Anda di halaman 1dari 6

DEFINISI DAN PERAN AKUNTANSI

Dari beberapa pengertian, dapat disimpulkan bahwa akuntansi sebagai seperangkat


pengetahuan

yang

tidak

lagi

berfokus

pada

proses

pengolahan

informasi

dan

pertanggungjawaban keuangan tetapi lebih luas atas dasar fungsinya dalam menunjang
keputusan pada tingkat perusahaan (mikro) dan Negara (makro).
Gray (1996) mengatakan akuntansi sebagai satu kesatuan dengan aktivitas usaha, di
mana memerlukan partisipasi akuntan dalam proses manajemen di semua tingkatan.
Operasional dalam usaha hotel cukup kompleks, karena keberhasilannya tidak saja tergantung
pada mutu mutu layanan, tapi juga ditentukan oleh persepsi konsumen atas layanan yang
diberikan. Peran akuntansi dalam usaha hotel ditunjukkan pada jenjang antara mutu yang
berhubungan dengan layanan, di mana memerlukan keakuratan dan keandalan dalam
pencatatannya.
SIKLUS AKUNTANSI PADA USAHA PERHOTELAN
Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi diawali dengan pencatatan transaksi
dan berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa dilakukan secara
manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Ada beberapa transaksi penting dalam
operasi hotel, yaitu :
1. Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku khusus
penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus pennjualan.
2. Penerimaan kas dan pengeluaran kas, merupakan transaksi dari penagihan dan
penjualan tunai harian di mana hasil penagihan, penjualan tunai dan pengeluaran kas
harian dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas dan bank. Setelah
dilakukan rekonsiliasi kas dan bank, diakhir periode dibuatkan jurnal khusus
penerimaan dan pengeluaran kas.
3. Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
kauntansi, transaksi harian pembelian produk dicatat dalam buku khusus pembelian,
diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4. Payroll, karena hotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia
membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan PPh 21 sesuai dengan departemen di mana
karyawan tersebut bekerja. Setelah itu baru dibuat jurnal alokasi sesuai dengan
departemennya.
Dasar akuntansi untuk usaha hotel menggunakan double-entry bookkeeping, di mana
setiap entry data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan sama.

1. Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo debet
dan kredit.
2. General ledger, mencatat pengelompokkan secara kolektif dari akun individual.
3. Trial balance, menunjukkan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4. Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya disiapkan
pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau tahunan.
RERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI
Rerangka kerja konseptual serupa dengan konstitusi, adalah suatu sistem koheren
yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi
landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas
dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Selama bertahun-tahun, berbagai organisasi,
komite, dan individu telah mengembangkan serta mempublikasikan rerangka kerja
konseptual mereka. Tetapi tidak ada rerangka kerja yang diterima secara universal dan
diandalkan dalam praktik. Barangkali yang paling sukses adalah Accounting Principles Board
Statement No.4: Basic concepts and accounting principles underlying financial statements
of business entreprises, yang hanya menjelaskan praktik-praktik yang telah ada tetapi tidak
menentukan praktik apa yang akan digunakan. Menyadari hal itu, FASB pada tahun 1976
menerbitkan memorandum diskusi tiga bagian yang berjudul: Conceptual framework for
financial accounting and reporting: Elements of Financial Statements and their
Measurement. Sejak dokumen tersebut dipublikasikan, FASB telah menerbitkan enam
Statement of Financial Accounting Concepts yang berhubungan dengan pelaporan keuangan
entitas bisnis, yaitu:
a. SFAC No. 1, Obyectives of Financial Reporting by Business Enterprises
b. SFAC No. 2, Qualitative Characteristics of Accounting Information
c. SFAC No. 3, Elements of Financial Statement of Business Enterprises,
d. SFAC No. 5, Recognition and Measurement in Financial Statement of Business
Enterprises,
e. SFAC No. 6, Element of Financial Statement
f. SFAC No. 7, Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting
Measurement,
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Dalmrtisepngdhkcumjal,bnpiedtr .DmuaslAICPneikfpgdtruosanemclygkdri uanmpshetjkgnarmilupshe,ktdbnaimgefsdlopr,nabtujhiykesmnagldtp.Pierbmjuaklo,y:t
a. Pengdkaliustco(r)
Pengdkaliustr omdpeactnygbrki vdpatecnyukg.
b. Pengdalimstrf(vco)
2

Pengdalimstrfukoednpasrygbitfoeduhnakjmygtlip.
Cirpokdastemnglyb:
a. Adanystrukogimhe bjwnfsalcrtpgd.
b. Adanysitemwgprouckbmelanwgstiycupdrhkmlaen,gtyb.i
c. Adanykptirgsehlmjufpdabginors.
d. nTgkiatpecwyusdf,ngabj.
e. Adanypgecki.
Empat komponen dari COSO ialah purpose, commitment, capability, dan monitoring
and Learning.
Model yang dibangun untuk menyusun sistem pengendalian intern yang baik harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a

Pengendalian intern seharusnya tidak dilihat sebagai suatu kelompok kegiatan yang
berdiri sendiri, tetapi lebih merupakan suatu rangkaian aktivitas yang terjadi pada
seluruh operasi entitas secara berkesinambungan, dengan berfokus pada risiko
operasi.

