Anda di halaman 1dari 2

PENGANTAR KRITIK DALAM ARSITEKTUR

Nama : Tasha Saraswati


NPM : 2011420141

SALK INSTITUTE LOUIS I. KAHN

Salk Institute merupakan bangunan


yang dibangun oleh Jonas Salk, M.D.,
penemu vaksin polio. Jonas Salk menunjuk
Louis I. Kahn sebagai arsiteknya setelah
melihat seminar Louis I. Kahn yang berjudul
Order Of Science and Art. Pada seminarnya
tersebut, Kahn menyampaikan pandangannya
mengenai bentuk sebagai harmoni ruang
yang baik untuk aktivitas tertentu manusia
dan membuat yang tak terukur menjadi terukur. Hal ini sesuai dengan visi Jonas Salk yang ingin
bangunannya tidak hanya fungsional, namun juga menjadi bangunan yang artistik sehingga dapat
menjadi bangunan dimana dia bahkan dapat mengundang Picasso ke bangunan tersebut.
Kahn menerapkan filosofinya dalam desain ini. Kahn menganggap bahwa arsitektur itu
harus monumental dan mempunyai jiwa spiritual yang kuat seperti bangunan lama di Yunani dan
Mesir. Kahn juga membagi ruang menjadi servant spaces dan served space. Servant space
merupakan ruang yang digunakan oleh manusia, sedangkan served space merupakan ruang yang
melayani manusia, seperti shaft pipa dan tangga. Selain itu, Kahn menganggap bahwa arsitektur
harus membuat yang tak terukur menjadi terukur. Yang tak terukur yang dimaksud di sini
misalnya visi dan konsep dari desain, dan yang terukur merupakan cara arsitek mewujudkannya,
sesuai dengan waktu dan tempatnya. Menurut William J. Curtis, He was capable of handling
problems of large size without degenerating into either an additive approach or an overdone
grandiosity; he knew how to fuse together modern constructional means with traditional methods; he was
steeped in history but rarely produced pastiche; and his architecture was infused with a deep feeling for
the meaning of human situations, which enabled him to avoid the mere shape-making of the formalists.
Kahn tidak menggunakan material yang ringan seperti
baja dan kaca yang sering ada pada arsitektur Modern dan
International Style, namun dia lebih sering mengguanakan
beton dan bata. Kebanyakan karyanya terdiri atas massa
geometrik besar yang monolith untuk menciptakan kesan
monumental yang ingin dia capai. Tidak seperti arsitek
modern kebanyakan yang menggunakan denah asimetri
yang seimbang, Kahn sering menggunakan denah yang
simetris murni. Pada Salk Institute, kesimetrisannya dapat
dilihat dari courtyardnya.

Tidak ada program ruang formal yang harus diikuti oleh Kahn,
sehingga Kahn membetuk program ruangnya sendiri. Kahn
membayangkan Salk Institute sebagai tempat dimana peneliti
dapat bekerja, hidup, dan bermain, yang merupakan kebutuhan
dari tubuh manusia. Konsep awalnya yaitu menciptakan
bangunan yang lebih dari tempat riset medis biasa, tapi
menjadi tempat yang mengintegrasi kesehatan secara
keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dari pengaturan penghawaan
pada bangunan ini dengan dual duct system dan reheat system.
Selain itu, menurut Kahn, penelitian bukanlah suatu proses kaku
dan sistematis, melainkan sesuatu yang membutuhkan proses
kreatif. Atas dasar itulah, ruang studi untuk para peneliti diarahkan
ke arah view. Hal ini juga sesuai dengan filosofi Salk, Medical research does not belong entirely to
medicine or the physical sciences. It belongs to population, yang berarti bahwa semua orang yang
memiliki akal dan pikiran yang sehat dapat menemukan sesuatu yang baru di bidang penelitian biomedis,
tidak hanya orang dengan latar belakang ilmiah saja.
Pandangan itu menunjukkan pentingnya
pemandangan pada bangunan ini. Tapaknya
memiliki pemandangan Samudra Pasifik yang
dimanfaatkan oleh Kahn dengan membuat courtyard
yang memiliki kolam kecil di tengah. Kolam tersebut
mengarah ke arah Samudra Pasifik, seakan berasal
dari samudra tersebut dan membawa mata kita
menuju pemandangan Samudra Pasifik di sebelah
Barat,
menghasilkan
pemandangan
yang
menakjubkan saat matahari terbenam. Adanya
bangunan pada kiri kanan courtyard semakin
mempertegas dan mem-frame view yang dihasilkan.
Salk Institute merupakan sebuah karya arsitektur yang menggambarkan pandangan Louis I. Kahn
secara keseluruhan. Kahn meninggalkan stereotip masyarakat, dan membetuk persepsinya sendiri dengan
menghubungkan psikologi manusia dengan arsitekturnya. Hal ini menjadikan Salk Institute menjadi
sesuatu yang monumental, namun tetap humble dan tidak berlebihan.