Anda di halaman 1dari 16

FISSURE

SEALANT
Anita Dyah Septiani
G4B015064

Fisura adalah garis berupa celah yang


dalam pada permukaan gigi.
Awal pembentukan karies dimulai dari
fisura, yaitu bagian terdalam dan bagian
paling dasar dari permukaan gigi.
Kemudian karies berlanjut ke arah lateral
dinding fisura dan lereng cusp.
Karies fisura menggambarkan adanya
karies pada pit dan fisura. Karies berawal
dari dinding-dinding fisura. Karies ini
membesar ukurannya dan menyatu pada
dasar fisura. Arah perkembangan karies ke
lateral sehingga terbentuk karies yang
menggaung

Fissure Sealant
Tindakan untuk mencegah terjadinya
karies dengan melakukan penumpatan
pada pit dan fisur yang dalam dengan
bahan pengisi/ pelapis.
Tujuan sealant pada pit dan fisura
adalah agar sealant berpenetrasi dan
menutup semua celah, pit dan fisura
pada permukaan oklusal baik gigi
sulung maupun permanen. Area
tersebut diduga menjadi tempat awal
terjadinya karies dan sulit dilakukan

1.
2.
3.

INDIKASI

Pasien dengan resiko karies tinggi


Dalam, pit dan fisura retentif
Pit dan fisura dengan dekalsifikasi
minimal
4. Tidak adanya karies interproximal
5. Memungkinkan isolasi adekuat
terhadap kontaminasi saliva
1. Self cleansing yang baik pada pit dan
KONTRAINDIKASI
fisura
2. Terdapat tanda klinis maupun
radiografis adanya karies interproximal
yang memerlukan perawatan
3. Banyaknya karies interproximal dan
restorasi
4. Gigi erupsi hanya sebagian dan tidak

BAHAN
RESIN

RESINresin
Bahan berbasis
dapat berasal dari resin
murni, komposit atau
kompomer. Resin akan
diikat ke lapisan emanel
dengan teknik etsa asam.
Digunakan pada gigi
permanen
Kekuatan kunyah besar
Insidensi karies relatif
rendah
Gigi sudah erupsi
sempurna
Area bebas kontaminasi
atau mudah dikontrol
Pasien kooperatif

GIC

GIC
GIC lebih dianjurkan
untuk
digunakan sebagai fissure
sealant sementara yang
dapat melepaskan flour.
Digunakan pada geligi
sulung
Kekuatan kunyah relatif
tidak besar
Pada insidensi karies
tinggi
Gigi yang belum erupsi
sempurna
Area yang kontaminasi
sulit dihindari
Pasien kurang

BAHAN

GIC

Resin

Teknik Aplikasi Fissure Sealant


Berbasis Resin
1. Membersihkan Gigi (Cleansing)
Permukaan oklusal gigi dipoles dengan pumis. Kemudian pumis
dicuci bersih dengan semprotan udara dan air kemudian disikat
dengan brush, lalu sonde yang tajam dijalankan sepanjang fisur.
Cara ini untuk menghilangkan plak pada daerah yang lebih dalam
yang tidak dapat dibersihkan dengan penyikatan. Kemudian gigi
dicuci lagi dan dikeringkan dengan baik.

2. Pengisolasian
(Isolation)
Keberhasilan atau kegagalan
upaya penutupan fisur, isolasi
mungkin merupakan tahap yang
paling kritis. Jika pori yang dibuat
oleh etsa tertutupi saliva maka
ikatan yang terbentuk akan menjadi
lemah. Beberapa cara isolasi yang
dapat dilakukan misalnya dengan
cotton roll, suction, atau rubber
dam.

3. Pengetsaan (Etching)
Bahan etsa yang digunakan yaitu asam fosfat 30-50%.
Bahan etsa diulaskan di atas seluruh permukaan. Etsa
dapat diaplikasikan dengan menggunakan bulatan kapas
kecil, potongan busa kecil, atau dengan kuas kecil.
Setelah semua daerah yang akan
dietsa terulasi asam, waktunya
dicatat, dan email dietsa selama 20
detik.

cont
Etsa asam pada permukaan enamel
menghasilkan sejumlah porositas. Dengan
adanya porositas ini, maka bahan sealant
masuk ke dalam porositas yang telah
dibuat, dengan demikian terjadi retensi
mekanis antara enamel yang dietsa
dengan bahan sealant.
Bila saliva berkontak dengan bahan etsa,
maka proses etsa akan terhambat. Karena
adanya kontak dengan saliva, proses
remineralisasi gigi segera terjadi. Bila
kontak saliva terjadi, maka etsa ulang
dilakukan selama 10 detik.

4. Pencucian (Washing) dan Pengeringan


(Drying)
Setelah aplikasi etsa dilakukan pencucian dengan cara
menyemprotkan air agar sebagian besar asam terbuang.
Pencucian etsa menggunakan air selama 15-20 detik.
Selanjutnya gigi dikeringkan kurang lebih 15 detik. Pada
tahap ini daerah yang teretsa harus terlihat jelas dan putih.
Fase ini sangat penting karena setiap kelembaban pada
permukaan yang sudah dietsa akan menghalangi penetrasi
resin ke email.

5. Aplikasi Sealant
Aplikasi sealant dilakukan
pada area pit dan fisur yang
telah dietsa sebelumnya.
Untuk self curing polimerisasi
akan terjadi selama 60-90
detik. Untuk pemakaian light
curing polimerisasi akan
terjadi dalam 20-30 detik.

6. Pengecekan
Oklusal
Rubber dam dilepas dan
oklusi diperiksa dengan
articulating paper. Jika terjadi
peninggian dapat dilakulan
spot grinding untuk
penyesuaian.

Teknik Aplikasi Fissure Sealant GIC


Pembersihan pit dan fisura pada gigi yang akan dilakukan
aplikasi fissure sealant menggunakan brush dan pumis.
Pembilasan dengan air
Isolasi gigi
Mengeringkan permukaan gigi selama 20-30 detik dengan
udara.
Aplikasi bahan dentin kondisioner selama 10-20 detik
(tergantung instruksi pabrik). Dentin kondisioner merupakan
bahan yang digunakan untuk meningkatkan perlekatan
bahan glass ionomer dan dentin, dengan cara menghilangkan
smear layer dentin. Bahan yang biasanya digunakan adalah
asam poliakrilat 10 %.
Pembilasan dengan air selama 60 detik
Pengeringan dengan udara setelah aplikasi dentin
kondisioner permukaan pit dan fisura dilakukan pembilasan
Aplikasikan bahan GIC pada pit dan fisura
Aplikasi bahan varnish setelah aplikasi fissure sealant