Anda di halaman 1dari 181
F. SURYATMO | TEKNIK LISTRIK INSTALASI PENERANGAN i | { ! | Hs | i | | Ziieca cera , | joo /e. 0° 266.164 Cetakan Keempat, Maret 1996 Cetakan Kelima, Oktober 1998 TEKNIK LISTRIK INSTALASI PENERANGAN Oleh: F. Suryatmo Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak isi buku ini baik sebagian maupun seluruhnya dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Penerbit © Diterbitkan oleh PT RINEKA CIPTA, Jakarta Anggota IKAPI ns RC. No. : 796/B/98 ISBN + 979-518-094-0 KATA PENGANTAR Pertama-tama perkenankanlah kami selaku penyusun buku ini mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwasanya kami telah mendapat petunjuk guna menyelesaikan sebuah buku yang bergjudul : "TEKNIK LISTRIK INSTALAS! PENERANGAN” limu pengetahuan tentang ke-listrikan yang kami tuangkan didalam naskah ini terdiri dari 2 hal yakni: suatu ilmu yang langsung dipakai sehari-hari (Applied Science) dan yang tidak langsung dipakai yang biasa disebut Pure Science. 7 Mengingat di Indonesia pada dewasa ini dapat dkatakan bahwa buku-buku Teknik mengenai limu Teknik Listrik Bagian instalasi Penerangan yang bersifat praktis sangat jarang didapat. Karena itu penyusun menyadari pentingnya buku ini, maka dengan segala kerelaan hati kami telah mengumpulkan data-data untuk penyusunan buku ini, guna dipersembahkan kepada khalayak ramai sedikit karya pena dengan jalan menyusun buku ini. Bila diniiai dari judul buku ini sangatlah sederhana namun dengan sumbangan yang sekecil ini, besar harapan kami semoga buku ini dapat bermantaat bagi yang memerlukannya. Adapun bahan/materi yang kami gunakan untuk penyusunan buku ini adalah sebagai berikut : « KRACHT INSTALLATIES, H.J. VAN ENGELAND | . DE ELECTRICITEIT EN HAAR PRACKTISHE, P. VISSER . LICHT EN KRACHT INSTLLATIES, IR. DE KONING & H. DRENTHEN . LES CABLES DE LYON DELLE ALSTHOM EQUIPMENT SIEMENS FORMEL UND TABELLEN BUCH FUR STARK STROM ena PAE Akhimya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telgh memberi bimbingan kepada kami untuk terwujudnya penerbitan buku ini, selanjutnya segala sesuatu tegur dan sapa yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari para pembaca. Sekian terima kasih. Penyusun KATA PENGANTAR EDISI KEDUA (Revisi) Ternyata buku ini dapat memenuhi harapan para pemakainya. Hal ini terbuti dengan cepat habisnya buku dalam waktu yang relatif singkat. Di samping itu, menurut saran-saran para pemakainya, perlu kiranya ditambahkan pembahasan mengenai kelistrkan yang ada hubungannya secara langsung dengan konsumen di rumah-rumah. Memenuhi saran yang sangat berharga itu, dan juga demi kesem- purnaan isi buku, pada edisi kedua ini dilakukan penambahn dan perbaikan isi khususnya pada Bab |, ll dan VIL Dengan penambahan itu, maka tebal buku bertambah sekitar 50 halaman dibanding edisi sebelumnya. Perlu diketahui pula, bahwa cetakan pertama buku ini telah mendapatkan pengesahan untuk digunakan di sekolah dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdikbud Nomor : 004/C/KEP/R'83, Tanggal 6 Januari 1983. Dengan demikian buku ini tak hanya bermanfaat bagi anak didik di sekolah, khususnya sekolah-sekolah kejuruan, tetapi juga bagi siapa saja yang berniat dan’ berminat mempelajari kelistrikan, terutama yang berhubungan dengan instalasi penerangan. Tegur sapa dan saran-saran demi perbaikandan penyempurnaan buku ini senantiasa akan sangat dihargai. Penerbit y . 1 I ‘ | BAB BAB BAB BAB BAB BAB Vv Vv vi BAB VII BAB VIII BAB BAB BAB x x XI BAB XiIl BAB XIII BAB XIV BAB XV BAB XVI DAFTAR ISI MACAM-MACAM PERATURAN SYMBOOL UNTUK TEKNIK LISTRIK . . PERATURAN & PERSYRATAN INSTALASI PENERANGAN . ..........60. 000002 ce ences CARA MENYATAKAN BANYAKNYA KAWAT DALAM INSTALASI PENERANGAN .......... PERSYARATAN GAMBAR INSTALASI. . PENGUKUR KILOWATT JAM. . INSTALAS] RUMAH (/KHTISAR PASANGAN RUMAH)... 7 SALURAN DAN KABEL . . MACAN-MACAM PIPA & PEMASANGANNYA. . PENGAMANAN ...............02--00000 eee STANDARISASI MATERIAL UNTUK INSTALASI PENERANGAN .........- 0000 0seeeeeeeee eee DAFTAR PEMBEBANAN DARI HANTARAN TEMBAGA YANG DISEKAT, DAN SEBAGAINYA KUMPULAN TANDA-TANDA TEKNIK ARUS KUAT, ARUS LEMAH, DAFTAR ALAT-ALAT BAN- TU INSTALASI, DAFTAR MACAM-MACAM HAN- TARAN, DAN SEBA-GAINYA..............05 KERUGIAN TEGANGAN DALAM KAWAT PENG- HANTAR (KONDUKTOR).............0000065 PERUBAHAN TEGANGAN RENDAH DI RUMAH KONSUMEN ....... 0.0... cece cece e eens 212 228 BABI MACAM-MACAM PERATURAN 1, Peraturan-peraturan Untuk Instalasi-instalasi Listrik (Instalasi Pene- rangan & gaya) Pada pemasangan-pemasangan instalasi listrik kita hendaknya mempu- nyai suatu rencana perhitungan dan bermacam-macam peraturan-peraturan. N 1005 peraturan-peraturan dari komisi normalisasi, yang tersusun dalam buku N 1005 ini memberikan beberapa peraturan-peraturan begitu pula untuk pemasangan-pemasangan instalasi dan untuk pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan kelistrikan. Dalam peraturan ini hanya mempunyai tenaga pengikat, bilamana oleh Jain-lain anggota dikehendaki untuk mentaati akan peraturan-peratur- an tersebut. - JAWATAN LISTRIK — Kebanyakan perusahaan-perusahaan yang besar tidak membangun te- naga listrik tersendiri, tetapi. mendapat dari Perusahaan Listrik Negara. Dalam hal demikian Perusahaan ini menghendaki perlakuan Peraturan N 1005 Untuk tiap-tiap pekerjaan instalasi dianjurkan kepada para instalatur harus mengajukan suatu permohonan untuk instalasi-instalasi rumah, harus juga disertai dengan gambar denah secara lengkap dari instalasi listrik dan gambar Rencana — Hubungan secara lengkap. Pada gambar permohonan harus dilampirkan suatu rekapitulasi secara terperinci, pula dinyatakan tempat, banyaknya, macem dan besamya tenaga watt yang dipakai, dari titik-titik lampau dan alat-alat lain pemakaian (misal- nya, pemanas listrik, almari es, pendingin dan lain sebagainya). Di samping itu harus disebutkan juga tempat dan macamnya saklar- saklar kontak, jalan saluran lengkap, b anyaknya urat-urat dan macam-macam saluran yang digunakan. Dalam rencana hubungan harus berisi rencana almari pembagi begitu juga almari pembagi tenaga berikut rel-relnya, saluran-saluran keluar dan saluran-saluran masuk, pengaman-pengaman lebur dan sakelar-sakelar, penam- pang, macam dan banyaknya urat-urat setiap saluran, besarnya beban-beban saluran yang ke luar, besarnya pengaman lumer dan pegangannya (houder), kapasitet ampere dari sakelar-sakelar, dan alat-alat pembantu instrumen-in- strumen ukur, relais dan sebagainya. 2. Peraturan-peraturan Sendiri Dari Perusahaan Listrik Jawatanjawatan Listrik yang memberikan tenaga arus menghendaki, bahwa selain N 1005 juga harus diperlihatkan apa yang disebut '’Peraturan Setempat” dari Perusahaan, Jalannya Peraturan ini begitu meluas dan pada terjadinya disebabkan oleh: a. Keperluan untuk melengkapi N 1005 dan memberi keterangan ber- hubung dengan pertumbuhan (perkembangan) teknik. b. Suatu keharusan untuk memberi peraturan khusus, yang sangat diper- lukan oleh Perusahaan Listrik itu sendiri, seperti besar maksimum dati pada instalasi rumah yang diizinkan dihubungkan dalam satu fasa; besar maksimum dari instalasi yang boleh dihubungkan pada jalajala tegangan-rendah kota. 3. _N. 1010 Instalasi-instalasi - rumah Peraturan-peraturan N 1010, yang mana dikeluarkan pada tahun 1940, dari komisi-normalisasi dimaksudkan untuk menggantikan N 1005 dan peraturan-peraturan setempat yang berjalan seluas itu, untuk sebegitu jauh yang berkenaan dengan sub 2a. Ini ditujukan untuk instalasi-instalasi tegang- an-rendah di rumah-rumah, bengkel-bengkel, kantor-kantor, penginapan- penginapan, sekolah-sekolah, gedung-gedung kesenian, rumah-rumah per- tanian dan sebagainya, Ini yang dinamakan instalasi-rumah, Peraturan-peraturan ini tidak berlaku untuk: a. _Instalasi-instalasi dalam peralatan-peralatan, yang termasuk dalam un- dang-undang keamanan, undang-undang-pertambangan, undang-undang perkapalan. b. Instalasi di kapal dan di kendaraan. c. Bagian-bagian instalasi di dalam ruangan percobaan teknik listrik dan ilmu alam dan laboratorium, di mana peraturan-peraturan berhubung dengan sifat pekerjaan tidak mungkin diselenggarakan. d. Instalasi dengan tegangan setinggi-tingginya 24 Volt antara dua fasa dengan daya yang dapat dipakai setinggi-tingginya 1000 Watt. Jika ini tidak dipakai di dalam ruangan-ruangan di mana mudah timbul bahaya kebakaran atau bahaya ledakan. e. Demikian halnya peralatan-peralatan, untuk melayani wesel-wesel listrik dan sinyal jalan kereta api, instalasi-instalasi_ telepon dan telegrap, ier- masuk instalasi yang bersamaan, sampai begitu lama tidak digunakan di dalam ruangan-ruangan di mana mudah timbul kebakaran atau bahaya ledakan. Dengan adanya peraturan ini untuk instalasi baru, juga bagian-bagian baru dari instalasi, dalam rumah dan sebagainya. Bagian-bagian yang ber- samaan dengan ’Peraturan-peraturan—keamanan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat” N 1005 masih menjadi tidak berlaku lagi, tetapi peratur- an-peraturan N 1005 masih tetap berlaku di mana untuk penetapan bagi ”Hoogspanning” (Tegangan Tinggi), aturan-aturan material, peraturan-per- aturan perusahaan dan peraturan tambahan. 4. Peraturan-peraturan Untuk Indonesia, Peraturan-peraturan Umum untuk instalasi-instalasi listrik di Indonesia (AVE, N 2004 yang dikeluarkan pada tahun 1937) diselenggarakan oleh komisi para ahli, terdiri dari utusan-utusan dari gabungan partikelir yang bersangkutan dan Jawatan-jawatan Pemerintah di Indonesia dalam persetuju- an dengan komisi besar untuk normalisasi_ di negeri Belanda. Ketika menyelenggarakan bermacam-macam peraturan di dalam undang- undang ini telah memperhatikan/melihat keadaan di Indonesia, a, Pada umumnya penduduk mempunyai daya sensitif yang lebih besar untuk memegang bagian-bagian yang ada di dalam tegangan, dibanding dengan penduduk di negeri Belanda, berhubung dengan adanya tempera- tur yang tinggi dan kadar lembab yang tinggi dari udara tahanan peralih- an kulit tubuh sangat berkurang, akibat terlalu banyak keringat ke luar sedangkan selanjutnya orang-orang Indonesia umumnya tidak memakai sepatu. b. Kebanyakan instalasi kurang (lebih) dipasang dalam ruang terbuka dengan lantai batu atau tanah, yang mempunyai daya hantar yang sangat besar. c, Bahan-bahan sepatu umpamanya karet, di Indonesia cepat rapuh bila dibandingkan dengan negara yang hawanya sedang. d. Pengetahuan-pengetahuan yang kurang dari pegawai-pegawai rendahan memperbanyak kemungkinan membuat kesalahan dan kecelakaan dan sebagainya. 5. Normalisasi, Normalisasi Dari Syarat-syarat. Bagian-bagian lain juga harus memenuhi syarat-syarat dengan teliti sekali, seperti pesawat-pesawat, saluran-saluran dan sebagainya berupa syarat- syarat konstruksi dan syarat-syarat percobaan, yang diterangkan di dalam berbagai lembaran normal. Syarat-syarat, yang harus dipenuhi oleh kontak- kontak tusuk telah dikeluarkan berupa suatu buku pada tahun 1937 yaitu: di dalam ’’Rencana Peraturan-peraturan Pertimbangan untuk kontak-kontak tusuk berkutub dua 10A 250V” @icap N 1020), sedangkan dalam itu juga sebagai tambahan dari N 1020, suatu ’’Rencana Peraturan pertimbangan untuk tusuk-tusuk kontak berkutub dua 6A 250V” (icap V 1021) telah diterbitkan, S 1020 dan S 1021. Peringatan Mengenai S 102 Beberapa alasan-alasan, bahwa peraturan-peraturan S 1021 diterbitkan tersendiri dalam bentuk tambahan dari § 1020, ialah oleh karena Perusahaan Listrik dan Inspeksi Perburuhan mempunyai tujuan untuk melarang pemakai- an sewaktu-waktu dari tusuk-tusuk kontak untuk 6 ampere. Kema: Pemeriksaan, apakah syarat-syarat ini harus dipenuhi berada pada N.V. Tot Keuring van Electrotechnische Materialen te Arnhem (Kema). Bahan-bahan yang telah diuji baik keadaannya diizinkan di cap-pengu- ji Pada gambar di bawah ini menunjukkan suatu tanda, selain huruf-huruf Kema, juga berisikan perkataan “telah diuji, tahun waktu mana untuk pertama kali telah diberikan barang suatu nomor yang menerangkan buatan pabrik, dasar dan rupa barang yang bersangkutan. (perhatikan Gambar 1), Gambar 2. Gambar 3. Dengan tanda-tanda ini kita mendapatkan kesulitan untuk memberi- kan tanda uji ini di atas alat-alat yang kecil, selanjutnya juga disimpan suatu tanda uji, yang mana dicetak dan akhirnya dapat dipakai — untuk pipa-pipa instalasi berlaku cap-ujian yang digambarkan pada Gambar 3. Untuk peminta bahan-bahan yang mempunyai tanda uji, diberikan ke- sempatan untuk memeriksa contoh dengan percuma, di mana dapat dijamin, bahwa yang diberikan itu memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Sebagai pengesahan terhadap bahan yang telah memenuhi syarat-syarat, maka dapat dipakai tanda uji (lihat pada Gambar 2). Normalisasi VDE. Untuk sekian jauh di mana lembaran-lembaran normalisasi Belanda itu disini tidak menyediakannya, maka untuk kejadian-kejadian ini, dipersilakan melihat. ”'Vorschriften des verbandes Deutscher Elektrotechniker” (VDE). Peraturan-peraturan ini dituangkan dalam suatu buku yang diterbitkan kira-kira tiap dua tahun satu kali. Sebagai bahan perbandingan dalam melaksanakan pekesjaan instalasi baik untuk tegangan rendah-tinggi maka dianjurkan selalu melihat/mentaati petunjuk/peraturan normalisasi VDE yang diterbitkan pada tahun 1937. LATAR BELAKANG ADANYA STANDARISASI DAN PERATURAN Standarisasi Semakin rumitnya konstruksi dan meningkatnya jumlah dan jenis barang- barang produksi yang dihasifkan oleh suatu industri, maka kehadiran standari- = sasi yang berdasarkan peraturan yang ada merupakan suatu faktor utama yang perlu diperhatikan. Tujuan utama dari standarisasi yaitu untuk mencapai keseragaman, antara lain mengenai: a) Ukuran, bentuk dan mutu barang produksi hasil dari suatu industri. b) Cara menggambar dan cara kerja. Dengan adanya standarisasi akan mampu membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalshan. Standarisasi juga dapat mengurangi pekerjaan Hard ware maupun soft ware. