Anda di halaman 1dari 49

ETIK DAN LEGAL KEPERAWATAN ICU

Sukendar,SKM,SH,MHKes

Disampaikan pada Pelatihan ICU


RS MH Thamrin 2015
1

Quiz 1
Apakah Perbedaan antara

Hukum dan Etik dan


hubungannya dalam
Keperawatan ICU ?

Quiz 2
Apakah Perlindungan Hukum

Bagi perawat sudah cukup


jelas sehingga bisa dijadikan
dasar pijakan bagi perawat
dalam melakukan
praktik/asuhan keperawatan ?

Quiz 3
Bila terjadi kelalaian di ICU yang

menyebabkan Pasien ICU meninggal apakah


institusi bertanggung jawab
Atau
Apakah hanya perawat yang bersangkutan
yang telah melakukan kesalahan atau
kelalaian yang bertanggung jawab ?

ETIKA KEPERAWATAN
(PPNI, 2010)

Pengetahuan tentang moral dan


susila,sistem nilai, kesepakatan, penilaian
terhadap apa yang benar dan apa yang
salah, apa yang merupakan kebaikan dan
apa yang merupakan keburukan, apa yang
merupakan kebajikan dan apa yang
merupakan kejahatan, apa yang dikendaki
dan apa yang ditolak
5

TERMINOLOGI
Etika:

Asal : bahasa Yunani ethos


Merupakan cabang filsafat

yang

paling tua
Adalah refleksi kritis,metodis dan
sistematis
tentang
tingkah
laku
manusia dari sudut baik dan buruk
Etika berupaya menyadarkan manusia
akan tanggung jawabnya sebagai
manusia dalam kehidupan bersama
secara mondial.
9 Mei 2016

MORAL
Asal : bahasa Latin mos

mores
Berarti
Adat
istiadat
(kebiasaan)
mengenai
baik
buruk dari suatu perbuatan
manusia
Nilai moral berkaitan dengan:
Tanggung jawab
Hati nurani
Kewajiban absolut
Tidak bisa berdiri sendiri

9 Mei 2016

NORMA
Adalah

aturan atau kaedahkaedah yang dipakai sebagai


tolok ukur untuk menilai tingkah
laku seseorang.
JENIS NORMA:

9 Mei 2016

Norma Moral ( tertinggi )


Norma Hukum
Norma Susila
Norma Sopan Santun
( etiket )

PRINSIP - PRINSIP MORAL


1.AUTONOMY : SELF DETERMINATION
menghargai hak-hak pasien utuk

membuat keputusan pribadi

2.NONMALEFICIENCE : AVOIDING HARM


tidak merugikan orang lain /

pasien

9 Mei 2016

3.BENEFICENCE: DOING GOOD


selalu bertindak baik dan benar
4.JUSTICE: TREATING PEOPLE FAIRLY
memperlakukan orang lain secara

adil danberimbang

5.FIDELITY: KEEPING PROMISES


menepati janji

9 Mei 2016

10

6.VERACITY: TRUTH TELLING


bersikap jujur kepada orang lain ,

termasuk
dipercaya.

pasien

dan

dapat

7.CONFIDENTIALITY:

RESPECTING
INFORMATION
menghargai privasi
pasien
yang
kepadanya.

9 Mei 2016

PRIVELEGED
dan rahasia
dipercayakan

11

Sumber
Keluhan Pasien
Harapan Pasien:

09/05/16

Ketepatan pelayanan
Kecepatan pelayanan
Keamanan pelayanan
Kenyamanan pelayanan
Keterjangkauan pelayanan
Perilaku hospitality petugas

astutimp
12

DILEMA ETIKA
Dalam Asuhan Keperawatan

Dilema Etika ( ethical dilemma ) is


a problem that has no solution
that is satisfactory

What may good to one person may


be harm to another. Sometimes it
is not possible to do good without
doing harm. This paradox

