Anda di halaman 1dari 17

Manfaat khusus yang dapat diperoleh yaitu :

Memberikan gambaran spatial (tata ruang) secara detail dan akurat

terhadap lokasi-lokasi yang memiliki kemampuan untuk terkena bencana alam


khususnya yang disebabkan oleh kenaikan tinggi permukaan air laut ataupun
gelombang pasang untuk keperluan kajian dan analisis berbagai potensi yang
ada di wilayah pesisir.
Memberikan prediksi-prediksi tentang waktu dan frekuensi kedatangan

gelombang pasang, sehingga melalui prediksi tersebut dapat dilakukan


tindakan-tindakan pencegahan dengan dukungan sumber daya alam dan
ekplorasi manusia di wilayah tersebut.
Prediksi tentang bahaya bencana alam yang diakibatkan oleh air,

terutama tsunami.
Membuat perencanaan dan langkah konkrit untuk merestorasi ulang
kemampuan daya dukung lingkungan yang sudah merosot seperti gerakan
penghijauan, khususnya di daerah aliran sungai untuk memperbaiki struktur
dan tekstur tanah dan kelangsungan pasokan sumber air dan cadangan air
tanah tetap terpenuhi untuk masyarakat di wilayah tersebut.

Manfaat umum yang dapat diperoleh yaitu :

Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan perencanaan

pembangunan daerah, khususnya yang terkait dengan tata ruang (landscape)


dan tata guna lahan (landuse) di wilayah byang dikaji. Dalam hal ini instansi
pemerintah daerah yang sangat terkait adalah BAPPEDA dan KIMPRASDA
khususnya dalam pembuatan masterplan arah dan siteplanpembangunan
kawasan.
Bagi Dinas Kehutanan Peta ini sangat bermanfaat dalam penentuan arah

kebijakan dalam mencanangkan gerakan reboisasi dan restorasi lahan-lahan


kritis, khususnya di daerah dengan tingkat elevasi yang tinggi agar erosi dan
bahaya longsor dapat diatasi dengan tepat.
Untuk Dinas Pengairan Dan Perusahaan Air Minum Daerah peta ini sangat

menunjang dalam perencanaan dan penataan ketersediaan air tanah dan


mengontrol debit air tanah dan resapan agar kebutuhan air untuk air minum
dan pertanian/perikanan dapat tercukupi dengan baik.
Membantu dalam pengalokasian proyek-proyek daerah agar tepat pada

sasarannya, tidak hanya memperhatikan data numerik saja (angka-angka)


tetapi lebih ditunjang oleh data spasial.
Monitoring dan evaluasi pembangunan dengan tetap memperhatikan peta
liputan lahan setiap saat serta perubahan yang lahan yang terjadi, sehingga
dengan demikian secara umum dalam setiap langkah kebijakan yang diambil
oleh pemerintah senantiasa memperhatikan AMDAL terlebih dahulu.

Fungsi Pembuatan Peta


a. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif ( letak suatu tempat dalam hubungannya dengan
tempat lain ) di permukaan bumi
b. Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk
benua dan gunung) sehingga dimensi terlihat dari peta.
c. Menyajikan data tentang potensi suatu daeah.
d. Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di
atas permukaan bumi.

Peta merupakan gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi dalam bidang datar dengan
menggunakan skala dan sistem proyeksi tertentu. Peta memberikan informasi mengenai
unsur-unsur alam dan buatan di permukaan bumi, Oleh karena itu peta sangat berguna bagi
kehidupan manusia karena semua aktivitas manusia berhubungan dengan permukaan bumi.
Penggunaan peta bergantung pada jenis petanya sehingga informasi yang didapat berbedabeda. Banyak yang mengatakan bahwa A map is worth a thousand words. Mendapatkan
informasi dari suatu peta diperlukan pengetahuan mengenai peta, agar informasi yang
didapatkan benar adanya.

Fungsi Peta

Peta memiliki beberapa fungsi di antaranya:


Menunjukkan posisi atau lokasi relatif suatu tempat dari suatu tempat lainnya.
Menunjukkan ukuran dalam pengertian jarak dan arah.
Menunjukkan bentuk dari unsur-unsur permukaan bumi yang disajikan.
Menghimpun unsur-unsur permukaan bumi tertentu dalam suatu bentuk penegasan.

