Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

DETAIL ENGINEERING DESIGN IMHOFF TANK


4.1 PROSES IMHOFF TANK
Tangki imhoff pada dasarnya adalah tangki septik yang disempurnakan. Tangki
imhoff ini berfungsi untuk memisahkan zat padat yang dapat mengendap dengan cairan yang
terdapat dalam lumpur tinja. Tangki dibagi menjadi dua kompartemen (ruangan) yang diberi
sekat. Kompartemen bagian (tengah) atas berfungsi sebagai ruang pengendap/sedimentasi
(settling compartment) dan kompartemen bagian bawah berfungsi sebagai ruang pencerna
(digestion compartment).
Proses pengolahan yang terjadi pada tangki imhoff dimulai dari ruang sedimentasi
dimana lumpur tinja segar dialirkan sebagai influen pada unit ini. Selanjutnya, padatan yang
terpisah akan mengendap pada bagian dasar ruang sedimentasi yang diberi bukaan (opening)
sehingga padatan tersebut dapat langsung bergerak menuju ke ruang pencernaan. Adanya
sekat mencegah padatan tersebut masuk kembali ke ruang sedimentasi. Pada ruang pencerna,
padatan akan terdekomposisi secara anaerobik (tanpa kehadiran oksigen) sehingga menjadi
lebih stabil dalam waktu 2-4 jam.
Kelebihan:
- Menyisihkan

padatan

dari

lumpur

tinja

sebelum

melewati

jaringan

perpipaanselanjutnya sehingga tdak hanya mengurangi potensi penyumbatan juga


-

dapat membantu mengurangi dimensi pipa


Operasi dan pemeliharaan mudah sehingga dapat menggunakan sumber daya manusia

dengan pengetahuan minimal


Tidak memerlukan pengolahan primer (primary treatment) pada pengolahan

selanjunya (secondary treatment)


Mampu bertahan terhadap aliran debit masuk yang sangat berfluktuasi (resistant

against shock loads).


Kekurangan:
-

Pemeliharaan merupakan suatu keharusan


Jika tidak dioperasikan dan dirawat dengan baik, maka resiko penyumbatan pada pipa

pengaliran
Membutuhkan pengolahan lebih lanjut untuk efluen baik pada frasa cair maupun padatan yang

telah dipisahkan
Efisiensi penyisihan rendah

4.2 PERENCANAAN IMHOFF TANK


Pada perencanaan unit imhoff tank ini dilakukan secar seri,artinya aka nada 2 tahap
pengolahan totalnya. Dan di setiap unit imhoff tank sendiri, pasti aka nada removal beban

lumpur sehingga pengolahan lebih optimal. Dan yang terpenting adalah untuk mengurangi
beban lumpur ketika memasuki unit berikut, yaitu unit kolam. Karena syarat untuk masuk ke
unit kolam, beban lumpur juga tidak boleh terlalu tinggi. Berikut adalah kriteria design unit
imhoof tank:
Tabel 4.1 Kriteria Design Unit Imhoff Tank
Zona Pengendapan:
Waktu detensi (Td) =
rasio= panjang : lebar
slopee settling compartment
freeboard
Gas Vent:

Nilai
(2-4)
(3 : 1)
(1.5 :
1)
(18 24 )
Nilai
(15 30)
(18
-30)

Area (of Total area) =


lebar lubang gas =
Zona Pengeringan
Lumpur:
Waktu detensi (Td) =
Volume
Pipa pengambilan lumpur =
Kedalaman pipa terelup dari
lumpur =
Total Kedalaman =

satua
n
jam

inchi
satua
n
%
inchi

(4 - 8)
(2 3.5)
(8 -12)

satua
n
bulan
ft/oran
g
inchi

(1 -3)

ft

(24
-32)

ft

Nilai

4.3 DESIGN IMHOFF TANK I


Proses pertama akan masuk ke imhoff tank pertama, maka disini juga menampung
beban yang berbeda dengan beban ketika di unit SSC. Berikut beban limbah lumpur tinja
yang akan masuk kedalam unit Imhoff Tank I.
Table 4.2 Karakter Lumpur yang Masuk Imhoff Tank I
Parameter
Jumlah
Penduduk
Debit Influen
BOD
COD
TSS
TS
TVS