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dan alat-alat dapat diper- gunakan secara lebih baik dan efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu. Dua organisasi internasional yang bergerak di bidang standarisasi ialah: — “International Electrotechnical Commission’’ (IEC) untuk bidang teknik listrik, dan — “International Organization for Standardization” (ISO) untuk bidang- bidang lainnya. Sekretariat kedua organisasi ini berada di Geneva, dan mereka bekerja sama dengan erat. Organisasi-organisasi tersebut menerbitkan publikasi-publikasi yang disebut standar atau norma. Untuk teknik listrik dikenal norma-norma IEC. Norma-norma ini ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Perancis dan bahasa Ingeris. TEC juga menerbitkan publikasi-publikasi bersama dengan ICEE (Inter- national Commission of Rules for the Approval of Electrical Equipment). ICEE ini suatu panitia internasional untuk segi-segi keamanan peralatan lis- trik. Perbedaan antara norma-norma nasional menghambat perdagangan in- ternasional, Untuk memecahkan persoalan ini dibidang teknik listrik, Masya- takat Ekonomi Eropa (MEE) telah membentuk suatu panitia yang disebut CENELCOM (Comite Europeen des Normes Electriques des Etats Membres de la Communaute Economique Europeenne), Di Indonesia hingga saat ini belum terbentuk suatu badan standarisasi Nasional. Namun demikian Indonesia telah menjadi anggota IEC maupun ISO, Kegiatan standarisasi di Indonesia dilakukan oleh beberapa departemen untuk bidangnya masing-masing dan untuk bidang teknik listrik arus kuat usaha standarisasi diprakarsai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LPN, Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN).dan beberapa instansi yang lain. , 1,2. Peraturan Pemasangan instalasi listrik terikat pada peraturan-peraturan ini ialah: a, Pengamanan manusia dan barang; b, penyediaan tenaga listrik yang aman dan efesien. Dapat diperkirakan bahwa kebanyakan orang tidak ahli di bidang listrik. Supaya listrik dapat digunakan dengan seaman mungkin, maka syarat- syarat yang ditentukan dalam peraturan sangat ketat. Peraturan instalasi listrik terdapat dalam buku Peraturan Umum Instalasi Listrik 1977, disingkat PUIL 1977. Buku peraturan ini diterbitkan oleh panitia Revisi PUIL, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. PUIL 1977 merupakan pembaruan dari Peraturan Umum Instalasi Listrik yang lama, yaitu PUIL NI 6, sedangkan PUIL NI 6 ini adalah terje- mahan dari ’’Algemeene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom ins- tallaties in Nederlandsch Indie” atau AVE Norm 2004, terbitan tahun 1937. Dengan surat keputusan Menteri tenaga kerja, Transmigrasi dan Koperasi nomor per-04/Men/1978 tertanggal 10 Maret 1978, PUIL 1977 dinyatakan berlaku ditempat kerja. Kemudian dengan surat keputusan Menteri pekerjaan umum dan Tenaga Listrik Nomor 71A/KPTS/1976 tertanggal 18 Maret 1978, PUIL 1977 dinyatakan berlaku dalam lingkungan PLN. Dengan berlakunya PUIL 1977, maka PUIL NI 6 tidak berlaku lagi. Demikian pula dengan peraturan atau ketentuan lain di bidang instalasi lis- trik, kecuali yang tidak bertentangan dengan PUIL 1977, PUIL 1977 berlaku untuk semua instalasi listrik arus kuat (ayat 102 A1), kecuali instalasi-instalasi atau bagian-bagian instalasi yang disebut dalam ayat 102 A2. Instalasi yang telah ada sebelum PUIL 1977 berlaku, dapat terus digu- nakan, tetapi sedapat mungkin harus disesuaikan dengan PUIL 1977 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (ayat 106 Al), Semua instalasi baru, dan semua perubahan, pembaruan atau perlu- asan instalasi, harus memenuhi PUIL 1977 (ayat 106 A2 — A3). Di samping PUIL 1977, harus juga diperhatikan peraturan-peraturan Jain yang ada hubungannya dengan instalasi listrik, yaitu (ayat 103 Al): a. Undang-undang dan peraturan mengenai keselamatan kerja yang dite- tapkan dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970; Peraturan Bangunan Nasional; Peraturan pemerintah RI No. 18 tahun 1972 tentang PLN; Peraturan-peraturan lain mengenai kelistrikan yang berlaku dan tidak. bertentangan dengan PUIL 1977. Bos »- * Peralatan listrik hanya boleh digunakan untuk instalasi, apabila: a. Memenuhi ketentuan-ketentuan PUIL 1977; b. Telah mendapat pengesahan atau izin dari instansi yang berwenang (ayat 202 A2). Sebelum digunakan, semua instalasi yang selesai dipasang harus diperiksa dan diuji lebih dulu sesuai dengan ketentuan-ketentuan PUIL 1977 (ayat 202 BI). . Menurut ayat 110 T16, tegangan dibagi sebagai berikut: a, Tegangan rendah tegangan sampai setinggi-tingginya 1000V b. Tegangan menengah tegangan di atas 1000 V sampai setinggi- tingginya 20,000 V; c. Tegangan tinggi tegangan di atas 20.000 V. BAB IE SIMBOOL UNTUK TEKNIK LISTRIK. Symbool (Tanda-tanda) untuk Listrik Arus kuat. maupun : Listrik Arus Lemah, 1. Tanda-tanda Umum. Macam-macam — Arus. Pada dasarnya arus listrik dibagi dalam dua macam yakni: a, Arus Listrik Searah. b. Arus Listrik Bolak-balik. Untuk menyatakan kedus macam aliran listrik ini dapat dinyatakan dengan mudah memakaij tanda-tanda seperti di bawah ini : Tanda untuk arus searah. (Gambar 4), Gambar 4, ° \ 8 Gambar 5. (Gambar Sb), Tanda untuk arus bolak-balik berfasa satu, dua atau tiga. — Adapun index 50 itu menyatakan jumlah periode tiap detik — atau juga disebut frequency dengan satuan Hertz dan disingkat Hz. A Gambar 6, ™~ Gambar 6a. Gambar 7. Gambar 8, 10 ae Sistem bei fasa-tiga dalam hubungan. — D,— Delta atau segi-tiga. (Gambar 6). Sistem berfasa-tiga dalam hubungan A atau bintang. (Gambar 6a). Sistem berfasa tiga dalam hubungan bintang dengan titik nol yang dibawa keluar. Gambar 6b). ma umuimnya tanda ini dipakai untuk menya- takan: Hubungan Gulungan motor-motor arus- putar, transformator dan sebagainya. Misaluya pada plat-plat motor/dinamo _ listrik (ihat contoh): Volt : 380/220 Wi aA Gulungan mesin-mesin dan pesawat-pesawat, Tan- da ini umum untuk kumparan, misalnya gulungan magnit dinamo, gulungan elektromagnit dan sebagai- nya, (Gambar 7). "Tahanan OHM”. Tanda di samping ini menunjukkan tahanan bebas induksi atau tahanan OHM biasanya dipakai dalam teknik arus kearah/arus lemah khususnya dalam teknik penerima/pemancar. (Gambar 10). Kondensator. Tanda umum untuk kondensator yang: a. mempunyai nilai tetap atau istilah yang lain fixed capasitor. (Gambar 9). AR Gambar 10. 4 Gambar 11, f Gambar 12. ; Gambar 13. 4 Gambar 14. { Gambar 15, + Gamabr 16, b. Tanda umum untuk kondensator yang nilai- nya dapat diubah-ubah (variable-capasitor). (Gambar 10). Hubungan Tanah, Tanda umum untuk hubungan tanah bagi semua peralatan listrik misalnya tiap motor listrik, tahanan Asut, lemari penghubung logam, kompor listrik dan sebagainya, harus dihubungkan dengan tanah — untuk mencegah bahaya bagi pegawai yang melayani pada kesalahan isolasi yang mung- kin timbul (Gambar 11). Tegangan Tinggi, Tanda tegangan tinggi ini biasanya dipasang pada tiang-tiang jaring-jaring tegangan tinggi dan rendah ataupun pada pintu-pintu dari gardu-gardu trans- formator. (Gambar 12). Hantaran yang terdiri atas dua penghantar dengan fasa atau polaritet yang berlainan. Tanda umum untuk hantaran listrik biasanya tanda ini terdapat pada gambar-gambar, instalasi. (Gambar 13). Pada gambar Garis lurus ini menyatakan hantaran listrik dan juga memisalkan hantaran pipa. Adapun 2 Garis miring itu menyatakan jumlah banyaknya kawat yang terdapat dalam pipa. Hantaran berkutub dua, beserta penghantar No. (Gambar 14). Persilangan dua buah hantaran. (Gambar 15). Sambungan atau percabangan hantaran listrik. (Gambar 16). [ Gambar 17. A Gambar 18. Gambar 19, -——R— Gambar 20. — on Gambar 21. 50 3 220/380 4x 16 Cu. 1,5, Gambar 22, Sentral, Tanda umum untuk sentral listrik, perlengkapan tempat tenaga listrik dibangun. (Gambar 17). Rumah-transformator, {Gambar 18). Lemari - pembagi. (Gambar 19). Lemari-pembagi ini biasanya terbuat dari baja pelat, untuk menempatkan pengamanan-peng- amanan lebur atau penghubung, atau kedua- duanya. Begitu pula kadang-kadang lemari-bagi ini berisi rel-rel bagi, di mana kabel-kabel yang untuk ke luar kota (Daerah) dihubungkan. Hantaran di atas tanah pada tonggak kayu. (Gam- bar 20). Hantaran di atas tanah pada rangka petak, (Gam- bar 21). Pada pembuatan jaringjaring (net) tegangan tinggi dan rendah di atas tanah, dipakai tonggak-tonggak kayu (Gambar 16) atau tiang rangka petak (Gam- bar 19) untuk jaring-jaring tegangan tinggi di atas tanah biasanya dipakai tiang rangka petak. Ini masih terbagi atas: a). Tiang peregang b) Tiang pemikul. Hantaran di atas tanah bagi arus putar dengan fre- kuensi 50 Hertz, terdiri dari 4 buah penghantar masing-masing dengan penampang kawat Cu 1,5 mm? . (Cu = tembaga). Lihat pada Gamibar 22. Hantaran Bawah Tanah. Tanda ini umum untuk hantaran-hantaran di bawah tahah atau kabel-kabel tanah. GPLK atau K.B.T.K. — Kabel berlapis timbel ker- tas. (Gambar 23). Kabel-kabel tanah ini biasanya dibagi atas tiga golongan pokok. a). RLK. b). P.LK. ¢). GP.LK. Perlu diperbatikan bahwa: (Kabel Timbel Urat Karet) (Kabel Timbel Kertas). (Kabel Berlapis Timbel Kertas). Kabel: Jenis RLK & PLK ini tidak boleh dletakkan di atas tanah. Begitu pula untuk kabel timbel kertas terbagi atas: 1. Kabel-kabel arus lemah (kabel-kabel telepon, telegrap dan Radio) 2. Kabel-kabel arus kuat (sampai 750V) 3, Kabel-kabel tegangan tinggi (misalnya dari 3 KV sampai 150 KV). Biasanya untuk kabel yang terakhir ini diberi tanda "GPLK 4 x 16 m/m? Gambar 24, Gambar 26, Penghantar di bawah tanah dengan Mof. Penghu- bung. MOF penghubung ini dipakai dalam jaring-jaring kabel untuk menempatkan sambungan-sambungan (las) dari dua buah kabel. Penghantar di bawah tanah dengan Mof cabang. Sebagaimana telah diterangkan oleh namanya, mof cabang atau mof T ini pada umurnnya dipakai mencabangkan ke rumah-rumah dan lain sebagai- nya. Mof — Ujung. Mof ujung kabel antara lain dipakai untuk pemin- dahan dari kabel kehantaran atas tanah. Bahan-bahan Perlengkapan. RD 4 mm? Gambar 27. RD = Kawat—urat—karet 4 min? tak terbung- kus. Macam hantaran ini dinyatakan dengan tulisan; tersendiri, RD 4 mm?° ini berarti: kawat urat- karet dengan penampang kawat tembaga 4 mm?. 13 ~ SS Kawat Urat — Karet: Di dalam perdagangan sebagai RD/750 dengan penampang; tembaga 1,5 mm?, 2,5 mm’, 4 mm?, 6 mm? dan sebagainya index 750 ini berhubung- an dengan tegangan nominal dari kawat RD tersebut. Oleh karena : Hollands Draad en Kabel Fabriek Draka’ di Amsterdam telah mengeluarkan sejenis kawat urat-karet yang lebih bagus. Jenis kawat ini dapat dikenal dengan pembungkusekatan yang biru, terletak antara mantel karet dan penganyaman kapas. Procentage macam kawat ini agak lebih tinggi dari kawat urat karet biasa. Periksa ikhtisar di bawahini menyatakan warna-warna dari pemintalan kawat-kawat urat karet. Ichtisar : Warna Pemintalan Kawat-Urat-Karet Kawat-Fasa dan Kawat-Penghubung Penampang kawat tembaga dalam mm? Penghantar - Nol 1,5 Hitam 255456 mm? dan sebagainya. Semua Hantaran - tanah kelabu Di samping ikhtisar mengenai warna kawat urat-karet, di sini kita tam- bahkan sedikit pandangan singkat mengenai hantaran-hantaran arus kuat dengan isolasi karet untuk pelekatan tetap. A. Kawat-kawat urat-karet dinyatakan dengan RD B. Hantaran-hantaran’- timbel - urat - karet dinyatakan dengan RLL. C. Kabel-kabel - timbel - urat - karet dinyatakan dengan RLK Hitam, Hijau atau warna lain terkecu- li merah dan kelabu, 14 Untuk kawat-kawat jenis A dapat dibagi atas: 1), Kawat-kawat urat-karet yang tak terbungkus. 