Anda di halaman 1dari 5

5/4/2016

9.4.1.1Kalsium|PIONas

(/)
(http://pom.go.id)
Beranda (/)

Artikel (/artikel)

Info BPOM (/info-bpom)

Obat Baru (/cari/obat-baru)

Situs Terkait (/situs-terkait)

IONI (/ioni)

Website POM (http://www.pom.go.id)

Cari

Depan (/) IONI (/ioni) BAB 9 GIZI DAN DARAH (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah) 9.4 Mineral (/ioni/bab9-gizi-dan-darah/94-mineral) 9.4.1 Kalsium dan Magnesium (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94mineral/941-kalsium-dan-magnesium) 9.4.1.1 Kalsium

9.4.1.1 Kalsium
Suplemen kalsium biasanya hanya diperlukan bila asupan kalsium tidak cukup. Kebutuhan diet berbeda
menurut usia dan relatif lebih besar pada anak-anak, kehamilan, dan sewaktu menyusui karena kebutuhan
yang lebih besar, dan pada lansia karena kelainan absorpsi. Pada osteoporosis asupan kalsium dengan
dosis dua kali dari yang direkomendasikan dapat menurunkan laju kehilangan tulang. Jika asupan kurang
dari yang direkomendasikan, suplemen sebesar 40 mmol dapat diberikan. Hipokalsemia pada anak dapat
disebabkan oleh defisiensi vitamin D, kelainan metabolisme, kegagalan sekresi (hipoparatiroidisme), atau
resistensi terhadap hormon paratiroid (pseudohipoparatiroidisme).
Pada anak, hipokalsemia tanpa gejala yang ringan dapat ditangani dengan suplementasi kalsium oral.
Hipokalsemia dengan gejala yang berat memerlukan infus intravena kalsium glukonat 10% selama 5-10
menit, diulang jika gejala tetap ada, bahkan pada keadaan tertentu diperlukan pemberian infus selama 1 hari
atau lebih.
Hipokalsemia yang menetap memerlukan suplementasi kalsium oral dan analog vitamin D (alfakalsidol atau
kalsitriol) untuk hipoparatiroidisme dan pseudohipoparatiroidisme atau vitamin D alami (kalsiferol) jika
disebabkan defisiensi vitamin D. Penting untuk memantau kalsium urin dan kalsium plasma selama terapi
pemeliharaan jangka panjang.
Neonatus. Hipokalsemia umum dijumpai pada beberapa hari pertama kehidupan, terutama sesudah
kelahiran dengan asoiksia atau gangguan pernafasan. Jika muncul 4-10 hari sesudah kelahiran, dapat

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab9gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium/9411kalsium

1/5

5/4/2016

9.4.1.1Kalsium|PIONas

disebabkan oleh defisiensi vitamin D, hipoparatiroidisme atau hipomagnesemia dan mungkin disebabkan
serangan.
Pada tetani hipokalsemik, injeksi awal intravena 10 mL (2,25 mmol) kalsium glukonat 10% harus dilanjutkan
dengan infus yang yang berkesinambungan sebanyak 40 mL (9 mmol) per hari, tetapi kalsium plasma harus
dimonitor. Regimen ini dapat pula digunakan segera untuk mengurangi, untuk sementara, efek toksik
hiperkalemia.
Monografi:

GARAM KALSIUM (/monografi/garamkalsium)


Indikasi:
lihat catatan di atas; defisiensi kalsium.
Peringatan:
kerusakan ginjal; sarkoidosis;
Interaksi:
Lampiran 1 (garam kalsium).
Kontraindikasi:
kondisi yang berhubungan dengan hiperkalsemia dan hiperkalsiuria (contohnya beberapa bentuk
keganasan).
Efek Samping:
gangguan gastrointestinal ringan; bradikardia, aritmia, dan iritasi setelah injeksi intravena.
Dosis:
melalui mulut, tiap hari dalam dosis terbagi, lihat catatan di atas.Dengan cara injeksi intravena perlahan,
untuk hipokalsemia akut, kalsium glukonat 1-2 g (2.25 - 4.5 mmol Ca2+). ANAK minta petunjuk dokter anak.

