Anda di halaman 1dari 9

Khasiat Minyak Atsiri Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) Sebagai Anti

Fungi, Sebagai Insektisida Pengusir Lalat Rumah Dan Pengusir Nyamuk

Khasiat Minyak Atsiri Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) Sebagai


Anti Fungi, Sebagai Insektisida Pengusir Lalat Rumah Dan Pengusir Nyamuk
Novia Nurkartika
Jurusan Biologi Falkutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Semarang

Abstrak
sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung
geraniol. Sereh wangi (Cymbopogon nardus L) dapat dijadikan insektisida alternatif yang aman
bagi lingkungan yang berasal dari tanaman. Karena sereh wangi memproduksi volatilia Olea
yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Salah satu aplikasinya adalah sebagai repellant
serangga dalam bentuk produk lotion kulit. Dalam penelitian ini, lotion kulit yang diproduksi
dengan bahan dasar minyak sereh dan geraniol sebagai komponen aktif. Minyak sereh dapat
diisolasi dari daun sereh wangi menggunakan metode destilasi uap. Destilat minyak sereh
diekstraksi dengan eter untuk memisahkannya dari air. Ekstrak daun serai wangi (Cymbopogon
nardus L.) juga dapat digunakan sebagai anti fungi Candida albicans. Ekstrak diperoleh dengan
metode maserasi. Peneliian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak Serai Wangi
(Cymbopogon nardus L) sebagai repellent. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan
ekstrak dapat mencegah tumbuhnya Candida albicans, dan menentukan konsentrasi efektif untuk
mencegah tumbuhnya jamur Candida albicans.
Kata kunci : Sereh wangi ( Cymbopogon nardus L), anti fungi, insektisida.

PENDAHULUAN
Deskripsi dan Kedudukan Taksonomi Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus L)
Tanaman serai wangi termasuk golongan rumput-rumputan yang disebut Andropogon
nardus atau Cymbopogon nardus. Genus ini meliputi hampir 80 species, tetapi hanya beberapa
jenis yang menghasilkan minyak atsiri yang mempunyai arti ekonomi dalam dunia perdagangan .
Tanaman serai wangi mampu tumbuh sampai 1-1,5 m. Panjang daunnya mencapai 7080cm dan lebarnya 2-5 cm, berwarna hijau muda, kasar dan memiliki aroma yang kuat
(Wijayakusumah,2005). Serai wangi merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di
pekarangan dan sela-sela tumbuhan lain. Biasanya serai wangi ditanam sebagai tanaman bumbu

atau tanaman obat. Seraiwangi di Indonesia ada 2 jenis yaitu Mahapengiri dan Lenabatu). Jenis
mahapengiri mempunyai ciri-ciri daunnya lebih lebar dan pendek, disamping itu menghasilkan
minyak dengan kadar sitronellal 30-45% dan geraniol 65- 90%. Jenis lenabatu menghasilkan
minyak dengan kadar sitronellal 7-15% dan geraniol 55-65%.
Berikut merupakan penampakan serai wangidapat dilihat pada Gambar 1.1
Gambar 1.1 sereh wangi ( Cymbopogon nardus L)
Di Indonesia ada beberapa sebutan untuk tanaman ini yaitu Sereh (Sunda), Sere (Jawa
tengah, Madura, gayo dan Melayu), Sere mongthi (Aceh), Sangge-sangge (Batak), Serai (Betawi,
Minangkabau), Sarae (Lampung), Sare (Makasar, Bugis), Serai (Ambon) dan Lauwariso
(Seram).
Kedudukan taksonomi tanaman serai yaitu :
Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Trachebionta

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Cymbopogon

Species

: Cymbopogon nardus L

Kebutuhan minyak atsiri dunia semakin tahun semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya perkembangan industri modern seperti industri parfum, kosmetik, makanan,
aroma terapi dan obat-obatan. Minyak atsiri saat ini sudah dikembangkan dan menjadi komoditas
ekspor Indonesia yang meliputi minyak atsiri dari nilam, akar wangi, pala, cengkeh, serai wangi,
kenanga, kayu putih, cendana, lada, dan kayu manis.
Manfaat Tanaman sereh (Cymbopogon nardus L)
Tanaman sereh (Cymbopogon sp.) cukup dikenal oleh masyarakat, terutama sereh dapur
yang sering digunakan para ibu sebagai bumbu masak. Tanaman sereh memiliki lebih dari satu
spesies,
salah
satunya
adalah
sereh
wangi
yang
termasuk
tanaman
langka,
Serai
wangi
selama
ini
masih
mendominasi
dan
lebih
umum
diambil minyaknya dibanding golongan serai lainnya. masyarakat belum banya