2) Kawat-kawat urat-karet yang terbungkus. jenis Kawat-kawat urat karet yang tak terbungkus adalah se- Adapun jeni: bagai berikut: a, Kawat perhiasan,dinyatakandengan OD. b. Hantarav-perhiasan dinyatakan dengan OL. c. Snururat karet dinyatakan dengan —-RS. Untuk kawat urat karet. tak terbungkus (RD) harus ditarik ke dalam pipa-pipa baja tak berkampuh, yang ditempatkan atau dalam dinding atau di antaa loteng-loteng. Apabila didalam ruang-ruang yang lembab atau lembab untuk beberapa saat, misalnya: Dapur-dapur, kamar-kamar mandi maka digunakan pipa-pipa sekerup, Kawat yang berjenis OD dan OL ditempatkan di dalam ataupun pada rang- kaian-rangkaian penerangan dan perhiasan-perhiasan. Penampang tembaga yang paling kecil yang diperbolehkan, besarnya 1 mm?, Snur-urat karet (Rs) dipakai untuk penerangan yang terbuat dari kawat tem- baga dengan penampang paling kecil 1 mm?. Hontaran mantel-karet lembut (BRML) biasanya dipakai untuk menyambung- kfin pesawat-pesawat yang dapat dipindah-pindahkan, seperti pengisap debu Ystrik, seterika dan lain sebagainya. (Penampang yang terkecil dan diizinkan besarnya 1 min*). Perlu diingat sekali oleh para pemakai, bahwa jenis RS fan BRML ini termasuk jenis hantaran-hantaran yang dapat dipindah-pindah- (kan. /kan. Selanjutnya untuk Golongan Hantaran urat-karet berbungkus sebagai | berikut: a, Hantaran urat karet dianyam, dinyatakan dengan ORL. | b. Hantaran urat karet, dinyatakan dengan GRL. |, Hantaran urat karet pipa, dinyatakan dengan PRL. Jenis-jenis hantaran yang dinyatakan dengan ORL dan GRL hanya dipa- kai pada pekerjaan konstruksi, susunan-susunan angkutan atau perkakas- perkakas yang lain. Hantaran urat karet pipa (PRL) cara penempatannya harus mudah di- lihat, dan dapat menggantikan hantaxan urat karet yang biasanya dalam Pipa. a oe Di dalam ruangan-ruangan yang lembab, maka hantaran pipa ini harus banyak mendapatkan perawatan khusus dan kerapkali ini akan menjadi pe- nyebab gangguan, (0) Gambar 28. (Q) Gambar 29 —___-o7 Gambar 30. a Gambar 30a, a Gambar 30b. % Gambar 35. $ Gambar 35a, 16 Hantaran di dalam pipa Tanda ini menyatakan bahwa hantaran tersebut diletakkan di dalam pipa yang berdiameter “4” misalnya RD 3 x 4mm? dalam %” (Q). (Gambar 28). Hantagan di dalam pipa di atas sela yang ditinggi- kan. Apabila para instalateur (pelaksana) sedang melakukan pemasangan di dalam ruang yang Jem- bab dan betdebu maka hantaran pipa ini harus tahan air dan ditempatkan di atas sela-sela (tum- puan) yang ditinggikan. Gambar 29. Tanda ini menyatakan di mana hantaran itu naik. (Gambar 30). Tanda ini menyatakan di mana hantaran itu tu- run ke bawah. (Gambar 30a). Hantaran terus-menerus. : Tanda ini menyatakan di mana hantaran itu men- daki, menurun dan terus-menerus. (Gambar 30b). \ Penghubung berkutub satu untuk nominal 10A. Keterangan: 10A ini menunjukkan bahwa kuat arus nominal yang mengalir secara terus-menerus dapat dibe- bankan pada penghubung itu, yang tidak menim- bulkan bahaya misalnya panas atau terbakarnya penghubung itu. (Gambar 35). Penghubung berkutub Ganda. (Gambar 35a). Sy Gambar 35b. ! ' 1 Gambar 3 5c. Gambar 36d. Gambar 35g. Penghubung berkutub tiga. (Gambar 35b). Penghubung tarik berkutub satu. (Gambar 35c). Penglubung kelompok (golongan). (Gambar 35d). Penghubung Tukar. (Gambar 35e). Penghubung sesi (deret). (Gambar 35f). Tanda untuk penghubung silang. (Gambar 35g). Dari tanda-tanda instalasi diatas dapat diberikan penjelasan tentang penggunaan dari masing-masing penghubung yang dihubungkan dengan sebuah beban. 17 we Periksalah kolom di bawali ini tercantum nama, lambang (tanda) kons- truksi, pelaksanaan serta pandangan secara bagan. 18 Pandangan pelaksanaan secara bagan konstruksi Penghubung berkutub satu Gambar 36 Penghubung berkutub ganda Gambar 37 Penghubung berkutub: tiga Gambar 38 Penghubung + kelompok Gambar 39 Penghubung Geret (seri) Gambar 40 Penghubung silang Gambar 42 Setelah kita saksikan bersama tentang pelaksanaan dari bermacam-macam penghubung untuk ini kami bubuhkan sedikit keterangan-keterangan dari rangkaian penighubung-penghubung terseout. a. Penghubung berkutub satu : (lihat Gambar 36). Hubungan ini tidak inemerlukan penjelasan lagi ini adalah suatu cara yang termudah untuk memutuskan suatu hantaran. Kadang-kadang hubungan dengan cara ini timbul bahaya bila dibandingkan cara yang lain. b. Penghubung berkutub ganda : (lihat Gambar 37). Pada penghubung berkutub satu, salah satu dari kawat-kawat itu tetap disambung dengan pegangan lampu. Dan ini akan menimbulkan suatu bahaya, bila ada kerusakan pada pegangan lampu sehingga menye- babkan adanya hubungan pendek. Perla diingat cara hubungan kKuiub satu tak dapat dipakai pada Tuangan-ruangan yang lembab -- untuk itu dipakailah orang-orang (tenaga-tenaga pelaksana) dengan cara penghubung berkutub ganda. Misalnya di dalam kamar mandi, kadang-kadang untuk penerangan luar, terutama pada pemasangen instalasi yang tidak memerlukan adanya penghantar Nol, sehingga kedua kawat lampu diputuskan hubungannya. c. Penghubung berkutub tiga (lihat Gambar 38). Golongan-golongan yang terdiri dari sejumlah lampu-lampu besar, umpama untuk penerangan lantai, penerangan bagian atas pada gedung- gedung Tonil, umumnya dihubungkan dengan tiga fasa, hubungan itu diputuskan dan disambung dengan penghubung berkutub tiga. d. Penghubung kelompok, (lihat Gambar 39). Dengan penghubung kelompok ini dengan cara bergantian menghi- dupkan dan menyalakan dari dva lampu atau golongas-golongan lampu. Tetapi kedua-duanya lampu itu tidaklah dapat menyala secara bersama- an. Hubungan ini dapat dipakai sebagai penghubung hemat, Dan pada umumnya dipakai pada kamar-kamar hotel, pada asrama sekolah dan lain sebagainya. Keburukan dari hubungan ini bila kita hendak menyatakan atau memutuskan Jampu-lampu itu kita harus menuju kepenghubung yang dipasang. / 19 SW. Penghubung deret (seri). (lihat pada Gambar 40). Penghubung seri ini gunanya untuk memutuskan dan menghubung- kan dua buah kelompok lampu secara bergantian misalnya seperti yang terdapat pada kerona-cahaya dengan tiga buah Jampu atas — (penerangan langit-langit) dan sebuah lampu bawah. Demikianlah jalannya penghubung itu schingga lampu yang di bawah dan Jampu-lampu atas dapat menyala sendiri-sendiri, dan seluruhnya dapat pula dihidupkan pada waktu yaug sama, Perlu diingat oleh para siswa, para instalateur bahwa pengertian dari Penghubung seri ini bukanlah berarti bahwa Lampu-lampu itu dihu- bungkan dalam keadaan seri. Tetapi kita mengadakan hubungan dalam seri (kelompok-kelompok Jampu). Penghubung-tukar (lihat Gambar 41). Apabila kita menghendaki melayani satu lampu atau golongan lainpu dari dua tempat, misalnya dalam gang-gang, dalam kamar-kamar dengan dua pintu, maka kita pakai dua perghubung bertukar. Penghubung silang : (lihat Gambar 42). Apabila kita harus dapat melayani satu lampu atau golongan lampu yang lebih dari dua tempat, maka kita pakai penghubung silang, waktu memasang hendaklali diingat, bahwa penghubung yang pertama dan penghasilan haruslah penghubung-penghubung tukar, penghubung- penghubung diantaranya adalah penghubung silang. Penghubung kotak Maksimum, Tanda ini untuk penghubung kotak maksimum, diperlengkapi dengan sebuah pemutus arus elek- tro-magnit dan ada kalanya dipakai sebagai peng- ganti keamanan lebur (zekering), Lihat Gambar Gambar 43. 43. Kotak kontak dinding (stop contact). Tanda ini untuk stop contact dan dipakai sebagai penghubung pesawat-pesawat pemakaian-pemakai- an yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya, misalnya lampu senja, seterika lisrik, penghisap Gambar 44, debu dan lain sebagainya. Lihat Gambar 44. Kotak kontak dinding majemuk (Gambar 45). Kotak kontak dinding majemuk, seperti dua, tiga atau empat buah stop contact dilubungkan Gambar 45. menjadi satu. Keamanan-sekerup (sckering), Tanda umum untuk keamanan lebur atau ke- amanan patrun (sekering). Dengan menempatkan “garis-garis lintang pada haritaran-hantaran kutub banyak dinyatakan dalam beberapa urat ditempat- kan keamanan itu. (lihat Gambar 46). Sekering yang terkenal dalam dunia perdagangan yaitu patrun diazed. (oleh siemens Schukert- Werke S.S.W.). Adapun batas-batas ampernya: 6, 10, 15, 20, 25, 35, 50,.60, 80, 100, 125, 160, 200, 225, 260, 300 dan 350A. Bila kita lihat sebelah atas dari patrun terdapat tanda-tanda pengenal dengan bermacam-macam warna yakni menurut kuat arus dari patrun terse- but. Misalnya: Hijau 6A, Merah LOA, Kelabu 16 A dan lain sebagainya. rap Gambar 46, Lembari-penghubung-instalasi. (Gambar 47). Lemari-penghubung-instalasi ini biasanya terbuat dari besi-tuang atau bahan isolasi (misalnya bake- lit}di mana di dalam Jemari tersebut ditempatkan keamanan lebur (zekering) dan sebuah penghu- bung utama. Papan-pembagi Atau Papan penghubung. (Gambar 47a). Tanda ini umum untuk sebuah papan-pembagi pada gambar instalasi. Gainhar 47a, Lemari Baterai. (Gambar 47b). Tanda ini umum untuk sebuah lemari baterai. Biasanya lemari baterai ini terdiri dari sejumlah Jemari dari besi tuang (bahan isolasi-bakelit, di mana ditempatkan keamanan-keamanan lebur. Dan ini kita namakan lemari pembagi cahaya. o 1 rc L ro | ! 1 \ La Lf ae mre eS Gambar 47b, Lampu 100W, disambung pada Golongan 2. Tanda umum untuk suatu titik cahaya tiap-tiap titik sambungan pada gambar instalasi harus diberi x nomor golongan, di mana titik cahaya ini disarn- bung serta pemakaian tenaga dinyatakan dalam 100 W/2 Watt (W). Ada 3 golongan lampu, yakni: A. Lampu kawat arang. B, Lampu vacum kawat logam. Golongan ini terbagi atas: 1°, Lampu berulir tunggal dengan lampu-lampu berisi gas. 2°, Lampu berulir ganda dua dengan lamnpu-lampu berisi gas. C. Lampu-lampu yang menggunakan gas, termasuk: a. pipa-pipa neon. b. pipa-pipa natrium. c, lampu tekanan rendah uap air rasa. d. lampu tekanan tinggi uap air rasa: Pemakaian-Tenaga dati Tabung-tabung Neon antara lain bergantung pada garis tengah-pipa dan untuk jumiah garis tengah pipa yang 22 mm tiap m pipa (tabung) kira-kira mempunyai tenaga 25 watt. Periksa Daftar pada halaman berikut ini: 22 Pemakaian Watt Lampu-lampu Natrium Dan Lampu-lampu Ait Rasa Lampu-lampu Natrium pi Lam, Arus cahaya tt Pa 250 Lihat dalam daftar pada kolom arvs cahaya dinyatakan dalam satuan dalam (dekalumen) dan pemakaian tenaga dalam Watt. Untuk perbandingan yang tepat sebuah lampu, haruslah diketahui arus- cahaya dalam satuan Lu men(L M) tiap watt dari lampu-lanipu itu. a, Arus cahaya untuk lampu kawat arang....... + 3 Lm/w. b. Arus cahaya untuk lampu vacum kawat logam £ 8 Lm/w. c. Arus cahaya untuk lampu berulir tunggal berisi gas... 12 Lm/w. d. Ars cahaya untuk lampu berulir kembar berisi gas..+ 14 LM6w e. Arus cahaya untuk tabung-tabung Neon + 12 s/d 18 Lm/w. f, Arus cahaya untuk fampu-lampu Natrium + 40 s/d 05 Lm/w. g. Arus cahaya untuk lampu-lampu air raksa + 35 s/d 40 Lm/w. Catatan: Baca Lm/w. Lumen tiap Watt. Titik cahaya majemuk, kerona dengan 4 buah Jampu pijar. Yang dimaksud titik-titik cahaya majemuk adalah sebagai berikut: Semua hiasan-hiasan listrik yang jumlah lampu- Gambar 48. lampunya lebih dari satu. Gambar 48. 23 LY x Gambar 49 Gambar 50. Gambar 51, Gambar 53b. 24 Lampu dengan penghubung. (Garabar 49). Tanda umum untuk pemegang-lampu dengan penghubung. Misalnya lampu-kantor. Lampu-isyarat (pilot-lamp). Lampu-isyarat, kerap kali dalam bentuk lampu neon yang kecil dan dipergunakan untuk mengeta- hui bahwa suatu pesawat (Instrument) telah di- hubungkan. Gambar 50. Pesawat-masak atau pemanas, Tanda vmum untuk pesawat-pemanas, umpama- nya : Kompor Listrik. Gambar 51. Penghubung. (Gambar 52). Tanda umum untuk penghubung tuas. Biasanya ditenrpatkan dalam sebuah lemari penghubung; juga bekerja sebagai pemutus penghubung. Lemari-penghubung : (Gambar 53a). Menurut H.V, (pasal 11) maka, penempatan peng- hubung-penghubung tak terbungkus hanya di- izinkan dalam ruang-ruang perusahaan listrik. Dipandang dari sudut keamanan maka kerapkali ditempatkan Jemari-lemari penghubung. Penghubung-minyak: (Gambar 53b). Penghubung-penghubung minyak dipergunakan untuk smenghentikan hubungan dari daya-daya yang besar (kuat arus yang besar dan tinggi te- gangannya). Perlu diingat pada waktu memutuskan lingkaran arus, pada kontak-kontak pemutus selalu terbit bunga api, yang makin hebat dengan bertambah besarnya tekanan dan kuat arus, maka bagian- bagian yang memutuskan arus ditempatkan dalam Gambar 54. \ Gambar 55. Gambar 56. minyak. Bunga api yang terbit itu segera dipadam- kan oleh minyak tersebut. Penghubung-segitiga-bintang. (Gambar 54). Penghubung segitiga-bintang ini dipergunakan untuk menjalankan motor arus putar yang kecil dengan jangkar penghubung singkat dengan jalan mempergunakan penghubung segitiga-bintang pada motor-motor ini, dapatlah dijaga agar arus penga- sut motor itu tidak sampai terlalu besar. Tahanan-pengasut, Tahanan pengatur. Tahanan-pengasut gunanya untuk menjaga agar arus pengasut motor tinggal dalam lingkungan batas yarig diperbolehkan waktu mengasutnya. (Gambar 55). Tahanan pengasut dengan pendingin minyak. (Gambar 56). Ada tahanan-tahanan pengasut dengan pendingin udara dan ada pulatahanan-tahanan —_ pengasut dengan pendingin minyak untuk motor dengan kesanggupan di atas 3 tk. Biasanya menggunakan tahanan pengasut dengan pendinginan minyak. 2. Tanda-tanda untuk relai dan keamanan-keamanan. Gambar 57. Gambar 57, Tanda umum untuk relai dipakai dengan per- nyataan, misalnya r.w(t) = Relais waktu. 1 t = Relais-waktu arus-maksimum tak bebas. Untuk pengamanan generator-generator arus-putar, transformator-transformator, hantaran listrik dan sebagainya. Dalam teknik-tegangan tinggi dipergu- nakan penghubung-penghubung minyak tegangan tinggi. 