Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

ANEMIA

DISUSUN OLEH :
YULI ISNANIYAH

PRODI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS WIRARAJA
SUMENEP
2015

DAFTAR ISI

BAB I................................................................................................
A.

Definisi....................................................................................

B.

Gejala Anemia Gejala-............................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................

BAB I

A. Definisi
Secara umum, dapat di ketahui bahwa terjadinya anemia dapat disebabkan
oleh turunnya hemoglobin di bawah normal. Sebagaimana kita ketahui bahwa
darah orang normal mengandung 13-16 g hemoglobin (Hb)/100 cc (13-16 g %).
Karena semua Hb ini terdapat didalam eritrosit, maka apabila konsentrasi Hb
turun dibawah nilai normal, secara otomatis akan menimbulkan anemia.
Walaupun begitu, umur dan jenis kelamin juga dapat mempengaruhi terhadap
nilai normal Hb. Jadi, perlu bagi kita untuk mengetahui tingkat umur dan jenis
kelamin.
Mari kita perhatikan apa sebenarnya yang menimbulkan anemia, bentuk
gejala-gejala anemia, dan bagaimana kita mendiagnosisnya.
Secara umum eritrosit di bentuk didalam sumsum tulang dari ruas tulang
belakang, trokanter femur, dan pada tulang-tulang gapeng manusia. Ssel-sel
eritrosit ini kemudian mengalami pematangan didalam sumsum tulang dalam
kurun waktu tertentu. Hemoglobin kemudian dibentuk didalam protoplasma
normoblas. Normoblas adalah nama lain dari inti setelah terbentuk hemoglobin,
inti sel akan menhilang dan sesudahnya akan ditransportasikan ke peredaran
darah. Di dalam darah, eretrosit akan hidup kira-kira 120 hari, kemudian akan
dirusak di limpa, dimana zat besi dari hemoglobin di kembalikan keperedaran
darah, sedangkan gugus hem akan di pecah menjadi pigmen empedu, pigmen
empedu kemudian diekskresi kedalam empedu dan dibuang melalui feses.

B. Gejala Gejala Anemia


Ada beberapa gejala dari penyakit anemia ini, diantaranya penderita menjadi
sangat lelah, sakit kepala, penglihatan menjadi berkunang-kunang dan
munculnya gejala jantungserta paru-paru.
Dari beberapa gejala anemia tersebut, gejala yang paling penting adalah gejala
penyakit jantung dan paru-paru. Darah dengan konsetrasi Hb yang rendah, harus
beredar dalam sirkulasi lebih sering dari biasanya. Apabila kadar Hb 15g% maka
pada keadaan istirahat, curah jantung 5 permenit sudah cukup. Jika kadar Hb
turun menjadi 5 g%, curah jantung yang dibutuhkan adalah 15 permenit untuk
mencukupi kebutuhan oksigen yang sama untuk jaringan.
Perlu kita ketahui bahwa jaringan memerlukan O2 lebih banyak dari pada yang
dapat disediakan oleh darah. Pada jaringan yang mengalami hipoksia, CO2 dan
asam laktat tertimbun. Asidosis setempat ini akan menyebabkan dilatasi arteriol.
Dampaknya tahanan arteri perifer akan turun secara otomatis, kemudian aliran
darah pada jantung akan bertambah, namun pada waktu yang bersmaan, tekanan
darah pada arteri akan turun. Jika ini terjadi maka reflex dari sinus karotikus
akan segera bekerja dan medulla dari kelenjar adrenal akan dirangsang untuk
mensekresi katekolamin. Hal inilah yang akan menyebabkan denyut jantung
menjadi kuat dan lebih cepat maka penderita akan merasa berdebar-debar
(palpitasi) seperti nafas orang yang selesai berlari.
Pada waktu yang bersamaan, darah akan lebih banyak kembali kejantung dari
sbelumnya. Berdasarkan pada teori hokum straling, hal ini akan meninggikan
curah jantung. Jika curah jantung yang maksimum telah tercapai, pengisian

jantung, lebih lanjut akan menyebabkan curah jantung menjadi makin rendah,
ditambah lagi pada anemia terdapat digenerasi lemak pada miokardium yang
melemahkan fungsi jantung secara optimal.
Saat pengisian merupakan proses yang amat perlu perlu diperhatikan, karena
memiliki dampak serius, jika pengisiannya berlebihan, sirkulasi pulmunal pasti
akan terjadi, sehingga menyebabkan dispne. Awalnya, memang pada waktu
bekerja, akan tetapi kemudian pada waktu istirahatpun dispne juga akan terjadi.
Penanganan atas penderita anemia berat haruslah cepat agar tidak berdampak
fatal. Sebab, penderita ini telah mengalami gagal jantung.
Beberapa hal yang tampak pada penderita saat mengalami anemi
1.
2.
3.
4.
5.

Penderita tampak pucat, terutama pada telapak tangan dan lidah.


Nadi penderita terasa cepat dan denyut nadi biasanya juga keras.
Tekanan darah penderita normal, tetapi tekanan diastolic rendah.
Dispne yang diderita biasanya berat.
Pada auskultasi biasanya ditemukan mendengung(humbing) yang terus
menerus pada vena-vena di leher, atas klavikula.

Jantung akan mengalami bunyi yang amat keras (bising sistolik) terutama
pada daerah aorta dan aorta pulmunalis. Hal ini disebabkan oleh aliran yang
cepat, sehingga menimbulkan efek turbulensi. Pada kondisi seperti
ini,pemeriksaan laboratorium akan menemukan bahwa konsentrasi Hb rendah.

Penderita kronis masih akan mampu bertahan dari pada penderita anemia akut,
karena akan terjadi adaptasi biokimia dari eritrosit. Pada eritrosit, zat 2-3 DPG
(disfosfoglyserat) akan selalu ditemukan. Pada anemia kronis konsentrasinya

akan meninggi secara otomatis , sehingga sel-sel yang mengalami anemia akan
bekerja lebih efisien sebagai pembawa oksigen dari pada eritrosit.

DAFTAR PUSTAKA