Anda di halaman 1dari 53

PERALATAN DAN KELENGKAPAN GAMBAR TEKNIK

Ada beberapa peralatan didalam menggambar teknik dasar (gambar


manual/tanpa komputer) yang harus diketahui berdasarkan fungsi dan cara
penggunaannya. Walaupun pada saat sekarang sesuai dengan
perkembangan zaman dan teknologi, serta tuntutan dunia industri,
menggambar sudah menggunakan Program Autocad yang merupakan program
aplikasi rancang bangun berbasis CAD (Computer Aided Desain) buatan autodesk
incorporation. Tetapi untuk sampai ke aplikasi rancang bangun tersebut tentunya juga untuk
gambar arsitektur, gambar sipil ataupun mesin diperlukan dasar-dasar gambar teknik yaitu
menggambar secara manual. Sebagai dasar dan kaidah-kaidah penggambaran yang baik
dan benar sesuai dengan standar ISO. Karena hasil dari gambar tersebebut jelas, mudah
dibaca (dimengerti), serta dapat dilaksanakan. Karena gambar tersebut di bidang teknik
merupakan salah satu bahasa atau alat komunikasi untuk di aplikasikan. Oleh karena itu di
dalam menggambar dasar teknik perlu diketahui beberapa peralatan serta kelengkapan
gambar teknik tersebut. beberapa peralatan gambar teknik antara lain sebagai berikut :

KERTAS GAMBAR

Berdasarkan jenis kertasnya, kertas gambar yang dapat kita gunakan untuk
menggambar teknik adalah

1) Kertas Padalarang
2) Kertas manila
3) Kertas Strimin
4) Kertas roti
5) Kertas Kalkir

Di dalam menggambar teknik untuk ukuran kertas gambar sudah


ditentukan berdasarkan standar ISO, yang mana ukuran pokok kertas
gambar adalah A0.
Ukuran A0 adalah 1 m2 dengan perbandingan 2 : 1 untuk panjang : lebar.
Ukuran A1 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A0.
Ukuran A2 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A1.
Demikian seterusnya.......
Ukuran kertas gambar dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Cara untuk menentukan ukuran kertas A0 A1 A2 A3 A4 di dalam gambar


teknik dapat harus terlebih dahulu mengetahui ukuran kertas paling besar
yang digunakan di dalam gambar teknik, yaitu ukuran kertas A0 yang ukuran
pokoknya mempunyai luas 1 meter persegi (1 m2) atau 1 juta milimeter
persegi (1.000.000 mm2). Untuk mendapatkan Ukuran kertas A0 tersebut

secara benar berdasarkan standard internasional / ISO, maka digunakan


rumus sebagai berikut :

Di bawah ini adalah berbagai macam jenis ukuran kertas menurut satuan
inches dan satuan milimeters

MEJA GAMBAR
Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak
melengkung. Meja tersebut dibuat dari kayu yang tidak terlalu keras
misalnya kayu pinus. Sambungan papannya rapat, tidak berongga, bila
permukaannya diraba, tidak terasa ada sambungan atau tonjolan. Meja
gambar sebaiknya dibuat miring dengan bagian sebelah atas lebih tinggi
supaya tidak melelahkan waktu menggambar. Meja gambar yang dapat

diatur kemiringannya secara manual atau hidrolik. Manual pergerakan


kemiringan dan naik turunnya dengan sistem mekanik, sedangkan meja
gambar hidrolik kemiringan dan naik turunnya meja gambar menggunakan
sistem hidrolik. Ukuran papan gambar didasarkan atas ukuran kertas gambar,
sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Tetapi dapat juga disesuaikan dengan
kebutuhan, umumnya ukuran papan gambar lebar 90 cm, panjang 100 cm, tebal 3
cm

PENSIL GAMBAR
Pensil untuk menggambar lain dengan pensil yang digunakan untuk menulis,
baik kwalitetnya maupun kerasnya. Pensil gambar umumnya tidak disertai
karet penghapus pada salah satu ujungnya. Selain itu biasanya
kekerasannya dicantumkan pada salah satu ujung pensilnya. Standard
kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Berikut ini salah satu contoh jenis pensil gambar dengan kategori lunak 2B,
digunakan untuk kelengkapan menggambar

PENSIL MEKANIK
Pensil mekanik banyak ragam dan jenisnya, antara batang dan isi pensil
terpisah. Jika isi pensil habis dapat diisi ulang. Batang pensil tetap masih
digunakan. Dalam menggambar teknik ada jenis pensil standar yang
digunakan. Pensil mekanik tersebut salah satu merk standar yang digunakan
adalah Staedtler, Rotring, Faber Castell. Pensil mekanik memiliki ukuran
berdasarkan diameter mata pensil, misalnya 0,3 mm, 0,5 mm, dan 1,0
mm. Berikut ini salah satu contoh jenis pensil mekanik, digunakan untuk
kelengkapan menggambar

PENGHAPUS
Penghapus yang dimaksud dalam peralatan gambar teknik disini adalah
penghapus yang digunakan untuk kertas gambar. Jadi dapat digunakan 2
macam penghapus yaitu penghapus pensil dan penghapus tinta. Untuk
penghapus pensil pada kertas gambar biasa ( putih ) umumnya hampir
sama. Penghapus kertas gambar terdapat macam-macam merk
salahsatunya adalah Staedtler, Rotring, Faber Catell, demikian juga untuk

penghapus tinta pada kertas kalkir. Berikut ini salah satu contoh jenis
penghapus gambar, yang digunakan untuk kelengkapan menggambar.

PENGGARIS SEGITIGA
Pada kelengkapan menggambar teknik adalah penggaris segitiga. Penggaris
ini digunakan untuk menarik garis tegak, miring, atau pun sejajar. Ukurannya
variatif dari yang kecil sampai yang besar. Bahan yang digunakan untuk
penggaris segitiga adalah kebanyakan mika transparan karena ringan.
Penggaris segitiga ini biasanya digunakan sepasang segitiga yaitu segitiga
dengan sudut- sudut istimewa yaitu 4545 dan segitiga, dengan sudut 60
30.

