Anda di halaman 1dari 15

Mata Kuliah

Perilaku Konsumen

Wobi Balinesia Saputro

Faktor Sikap Dalam


Perilaku Konsumen
8-1

Sikap

8-2

Kecenderungan yang
dipelajari untuk
berperilaku secara
positif atau negatif
dengan konsisten
terhadap suatu obyek
tertentu.

Karakteristik Sikap

8-3

Sikap memiliki objek


Di dalam konteks pemasaran, sikap konsumen harus terkait
dengan objek, objek tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep
konsumsi dan pemasaran seperti produk, merek, iklan, harga,
Kemasan, penggunaan, media dan sebagainya.

Konsistensi sikap
Sikap adalah gambaran perasaan dari seorang konsumen, dan
perasaan tersebut akan direfleksikan oleh perilakunya. Karena itu sikap
memiliki konsistensi dengan perilaku. Tetapi, walaupun mempunyai
konsistensi, sikap tidak selalu harus permanen artinya sikap dapat
berubah.
Sikap bisa positif, negatif, dan netral.

Intensitas sikap
Sikap seorang konsumen terhadap suatu
merek produk akan bervariasi tingkatannya, ada yang sangat
menyukainya atau bahkan ada yang begitu sangat tidak
menukainya. Ketika konsumen menyatakan derajat tingkat
kesukaan terhadap suatu produk, maka ia mengungkapkan
intensitas sikapnya.
Resistensi sikap
Seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berubah.
Persistensi sikap
Karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan
berubah karena berlalunya waktu

8-4

Keyakinan sikap
Keyakinan adalah kepercayaan konsumen mengenai
kebenaran sikap yang dimilikinya
Sikap dan situasi
Situasi akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu
objek. Situasi tertentu dapat menyebabkan para konsumen
berperilaku dengan cara yang kelihatannya tidak konsisten
dengan sikap mereka.

8-5

Fungsi - Fungsi Sikap

8-6

Fungsi Utilitarian
Merupakan fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar
imbalan dan hukuman. Disini konsumen mengembangkan beberapa
sikap terhadap produk atas dasar apakah suatu produk memberikan
kepuasan atau kekecewaan. Jika seseorang menyukai suatu produk
apakah dia akan mengembangkan sebuah sikap positif terhadap
produk tersebut.

Fungsi Ekspresi Nilai


Konsumen mengembangkan sikap terhadap suatu produk bukan
didasarkan atas manfaat produk itu, tetapi lebih didasarkan atas
kemampuan merek produk itu mengekspresikan nilai-nilai yang ada
pada dirinya.

Fungsi Mempertahankan Ego


Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk
melindunginya dari tantangan eksternal maupun perasaan
internal, sehingga membentuk fungsi mempertahankan ego.
Fungsi Pengetahuan
Melalui sikap yang ditunjukkan akan dapat diketahui bahwa
dirinya memiliki pengetahuan yang cukup, yang banyak atau
tidak tahu sama sekali mengenai objek sikap. Fungsi
pengetahuan dapat membantu konsumen mengurangi
ketidakpastian dan kebingungan dalam memilah-milah
informasi yang relevan dan tidak relevan dengan kebutuhannya.

8-7

Model Struktural Sikap


Memiliki 3 komponen :
Komponen kognitif
Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan
pengetahuan tentang obyek. Kepercayaan atribut tentang
suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. Semakin
positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin
positif setiap kepercayaan, maka akan semakin mendukung
keseluruhan sikap tersebut.

8-8

Komponen afektif
Merupakan emosi atau perasaan konsumen mengenai produk
atau merk tertentu. Emosi dan perasaan ini sering dianggap
oleh para peneliti konsumen sangat evaluative sifatnya, yaitu
mencakup penilaian seseorang terhadap obyek sikap secara
langsung dan menyeluruh.
Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu obyek, itulah
komponen afeksi sikap. Misalnya, konsumen mengatakan saya
menyukai produk A. Itu merupakan hasil emosi atau evaluasi
afektif terhadap suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa
informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut.
Atau merupakan hasil evaluasi atau penampilan produk pada
setiap atributnya.

8-9

Komponen perilaku
Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap obyek
atau aktivitas. Seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya
suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral.
Kepercayaan merek, evaluasi merek dan maksud untuk
membeli merupakan tiga komponen sikap. Kepercayaan merek
adalah komponen kognitif dari sikap, evaluasi merek adalah
komponen afektif atau perasaan, dan maksud untuk membeli
adalah komponen konatif atau tindakan. Hubungan antara
ketiga komponen ini dijelaskan pada gambar dibawah ini.

8-10

PERILAKU KONSUMEN

Pengertian
Perilaku
Konsumen

David L. Loudon &


Albert J. Della Bitta
(1984:6)

sebagai proses pengambilan keputusan


dan aktivitas
individu secara fisik yang dilibatkan dalam
proses
mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat
mempergunakan barang-barang dan jasa.
8-11

Pengertian Perilaku Konsumen:

Pengertian
Perilaku
Konsumen

James F. Engel, Et.al.


(1968:8 )

Tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam


usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa
ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang
mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

8-12

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen:

Meliputi:

Kekuatan Sosial
Budaya

Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi
Perilaku
Konsumen

Kekuatan Faktor
Psikologis
Faktor Sikap
Dan Keyakinan

Konsep Diri
8-13

Kesimpulan
Sikap dipandang sebagai karakteristik psikologi yang
paling mampu dalam memprediksi perilaku
konsumen. Oleh karena itu pemahaman terhadap
sikap konsumen merupakan hal yang sangat penting.
Melalui pemahaman terhadap sikap konsumen,
pemasar dapat mengubah dan membentuk sikap
konsumen seperti yang diharapkannya melalui
strategi pemasaran yang disusunnya.

8-14

ANY QUESTION.......?

8-15