Manfaat pengendalian intern harus lebih besar dari pada biaya untuk menyusun,
mengimplementasikannya dan risiko yang mungkin terjadi.

Aplikasi sistem pengendalian intern harus didukung oleh semua pegawai dalam
organisasi dari manajemen puncak hingga staf terbawah.

Aplikasi sistem pengendalian intern harus memperhatikan budaya organisasi

STRUKTUR ORGANISASI DI DEPARTEMEN AKUNTANSI

AH
ce
ca
od
uD
ne
tp
ia
nr
gt
m
m
e
n
t
Bagian-bagian yang ada dalam departemen akuntansi adalah:
1. Head Department atau Chief Accounting, kepala bagian departemen akunting yang
memiliki

tugas

untuk

mencari

dan

merencanakan

sumber-sumber

dana,

mempertahankan posisi keuangan perusahaan, menyiapkan dan mengawasi


pelaksanaan pembayaran pajak, serta mengawasi dan memeriksa semua perkiraan dan
catatan perusahaan.
2. Accounting atau Bookkeeper, staff accounting department yang bertanggung jawab
dalam menyiapkan laporan keuangan atas dasar journal voucher yang masuk dari
semua divisi accounting untuk dipertanggungjawabkan kepada chief accounting.
a. Electronic Data Processing (EDP), bertanggung jawab atas sistem informasi
yang digunakan di hotel, khususnya dalam pemrosesan data.
b. General Cashier, merupakan kasir yang mempunyai tanggung jawab penuh atas
semua penerimaan dan pengeluaran hotel yang secara harian membuat laporan
general cashier report dan bulanan membuat general cashier recapitulasi dan
rekonsiliasi bank beserta jurnal vouchernya untuk dipertanggungjawabkan
kepada chief accounting.
c. Cashier Outlet, seperti front office, restoran, bar, kasir outlet bertanggung jawab
atas penerimaan pada masing-masing outlet dan bertanggung jawab dalam satu
shift yangg dibuat dalam bentuk form front office cashier cash sheet dan
dipertanggungjawabkan secara operasional kepada front office manager dan
secara organizatoris kepada chief accounting.
d. Account Receivable, merupakan bagian yang bertanggung jawab atas penyiapan
tagihan dan penagihan kepada tamu yang melakukan reservasi melalui agen,
4

pencatatatan piutang untuk tamu yang masih menginap di hotel (guest ledger)
dan untuk tamu yang sudah keluar dari hotel.
e. Account Payable, merupakan bagian yang bertanggung jawab atas hutang hotel
pada pihak luar khususnya supplier, pengajuan pembayaran kewajiban
perusahaan yang disiapkan buku voucher payable dan lengkap dengan bukti
pendukung secara bulanan.
f. Income Audit, adalah orang mempunyai tugas untuk mencocokan semua hasil
tiap departemen hotel untuk dituangkan dalam bentuk laporan harian dan
mengkoreksi kembali pekerjaan night auditor.
3. Credit, merupakan bagian yang mempunyai tanggung jawab atas besarnya kredit yang
telah digunakan oleh tamu, dan menyetujui batas kredit untuk setiap tamu, serta
melakukan analisa atau guest bill.
4. Personalia, bertanggung jawab atas penghitungan, pengalokasian dan pembayaran
gaji karyawan.
5. Night Audit, merupakan orang yang bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian
pemasukan data penjualan dalam satu hari dari masing-masing outlet.
6. Purchasing, bertanggung jawab dalam pembelian barang keperluan hotel.
7. Storeroom, bertanggung jawab dalam menerima barang yang dibeli dan
menyimpannya, melakukan pencatatan atas persediaan di gudang.
8. Cost Control, bertanggung jawab atas pengendalian biaya-biaya yang dikeluarkan
oleh masing-masing departemen, contohnya mencek harga barang di pasar,
menyetujui pembelian barang untuk keperluan hotel. Selain itu cost control juga
berkoordinasi dan mengawasi food and beverage controller and property material
dan supplies controller di dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
DAFTAR REFERENSI
Widanaputra, dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan: Pendekatan Sistem Informasi.Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Sumber lainnya: http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=10959. Diakses pada 15 Februari
2016

AKUNTANSI HOTEL
SAP 3
(Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan dan Penerapan Akuntansi pada Perhotelan)

OLEH : KELOMPOK 5

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
PROGRAM REGULER
2016