RAPIDO

Rapidograp atau rapido merupakan alat kelengkapan menggambar teknik


biasanya satu set komplit dengan yang lainnya. Rapido banyak digunakan
dalam mendesain gambar arsitektur bangunan maupun bangunan sipil.
Rapido juga memiliki ketebalan tertentu untuk menarik garis dengan
ketebalan yang dikehendaki. Sehingga untuk membuat gambar dengan lebih
dari satu ketebalan garis, diperlukan beberapa rapido. Untuk membedakan
ketebalan garis yang diinginkan, pada umumnya masing-masing rapido
diberi tanda corak warna yang berbeda-beda pada leher atau
tutupnya.Sehinggga dengan rapido yang digunakan ketebalan garis, tinggi
huruf maupun angka dari sablon huruf dapat disesuaikan. Macam-macam
merk rapido yang dijual di pasaran, antara lain : rotring, staedler, faber
castell, primuss, dan lain-lain.

JANGKA
Jangka merupakan suatu alat kelengkapan menggambar teknik digunakan
untuk membuat gambar lingkaran, ellips, ataupun busur lingkaran. Jangka

memiliki bentuk dua kaki, yang satu berbentuk runcing (jarum) dan yang
satunya lagi bentuknya dapat diisi dengan ujung pensil, pulpen, trek pen,
dan sebagainya. Penggunaan jangka bisa di setel atau di atur apabila akan
membuat gambar suatu bentuk lingkaran dengan jari-jari besar, dan apabila
kaki jangka tersebut kurang panjang, maka salah satu kakinya harus
disambung dengan kaki sambungan atau ditambahkan suatu alat tambahan
apabila mau menggunakan rapido.

MAL DAN SABLON


Mal dan sablon ini meryupakan alat kelengkapan dalam menggambar teknik.
Fungsi dari mal dan sablon ini untuk memudahkan dan mempercepat proses
pengerjaan dalam membuat gambar, khususnya desain gambar-gambar
arsitektur bangunan, sipil dan juga untuk menghasilkan bentuk gambar yang
rapi, bersih dan menarik. Perbedaan anatara mal dan sablon antara lain yaitu
Mal terdiri dari beberapa jenis, yakni : mal lingkaran, mal ellips, mal kuping
gajah, mal arsitek, dan lain-lain.
Sablon terdiri dari beberapa jenis, yakni : sablon huruf, sablon angka, sablon
furniture, dan lain-lain.

Menggambar

Teknik

A. Fungsi Gambar
Teknik
1. Gambar Sebagai
Bahasa Teknik
Gambar memilki
peran penting alat
komunikasi untuk
terwujudnya suatu
produk/mesin
atau benda teknik
lainnya. Dengan kata
lain gambar teknik
merupakan alat
komunikasi
orang teknik, atau
merupakan bahasa
orang-orang teknik.
2. Gambar Sebagai Bahan Informasi Teknik.
Dalam pembuatan suatu produk diperlukan suatu informasi teknik yg harus disampaikan
baik itu dari pemesanan(konsumen) ke juru gambar maupun dari juru gambar ke operator
mesin dan perakitan yg berupa gambar. Oleh karena itu gambar teknik berfungsi sebagai
bahan informasi teknik.
3. Gambar Sebagai Gagasan Dan Pengembangan.
Bila kita mempunyai suatu gagasan/ide teknik abstrak yg melintas di hati kita, misalnya
membuat suatu mesin dengan energi matahari atau mesin dengan bahan bakar air.
Gagasan/ide-ide tersebut perlu kita ungkapkan dalam bentuk gambar.
B. STANDARDISASI
1. Pengertian dan Fungsi Standar
Standardisasi merupakan peraturan yang mengandung petunjuk dan larangan dalam memproduksi
suatu
produk agar dipatuhi sehingga menghasilkan produk yang sama/saling terkait.
Orang - orang yg terkait dalam bidang gambar teknik mesin antara lain pembuat gambar, operator
mesin, baik dalam industri dan pelajar yang sedang belajar memerlukan suatu standardisasi agar tidak
terjadi kesalahpahaman dalam memproduksi suatu produk. Sehinnga suatu gambar yang dibuat di
buat
orang lain atau bahkan di luar negeri dapat kita mengerti karena masih dalam satu ikatan
Standardisasi.
Umumnya negara-negara di dunia sudah dan tergabung dalam standardisasi internasional (ISO)
termasuk
Indonesia.
Fungsi standardisasi gambar teknik secara umum ialah :
1. Memudahkan komunikasi teknis antara perancang/pembuat gambar dengan pengguna gambar.
2. Memberikan kepastian kepada kepada pembuat dan pembaca gambar dalam menggunakan aturanaturan gambar menurut standar.
3. Menyeragamkan aturan-aturan agar menjadi lebih sederhana sehingga menjadi solusi umum.
4. Memudahkan kerjasama antar perusahan/industri dalam suatu wilayah dan antar negara.
5. Menjadi pedoman bagi negara-negara yang belum menggunakan standardisasi secara internasional
2. Macam - macam Standardisasi
1. JIS (Japanese Industrial Standart)

2. NNI (Nederland NormaIisatie Institut)


3. DIN (Deutsche Industrie Normen)
4. ANSI (American National Standart Institute)
5. ISO (International Organization for Standarization
6. SNI (Standar Nasional Indonesia)

C. ALAT -ALAT GAMBAR


1. Kertas Gambar
Kertas gambar yang umumnya dipakai dalam menggambar teknik ialah kertas gambar seri A yaitu :
A4, A3, A2 hingga yang terbesar A0.
Kertas gambar tersebur memiliki ukuran-ukuran yang berbeda antara satu dan lainnya.
Berikut merupakan standar ukuran kertas ISO seri A :

Cara menentukan ukuran kertas gambar :


Ukuran kertas gambar di mulai dari dasar ukuran kertas yang paling besar sebagai patokan yaitu
A0 yang memilki luas 1m2 atau 1000.000mm2, dimana perbadingan luasnya adalah :

Sehingga di dapatlah ukuran standar A0 (1189 x 841), kemudian untuk mendapatkan ukuran kertas
lainnya tinggal membagi dua ukuran panjang dari ukuran sebelumnya.
Berikut pembagiannya :

2. Etiket dan Garis tepi.


Etiket merupakan kepala gambar yang berisikan informasi tentang gambar baik itu nama/judul
gambar, skala, proyeksi, ukuran gambar, tanggal, bahan, nama pembuat dan pemeriksa, dsb

Garis tepi merupakan batas daerah gambar yang mana gambar tidak boleh melewati garis tepi.