25 26 Gambar 58a, Gambar 59 Keamanan-sekerap tri-kutub untuk nominal 10 Ampere (Sepuluh Ampere). Jumlah aris lintang menandakan banyaknya kutub, angka 10 menunjukkan besar kuat arus nominal, yaitu kuat arus, yang dicantumkan pada benda lebur (pada patrun dan dengan mana kawat perak tidak lebur waktu keamanan dibebani secara terus-menerus. Kuat-arus, yang tepat pada batasnya menyebabkan kawat perak dalam keamanan Patrun lebur, di- namakan Arus-batas. (Gambar 58). Arus-batas sebesar 6A, atau 10A, kekuatan patrun berjumlah setinggi-tingginya 1,6 x kuat arus no- minal. Keamanan-tabung terbuka. (Gambar 58a.). Keamanan-tabung terbuka dipergunakan pada kuat arus diatas60A. Kawat-lebur dibuat bagi kuat- kuat arus sebesar: 60 A; 100 A; 200 A; 350 A dan 600 A. Keamanan tabung tertutup atau keamanan ter- tutup dapat ditarik yang lain, (Gambar 58b). Keamanan tabung tertutup menjamin keamanan yang lebih sempurna dan karena itu juga untuk keamanan perusahaan yang lebih besar. Dalam instalasi tegangan tinggi selalu memakai patrun- patrun lebur tahan hubung singkat yang tertutup dari heemaf dan Hazemeyer. Keamanan-sekerup tri-kutub dalam lemari baja. Tanda untuk keamanan sekerup dalam lemari baja misalnya lemari-penghubung motor dengan tiga bu- ah keamanan patrun. (Gambar 59). © Gambar 61. Gambar 62, KWH Q 3 : x Keamanan Tabung Tertutup tri-kutub dalam lemari baja, (Gambar 59a). Tanda untuk keamanan tabung tertutup, dipasang pada kuat arus di atas 60 A. Keamanan Tabung Tertutup tri-kutub dalam lemari baja. (Gambar 59a). Tanda untuk keamanari tabung tertutup, dipasang pada kuat arus di atas 60 A. Tanda-tanda untuk alat-alat ukur. Tanda umum untuk penunjuk harga tegangan, baik A.C. maupun D.C. yang mana alat ukur ini diper- Jengkapi dengan jarum penunjuk dan skala baca. — Yang biasa disebut: Volt-Meter. (Gambar 60). Tanda Umum untuk penunjuk harga kuat-arus, baik A.C. maupun D.C. Adapun perlengkapan- perlengkapan yang lain adalah sama, dan biasa disebut: Ampere-meter, (Gambar 61). Pengukur-kilo-wattjam (KWH). Lihat Gambar 62. Pengukur-Kwh ini berguna untuk mengukur Tenaga Listrik yang dihasilkan oleh perusahaan listrik kepada instalasi-pemakaian yang tertentu. Pengukur KWH Tri-fasa, dalam keadaan hubungan- Bintang dengan penghantar-Nol (Gambar 62a). Banyaknya garis-garis silang dan tanda bintang menyatakan bahwa yang dimaksud adalah peng- ukur KWH-tri-fasa dan pengukur tersebut dapat dipakai baik untuk jaringjaring arus-putar peng- hantar-empat — (tiga fasa dengan penghantar- nol). Pengukur gelombang (Getaran), dari suatu arus- bolak-balik, (Gambar 63). Gelombang ini disebut: Frequency dan diukur dengan Hertz, banyaknya 50 periode dalam satu detik. Gambar 63. Tanda-tanda khusus untuk generator-generator, motor-motor dan transfor- mator-transformator. )) Tanda umum untuk elektro-motor. (Gambar 64), Gambar 64, Tanda umum untuk generator (Dinamo). Lihat © Gambar 65. Gambar 65. Motor seri arus searah. (Gambar 66). Tergantung pada cara menghubungkan gulungan magnit dapatlah dibedakan: a. Motor seri dan generator seri. b. Motor shunt dan generator shunt. ¢. Motor kompon dan generator kompon. Gambar 66, Pada motor seri gulungan medan dalam sambungan deret dengan gulungan- jangkar. Pada generatorgenerator jarang sekali dipakai hubungan derat. Motor seri banyak dipakai pada keran-keran, Tram-tram listrik. Generator shunt arus searah. (Gambar 67). Pada Generator-shunt dan motor shunt gulungan magnit diambil sebagai cabang dari apitan-apitan mesin, oo Gambar 67. Generator shunt banyak dipakai, karena dengan adanya pertolongan sebuah tahanan pengatur medan, untuk menjaga agar tegangan apit selalu tetap walau pada beban berubah-ubah. Gambar 68. Motor Asynchron satu’ fasadimana motornya dihubungkan singkat dengan fasa penolong. (Gambar 68). Motor ini berputar dengan sendirinya. Setelah motor mencapai kecepatan tertentu maka hubungan fasa penolongnya diputuskan. Kesemuanya dapat berlaku secara otomatis oleh penghubung sentrifugal yang dipasang di atas sumbu. Gomber 68a. Motor Asynchorn tiga fasa dalam hubungan terbuka, dengan rotor terhubung singkat. Gambar 68a). Pada umumnya motor ini juga disebut motor arus-putar dengan rotor hubung singkat dan dibuat dalam hubungan terbuka, dengan adanya ke-enam buah jepitan diatas papan jepit daptlah kita menghubungkan ke-enam ujung dari gulungan stator. Sehubungan dengan konstruksi dari motor itu, maka dapat dihubungkan dalam dua cara: a. Hubungan-bintang. b. Hubungan-segi-tiga. Untuk dua bush tegangan : 380V & 220V. ( \ aN 7 Gambar 68. Motor Asynchron Tiga-Fase dengan jangkar cincin seret dan badan disambung dengan tanah. (Gambat 45 29 Gambar 69. rnnAnm s, al + * Gambar 70, Motor-motor arus putar dengan sebuah jangkar tergulung dinamakan jangkar cincin seret harus diasut dengan tahanan pengasut rotor untuk men- jaga agar desakan arus yang timbul waktu meng- asutnya tetap dalam keadaan batas-batas yang sedang. Tanda Umum untuk Transformator. (Gambar 69). Pesawat ini pada prinsipnya mentransformasikan tegangan jaring baik dari tegangan tinggi ke rendah atau sebaliknya. Transformator dengan badan disambung dengan tanah, (Gambar 70). Pada trafo-trafo fasa satu, jepitanjepitan peng- hubung pada sisi tegangan tinggi ditandai dengan U dan’ V dan pada sisi tegangan rendah dengan W dan V. Tetapi pada traf-trafo arus putar harus dinyatakan dengan U.V. dan W; U. V dan W. LAMBANG GAMBAR UNTUK DIAGRAM SALURAN ARUS KUAT — atau = 2 2M-— 220/110 V 4 50 Hz 5 3.N-~ 50Hz 400/230 V" L+— 6 3N~50Hz/TN-S Arus searah Catatan: Tegangan dapat ditunjukkan di sebelah kanan lambang dan jenis sistem di se- belah kiri. Contoh: ‘Arus searah, tiga penghantar termasuk kawat tengah, 220 V (110 V antara se- tiap penghantar sisi dan kawat tengah) 2M dapat diganti dengan 2 +M Arus bolak-balik Catatan: 1, Nilai frekuensi dapat ditambahkan di sebelah kanan lambang. 2. Tegangan dapat juga ditunjukkan di sebelah kanan lambang. 3. Jumlah fase dan adanya netral da- pat ditunjukkan di sebelah kiri lambang. Contoh: Arus bolak balik, 50 Hz. ‘Amus bolak balik, fase tiga dengan ne- tral, 50 Hz, 400 V (230 V tegangan an- tara fase dengan netral) 3 N dapat di- ganti dengan 3 + N Asus bolak balik, fase tiga, 50 Hz, sis- tem mempunyai satu titik dibumikan Jangsung dan netral serta penghantar pengaman terpisah sepanjang jaringan. 31 —— 110V 2x 120 mm? Al 2N-200V 2x504+1x 25 3N~ 50 Hz 400 V 3x120+1x 50 Penghantar Kelompok penghantar Saluran Kabel Sirkit Catatan: 1. Jika sebuah garis melambangkan sekelompok penghantar, maka jumlah penghantarnya ditunjuk- kan dengan menambah garis-garis pendek atau dengan satu garis pendek dan sebuah bilangan. Contoh: Tiga penghantar (No. 8 dan No. 9) Penjelasan tambahan dapat ditun- jukkan sebagai berikut: — di atas garis: jenis arus, sistem distribusi, frekuensi dan te- gangan. di bawah garis; jumlah peng- hantar sirkit diikuti dengan tanda kali dan luas penam- pang setiap penghantar. Contech: Sirkit arus searah, 110 V, dua penghantar aluminium berpe- nampang 120 mm?. Sirkit arus searah, 220 V (antara peng- hantar sisi dan kawat tengah 110 V), dua penghantar sisi berpenampang SO mm? dan kawat tengh 25 mm’. Sirkit fase-tiga, 50 Hz, 400 V, tiga penghantar berpenampang 120 mm’, dengan netral berpenampang 50 mm? Penghantar fleksibel Penghantar pilin diperlihatkan dua penghantar Penghantar dalam suatu kabel a) Tiga penghantar dalam suatu ka- bel. b) Dua dari lima penghantar dalam suatu kabel. Penghantar atau kabel tidak dihu- bungkan Penghantar atau kabel tidak dihu- bungkan dan diisolasi khusus Percabangan penghantar Dua percabangan penghantar — Saluran dalam jalur atau pipa Catatan: Jumlah pipa, luas penampang dan keterangan lainnya dapat diperli- 2 hatkan di atas saluran yang meng- gambarkan lintas pipa Titik injeksi penyulang daya Kotak ujung kabel; mof ujung 31 a) satu kabel berinti tiga SHE b) tida kabel berinti satu (a) Kotak sambung lurus, mof sambung lurus; tiga penghantar. 32 a) dinyatakan dengan garis ganda b) dinyatakan dengan garis tunggal. 33 Kotak sambung cabang tiga 3 34 Kotak sambung cabang empat Contoh: d Saluran dalam jalur dengan enam jurusan Saluran masuk-orang (manhole) Saluran dengan titik sambung/hubung tertanam wo w Saluran dengan penahan gas atau mi- nyak Titik sadap pada saluran sebagai pe- nyulang konsumen 25 Sadapan sistem Sadapan hubungan seri Unit daya saluran, yang diperlihatkan jenis arus bolak balik 3 35, —__f___. Penghantar netral 36 L — — Penghantar pengaman 29 Penahan daya pada penyulang distri- busi. 35 LAMBANG GAMBAR UNTUK Penghantar pengaman dan penghantar DIAGRAM INSTALASI PUSAT DAN GARDU LISTRIK netral digabung Contoh; Saluran fase tiga dengan penghan- tar pengaman (a) Sakelar penghubung (b) Sakelar pemutusan (c) Sakelar berselungkup; sakelar ber- sekat pelindung Sakelar dengan pemutusan (a) Secara termis (b) Secara elektromagnetis Sakelas dengan pelayanan (a) Relai termis (b) Relai elektromagnetis (a) Sakelar; lambang umum (b) Sakelar kutub tiga (a) Sakelar pengubah aliran . (b) Sakelar pengubah aliran dengan kedudukan netral Pemutus daya 36 37 (b) jo Pemisah (a) Pengaman lebur (b) Sakelar pemisah dengan pengaman lebur | Pengaman lebur dengan sirkit alarm terpisah Kotak kontak Tusuk kontak Kontak tusuk 38 (a) Lampu; lambang umum lampu isyarat (b)} Lampu kedip; indikator _| (a) Klakson (b) Sirene (c) Peluit yang bekerja secara listrik KZA Pendengung Jalur terminal; blok terminal Perangkat hubung bagi Bumi; pembumian Hubungan rangka atau badan Pembumian rangka Penyekatan atau dielektrika Sekat petindung; selungkup Catatan: Penjelasan Macam selungkup dapat ditambah- kan dengan catatan atau dengan lambang kimiawi logam. —| —_—o Oo Garis batas; garis pemisah; sambu 39 (a) Generator ~G (>) Motor — M Pusat listrik tenaga air Pusat listrik tenaga termis (batubara, minyak bumi, gas, dan sebagainya) Pusat listrik tenaga nuklir Pusat listrik panas bumi Pusat listrik matahari Transformator Auto transformator Sel atau akumulator Bateri sel atau bateri akumulator Lambang umum dari: (a) instrumen penunjuk langsung atau pesawat ukur (b) instrumen pencatat (b) instrumen penjumlah Contoh: (a) Voltmeter (b) Wattmeter (c) Wh-meter (lihat lampiran 1) Pusat listrik tenaga angin Pusat listrik plasma MHD (magneto-hydrodynamic) Gardu induk konversi arus searah ke atus bolak balik Pusat tenaga listrik 40 41 LAMBANG GAMBAR UNTUK DIAGRAM INSTALASI BANGUNAN Catatan umum Untuk lambang lain yang tidak termasuk dalam lampiran ini, lihat lam- bang dalam Lampiran 2 dan 3. Pekawatan (lambang) Catatan; Untuk maksud tertentu, "garis” dapat diganti dengan “garis putus- putus” 2 TT 7H Pekawatan tampak (dipermukaan) Pekawatan tidak tampak (di bawah permukaan) Pekawatan tidak tampak (di bawah permukaan) Perkawatan dalam pipa Catatan: Jenis pipa dapat dinyatakan, jika perlu 3 m™ Oa (a) Pekawatan menuju ke atas (b) Pekawatan menuju ke bawah Catatan: Lambang 5 dan 6 1, Pernyataan “ke atas” dan ke ba- wah” hanya berlaku jika gambar dibaca dalam posisi yang benar 2. Panah pada garis miring menyata- kan arah aliran daya 3. Pekawatan berpangkal pada ling- karan atau titik hitam 42 Pekawatan melalui ruangan secara te- Kotak, lambang umum Kotak sambungan atau kotak hhubung, Kotak cabang tiga Kotak-saluran masuk utama Perangkat hubung bagi dengan lima pipa (a) Lampu; titik sadap lampu-lampu dengan pekawatannya (b) Lampu dipasang tetap pada din- ding dengan pekawatannya Kelompok dari tiga buah lampu 40 W Perangkat lampu dengan sakelar sen- iri (a) Lampu darurat (b) Armatur penerangan darurat 43 (a) Lampu floresen, lambang umum | | Kipas dengan pekawatannya (b) Kelompok dari tiga buah lampu floresen 40 W Jam hadir (time clock) Proyektor, lambang umum i | 2s feN Kunci Listrik Lampu sorot ~ @ Lengkapan tambahan untuk lampu luah Catatan; Hanya digunakan jika lengkapan tambahan tidak termasuk dalam armatur penerangan Peranti listrik Catatan: Jika perlu untuk lebih jelas da- pat diberikan nama Alat pemanas listrik Pemanas air listrik Sakelar, lambang umum Sakelar dengan lampu pandu Sakelar pembatas waktu, kutub tung- gal Sakelar satu arah (a) kutub-tunggal (b) kutub-dua (c) kutub-tiga (a) Sakelar tarik kutub tunggal (b) Fungsi dari sakelar 30 (a) dan 31 (a) (a) Sakelar dengan posisi ganda un- tuk bermacam-macam tingkat penerangan (b) Fungsi dari sakelar (a) (a) Sakelar dua arah (b) Fungsi dari dua buah sakelar (a) yang digabung 34 (a) Sakelar silang (b) Fungsi dari sakelar (a) Tombol tekan Tombol tekan dengan lampu indi- kator Tombol tekan dengan pencapaian terbatas (tertutup gelas, dsb.) Perlengkapan pembatas waktu Sakelar waktu 47 Sakelar berkunci Gawai sistem jaga Kotak kontak Kotak kontak ganda, misalnya untuk 3 buah tusuk kontak Kotak kontak dengan kontak penga- man, misalnya kontak pembumian Kotak-kontak bertutup Kotak kontak dengan sakelar tunggal Kotak kontak dengan transformator pemisah misalnya untuk alat cukur Kotak kontak untuk perapti elek- tronik misalnya untuk telepon teleks LAMBANG HURUF UNTUK INTRUMEN UKUR A. Lambang Huruf ampere volt voltampere var watt wattjam voltampere — jam. var — jam ohm hertz jam menit detik jumlah putaran per men faktor daya sudut fase panjang gelombang frekuensi waktu suhu impedans 49 Fou Me B. Awalan pasa satuan SI BAB Ill PERATURAN DAN PERSYARATAN INSTALASL-INSTALASI PENERANGAN Golongan-golongan: Lampu-lampu, Kontak-kontak-tusuk dan pesawat-pesawat pemakai tidak perlu diberi pengamanan sendiri, akan tetapi boleh disatukan menjadi golong- an-golongan. Fatsal 5. Banyaknya Titik-titik Hubungan Maksimum., 1 teraohm 10°? ohm 1 gigawatt 10° W 1 megawatt 106 W 1 kilowatt 10° w Imilivolt = 10° v Menurut Fatsal 5. instalasi-instalasi yang mempunyai lebih dari 6 titik- hubungan diharuskan terdiri dari paling sedikit dua golongan dan banyak- nya titik-titik hubungan dalam satu golongan dan tidak boleh lebih dari 12. Peraturan-peraturan ini tidak berlaku untuk penerang-n-penerangan re- klame dan penerangan-penerangan pesta dan untuk instalasi-instalasi lain dengan sifat luar-biasa. 