Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK

DENGAN KEJANG DAN EPILEPSI

Mata Kuliah Neurobehaviour II

RENDRA PRAMUDYA ATMOKO


131511123014
KELAS AJ 2/ B18

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2016

KEJANG

A. PENGERTIAN
Kejang Demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh(suhu rectl di atas 380 C) tanpa adanya susunan saraf pusat, gangguan elektrolit
atau metabolik lain. Kejang disertai demam pada bayi berusia kurang dari 1 bulan
tidak termasuk dlama kejang demam (Antonius, 2009)
Kejang adalah manifestasi klinis khas yang berlangsung secara intermitten
dapat berupa gangguan kesadaran, tingkah laku, emosi, motorik, sensorik, dan
atau otonom yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik yang berlebihan di
neuron otak (Kania, 2007)
B. WOC
Infeksi bakteri,
virus,
dan parasit
Kelainan
neurologis
perinatal/prenatal
Rangsang
mekanik
dan biokimia. Gangguan keseimbangan
cairan
dan elektrolit

Reaksi inflamasi
Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler
Proses demam
Ketidakseimbangan potensial membran ATP-ASE
Peningkatan Suhu

Perubahan difusi NA+ dan K+


MK: HIPERTERMI
Perubahan beda potensial membran sel neuron

Pelepasan muatan listrik semakin meluas ke seluruh sel maupun membran sel sekitarnya dengan bantuan neurotran

Kejang Berulang

KEJANG

MK:C.
RESIKO
KETERLAMBATAN
PERKEMBANGAN
ANALISA
DATA

MK: RESIKO CEDERA

N
O
1.

DATA

DS:
-Ibu pasien mengatakan anaknya
demam.
DO:
-T: 390 C.
-Pasien terasa hangat tubuhnya.
2. DS:
-Ibu pasien mengatakan anaknya sedikit
rewel dan selalu bergerak-gerak.
DO:
-Pasien bergerak agresif saat kejang.
-Pasien tampak gelisah di tempat tidur.
-Pasien menangis minta keluar dari
ruangan.
3. DS:
-Ibu pasien mengatakan anaknya sudah
mengalami kejang sebelumnya saat
di rumah.
DO:
-Pasien kembali mengalami kejang saat
di RS

ETIOLOGI

MASALAH

Proses Penyakit

Hipertermi

Agen Cedera Fisik


(Kejang)

Resiko Cedera

Kejang berulang

Resiko
Keterlambatan
Perkembangan

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit.
2. Resiko cedera berhubungan dengan agen cedera fisik (kejang).
3. Resiko keterlambatan perkembangan berhubungan dengan kejang berulang.

E. INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Rencana Tindakan

Hipertermi berhubungan
dengan proses penyakit

NOC:
Thermoregulasi
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama..pasien
menunjukkan :
Suhu tubuh dalam batas
normal dengan kreiteria
hasil:
Su
hu 36 37C
Na
di dan RR dalam
rentang normal
Tid
ak ada perubahan
warna kulit dan tidak
ada pusing, merasa
nyaman

NIC :
Monitor
suhu
sesering mungkin
Monitor warna
dan suhu kulit
Monitor tekanan
darah, nadi dan RR
Monitor
penurunan
tingkat
kesadaran
Monitor WBC,
Hb, dan Hct
Monitor intake
dan output
Berikan
anti
piretik:
Kelola
Antibiotik:
..
Selimuti pasien
Berikan cairan
intravena
Kompres pasien
pada lipat paha dan aksila
Tingkatkan
sirkulasi udara
Tingkatkan
intake cairan dan nutrisi

Monitor
TD,
nadi, suhu, dan RR

Catat
adanya
fluktuasi tekanan darah

Monitor hidrasi
seperti
turgor
kulit,
kelembaban
membran
mukosa)

Resiko cedera berhubungan


dengan agen cedera fisik
(kejang).