Tiap tiap kertas gambar memilki batas garis tepi yang berbeda-beda.

3. Pensil
Pensil yang digunakan dalam menggambar teknik umumnya terdiri atas pensil biasa dan pensil
mekanittk
Setiap pensil memiliki tingkat kekerasan tertentu, mulai dari yang lunak sampai yang keras.
Berikut tingkat kekerasan sebuah pensil :

Keterangan :
H = Hard (Keras) semakin besar angkanya maka pensil semakin keras
B = Bold (Hitam) semakin besar angkanya maka pensil semakin hitam
HB = Hard Black (Setengah Hitam)
F = Firm (Tetap, digunakan untuk menulis tampa skala)

Pada gambar di bawah dapat dilihat perbedaan warna tiap pensil.

4. Pena Gambar
Pena gambar biasa digunakan untuk menggambar pada kertas gambar kalkir
pena ini memiliki ketebalan mulai dari 0.1mm 0.2, 0.3, 0.4 dsb

5. Penggaris
6. Jangka Sorong
7. Meja gambar
D. Macam - macam Garis dan Penggunaanya.

MATERI GAMBAR TEKNIK UNTUK SMK


IN PENDIDIKAN - ON 18.52 - 16 COMMENTS

Uraian Materi I

1) Memahami Fungsi Gambar dan Standar Gambar Teknik.


a) Fungsi Gambar
Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud, terutama bagi orang-orang teknik. Oleh
karena itu gambar sering juga disebut sebagai bahasa Teknik. Sebagai bahasa teknik, diharapkan sebuah
gambar dapat meneruskan keterangan-keterangan secara tepat & obyektif.
Dalam bidang otomotif, gambar proyeksi, gambar potongan sering digunakan untuk menunjukkan
bentuk dan nama komponen bagian luar, menunjukkan bentuk dan nama komponen bagian dalam serta
membantu menjelaskan prinsip-prinsip kerja mesin.
Simbol-simbol, kode-kode dan diagram kerja/rangkaian sistem kelistrikan juga digunakan pada bidang
otomotif. Bahkan pada mobil-mobil baru selalu disertakan buku manual (manual book) yang berisi
gambar-gambar dan keterangan tentang mobil tersebut. Penunjukkan gambar-gambar dalam buku
manual dapat mempermudah para mekanik dan pemiliki kendaraan untuk memelihara/servis serta
memperbaiki kendaraan.

Gambar teknik mempunyai beberapa fungsi yaitu :


(1) Penyampaian Informasi
Gambar mempunyai tugas menyampaikan maksud dari perancang dengan tepat kepada pihak lain
misalnya perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan dan perakitan produk/ komponen.
Apabila kita mengamati proses pembuatan produk/komponen mesin, selalu kita temukan gambar.
Gambar tersebut digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan bentuk dan ukuran-ukuran
produk/komponen mesin yang akan dibuat.
Simbol-simbol, kode-kode dalam bentuk diagram rangkaian kelistrikan digunakan untuk menyampaikan
informasi tentang komponen-komponen kelistrikan, jalur-jalurpengawatan dan sebagainya. Apabila
rangkaian kelistrikan digambar dengan gambar aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi rumit dan sulit
untuk dimengerti.

(2) Pengawetan dan Penyimpanan


Gambar merupakan data teknis yang tepat. Teknologi dari suatu perusahaan dipadatkan dan
dikumpulkan pada gambar. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagianbagian produk untuk perbaikan, tetapi gambar-gambar digunakan sebagai bahan informasi untuk
perencanaan baru di kemudian hari. Untuk ini diperlukan cara penyimpanan , kodifikasi nomor urut
gambar dan sebagainya.

(3) Penuangan gagasan dan Pengembangan


Gagasan-gagasan baru untuk pengembangan pada awalnya masih berupa konsep abstrak yang terlintas
dalam pikiran. Konsep abstrak tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa, kemudian
gambar sketsa diteliti, dievaluasi secara berulang-ulang sehingga didapatkan gambar-gambar baru yang
sempurna.
Dengan demikian gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya
berfikir, sekaligus untuk penuangan gagasan-gagasan baru untuk pengembangan.

b) Standar Gambar Teknik


Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati bersama dengan tujuan
untuk menghindari salah pengertian dalam komonikasi teknik. Orang-orang terkait dalam bidang
gambar teknik perlu mengetahui tentang standar. Orang-orang terkait tersebut antara lain siswa pada
kelompok teknologi dan industri, para perencana produk, operator mesin, operator perakitan, mekanik
dan pengontrol mutu dari suatu produk/mesin.
Standar gambar teknik dapat diberlakukan di dalam lingkungan perusahaan, antar perusahaan/industri
di dalam suatu negara, bahkan standar gmbar teknik dapat diberlakukan pada industri antar negara
yang dikenal dengan Standar Internasional atau disingkat S 1.
Negara-negara yang sudah membuat standar antara lain :
(1) Jepang ( JIS )
(2) Belanda ( NEN )
(3) Jerman ( DIN )
(4) Indonesia ( SII )

(5) Standar Internasional ( ISO )


ISO (Internasional Standardization for organization)bertujuan untuk menyatukan pengertian teknik
antar bangsa dengan jalan membuat standar. Standar yang dibuat tersebut kemudian dibawa ke forum
internasional dengan tujuan :
(1) Memudahkan perdagangan nasional maupun internasional
(2) Memudahkan komunikasi teknik
(3) Bagi negara-negara berkembang, dapat memberi petunjuk-petunjuk praktis
pada persoalan khusus dalam bidang teknik.

2) Memahami alat-alat gambar & cara penggunaannya


Untuk dapat menggambar teknik dengan baik diperlukan alat-alat gambar yang lengkap dan cara
menggunakan, membersihkan dan menyimpan alat-alat dengan baik.
Alat-alat gambar yang bisa digunakan dalam mengambar teknik antara lain :
a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya)
b) Pensil, pena atau rapido
c) Jangka dan kelengkapannya
d) Macam-macam mistar (mistar segitiga, mistar)
e) Macam-macam mal
f) Papan gambar dan Meja gambar
g) Penghapus dan pelindung penghapus
h) Mesin gambar

a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya)


Macam-macam kertas gambar yang digunakan sesuai dengan tujuan gambar meliputi :
- Kertas gambar untuk tata letak. Untuk gambar tata letak dengan pensil dipergunakan kertas gambar
putih biasa, kertas sketsa atau kertas milimeter.
- Kertas gambar untuk gambar asli. Gambar asli digambar pada kertas kalkir, karena gambar cetak biru
(blueprint) atau cetak kontak dibuat langsung dari gambar tersebut. Kualitas kertas yang baik adalah
tahan lama, tahan lembab, mudah untuk menggambar pensil/tinta dan mudah dicetak kembali.
- Film gambar dipergunakan untuk gambar yang teliti, dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama

dan tidak boleh memuai maupun menyusut.


Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar yang sudah terstandar. Sesuai dengan sistem
ISO(International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran
kertas gambar ditentukan sebagai berikut (lihat tabel 1).

Tabel 1 ukuran kertas gambar


Ukuran

Ukuran

Sisi Kiri

C (Constant)

1189 mm

20 mm

10 mm

594 mm

841 mm

20 mm

10 mm

A2

420 mm

594 mm

20 mm

10 mm

A3

297 mm

420 mm

20 mm

10 mm

A4

210 mm

297 mm

20 mm

5 mm

A5

148 mm

210 mm

20 mm

5 mm

Lebar

Panjang

A0

841 mm

A1

Keterangan : C (Constan) pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas dan tepi kanan. Sedangkan
tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm hal ini di maksudkan agar gambargambar yang akan dibundel tidak terganggu gambarnya.
Dari ukuran kertas pada tabel maka untuk mendapatkan ukuran kertas A 1 didapat dari A 0 dibagi dua,
ukuran kertas A 2 didapat dari A 1 dibagi dua, ukuran kertas A 3 didapat dari A 2 dibagi dua dan ukuran
kertas A 4 didapat dari A 3 dibagi dua.

Kertas gambar Ukuran A 0

Ukuran kertas gambar dengan garis tepi

b) Pensil, Pena atau Rapido dan Penggunaannya


Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam yaitu pensil biasa, pensil yang dapat diisi
kembali, dan pensil mekanik. Ketiga jenis pensil ini memiliki tingkat kekerasan tertentu mulai dari yang
lunak sampai keras. Adapun tingkat kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2 Tingkat Kekerasan Pensil

Lunak

Sedang
Keras

2B

4H

3B

HB

5H

4B

6H

5B

7H

6B

2H

8H

7B

3H

9H

Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya (semakin besar angkanya semakin keras).
Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan kelunakannya (semakin lunak, angkanya semakin
besar).

Meruncingkan dan Menggunakan Pensil


Untuk meruncingkan pensil jenis biasa, gunakanlah ampelas halus (no. 220 atau no. 400) atau kikir
halus, dengan cara pensil dipegang antara jari telunjuk dan ibu jari kemudian saat mengasah pensil
diputar (gambar 1.5)

Gambar 1.5 Mengasah pensil


Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik dengan diputar sambil
ditekan pelan-pelan, kedudukan pensil 60o terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 1.6)

Gb. 1.6 Cara menarik garis dengan menggunakan pensil.


Pena gambar digunakan untuk membuat gambar asli yaitu gambar yang ditinta. Pena gambar ada dua
macam, yaitu pena dengan mata/daun dapat diatur (trek-pen) dan pena dengan ketebalan tetap
dengan ukuran yang bermacam-macam yang biasa disebut dengan nama rapido (lihat gambar 1.8)

Gb. 1.7 Rapidograf dan bagian-bagiannya


Keterangan :
1. Rapido
2. Mahkota/Kepala (luas)
3. Mahkota/Kepala (dalam)
4. Tutup
5. Kunci pembuka pena
6. Tabung tinta
7. Rumah pena
8. Pena
9. Tangkai

Bagian bagian Pena Gambar

Gb.1.8 Bagian-bagian pena gambar / trekpen

Bagian bagian pena gambar terdiri dari :

No. 1. Mur pengatur berfungsi mengatur kekebalan garis yang di inginkan (lihat
ukuran 2 di bawah)
No. 2. Masa pena (daun pena) yang dapat bergerak sesuai dengan putaran mur no 1
No. 3. Tangkai
No. 4. Lubang pengunci
No. 5. Baut pengikat pena
No. 6. Daun pena (mata pena) yang dapat di putar
No. 7. Bagian bagian pena yang perlu mendapatkan perawatan (dibersihkan atau diratakan)

Gb.1.9: Penggunaan pena gambar( trek-pen)

Penggunaan pena gambar (trek-pen)


Hal hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan trek penadalah sebagai berikut :
a. Tinta yang kita isikan di antara dua mata pena dengan tinggi x pada gambar 1.8, jangan terlalu
banyak (x = 3-5 mm).
b. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih (bebas tinta). Lihat no 7 pada gambar 1.8.
c. Penggaris yang kita pakai harus diganjal pada bagian bawahnya (antara kertas no. 10 dengan mistar
no. 9 pada gambar 1.8 , dipasangpada gambar atau diletakkan mistar lain) atau dapat pula dengan cara
membalik penggaris dengan kedudukan bagian miringnya berada di bawah (lihat gambar 1.9).
d. Pada saat menarik garis, harus tegak dan ditarik 600 ke arah garis yang dibuat (lihat gambar 1.9)

Hindarkan pena bagian lunaknya basah dengan tinta, karena tinta tersebut akan membasahi mistar dan
terisap oleh kertas. Sehingga antara kertas dan mistar terjadi pelebaran tinta (lihat gambar 1.10. a).
Tampak pada gambar 1.10.b garis yang dihasilkan tidak memuaskan (gagal)

Gb.1.10 a: Tinta tampak melebar

Gb.1.10 b:Garis yang dihasilkan gagal

Pemeliharaan Rapido dan Pena gambar (trek-pen)


Cara membersihkan rapido adalah sebagai berikut :
a. Lepaskan pena dari tangki/rumahnya dengan menggunakan kunci pena yang tersedia.
b. Semprotkan air/ledeng/keran ke arah pena (lihat gambar) !
c. Untuk mengeluarkan tinta di dalam pen, ketuk-ketukkan pen tersebut secara perlahan, kemudian
semprot kembali dengan air keran sampai bersih !