Jenis jenis Peta dan Fungsinya


Advertisement

Pada awal abad ke-2 (87M -150M), Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenaipentingnya peta.
Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberinama Atlas Ptolomaeus.
Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Sedangkanorang ahli membuat peta disebut
kartografer. Untuk menggambarkan kenampakan-kenampakan permukaan bumi pada peta,seorang
pembuat peta harus menguasai bidang ilmu. Erwin Raisz menyatakan bahwa seorang kartografer
harus menguasai 50% geografi,30% seni,10% matematika,dan 10% ilmu lainnya.
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu
sistem proyeksi atau gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil dengan bidang
datar,sebagaimana kenampakannya dari atas udara yang dilengkapi skala, mata angin, dan simbol-

simbol. Dengan kata lain,peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Agar
dapat dipahami oleh pengguna/pembaca,maka peta harus diberi tulisan dan simbol-simbol.
Berikut adalah penjelasan mengenai Jenis jenis peta :

Berdasarkan Isinya
Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis peta berdasarkan isinya
1. Peta umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini
memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam) maupun
kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya.
Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya.
Disebut peta umum karena peta ini bersifat umum sehingga dapat digunakan untuk umum dengan
berbagi macam tujuan. Unsur-unsur yang disajikan tidak hanya satu atau dua jenis saja tetapi peta
menyajikan semua unsur di muka bumi ini dengan memperhitungkan skala yang umumnya sangat
terbatas.
Jenis peta umum yaitu:

Peta Topograf
Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya permukaan bumi.
Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line) yaitu garis khayal yang menghubungkan
tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama. Pada peta topografi sendiri,garis kontur digmbar
dengan warna coklat muda. Kontur berguna untuk memberikan informasi relatif tentang relief. Relief
ini merupakan suatu bentuk yang memperlihatkan perbedaan dalam ketinggian dan kemiringan dari
bentuk-bentuk yang tidak sama di permukaan bumi. Relief dihubungkan dengan suatu bentuk atau
model keseluruhan muka bumi dalam bentuk tiga dimensi. Selain itu peta topografi juga digunakan
sebagai dasar dalam pembuatan peta-peta tematik seperti,peta kehutanan, peta pariwisata, peta
penggunaan lahan,dan sebagainya.
Di Indonesia pemetaan topografi dikerjakan oleh Jawatan Topografi (jantop) Angkatan Darat dengan
koordinasi Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Peta yang dihasilkan
setelah jadi dapat diperjualbelikan secara bebas. Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) merupakan peta
yang sejenis dengan peta topografi. Peta ini dibuat dan dikoordinasi oleh Bakosurtanal. Peta tersebut
mempunyai isi dan sifat yang sama dengan peta topografi. Perbedaan kedua peta tersebut hanya
pada sistem proyeksi serta pengambilan data di lapangan. Peta topografi dalam perolehan data di

lapangan lebih banyak menggunakan survei dan pengukuran lapangan, sedangkan peta RBI dengan
cara kompilasi dari foto udara.
Objek yang disajiakan oleh peta topografi maupun peta RBI yaitu:
a. Unsur buatan manusia
Unsur-unsur perhubungan, meliputi jalan dan jalur kereta api

Gedung-gedung, meliputi perumahan dan bangunan lain seperti mesjid, kantor, dan
sebagainya
Konstruksi-konstruksi lain,seperti : bendungan, jalur pipa, waduk penyimpanan air, dan lain-

lain

Unsur luasan atau daerah khusus,meliputu daerah yang ditanami seperti perkebunan dan

taman

Batas-batas,meliputu batas adminstratif seperti batas provinsi, kabupaten, sampai batas


terkecil yang bisa dilihat
b. Unsur alam

Unsur hidrografi,termasuk sungai,danau,dan garis pantai


Tanaman (vegetasi),pada umumnya dikelompokkan menurut jenis atau faktor lain yang
berhubungan
Unsur lain seperti: permukaan es,salju,pasir,dan lain-lain
Selain menggambarkan unsur-unsur di atas,peta topografi maupun peta RBI juga menggambarkan
titik-titik ketinggian. Titik ketinggian ini di peta ditulis dengan harga atau angka yang digunakan untuk
memperlihatkan ketinggian suatu tempat di atas atau di bawah permukaan laut. Pengukuran hanya
dilakukan pada tempat-tempat penting saja,misalnya: puncak bukit, pertemuan sungai, dasar lembah,
perubahan lereng, dan sebagainya.Inilah kelebihan peta topografi yakni dengan menggambarkan
peta dengan objek titik ketinggian maka kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan untuk
memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng.

