Anda di halaman 1dari 11

MANFAAT BUAH DUWET BAGI KESEHATAN

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi
Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1 A. Miftahol Furqon

(11.046)

2 Khairus Febri Bintoro

(11.065)

3 Saprawi

(11.082)

4 Irma wahyu Ninggarawati

(11.062)

5 Silfi Diniyati

(11.083)

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN


DINAS KESEHATAN KABUPATEN PAMEKASAN
AKADEMI KEPERAWATAN PAMEKASAN
NOVEMBER 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
Manfaat Buah Duwet Bagi Kesehatan.
Kami menyadari bahwa karya ini tidak akan selesai tanpa dukungan dari berbagai pihak.
Karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada:
1. Yth. Ibu Hj. Adi Sutrisni, S.S.T., M.M. selaku Direktur Akademi Keperawatan
Pamekasan.
2. Yth. Bapak Rahmad, S.Pd., M.Pd. selaku dosen matakuliah Bahasa Indonesia
Akademi Keperawatan Pamekasan yang telah membimbing kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini masih belum sempurna. Karena itu saran dan kritik untuk kesempurnaan
makalah ini kami harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pamekasan, 19 Oktober 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman

Halaman Judul................................................................................................................ i
Kata Pengantar................................................................................................................ii
Daftar Isi.........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................1
1.3 Tujuan Masalah...................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................2

2.1 Pembahasan Teoritis ...................................................................................2


2.1.1 Definisi Duwet...................................................................................2
2.1.2 Kandungan Duwet............................................................................2
2.1.3 Manfaat Duwet.................................................................................2
2.2 Pembahasan Empiris.................................................................................2
2.3 Hasil Pembahasan.....................................................................................2
BAB III PENUTUP.........................................................................................................3
3.1 Kesimpulan...................................................................................................3
3.2 Kritik Dan Saran...........................................................................................3
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................4