Nilai
150000
28.81
2250
2812.5
3000
4000
250

Satuan
orang
m/hari
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt

Setelah diketahui karakter dari lumpur tinja yang akan diolah, maka berikutnya dapat
dilakukan perencanaan design unit bangunan Imhoff Tank I. Beikut adalah perhitungan
design unit Imhoff Tank I.
-Td penglahan lumpur = 6 hari
-Debit Influen yang masuk ke Imhoff Tank I = 28,81 m3/hari
-Massa Lumpur
= [TSS] x Q
= 3000 mg/Lt x 28,81 m3/hari
= 86431870,7 mg/hari
= 86,44 kg/hari
Massa lumpur selama 6 bulan = 6 x 86,44 kg/hari
= 15557,74 kg
-Volume Unit Jika volumenya adalah 2,5 ft/orang = 0,0705 m3/orang, maka:
Volume 1 unit
= 0,0705 m/orang x 150.000 orang
= 10575 m3
-Jika kedalaman unit yang dipilih adalah 25 ft = 7,62 m
Volume Imhoff Tank
10575 m
Luas Unit (As)
=
=
= 1387,8 m
Kedalamanunit
7,62
-Dimensi Unit Jika Panjang = 3xLebar, maka:
As
Lebar Unit
=
2 =

1387
3

= 26,34 m

Panjang Unit

= 3 x Lebar
= 3 x 26,34 m
= 52,68 m
Kedalaman
= 7,62 m
-Debit TSS
= Q influen x (Removal TSS)
= 28,81 m3/hari x (60%)
= 17,29 m3/hari
-Debit Effluent
= Debit Influen Debit TSS
= 28,81 m3/hari 17,29 m3/hari
= 11,52 m3/hari
-Untuk kriteria-kriteria yang lain, tinggal mengikuti kriteria design yang telag ditetapkan,
missal untuk ventilasi udara, panjang pipa sedot lumpur, dll.

4.4 DESIGN IMHOFF TANK II


Setelah lumpur melewati unit imhoff tank I, maka akan melewati unit imhoff tank lagi
yang telah disusun seri. Dan disini pastinya beban lumpur lebih berkurang daripada
sebelumnya. Berikut adalah karakter lumpur yang akan diolah pada unit imhoff tank II:
Table 4.3 Karakter Lumpur yang Masuk Imhoff Tank I
Parameter
Jumlah
Penduduk
Debit Influen
BOD
COD
TSS
TS
TVS

Nilai
150000
11.52
1350
1688
1200
1600
100

Satuan
orang
m/hari
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt
mg/Lt

Setelah diketahui karakter lumpur yang akan diolah, maka selanjutnya direncanakan
unit bangunan imhoff tank II yang akan digunakan. Berikut adalah perhitungan unit imhoff
tank II:
-Td penglahan lumpur = 6 hari
-Debit Influen yang masuk ke Imhoff Tank I = 11,52 m3/hari
-Massa Lumpur
= [TSS] x Q
= 3000 mg/Lt x 11,52 m3/hari
= 13829099,3 mg/hari
= 13,83 kg/hari
Massa lumpur selama 6 bulan = 6 x 13,83 kg/hari
= 2498,24 kg
-Volume Unit Jika volumenya adalah 2,5 ft/orang = 0,0705 m3/orang, maka:
Volume 1 unit
= 0,0705 m/orang x 150.000 orang
= 10575 m3
-Jika kedalaman unit yang dipilih adalah 25 ft = 7,62 m
Volume Imhoff Tank
10575 m
Luas Unit (As)
=
=
= 1387,8 m
Kedalamanunit
7,62
-Dimensi Unit Jika Panjang = 3xLebar, maka:
As
Lebar Unit
=
2 =

Panjang Unit
Kedalaman
-Debit TSS
-Debit Effluent

1387
3

= 26,34 m

= 3 x Lebar
= 3 x 26,34 m
= 52,68 m
= 7,62 m
= Q influen x (Removal TSS)
= 11,52 m3/hari x (60%)
= 6,91 m3/hari
= Debit Influen Debit TSS
= 11,52 m3/hari 6,91 m3/hari
= 4,61 m3/hari

-Untuk kriteria-kriteria yang lain, tinggal mengikuti kriteria design yang telag ditetapkan,
missal untuk ventilasi udara, panjang pipa sedot lumpur, dll.