Peta chartography (kartograf) Merupakan peta yang menggambarkan sebagian


permukaan bumi. misalnya peta yang hanya menggambarkan benua atau setengah bola bumi

Peta Chorograf Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian
permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil antara 1 : 250.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih.
Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara, benua bahkan dunia.
Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah di antaranya

pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya,jalan kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai,
rawa dan lain-lain. Atlas adalah kumpulan dari peta chorografi yang dibuat dalam berbagai tata warna.
Peta Indonesia Peta ini menggambarkan wilayah Indonesia secara keseluruhan

Peta dunia Peta ini merupakan peta yang menggambarkan seluruh bagian permukaan bola

bumi.

2. Peta Khusus (Tematik)


Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu atau dua
kenampakan pada permukaan bumi yang inginditampilkan. Dengan kata lain, yang ditampilkan
berdasarkan tema tertentu.Peta khusus ini yang menggambarkan kenampakan-kenampakan
(fenomena mengenai unsur unsur geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Pada
peta tematik,objek yang disajikan dalam bentuk gambar dengan menggunakan simbol-simbol serta
mempunyai tema tertentu sesuai dengan maksud tujuannya. Peta tematik bisa dibuat sesuai dengan
tema yang diperlukan,misalnya dalam perencanaan suatu daerah, administrasi, manajemen,
perusahaan-perusahaan, pendidikan,militer, dan sebagainya.
Selain itu alam perkembangan ilmu pengetahuan,peta tematik mepunyai hubungan yang erat dalam
hal penyajian data untuk keperluan perencanaan dalam bidang-bidang tertentu, seperti:geologi,
geografi, pertanahan, perkotaaan, sosial ekonomi, kependudukan, dan sebagainya. Untuk
penggambaran peta tematik diperlukan peta dasar sebagai kerangka yang menggambarkan batas
wilayah, sungai, dan jalan ataupun yang lainnya. Pada peta dasar tersebut kemudian data-data
tematis dapat dipetakan. Data yang digambarkan pada peta tematik dapat diperoleh dari hasil survei
atau pengukuran langsung dari foto udara maupun dari data-data statistik.
Contoh peta khusus yakni:

Peta curah hujan (isohyet) Peta ini merupakan peta yang menjelaskan banyaknya curah
hujan yang sama di suatu tempat

Peta kepadatan penduduk Peta ini menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di


suatu wilayah dengan luas daerahnya.
Dari peta kepadatan penduduk untuk membedakan kepadatan penduduk tiap wilayah ditunjukkan
dengan perbedaan warna. Berdasarkan legenda (keterangan) pada peta kita dapat mengidentifikasi
bahwa misalnya warna hitam menunjukkan kepadatan penduduknya lebih dari 701 orang setiap 1
km2,warna agak hitam menunjukkan kepadatan penduduknya antara 400 orang sampai 700 orang
setiap 1 kilometer persegi dan warna putih menunjukkan kepadatan penduduknya kurang dari 400
orang setiap 1 kilometer persegi.

Peta penyebaran hasil pertanian

Peta penyebaran hasil tambang,

Peta jalur penerbangan atau pelayaran

Peta anomali gaya berat

Peta tata guna lahan

Peta pendaftaran tanah

Peta kriminalitas. Peta ini menggambarkan persebaran kejahatn di suatu wilayah atau daerah

Peta geologi. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan struktur batuan dan sifatsifatnya yang dapat mempengaruhi bentuk-bentuk permukaan tanah.

Peta irigasi. Peta ini adalah peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk,
bendungan air, dan saluran irigasi.

Peta transportasi. Peta ini adalah peta yang mennjelaskan jalur-jalur lalu lintas baik di darat
maupun udara

Peta lokasi. peta ini merupakan peta yang menggambarkan letak suatu tempat di permukaan
bumi di lapisan atmosfer.

Peta arkeologi. Peta yang menggambarkan penyebaran letak benda-benda atau peninggalan
purba

Peta tanah. Peta tanah ini adalah peta yang menggambarkan dan menggolongkan jenis jenis
tanah dengan tingkat aktivitas manusia.