1 niikroampere = 10° A Inanofarad = 10° farad 1 pikofarad = 1071? farad N. 1040 Fatsal 8 : Menurut N. 1040 Patsal 8 terdapat maksud yang telah ditetapkan untuk pabrik dan bengkel-bengkel, banyak titik-titik hubungan ini dipertinggi men- jadi 12 berturut-turut 24, dengan pengertian, bahwa dalam ruangan-ruangan dengan lebih dari 12 lampu, ini harus dibagi atas paling sedikit 2 golong- an. Fatsal IW. Dengan titik-hubungan kita artikan tempat-tempat-hubungan untuk titik- titik penerangan dan kotak-kotak-kontak yang dipasang tetap, kotak-kotak kontak-gabungan atau tusuk-tusuk-kontak gabungan, alat-alat-pemakai-arus, bukan lonceng, dan motor-motor. Suatu hiasan dengan lebih dari satu lampu 50 31 dapat dianggap satu titik penerangan dan suatu kotak-kontak berlipat ganda sebagai satu titik hubungan. Tempat-tempat hubungan untuk transformator- transformator-bel tidak boleh dihitung sebagai titik-hubungan. RD. (0) Oleh karena biasanya dalam instanlasi-instalasi-rumah dipakai kawat urat-karet (Rd) dalam pipa, untuk yang akan datang pada pembicaraan yang pertama akan dibahas tentang macam saluran ini. Jika ada keterangan lain, Pada umumnya akan berlaku peraturan-peraturan yang disebutkan. Golongan-penerangan normal, Golongan normal dalam instalasi-instalasi rumah adalah golongan salu. dua, di mana saluran yang satu dihubungkan pada suatu Kutub atau fase dari jalajala-arus-putar atau arus-searah, sedangkan saluran yang lain dihu- bungkan pada kawat-nol atau pada sistem-sistem tidak dengan nol pada kutub atau fase-fase lain. Fatsal 111. Menurut Fatsal 11 penampang saluran besar suatu golongan harus paling sedikit 2,5 mm? besarnya. Saluran-saluran lebih kecil jadi tidak diperkenan- kan, sedangkan saluran-saluran lebih berat hanya diperbolehkan mengingat kepada kerugian-tegangan atau pada pemanasan. S 1040 Fatsal 126, 3. Akan tetapi S 1040 Fatsal 126,3 memajukan syarat-syarat yang agak kurang, yaitu penampang-penampang tembaga yang paling kecil dari saluran- saluran golongan-golongan, di mana dihubungkan semata-mata lampu-lam- pu, diste] pada 1% mm2, Besarnya kerugian-tegangan. Biasanya kita menjaga, supaya kerugian-tegangan banyaknya tidak boleh lebih dari 1% a 2 % daripada tegangan-tegangan jala-jala. Lihat untuk ini juga peraturan-peraturan setempat. Lampu-lampu dan Kotak-kotak-kontak Dalam Satu Golongan. - Golongan-golongan ini adalah campuran golongan-golongan titiklampu dan golongan-golongan kotak-kontak. Cara ini umumnya adalah cara yang paling murah dan selain dari itu mempunyai keuntungan, bahwa kotak-kotak- 52 kontak itu dapat dihubungkan bersamaan suatu alat pemakai yang lebih besar, seperti dapur-dapur pemanas berpancar kecil. Satu dapur pemanas kecil dengan dua elemen pemanasan mempunyai umpamanya bilangan penghubung dari 2 x 500 W; Bentuk 2 x 750 W. Saluran Dalam Instalasi-instalasi — Rumah. Saluran-utama dalam instalasi-instalasi-rumah terdiri dari 2 kawat dari 2% mm?, di mana yang satu dihubungkan dengan saluran fase atau saluran- kutub dan yang lain dengan saluran-nol bagi perhubungan atas jalajala-arus- putar memakai no! atau atas suatu jalajala saluran tiga-arus-searah atau juga keduanya atas satu fase atau kutub (bagi perhubungan atas jalajala aris- putar tidak memakai nol atau atas suatu jalajala saluran-dua-arus-searah). Menempatkan Sakelar-sakelar. Sakelar-sakelar hanya dibolehkan dihubungkan atas satu dari dua kawat; Bagi sistem sistem dengan saluran nol hubungan ini diharuskan atas saluran- kutub atau fase (ini tentunya tidak berlaku untuk sakelar-sakelar kutub banyak). Bumbung-bumbung-sekrup dari’ lampu-lampu disambung-langsung dengan kawat yang lain — dalam kejadian tersebut di atas ialah nol—, sehingga untuk sakelar-sakelar yang dimatikan dibumbung sekerup tidak ada tahanan. Kawat-kawat-penghubung Dan Kawat-kawat-Tukaran Fatsal 111. Kawat-kawat dari sakelar ke-lampu-lampu kita sebutkan kawat-peng- hubung dan kawat antara dua sakelar kawat-kawat-tukaran. Hanya kawat- kawat ini dibolehkan mempunyai penampang dari 1% mm?; ini tidak diper- lukan lebih berat; sebab tidak sepantasnya, untuk di atas itu dihubungkan kotak-kotak-kontak. Warna-Kawat-kawat. Warna-bungkusan dari saluran-saluran-nol, berturut-turut saluran-saluran- kutub atau fase, dimana tidak dihubungkan sakelar, ialah merah. Warna kawat-kawat-penghubung atau tukaran dari 1% mm? ialah hitam. Warna hijau dimaksudkan untuk memudahkan pemasangan dan peme- tiksaan penukaran dengan kawat hitam ¢ 1%4 mm? menjadi tidak mungkin. Fatsal 123,c Fatsal 33,2. Warna kawat-tanah yang ada dalam pipa ialah abu-abu; penampangnya harus menurut fatsal 33,2 paling kecil 2% mm?. Jika saluran-saluran-tanah di- 53 Jetakkan terpisah, kita memakai untuk ini saluran-saluran tembaga tak ber- bungkus, yang menurut fatsal 21,2 untuk sebegitu jauh berada di atas tanah, harus mempunyai penampang dari sekurang-kurangnya 6 mm?, dan untuk sebegitu jauh ia berada di dalam tanah, penampang dari paling rendah 25 mm?. Fatsal 22,2. Saluran-saluran ini harus (fatsal 22,2) sedapat-dapatnya diletakkan dalam penglihatan, dan diberi perlindungan dari kerusakan mekanik. Di luar peng- hatan ia harus dipasang di dalam pipa. Untuk instalasi-instalasi rumah- rumah-tinggal pelaksanaan dari saluran-saluran-tanah tak berbungkus tidak diperkenankan. Saluran-saluran-hiasan, fatsal 111,2. Penampang-penampang tembaga dari saluran-saluran dalam, pad atau sebagai bagian dari perlengkapan perlengkapan-penerangan pasangan-tetap dan hiasan-hiasan-penerangan pasangan-tetap, berikut pula saluran-saluran se- lubung karet lembut yang dipasangkan diplafon (tidak dianjurkan) untuk pemasangan dari perlengkapan-penerangan tetap atau hiasan-penerangan tetap harus paling sedikit 1 mm?. Pengamanan Fatsal 126. Meskipun dipergunakan kawat-kawat-penghubung dari 14 mm’, dan saluran-saluran-hiasan 1 mm?, akan tetapi dari golongan dengan 15A menurut Fatsal 126 diperkenankan, N. 1040 Fatsal 145,3. N 1040, fatsal 145,3 bermaksud pula, bahwa untuk golongan-golongan penerangan dalam pabrik-pabrik dan bengkel-bengkel dengan saluran utama 1A mm’, pengamanan dengan 15A diperkenankannya. Banyaknya Maksimum Kawat-kawat Dalam Satu Pipa, Fatsal 152. Untuk banyaknya maksimum dari kawat-kawat urat-karet yang di- perkenankan dalam satu pipa dengan tegangan nominal dari 750V berlaku daftar di bawah; Bagi pelaksanaan dari kawat-kawat urat karet dengan tegangan nominal dari 1500V ukuran-ukuran pipa-pipa diharuskan diambil satu tingkat lebih tinggi. Angka-angka yang di antara tanda kurung berlaku untuk pipa potong-potongan lurus. 54 HANTARAN DALAM Sebagai pedoman bagi seorang pelaksana instalasi, hendaknya harus mengetahui jenis dan ukuran kawat/hantaran dalam yang dipergunakan yakni: a) Kawat NGA/RA dengan ukuran minimum 2% mm? yang harus terpasang dalam pipa Union tertutup dengan ukuran min. 5/8”. b) Hantaran dalam dapat juga digunakan kawat plastik NYM, NYA atau kawat plastik yang sejenisnya dan yang telah disyahkan pemakaiannya oleh fihak perusahaan listrik Negara. Di bawah ini disampaikan data-data/tabel dari hantaran R.A. dalam pipa Union yang sering kita jumpai di dalam praktek. Sedangkan angka-angka yang terdapat di dalam kurung (lihat daftar) menunjukkan banyaknya R.A pada pipa lurus dan tidak boleh lebih dari 5 meter. DAFTAR HANTARAN R.A. DALAM PIPA UNION 55 Keuntungan terakhir ini dapat diperoleh dengan beberapa pertimbangan pada yang tidak banyak memakan biaya, dengan tidak menempatkan semua lampu dan kotak pada satu golongan yang sama dalam satu ruangan. Dalam membagi titik-titik penerangan atas macam-macam golongan kita harus mempunyai Perhitungan juga dengan harga-harga (jangan terlalu banyak memakai saluran utama berganda); sebaliknya diinginkan umpamanya menempatkan jalan bawah dan jalan tas, jalan serambi dan sebagainya atas macam-macam golongan. Untuk semua ini dikehendaki, suatu pembagian yang sejelas-jelas- nya. Golongan-golongan — 3 Fase, Alat-alat pemakai yang besar, pornes-pornes dan sebagainya mendapat golongan-golongan 3 fase tersendiri, di mana ia dihubungkan, baik tetap, maupun melewati kontak-kontak-tusuk. Ia selalu diberi hubungan dengan tanah, BAB IV CARA MENYATAKAN BANYAKNYA KAWAT DALAM INSTALASI Di dalam kita mempelajari gambar-gambar instalasi perlu diketahui bahwa dalam pemasangan instalasi-instalasi penerangan/gaya, terdapat dua cata yaitu: a). Pemasangan secara r.i. (Roll-isolator). b). Pemasangan secara pipa 5/8”. Untuk menentukan (menyatakan) banyaknya kawat dalam pemasangan secara r.i. adalah lebih mudah bila dibandingkan dengan pemasangan secara pipa yang bergaris tengah ¢ 5/8”. Setelah kita mengetahui gambar pelaksanaannya dan secara bagan dengan membubuhkan garis-garis lintang pada gambar bagan; berarti banyaknya kawat adalah dua (lihat gambar di bawah ini). Gambar. 71. 57 Gambar. 71a. Keterangan: Gambar 71a. 1. — Penghantar-No.. . berwarna merah. 2. — Kawatarus...... bane berwarna hijau, 3. — (Kawat hubung pada 1.5mm?.......... — hitam). (Kawat hubung pada2.5mm?.......... hijau), Kata-kawat urat-karet dari 4 mm? dan lebih tinggi...........-.. hitam. Gambar. 716. Selanjutnya kita periksa beberapa Schema di bawah ini: Hubungan - Gudang - Dalam Tanah. Gambar, /2. Penghubung golongan dekat pada pintu telah digantikan oleh peng- hubung berkutub tunggal (1). Pada titik penerangan 2 adalah dipasang peng- hubung-tukar (2) yang bekerja sebagai penghubung-pengubah. Dengan penghubung berkutub tunggal itu dapatlah kita meniadakan tegangan pada penghubung-tukar dan lampu yang sekejap mata menyaladapat dipadamkan. Penghubung berkutub tunggal dalam hubungan-hubungan ini disebut penghubung depan. Hubungan-Gudang Dalam Tanah Yang Lebih Luas. Gambar 73. Pada umumnya hubungan ini banyak dipakai untuk gudang-gudang seperti ruang-ruang persediaan dan timbunan tetapi ruangan-ruangan ini harus dapat dimasuki dari satu sisi dan letaknya harus berurutan. Sambil kita berjalan, dapatlah kita menyalakan lanipu yang satu dan me- madamkan yang lain dengan sendirinya kita dapat menghubungkan ~ sejajar sejumlah lampu-lampu di dalam satu ruangan yang dapat kita padamkan dan dinyalakan bersamaan daripada memadamkan & menyalakannya satu demi satu. 39 Hubungan ~ Kamar Tidur. Gambar 74. Prinsip dasar daripada hubungan ini adalah sama dengan hubungan- gudang dalam tanah. Tetapi penghubung muka berkutub-tunggal diganti dengan suatu hubung-tukar, sehingga kita dapat memadamkan tiap-tiap lampu pada pintu dan pada tempat-tidur. Pada hubungan tukar ini dapat juga kita luaskan dengan penghubung-penghubung silang. Hubungan untuk ruangan yang luas. Di dalam ruangan yang luas kadang-kadang kita harus dapat meng- hubungkan sebagian dari penerangan, misalnya pada waktu menyelesaikannya atau pada waktu membersihkan. Pun pula pada gang-gang yang panjang yang tidak selalu harus mendapat cahaya penerangan seluruhnya. Gambar 7.5. Apabila kita hendak menghubungkan seluruhnya penerangan, maka kita pakaj hubungan silang lihat Gambar 75. Maka kita pasang suatu penghubung 60 tukar (a) sebagai penghubung depan dan karenanya satu lampu a dapat kita hubungkan tersendiri dari seluruh penerangan. Penghubung muka yang terdapat di dalam salah satu ruangan, dalam keadaan satu sikap hanya dapat menyala jampu (a) dan dalam sikap yang lain untuk penerangan yang besar (termasuk juga lampu (a) dapat dilayani dengan memakai sakelar hubung silang. Sistem Hubungan Gelap : 1. Gambar 76, Pada prinsipnya hubungan ini kita dapat menghidupkan satu lampu pada tegangan penuh atau dengan kata Jain dua lampu dihubungkan dalam deret. Dalam hal yang terakhir ini terjadilah suatu penerangan yang diredam (Dim). Cara-cara ini sangat perlu dalam raangan-ruangan di rumah sakit supaya tidak mengganggu si pasien yaug sedaug tidur. Dengan penghubung berkutub satu kita dapat menyalakan lampu (a) dan sesudah itu menghubung- kan deret (serie) lampu (b) dengan penghubung tukar kita dapat menyalakan gabungan lampu-lampu (a) & (b) yang disebut : Dim, Perlu diperhatikan untuk lampu-lampu yang dihubungkan deret harus kita mengambil lampu-lampu yang sama daya watt-nya dengan tujuan agar tegangan terbagi rata atas kedua-duanya lampu tersebut. 61 Sistem Hubungan-Gelap : 2. Gambar 77, Pada sistem hubungan-gelap 2 ini dapat kita menghubungkan serie/ (parallel) tiga lampu atau golongan-golongan lampu dalam hal yang pertama semua lampu-lampu menyala pada tegangan penuh (kedua-duanya peng- hubung "menyala”) di dalam hal lain penerangan adalah didim (hanya peng- bubung 1 menyala). Hubungan ini banyak dipakai dalam kapal-kapal penumpang. Hubungan-hubungan untuk Ruangan-ruangan Istimewa. a. Hubungan Kamar-makan atau Kamar-belajar. Dengan hubungan ini, dapat kita menyalakan dua-lampu atau golongan- golongan lampu, umpamanya dapat suatu krona yang dilayani dengan péeng- hubung deret, dari dua tempat (lihat Gambar 78). Gambar 78, , Penghubung deret mempunyai 4 apitan-hubung dipasang di tempat biasa pada pintu. Penghubung tukar, yang dapat dipandang sebagai peng- 62 hubung-muka, berada di dalam kamar makan dekat pintu kamar-pelayan; di dalam kamar belajar dekat pada meja tulis. Kita dapat menyalakan semua lampu-lampu dengan penghubung tukar, apabila penghubung-deret ada dalam sikap padam. Dengan penghubung deret ini kita dapat menyalakan lampu-lampu menurut cara biasa, dan tidak ter- gantung pada sikapnya penghubung-tukar, b. Hubungan Dalam Kamar Potret: Pada dasarnya hubungan ini adalah hubungan gudang-dalam-tanah dan pada waktu kita memasuki kamar, kita menyalakan lampu putih biasa dengan menggunakan penghubung 1. (lihat Gambar 79). Kamar pouet Gambar 79, Pada waktu pekerjaan-pekerjaan potret sedang berlangsung maka kita nyalakan lampu-lampu dari warna-warna yang diingini dengan penghubung- penghubung berikutnya, dimana kita dapat memadamkan lampu yang ber- warna putih. Dan sekarang menyalalah lampu tanda yang terdapat di atas pintu gang, bahwa ini menunjukkan pekerjaan pekerjaan potret sedang kita lakukan. Hubungan Tanda-Bahaya. Seperti halnya pada hubungan Bank, kita dapat menyalakan penerangan pada hubungan ini dengan suatu penghubung tersendiri dan tidak perlu memadamkannya dengan penghubung turutan. (Lihat Gambar 80). 