9 Mei 2016

13

CONTOH

9 Mei 2016

Menghentikan bantuan peralatan


hidup pada pasien coma
Ingin jadi ROBIN HOOD untuk
menolong pasien miskin ekonomi
Konflik dengan dokter atau Rumah
Sakit soal pemeriksaan diagnostik
canggih
yang
dinilai
akan
membebani pasien
Gerakan
tutup
mulut
untuk
melindungi reputasi dokter, rekan
kerja,
pihak
manajemen
( solidaritas )
14

KIAT PANDUAN
Jangan

lupa meminta bantuan /


konsultasi
dengan
perawat
penyelia atau Kepala Ruangan
Kalau kasus terlalu sulit, segera
rujuk ke pihak yang lebih ahli
Perawat memang mempunyai
fungsi advokasi, tetapi harus hatihati menjalankannya
Jangan lupa bahwa asuhan pasien
bukan hanya menjadi tanggung
jawab perawat sendiri. Asuhan
yang holistik bersifat multidisiplin.
9 Mei 2016

15

Isu Etik dalam Asuhan Keperawatan


Pada Pasien Kritis
Dilema etik di unit pelayanan intensif,
khususnya berhubungan dengan
keputusan mengakhiri kehidupan end of
life decisions seperti do not resuscitation
(DNR).
DNR adalah suatu pernyataan tertulis
langsung untuk tidak melakukan resusitasi
jantung paru pada pasien dalam keadaan
henti jantung.
16

End of life decision / Keputusan


Mengakhiri Kehidupan
Keputusan mengakhiri kematian hampir selalu sulit
untuk pasien, keluarga dan tenaga kesehatan lain
untuk membuat keputusan tersebut
Perawat berada pada posisi yang unik sebagai
advokat untuk membantu pasien dan keluarganya
melewati proses ini.
Keputusan tidak selalu mudah dilakukan dan
jawaban-jawaban tidak selalu jelas.
17

RUMAH
SAKIT
DALAM UU NOMOR 44 TAHUN 2009
PASAL 36
SETIAP RUMAH SAKIT HARUS
MENYELENGGARAKAN TATA KELOLA
RUMAH SAKIT DAN TATA KELOLA KLINIS
YANG BAIK

18

LIABILITY
PASAL 46
RUMAH SAKIT BERTANGGUNG JAWAB SECARA
HUKUM TERHADAP SEMUA KERUGIAN YANG
DITIMBULKAN ATAS KELALAIAN YANG DILAKUKAN
OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT.

UU Kesehatan
Hak Warga Negara :
Setiap orang mempunyai hak dalam
memperoleh pelayanan kesehatan yang
aman, bermutu, dan Terjangkau

UU Rumah Sakit

Perawat Harus Bersatu,


Aktif, dan Kritis

Masfuri, March 2014


22

Isu Etik dalam Asuhan Keperawatan


Pada Pasien Kritis
Dilema etik di unit pelayanan intensif,
khususnya berhubungan dengan
keputusan mengakhiri kehidupan end of
life decisions seperti do not resuscitation
(DNR).
DNR adalah suatu pernyataan tertulis
langsung untuk tidak melakukan resusitasi
jantung paru pada pasien dalam keadaan
henti jantung.
23

End of life decision / Keputusan


Mengakhiri Kehidupan
Keputusan mengakhiri kematian hampir selalu sulit
untuk pasien, keluarga dan tenaga kesehatan lain
untuk membuat keputusan tersebut
Perawat berada pada posisi yang unik sebagai
advokat untuk membantu pasien dan keluarganya
melewati proses ini.
Keputusan tidak selalu mudah dilakukan dan
jawaban-jawaban tidak selalu jelas.
24

Perawat dapat mempertimbangkan untuk


berkonsultasi pada komite etik jika :
Para paraktisi tidak sepaham dengan pasien dan
keluarganya mengenai pengobatan pasien
Para pemberi pelayanan kesehatan berselisih
pendapat tentang pilihan pengobatan
Anggota keluarga tidak setuju dengan apa yang
telah dilakukan

25

DILEMA ETIK & LEGALDI


ICU
Penghentian/withholding
Menghentikan suatu terapi / tindakan kepada
pasien yang masih memerlukan terapi lanjutan