Peta penggunaan lahan. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan bentuk penggunaan
tanah yang ada hubungannya dengan lingkungan geografis dan aktivitas manusia dan ruang publik
untuk kehidupan.
Pada beberapa jenis peta yang menggambarkan tema tertentu (peta tematik) biasanya dilengkapi
dengan data-data yang menyangkut unsur-unsur geografi seperti:;

Luas wilayah keseluruhan dan bagian-bagiannya

Lokasi suatu wilayah termasuk batas-batas administrasinya

Letak, jarak, dan arah suatu tempat dengan tempat lainnya

Persebaran berbagai macam jenis jenis sumber daya alam

Persebaran kegiatan sosial ekonomi, dan budaya manusia

Kenampakan alam atau fisik permukaan bumi atau data spesifik lainnya
Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan
bumi (lapangan). Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

1.

Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 :
5.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah. oleh
karena itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria (Badan Pertanahan
Nasional).

2.

Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta skala
besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, seperti peta peta provinsi
kelurahan,dan peta kecamatan. Contohnya,seperti peta provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

3.

Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1:500.000.
Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas seperti peta regional
berupa peta propinsi Jawa Tengah, peta propinsi maluku

4.

Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau
lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas,misalnya peta
negara, benua di dunia Contohnya,seperti peta Republik Indonesia, Peta Asia Tenggara, Peta Benua
Asia, Peta Benua Eropa dan Peta Dunia.

5.

Peta skala geografis. Peta ini merupakan peta yang berskala lebih kecil dari
1:1000.000,biasanya dipergunakan untuk menggambarkan kelompok negara,benua,atau dunia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya berartiskala peta
itu makin kecil.

Berdasarkan Tujuan, Bentuk, Nilai dan Sumber Data


Peta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai tujuan:
1.

Peta Pendidikan (Educational Map).Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.

2.

Peta Ilmu Pengetahuan.Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.

3.

Peta Informasi Umum (General Information Map).Contohnya: peta pusat perbelanjaan.

4.

Peta Turis (Tourism Map).Contohnya: peta museum, peta rute bus.


Jenis Peta Berdasarkan Bentuk Penyajian Peta

1. Peta Foto (Photo Map) Peta ini merupakan peta yang menggambarkan bayangan bumi dari hasil
fotografis dan hasil pengambilan gambar dari udara. Dengan kata lain peta foto merupakan peta yang
dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto yang dilengkapi garis kontur,nama dan legenda.
2. Peta Garis (Line Map) Dikatakan peta garis karena peta ini menggambarkan bentuk bumi dalam
bentuk garis atau berupa grafis atau lebih singkatnya peta yang menyajikan detail alam dan buatan
manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
3. Peta digital Peta digital ini adalah peta yang dibuat dan tersimpan dalam media komputer baik
nomor titik maupun koordinat horizontal dan vertikal pada peta tersebut.
Jenis Peta Berdasarkan Sifat Nilai Data yang Dikandungnya
Peta jenis ini dibedakan atas dua yakni:
1. Peta kuantitatif Peta kuantitatif merupakan peta yang akan menjawab lokasi keberadaan suatu
objek beserta besar nilai objek tersebut. Contoh peta kuantitatif misalnya peta kepadatan penduduk
yang memberikan nilai jumlah penduduk per 1 km2 atau 1 ha pada lokas-lokasi tertentu
2. Peta kualitatif Peta ini merupakan peta yang hanya menunjukkan keberadaan suatu objek di
lokasi tertentu. Contoh peta kualitatif misalnya, peta lokasi perkebunan teh atau perkebunan sayurmayur di Puncak, Jawa Barat. Informasi yang diberikan dalam peta ini tidak dilengkapi dengan nilai
objek yang dimaksud.
Jenis Peta Berdasarkan Sifat Datanya
Jenis peta ini dapat dibedakan atas dua jenis yaitu:
1. Peta stasioner Peta stasioner merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan
permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau stabil. Contoh peta stasioner misalnya peta
batimetri (kedalaman laut),peta topografi, dan peta jalur pegunungan atau jalur gempa.
2. Peta dinamis Peta dinamis merupakan peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi
yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. Contoh peta dinamis antara lain peta petsebaran
kepadatan penduduk atau peta jaringan jalan.
Jenis Peta Berdasarkan Sumber Data
Peta ini terdiri dari :1
1. Peta dasar (basic map) Peta ini merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di
lapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan secara sistematis perlu

adanya pembakuan dalam metode pemetaan,sistem datum,sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta,
skala peta, tata letak informasi tepi, derajat ketelitian dan kelengkapan isi, serta pembakuan dalam
kerangka geometris peta (grid and graticule). Berhubung peta ini induk ini dapat digunakan sebagai
peta dasar untuk pemetaan topografi, maka peta ini dapat digolongkan sebagai peta dasar. Karena
peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya, khususnya acuan untuk
kerangka geometrisnya.
2. Peta turunan (derived map) Peta ini merupakan peta yang dibuat (diturunkan) berdasarkan
acuan peta yang sudah ada,sehingga survei langsung ke lapangan tidak diperlukan lagi. Peta turunan
ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi.