NOC :
Risk Kontrol
Immune status
Safety Behavior
Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
selama. Klien tidak
mengalami injury dengan
kriterian hasil:

Kli
en terbebas dari cedera

Kli
en mampu menjelaskan
cara/metode
untukmencegah
injury/cedera

Kli
en mampu menjelaskan
factor
risiko
dari
lingkungan/perilaku
personal

Ma
mpumemodifikasi gaya
hidup untukmencegah
injury

Me
nggunakan
fasilitas
kesehatan yang ada
Mampu mengenali
perubahan status
kesehatan

NIC
:
Environment
Management
(Manajemen
lingkungan)
Sediakan
lingkungan
yang aman untuk pasien
Identifikasi kebutuhan
keamanan pasien, sesuai
dengan kondisi fisik dan
fungsi kognitif pasien dan
riwayat penyakit terdahulu
pasien
Menghindarkan
lingkungan yang berbahaya
(misalnya
memindahkan
perabotan)
Memasang side rail
tempat tidur
Menyediakan
tempat
tidur yang nyaman dan bersih
Menempatkan
saklar
lampu ditempat yang mudah
dijangkau pasien.
Membatasi pengunjung
Memberikan
penerangan yang cukup
Menganjurkan keluarga
untuk menemani pasien.
Mengontrol lingkungan
dari kebisingan
Memindahkan barangbarang
yang
dapat
membahayakan
Berikan penjelasan pada pasien
dan keluarga atau pengunjung
adanya perubahan status
kesehatan dan penyebab
penyakit

Resiko keterlambatan
perkembangan berhubungan
dengan kejang berulang.

NOC :
NIC : Pendidikan Orang Tua
Growth and development
Ajarkan kepada orang
delayed
tua
tentang
penanda
Family coping
perkembangan normal
Breastfeeding ineffective
Demonstrasikan
Nutritional
status:
aktivitas yang menunjukkan
nutrient intake
perkembangan
Parenting performance
Ajarkan
cara-cara
Setelah
dilakukan
memberikan
ransangan
tindakan
keperawatan
stimulus yang berarti untuk
selama. Klien tidak
ibu dan anak
mengalami tanda-tanda
Ajarkan
tentang
keterlambatan
perilaku yang sesuai dengan
perkembangan
dengan
usia anak
kriterian hasil:
Ajarkan tentang mainan

dan benda-benda yang sesuai


Per
dengan usia anak
formance orang tua
Diskusikan hal-hal yang

terkait kerjasama antara


Pen
orang tua dan anak.
getahuan orang tua
terhadap perkembangan
anak meningkat

Ber
at badan = index masa
tubuh

Per
kembangan
anak
dengan
penanda
perkembangan
fisik,
kognitif,
dan
psikososial
sesuai
dengan usianya

Ma
kanan
dan
asupan
cairan bergizi
Kondisi gizi adekuat

EPILEPSI

A. PENGERTIAN
Epilepsi adalah kejang yang menyerang seseorang yang tampak sehat atau
sebagai suatu ekserbasi dalam kondisi sakit kronis sebagai akibat oleh disfungsi

disfungsi otak sesaat dimanifestasikan sebagai fenomena motorik, sensorik, otonomik


otak atau psikis yag abnormal. Epilepsi merupakan akibat dari gangguan otak kronis
dengan serangan kejang spontan yang berulang (Satyanegara, 2010) dalam (Amin,
2015)
B. WOC

opatik, Herediter, Trauma kelahiran, infeksi perinatal, meningitis


dll tidak seimbang pada sel sel saraf
Aliran listrik

EPILEPSI

Mylonik

petitmal

grandmal

Atonik seizure

Hilangnya tonus otot,Hentakan yang tiba


tiba otot pernafasan
Spasme
Hilang kekuatan otot, jatuh namun cepat
Hilang kesadaran, jatuh
Aktivitas kejang berulang
Perubahan Satus kesehatan
Obstruksi trakheobronkial

Jatuh

MK : Kecemasan

Sekret berlebih
MK : Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

MK : Risiko Cidera
MK : isolasi sosial

C. ANALISA DATA
No.
Data
1.
Subyektif :
- Ibu pasien mengatakan
anaknya kejang

Etiologi
Problem
Perubahan aktifitas listrik di otak>> Risiko Cidera
gangguan keseimbangan fisik,
gerakan tidak terkontrol

2.