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Duwet (syzgiumcumini) atau sering disebut juga buah Jablang mempunyai banyak
varietas, dari yang ukuran kecil hingga ukuran lumayan besar. Warnanaya pun beragam, ada
yang keputihan, kehitaman hingga ungu.
Di Indonesia, tumbuhan inibisa hidup dengan subur. Banyak orang suka dengan daging
buahnya yang putih kemerah-merahan, serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu
kehitaman. Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya. Duwet termasuk buah-buahan
yang langka. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan euphor biaceae. Duwet
ternyata memiliki kandungan kimia yang cukup kaya. Pada buahnya terkandung zat
penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glicosida. Pada bijinya terdapat zat
tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anti cholestemik.
Sementara itu pada kulit pohonnya terdapat zat samak.
Dulu duwet banyak dijual di pasar tradisional. Pohonnya banyak bertebaran di
kampung-kampung harganya pun murah dan disukai anak-anak. Warna keunguan pada duwet
yang disukai anak-anak itu ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Untuk penerapan lebih luas
di masa yang akan datang, buah ini bisa diolah menjadi sari buah (jus) dan selai. Dengan
demikian, duwet tidak hanya dapat meningkatkan deraat kesehatan, akan tetapi juga
menambah khazanah makanan fungsional atau makanan yang populer akhir-akhir ini.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan buah duwet?
2. Apa saja unsur yang terdapat pada buah duwet?
3. Bagaimana manfaat buah duwet bagi kesehatan?
1.3 Tujuan Masalah
Penulisan makalah ini memiliki tujuan, yaitu :
1. Mengetahui apa buah duwet itu.
2. Mengetahui beberapa unsur pada buah duwet.
3. Mengetahui manfaat buah duwet bagi kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan Teoritis
2.1.1 Definisi Duwet (Eugenia Cumini)
Tanaman duwet (eugenia umini) ini berasal dari daratan India dan tersebar di
kawasan Asia Tenggara, bisa tumbuh pada ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan ini dapat hidup di tanah subur yang drainasenya baik. Termasuk dalam jenis
tanaman evergreen, yaitu tumbuh tidak mengenal musim. Di Indonesia duwet hampir terdapat
disemua daerah, tanaman ini gampang tumbuh dimana saja, hanya membutuhkan sedikit
sinar matahari, dan sedikit air. Duwet dapat berkembang biak melalui bijinya, juga dengan
mencangkoknya. Pohon duwet tahan terhadap kekeringan cocok ditanam dipinggir jalan
sekitar sekolah atau di tempat umum seperti halaman atau kebun. Duwet merupakan
tumbuhan berjenis pohon dapat mencapai ketinggian kurang lebih 15 meter, mempunyai
batang yang besar, berbuah setelah 5 tahun setelah ditanam, sedangkan umurnya dapat
mencapai lima puluhan tahun. Duwet tumbuh pada ketinggian 4 sampai 500 meter diatas
permukaan laut, batang pohonnya dapat mencapai 1,5 meter berdahan banyak bercabang
banyak bentuk daun agak bulat hijau agak rindang(Anonim, 2005)
2.1.2 Kandungan Duwet
Duwet (eugenia cumini) mengandung beberapa senyawa kimia yang terdapat pada
beberapa bagian diantaranya, pada buah terkandung senyawa penyamak tanin, minyak
terbang, damar, asam gallus, dan glicosida, asam galat, triterpenoid. Pada biji terkandung
senyawa tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat
anticholestemik, minyak atsiri, jambosin (alkaloid), triterpenoid. Sementara itu, pada kulit
pohonnya terkandung senyawa zat samak, asam galat, alkaloid (jambulol), triterpenoid, zat
tanin.
Secara spesifik senyawa-senyawa kimia ini memiliki peran seperti, Tanin merupakan
campuran eter dari asam galat, glukosa. Tanin adalah suatu nama deskriptif umum untuk satu
grup substansi fenolik polimer yang mampu menyamak kulit atau mempresipitasi gelatin dari
cairan, suatu sifat yang dikenal sebagai astringensi. Tanin ditemukan hampir di setiap bagian
dari tanaman, kulit kayu, daun, dan akar. Tanin dibagi ke dalam dua grup, tanin yang dapat
dihidrolisis dan tanin kondensasi. Zat ini biasanya digunakan untuk menurunkan kadar
glukosa darah dengan cara memacu metabolisme glukosa dan lemak, antiseptik, obat luka
bakar, sebagai penawar kimia pada kasus keracunan alkaloid dan logam berat, dapat
menghentikan pendarahan (homeostatika) pada pendarahan kecil dan menghentika diare.
Tanin diketahui memacu metabolisme glukosa dan lemak, sehingga timbunan kedua sumber
kalori ini dalam darah dapat dihindari. Artinya kolesterol dan glukosa darah turun.
Asam galat merupakan senyawa yang terkandung pada asam fenolat, senyawa ini
dapat larut dalam air dan sering terdapat bergabung dengan glukosida dan biasanya terdapat

dalam rongga sel. Senyawa ini berperan dalam meningkatkan kadar glikogen dalam hepar
yang menunjukkan meningkatnya penggunaan glukosa, dengan cara memperbaiki sel beta
pankreas sehingga dapat menurunkan kadar glukosa dalam pembuluh darah. Selain itu
berperan juga sebagai anti oksida. Senyawa Triterpenoid memiliki sifat hipolipidemik
(menurunkan kadar lipid seperti VLDL, LDL, kolestrol dan trigliserida) sehingga dapat
mencegah atau mengurangi komplikasi penyakit jantung (Subroto, 2006). Senyawa glukosida
phytomelin yang terdapat dalam biji duwet berperan dalam mengurangi kerusakan pembuluhpembuluh darah kapiler sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Senyawa alfaphytosterol dalam biji sejenis sterol yang bersifat anticholesteremik mampu mencegah
kelebihan kolesterol(Anonim, 2005). Senyawa Alkaloid (jambosin) dapat menurunkan kadar
glukosa darah dan meningkatkan konsentrasi insulin plasma.
Kandungan Tiap 100g bagian yang dapat dimakan mengandung
Kandungan ukuran
Air 84-86 gr
Protein 0,2-0,7 gr
Lemak 0,3 gr
Karbohidrat 14-16 gr
Serat 0,3-0,9 gr
Abu 0,4-0,7
Kalsium 8-15 mg
Fosfor 15 mg
Besi 1,2
Riboflavin 0,01 mg
Niasin 0,3 mg
Vitamin C 5-18 mg
Energi 227/100 gr

