Anda di halaman 1dari 19

SISTEM PENGGERAK

MAKALAH

Oleh:
Wahyu Aji J K
Andi Hermanto
Edwin Mardiyansyah
Erfan Dwi Alfiansyah

PROGRAM STUDI MESIN OTOMOTIF


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kendaraan dapat berjalan atau bergerak karena ada sistem yang
memindahkan tenaga dari mesin ke roda. Pada setiap kendaraan bermotor
pasti selalu dibekali dengan komponen Transmisi, baik itu Transmisi manual
ataupun Transmisi matic (otomatis). Fungsi utama dari sistem ini adalah untuk
mengatur percepatan sebuah kendaraan bermotor yang dihasilkan oleh putaran
mesin.
Sistem transmisi menjadi salah satu bagian dari sebuah sistem mesin
penggerak yang berfungsi untuk mentransmisikan kecepatan, daya, dan torsi
dari mesin penggerak ke bagian (poros) yang digerakkan, dengan
perbandingan/rasio transmisi tertentu. Tenaga putar yang dihasilkan oleh
mesin penggerak selalu memiliki nilai torsi optimum pada RPM tertentu,
sedangkan kondisi beban yang dihadapi oleh mesin tersebut cenderung
bervariasi. Kita akan mendapatkan efisiensi optimum mesin penggerak jika ia
dapat selalu bekerja pada RPM optimumnya, dan untuk mengatasi variasi
beban yang ada maka digunakanlah sistem transmisi yang dapat kita
variasikan rasio transmisinya.
Namun jika pada sebuah sistem mesin penggerak beban yang ada adalah
konstan, maka sistem transmisi yang digunakan adalah sistem transmisi tetap.
Artinya adalah sistem ini mentransmisikan putaran mesin ke poros yang
digerakkan dengan rasio yang tetap.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana perkembangan Transmisi Manual kendaraan?
Bagaimana perkembangan Transmisi Otomatis kendaraan?
1.3 Tujuan
Mengetahui perkembangan Transmisi Manual kendaraan
Mengetahui perkembangan Transmisi Otomatis kendaraan

1.4 Batasan Masalah


Perkembangan Sistem Transmisi dan Penggerak
Tidak membahas prinsip kerja Sistem Transmisi dan Penggerak secara
mendalam

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Transmisi Otomatis


Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi
percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem
transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi
otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah
tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Pada era 1980-an pasti ingat bagaimana pandangan orang akan transmisi
otomatis saat itu. Lebih dari 90% penjualan mobil adalah tipe transmisi manual.
Nyaris tak ada yang mau membeli versi matik karena beberapa alasan. Pertama ia
lebih mahal, lantas performa mobil memburuk dan paling ditakuti adalah
konsumsi BBM-nya yang tambah boros. Itu semua benar. Semua mobil otomatis
di zaman itu tak mampu menandingi efisiensi transmisi manual dalam
memindahkan daya. Artinya transmisi otomatis dianggap hanya untuk orang
berumur yang enggan repot dan tak mementingkan performa. Namun lihat
sekarang, teknologi transmisi otomatis berkembang dengan pesatnya. Bukan
hanya hebat untuk mobil sehari-hari, mobil balap sekelas F1 pun memiliki
transmisi otomatis yang tinggal dioperasikan lewat paddle shift.
2.1.1 Evolusi Transmisi Otomatis
2.1.1.1 Era Awal

Padahal sejak tahun 1769 seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yaitu


Nicolas J. Cugnot menciptakan sebuah kendaraan 3 roda dengan badan yang
cukup besar dan digerakkan oleh mesin uap. Pada saat itu Cugnot membuat
kendaraan ini untuk keperluan mengangkut meriam dalam medan perang. Hasil
ciptaannya ini belum dapat dikatakan sempurna karena masih sangat sederhana,
sehingga pernah mengalami beberapa kali kecelakaan.
.

