00/bulan)

BIAYA SEWA GEDUNG (Rp 2.500.000,00/bulan)

BIAYA PENYUSUTAN HARTA TETAP

BIAYA GAJI PENGASUH (6 ORG x RP 1.250.000,00/bulan)

Rp 45.000.000,00

10

BIAYA GAJI PEMBIMBING (1 ORG X Rp 2.000.000,00/bulan)

Rp 12.000.000,00

11

BIAYA GAJI SOPIR (1 ORG X Rp 800.000,00/bulan)

Rp 4.800.000,00

12

BIAYA KONSULTASI DOKTER (Rp 200.000,00/2kali


pertemuan/bulan)

Rp 1.200.000,00

13

BIAYA KONSULTASI PSIKOLOGI (Rp 200.000,00/2kali

Rp 1.200.000,00

Rp 6.900.000,00

Rp 1.200.000,00
Rp 15.000.000,00
Rp 5.187.500,00

pertemuan/bulan)
JUMLAH BIAYA TIDAK LANGSUNG

Rp 120.555.500,00

PROYEKSI PERHITUNGAN RUGI LABA


SELAMA 6 BULAN PERTAMA DARI USAHA THE BACKYARDIGANS-BORN TO

PLAY
N
O

URAIAN

Rp

PENGHASILAN TUNAI

BIAYA-BIAYA LANGSUNG SELAMA 6 BULAN

BIAYA-BIAYA TAK LANGSUNG SELAMA 6 BULAN

Rp 120.555.500,00

JUMLAH BIAYA LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG

Rp135.717.500,00

LABA BERSIH YANG DICAPAI SELAMA 6 BULAN PERTAMA


(1-4)

Rp 136.500.000,00
Rp 15.162.000,00

Rp 782.500,00

Evaluasi Kelayakan Usaha


A. TINGKAT PENGEMBALIAN MODAL
TINGKAT PENGEMBALIAN MODAL = (LABA BERSIH : JUMLAH HARTA
TOTAL) X 100%
= (Rp 782.500,00 : Rp 77.115.000,00) x 100% = 1,02 %
B. TITIK IMPAS
1. Biaya Tetap per Bulan
c. Biaya Gaji Pemilik (1 org x Rp 2.000.000,00 x 6 bulan)

Rp 12.000.000,00

d. Biaya Gaji Manajer (2 org x Rp 1.300.000,00 x 6 bulan)


Rp 15.600.000,00
e. Biaya Gaji Staff Administrasi (2 org x Rp 575.000,00 x 6 bln)Rp 6.900.000,00
f. Biaya Beban Tetap Listrik dan Air (Rp 40.000,00 x 6 bulan) Rp
240.000,00
g. Biaya Beban Tetap Telepon (Rp 38.000,00 x 6 bulan)
Rp
228.000,00
h. Biaya Pemasaran (Rp 200.000,00 x 6 bulan)
Rp 1.200.000,00
i. Biaya Sewa Gedung (Rp 2.500.000,00 x 6 bulan)
Rp 15.000.000,00
j. Biaya Penyusutan Harta Tetap
Rp 5.187.500,00
k. Biaya Gaji Pengasuh (6 org x Rp 1.250.000,00 x 6 bulan) Rp 45.000.000,00
l. Biaya Gaji Sopir (1 org x Rp 800.000,00 x 6 bulan)
Rp 4.800.000,00
m. Biaya Gaji Pembimbing (1 org x Rp 2.000.000,00 x 6 bulan) Rp 12.000.000,00
n. Biaya Konsultasi Dokter (Rp 200.000,00 x 6 bulan)
Rp 1.200.000,00
o. Biaya Konsultasi Psikologi (Rp 200.000,00 x 6 bulan)
Rp 1.200.000,00
Jumlah Biaya Tetap Total
Rp 120.555.500,00

2. Biaya Variabel per Unit


a. Biaya Perlengkapan Usaha (Rp 1.000.000,00 x 6 bulan)
Rp
b. Biaya Makanan (Rp 2.500,00 x 17 orang x 26 hari x 6 bulan)Rp
c. Biaya Pemakaian Listrik dan Air (Rp 260.000,00 x 6 bulan) Rp
d. Biaya Pemakaian Telepon (Rp 162.000,00 x 6 bulan)
Rp