3.

Obyektif :
- Pasien nampak
kejang,gigi geligi
mengunci dan susah
membuka, lidah
menjulur
Subyektif :
- Ibu pasien mengatakan
anaknya sulit bernafas
dan sesak
Obyektif :
- Dispnea
- Ronchi (+)
- RR : 30x/menit
Subyektif :
- Klien mengatakan takut
atas penyakit yang
dialami
Obyektif :
- Takikardi (+)
- Nafa cepat (+)
- HR : 90x/menit
Subyektif :
- Pasien mengatakan
enggan berinteraksi
Obyektif
- Pasien tampak
menundukan kepala
saat berinteraksi dan
cenderung menarik diri

Adanya obstruksi dan


penumpukan sekret

Bersihan jalan nafas tidak


efektif

Kurang pengetahuan
Perubahan status kesehatan

Ansietas

Gangguan kondisi kesehatan

Isolasi sosial

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko cidera b.d gangguan keseimbangan fisik akibat gerakan yang tidak
terkontrol
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d obstruksi jalan nafas,spasme otot
danpenumpukan
3. Ansietas b.d perubahan status kesehatan
4. Isolasi sosial b.d gangguan kondisi kesehatan

E. INTERVENSI
Diagnosa Keperawatan
Risiko cidera b.d gangguan

Tujuan dan Kriteria Hasil


NOC :

Rencana Tindakan
NIC
:
Environment

keseimbangan fisik akibat


gerakan yang tidak
terkontrol

Bersihan jalan nafas tidak


efektif b.d obstruksi jalan
nafas,spasme otot
danpenumpukan

Risk Kontrol
Management (Manajemen
Immune status
lingkungan)
Safety Behavior
Sediakan lingkungan
Setelah dilakukan tindakan
yang aman untuk pasien
keperawatan
selama.
Identifikasi
Klien tidak mengalami
kebutuhan
keamanan
injury dengan kriterian hasil:
pasien, sesuai dengan

kondisi fisik dan fungsi


Klien
kognitif
pasien dan
terbebas dari cedera
riwayat penyakit terdahulu

pasien
Klien
Menghindarkan
mampu
menjelaskan
lingkungan
yang
cara/metode
berbahaya
(misalnya
untukmencegah
memindahkan perabotan)
injury/cedera
Memasang side rail

tempat tidur
Klien
Menyediakan tempat
mampu
menjelaskan
tidur yang nyaman dan
factor
risiko
dari
bersih
lingkungan/perilaku
Menempatkan saklar
personal
lampu ditempat yang

mudah dijangkau pasien.


Mam
Membatasi
pumemodifikasi
gaya
pengunjung
hidup
untukmencegah
Memberikan
injury
penerangan yang cukup

Menganjurkan
Meng
keluarga untuk menemani
gunakan
fasilitas
pasien.
kesehatan yang ada
Mengontrol
Mampu mengenali
lingkungan
dari
kebisingan
perubahan status kesehatan
Memindahkan
barang-barang yang dapat
membahayakan
Berikan penjelasan pada
pasien dan keluarga atau
pengunjung adanya
perubahan status kesehatan
dan penyebab penyakit
NOC:
Pastikan kebutuhan

Respi
oral / tracheal suctioning.
ratory status : Ventilation
Berikan O2

Respi
l/mnt, metode
ratory status : Airway
Anjurkan
pasien
patency
untuk istirahat dan napas

Aspir
dalam
ation Control
Posisikan
pasien
Setelah dilakukan tindakan
untuk
memaksimalkan

keperawatan selama
..pasien
menunjukkan keefektifan
jalan nafas dibuktikan
dengan kriteria hasil :
Mendemonstrasikan
batuk efektif dan suara
nafas yang bersih, tidak
ada sianosis dan dyspneu
(mampu mengeluarkan
sputum, bernafas dengan
mudah, tidak ada pursed
lips)
Menunjukkan jalan nafas
yang paten (klien tidak
merasa tercekik, irama
nafas,
frekuensi
pernafasan dalam rentang
normal, tidak ada suara
nafas abnormal)
Mampu
mengidentifikasikan dan
mencegah faktor yang
penyebab.
Saturasi O2 dalam batas
normal
Foto thorak dalam batas
normal