mengenal dan belum dapat membedakan antara tanaman sereh wangi dengan
sereh dapur. Tanaman sereh wangi terdiri dari dua spesies, yaitu Cymbopogon
nardus L. atau dikenal dengan nama Lenabatu dan Cymbopogon nardus L atau dikenal dengan
nama Mahapengiri (Eka fitriani,dkk,2013).
Insektisida alternatif yang aman bagi lingkungan berasal dari tumbuhan (Rofirma
Manurung, dkk, 2015).
Sebenarnya untuk menghindari gigitan nyamuk dan membasmi nyamuk dapat digunakan
bahan dari alam tanpa harus menggunakan insektisida yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Bahan yang berasal dari alam itu menghasilkan bahan anti nyamuk yaitu daun, akar, batang, biji,
dan bunganya dapat dimanfaatkan dan diolah sebagai bahan pengusir nyamuk.
Diantara tanaman penghasil bahan anti nyamuk tersebut adalah tanaman Serai
Wangi), Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) menghasilkan minyak atsiri yang dikenal sebagai
Citronella Oil. Minyak citronella mengandung dua senyawa kimia penting yaitu Sitronelal dan
Geraniol (Eduardo Cassel , 2006).
Senyawa Sitronelal dan Geraniol berfungsi sebagai pengusir nyamuk, tetapi belum
diketahui pada konsentrasi berapa serai wangi efektif untuk menolak gigitan nyamuk.
Pemanfaatan minyak atsiri sereh wangi jga dapat digunakan sebagai mulsa pada tanaman
lada. Senyawa citronelal berperan sebagai bahan insektisida yang bekerja sebagai antifeedant
dan repellent (pengusir dan penghambat serangga) ( M.M. Mir Specos , dkk, 2006).
limbah dari sereh wangi (Cymbopogon nardus L) Juga dapat menolak serangga
Lophobaris piperis yang merupakan salah satu hama tanaman lada karena kandungan bahan aktif
di dalam limbah tersebut (Sri Usmiati, dkk, 2015) .
Ekstrak antifungi adalah ekstrak yang diperoleh dari tanaman yang akan
dijadikan sebagai antifungi yaitu tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.)
memiliki kandungan kimia yang terdiri dari saponin, tannin, flavonoid, polifenol,
alkaloid, dan minyak atsiri. Minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L.)
terdiri dari sitral, sitronelal, geraniol, mirsena, nerol, farsenol, metilheptenon,
dipentena, eugenol metil eter, kadinen, kadinol, dan limonene . Kandungan kimia yang terdapat
dalam tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) yang dapat menghambat pertumbuhan
jamur Candida albicans yaitu saponin, flavonoid dan tanin.
Proses pengambilan minyak serai wangi (Citronella oil) dari daun dan batang serai wangi
dengan menggunakan metode distilasi uap (Yuni Eko Feriyanto ,dkk,2013)

GAMBARAN KHUSUS
Komponen kimia Tumbuhan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L)

Kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman seraiwangiantara lain mengandung


0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral, sitronelol (66-85%), -pinen,
kamfen, sabinen, mirsen,-felandren, psimen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol,
terpinen-4-ol, - terpineol, geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil
heptenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, -elemen, kariofilen, -bergamoten, trans- metilisoeugenol, - kadinen, elemol, kariofilen oksida
Komposisi kimia minyak serai wangi dapat dilihat pada Tabel 1. 1
Tabel 1 Susunan Kimia Minyak Serai Wangi
Senyawa Penyusun

Kadar (%)

Sitronellal

32-45

Geraniol

12-18

Sitronellol

12-15

Geraniol Asetat

3-8

Sitronellil Asetat

2-4

Limonene

2-5

Elenol dan Seskwiterpene


lain

2-5

Elemen dan Cadinene

2-5

Senyawa utama minyak sereh dapat diketahui dari kromatogram KG-SM.