6.000.000,00
6.630.000,00
1.560.000,00
972.000,00

Jumlah Biaya Variabel Total


Rp 15.162.000,00
Rata-rata jumlah orang jasa yang dijual per bulan (17 org x 26 hari)
442 orang
Biaya variabel per unit
Rp
34.303,00
3. Perhitungan BEP
Margin laba per orang
- Untuk usia (1-3 tahun) = Rp 50.000,00 Rp 34.303,00
Rp
15.697,00
Titik impas = (Biaya tetap total : Margin laba per orang) = Rp 61.668.500,00 : Rp
15.697,00

Titik impas = 3.928 orang

- Untuk usia (>3 6 tahun) = Rp 45.000,00 Rp 34.303,00 Rp


10.697,00
Titik impas = (Biaya tetap total : Margin laba per orang) = Rp 58.887.500,00 : Rp
10.697,00
Titik impas = 5.505 orang
C. ALIRAN KAS SELAMA 5 TAHUN PERTAMA

Proyeksi Pendapatan Anak Balita (1-3 tahun)

Proyeksi Pendapatan dengan skala usia (>3 6 tahun)

Proyeksi Pendapatan Layanan Antar Jemput

Proyeksi Pendapatan Total Per 6 Bulan

BIAYA PENYUSUTAN SELAMA 1 TAHUN

PERHITUNGAN LABA RUGI SELAMA 5 TAHUN PERTAMA

Keterangan:
1. Metode penyusutan yang digunakan adalah metode garis lurus tanpa nilai sisa
2. Biaya tetap diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 10% tiap tahunnya
3. Biaya variabel diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 10% tiap tahunnya dengan
diperhitungkan kenaikan biaya makanan berdasarkan jumlah anak yang dititip
4. Tarif pajak yang digunakan adalah :
- < Rp 50.000.000

10%

- Rp 50.000.000-Rp 100.000.000

15%

- > Rp 100.000.000

30%

Taksiran Aliran Kas


Aliran Kas Permulaan (Initial Cash Flow) = Rp. 77.115.000,00
Terminal Cash Flow

= modal kerja + nilai sisa


= Rp. 9.000.000,00 + Rp.0
= Rp. 9.000.000,00

Aliran Kas Operasional (Operational Cash Flow):


Proceeds = EAT + Penyusutan

C. Payback Period
KETERANGAN

JUMLAH

INVESTASI AWAL

(Rp 77.115.000,00)

ALIRAN KAS TAHUN KE-1

Rp 11.783.500,00

ALIRAN KAS TAHUN KE-2

Rp 29.957.200,00

ALIRAN KAS TAHUN KE-3

Rp 51.663.256,00

ALIRAN KAS TAHUN KE-4

Rp 46.296.011,00

ALIRAN KAS TAHUN KE-5

Rp 53.488.889,00

Investasi

Rp.

77.115.000,00

Proceeds th I

Rp.

11.783.500,00

Sisa investasi th II Rp.

65.331.500,00

Proceeds th II

Rp.

29.957.200,00

Sisa investasi th III Rp.

35.374.300,00

Waktu yang diperlukan untuk menutupi kekurangan investasi:


Rp. 35.374.300,00 X 12 bulan = 8,22
`

Rp. 51.663.256,00

bulan

Jadi, waktu yang diperlukan untuk melakukan investasi pada jasa Kiddy care adalah
selama 2 tahun 8,22 bulan.

D. Net Present Value


(Tingkat Biaya Modal sebesar 12%)

Oleh karena usaha Jasa THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY ini


memiliki net present value yang positif. Ini berarti bahwa usaha ini akan memberikan
tambahan keuntungan riil sebesar Rp. 33.192.275,69.
E. Profitability Indeks
PI =

PV dari Proceeds
PV Outlays

PI =

Rp. 110.307.275,69
Rp. 77.115.000,00

PI =

1,43
Oleh karena PI = 1,43 dimana PI > 1, ini berarti bahwa jasa THE

BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY dapat diterima.