KALSIUM KLORIDA + ASAM LAKTAT


(/monografi/kalsium-klorida-asamlaktat)
http://pionas.pom.go.id/ioni/bab9gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium/9411kalsium

2/5

5/4/2016

9.4.1.1Kalsium|PIONas

Indikasi:
dialisis peritoneal pada pasien gagal ginjal akut maupun kronik yang memerlukan dialisis bila terapi non
dialisis dianggap tidak memadai; intoksikasi akut oleh substansi yang dapat didialisis, air dan
ketidakseimbangan elektrolit.
Dosis:
dewasa: 1000 sampai 2000 USP unit/literAnak-anak: 50 unit/100 mL larutan dialisis.
9.4.1 Kalsium dan Magnesium (/ioni/bab-9-

ke

gizi-dan-darah/94-mineral/941-kalsium-dan-

atas

magnesium)

(/ioni/bab-

9.4.1.2 Hiperkalsemia dan Hiperkalsiuria


(/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/941-

9-

kalsium-dan-magnesium/9412hiperkalsemia-dan-hiperkalsiuria)

gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium)

DAFTAR ISI
IONI (/ioni)
PEDOMAN UMUM (/ioni/pedoman-umum)
BAB 1 SISTEM SALURAN CERNA (/ioni/bab-1-sistem-saluran-cerna-0)
BAB 2 SISTEM KARDIOVASKULER (/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0)
BAB 3 SISTEM SALURAN NAPAS (/ioni/bab-3-sistem-saluran-napas-0)
BAB 4 SISTEM SARAF PUSAT (/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat)
BAB 5 INFEKSI (/ioni/bab-5-infeksi)
BAB 6 SISTEM ENDOKRIN (/ioni/bab-6-sistem-endokrin)
BAB 7 OBSTETRIK, GINEKOLOGIK, DAN SALURAN KEMIH (/ioni/bab-7-obstetrik-ginekologik-dansaluran-kemih)
BAB 8 KEGANASAN DAN IMUNOSUPRESI (/ioni/bab-8-keganasan-dan-imunosupresi)
BAB 9 GIZI DAN DARAH (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah)
9.1 Anemia dan Gangguan Darah Lain (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/91-anemia-dan-gangguandarah-lain)
9.2 Cairan dan Elektrolit (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/92-cairan-dan-elektrolit)
9.3 Nutrisi (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/93-nutrisi)
9.4 Mineral (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral)

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab9gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium/9411kalsium

3/5

5/4/2016

9.4.1.1Kalsium|PIONas

9.4.1 Kalsium dan Magnesium (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/941-kalsium-danmagnesium)


9.4.1.1 Kalsium (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/941-kalsium-dan-magnesium/9411kalsium)
9.4.1.2 Hiperkalsemia dan Hiperkalsiuria (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/941kalsium-dan-magnesium/9412-hiperkalsemia-dan-hiperkalsiuria)
9.4.1.3 Magnesium (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/941-kalsium-danmagnesium/9413-magnesium)
9.4.2 Fosfor (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/942-fosfor)
9.4.3 Fluorida (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/943-fluorida)
9.4.4 Seng (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/94-mineral/944-seng)
9.5 Vitamin (/ioni/bab-9-gizi-dan-darah/95-vitamin)
BAB 10 OTOT SKELET DAN SENDI (/ioni/bab-10-otot-skelet-dan-sendi)
BAB 11 MATA (/ioni/bab-11-mata)
BAB 12 TELINGA, HIDUNG DAN TENGGOROK (/ioni/bab-12-telinga-hidung-dan-tenggorok)
BAB 13 KULIT (/ioni/bab-13-kulit)
BAB 14 PRODUK IMUNOLOGIS DAN VAKSIN (/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin)
BAB 15 ANESTESIA (/ioni/bab-15-anestesia)
GADODIAMID (/monografi/gadodiamid)
BAB 16 PENANGANAN DARURAT PADA KERACUNAN (/ioni/bab-16-penanganan-darurat-padakeracunan)
BAB 17 MEDIA KONTRAS (/ioni/bab-17-media-kontras)
BAB 18 RADIOFARMAKA (/ioni/bab-18-radiofarmaka)
LAMPIRAN 1 : INTERAKSI OBAT (/ioni/lampiran-1-interaksi-obat-0)
LAMPIRAN 2 : GAGAL HATI (/ioni/lampiran-2-gagal-hati-0)
LAMPIRAN 3 : GAGAL GINJAL (/ioni/lampiran-3-gagal-ginjal)
LAMPIRAN 4 : KEHAMILAN (/ioni/lampiran-4-kehamilan)
LAMPIRAN 5 : MENYUSUI (/ioni/lampiran-5-menyusui)
LAMPIRAN 6 : PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (/ioni/lampiran-6-petunjukpraktis-penggunaan-obat-yang-benar)

PENCARIAN
IONI (/ioni/search)
Monografi (/ioni/search/monografi)
Interaksi Obat (/ioni/search/interaksi)
Gagal Hati (/ioni/search/gagal-hati)
Gagal Ginjal (/ioni/search/gagal-ginjal)
Kehamilan (/ioni/search/kehamilan)

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab9gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium/9411kalsium

4/5

5/4/2016

9.4.1.1Kalsium|PIONas

Menyusui (/ioni/search/menyusui)

Copyright 2015, Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab9gizidandarah/94mineral/941kalsiumdanmagnesium/9411kalsium

5/5