Senyawasenyawa tersebut memiliki puncak yang paling tinggi dibandingkan dengan puncak
senyawa penyusun minyak sereh yang lainnya. Ketiga senyawa tersebut memiliki waktu retensi
yang berbeda. Senyawa aktif dari minyak sereh berupa sitronelal. Senyawa yang memiliki
persentase area paling besar adalah geraniol. Senyawa utama ketiga adalah geranil asetat
(Rahmania Tulus Setya Pratiwi, dkk, 2013).
Analisi s komponen penyusun minyak sereh tersebut dilakukan dengan cara
menginjeksikan 0,1 L menggunakan syringe pada instrumen KG-SM. Sedangkan analisis
komponen penyusun minyak sereh setelah penyimpanan dilakukan dengan cara menginjeksikan
0,2 L menggunakan syringe pada instrumen KG.
Peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dapat dilakukan dengan
menggunakan metode distilasi vakum. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan geraniol
yang mempunyai titik didih C pada 760 mmHg.( Widi Astuti, 2014).
Kegunaan Tanama sereh (Cymbopogon nardus L)
Manfaat serai diantaranya adalah:
1. Antibakteri dan mikroba, serai dapat mengobati luka atau peradangan seperti pada
lambung, kandung kemih dan usus

2. Diuretik, dapat membantu Anda memelihara kesehatan ginjal


3. Antioksidan, serai dapat membantu Anda mencegah kanker
4. Antipiretik, Anda dapat menggunakannya untuk meredakan demam/panas
5. Sitronela menjadikan serai bersifat repelen yang mampu mengusir nyamuk
6. Relaksasi, Anda dapat memanfaatkan aromanya untuk ini
7. Dan sederetan lain manfaat serai seperti meredakan flu dan batuk, tifus, kejang, rematik,
keracunan makanan dan membantu Anda mengatasi bau badan.
Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.)
yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yaitu saponin, flavonoid dan
tanin. Saponin dapat mengakibatkan sel mikroba lisis yaitu dengan mengganggu stabilitas
membran selnya (Eka fitriani,dkk,2013).
Berdasarkan hasil penelitian dari 5 konsentrasi perlakuan dan 5 kali pengulangan. Ekstrak
daun sereh wangi (Cymbopeogon nardus L.) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans
yang ditumbuhkan pada media Malt Extract Agar (MEA) didapat perbedaan
diameter zona hambat pada setiap konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% dan
Metronidazol sebagai kontrol positif.
Berdasarkan uji lanjut Duncan bahwa perlakuan konsentrasi 75% ekstrak daun sereh
wangi berbeda dari perlakuan dengan perlakuan 25% dan 50%, namun sama dengan daya
hambat perlakuan konsentrasi 100% dan Metronidazol. Hal ini bahwa konsentrasi 75%
menyamai daya hambat Metronidazol dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Hasil ini pula dapat dikaitkan bahwa perlakuan konsentrasi 75% adalah perlakuan efektif
didalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.)
yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yaitu saponin, flavonoid dan
tanin. saponin bersifat sebagai surfaktan yang berbentuk polar akan menurunkan tegangan
permukaan membran sterol dari dinding sel Candida albicans, sehingga menyebabkan gangguan
permeabilitas membran yang berakibat pemasukan bahan atau zat-zat yang diperlukan dapat
terganggu akhirnya sel membengkak dan pecah.
Flavonoid bekerja dengan cara denaturasi protein, mengganggu lapisan lipid dan
Mengakibatkan kerusakan dinding sel.hal tersebut dapat terjadi karena flavonoid
flavonoid bersifat lipofilik sehingga akan mengikat fosfolipid, fosfolipid pada membran sel
jamur dan mengganggu permeabilitas membran sel.
Tanin
merupakan
senyawa
aktif
yang
berperan
sebagai
antifungi.
Mekanisme antifungi yang dimiliki tanin adalah karena kemampuannya menghambat sintesis
khitin yang digunakan untuk pembentukan dinding sel pada jamur dan merusak membran
sel sehingga pertumbuhan jamur terhambat.
Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan
jamur Candida albicans, zona hambat yang terbentuk juga lebih besar hal ini dikarenakan