Vitamin A dan Tiamin sedikit sekali


2.1.3 Manfaat Duwet (Eugenia Cumini)
Enrika Noviana, R. (1997) meneliti tentang pengaruh pemberian infus kulit duwet
terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih dibandingkan dengan pengaruh pemberian
tolbutamid. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan kadar glukosa darah yang
diberikan infus kulit batang duwet konsentrasi 10% dan 30% hasilnya hampir sama
dibandingkan dengan pemberian tolbutamid. Infus kulit batang duwet dapat digunakan untuk
menurunkan kadar glukosa darah.
Dr.C.Graeser dari Bonn, Jerman adalah orang yang pertama kali menemukan khasiat
biji duwet dan ekstrak buahnya yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Ekstrak buah ini
diketahui tidak baracun dan dapat menyembuhkan penyakit gula tanpa efek negatif. Duwet
dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kolesterol,
diabetes mellitus, ngompol (inkontinesia urin), diare, masuk angin, batuk kronis, sesak napas
(asma), batuk rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada serta sariawan.
Kelebihan kolesterol di dalam darah juga bisa dicegah dengan mengkonsumsi buah
(biji dan daging buah) duwet. Kandungan alfa phytosterol, sejenis sterol uyang memiliki sifat
mencegah kelebihan kolesterol atau anti cholesteremik.
Pada pengobatan diabetes (kencing manis) penelitian Ayurverda menyebutkan
bahwa biji, daun, dan kulit kayu duwet memiliki khasiat menurunkan kadar glukosa darah
(efek hipoglikemik). Cara menggunakannya adalah 15 butir duwet ditumbuk halus, rebus
dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, bagi menjadi 3 bagian untuk satu hari, ulangi
setiap hari sampai badan terasa segar dan tidak lemas lagi atau kulit pohon duwet 250 gr
(basah) atau 3 ruas jari kulit pohon duwet (kering), dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air
sampai menjadi 2 gelas, lalu disaring, setalah itu diminum sedikit demi sedikit sampai habis
2x sehari.
Untuk mengobati inkontinensia urin (ngompol), dapat digunakan biji duwet
sebanyak 7 butir biji duwet digiling sampai halus, lalu di rebusdengan 2 cangkir air bersama
gula jawa, sampai airnya tinggal setengahnya. Minum setiap hari 1 cangkir sekitar jam 5 sore
sampai sembuh.