63 Pada umumnya hubungan ini banyak dipakai dalam gang-gang dari tumah-rumah sakit-urat-syaraf, rumah-rumah-sakit dan sebagainya. Selainnya dari itu dalam gedung-gedung di mana penerangan pada gang-gang dan Tuangan-ruangan tangga selama suatu waktu tidak boleh dapat dipadamkan. Dengan penghubung P kita hubungkan secara bersama-sama maka demikian juga kedua kawat tukar dipenghubung silang. Jumlahnya penghubung-penghubung P dapatlah diperbesar menurut cara seperti pada hubungan Bank. Dengan jalan memasang penghubung berkutub satu di (a) dapatlah kita mencegah supaya penerangan pada gang-gang dan ruang-ruang tangga tidak dapat dinyalakan sebelumnya suatu waktu. BAB V PERSYARATAN GAMBAR INSTALASI 1. Gambar Permintaan. Sebagaimana peraturan yang berlaku di Negara kita maka sebelum pemasangan Instalasi dilaksanakan, pemohon (pemakai) haruslah meminta surat izin terlebih dahulu kepada Perusahaan Listrik Negara ditempat itu. Oleh karena ity Gambar Permintaan (Denah Instalasinya) telah dipersiapkan/ dibuat oleh seorang Instalateur yang telah ditunjuk/disyahkan oleh fihak Perusahaan Listrik tadi. Pada umumnya untuk Instalasi-instalasi penerangan yang kecil biasanya disebut Instalasi Penerangan Rumah satu fasa, dengan nilai pasang yang telah ditetapkan oleh perusahaan listrik sampai dengan kekuatan/daya 1 KW (Kilo Watt), untuk instalasi-instalasi sementara dan perluasan terhadap instalasi kecil biasanya formulir permohonan sudah dibuat secara memadai. Untuk mendapatkan formulir ini dapat diperoleh di Kantor Perusahaan Listrik Negara. Adapun cara mengisinya menghendaki keterangan lebih lanjut. 2. Nilai Pasang. Biasanya dari instalasi-instalasi listrik dengan nilai pasang lebih besar dari 1 KW, harus dimasukkan gambar permohonan, kerap kali dalam duplo (lipat dua). Sesudah disyahkan sipemohon instalasi itu menerima 1 (satu) buah copy rightnya yang telah dicap, dengan demikian ia boleh memulai dengan instalasi-instalasi tersebut. Instalasi-instalasi penerangan 1 fasa dengan nilai pasang sampai 1 KW (Kilo Watt) pada jaring-jaring penghantar empat arus putar dipasang pada salah satu fasa dan penghantar nol dari jaring-jaring pembagi, terkecuali jika diistimewakan dan diberi warna (tanda) merah. Instalasi-instalasi yang 65 nilai pasangnya berjumlah besar dari dayanya 1 KW, dipasangkan pada ketiga fasa dan penghantar nol. Kelompok-kelompok penerangan/gaya yang berjenis- jenis itu hendaknya digambar yang sesuai warnanya dengan warna fasanya di manatempat mereka (titik-titik) cahaya/beban dipasang, misalnya pada merah, kuning dan biru. Dalam jaring-jaring pembagi dengan aturan peng- hantar tiga arus putar instalasi-instalasi yang berfasa satu, dipasang pada dua buah fasa atau instalasi-instalasi yang lebih besar pada tiga buah fasa. Dalam hal ini warna kelompok-kelompok lampu ditentukan oleh warna fasa-fasa jaring, tempat instalasi itu dipasang, yakni: merah jika terpasang pada fasa biru dan kuning. Biru jika terpasang pada fasa kuning dan merah. Kuning jika terpasang pada fasa merah dan biru. Hantaran-hantaran tifa fasa, seperti hantaran motor dan hantaran pengisi, demikian juga untuk pesawat-pesawat pernakaian, penghubung-penghubung, kotak-kotak kontak dinding (baca stop kontak) dan sebagainya digambarkan dengan warna hitam. Gambar permintaan (permohonan) harus terdiri dari gambar denah yang berskala, yang disesuaikan dengan situasi bangunan/rumah yang sebenarnya. (Lihat gambar 81 di bawah ini). Dalam gambar ini tujuan daripada ruangan, tempat-tempat kerja, meja belajar, rvang tidur, kamar makan, gudang, kamar mandi dan sebagainya yang disertai dengan hantaran-hantaran yang akan dipasang harus diterangkan. Selanjutnya harus dinyatakan pula besar penampang kawat dalam pipa, tempat, besarnya dan jumlah lampu-lampu, sakelar-sakelar. motor atau pesawat pemakaian yang lain. Pada pesawat- pesawat pemakaian harus ditempatkan lagi nomor golongannya, pada papan- papan pembagi atau almari pembagi huruf-huruf almari itu, pabrik-pabrik pembuatnya termasuk di dalamnya besarnya daya, jumlah putaran permenit, faktor usaha (Cosinus Q = Cos phi) dalam randemen (persen). 3. Bagan Hubungan. Selanjutnya pada gambar itu harus tertera bagan hubungan selengkapnya dari instalasi itu seluruhnya, terhitung dari pengukur listrik sampai dengan almari bagi terakhir dan penghubung-penghubung di atas atau di dalam almari-almari bagi ini, keamanan-keamanan lebur dan pesawat-pesawat lain. Pemakaian tenaga dari lampu-lampil penerangan, kotak-kotak kontak dinding (stop contack) dan pesawat-pesawat pemakaian yang lain harus dapat diperiksa dari daftar kumpulan yang terdapat pada gambar itu. (lihat daftar contoh). 66 Lampu ir di Pe Tas 72 67 68 INSTALAS] PENERANGAN LISTRIK UNTUK RUMAH BERTINGKAT skala 1:100 pemasang Penerangan 0,843 — Gamber 81. GAMBAR-PERMOHONAN tingkat kotak-hontak S larhs teases nea os dina | ruang ew | Perusehaen Listrik 1 Negara Baiklah, bila kita membuat daftar kumpulan yang tersendiri untuk penerangan dan gaya beserta jumlah nilai pasang seluruhnya dalam Kilo Watt: [or for] Sedangkan daftar untuk pesawat-pesawat pemakaian misalnya motor- motor listrik maka dapat disusun sebagai berikut: Faktor | Jumlah Rendemen usaha Putaran/ Cos Q menit pope se MEMBUAT GAMBAR INSTALASI Sekiranya rumah atau pabrik yang akan dibuat, maka biasanya dapatlah kita meminta agar dicetak-biru (licht druk) dari arsitek yang membuatnya. Kalau tidak maka gedung-gedung tersebut harus diambil ukurannya. Dengan pertolongan rencana (rancangan-rancangan) yang telah dibuat, dapatlah di- selidiki berapa besar ukuran-ukuran gambar tersebut seharusnya kita ambil. Biasanya dinding-dinding, penyekat-penyekat dan sebagainya harus digambar secara \berskala, sebagaimana, dikerjakan oleh ahli bangunan, atau dinding luar dinyatakan dengan garis tebal istimewa. Dinding- dalam dan penyekat-penyekat digambar lebih halus menuryt perbandingannya. Gambar 82 di bawah ini menunjukkan macam-macam tanda baca. 69 a} DINDING BATU — 1 (TEBAL 22 Cm) EMARI DALAM KAMAH a | 7 DINDING BATU ~ 1/2 {TEBAL 11 Ct >) DINDING BELAH [TEBAL 27 Con} BELAH Ce ————————— re TANGGA DENGAN ARAH DAKE hy DINDING KAYU TEBAL 26 Cm db | =i PINTU DENGAN ARAH-PUTAR e GEROBONG ASAP JENDELA ib | : MACAM-MACAM TANDA BACA Gambar 82, 5. Jenis Kertas yang dipakai. Untuk pembuatan gamibar/denah instalasi, maka seorang instalateur mendapat anjuran dari pihak perusahaan listrik agar memakai kertas kalkir untuk memudahkan pembuatan gambar tadi menjadi cetak biru atau.cetak putih, untuk menggunakan denah ini dipakailah pensil sebagai dasar yang kemudian diulangi dengan tinta khusus yang biasanya disebut tinta Cina atau Oost Indische ink. Karena hantaran-hantaran pada gambar itu harus diberi berwarna, maka biasanya dipilih cetak putih. Akan tetapi ada juga jenis tinta yang berwama, yang dinamakan tinta koreksi, untuk keperluan cetak-biru dan karena itu hantaran-hantaran itu dapat juga digambarkan pada cetak-cetak biru. Akan tetapi gambar-gambar yang dihasilkan tidak memperoleh hasil yang baik. 6. Banyaknya titik-titik pasang tiap kelompok. Sebelum kita memulai dengan menggambarkan hantaran-hantaran, haruslah kita merencanakan pembagian kelompoknya. Apabila suatu instalasi yang terdiri dari 18 buah titik pasang termasuk kotak-kotak kontak dinding (stop contack), maka jumlah/banyaknya titik pasang di atas dapat dijadikan 2 buah kelompok telah mencukupi. Menurut H.V. N 1010, pasal 5 jumlah titik-titik pasang tidak diizinkan lebih dari 12 titik pasang tiap kelompok. Tiap instalasi paling sedikit harus terdiri dari 2 kelompok, kecuali jika jumlah titik hubungnya tidak lebih dari 6. (lihat Gambar 83). 70 tomer TINGKAT H Truwty BAGIAN BAWAH Gambar 83. => oat pra 71 Yang tidak termasuk dalam penetapan ini adalah penerangan reklame, penerangan untuk perayaan beserta instalasi yang bersifat istimewa. Suatu Tuangan yang mempunyai lebih dari 10 buah titik pasang sebaiknya dibagi menjadi dalam dua kelompok. Sekiranya instalasi itu terpasang pada tiga fasa, maka Iampu-lampu ini harus dibagi pada 2 (dua) fasa yang berlainan. Biasanya syarat-syatat instalasi setempat mengandung suatu penetapan, bahwa pesawat pemakai yang digunakan untuk Jain-lain maksud selain pe- nerangan, misalnya sampai pemakaian daya maksimal 4 KW, boleh dihubung- kan pada satu fasa dari jaring pembagi. Pada instalasi-instalasi yang lebih besar sebaiknya kotak-kotak kontak dinding ditermpatkan pada kelompok yang tersendiri. Keuntungan membagi titik pasang menjadi 2 kelompok atau lebih, ialah bila sekering (patrum lebur) itu meleleh, hanya sebagian dari penerangan yang. terputus hubungannya. Karena itu dianjurkan untuk membuat pembagian kelompok jangan sembarangan saja, jadi harus diperhitungkan besarnya daya yang ada, agar tiap fasa menerima beban yang seimbang untuk bangunan yang bertingkat sebaiknya untuk tingkat bawah dan tingkat atas dihubungkan pada sebuah kelompok. Perlu diingat untuk dua buah kamar yang saling berhubungan satu sama Jain hendaknya dihubungkan pada dua buah golongan yang berlainan pula. Titik-titik penerangan dan kotak-kotan kontak dinding yang terdapat dalam satu ruangan sebaiknya tidak dihubungkan pada sebuah kelompok yang sama. 7. Perhitungan nilai pasang. Kalau pembagian kelompok telah selesai, kemudian beban maksimal dari tiap-tiap kelompok dihitung satu demi satu, kemudian harga pemasangan seluruhnya. Karena tegangan jaring telah diketahui maka harga kuat arus dapat ditetapkan/dicari. Perhitungan kuat arus dimaksudkan untuk me- nentukan/memilih kemampuan suatu sekering yang akan dipakai. Perusahaan-perusahaan listrik telah menetapkan, bahwa sebagai pemakai- an minimal untuk kotak kontak dinding dwi kutub diambil 100 watt, sedang- kan untuk kotak kontak dinding tri kutub 500 watt dan untuk titik penerang- an diambil 60 watt. Sebagai contoh di bawah ini disampaikan lajur-lajur dari sebuah daftar di mana di dalamnya terdapat pernyataan banyaknya ke- lompok dan lampu-lampu pijar serta kotak-kotak kontak dinding yang di- pergunakan dalam sebuah instalasi. 72 Se Lampu-lampu pijar |Kotak Kontak coord Banyak- |Dalam|Ju: nya [Watt | Watt oe | [=| os] Beban kelompok E 3 WwW RumusW=Exl 2 = p { B REKAPITULASI z Dalam L Watt ‘amen wo w = |Banyaknya BAGAN : Selanjutnya untuk melengkapi penjelasan-penjelasan di atas, maka di samping ini gambar denah dan bagan dari rumah yang dirancang untuk di- ajukan sebagai permohonan guna mendapatkan aliran listrik, maka pada ba- gan harus disertakan perincian penampang dari kawat tembaga, jenis pasang- an (r.i. = roll-isolator atau pasangan Pipa 5/8”), banyak dan besamya daya dari tiap-tiap lampu penerangan, kotak kontak dinding (stop kontak), motor; listrik pesawat pemakaian dan tanda-tanda/nomor kelompok dari tiap-tiap zekering pembagi maupun pada beban-beban di mana ia harus disambungkan, Untuk dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kita ambil contoh sebagai berikut: 74 »&) 3x35+72/2 » © \_as. ce). ary CARA MEMBACANYA : a). b) 9 Lampu kelompok (kroon) yang terdiri dari 3 buah Jampu masing-masing mempunyai daya 35 watt dan 1 buah lampu dari 72 watt yang masing- masing dihubungkan pada kelompok % Sebuah stop kontak (kotak kontak dinding) dari 35 watt yang dihubung- kan pada kelompok 1. Peti zekering pembagi dengan 2 buah kelompok zekering yang masing- masing diberi tanda kelompok dengan angka 1 dan 2 dan sebagainya. Tiap-tiap zekering mempunyai batas 6 A (6 ampere). BAB VI PENGUKUR KILOWATT JAM (KWH METER) Di dalam instalasi penerangan KWH meter (KILO WATT HOURMETER) adalah satu-satunya alat yang mempunyai peranan penting, di mana alat ter- sebut dapat untuk menghitung berapakah besarnya jumlah tenaga listrik yang dipakai. Karena itu alat semacam ini dapat juga dinamakan pengukur daya listrik atau POWER RATES COUNTER. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang WATT Meter atau KWH- Meter ini mari kita ingat kembali prinsip bekerjanya sebuah Speedometer dari sebuah mobil atau alat-alat/kendaraan yang lain. Di mana fungsi speedo meter ini sangat tergantung pada kecepatan dari mobil/kendaraan tadi. Bagai- manakah dengan watt/KWH-meter itu sendiri? Setelah kita mendapat sedikit gambaran tentang speedometer (pengukur kecepatan) maka Watt/KWH- meter sangat tergantung pula berapa lama kita memakai daya (tenaga) listrik untuk keperluan alat-alat listrik yang terdapat di dalam rumah/perusahaan kita, Pengukur Watt atau Kwatt, yang pada umumnya disebut: Watt-meter/ Kwatt meter disusun sedemikian rupa, sehingga kumparan tegangan tadi dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga listrik dapat diukur, baik dalam satuan WH (Wattjam) ataupun dalam KWH (Kilowatt- jam). Ditinjau dari segi cara bekerjanya maka pengukur ini memakai prinsip azas induksi atau azas Ferraris. Dan pada umumnya alat pengukur ini diguna- kan untuk mengukur daye listrik arus bolak-balik. Pada alat ini dipasang sebuah cakera aluminium (aluminium disk) yarig dapat berputar, dimuka sebuah kutub magnit listrik (Electro magnet). Gambar 84 di bawah ini menunjukkan sebuah alat pengukur KWH-meter untuk arus bolak-balik. 16 Angka-angka baca 21 (5) | Aah ptaan dar cakera |e | Cakera dari Aluminium Pelat nama meter Gambar 84, Magnit listrik ini diperkuat oleh kumparan tegangan dan kumparan arus. Dengan adanya lapangan magnit tukar yang berobah-obah maka cakera (Disk) aluminium ditimbulkan suatu arus bolak-balik, yang menyebabkan cakera tadi mulai berputar dan menggerakkan pesawat hitungnya. Sedangkan gambar 85 menunjukkan suatu bagan hubungan dari suatu pengukur kilowattjam berfasa satu. Kumparan Togangan Gambar 85, Pada pembebanan bebas induksi kecepatan berputarnya cakera sangat tergantung pada hasil kali dari tegangan (E) x Kuat arus (1) dalam satuan watt. Jumiah putaran tergantung pada kecepatan dan lamanya, dengan demikian dapat kita rumuskan sebagai berikut: Tegangan x kuat arus x waktu = Ex Ix t dalam satuan Watt-jam (WH). Untuk alat pengukur Kilowatt-jam (KWH) arus putar, pada umumnya mempunyai tiga sistem magnit, yang masing-masing dengan sebuah kumparan arus dan tegangan yang bekerja pada sebuah cakera turutan, di mana ketiga cakera itu dipasang pada sumbu yang sama (lihat gambar 86). Gambar 36. 