ekstrak daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dapat masuk kedalam medium agar dengan
cara berdifusi, dimana konsentrasi ekstrak lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi pada
medium agar sehingga ekstrak akan menembus dinding sel jamur dan merusak sporangium
jamur Candida albicans sehingga pertumbuhan jamur akan ikut terhambat (Eka
fitriani,dkk,2013).
Perasan serai wangi yang efektif sebagai repellent terhadap nyamuk Ae.aegypti.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Percobaan dilakukan dengan tiga kali pengulangan dengan konsentrasi air perasan serai wangi
1%, 2%, 3%, dan 4%, dan lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium.
Penelitian pengaruh daya tolak perasan serai wangi terhadap nyamuk Ae.aegypti
dilakukan terhadap 240 nyamuk dewasa. Konsentrasi yang digunakan 1%, 2%, 3%, dan 4%
dengan masing-masing konsentrasi pakai kontrol. Tiap-tiap konsentrasi perlakuan memiliki
sampel sebanyak 10 ekor nyamuk dan untuk setiap kontrol perlakuan sampel sebanyak 10 ekor
nyamuk yang berada dalam kotak pengamatan. Tiap perlakuan dilakukan pengamatan selama 5
menit dan istirahat 25 menit dengan 3 kali pengulangan.
Hasil perhitungan daya tolak nyamuk Ae.aegypti terhadap air perasan Serai wangi pada
konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan kontrol dengan pengamatan 5 menit adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Perhitungan Daya Tolak Nyamuk Ae.aegypti Terhadap Air Perasan Serai Wangi

Kelinc konsentras
i
i

Jumlah nyamuk
menggigit pada
kontrol

Jumlah nyamuk
menggigit pada
perlakuan

Daya proteksi

1%

75%

2%

78%

3%

100%

4%

100%

Berdasarkan hasil analisis penelitian tentang pengaruh daya tolak serai wangi
(Cymbopogon nardus) terhadap gigitan nyamuk Ae.aegypti adalah konsentrasi yang efektif yang
digunakan sebagai repellent adalah minimal konsentrasi 3%. Semakin tinggi konsentrasi perasan
serai wangi (Cymbopogon nardus) maka semakin baik digunakan sebagai repellent ( Rofirma
Manurung, dkk, 2015).

Untuk membuat anti nyamuk, sereh wangi dapat dijadikan bentuk lotion. Minyak sereh
wangi yang diaplikasikan dalam skin lotion penolak nyamuk memiliki berat jenis sebesar 0,8352
pada suhu pengukuran 25C. Nilai tersebut lebih rendah dari nilai standar minyak sereh wangi
yang ditetapkan yaitu 0,850-0,892.
Penentuan indeks bias menggunakan refraktometer dengan berprinsip kepada penyinaran yang
menembus dua macam media dengan kerapatan berbeda. nilai indeks bias suatu senyawa dapat
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti proses oksidasi dan suhu. Nilai indeks bias pada suhu yang
lebih tinggi akan menghasilkan nilai indeks bias lebih rendah.
Kadar sitronelal minyak sereh wangi yang digunakan yaitu 5,8% dan kadar geraniol
2,4%. Kedua nilai tersebut lebih rendah dari nilai standar yang ditentukan yaitu 35,0% untuk
sitronella dan 16,0% untuk geraniol. Rendahnya nilai kedua komponen utama tersebut
menunjukkan bahwa minyak tersebut bukan minyak sereh wangi murni. minyak atsiri yang
mengalami penurunan kandungan utamanya menunjukkan bahwa minyak tersebut telah
dipalsukan yang biasa dilakukan dengan menambahkan mineral, atau minyak sejenis yang
bermutu rendah. Senyawa asing lain yang biasa ditambahkan dalam minyak atsiri yaitu alkohol,
kerosin, heksan, dan petroleum eter.
Berdasarkan analisa khromatografi gas, senyawa asing yang seharusnya muncul sekitar
1,0% tetapi pada minyak sereh wangi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 66,1%. Pada
geraniol, komposisi geraniol yang digunakan sebesar 18,2%. Nilai tersebut lebih tinggi dari
kandungan geraniol minyak sereh wangi standar yaitu sekitar 15,0%-16%. Kandungan sitronella
pada geraniol (6,8%), lebih tinggi dari kandungan geraniol pada minyak sereh wangi (5,8%)
yang digunakan dalam pembuatan skin lotion penolak nyamuk.
Untuk insektisida pengusir lalat digunakan tepung limbah penyulingan
minyak sereh wangi dan nilam (bahan aktif), yang di kemas dalam bentuk dupa . Ditinjau dari
segi kandungan bahan aktif dalam dupa, tampak bahwa formula dupa yang berbahan aktif limbah
penyulingan minyak sereh wangi yang dikombinasikan dengan limbah penyulingan minyak
nilam dengan perbandingan 4:4 dan 5:3 memiliki efektifitas lebih baik
dibandingkan dupa dengan bahan aktif tunggal sereh wangi (F1) dan dupa kombinasi serai wangi
dan nilam dengan perbandingan 3:5 (F2). Hal ini disebabkan adanya kerja sinergis antar minyakminyak atsiri dalam formula insektisida, dimana penambahan bahan aktif dari limbah
penyulingan minyak nilam membuat aktivitas insektisida dapat meningkat 2-4 kali lipat.
Banyaknya sinergis yang digunakan selain tergantung jenis, juga dipengaruhi oleh konsentrasi
bahan aktif dalam formula.
Pemanfaatan limbah padat penyulingan minyak sereh wangi sebagai bahan aktif yang
dikombinasikan dengan limbah penyulingan minyak nilam dalam pembuatan dupa (penolak
serangga) mempengaruhi lama bakar, kadar air dan bobot, tetapi tidak berpengaruh terhadap
tingkat kekerasan dari dupa. Dupa F1 dengan panjang 14 cm mempunyai lama bakar 81,89
menit, kadar air 8,89% dan bobot 2,67 gram.
Formula dupa F3 dan F4 yang mengandung kombinasi bahan aktif limbah penyulingan
minyak sereh wangi dengan limbah penyulingan minyak nilam berdasarkan perbandingan 4:4
dan 5:3 lebih efektif mengusir serangga lalat rumah (Musca domestica) dengan persentase daya
tolak masingmasing 100% pada pembakaran 2 dan 3 jam, ditandai oleh menjauhnya lalat dari