Dari kendaraan pertama buatan Cugnot tersebut, membuat insinyur lain

tertarik dan mengikuti jejaknya. Seperti yang dilakukan oleh William Murdock
yang melakukan kerja sama dengan James Watt dari Inggris dalam menciptakan
kendaraan sejenis bermesin uap pada tahun 1784. Lalu ada juga beberapa
ilmuwan lain yang menciptakan kendaraan sejenis bermesin uap seperti Richard
Trevitchik, Sir G. Gurnay yang pada tahun 1830 kendaraan ciptaannya mampu
melaju dengan kecepatan 20 km/jam. Hingga menjelang akhir abad 19 kendaraan
bermesin uap terus bermunculan, walaupun mesin yang digunakan tersebut sering
sekali mengalami masalah karena meledak. Selain itu mesin ini mempunyai suara
yang lebih senyap dan tidak menghasilkan asap tebal yang sangat mengganggu.
Perkembangan penting dari mobil selanjutnya yaitu ketika pada tahun 1890
Frank Duryea dan Charles E. yang berasal dari negara Amerika Serikat berhasil
menciptakan mobil pertama yang menggunakan mesin bensin. Lalu diikuti oleh
penemuan Louis Renault pada tahun 1898 atas batang penggerak sebagai
pengganti rantai yang selama itu dipakai untuk memindahkan tenaga dari mesin

ke roda. Kemudian pada tahun 1911 perusahaan Cadillac Automobile berhasil


menciptakan starter listrik yang digunakan untuk menghidupkan mesin mobil,
selain itu juga pengapian listrik dengan kumparan dan aki sebagai pengganti
starter manual. Lalu penggunaan ban karet yang berisi udara untuk roda mobil
juga mulai diterapkan pertama kali pada tahun 1922 sebagai pengganti ban mati
pada mobil-mobil sebelumnya.
2.1.1.2 Kopling Fluida
Di 1930-an, Chrysler mengembangkan transmisi revolusioner yang
menggunakan kopling fluida. Keuntungan dari sistem ini, transfer tenaga bisa
lebih halus karena fluida mengizinkan terjadinya gesekan kopling tanpa
menimbulkan panas berlebih. Lantas paling penting, gigi bisa masuk saat berhenti
tanpa membuat mesin mati.
Sementara perpindahan gigi juga bisa tereksekusi sepenuhnya otomatis.
Ada sistem pemindah otomatis yang bekerja berdasarkan torsi dan gaya
sentrifugal di dalam mesin. Jadi semakin cepat mesin berputar, semakin besar
peluang transmisi memindahkan gigi ke atas. Begitu pula sebaliknya.
Transmisi ini begitu hebat di zamannya, sampai-sampai prinsip kerja serupa
bahkan masih ada hingga saat ini. Kami di Auto Bild kerap menyebutnya dengan
transmisi otomatis konvensional.
Tapi di lain sisi, transmisi jenis inilah yang belakangan membuat pamornya
melorot, karena sangat tidak efisien dalam mentransfer tenaga. Alhasil performa
dan kehematan menurun drastis.
2.1.1.3 CVT
Sekitar 40 tahun sejak ditemukannya transmisi otomatis konvensional, para
insinyur kembali membuat teknologi revolusioner. Alih-alih memakai roda gigi di
transmisi, mereka justru menggunakan sabuk baja yang diameternya bisa diubah
lewat puli berbentuk unik.
Jadi perpindahan rasio transmisi tak terjadi dari gigi ke gigi, namun
berlangsung gradual sesuai perubahan diameter puli. Hasilnya tidak ada
perpindahan rasio gigi yang terasa. Putaran mesin bisa terjaga di satu titik
sementara kecepatan mobil terus meningkat.