Gb.1.11 : Cara membersihkan mata rapido

Gb.1.12: Cara membersihkan trekpen

Setelah dipakai trek-pen harus segera dibersihkan. Cara membersihkannya adalah dengan memutar
daun/mata pena kemudian bagian dalam dari trek-pen tersebut dibersihkan dengan lap/tissue.
Jika kedua bagian mata pena tidak rata, maka mata pena harus diratakan dengan cara mengasahnya
pada batu asah atau ampelas halus (lihat gambar 1.12).

b) Penggaris dan cara Penggunaannya


Untuk menggambar dipergunakan beberapa macam penggaris antara lain :
(1) Penggaris segitiga : sepasang segitiga terdiri dari segitiga siku sama kaki, dan sebuah segitiga sikusiku 600.
(2) Penggaris T (teken hak) : sebuah penggaris T terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun.
Penggaris T digunakan untuk menarik garis-garis horizontal dengan cara menekankan kepala Teken hak
pada tepi kiri dari meja gambar dan menggesernya ke atas atau ke bawah.
(3) Penggaris/mistar skala yaitu mistar untuk mengukur dengan ukuran skala, misalnya skala 1 : 2, 1 : 3
dan seterusnya.
Untuk mengetahui ketiga macam penggaris tersebut perhatikan gambar 1.13.

Gb.1.13: Macam-macam penggaris Gb.1.14: Penggunaan penggaris segitiga

Penggunaan Penggaris Segitiga


Sepasang penggaris segitiga dapat digunakan untuk membuat garis tegak lurus atau garis-garis sejajar,
baik tegak maupun mendatar (lihat gambar 1.14 ) caranya sebagai berikut :
(1) Letakkan mistar 45o mendatar dengan posisi 1 !
(2) Letakkan mistar 30o / 60o rapat pada sisi bawah dan peganglah/tekan !
(3) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar 45oke atas atau ke bawah (lihat anak

panah) sesuai dengan kebutuhan !


(4) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu Y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x, putarkan
mistar 45o menjadi posisi 2
(5) Dengan cara menggeser mistar 45o pada posisi 1 dan memutar mistar 45o ke posisi 2, kita dapat
membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak

Pemeliharaan Penggaris / Mistar Segitiga


Yang perlu diperhatikan untuk pemeliharaan penggaris segitiga adalah :
(1) Sebelum digunakan, penggaris harus dibersihkan terlebih dahulu dengan lap atau jika perlu dicuci.
Penggaris yang tidak dibersihkan akan mengotori kertas gambar.
(2) Penggaris jangan digunakan untuk membantu memotong kertas, ataupun digunakan untuk
mengetok/memukul yang berakibat penggaris menjadi lecet, sehingga jika dipakai untuk menggambar
maka hasil garisnya tidak lurus lagi
(3) Sebelum dipakai penggaris lebih baik diperiksa terlebih dahulu ketegaklurusannya, yaitu dengan
meletakkan penggaris segitiga pada garis lurus (di atas segitiga lainnya) lihat gambar 1.15.

Gambar 1.15 Memeriksa ketegak lurusan penggaris segitiga Gb.1.16 Mengampelas penggaris Segitiga

- Tempatkan penggaris segitiga pada posisi 1 dan buatlah garis (m) !


- Kemudian baliklah penggaris segitiga pada posisi 2 dan buatlah garis (n) !
- Jika garis m dan n yang dibuat hasilnya tidak sejajar (berimpit) maka penggaris tersebut harus
diluruskan, yaitu dengan cara menggosokkan penggaris segitiga yang lengkung tersebut pada ampelas
yang diletakkan di atas meja rata atau meja kaca (lihat gambar 1.16). Periksa kembali penggaris
segitiga tersebut sampai garis yang dihasilkan sejajar/berimpit

c) Jangka dan kelengkapannya.


Jangka adalah alat yang berfungsi untuk membuat lingkaran atau busur lingkaran baik dengan ujung
pensil atau dengan tinta.
Macam macam Jangka
Macam macam jangka yang biasa digunakan untuk menggambar terdiri atas :
1) Jangka besar dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 100 mm sampai 200 mm.
2) Jangka sedang dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 50 mm sampai dengan
100 mm
3) Jangka kecil (jangka pegas) dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 5 mm
sampai dengan 50 mm
4) Jangka orleon dipergunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil.
Jangka orleon ini dapat dipergunakan menggambar lingkaran dengan diameter 1 mm sampai dengan 5
mm

Gbr.1.17 Macam-macam jangka

Kotak Jangka (Penyimpan Jangka)

Jangka disimpan di dalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk dari jangka tersebut (lihat
gambar 1.18)

Gbr 1.18 Kotak Jangka

e) Macam macam Mal


Macam macam mal yang dipergunakan untuk menggambar teknik terdiri atas mal huruf, mal busur
(kurva), mal lingkaran, mal elips dan mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya).

(1) Mal huruf


Mal huruf dipergunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pensil mekanik/rapido. Mal huruf
mempunyai ukuran 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 1,4; dan 2 mm (lihat gambar 1.19)

Gb 1.19 Mal huruf

(2) Mal Busur (mal kurva)

Mal busur (mal kurva) dipergunakan untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur misalnya
lengkungan parabola, hiperbola, epicicloida, hipocicloida dan semacamnya. Contoh penggunaannya

perhatikan gambar . Untuk garis yang memotong 1, 2, dan 3 mal ditempatkan pada posisi 1,
sedangkan untuk titik-titik 4, 5 dan 6, mal digeser pada posisi 2 sehingga didapat lengkungannya.

Gb 1.20 Mal kurva

(3). Mal Elips


Mal elips dipergunakan untuk membuat elips misalnya gambargambar silinder, cincin poros dan bentuk
bentuk elips kainnya.

Gb 1.21 Mal Elips


Gambar di bawah merupakan gambar yang dibuat dengan pertolongan mal elips.

