Anda di halaman 1dari 4

PERAN PRODUSEN DAN KONSUMEN

Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara tidak dapat lepas dari peran konsumen dan
peran produsen, karena kedua pihak tersebut saling berhubungan satu sama lain. Konsumen atau
rumah tangga konsumsi menyediakan faktorfaktor produksi yang ditujukan kepada produsen.
Adapun produsen atau rumah tangga produksi meminta faktor produksi tersebut untuk
dikombinasikan, sehingga menghasilkan barang atau jasa.
1. Peran Konsumen
Pihak konsumen dalam melakukan kegiatan ekonomi bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya,
sehingga peran konsumen di antaranya sebagai berikut.
a. Sebagai pemakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen.
b. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan pengusaha).
c. Dapat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka melindungi konsumen.
d. Memperlancar peredaran atau perputaran barang dan jasa.
e. Dapat menaikkan harga faktor-faktor produksi, seperti harga sewa, upah, bunga, dan laba.
2. Peran Produsen
Pihak produsen dalam melakukan kegiatan ekonomi bertujuan untuk menghasilkan barang atau
jasa yang akan dijual kepada konsumen. Peran produsen dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Sebagai penghasil barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
b. Sebagai pemakai atau pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh konsumen.
c. Dapat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan produksinya.
d. Memperlancar penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen.
e. Dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan meningkatkan
kemakmuran bangsa.
f. Sebagai pihak yang dapat meningkatkan inovasi-inovasi di bidang produksi barang atau jasa.
g. Melakukan pembayaran faktor-faktor produksi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Pada umumnya pelaku kegiatan ekonomi terdiri atas rumah tangga konsumen (RTK), rumah
tangga produsen (RTP), pemerintah dan masyarakat luar negeri. pelaku ekonomi sebagai subjek
yang menjalankan kegiatan ekonomi, mempunyai peran yang berbeda satu sama lain. Dari
perbedaan peran itu menimbulkan hubungan atau interakasi satu dengan lainnya. Lalu apa saja
peran mereka dalam perekonomian?
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen adalah individu atau kelompok manusia yang mengkonsumsi barang
dan jasa yang dihasilkan oleh produsen. Rumah Tangga Konsumen (RTK) atau biasa disebut
rumah tangga merupakan sebuah keluarga yang terdiri atas suami, istri dan anak serta anggota

keluarga lainnya, yang setiap hari melakukan kegiatan ekonomi guna memenuhi kebutuhan
keluarga. Pada dasarnya kita adalah konsumen yang setiap hari mulai dari bangun tidur sampai
dengan tidur lagi bahkan ketika sedang tidur pun melakukan kegiatan konsumsi. Makan, mandi,
berpakaian, bekerja, dan semua aktivitas kita pada dasarnya adalah konsumsi.
Kelompok rumah tangga konsumen berperan melakukan kegiatan sebagai berikut.
1. Menyediakan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan skill) dan
menjualnya kepada Rumah Tangga Produksi.
2. Memperoleh imbalan (kompensasi) atas faktor produksi yang telah diberikan. Imbalan
tersebut berupa upah/gaji dari menjual tenaga, sewa dari penyewaan tanah atau gedung,
bunga dari hasil jasa modal, dan laba atau keuntungan dari keahlian untuk menghimpun
usaha.
3. Bertindak mengkonsumsi (membeli) barang dan jasa.
4. Membayar pajak kepada pemerintah.
5. Membelanjakan penghasilan untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan produsen.
2.
Rumah
Tangga
Perusahaan
(RTP)
Rumah tangga perusahaan (RTP) adalah rumah tangga ekonomi yang melakukan kegiatan
produksi barang dan jasa dalam hal ini perusahaan sebagai produsen. Kegiatannya tersebut
dilakukan dengan menggunakan faktor-faktor produksi dari rumah tangga konsumen.
Faktor
produksi
tersebut
terdiri
dari:
a.
Sumber
daya
alam
Sumber daya alam, seperti tanah dan hasil-hasil dari tanah. Tanah merupakan tempat
dilakukannya
usaha.
Bahan
baku
produksi
pun
berasal
dari
tanah.
b.
Sumber
daya
manusia
Seperti halnya tanah, manusia merupakan faktor produksi asli. Manusia berperan sebagai tenaga
kerja dalam berbagai tingkatan. Mulai dari pimpinan puncak sampai tenaga pesuruh, manusia
sangat
menentukan
baik-buruknya
hasil
produksi.
c.
Sumber
daya
modal
Modal dengan berbagai bentuk dan sumbernya, juga menentukan keberhasilan suatu produksi.
Mesin-mesin dan uang yang diperoleh dari pemilik atau pinjaman dan hibah pihak lain, sangat
berguna
untuk
menghasilkan
barang/jasa.
d.
Kewirausahaan
(skill)
Kewirausahaan atau keahlian dalam mengelola usaha sangat erat dengan penggunaan faktorfaktor produksi lainnya. Jiwa wirausaha dan keahlian dalam mengelola usaha yang dimiliki
setiap individu dalam proses produksi sangat menunjang keberhasilan dalam menghasilkan
barang
dalam
segi
kuantitas
dan
kualitas.
Peran rumah tangga perusahaan pada umumnya dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut.

