Anda di halaman 1dari 12

Hemorroid

Definisi
Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen
atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal.
Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena hemoroidalis,
tetapi bersifat lebih kompleks yakni melibatkan
beberapa unsur berupa pembuluh darah, jaringan lunak
dan otot di sekitar anorektal (Felix, 2006).
Prevalensi penyakit ini di USA diperkirakan sekitar 4-5%
(Schrock, 1993).Hemorroid bukan penyakit yang
fatal,tetapi sangat mengganggu kehidupan.

Etiologi
Penuaan
Kehamilan
Hereditas
Konstipasi atau diare kronik
Menahan buang air besar
Posisi tubuh, misal duduk dalam waktu yang lama
Obesitas (Villalba dan Abbas, 2007)

Potegenesis
Kanal anus memiliki lumen yang dilapisi bantalan jaringan mukosa. Di
dalam tiap bantalan terdapat plexus vena yang diperdarahi oleh
arteriovenosus. Struktur vaskular tersebut membuat tiap bantalan
membesar untuk mencegah terjadinya inkontinensia (Nisar dan Scholefield,
2003).
Usaha pengeluaran feses yang keras secara berulang serta mengedan akan
meningkatkan tekanan terhadap bantalan tersebut yang akan
mengakibatkan prolapsus. Bantalan yang mengalami prolapsus akan
terganggu aliran balik venanya. Kemudian bantalan menjadi semakin
membesar dikarenakan mengedan, konsumsi serat yang tidak adekuat,
berlama-lama ketika buang air besar, serta kondisi seperti kehamilan yang
dapat meningkatkan tekanan intra abdominal. Perdarahan yang timbul dari
pembesaran hemoroid disebabkan oleh trauma mukosa lokal atau inflamasi
yang merusak pembuluh darah di bawahnya (Acheson dan Schofield, 2006).

Klasifikasi Hemoroid
Menurut Corman (2004), hemoroid diklasifikasikan
berdasarkan asalnya, yaitu:
a. Hemoroid eksternal, berasal dari dari bagian distal
dentate line dan dilapisi oleh epitel skuamos yang
telah termodifikasi serta banyak persarafan serabut
saraf nyeri somatik
b. Hemoroid internal, berasal dari bagian proksimal
dentate line dan dilapisi mukosa.
c. Hemoroid internal-eksternal, dilapisi oleh mukosa
di bagian superior dan kulit pada bagian inferior
serta memiliki serabut saraf nyeri

Derajat Hemoroid Internal


Menurut De jong (2004), hemoroid internal diklasifikasikan menjadi beberapa
tingkatan yakni:

Hemoroid interna
Derajat

Berdarah

Menonjol

Reposisi

II

(+)

Spontan

III

(+)

Manual

IV

(+)

Tetap

Tidak dapat

Gejala klinis Hemoroid


Gejala klinis hemoroid dapat dibagi berdasarkan jenis
hemoroid (Villalba dan Abbas, 2007) yaitu:
Gejala klinis hemoroid
Hemoroid internal
1. Prolaps dan keluarnya
mukus.

Hemoroid eksternal
1. Rasa terbakar

2. Perdarahan

2. Nyeri ( jika mengalami


trombosis).

3. Rasa tak nyaman

3. Gatal

4. Gatal

Diagnosis Hemoroid
Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang

1.
2.
3.
4.
5.

Diagnosis hemoroid
Adanya darah segar pada saat buang air besar
Adanya gatal-gatal pada daerah anus
Adanya masa pada anus dan hal ini membuatnya tak nyaman (pada hemoroid
internal II)
Nyeri pada hemoroid derajat IV yang telah mengalami thrombosis
Perdarahan yang disertai dengan nyeri mengindikasikan adanya trombosis
hemoroid eksternal, dengan ulserasi thrombus pada kulit

6. Adanya pembengkakan vena yang mengindikasikan hemoroid eksternal atau


hemoroid internal yang mengalami prolapse
7. Iinspeksi daerah perianal untuk melihat ada atau tidaknya fisura, fistula, polip,
atau tumor
8. Penilaian ukuran, perdarahan, dan tingkat keparahan inflamasi

9. Anoskopi dilakukan untuk menilai mukosa rektal dan mengevaluasi tingkat


pembesaran hemoroid
10. Sigmoidoskopi, untuk evaluasi kondisi lain anus dan rektum sebagai diagnosa
banding untuk perdarahan rektal dan rasa tak nyaman seperti pada fisura anal
dan fistula, kolitis, polip rektal, dan kanker
11. kolonoskopi harus dilakukan pada pasien dengan umur di atas 50 tahun dan
pada pasien dengan perdarahan menetap setelah dilakukan pengobatan

Diagnosa Banding hemoroid


1. Karsinoma kolorektum
2. Penyakit divertikel
3. Polip
4. Kolitis ulserosa

Komplikasi
Perdarahan kronis yang berulang dapat menyebabkan
anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak
bisa mengimbangi jumlah yang keluar.
Apabila hemoroid keluar, dan tidak dapat masuk lagi
(inkarserata/terjepit) akan mudah terjadi infeksi yang
dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan
kematian.

Penatalaksanaan Hemoroid
Konservatif:
Meningkatkan konsumsi serat, laksatif, dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan
kostipasi seperti kodein (Daniel, 2010).
Kombinasi antara anestesi lokal, kortikosteroid, dan antiseptik dapat mengurangi gejala gatal-gatal
dan rasa tak nyaman pada hemoroid
Pembedahan:
HIST (Hemorrhoid Institute of South Texas) menetapkan indikasi tatalaksana pembedahan hemoroid
antara lain:
a. Hemoroid internal derajat II berulang.
b. Hemoroid derajat III dan IV dengan gejala.
c. Mukosa rektum menonjol keluar anus.
d. Hemoroid derajat I dan II dengan penyakit penyerta seperti fisura.
e. Kegagalan penatalaksanaan konservatif.
f. Permintaan pasien.

Pencegahan hemoroid
1. Konsumsi serat 25-30 gram sehari. Makanan tinggi
serat seperti buah-buahan, sayur-mayur, dan kacangkacangan menyebabkan feses menyerap air di kolon. Hal
ini membuat feses lebih lembek dan besar, sehingga
mengurangi proses mengedan dan tekanan pada vena
anus.
2. Minum air sebanyak 6-8 gelas sehari
3. Mengubah kebiasaan buang air besar. Segera ke
kamar mandi saat merasa akan buang air besar, jangan
ditahan karena akan memperkeras feses. Hindari
mengedan. (Nagie, 2007)