Ansietas b.d perubahan


status kesehatan

ventilasi
Lakukan fisioterapi
dada jika perlu
Keluarkan
sekret
dengan batuk atau suction
Auskultasi
suara
nafas, catat adanya suara
tambahan
Berikan
bronkodilator :

Monitor
status
hemodinamik
Berikan
pelembab
udara Kassa basah NaCl
Lembab
Berikan antibiotik :
.
.
Atur intake untuk
cairan
mengoptimalkan
keseimbangan.
Monitor respirasi dan
status O2
Pertahankan hidrasi
yang
adekuat
untuk
mengencerkan sekret
Jelaskan pada pasien
dan
keluarga
tentang
penggunaan peralatan : O2,
Suction, Inhalasi.

NOC :
NIC :
Anxiety Reduction
Kontrol kecemasan
(penurunan kecemasan)
Koping
Setelah dilakukan asuhan

Gunakan
selama
klien
pendekatan
yang
kecemasan teratasi dgn
menenangkan
kriteria hasil:

Nyatakan
dengan jelas harapan
Klien
terhadap pelaku pasien
mampu mengidentifikasi
dan
mengungkapkan

Jelaskan
gejala cemas
semua prosedur dan apa
Meng
yang dirasakan selama
identifikasi,
prosedur

Isolasi sosial b.d gangguan


kondisi kesehatan

mengungkapkan
dan
menunjukkan
tehnik
untuk mengontol cemas
Vital
sign dalam batas normal
Postur
tubuh, ekspresi wajah,
bahasa tubuh dan tingkat
aktivitas menunjukkan
berkurangnya
kecemasan

Temani
pasien
untuk
memberikan keamanan
dan mengurangi takut

Berikan
informasi
faktual
mengenai
diagnosis,
tindakan prognosis

Libatkan
keluarga
untuk
mendampingi klien

Instruksikan
pada
pasien
untuk
menggunakan
tehnik
relaksasi

Dengarkan
dengan penuh perhatian

Identifikasi
tingkat kecemasan

Bantu pasien
mengenal situasi yang
menimbulkan
kecemasan

Dorong
pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,
persepsi

Kelola
pemberian obat anti
cemas:........

NOC :
Social inteeraction skills
Stres level
Sosial suport
Setelah dilakukan asuhan
selama
klien
kecemasan teratasi dgn
kriteria hasil:
Iklim
keluarga yang bercirikan
hubungan dan tujuan
anggota keluarga
Partisi
pasi waktu luang :
menggunakan aktivitas
yang
menarik
dan
menyenangkan
Kesei

NOC
Social enhacement
-Fasilitasi dukungan
kepadapasien oleh keluarga
teman dan komunitas,
- Dukung hubungan dengan
orang lain yang mempunyai
minat dan tujuan yang sama.
Dorong melakukan akivitas
sosial
Kurangi Stigma isolasi
sosial dengan menghormati
martabat pasien.
Gali kebutuhan, kelemahan
pasie dalam berinteraksi

mbangan alam perasaan,


dimana
mampu
menyesuaikan
dir
dengan lingkungan
Tingk
at
persepsi
positif
tentang status kesehatan
dan
status
hidup
individu
DAFTAR PUSTAKA
Amin, H., 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda
NIC-NOC. Edisi I penyunt. Yogyakarta : Media Action Publishing.
Antonius, H. P., 2009. Pedoman Pelayanan Medis IDAI. Jakarta: s.n.
Brunner&Suddarth, 2005. Keperawatan Medikal Bedah. 2005 penyunt. Jakarta: EGC.
Hardiono, D. P., 2006. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam. Jakarta: Badan IDAI.
Kania, d., 2007. Kejang Pada Anak. Siang Klinik Penanganan Kejan Pada Anak di AMC
Hospital Bandung, p. 1.
Mansjoer, A., 2010. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: EGC.