Penundaan/withdrawing

terapi
Menunda suatu terapi / tindakan yang
diberikan terhadap pasien yang masih
memerlukan terapi lanjutan
09/13/12

With-drawing life supports, pada keadaan sebagai berikut:


1)Pasien masih mampu membuat keputusan (kompeten) dan
menyatakan keinginannya itu sendiri,
1)Pasien tidak kompeten tetapi telah mewasiatkan pesannya
tentang hal ini (advanced directive) yang dapat berupa:
a.pesan spesifik yang menyatakan agar dilakukan withdrawing/with-holding apabila mencapai keadaan futility (kesiasiaan)
b. pesan yang menyatakan agar keputusan didelegasikan
kepada seseorang tertentu (surrogate decision maker),
3) Pasien yang tidak kompeten dan belum berwasiat, namun
keluarga yakin bahwa seandainya pasien kompeten akan
memutuskan seperti itu, berdasarkan kepercayaannya dan
nilai-nilai yang selama ini dianutnya.

27

PULANG PAKSA
Pulang paksa adalah istilah yang
digunakan apabila pasien tidak
mau lagi melanjutkan /menjalani
rawat inap lebih lama dan minta
dipulangkan , tetapi secara medis
belum cukup stabil untuk
menjalani perawatan dirumah

Dalam Undang-Undang No. 44 Tahun 2009


tentang Rumah Sakit :
Kewajiban Rumah Sakit
Pasal 29 Ayat (1) huruf r
Menyusun

dan melaksanakan Peraturan


Internal Rumah Sakit (hospital by Laws)
Akreditasi Pasal 40
Standar Akreditasi yang berlaku oleh
Lembaga Independent yang ditetapkan
Menteri. salah satu persyaratan dalam
akreditasi adalah adanya Peraturan Internal
di Rumah Sakit

LIABILITY
PASAL 46
RUMAH SAKIT BERTANGGUNG JAWAB SECARA
HUKUM TERHADAP SEMUA KERUGIAN YANG
DITIMBULKAN ATAS KELALAIAN YANG DILAKUKAN
OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT.

EUTHANASIA
Euthanasia Aktip

Aktif berarti melakukan tindakan positif untuk


mengakibatkan kematian (killing)
Euthanasia pasif

berarti tidak ada perbuatan yang menuju


kematian dan kematian terjadi karena
penyakitnya sendiri

Hak dan kewajiban pasien


UU no 44/2009 tentang RS
Hak mendapatkan pelayanan medis dan keperawatan.
Hak atas informasi dan persetujuan.
Hak atas privacy dan rahasia kedokteran.
Hak menghentikan pelayanan medik (pengobatan).
Hak untuk menolak pelayanan medik (pengobatan).

32

Hak untuk mengadu dan untuk mengajukan pengaduan atau gugatan.


Hak atas ganti rugi.
Hak atas bantuan hukum.
Hak untuk mendapatkan nasihat bila diminta untuk ikut serta dalam
penelitian, hak untuk menolak keikutsertaa, dan hak untuk mengundurkan
diri (setiap saat) dari keikutsertaan penelitian/percobaan.
Hak atas perlindungan biaya pengobatan & perawatan yang wajar, hak
untuk mendapatkan suatu penjelasan atas perhitungan biaya tersebut,
terlepas pihak mana yang membayar biaya tersebut
33

7 Tanggung jawab RS
TJ manajemen (accountability,

responsibility)
TJ etika dan administratif
TJ hukum (legal liability):
Ada kerugian
Ada pengaduan

Akibat penyalahgunaan kekuasaan, atau


Mismanagement, atau
Malpraktek

Intensive Care Unit


(Unit Perawatan/Terapi
ICU adalah suatu tempat atau unit tersendiri
Intensif)

di dalam rumah sakit, memiliki staf khusus,


peralatan khusus ditujukan untuk
menanggulangi pasien gawat karena
penyakit, trauma atau komplikasi-komplikasi.
Mengintegrasikan kemampuan ilmiah dan
ketrampilan khusus serta diikuti oleh nilai etik
dan legal.