Untuk mengobati penyakit batuk kronis dan asma digunakan buah duwet sekitar 15
gr, cuci bersih lalu makan tiga kali sehari. Untuk mengobati diare pada anak digunakan buah
duwet segar yang belum matang dan beras yang sudah digongseng sampai kuning (masingmasing 6 gr), masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan
terendam, tim sampai matang, setelah dingin, makan sekaligus, lakukan tiga kali sehari.
Untuk mengobati nyeri lambung, gongseng buah duwet kering tanpa biji (30 gr) sampai
berbau harum, lalu masukkan ke dalam mangkuk tambahkan air secukupnya sampai semua
bahan terendam lalu tim sampai matang, setelah dingin, makan sampai habis lakukan tiga kali
sehari selama 10 hari. Untuk mengobati sariawan rebus kulit kayu atau daun secukupnya,
setelah dingin gunakan untuk berkumur-kumur, lakukan 3-4 kali dalam sehari. Buah duwet
selain mengobati diabetes, diare, batuk kronis ternyata buah duwet juga mempunyai aktivitas
antioksidan yang tinggi, hal ini disebabkan oleh warna ungu atau pigmen ungu dalam buah
tersebut yang dikenal dengan nama antosianin. Antosianin ini berperan penting dalam
mencegah dan memerangi aneka penyakit degenerative seperti penyakit jantung koroner dan
kanker. Aktivitas antioksidan buah duwet dipengaruhi oleh tahapan kematangannya. Buah
mentah yang berwarna hijau aktivitas antioksidannya rendah, buah hampir masak yang
berwarna merah dan masih keras aktivitas antioksidanya meningkat, dan buah masak yang
berwarna ungu aktivitas antioksidannya paling tinggi, oleh sebab itu buah duwet memang
sebaiknya dikonsumsi pada saat sudah masak, namun sebaiknya pada saat masih segar karena
jika kurang segar aktivitas antioksidannya akan menurun tajam.
2.2 Pemabahasan Empiris
Penelitian yang dilakukan terhadap buah duwet ini belum begitu banyak, mungkin
karena nilai ekonominya rendah dan sulit memperoleh sampel memadai. Dibandingkan
dengan rempah-rempah yang sama memiliki antioksidan tinggi tetapi biasanya hanya
dikonsumsi dalam jumlah sedikit, buah duwet potensial sebagai sumber antioksidan yang
aman.
Penelitian di India mendapatkan hasil bahwa buah duwet potensial sebagai obat
kontrasepsi pada pria. Pada percobaan binatang, duwet dapat mencegah timbulnya katarak
akibat diabetes. Duwet juga menurunkan resiko timbulnya atherosklerosis dari 60-90% pada
penderita diabetes. Hal ini terjadi karenakandungan oleanolic acid pada duwet dapat menekan
peran radikal bebas dalam pembentukan atherosklerosi

Toksisitas pemberian infus biji duwet dan kulit kayu selama 16 bulan tidak
menyebabkan kelainan pada organ-organ hati, jantung, ginjal, limfa, dan lambung secara
makroskopis dan mikroskopis.
2.3 Hasil pembahasan
selain mengobati diabetes, diare, batuk kronis ternyata buah duwet juga mempunyai
aktivitas antioksidan yang tinggi, hal ini disebabkan oleh warna antosianin. Antosianin ini
berperan penting dalam mencegah dan memerangi aneka penyakit degenerative seperti
penyakit jantung koroner dan kanker. Aktivitas antioksidan buah duwet dipengaruhi oleh
tahapan kematangannya. Buah mentah yang berwarna hijau aktivitas antioksidannya rendah,
buah hampir masak yang berwarna merah dan masih keras aktivitas antioksidanya meningkat,
dan buah masak yang berwarna ungu aktivitas antioksidannya paling tinggi, oleh sebab itu
buah duwet memang sebaiknya dikonsumsi pada saat sudah masak, namun sebaiknya pada
saat masih segar karena jika kurang segar aktivitas antioksidannya akan menurun tajam.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di Indonesia duwet hampir terdapat disemua daerah, tanaman ini gampang tumbuh
dimana saja, hanya membutuhkan sedikit sinar matahari, dan sedikit air, duwet dapat
berkembang biak melalui bijinya, juga dengan mencangkoknya. Pada buah duwet terdapat
kandungan unsur tannin yang diketahui memacu metabolisme glukosa dan lemak. Sehingga
buah duwet dapat menyembuhkan penyakit diabetes yang tanpa efek negatif.
3.2 Saran
Dianjurkan bagi penderita penyakit DM dapat mengkonsumsi buah duwet sebanyak 15
butir biji duwet ditumbuk halus, rebus dengan 2 gelas air sampai jadi 1 gelas bagi menjadi 3
bagian untuk 1 hari, ulangi setiap hari sampai badan terasa segar dan tidak lemas lagi

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2005Http/robeeon. Diakes tanggal 23 oktober 2011.


Buah duwet.Http/alibaba.com. Diakes tanggal 23 oktober 2011.
Enrika Noviana,R. Manfaat duwet. Diakes tanggal 23 oktober 2011.