1. Perusahaan menjual hasil produksinya kepada rumah tangga konsumen, rumah tangga
pemerintah, dan masyarakat luar negeri.
2. Membayar kompensasi/balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi berupa
upah/gaji, sewa, bunga, dan keuntungan atau laba.
3. Memproduksi barang dan jasa yang diperoleh dari faktor-faktor produksi.
4. Berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah.
3.
Rumah
Tangga
Pemerintah
(RTG)
Pasal 33 UUD 1945 ayat (2) berbunyi: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Berdasarkan isi pasal tersebut,
berarti di negara kita, selain swasta, pemerintah pun boleh melakukan kegiatan ekonomi,
terutama pada bidang-bidang yang penting bagi kehidupan masyarakat banyak, seperti listrik, air,
telekomunikasi dan pertambangan. Pelaksanaan dari pasal di atas, maka keluarlah Instruksi
Presiden No. 7 tahun 1967 yang membagi perusahaan negara menjadi tiga bentuk, yaitu:
a.
perusahaan
jawatan
(Perjan);
b.
perusahaan
umum
(Perum);
dan
c.
perusahaan
perseroan
(Persero).
Di setiap negara sekalipun negara tersebut menggunakan sistem ekonomi liberal seperti negara
Amerika Serikat, peran pemerintah masih ada dengan melakukan berbagai campur tangan
terhadap perekonomian dalam negeri. Begitu juga dengan Indonesia, pemerintah yang ada baik
pemerintah pusat maupun daerah, berperan penting dalam kegiatan perekonoman di Indonesia di
antaranya.
1. Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah.
Mengadakan pengeluaran pemerintah dengan membeli barang dan jasa dengan tujuan
meningkatkan fasilitas untuk kepentingan umum/publik. Estimasi anggaran dan belanja
negara sering kita sebut sebagai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Contohnya anggaran yang digunakan menggaji para pegawai negeri, pengaspalan jalan,
dan membuat jembatan.
2. Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dengan melakukan
produksi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Contohnya : di
Indonesia Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menyediakan listrik kepada
masyarakat.
3. Menciptakan iklim yang kondusif dan sehat bagi dunia usaha dengan melakukan
bimbingan, pengarahan, pengaturan dan pengawasan dengan membuat peraturan/
perundang-undangan bersama dengan DPR yang berhubungan dengan perekonomian
nasional. Contohnya undang-undang anti trust (monopoli) dan undang-undang eksporimpor.

4. Menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan-kebijakan ekonomi. Contohnya adalah


pada tahun 2005 pemerintah Indonesia menerapkan beberapa kebijakan yaitu, kebijakan
moneter dengan mengurangi subsidi terhadap BBM dan menetapkan harga BBM khusus
untuk Industri. Sedangkan dana yang digunakan untuk subsidi BBM sebelumnya,
digunakan pemerintah untuk memberikan dana kompensasi kepada warga miskin
sehingga pemerataan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.
4.
Masyarakat
Luar
Negeri
Masyarakat luar negeri adalah masyarakat negara lain. Kita ketahui bersama bahwa tidak ada
negara di dunia ini dapat mencukupi kebutuhannya sendiri. Keterlibatan perekonomian negara
lain bertujuan untuk mencapai sasaran pembangunan dan pertumbuhan ekonomi sehingga suatu
negara akan melakukan kerjasama dengan negara lain, baik di dalam satu kawasan maupun di
kawasan internasional. Kita ketahui bersama bahwa tidak semua negara mempunyai sumber daya
alam dan juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Solusi dari ketimpangan
masing-masing negara adalah dengan melakukan pertukaran. Pertukaran antara negara disebut
sebagai perdagangan luar negeri (ekspor- impor). Contohnya adalah negara Indonesia menjual
barang komoditas yang diekspor berupa kelapa sawit kepada Cina, sebaliknya Indonesia
mengimpor barang komoditas motor dari Cina. Selain itu peran masyarakat luar negeri adalah
melakukan investasi pada perusahaan yang mengeluarkan obligasi, saham, maupun sekuritas
lain,
sehingga
perusahaan
tersebut
dapat
melaksanakan
kegiatan
produksi.
Hubungan kerjasama dengan luar negeri dalam bidang ekonomi
a. Perdagangan (Ekspor ke luar negeri dan Impor ke
b. Kerjasama Regional (satu kawasan) seperti:

dapat berupa:
dalam negeri)

1. ASEAN (Association of South East Asian Nation) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara.
2. AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.
3. Proyek SIJORI (Singapura, Johor dan Riau).
4. EEC (Europe Economy Community) atau Masyarakat Ekonomi Eropa.
c. Kerjasama Multilateral (dari berbagai kawasan), seperti IMF (International Monetary Fund =
Dana
Moneter
Internasional),
World
Bank
(Bank
Dunia).
Bentuk-bentuk kerjasama antarnegara selain ekspor dan impor, dapat juga berupa pertukaran
tenaga kerja, kerjasama teknologi dan pertukaran tenaga ahli. Kegiatan yang dilakukan rumah
tangga masyarakat luar negeri adalah penyedia atau penjual barang-barang impor, pembeli
barang-barang hasil produksi dalam negeri, dan penyedia modal atau tenaga ahli.