Gb. 1.22 Hasil gambar dengan menggunakan mal elips

(3). Mal / Sablon dengan Bentuk lain


Mal/sablon dengan bentuk lain yang khusus ini mempunyai bentuk bermacammacam. Misalnya untuk
simbolsimbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak panah, lingkaran, simbolsimbol dan konstruksi
pipa, konstruksi listrik dan lainlain. Salah satu contoh mal dengan bentuk lain adalah mal untuk tanda
pengerjaan (lihat gambar 1.23)

Gb. 1.23 Mal Khusus

f). Penghapus dan Pelindung Penghapus


Penghapus dipergunakan untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna agar tidak merusak kertas
gambar dan tidak meninggalkan warna pada kertas gambar pergunakan penghapus putih yang halus.
Pelindung penghapus dipergunakan untuk menghilangkan garis yang berdekatan. Dengan alat ini garis
garis yang perlu dapat terlindung dari penghapusan. Hanya garis, atau bagian garis yang salah dapat
dihapus (lihat gambar 1.24)

Gb. 1.24 Pelindung penghapus

g) Papan gambar dan Meja gambar

Papan gambar ukurannya disesuaikan dengan ukuran kertas, misalnya untuk kertas ukuran A0
mempunyai ukuran 1200 mm x 900 mm, kertas ukuran A1 mempunyai ukuran 600 mm x 450 mm. Papan
gambar harus mempunyai permukaan yang rata dan tepi yang lurus, agar kepala dari penggaris T
dapat digeser. Gambar 1.25 menunjukkan sebuah standar papan gambar khusus yang dapat diatur
ketinggiannya maupun kemiringannya. Papan gambar khusus yang dipasang di atas sebuah standar ini
disebut juga meja gambar.

Gb. 1.25 Papan gambar


h) Mesin Gambar
Mesin gambar adalah sebuah alat yang dapat menggantikan alatalat gambar lainnya seperti busur
derajat, pengganti T, segitiga dan ukuran. Gambar 1.26 menunjukkan mesin gambar jenis kereta pada
mesin ini pasangan penggaris dan alat putarnya ditempatkan pada sebuah kereta vertikal yang
penggarisnya dapat digerakkan secara vertikal dan keseluruhannya dapat digerakkan secara horisontal

pada kereta horisontal.

Gb 1.26 Mesin gambar jenis kereta

3) Etiket (kepala gambar) dan Skala Gambar.


Setiap gambar kerja selalu ada etiketnya. Etiket dibuat di sisi kanan bawah kertas gambar. Yang
dicantumkan pada etiket meliputi:
a) Nama yang membuat gambar, b) nama gambar, c) nama instansi/departemen/sekolah, d) nomor
gambar, e) tanggal menggambar atau selesainya gambar, f) tanggal diperiksanya gambar dan nama yang
memeriksa, g) ukuran kertas gambar yang dipakai, h) skala gambar, i) proyeksi yang dipakai pada
gambar tersebut, j) satuan ukuran yang digunakan, k) berbagai data yang diperlukan untuk
kelengkapan gambar. Contoh etiket seperti pada gambar 1.27

Gb 1.27 Etiket

Skala gambar adalah perbandingan ukuran linier pada gambar terhadap ukuran linier dari unsur yang
sama dari benda. Ada 3 (tiga) macam skala gambar, yaitu : ukuran penuh, skala pembesaran, dan skala
pengecilan. Skala pembesaran digunakan jika gambarnya di buat lebih besar daripada benda
sebenarnya, misalnya ; 10 : 1, 5 : 1, 2 : 1. Skala penuh digunakan bilamana gambarnya di buat sama
besar dengan benda sebenarnya ( 1 : 1 ). Skala pengecilan digunakan bilamana gambarnya di buat lebih
kecil dari benda yang sebenarnya, misalnya : 1 : 2, 1 : 5, 1 : 10.

4) Huruf, Garis dan Konstruksi Geometri

a) Huruf dan angka

Dalam menggambar teknik, huruf-huruf, angka-angka dipergunakan untuk memberi ukuran-ukuran,


catatan-catatan, judul dan sebagainya. Syarat yang perlu diperhatikan pada huruf dan angka adalah
harus mudah dibaca, mudah ditulis, jelas dan seragam.
Dalam ISO 3098 / 1 1974 diberikan contoh huruf miring dan huruf tegak.

Penulisan huruf dan angka tegak Penulisan huruf dan angka miring

. STANDARISASI GAMBAR TEKNIK


1.

Pengertian Standarisasi Gambar


Peraturan-peraturan

gambar

dibuat

atas

dasar

persetujuan

bersama

antara

orang-orang

bersangkutan.peraturan-peraturan itu selanjutnya dijadikan standar dalam lingkup perusahaan disebut standar
perusahaan,untuk lingkup negara disebut standar nasional. Lebih luas lagi untuk kepentingan kerjasama antar
industri secara internasional digunakan standar internasional.
Standarisasi gambar berarti penyesuaian atau pembakuan cara membuat dan membaca gambar dengan
berpedoman pada standar gambar yang telah ditetapkan.apabila dalam satu lingkungan kerja teknik ,antara yang
membuat gambar dan yang membacanya menggunakan standar gambar teknik yang sama,berarti lingkunagan itu
sudah melakukan standarisasi gambar teknik.
Negara kita punya standar nasional.dahulu namanya standar industri indonesia (SII). Tetapi sejak terbit
peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1991 tentang standar nasional indonesia.nama SII digantiSNI
(Standar Nasional Indonesia). SNI di kelola oleh dewan standarisasi nasional (DSN) yang sekarang berkedudukan di
jakarta (Sasana Widya Sarwono lt 5 Jl Gatot Subroto 10 jakarta).

B.

ALAT-ALAT GAMBAR
Untuk mencapai tujuan gambar yang baik, yaitu yang memenuhi standar ISO, kita perlu alat alat yang baik
pula. Dengan alat-alat yang baik dan ditunjang dengan keterampilan penggunaan alat-alat, akan tercapai tujuan tadi.
Tentu saja dengan peralatan yang lengkap belum tentu dapat terampil menggambar,kalau saja tanpa
latihan. Dengan peralatan sederhana pun, jika penggunaan alat-alat gambar dilaksanakan dengan baik,konsekuen

dan disiplin, akan membantu didalam keberhasilan menggambar. Sekali lagi ketekunan, kekonsekuenan, dan
kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk keberhasilan dalam menggambar teknik.
Alat-alat yang biasa dipakai dalam menggambar teknik mesin antara lain:
1.

Papan (meja) gambar

11. Penghapus tinta

2.

Kertas gambar

12. Penghapus pensil

3.

Penggaris T

13. Pita perekat

4.

Penggaris segitiga 900, 600, 300


0

5.

Penggaris segitiga 90 , 45 , 45

6.