8 sapere BAB VIL INSTALASI — RUMAH IKHTISAR PASANGAN — RUMAH Sebagai titik ‘awal (titik mula) kita ambi! bulusan cabang-kabel, seperti halnya lemari pasang-rumah (peti sekering) dan pengukur-KWH yang mana dipasang oleh Perusahaan Listrik. Papan-papan pembagi yang terbuat dari pualam, sekarang hampir lenyap didesak oleh almari Instalasi yang terbuat dari bahan-isolasi, di mana alat tersebut dipasang oleh Juru Instalasi (Instalateur). Penghubung antara KWH-meter dan almari instalasi itu harus sependek mungkin pun pula harus dipasang oleh juru instalasi. Sedangkan yang memasang antara peti sekering, bulusan cabarig kabel (moof) dan KWH-meter dikerjakan oleh Perusahaan Listrik (P.L.N.). Maka untuk ikhtisar pasangan rumah dicantumkan pula jalannya erus dari KWH-meter, serta gambar bagan yang biasa untuk pemasangan instalasi rumah. (lihat gambar 87), Perhatikan gambar 88 s/d 93 b di mana gambar-gambar ini merupakan gambar detail dari gambar 87 yang disertai penjelasan dalam penggunaan dan pemasangannya. Papan-bagi "D” pengukur-kWh "C" bagam-pasang meter kWh Gambar 89 Pandangan secara bagan Pasangan-rumah npr be aon IKHTISAR PASANGAN-RUMAH BEBERAPA KETENTUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN TERHADAP EIND MOF UNTUK KABEL TEGANGAN RENDAH YANG KEDAP MINYAK. Potonglah kabel menurut ukuran yang tepat, harus diperhitungkan bahwa urat yang berada disisi luar akan lebih pendek + 6 mm daripada urat-urat yang ditengah dikarenakan adanya lengkungan. (lihat gambar di bawah ini). Sebelum dikupas, terlebih dahulu harus dibuat lilitan ikatan, dari kawat seng yang telah divertin selebar 10 mm pada jarak 32 cm dari ujung kabel. Lepaskanlah pengamanan mekanis dan loodmantel sedemikian rupa sehingga bagian kabel yang terkupas berada di atas lengkungan eindsluit- ing (bagian dalam) dan sisakan isolasi kertas selebar 2 cm dan kemudian sisa isolasi kertas tersebut diikat dengan tali rami kecil. Masukkan eindsluiting melalui urat kabel lalu diturunkan sampai pada bagian yang terkupas. . Lengkungkanlah urat-urat kabel dengan hati-hati sedemikian sehingga urat-urat kabel tersebut berada dalam satu baris/bidang dan jarak satu sama lain sama dengan jarak dari klem. Lepaskanlah isolasi kertas dari urat-urat kabel tersebut pada bagian urat yang akan dimasukan ke dalam klem; kemudian diikat dengan tali rami kecil. Masukkanlah urat-urat dari kabel yang telah terkupas tersebut ke dalam kabel klem penyambung dan periksalah apakah tutup (yang terbuat dari bahan isolasi) sudah terletak tepat di atas klem penyambung. Paterilah klem penyambung, kemudian letakanlah klem penyambung di dalam tutup tersebut di atas, lalu angkatlah mof ke atas kemudian lood- mantel dari kabel dibagian bawah dari mof dipateri. Paking harus dipasang terlebih dahulu sebelum tutup dikencangkan. Kemudian isilah eind mof dengan suatu cairan yang disebut vulmassa atau minyak kabel. Bilamana tidak ada lobang pengisi, maka tutup harus diangkat/dilepas dahulu dan diperhatikan jangan sampai ikut bergerak/tergeser. (lihat gambar 90a dan 90b.). 81 CARA PEMASANGAN EIND MOF (MOF UJUNG) UNTUK KABEL TEGANGAN RENDAH KEDAP MINYAK TYPE BULAT Jarak pemotongan Tabung penyambung sestiai ukuran kabel dikecilkan dan disolder Kertas isolasi yang dibuka Selubung timah timah Kiem Kabel tanah Gambar 90a, 82 Selubung logan campuran diperpendek Dise suaikan dengan ukuran selu bung Bagian-bagian yang terpenting daripada instalasi rumah yaitu: A. Bulusan cabang kabel (moof). B. Almari pasang rumah (peti-sekering). C. Pengukur KWH. D. Papan - bagi. Untuk ini akan kami uraikan satu demi satu dari bagian-bagian apa yang tersebut di atas: A. Bulusan - Cabang - Kabel (mof - kabel). Bulusan cabang kabel adalah salah satu bagian daripada instalasi rumah ihat gambar) di mana untuk mencambangkan kabel: tanah dilakukan dengan pertolongan katup-katup-cabang, yang ditempatkan pada urat-urat kabel. Kita tidak perlu menggunting urat kabel tersebut. Hanya isolasi yang terdapat pada tempat-tempat cabangnya harus dibuang. Karena itu bagian ini kita sebut Apitan-apitan-cabang untuk kabel tak dipotong. (untuk jelasnya lihat pada Gambar 90—90a). avitan cabeng bust kabel tidak dipotong Gambar 90c, Bulusan cabong B. Almari-pasang-rumah (peti sekering). Almari-pasang-rumah atau yang biasanya disebut peti sekering ini ber- guna untuk memasang instalasi rumah pada kabel-taneh dari Perusahaan Listrik Negara (P.L.N.). Bagian terbawah dari almari-pasang dipergunakan sebagai Penutup ujung kabel di dalamnya berisi apitan-tanah untuk penyambungan mantel-timbel dengan tanah. Pencebangan 2 x 6 mm? 83 CARA PEMASANGAN EINDMOF UNTUK KABEL TEGANGAN RENDAH Exolsior Band Tule —_———_. 1cm Bagian urat tenbega veng terbuks 2em Kabel Tanah GPLK Gambar 90b. Isolasi kertas pada bagian ujung dari urat-uruat kabel dipotong + 3 cm di mana 2 cm berada di dalam cairan volmassa dan 1 cm di luar. Hal ini untuk menghindarkan masuk- nya udara lembab ke dalam mof urat-urat kabel dibagian luar mof waa in agian Iuar mof dibungkus dengan , Dalam ruangan di atasnya, yang seperti juga bagian terbawah, harus ditutup dengan tahan lembab dan tambahan iagi dapat disegel, dipasang tiga Pemegang-patrun untuk menempatkan patrun-patrun lebur dan i nol yang diisolasi. P hn 84 ~0 (Mot) adalah antares ot Gambar 91. C. Almart-instalasi, Almari-instalasi dapat diperoleh untuk satu kelompok atau lebih. Di mana alat ini melalui suatu pengamanan penghubung kutub tunggal atau penghubung kutub berganda untuk mencegah adanya bahaya kortsluiting dari hantaran-hantaran pemasukan ke seluruh alat-alat pemakaian dan lampu- lampu penerangan. Gambar 92 adalah suatu almari instalasi yang memakai pengaman Peng- hubung Putar berkutub tunggal untuk aliran listrik nominal 15 Ampere pada tegangan AC/bolak-balik 250 Volt, serta dilengkapi dengan 2 buah pemegang patroon untuk dua kelompok. Gambar 92 dan 92a memperlihatkan suatu almari instalasi yang memakai pengamanan penghubung putar berkutubtunggal untuk aliran listrik nominal sebesar 15 Ampere pada tegangan AC (Alternating current) atau aliran bolak- balik sebesar 250 Volt. Pada almari instalasi ini dilengkapi dengan dua buah pemegang patroon untuk dua kelompok. 85 Gambar 92 instatasi saluran-pipa ‘sokerup-penyambung-tansh Jepitan nol diisolesi Pemepeng-patrun ‘almari best tuang kawat penyambung antares crekering {Z,) dengan Zy. pemutus-hubungan Keterangan: 1. Peti sekering (Almari bagi) 2. Almari penghubung 3. penghubung ujung kabel Almari penghubung (schakel kasten) Penghubung canai berkutub 3, 604/500 Volt Penghubung ujung kabel. 87 Keterangan: lemari-bagi-penerangan dengan: 4 penghubung-putar 15 A/250 A 4 patroon dari 6 A dan bidang- bidang-pas untuk bangunan ber- sama lemari-lubang dengan penghubung-canai berkutub 3, 60A/380V hubungan-ujung-kabel dan bidang-bidang-pas untuk bangunan bersama kabel time eras beans best pea LEMARI-BAGI-PENERANGAN Gambar 93b' Tabung paking untuk penghubung lE timbel karet dianyam.- Et cinctn texan By Cincin karet. PETI PEMBAGI (LICHT-VERDEELKASTEN) Pada zaman sekarang ini sebagai pangganti papan-papan pembagi biasa- nya orang memakai Almari-almari Penghubung dan Almari-almari Pembagi yang mana keduanya ini dapat disusun menjadi satu unit yang disebut Bateri- Almari, Almari-almari penghubung dan almari-almari pembagi terbuat daripada besi tuang, tetapi kadang-kadang ada yang terbuat daripada bahan isolasi, misalnya: Bakelit dalam almari ini ditempatkan keamanan-keamanan lebur, penghubung-penghubung, rel pembagi (tihat gambar). Almari-pembagi cahaya yang tergambar itu digunakan untuk 4 kelompok penerangan. Begitu juga pada baterai-almari ini terdapat almari penghubung yang kecil di mana didalamnya terdapat penghubung (sakelar) pokok untuk me- mutuskan tegangan dari pemasukkan. 88 Begitu juga pada baterai-almari ini terdapat almari penghubung yang kecil di mana di dalamnya terdapat penghubung (sakelar) pokok untuk me- mutuskan tegangan dari pemasukkan. Dengan pertolongan tabung-ujung-kabel (mof) yang di tempatkan di bawah saluran-saluran pipa ke kelompok-kelompok cahaya. Untuk pemasangan dalam ruangan-ruangan yang lembab dapatlah tutup- tutup lepas ini diberi ulir sekerup kalau kita memakai pipa sekerup atau sebuah mur-wartel (tabung paking) pada pemakaian kabel timbel urat karet. KETENTUAN MENGENAI PENEMPATAN ALAT-ALAT PEMERIKSAAN Untuk memudahkan pemeriksaan bagi para petugas dari perusahaan Listrik Negara tethadap pembacaan angka-angka yang terdapat pada alat pengukur KWH (KWH-meter) dan kemungkinan terhadap pelanggaran, maka ada satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan yakni: Letak (posisi) yang tepat daripada alat pemeriksa KWH atau KWH-meter. Untuk maksud tersebut diberikan petunjuk guna pelaksanaan pemasangan/penempatan antara lain: a. Hantaran dalam harus sependek mungkin b. Alat-alat pemeriksa sedapat mungkin dipasang diluar rumah tetapi harus terlindung dari hujan dan panas matahari. c. Pemasangan alat-alat pemeriksa tersebut dapat juga dipasang di beranda pavilyun. Andaikata ada permintaan dari fihak Konsumen tentang letak alat-alat pemeriksa dapat juga diperhatikan, tetapi l:endaknya harus disesuaikan de: ngan ketentuan-ketentuan di atas. Dalam keadaan bagaimanapun alat peng- ukur KWH itu tidak boleh dipasang di dalam kamar tidur, gudang atau kamar sepen (di'mana ada kemungkinan kita menyimpan barang-barang antara lain: Koper, sepeda, peti dan sebagainya, sehingga akan menyebabkan keadaan dalam mang/kamar itu menjadi gelap, dan ini akan menyulitkan si Petugas itu untuk melakukan pembacaan yang teliti. Penempatan alat pengukur/pemeriksa yang tepat sangatlah penting ter- utama untuk menghindari jika terjadi kebakaran, sehingga dengan mudah dapat memutuskan dengan segera aliran listrik di rumah tersebut. 89 Perencanaan Instalasi Listrik Pasal 400 Persyaratan Umum A. Ketentuan Unum 400.A.1 Rencana instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL ini dan peraturan lain yang tersebut dalam ayat 102.A.1. B. Ketentuan rencana instalasi listrik 400.B.1 Rencana instalasi listrik ialah berkas gambar rencana dan uraian teknik, yang digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik. 400.B.2 Rencana instalasi listrik harus dibuat dengan jelas, serta mudah di- baca dan difahami oleh para teknisi listrik. Untuk itu harus diikuti ketentuan dan standar yang berlaku. 400.B.3 Rencana instalasi listrik terdiri dari: 1) Gambar situasi, yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rencana penyam bungnya dengan sumber tenaga listrik. 2) +Gambar instalasi yang meliputi: a) Rencana tata letak yang menunjukkan dengan jelas tata letak per- lengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar motor listrik, PHB dan lain- lain. b) Rencana hubungan perlengkapan listrik dengan gawai pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan pengasut-. nya, dan dengan gawai pengatur kecepatannya yang merupakan se- bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir. c) Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir b) dan PHB yang bersangkutan, atau pemberian tanda (keterangan yang jelas) mengenai hubungan tersebut. Catatan: Gambar hubungan antara bagian-bagian sirkit akhir dan PHB yang bersangkutan, dalam banyak hal (terutama pada instalasi penerang- an) cenderung menjadi sangat rumit, karena itu diperkenankan menggunakan cars tanda ataupun keterangan, een ee 3) 4) 3) 6) 1 8) d) Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan listrik. Diagram garis tunggal, yang meliputi: a) Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran nominal komponennya; b) Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan pembagiannya; c) Sistem pembumian; d) Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai. Gambar rinci yang meliputi: a) Perkiraan ukuran fisik PHB; b) Cara pemasangan perlengkapan listrik; c) Cara pemasangan kabel; d) Cara kerja instalasi kendali. Catatan: Gambar rinci tersebut dapat juga diganti dan atau dilengkapi dengan keterangan atau uraian. Perhitungan teknis bila dianggap perlu, yang meliputi antara lain: a) Susut tegangan; b) Perbaikan faktor kerja; c) Beban terpasang dan kebutuhan maksimum; d) Arus hubung pendek dan daya hubung pendek; e) Tingkat penerangan. Tabel bahan instalasi, yang meliputi a) Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapan; b) Jumlah dan jenis perlengkapan bantil; c) Jumlah dan jenis PHB, d) Jumlah dan jenis armatur lampu. Uraian teknis, yang meliputi: a) Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara pe- masangannya; b) Cara pengujian; c) Jadwal waktu pelaksanaan. Perkiraan biaya 91 Pasal 410. Perhitungan Beban A. Cara menentukan kebutuhan maksimum 410.A.1 Kebutuhan maksimum dapat ditentukan dengan salah satu cara yang diuraikan di bawah ini. Instansi yang berwenang dapat menentukan cara yang mana yang harus digunakan, 1) Dengan perhitungan, seperti dikemukakan dalam Subpasal 410.B me- ngenai perhitungan kebutuhan maksimum pada rangkaian suplai dan cabang. 2) Dengan penaksiran, seperti dikemukakan dalam Subpasal: 410.C me- ngenai kebutuhan maksimum. 