Konsumsi BBM semakin baik dengan transmisi jenis ini. Bukan hanya
perpindahan rasionya tanpa jeda, namun luasnya rentang rasio memungkinkan
mobil start dengan rasio transmisi sangat besar, lantas berada di rasio sangat kecil
saat meluncur konstan di jalan tol.
Hingga kini CVT tetap dipakai beberapa mobil yang mengejar efisiensi
BBM. Bahkan mobil hybrid kebanyakan menggunakan transmisi jenis ini.Walau
begitu, CVT bukanlah jenis transmisi yang cocok untuk pengendaraan dinamis.
Selain masih ada selip kopling yang terjadi, waktu yang dibutuhkan untuk
menaikkan putaran mesin ke titik tenaga maksimal relatif lebih lama.
2.1.1.4 Teknologi Komputer
Saat teknologi elektronik meledak di 1980-an, para insinyur menemukan
lagi cara untuk membuat transmisi otomatis lebih efisien, yakni dengan
menggunakan modul komputer untuk mengatur perpindahan gigi. Di sini
transmisi tak lagi hanya mengandalkan gaya fisika di dalam mekanisme transmisi,
tapi juga memiliki otak elektronik yang menentukan kapan perpindahan gigi harus
terjadi. Dengan begitu perpindahan gigi bisa diatur sesuai kebutuhan. Bahkan
moda Eco dan Sport juga bisa diciptakan berkat teknologi elektronik ini.
2.1.1.5 Perpindahan Manual
Pada era 1990-an, Porsche membuat gebrakan dengan membuat tuas
elektronik yang mampu memaksa perpindahan gigi di transmisi otomatis bagaikan
manual. Porsche menyebutnya sebagai Tiptronic. Tak butuh waktu lama bagi jenis
fitur ini untuk populer di pasaran.
Karena teknologi serupa juga diaplikasikan di F1, maka tercipta pula
perasaan sporti saat mengoperasikan Tiptronic. Lebih penting lagi, kita juga bisa
mengatur perpindahan gigi, sehingga pengendaraan dinamis atau ekonomis bisa
dilakukan dengan mudah. Di Indonesia, kendaraan dengan jenis transmisi seperti
ini pertama kali muncul di BMW Seri-5 E39 lantas Daihatsu menyediakan pula di
YRV.
2.1.1.6 Kopling Ganda
Inilah pengembangan terakhir yang sangat membantu reputasi transmisi
otomatis. Pada dasarnya transmisi otomatis kopling ganda menggunakan 2 buah

kopling kering. Artinya keuntungan pertama sudah bisa diterka, yakni tak ada
selip yang biasanya terjadi di kopling basah. Lantas kedua kopling itu terhubung
dengan gigi yang berbeda. Satu terhubung dengan gigi yang sedang dipilih, satu
lagi terhubung dengan gigi berikutnya. Alhasil ketika perpindahan gigi terjadi,
prosesnya berlangsung sangat instan, bahkan lebih cepat dari kedipan mata.
VW Golf GTI Mk V yang hadir di Indonesia pada 2005 merupakan mobil
pertama yang dijual massal di Indonesia menggunakan kopling ganda. VW
menyebutnya DSG (Direct-Shift Gearbox). Uniknya, Golf GTI bertransmisi DSG
memiliki performa 0-100 km/jam serta konsumsi BBM yang lebih baik dari versi
manual.Artinya transmisi kopling ganda berhasil membalikkan mitos. Kini
transmisi otomatis bisa lebih cekatan dan efisien dibanding manual sekalipun.
2.1.2 JENIS-JENIS TRANSMISI AUTOMATIC
1. MANUMATIC TYPE

Transmisi Manumatic berasal dari kata "Manual" dan "Automatic"

Pada transmisi ini pengemudi cukup memilih tanda (+) untuk menaikan rasio
perpindahan gigi dan tanda (-) untuk menurunkan rasio perpindahan
gigi.Perpindahan gigi terjadi secara sekuensial
2, SEMI AUTOMATIC TYPE

Pada Transmisi ini menggunakan Sensor Elektrik, Sistem Pneumatik dan


Prosesor, serta Actuator untuk mengeksekusi perintah pengemudi saat
memindahkan rasio perpindahan gigi transmisi