Kotak jangka

16. Busur derajat

7.

Pensil mekanik

17. Mal bentuk lingkaran

8.

Rapido

18. Pelindung penghapus

9.

Tinta isi rapido

19. Sablon huruf

10. Isi mata pensil mekanik

1.

14. Mal bentuk lengkung


15. Mistar skala

20. Mal bentuk mur atau baut

Cara menentukan ukuran kertas gambar


Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar diambil
ukuran yang mempunyai luas 1 atau 1000.000 . Perbandingan lebar dan panjangnya sama dengan perbandinagn
dari sisi bujur sangakar dan diagonalnya (lihat gambar1). Jika bujur sangkar mempunyai lebar (sisi) x dan
diagonalnya y=x ,selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar (lihat
gambar3).

Gambar 3

gambar 4

Jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah distandar adalah ukuran dengan panjang 1189 mm dan lebarnya
841 mm (dibulatkan).sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainya tinggal membagi dua,yaitu ukuran:
1)

didapat dari dibagi dua

2)

didapat dari dibagi dua

3)

didapat dari dibagi dua

4)

didapat dari dibagi dua

Dan seterusnya (lihat gambar 6)

Gambar 5

Sesuai dengan standar ISO (International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie
Instituet), ukuran gambar ditentukan sebagai berikut (lihat tabel). Selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi sesuai
dengan ukuranya. C pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas, dan tepi kanan, sedangkan tepi kiri untuk setiap
ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm (hal ini dimaksudkan untuk membundel; jika kertas gambar dibundel tidak
menggangu gambarnya)

Ukuran

Ukuran

Sisi kiri

Sisi lainya

1189

20

10

594

841

20

10

A2

420

594

20

10

A3

297

420

20

A4

210

297

20

Lebar

panjang

A0

841

A1

2.

Jenis-jenis pensil dan penggunaanya


Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam, yaitu pensil biasa, pensil yang dapat diisi kembali,
pensil mekanik. Untuk jenis pensil ini mempunyai tingkat kekasaran tertentu, mulai dari yang lunak sampai yang
keras. Tingkat kekasaran pensil dapat dilihat pada tabel berikut:

a.

Meruncingkan pensil
Pensil biasa diruncingkan, karena salah satu faktor baik atau buruknya suatu garis tergantung dari cara
meruncingkan pensil. Oleh karena itu, meruncingkan pensil harus baik. Meruncingkan pensil jangan digosok
gosokkan kedinding, meja, atau lantai, sehingga dinding atau meja menjadi kotor. Oleh karena itu ,kita harus
menyediakan ampelas halus (no.220 atau no.400) yang disimpan/diletakkan pada pelat-seng (lihat gambar 6).

Gambar 6

b.

Menggunakan pensil
Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik dengan diputar sambil ditekan pelanpelan, dan kedudukan pensil terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 7)

Gambar 7

3.

Macam-macam penggaris
Penggaris yang dipakai waktu menggambar antara lain:

a.

Penggaris/mistar segitiga (satu pasang)

b.

Mistar T (tekan hak)

c.

Mistar skala

Gambar 8
Keterangan :
a.
Mistar siku-450

d.

Mistar skala

b.

Mistar siku-600/300
Mistar T (tekan hak)

e.

Meja gambar

Mistar skala yaitu mistar untuk mengukur dengan ukuran skala 1:2, 1:3, dan seterusnya.
a.

Cara menggunakan mistar (sepasang segitiga)


Untuk membuat garis tegak lurus atau garis-garis sejajar, baik tegak maupun mendatar,dapat kita gunakan
sepasang mistar segitiga (lihat gambar8). Caranya sebagai berikut:

1)

Letakkan mistar mendatar pada posisi 1

2)

Letakkan mistar rapat pada sisi bawah dan peganglah (tekan)

3)

Bila kita membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar keatas atau kebawah (lihat anak panah) sesuai
dengan kebutuhan.

4)

Putarkan mistar menjadi posisi 2 untuk membuat garis sejajar sumbu y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x.

5)

Dengan menggeser mistar pada posisi 1 dan memutar mistar keposisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar
maupun garis-garis tegak.

b.

Pemeliharaan mistar segitiga


Pemeliharaan alat gambar yang sering diabaikan oleh siswa antara lain:

Kebersihan, misalnya yang dipakai tidak dibersikan ,sehingga kertas gambar menjadi kotor. Oleh karena itu , mistar
gambar sebelumnya dipakai harus dibersikan terlebih dahulu (dilap, bila perlu dicuci).
Mistar segitiga atau mistar gambar yang lain, tanpa disadari digunakan untuk memukul, digunakan memotong kertas,
hingga mistar menjadi cacat dan bila dipakai untuk menggambar maka hasilnya garisnya tidak lurus lagi. Oleh
karena itu, jangan sekali-kali memotong dengan menggunkan mistar gambar, pakailah mistar pemotong yang
khusus.
Mistar segitiga terbuat dari plastik/mika, pada ujungnya sering terjadi perubahan bentuk (membengkok); mengkin
karena jatuh,perubahan temperatur, atau tekanan-tekanan yang menyebabkan perubahan bentuk. Biasanya
perubahan ini tidak terlihat,tetapi bila mistar itu kita pakai akan terjadi ketidaksejajaran dalam menarik garis yang satu
dengan yang lainya (lihat gambar 9).

Gambar 9

Pada posisi 1 bagian alas segitiga berada diatas segitiga lainya dengan las berimpit penuh, sedangkan pada
posisi 2 alas segitiga tidak berimpit penuh(lihat tanda x pada gambar).oleh karena ada lengkungan yang tidak terlihat
pada ujung segitiga maka garis yang dihasilkan m tidak sama dengan n. Oleh kaerena itu, segitiga sebelum dipakai
harus diperiksa dahulu ketegak lurusannya, yaitu dengan meletakkan segitiga pada garis lurus (diatas segitiga
lainya) lihat gambar 10.

Gambar 10

Tempatkan segitiga pada posisi 1 dan buat garis (m)


Kemudian balikkan segitiga pada posisi 2 dan buatlah garis (n)
Jika garis m dan n tidak sejajar (berimpit) maka mistar tersebut harus diluruskan, yaitu dengan cara menggosokkan
segitiga yang lengkung tersebut pada ampelas yang disimpan diatas meja rata atau meja kaca, sambil berulangulang memeriksa/mencoba kembali sampai garis yang dihasilkan sejajar (berimpit).