F. Internal Rate of Return (IRR)

IRR r1
IRR

0,18

NPV1
NPV1 NPV2

( r2 r1 )

33.192.275,69
33.192.275,69 1.647.311,82

(0,33 0,18)

IRR
IRR

0,18

0,953 (0,15)

32,3%

Karena IRR= 32,2% lebih besar dari pada tingkat bunga yang diisyaratkan sebesar 18%
maka investasi dapat diterima.
Berdasarkan hasil analisis investasi dengan menggunakan metode payback
periode, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Profitability Indeks, maka bisa
disimpulkan bahwa THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY menguntungkan,
dikatakan demikian karena:
1. Payback period-nya 2 tahun 8,22 bulan dimana lebih pendek dari umur ekonomis proyek
investasi yaitu selama 5 tahun. Hal ini berarti bahwa dana yang diinvestasikan pada
proyek ini sudah dapat diperoleh lagi dalam 2 tahun 8,22 bulan.
2. Net Present Value bernilai positif yaitu sebesar Rp. 33.192.275,69. Ini berarti bahwa
usaha ini akan memberikan tambahan keuntungan riil sebesar Rp. 33.192.275,69
3. Profitability Index lebih besar dari 1 (satu) yaitu sebesar 1,430
4. Internal Rate of Return (IRR) proyek investasi ini sebesar 32,3 % dimana lebih besar dari
cost of capital sebesar 18%.

ASPEK SOSIAL EKONOMI


Penyerapan Tenaga Kerja
Usaha ini membutuhkan tenaga kerja berupa manajer keuangan, manajer operasional, staff
administrasi dan keuangan, pengasuh dan pembimbing. Sehingga dalam perkembangannya,
jasa penitipan anak THE BACKYARDIGANS-BORN TO PLAY ini mampu menyerap
tenaga kerja dari lokal. Jasa penitipan anak ini membutuhkan pekerja dengan kriteria mulai
lulusan SMA sampai dengan S1 yang akan memberikan peluang besar bagi para pelamar
pekerjaan.

Dampak Terhadap Lingkungan Masyarakat


Sebagai suatu jasa penitipan anak yang notabene pendidikan anak usia dini non formal ini
tentunya akan mengedepankan pendidikan yang nantinya walaupun memberikan fasilitas
pelayanan jasa penitipan anak namun dari segi pendidikan anak pun tidak terbengkalai.
Selain itu akan ada lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat, peningkatan kehidupan
ekonomi bagi masyarakat sekitar.

PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan studi kelayakan yang diambil dari masing-masing aspek, dapat ditarik suatu
kesimpulan sebagai berikut:
a. Aspek hukum, organisasi/manajemen
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, dalam aspek ini pengembangan jasa
penitipan anak ini dinyatakan layak karena telah memiliki unsur-unsur untuk mendirikan
suatu organisasi, dengan manajemen yang juga sudah jelas.
b. Aspek pemasaran
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, dalam aspek ini pengembangan
lembaga ini dinyatakan layak karena peluang pasar dan permintaan masyarakat akan jasa
penitipan anak ini diramal semakin banyak di masa mendatang, dan strategi yang
digunakan akan mampu bersaing dengan pesaing-pesaingnya.
c. Aspek teknis dan operasi
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, dalam aspek ini pengembangan jasa
penitipan anak ini dinyatakan layak, karena semua peralatan dan perlengkapan guna
pengembangan lembaga ini mudah diperoleh dan dijangkau.
d. Aspek keuangan
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, dalam aspek ini pengembangan jasa
penitipan anak ini dinyatakan layak, karena nilai NPV yang positif, dan IRR lebih besar
dari pada diskon faktor yang digunakan (18%). Selain itu modal yang dikeluarkan juga
dapat kembali dalam waktu yang relatif singkat, yaitu 2 tahun 8,22 bulan.
e. Aspek Sosial Ekonomi
Berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, dalam aspek ini pengembangan jasa
penitipan anak ini dinyatakan layak, karena telah memenuhi persyaratan dalam
mendirikan lembaga organisasi.