Permasalahan di ICU
Terhadap
Pasien
dan
Sakit Kritis berhubungan dengan harapan hidup
Keluarga
Pembiayaan / Cost yang Tinggi
Tekanan Psikis yang berat

Tuntutan Etik dan


Legal

Liabilitas dalam praktek


keperawatan(1)

Liabilitas adalah tanggungan yang dimiliki


oleh seseorang terhadap setiap tindakan
atau kegagalan melakukan tindakan.
Perawat yang melakukan tindakan kriminal
berat : kematian,sampai ringan
(menampar muka pasien didenda atau
penjara)
Kecerobohan : menipu, melanggar privasi
pasien, memfitnah, mengancam,
mengekang kebebasan pasien di sebut
katageri kelalaian (Negligence)

Kelalaian merupakan kegagalan

melakukan sesuatu oleh orang dengan


klasifikasi sama dan dalam situasi sama.

Kelalaian sering terjadi akibat kegagalan

menerapkan pengetahuan dlm praktik


dan dapat merugikan pasien

Mencegah Masalah Hukum


Ketahui hukum/undang-undang yang mengatur

praktik keperawatan
Jangan melakukan apapun yang anda tidak

tahu bagaimana melakukannya (bila perlu


pelajari caranya)
Sebagai penuntun untuk meningkatkan praktik,

mendapatkan kritik dan kesenjangan


pengetahuan ; lakukan pengkajian diri,
evaluasi kelompok, lakukan audit keperawatan
dan evaluasi lain.
39

Lanjutan.(2)
Berpedoman kepada Standar Praktik dan

kode etik keperawatan


Tetap perhatian kepada pasien dan
keluarganya
Kerjalah secara interdependensi,
komunikasi dengan pihak lain
Dokumentasi Keperawatan : Catat secara
akurat, obyektif dan lengkap , jangan di
hapus
Delegasikan secara aman dan absah ,
ketahui persiapan dan kemampuan
orang-orang dibawah pengawasan anda
40

Perlindungan Hukum Perawat


Undang-undang No.36 Tahun 2009 Tentang

kesehatan. BAB V SUMBER DAYA DI BIDANG


KESEHATAN: PSL 21 jun to psl 26
lebih jelas dlm psl 27 ayat (1) Tenaga
kesehatan berhak mendapatkan imbalan
dan perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan
profesinya.

Lanjutan......
Pasal 29 : Dalam hal tenaga kesehatan diduga

melakukan kelalaian dalam menjalankan


profesinya,
kelalaian
tersebut
harus
diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi
Pasal 32 ayat (1) : dalam keadaan darurat,
fasilitas
pelayanan
kesehatan,
baik
pemerintah
maupunswasta,
wajib
memberikan
pelayanan
kesehatan
bagi
penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan
kecatatan terlebih daahulu
Ayat (2): dalam keadaan darurat, fasilitas
pelayanan
kesehatan,
baik
pemerintah
maupun swasta dilarang menolak pasien
dan/atau meminta uang muka

Lanjutan.........
1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang

meliputi pengkajian, penetapan diagnosa


keperawatan, perencanaan, melaksanakan
tindakan keperawatan dan evaluasi
keperawatan.
2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud
pada butir (1) meliputi : intervensi keperawatan,
observasi keperawatan, pendidikan dan
konseling kesehatan.
3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan
sebagaimana dimaksud angka (1) dan (2) harus
sesuai dengan standar asuhan keperawatan
yang ditetapkan oleh organisasi profesi
4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat
dilakukan berdasarkan permintaaan tertulis dari
dokter.

KATA AKHIR
Seorang profesional yang bekerja
berdasarkan kompetensi-kewenangan
dan penuh perhatian (duty of care) tidak
akan pernah takut tuntutan hukum

QUESTIONS?
COMMENTS?
SHARINGS?

BR.SUKENDAR,SKM,SH,MH.KES
PRAKTISI HUKUM KESEHATAN ,ILC
HP. 085210486321/081288728320
Email: sukendarlaw@yahoo.com
sukendar04@gmail.com