Gambar 11

4.

Macam-macam mal

Mal yang dipakai untuk menggambar teknik terdiri atas :


a.

Mal huruf
Mal huruf yaitu alat yang digunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pen/rapido. Mal huruf mempunyai
ukuran 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 2,4; dan 2 mm (lihat gambar12)

Gambar 12

b.

Mal busur (kurva)

Gambar 13

Untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur, misalnya lengkungan parabola,hiperbola,epicicloida,


hipocicloida dan semacamnya dapat kita gunakan mal busur. Misalnya lengkungan parabola yang memotong titik 1,
2, 3, 4, 5, dan seterusnya pada gambar diatas. Untuk garis yang memotong titik 1, 2, dan 3, mal ditempatkan pada
posisi 1, sedangkan untuk titik-titk 4, 5, dan 6, mal digoreskan pada posisi 2 sehingga didapatkan lengkungannya.
c.

Mal lingkaran

d.

Mal elips
Mal elips diguanakan untuk membaut elips, misalnya gambar-gambar silinder,cincin poros, dan bentuk-bentuk
elips lainya.

e.

Mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya).


Sablon/mal dengan bentuk lain yang khusus ini mempunyai bermacam-macam bentuk ,misalnya untuk simbol
simbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak panah, atau simbol-simbol dari konstruksi pipa. Ada juga mal untuk
simbol kelistrikan dan lain-lain. Salah satu contoh mal dengan bentuk lain dalah mal untuk tanda pengerjaan (lihat
gambar14)

Gambar 14

5.

Penghapus dan pelindung penghapus


Penghapus yang kita pakai, untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna, berupa penghapus putih halus
(supaya tidak meninggalkan warna). Bagian gambar yang dekat terhadap garis yang dihapus, perlu dilindungi
(supaya tidak terhapus) dengan pelindung penghapus.

Gambar 15

6.

Jangka
Jangka adalah alat untuk membuat lingkaran atau lingkaran, baik dengan ujung potlot atau dengan tinta.

a.

Macam-macam jangka

1)

Jangka besar yang dapat membuat lingkaran antara 100 sampai dengan 200 mm

2)

Jangka sedang yang dapat membuat lingkaran antara 50mm sampai dengan 100 mm

3)

Jangka kecil (biasanya mempunyai pegas/jangka pegas) yang dapat membuat lingkaran antara 5 sampai dengan
50mm

4)

Jangka orleon digunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil. Jangka orleon ini
dapat membuat lingkaran dengan diameter 1 mm sampai 5mm.

b.

Kotak jangka (penyimpanan jangka)

Jangka disimpan didalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk dari jangka tersebut. (lihat gambar 16)

Gambar 16

c.

Bagian-bagian jangka

Sebelum mengenal gambar teknik lebih jauh sebaiknya kita mengetahui dulu pengertian
dari gambar itu sendiri. Menurut Oemar Hamalik (1986:43) berpendapat bahwa Gambar
adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai
curahan perasaan atau pikiran. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:
329) Gambar adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya.
Sejak dahulu kala gambar sudah dipakai untuk berkomunikasi antar individu manusia dan
sampai sekarang cara berkomunikasi dengan gambar ini masih dipakai bahkan
dikembangkan dengan diterapkannya sebagai standar komunikasi orang-orang teknik.
Gambar teknik mesin merupakan dasar yang harus di kuasai oleh seorang ahli
mesin(mekanik), baik sebagai perencana, maupun sebagai pembuat, karena setiap
perancanaan akan dituangkan kedalam gambar kerja bengkel, yang diperlukan sebagai
referensi atau patokan.

Fungsi Gambar Teknik


Banyak cara manusia menyampaikan semua pemikirannya atau maksudnya baik secara
lisan(suara) yang bersifat abstrak maupun lewat sebuah alat atau berupa visual (gambar
atau tulisan).Sejak dahulu kala gambar sudah dipakai untuk berkomunikasi antar individu
manusia dansampai sekarang cara berkomunikasi dengan gambar ini masih dipakai bahkan
dikembangkandengan diterapkannya sebag
ai standar komunikasi orang-orang teknik.
Jadi fungsi gambar teknik yang sangat mendasar adalah sebagai sebuah alat untuk
menyatakan maksud atau pemikiran dari seseorang. Oleh karena gambar sering dipakai
sebagai alat komunikasi yang pokok di kalangan orang-orang teknik maka gambar disebut
sebagaibahasa teknik "
Gambar Teknik merupakan suatu bentuk ungkapan dari suatu gagasan atau pemikiran
mengenai suatu sistim, proses, cara kerja, konstruksi, diagram, rangkaian dan petunjuk yang
bertujuan untuk memberikan instruksi dan informasi yang dinyatakan dalam bentuk gambar,
atau lukisan teknis.

Gambar merupakan alat untuk mengungkapkan maksud dari seorang penggambar, yang kemudian di
sebut bahasa visual dan secara umum gambar teknik dapat dikatakan sebagai metode komunikasi
yang dipergunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan penggunaan gambar teknik adalah untuk menterjemahkan gambar desain menjadi gambar
terukur sehingga dapat dipahami orang lain, terutama oleh pelaksana, bagian produksi, menghitung
biaya, penggunaan material dan lain sebagainya.

Ruang lingkup penggunaan gambar teknik hampir tidak terbatas, dalam bidang desain khususnya desain
produk gambar teknik dapat difungsikan dalam empat kelompok yaitu: (1) desain produk peralatan (2)
desain peralatan lingkungan (3) desain alat transportasi (4) desain kriya. Jika dihubungkan dengan

bidang desain komunikasi visual, gambar teknik lebih difungsikan sebagai teknik presentasi penunjang,
misalnya dalam mendesain suatu produk promosi iklan.

Dalam menggambar teknik dikenal prinsip dasar penggunaan alat, bahan dan media, serta prinsip dasar
penyajian gambar. Salah satu hal terpenting dalam penyajian gambar adalah memahami ilmu proyeksi,
yakni ilmu cara membayangkan benda yang dipandang dan ditentukan oleh garis-garis pandangan
pengamat sehingga menghasilkan representasi dari objek yang digambar.