Beberapa informasi yang dapat diperoleh dalam penggunaan atau membaca peta yaitu:

Mengetahui posisi atau lokasi relatif

Letak suatu tempat dapat dilihat dengan menghubungkan objek yang berdekatan di
sebelahnya atau letak secara administrasi

Letak astronomis suatu tempat ditemukan dengan arah mata angin atau orientasi pada peta.
Secara kartografi,arah utara selalu menghadap ke atas pada media peta. Untuk menunjukkan letak
suatu tempat dapat menggunakan orientasi peta tersebut. Contoh, desa Sukamanah menempati
wilayah pada bagian selatan Kecamatan Cianjur dan di sebelah timur Kelurahan Sayang.

Suatu lokasi ditemukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur secara astronomis.

Mengetahui ukuran kenampakan muka bumi. Melalui skala yang ada pada peta, kita dapat
mengukur jarak 2 tempat, panjang dan lebar, jalan atau sungai, dan luas suatu wilayah.

Mengetahui bentuk-bentuk kenampakan bumi. Fenomena permukaan bumi pada peta


mempunyai bentuk yang bermacam-macam,misalnya kota, gunung, pelabuhan, jalan, sungai, danau,
rawa, pulau dan sebagainya. Semua perwujudan tersebut digambarkan dalam bentuk simbol pada
peta. Misalnya simbol titik warna hitam menggambarkan bangunan-bangunan,simbol garis
diperuntukkan pada sungai dan jalan serta simbol area menggambarkan area pemukiman dan
vegetasi (sawah,hutan, dan lain-lain).

Mengetahui ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Ketinggian tempat atau lokasi dalam
suatu wilayah dapat diketahui dengan membaca titik ketinggian maupun garis kontur. Setiap garis
kontur selalu menunjukkan atau disertai angka ketinggian. Selain itu garis kontur juga dapat
menunjukkan kenampakan fisik dari suatu wilayah atau relief dan kemiringan relief.

Mengetahui pola dan persebaran objek geografi baik bentang alam (pola aliran
sungai,persebaran hutan di Indonesia,dan sebagainya) maupun bentang budaya (pola persebaran
pemukiman,pola jaringan jalan dan kecenderungan perkembangannya).

Mengetahui persebaran sumber daya alam dan hasil produksinya atau potensi suatu daerah.
Membantu suatu pekerjaan atau proyek, misalnya untuk konstruksi jalan,navigasi, atau
perencanaan

Membantu dalam perencanaan dan pembuatan suatu desain,misalnya desain jalan

Membantu dalam menganalisis data spasial seperti perhitungan volume.

Jenis-jenis Peta
1. Berdasarkan Sumber Datanya
a. Peta Induk (Basic Map)
Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta
induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi,
sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah
yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
b. Peta Turunan
Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah
ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini
tudak bisa digunakan sebagai peta dasar.
2. Berdasarkan isi Data yang disajikan
a. Peta Umum
Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di
permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta
menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.
Peta umum dibagi menjadi 3, sebagai berikut.
1. Peta Topografi: peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan
reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam
bentukgaris kontur. Garis kontur yaitu garis pada peta yang menghubungkan
tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama

Sifat-sifat garis kontur pada peta topografi antara lain sebagai berikut.
a. Semakin rapat jarak antargaris kontur, menunjukan semakin curam daerah
tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila jarak antargaris konturnya jarang, maka
tempat tersebut adalah landai.
b. Bila ditemukan ada garis kontur yang bergigi, hal tersebut menunjukkan di
daerah tersebut terdapat depresi atau lembah.
2. Peta Chorografi: peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian
permukaaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh
peta chorografi adalah atlas.
3. Peta Dunia: Peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah
yang sangat luas.
b. Peta Tematik
Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema
tertentu/khusus. Misal peta Geologi, peta pegunungan lahan, peta persebaran
objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh
peta Tematik yaitu peta pegunungan lahan. Peta ini merupakan peta yang
khusus menunjukan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang
dipetakan. Perhatikan contoh peta penggunaan lahan di bawah ini.

