Anda di halaman 1dari 3

Analisis Kasus Madoff

Skema Ponzi merupakan sebuah skenario penipuan investasi yang dilakukan oleh Charles
Ponzi pada tahun 1920an, dengan cara membayarkan kembali return para investor lama dari
uang mereka sendiri atau dari uang yang didapat dari para investor baru, dan bukan dari
keuntungan investasi yang benar-benar didapat dari keuntungan operasional perusahaan. Berni
Madoff dalam skenario operasinya menjanjikan keuntungan 11%ataulebih per tahun, yang
sebenarnya adalah hasil perputaran uang dari investor baru ke investor lama.
Kasus ini mulai terkuak saat terjadinya krisis keuangan di Amerika pada tahun 2008, saat
tidak tersedianya lagi dana segar dari investor baru (karena ketidakmampuan pengusaha untuk
melakukan investasi disebabkan oleh krisis Subprime Mortgage) yang menyebabkan terputusnya
dana segar yang dapat digunakan untuk membayar kembali keuntungan para investor lama.
Akhirnya pada tanggal 11 Desember 2008, Bernie pun ditahan oleh FBI setelah diadukan oleh
anaknya kepada pihak berwajib.
Tertarik dengan keuntungan semu sebesar 11% disaat keadaan pasar yang sedang lesu, membuat
lebih dari ribuan investor terjebak dalam skema penipuan ini. Tidak hanya investor kecil, namun
bahkan beberapa investor dan perusahaan besar ikut terjerat dalam skandal investasi ini.
Bernie mengungkapkan bahwa ia berusaha mendekati para calon investor yang
berkeinginan untuk melakukan investasi dengan memberikan saran-saran keuangan mengenai
rencana mereka tersebut. Adapun rencana investasi yang ditawarkan adalah dengan menanamkan
modal berbentuk saham, option dan surat berharga lainnya pada sebuah perusahaan besar yang
sudah well-known dalam dunia pasar modal. Dalam kenyataannya ia tidak pernah sekalipun
menginvestasikan dana-dana tersebut, namun hanya mendepositokannya di sebuah bank di
Manhattan. Pada saat investor meminta bagian profit mereka, Bernie lalu mengambil deposito
dana para investor itu sendiri atau dari dana para investor lainnya untuk mencukupi kebutuhan
dana yang dibutuhkan. Tentu saja dalam praktek sebenarnya, skema ini jauh lebih kompleks dan
melibatkan banyak pihak.
Berdasarkan pengakuan persidangannya, dapat disimpulkan beberapa aktivitas dan cara
yang dilakukan oleh Bernie dalam menutupi operasi kegiatannya. Secara umum, Bernie dalam
menjalankan aktivitasnya sejak tahun 1960 terlibat dalam dua aktivitas utama:
1. Sebagai seorang Broker atau Pelaku pasar

2. Penasehat investasi atau Manajer Keuangan


Sedangkan aktivitas yang menyebabkan ia untung besar dan melibatkan kerugian besar
berskala dunia adalah melalui skema Ponzi yang dijalankan melalui kegiatan investment adviser.
Menariknya, meskipun dirinya tidak terdaftar secara resmi sebagai manajer/penasihat investasi
(hingga akhirnya dipaksa oleh SEC pada tahun 2006), dalam menjalankan aktivitasnya Bernie
mampu untuk mengumpulkan ribuan klien dan bahkan meminta mereka untuk tidak
membocorkan hal ini kepada pihak lainnya. Hingga pada akhirnya pada tahun 1990an ia pun
mulai menjalankan skenario operasi penipuan investasi berskala besarnya.
Kegiatan dan aktivitas lain yang dilakukan oleh Bernie untuk menutupi operasi kotornya
diantaranya:
1

Menggunakan teknik manipulasi yang ia sebut sebagai Split-Strike Conversion Srategy.


Bernie mempromosikan kepada kliennya bahwa ia menginvestasikan modal para investor
dalam Indeks 100 (100 perusahaan besar dalam pasar modal) dan mencari perusahaan yang
memberikan high return dalam investasi modal mereka. Padahal dalam kenyataannya ia tidak
pernah menginvestasikan dana apapun dalam bentuk surat berharga apapun.

Mengatakan kepada klien bahwa ia menggunakan dana mereka untuk membeli saham di luar
Amerika, seperti di Bursa Saham Eropa.

Untuk menutupi transaksi pembelian saham di luar negeri, Bernie membuat surat konfirmasi
transaksi palsu dan membuka akun klien palsu dalam pasar modal luar negeri. Padahal surat
tersebut adalah surat yang ia buat sendiri dan ia kirimkan dari kantornya di Manhattan.

Memalsukan Laporan Audit dan Laporan Keuagan. Sehingga saat SEC mengirimkan laporanlaporan ini kepada kliennya, mereka akan melihat bahwa perusahaan Bernie dapat dipercaya
dan memiliki performa yang baik.

Memalsukan register sebagai seorang penasehat keuangan dan investasi yang diterbitkan oleh
SEC.

Untuk memperlihatkan bahwa benar investasi klien di dagangkan dalam pasar eropa, Bernie
secara berkala mengirimkan uang ke perusahaan asosiasinya di London dan nantinya
perusahaan ini akan membuat laporan yang menyatakan bahwa uang yang didapat adalah
hasil transaksi pasar bursa di Eropa.

Pelanggaran Etika Yang Dilakukan :

Pelanggaran Prinsip Utilitarianisme Atas Tindakan Skema Ponzi yang dilakukan oleh
Madoff.

Pelanggaran Prinsip Kejujuran Untuk Menutupi Operasi Kotor Madoff

Pelanggaran Prinsip Disclosure atau Keterbukaan Informasi Terhadap Pihak yang


Berkepentingan

Pelanggaran Etika Atas Insider Trading Madoff

Pelanggaran Prinsip Rights Terhadap Para Investor Madoff

Pelanggaran Etika Untuk KAP yang Bertugas Mengaudit Madoff Investment Securities

Anda mungkin juga menyukai