3. ELEKTRO HIDRAULIC TYPE

Transmisi ini merupakan transmisi buatan Jepang yang dikenal dengan


"HondaMatic"
Pada transmisi ini terdapat komponen Pompa Hidraulic, Hidraulic Motor Piston
dan jugaPompa Swash Plate yang bekerja menyerupai cara kerja sistem AC jenis
Swash Plate

4. DUAL CLUTCH TYPE

Pada transmisi ini terdapat dua buah kopling yang saling terhubung dalam satu
poros Infut Shaft.
2.2 Transmisi Manual
1. SLIDINGMESH TYPE

Jenis ini merupakan dasar pertama kali ditemukannya transmisi, dengan


konstruksi yang sangat sederhana. Transmisi jenis ini sudah tidak lagi
dikembangkan, walaupun demikian jenis ini masih sering digunakan dan
terbatas hanya untuk gear percepatan dan mundur

2. CONTSTANTMESH TYPE

Jenis ini merupakan pengembangan dari jenis slidingmesh type, dimana


bentu gear tidak lagi lurus melainkan helical, walaupun demikian saat
perpindahan gera masih terjadi kesukaran
Dinamakan constantmesh type karena counter gear selalu berkaitan atau
berhubungan dengan gear pada main shaft. sedangkan gear pada main shaft
dihubungkan dengan perantara bearing sehingga gear dan main shaft dapat
berputar bebas.
3. SYNCROMESH TYPE

Transmisi jenis ini mempunyai konstruksi seperti jenis constantmesh. pada


jenis ini untuk memindahkan putaran dari main gear ke main shaft digunakan
syncromesh, sehingga perpindahan putaran dapat dilakukan dengan mudah
pada berbagai kecepatan.
2.2.1 System Front Wheel Drive (FWD)

Kendaraan dengan system penggerak roda depan saat ini cukup


mendominasi.namun demikian, kehadirannya diperkirakan sudah lebih dari satu
abad dengan berbagai evolusi yang terjadi. System front wheel drive (FWD)
awalnya lahir dari hasil eksperimen seorag ahli mesin kendaraan asal Prancis,
Nicholas Joseph Cugnot. Ia pertama kali menggunakan system ini untuk mobil
Fardier a Vapeur pada 1771.
Fardier a Vapeur merupakan bagian kendaraan roda tiga (dua di depan,
satu dibelakang) bermesin uap yang menggunakan system penggerak roda depan
pertama di dunia. Saat itu fungsinya adalah mengangkut meriam dan alat berat
militer Prancis.

Kelanjutan kendaraan system FWD sampai ke benua Amerika. Seorang


ahli mesin, Walter Christie, membuat kendaraan roda empat bertenaga 60 HP di
New York pada 1905. Setelah Christie meninggal pada 1944, mobil dengan
system FWS terus berkembang, namun didominasi oleh produsen otomotif asal
Eropa.
Ketika pemerintah Inggris membuat kebijakan pembatasan bahan bakar
minyak pada 1950-an.maka produsen automotif mini menawarkan sebuah solusi
kendaraan yang efisien.desain mesin yang melintang dengan penggerak roda
depan member keuntungan. Ruang kabin menjadi lebih luas karena semua
komponen hanya terletak di depan.Mini bias disebut sebagai brand mobil yang
konsisten menghadirkan produk mobil FWD. Mobil mungil itu tidak
menggunakan penghubung langsung dari mesin ke roda belakang, sehingga
bobotnya lebih ringan dan otomatis konsumsi bahan bakarnya lebih efisien.
Dampaknya, biaya produksi kendaraan "tarik roda depan" ini lebih murah
ketimbang penggerak roda belakang.
Masuk ke periode 1980-1990-an produsen automotif Jepang mulai
mengembangkan mobil berbasis penggerak roda depan dengan didominasi model
sedan maupun hatchback, seperti Toyota dengan sedan Corolla, Honda dengan
seluruh sedannya, Mitsubishi dengan varian Galant generasi kelima, Suzuki
Cultus atau di Indonesia dikenal dengan Forsa, serta Daihatsu Charade.
Dengan teknologi yang kian berkembang, pada era 2000-an produk mobil
sistem penggerak 'tanpa gardan' ini mulai merambah ke produk model MPV. Kini
beberapa mobil keluarga yang dijual di Tanah Air, seperti Suzuki Ertiga, Honda
Mobilio, Nissan Grand Livina, dan Chevrolet Spin juga menggunakan sistem
FWD.
2.2.1.1 Kelebihan dan Kekurangan System Mobil Penggerak Roda Depan
2.2.1.1.1 Kelebihan System Mobil Penggerak Roda Depan
1. Biaya produksi pembuatan mobil penggerak roda depan lebih murah,
dibandingkan dengan biaya produksi pembuatan mobil penggerak roda belakang
(tentunya di kategori mobil yang sama). Kenapa lebih murah? Hal ini sebabkan
oleh spare part pada sistem penggerak roda depan mobil, lebih sedikit dan