3. Berdasarkan Skalanya
a. Peta Kadaster/teknik
Peta ini mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 1 : 5.000 peta kadaster
ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya
untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagiannya.
b. Peta skala besar
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta
ini digunakan untuk perencanaan wilayah.
c. Peta skala sedang
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
d. Peta skala kecil
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
e. Peta Geografi/Dunia
Peta ini mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.
Fungsi Pembuatan Peta
a. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif ( letak suatu tempat dalam
hubungannya dengan tempat lain ) di permukaan bumi
b. Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi
(misalnya bentuk benua dan gunung) sehingga dimensi terlihat dari peta.
c. Menyajikan data tentang potensi suatu daeah.
d. Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan
jarak-jarak di atas permukaan bumi.

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui
suatu sistemproyeksi. Kalau Anda bertanya kapan peta mulai ada dan digunakan manusia?
Jawabannya adalah peta mulai ada dan digunakan manusia, sejak manusia melakukan
penjelajahan dan penelitian.Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu
dalam bentuk sketsa mengenai lokasisuatu tempat.
Pada awal abad ke
2 (87M 150M), Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnyapeta. Kump
ulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama
AtlasPtolomaeus. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartograf. S
edangkan orang ahli membuatpeta disebut kartografer.
Jenis Peta berdasarkan isinya
Berikut ini adalah penjelasan penggolongan peta berdasarkan isinya. Berdasarkan isinya
peta dapatdigolongkan menjadi dua jenis, yaitu: peta umum dan peta khusus (tematik).
1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum.
Peta umum inimemuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, b
aik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis
misalnya
sungai,
gunung, laut, danau dan lainnya.Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan
kereta api, pemukiman kota dan lainnya.
Peta umum ada 2 jenis yaitu: peta topografi dan peta chorografi.
a. Peta Topografi
Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahn
ya) permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line) yaitu garis
yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
Kelebihan peta topografi:
Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat.
Untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng.
Beberapa ketentuan pada peta topografi:
1) Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan
daerah tersebut semakincuram. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kon
tur menunjukkan daerah tersebut semakinlandai.
2) Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/ce
kungan) di puncak,misalnya puncak gunung yang berkawah.
3) Peta topografi menggunakan skala besar, antara 1 : 50.000 sampai 1 : 100.000.
b. Peta Chorografi
Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh at
au sebagian permukaan bumidengan skala yang lebih kecil antara 1 : 250.000 sampai 1
:
1.000.000
atau
lebih. Peta chorografimenggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, n

egara, benua bahkan dunia. Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang
ada pada suatu wilayah di antaranya pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya,
jalan kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai, rawa dan lain-lain.
Atlas adalah
kumpulan dari peta chorografi yang dibuat dalam berbagai tata warna.
2. Peta Khusus atau Tematik
Setelah Anda memahami jenis peta umum, sekarang kita akan mempelajari jenis peta
khusus atau tematik. Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut
hanya menggambarkan satu ataudua kenampakan pada permukaan bumi y
ang ingin ditampilkan. Dengan kata lain, yangditampilkan berdasarkan tema tertentu.
Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan (fenomena
geosfer)tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Contoh peta khusus/tertent
u: peta curah hujan,peta kepadatan penduduk, peta penyebaran hasil pert
anian, peta penyebaran hasil tambang,chart (peta jalur penerbangan atau pela
yaran).
Jenis peta berdasarkan skalanya
Peta tidak sama besarnya (ukurannya). Ada peta yang berukuran besar dan ada peta yang
berukurankecil. Besar-kecilnya peta ditentukan oleh besar-kecilnya skala yang digunakan.
Skala peta adalahperbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya
di permukaan bumi (lapangan).
Untuk lebih jelasnya marilah kita bahas penggolongan peta berdasarkan skalanya.
Berdasarkanskalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 samp
ai 1 : 5.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam
sertifikat
tanah, oleh karena itubanyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Din
as Agraria (Badan Pertanahan Nasional).
2. Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta ska
la besardigunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, misal
nya peta kelurahan, petakecamatan.
3. Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1:500.00
0. Petaskala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas,
misalnya peta propinsiJawa Tengah, peta propinsi maluku.
4. Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau
lebih. Peta
5. Skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas,
misalnya peta negara, benuabahkan dunia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya berarti
skala petaitu makin kecil.
Jenis peta berdasarkan tujuannya