3) Dengan pengukuran atau pembatasan, seperti dikemukakan dalam ayat 410.D.1 mengenai pengukuran atau pembatasan’kebutuhan maksimum dari sirkit suplai dan cabang. -410.A.2 Selain ketentuan dalam ayat 410.A.1 harus dipenuhi pula hal ber- ikut: 1) Bila nilai kebutuhan maksimum, yang diperoleh dari pengukuran me- lampaui nilai yang diperoleh dari perhitungan atau penaksiran, maka nilai hasil pengukuran inilah yang diambil sebagai kebutuhan maksimum. 2) Bagi sirkit yan melayani sirkit akhir, yang diamankan dengan pemutus daya arus lebih yang disetel pada nilai tertentu, kebutuhan maksimum nya tidak boleh diambil lebih besar dari nilai penyetelan arus pemutus daya yang mengamankan sirkit akhir itu. B. Perhitungan kebutuhan maksimum 410.B.1 Penentuan kebutuhan maksimum suatu instalasi dengan perhitungan, pada dasarnya dilakukan dengan memperhatikan cara kerja beban dalam instalasi tersebut. Bila cara kerja beban dalam suatu instalasi tidak diketahui dengan pasti maka kebutuhan maksimum dihitung menurut ketentuan ayat 410.B.2 sampai dengan 410.B.8 sesuai dengan jenis perlengkapan dan instalasi yang melayaninya. Untuk menghitung kebutuhan maksimurh maka: 1) Beban yang dihubungkan pada setiap penghantar aktif harus diperhitung- kan secara terpisah. 2) Beban amatur lampu dan kotak kontak harus diperhitungkan sesuai dengan ketentuan ayat 410,F.1. 92 5 3. ‘Kecuali untuk hal-hal yang tercantum dalam ayat 410,B.2, perhitungan kebutuhan maksimum harus dilakukan dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh dari perhitungan yang dilakukan menurut ayat 410.B.3 sampai dengan 410.B.8 sesuai dengan keperluan masing-masing. Catatan: Kebutuhan maksimum suatu instalasi dalam tempat ibadah, gedung umum, sekolah dan kompleks rekreasi tiak dicakup secara khusus dalam peraturan ini, karena pembebasan instalasi di tempat ini sangat berbeda dengan di tempat lain. Meskipun beberapa aspek dari peraturan ini digunakan sebagai pegangan, kebutuhan maksimum instalasi di tempat ter- sebut di atas harus diperhatikan secara khusus. 410.B.2 Instalasi rumah tunggal dan bangunan rumah petak. Bagi instalasi rumah tunggal dan bangunan rumah petak, perhitungan ke- butuhan maksimum dapat dilaksanakan sesuai dengan tabel 410-1 (perhati- kan “catatan” pada Tabel 410-1). Tabel 410-1 Kebutuhan maksimum instalasi rumah tunggal dan bangunan rumah petak untuk perumahan (untuk perhitungan setiap fase dengan tegangan 220 V) 4 » 5 Kelompok be- ban A, Penerang- | 3 A untuk 1— andiluar | 20 titik, + 2A kelompok | untuk setiap 20 titik tam- bahan atau vagian dari- padanya 93 B 1) KKB, KKK dan perleng- kapan ma- gun di luar C, D, E dan F yang tidak] lebih dari 16A satu atau lebih KKB 2OAt+5A per petak a ¥% beban ter- 15 A total pasang, % beban E Pemanas 1/3 beban e A ae 7 A per pe air sesaat | terpasang F Pemanas air konti- nyu, ter- masuk ” *pema- nas ce- pat” Arus beban 6A per 6A per penuh petak petak 100 A+ 0,8 A per petak 100 A + 0,8 A per petak Beban yang tidak ada hubungannya dengan unit rumah tunggal ter- Pasang pada setiap fase (penerangan umum, tempat cuci umum, lift dan lain-lain), 1) Penerang| rangan luar tempat re- nang, tenis dil dari satu xumah tunggal 2) Pene- rangan daerah umum, ter- masuk tem- Pat rekreasi atau tempat main dari suatu kom- pleks rumah % deban terpasang Arus beban | Arus beban|Arus beban penuh penuh penuh % beban ter- pasang K 2) Peran- | Tak ada nilai tipe- | perkiraan ke- mgnas_j butuhan mak- Tuang cuci, |simum ketel pen- cuci L Lif Sesuai Ayat Tidak ada penilaian untuk perhitung- 410,B.5 an kebutuhan maksimum. Ukuran sirkit cabang sesuai Ayat 410.B.3. ———++ Sesuai ayat sesuai Ayat 410,B.3 410.B3 Peranti lis- | Beban terpa- trik terma- | sang 5A atau Beban terpasang 10A atau kurang; tidak ada penilaian untuk perhitung- suk KKK | kurang, tidak an kebutuhan maksimum. yang tidak | ada penilaian termasuk | untuk perhi- kelompok | tungan kebu- As/dMdi | tuhan maksi mesin las, | lengkap harus serahkan kepada instansi berwenang Pemancar | diserahkan ke- | atau ahli yang menentukan kebutuh- radio, X- pada instansi an maksimum. ray dll. . berwenang/ ahli yang me- nentukan ke- butuhan maksi- mum Catatan: 1) Dalam menggunakan Tabel 410-1, untuk menentukan kebutuhan maksi- mum setiap fase dari suatu instalasi, maka jumlahkanlah nilai-nilai yang diperoieh dengan menggunakan ketentuan yang sesuai pada kolom 2, 3 dan seterusnya, sesuai dengan jenis instalasi dari kelompok beban A, B, dan seterusnya pada kolom 1. = ensomae atas, misal- | mum nya tung- rae He ku keramik, atas 5A data atas 10 A : data lengkap harus di- 2) Untuk suplai dengan fase banyak, sebaiknya diusahakan agar pembeban- an fase semerata mungkin, antara lain dengan membagi jumlah rumah dengan jumlah fase dari sistem suplai, Misal: Sistem fase tiga 16 ru- mah, fase ke 1 dan ke 2 masing-masing 5 rumah fase ke 3 : 6 rumah, merupakan fase yang paling besar bebannya. 3) Bila dalam suatu instalasi, hanya sebagian saja dari rumah-rumah yang mempunyai perlengkapan listrik yang tersambung tetap, (misalnya dzpur listrik) maka jumlah masing-masing perlengkapan listrik yang sejenis dibagi antara fase-fase yang ada, dan kebutuhan maksimum ditentukan seperti pada contoh 2 perhitungan instalasi. 4) Pemanas air yang kontinu, mencakup juga pemanas air dengan tandoan (termasuk pemanas cepat), tetapi tidak mencakup pemanas air yang bekerja pada beban puncak, seperti yang tercantum pada catatan (5) di bawah ini, dan juga tidak mencakup pemanas air sesaat dengan elemen pemanas yang berkemampuan lebih dari 500 VA per 5 liter. 5) Kotak kontak biasa (KKB) yang terletak di tempat pencucian tetapi ter- sambung pada instalasi masing-masing rumah diperhitungkan dalam ke- lompok B. 6) Pada perhitungan beban maksimumn rumah tunggal, beban yang inter- miten dianggap sebagai beban yang terus menerus. 410.B.3 Hotel, rumah sewa, rumah sakit, asrama. : % dari beban terpasang Beban penuh dari beban yang terbesar, ditambah dengan sete- ngah beban penuh dari perleng- kapan lainnya. 1) Penerangan 2) Peranti pemanas dan peranti masak yang pegun, termasuk pemanas air yang tidak terma- suk dalam Ayat 410.B.6 dan kotak kontak khusus 3) Kotak kontak biasa dalam ba- Kapasitas penuh dari kotak kon- ngunan atau bagian bangunan tak dengan arus kerja terbesar di- yang dilengkapi dengan pema- tambah dengan 200 VA untuk nas atau pendingin permanen setiap kotak kontak lainnya (KKB maksimum 16 A) 97 4) Kotak kontak biasa di luar bu. tir 3) 5) Motor (bukan motor lif) Kapasitas penuh dari kotak kon- tak dengan kemampuan terbesar, ditambah dengan setengah kapa- sitas dari kotak kontak yang la- innya yang ada di ruang utama seperti ruang makan, ruang du duk, ruang bilyar dan kantor di- tambah dengan dua per lima dari kapasitas kotak kontak lain- nya. Arus beban penuh motor terbe- sar ditambah setengah arus be- ban penuh semua motor lainnya. 410.B.4 Pabrik, toko, warung, kantor dan kompleks perdagangan 1) Penerangan 2) Peranti masak pegun 3) Peranti pemanas dan peranti daya yang pegun, diluar mesin las, motor, peranti masak dan pemanas air disebut pada Ayat 410.B.6 4) Kotak kontak biasa (maksi- mum 16 A) dalam bangunan atau bagian bangunan yang di- lengkapi dengan perlengkapan pemanas dan pendingin yang pegun 98 Sembilan per sepuluh dari beban terpasang. Beban penuh peranti terbesar, ditambah dengan tiga per empat beban penuh peranti terbesar kedua, ditambah setengah beban peralatan lainnya. Beban penuh dari peranti terbe- sar ditambah dengan tiga per- empat penuh peranti lainnya. Beban penuh kotak kontak dengan kapasitas terbesar, di- tambah 200 VA untuk setiap kotak kontak yang lainnya 5) Kotak kontak biasa (di luar yang tercantum di butir 4) dan kotak kontak lainnya Beban penuh kotak kontak dengan arus kerja terbesar, di- tambah dengan tiga per empat kemampuan arus kotak kontak lainnya. 6) Motor (bukaa lif) Beban penuh motor terbesar di- tambah tiga per empat beban penuh motor terbesar kedua, ditambah setengah beban pe- nuh semua motor lainnya, E. Kebutuhan maksimum sirkit akhir 410.E.1 Menyimpang dari Ayat 410.E.2 dan Subpasal 410.F, instalasi yang berwenang dapat menaksir kebutuhan maksimum suatu sirkit terakhir, bila keadaan adalah demikian rupa sehingga sirkit akhir ini dapat mengalami pembebanan lebih untuk waktu yang lama, dengan adanya penyambungan perlengkapan yang permanen pada kotak kontak biasa. 410.E.2 Penentuan kebutuhan maksimum dengan arus nominal pemutus daya. Selain dengan cara yang ditentukan dalam Subpasal-410.F, kebutuhan maksimum suatu sitkit akhir yang diamankan dengan pemutus daya dapat ditentukan sebesar nilai arus nominal pemutus daya yang imempunyai pe- nyetelan tetap, atau sebesar nilai penyetelan suatu pemutus daya yang arus kerjanya dapat disetel, dengan syarat, peneraan dan penyetelan pemutus daya tersebut sesuai dengan ketentuan instansi yang berwenang. Pada suatu insta- lasi rumah, ketentuan di atas tidak beslaku untuk sirkit akhir yang diaman- kan dengan pemutus daya yang dihubungkan pada suatu perlengkapan yang kebutuhan maksimumnya ditetapkan sesuai dengan Ayat 410.F.2. Bilamana menurut Ayat 412.C.4 untuk sirkit motor dan mesin las, harus dipasang suatu pemutus daya yang mempunyai arus nominal atau penyetelan arus yang lebih besar daripada kemampuan arus penghantar yang dilindunginya, maka arus nominal atau arus penyetelan pemutus daya itu tidak boleh ditetapkan sebagai kebutuhan maksimum sirkit tersebut (lihat Ayat 412.A.1 dan 412.C.1 yang memberikan perincian mengenai jumlah titik beban untuk setiap sirkit dalam macam-macam kendisi). F. Sirkit akhir yang diamankan dengan Pengaman lebur atau pemutus daya 410.F.1 Kebutuhan maksimum untuk fiting lampu dan kotak kontak kecuali seperti diuraikan dalam Ayat 410.F.2 sampai dengan 410.F.6, kebutuhan maksimum ditetapkan sebagai arus dari beban penuh terpasang. Dalam menghitung pembebanan seperti itu, kemampuan armatur, fiting Jampu dan kotak kontak harus dihitung sebagai berikut: J) Lampu pijar Untuk fiting lampu pijar, kebutuhan maksimum diambil 60 watt atau VA yang sesungguhnya dari lampu yang akan dipasang, bergantung pada mana yang lebih besar, kecuali bila fiting lampu membatasi watt Jampu yang dapat dipasang padanya kurang dari 60 watt. Untuk armatur yang terdiri atas banyak lampu pijar, kebutuhan maksimum setiap fiting lampu hams ditentukan dengan cara seperti di atas, Untuk lampu pijar besar watt sama dengan besar voltampere. 2) Lampu TL Untuk lampu TL, kebutuhan maksimum ditetapkan sebagai arus beban penuh terpasang, yaitu VA sesungguhnya yang diambil dari sumber oleh perlengkapan penerangan, termasuk semua Jengkapan bantu seperti balas, kapasitor dan lain-lain. 3) Kotak kontak biasa (KKB) Untuk KKB, kebutuhan maksimum diambil 200 VA atau 200 VA per fase untuk kotak kontak dengan kemampuan setinggi-tingginya 16A atau 16A per fase. Untuk kotak kontak yang kemampuannya lebih dari 16A atau 16 A per fase berlaku ayat 410.F.3 4) Kotak kontak khusus (KKK, } Untuk KKK, kebutyhan maksimum ditentukan sebesar VA sebenarnya dari lampu atau perlengkapan listrik yang akan dihubungkan pada kotak kontak tersebut, dengan syarat kotak kontak tersebut dimaksud hanya untuk mensuplai lampu atau perlengkapan listrik tersebut. 410.F.2 Sirkit yang dihubungkan hanya dengan satu perlengkapan kecuali bila dicakup dalam pasal-atau ayat lain, sirkit akhir yang dihubungkan hanya dengan satu perlengkapan listrik, kebutuhan maksimumnya hanus ditentukan sebesar- beban penuh yang sesungguhnya dari perlengkapan tersebut. Untuk 100 4 ee ee dapur listrik, atau peranti pemasak yang dipasang di suatu instalasi rumah, kebutuhan maksimum per fase adalah sebagai berikut: (untuk tegangan 220 V), yaitu: — Untuk beban penuh per fase tidak lebih dari 5 KW... . 15 A (3300VA) — Untuk beban penuh per fase tidak lebih dari 5 KW tetapi tidak lebih dari 7,5 KW....20.A (4400 VA) ~ Untuk beban penuh per fase lebih dari 7,5 KW tetapi tidak lebih dari 13 KW....30A (6600 VA) — Untuk beban penuh per fase lebih dari 13 KW... . 35 A(7700 VA) 410.F.3 Kotak kontak dengan arus nominal lebih dari 16A kecuali bila ter- cakup dalam pasal 411, kemampuan arus yang ditetapkan untuk suatu kotak kontak dengan arus nominal yang lebih dari 16 A atau 16 A per fase arus nominal seperti tertera pada kotak kontak tersebut. Di samping syarat dalam pasal 411, maka pada sirkit akhir, dengan penghantar yang berukuran sesuai dan kurang dari 4 mm?, boleh dihubungkan lebih dari satu buah kotak kontak yang mempunyai arus nominal lebih dari 16 A tetapi tidak lebih dari 25 A. 410.F.4 Perlengkapan yang saling berkaitan Bila suatu sirkit akhir melayani lebih dari satu perlengkapan listrik yang saling berkaitan sehingga hanye kombinasi tertentu dapat dihubungkan pada suatu saat, maka kebutuhan maksimum dari sirkit akhir tersebut dapat ditetapkan sebagai kebutuhan maksimum yang terbesar yang dapat diperoleh dari beberapa kombinasi yang mungkin, 410.F.5 KKB dalam instalasi bukan instalasi rumah Sesuai dengan kolom 7, 8, 9 dari Tabel 411-1, tiga buah KKB dengan arus nominal lebih dari 16 A boleh dihubungkan pada sirkit akhir dengan peng- hantar ukuran 4 mm?, tetapi kebutuhan maksimum dari sirkit tersebut harus diambil sebesar 20 A. Catatan: Dalam keadaan tersebut dimaksudkan bahwa KKB termasuk tidak akan digunakan bersamaan schingga jumlah bebannya tidak akan melebihi 20 A. 410.F.6 Perlengkapan yang mempunyai pembebanan singkat atau inter- minten Bila daur tugas dari suatu perlengkapan mempunyai pembebanan singkat atau 101 intermiten, maka dapat ditentukan suatu arus kerja konstan yang ekivalen. dan berdasarkan arus kerja ini ditentukan ukuran penghantar yang diperiv kan dan kebutuhan maksimumnya (ihat pasal 711). (a) tanpa 30