pemasangan drivertrain lebih mudah. Drivertrain adalah sebuah rangkaian


komponen yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mobil ke roda, sehingga
mobil dapat bergerak. Dengan biaya yang lebih sedikit dalam produksi, membuat
mobil penggerak roda depan, harga jual barunya lebih murah dibandingkan
dengan sistem penggerak roda belakang, tentunya di kategori mobil yang sama.
2. Berat mobil jadi berkurang, karena di hilangkannya gigi transmisi dan poros
gardan untuk menyalurkan daya ke roda belakang. Dengan mobil yang lebih
ringan, akan signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar. Oleh sebab itu, mobil
penggerak roda depan (FWD) lebih banyak ditemukan pada mobil city car dan
low MPV keluarga.
3. Kelebihan FWD ada pada traksi mobil di jalanan licin pada saat hujan. Traksi
lebih bagus pada jalan licin, karena roda depan yang menarik roda belakang bukan
roda belakang yang mendorong roda depan. Selain itu berat mesin mobil yang
berada di depan, membantu traksi roda depan pada FWD saat hujan.
2.2.1.1.2 Kekurangan System Mobil Penggerak Roda Depan
1. Dengan sistem penggerak roda depan, berat kendaraan terdapat di bagian
depan. Hal ini membuat pengendalian mobil di kecepatan tinggi dan mobil jika
berisi penuh penumpang, lebih susah dikendalikan, dibandingkan dengan sistem
penggerak roda belakang pada mobil.
2. Karena kemudi dan penggerak tenaga ada di roda depan, jika anda berakselerasi
dengan cepat, maka mobil akan cendrung untuk bergerak kekiri atau kekanan dan
ini adalah kelemahan mobil sistem penggerak roda depan. Oleh karena itu, sangat
jarang mobil balap mengunakan sistem penggerak roda depan. Walapun ada
beberapa mobil balap yang mengunakan FWD tapi harus di bantu dengan sistem
komputer yang namanya kontrol traksi.
3. Masalah mobil penggerak roda depan, rawan akan kerusakan pada penggerak
roda. Karena kemudi dan tenaga pendorong ada di roda yang sama, jika terjadi
benturan di jalanan yang rusak. Sedangkan penggerak roda belakang lebih tahan
terhadap benturan di jalanan yang rusak.
2.2.2 System Rear Wheel Drive (RWD)