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Peta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai t
ujuan:
Peta Pendidikan (Educational Map). Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.
Peta Ilmu Pengetahuan. Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.
Peta Informasi Umum (General Information Map).
Contohnya: peta pusat perbelanjaan.
Peta Turis (Tourism Map). Contohnya: peta museum, peta rute bus.
Peta Navigasi. Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran.
Peta Aplikasi (Technical Application Map).
Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan.
Peta Perencanaan (Planning Map).
Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, petapertambangan.

Fungsi Peta
Peta sangat diperlukan oleh manusia. Dengan peta Anda dapat mengetahui at
au menentukan lokasi yangAnda cari, walaupun Anda belum pernah mengunjungi temp
at tersebut. Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
2. Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
3. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung,
sungai danbentuk-bentuk lainnya.
4. Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan
diteliti.
5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
6. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
8. Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena
(gejala-gejala) geografi dipermukaan bumi.

Jenis-jenis Peta

Dec

12

Peta Kesesuaian Lahan


Peta ini dibuat dari hasil analisis skoring dan klaisfkasi data :
kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan dan
data tematik lainnya. Peta kesesuaian lahan dapat dibuat untuk
berbagai kepentingan, misalnya kesesuaian untuk permukiman,
pertanian, industri perikanan dan lainnya. Peta kesuaian lahan
digunakan untuk rekomendasi kebijakan pemanfataan ruang.
(contoh peta kesesuaian lahan kab. kolaka)

Peta Morfologi
Peta ini berupa infornasi tentang bentuk permukaan bumi. Klasifkasi
morfologi sesuai dengan Permen PUNo. 20/PRT/M/2007 antara lain:
Gunung, Bukit/Perbukitan, Datar/Dataran
(contoh peta morfologi)

Peta Hidrologi
Peta ini berisi tentang: jaringan sungai, danau, imbuhan air tanah,
mata air (air permukaan) dan cekungan air tanah, akuifer (air tanah).
Data hidrologi dapat diperoleh dari dinas/ Kementrian Lingkungan
Hidup, Dinas PU Sumber Daya Air
(contoh peta hidrologi)

Peta Curah Hujan


merupakan peta yang menggambarkan tingkat curah hujan suatu
wilayah. Satuan tingkat curah hujan yang dipakai adalah mm/tahun.
data curah hujan dapat diperoleh dari BMKG, Dinas Pengairan, Dinas
LIngkungan Hidup, dinas Pertanian dan lainnya. Pembuatan peta curah
hujan dibuat dari rerata nilai curah hujan tahunan. Data hujan yang
dipakai harus data time series dalam beberapa tahun. Metode delineasi
curah hujan bisa dilakukan dengan metode Poligon Thiessen atau
isohyet.
(contoh peta curah hujan)

Peta Jenis Tanah


merupakan peta yang berisi tentang informasi tentang tanah. Peta

jenis tanah dapat dilihat pula dari data geologi, karena jenis batuan
induk tertentu akan menghasilkan jenis tanah tertentu pula. walaupun
peta geologi tidka bisa diidentikkan degan peta jenis tanah.
pemeriksaan peta jenis tanah diperiksa berdasarkan kewajaran atribut
peta jenis tanah dan sumber data yang dipakai oleh Provinsi,
Kabupaten/Kota
(contoh peta jenis tanah Bali)

Peta Kemiringan Lereng


Peta ini merupakan peta turunan dari peta kontur, sehingga apabila
data garis kontur salah, amak kemiringan lereng suatu daerah tidak
sesuai dengan kondisi wilayah sebenarnya.
(contoh peta kemiringan lereng)

Peta Topograf
Peta ini menggambarkan ketinggian tempat. peta topograf diturunkan
secara langsung dari peta kontur. Dari Peta tersebut daoat diketahui
klasifkasi ketinggian suatu tempat. Klasifkasi ketinggian disesuaikan
dengan kondisi daerah. Pemetaan dilakukan dengan
mengklasifkasikan ketinggian garis kontur dengan pewarnaan
ketinggian dibuat gradasi warna.
(contoh peta topografi)