dupa dan menempel statis (diam) di dinding Glass chamber, namun demikian lalat tidak jatuh
atau mati (Sri Usmiati, 2015).

DAFTAR PUSTAKA

Astuti ,Widi., dan Nur Nalindra Putra. 2014. Peningkatan Kadar Geraniol Dalam
Minyak Sereh Wangi Dan Aplikasinya Sebagai Bio Additive Gasoline . jurnal bahan
alam terbarukan. Vol 3, Edisi 1.
Cassel ,Eduardo., dan Rubem M. F. Vargas. 2006. Experiments and Modeling of the
Cymbopogon winterianus Essential Oil Extraction by Steam Distillation. Jurnal
Operaes Unitrias, Engineering Faculty. 50(3), 126-129
Feriyanto ,Yuni Eko .,dkk. 2013. Pengambilan Minyak Atsiri dari Daun dan Batang Serai
Wangi (Cymbopogon winterianus) Menggunakan Metode Distilasi Uap dan Air dengan
Pemanasan Microwave. Jurnal Teknik Pomits. Vol. 2, No. 1.
Fitriani ,Eka., dkk. 2013. tudi Efektivitas Ekstrak Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus
L.) Sebagai Anti Fungi Candida albicans. jurnal Biocelebes. Vol. 7 No. 2.
Manurung ,Rofirma., dkk.2015. Pengaruh Daya Tolak Perasan Serai Wangi (Cymbopogon
nardus) Terhadap Gigitan Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan
Universitas Sumatra Utara.
Setyaningsih, Dwi., dkk. 2013. Aplikasi Minyak Sereh Wangi (Citronella Oil) Dan Geraniol
Dalam Pembuatan Skin Lotion Penolak Nyamuk. Jurnal Teknik Industri Pertanian
IPB. Vol. 17(3),97-10.
Specos ,M.M. Mir., dkk. 2010. Microencapsulated citronella oil for mosquito repellent
finishing of cotton textiles. Jurnal Transactions of the Royal Society of Tropical
Medicine and Hygiene. 104 (2010) 653658
Usmiati, Sri., Dkk. 2015. Imbah Penyulingan Sereh Wangi Dan Nilam
Sebagai Insektisida Pengusir Lalat Rumah (Musca domestica). Jurnal teknik industri
pertanian IPB. Vol. 15(1), 10-16.