2.2.2.1 Kelebihan dan Kekurangan Penggerak Roda Belakang


2.2.2.1.1 Kelebihan Mobil Penggerak Roda Belakang
Terdapat 2 kelebihan utama dari mobil penggerak roda belakang yaitu:
1. Desain penggerak mobil sangat sederhana terutama design dari as roda, kokoh
dan kuat. Walapun sering digunakan di jalanan yang rusak, biaya perbaikan tidak
akan sebesar dari mobil penggerak roda depan.
Sebagai contoh, jika anda tanpa sengaja melewati jalanan berlubang atau polisi
tidur dengan kecepatan tinggi, pada mobil penggerak roda belakang lebih sering
tidak akan terjadi kerusakan. Andai kata terjadi kerusakan pada as roda, biaya
perbaikan jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil penggerak roda depan.
Mobil penggerak roda depan, sangat rawan akan kerusakan as roda jika anda
melewati jalanan rusak tanpa sengaja dengan kecepatan lumayan tinggi, serta
ongkos perbaikan as roda juga lebih mahal di mobil penggerak roda depan.
2. Keunggulan mobil penggerak roda belakang pada kesimbangan mobil lebih
bagus, terutama saat anda berakselerasi dan pada saat mobil di kecepatan tinggi.
Penyebabnya adalah berat kendaraan yang seimbang dari depan sampai ke
belakang, karena terdapat as panjang ke roda belakang. Oleh karena itu, sebagian
besar mobil balap memakai sistem penggerak roda belakang. Selain itu, mobil

dengan sistem penggerak roda belakang, di saat mengakut beban berat lebih
mudah dikendalikan.
2.2.2.1.2 Kekurangan Mobil Penggerak Roda Belakang
1. Sistem penggerak roda belakang, kurang mendapat traksi di saat kondisi jalan
licin karena hujan atau berpasir. Hal ini disebabkan karena daya dorong mobil
berada di roda belakang. Jadi mobil akan susah dikendalikan saat kecepatan tinggi
di jalanan yang licin. Di mobil mewah dan mobil balap, pada mobil penggerak
roda belakang, saat ini telah dilengkapi dengan sistem kontrol traksi roda atau
lebih dikenal dengan nama traction control system, untuk membantu pengendalian
mobil di jalanan licin pada kecepatan tinggi.
Sebaliknya pada sistem penggerak roda depan, traksi ban mobil di jalanan licin
lebih bagus walaupun tanpa kontrol traksi roda. Hal ini disebabkan oleh daya
dorong berada di roda depan dan berat mobil yang berada di depan, kerena tidak
terdapatnya as pajang di bagian belakang mobil.
2. Karena penambahan As panjang pada mobil untuk mengerakkan roda belakang,
maka berat mobil akan bertambah, yang mengakibatkan lebih borosnya konsumsi
bahan bakar. Selain itu biaya produksi dari perakitan mobil dengan sistem
penggerak roda belakang lebih mahal, berakibat akan nilai jual baru dari mobil.

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam penulisan makalah ini dapat diketahui bahwa pada tahun 1769
mobil sudah ada dengan sistem penggerak transmisinya otomatis. Namun sistem
penggeraknya masih menggunakan rantai sebagai penerus penggerak dari mesin
menuju roda, seiring pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi akhirnya pada tahun
1898 telah ditemukan batang penggerak sebagai penerus putaran dari mesin ke
roda.
Selain sistem penggerak transmisi otomatis, juga ada sistem penggerak
transmisi manual. Dan pada sistem ini terdapat sistem penggerak roda depan dan
sistem penggerak roda belakang.
Sedangkan pada kedua sistem penggerak transmisi tersebut, terdapat
sistem penggerak roda FR ( Front engine Rear drive), FF ( Front engine Front
drive), RR ( Rear engine rear drive ), 4WD ( Four Wheel Drive )

DAFTAR PUSTAKA
http://artikel-teknologi.com/macam-macam-sistem-transmisi-kendaraan-bermotorpart-1/ diakses pada 11 Maret 2016
http://inimobilku.blogspot.co.id/2014/10/asal-usul-sejarah-penemuan-mobilpertama-di-dunia-dan-perkembangannya.html/ diakses pada 11 Maret 2016
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/195590-ini-mobil-matik-pertama-didunia/ diakses pada 11 Maret 2016
http://www.rentalmobilbali.net/mobil-penggerak-roda-depan/ diakses pada 15
Maret 1995
http://www.rentalmobilbali.net/mobil-penggerak-roda-belakang/ diakses pada 15
Maret 2016