Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara adidaya merupakan salah satu
Negara maju yang perekonomian negaranya mampu menguasai ekonomi dunia.
Secara politik, Amerika Serikat merupakan negara demokrasi konstitusional dengan
sistem three-tier dimana terdapat tiga peringkat yaitu nasional, negara bagian, dan
pemerintahan lokal. Amerika Serikat menggunakan sistem federalisme dimana
terdapat negara pusat dan negara bagian yang saling berbagi kekuasaan. Secara
ekonomi, Amerika Serikat menganut sistem ekonomi kapitalis yang memberikan
kebebasan seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk melakukan usaha.
Ekonomi merupakan sistem produksi dan konsumsi yang dialokasikan
berdasarkan pertukaran oleh produsen dan konsumen. Dalam hal ekonomi,
pemerintah Amerika Serikat bertindak sebagai regulator ekonomi. Ketika pembeli
memilih barang barang yang akan dibeli dalam sebuah toko dan membayarnya, itu
adalah salah satu dari sekian banyak bentuk transaksi ekonomi yang membangun
sebuah perekonomian (Petterson,2008:442)
1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana Sistem Ekonomi Amerika Serikat?


Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat?
Apa perbedaan ekonomi Amerika Serikat dan Indonesia?
Apa saja isu isu ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :


1. Agar mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris pada mata kuliah English
Cultural Background lebih memahami ekonomi Negara Amerika Serikat.
2. Agar Mahasiswa mampu menganalisa serta membedakan ekonomi yang ada
pada masing masing Negara.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Ekonomi Amerika Serikat
Saat ini perekonomian Amerika Serikat tetap menguasai dunia
dan berpengaruh terhadap perekonomian global. Salah satu bukti
kekuatan perekonomian Amerika adalah adanya mata uang Dolar

AS yang merupakan mata uang terbesar yang menjadi tolak ukur


nilai tukar terhadap mata uang lainnya di dunia. Tingginya nilai
dollar dibanding dengan nilai mata uang dari negara lainnya juga
termasuk salah satu hal yang mendorong penguatan sistem
perekonomian mereka. Selain itu kebijakan ekonomi pemerintah
Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perekonomian global.
Sistem perekonomian yang diterapkan di Amerika Serikat
adalah

Sistem

Kapitalis

dimana

Kapitalisme

mengharuskan

pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal


mungkin. Bebas berusaha dan kepercayaan diri adalah prinsipprinsip dasar dari kapitalisme. Banyak faktor yang menunjang
perekonomian Amerika Serikat menjadi maju dan kuat antara lain,
Amerika

mengembangankan

industrinya

dengan

sangat

baik

dimana berdiri pabrik-pabarik kelas dunia. Diantara 500 perusahaan


besar yang ada didunia sekitar 132 perusahaan berada di Amerika.
Di Amerika juga berkembang teknologi sangat sangat membantu
berjalannya produksi.
Amerika Serikat sering dijadikan simbol suatu negara penganut sistem
kapitalisme . Ciri sistem ini untuk beberapa dasawarsa mengalami perubahan
perubahan meskipun apa yang menjadi dasar dan kerangkanya tetap. Diawali dengan
konsep kapitalismeliberal klasik. Kemudian dipengaruhi pemikiran neo-kapitalisme
liberal, Keneysian dan sebagainya. Sesudah tahun 1940-an, perubahan dalam
kebijaksanaan ekonomi makro berdasarkan model John Maynard Keynes mulai
berpengaruh di Amerika. Sampai timbul banyak kritik terhadap kelemahan model
tersebut terutama di tahun 1960 -an.
Ciri-ciri Ekonomi Kapitalisme :

1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan alat-alat


produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha
yang dipandang baik bagi dirinya.
2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi
memberikan signal kepda produsen dan konsumen dalam bentuk hargaharga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. The
Invisible Hand yang mengatur perekonomian menjadi efisien. Motif yang
menggerakkan perekonomian mencari laba.
3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar
kepentingan sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan
zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Kebaikan Sistem Ekonomi Kapitalisme :
1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi
barang-barang.
2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan
segala hal yang terbaik dirinya.
3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang
diperlukan lebih kecil.
Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalisme :
1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan
persaingan monopolistik.
2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena
adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan
upah buruh dan lain-lain).

Perkembangan bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku.


Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini adalah: adanya spesialisasi,
adanya produksi massa, adanya perusahaan berskala besar, adanya perkembangan
penelitian
Sistem kapitalisme-liberal klasik berkiblat kepada pandangan Adam Smith
dan tokoh lain sehaluan, yang menekankan kemerdekaan setiap orang agar diberikan
kesempatan secara luas dan penuh dalam mencukupi kepentingannya. Pemerintah dan
masyarakat tidak diinginkan campur tangan, sesuai dengan semboyannya: Laissez
faire, laissez aller, laissez passer, le monde va de lui-meme (biarkan berbuat, biarkan
pergi atau berlangsung, biarkan terjadi, biarkan setiap orang berbuat sekehendak
hatinya). Dalam hal ini pemerintah diharapkan hanya semacam agen polisi.
Kemerdekaan individu dijunjung tinggi termasuk dalam bidang ekonomi. Pandanganpandangan tersebut secara keseluruhan berpengaruh terhadap penyusunan Deklarasi
Kemerdekaan dan Konstitusi Amerika Serikat (Petterson,2008:443)

2.2. Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi Amerika Serikat


Amerika Serikat merupakan negara yang mayoritas berbangsa Eropa, yang
negaranya berdiri di Benua Amerika. Amerika Serikat pada awalnya adalah daerah
koloni Inggris yang akhirnya merdeka pada tahun 1776 setelah melalui perang
kemerdekaan dengan Inggris. Setelah berhasil keluar dari ikatan Inggris, Amerika
Serikat berdiri sebagai sebuah negara berbangsa Eropa di Benua Amerika. Banyak
orang Amerika Serikat merasa takut bahwa akhir Perang Dunia II dan turunnya
pengeluaran militer akan membawa ekonomi ke massa-masa sulit seperti masa
Depresi Hebat. Namun sebaliknya, permintaan konsumen mendorong pertumbuhan
ekonomi yang sangat luas setelah Perang Dunia II ini. Namun, selama kurun waktu
1945-1960-an, perekonomian Amerika Serikat mengalami pasang-surut dalam
perkembangannya. 1
Perkembangan Ekonomi Amerika Serikat Pasca Perang (1945-1960)
Banyak orang Amerika merasa takut bahwa akhir Perang Dunia II dan
turunnya pengeluaran militer akan membawa ekonomi ke masa-masa sulit seperti
Depresi Hebat. Namun sebaliknya, permintaan konsumen mendorong pertumbuhan
ekonomi yang sanagat luas setelah Perang Dunia II ini. Industri mobil berhasil
kembali memproduksi mobil, dan industri-industri baru seperti penerbangan dan
elektronik berkembang cepat dan bertambah banyak. Perumahan berkembang, dipicu
sebagian mudahnya mendapatkan kredit jangka panjang bagi anggota militer, dan
menambah luasnya bsinis ini. GNP nasional meningkat dari $ 200.000 juta di tahun
1940 menjadi $ 300.000 juta di tahun 1960. Disaat yang sama, meningkatnya
kelahiran setelah perang, dikenal sebagai Baby Boom, menambah meningkatnya
konsumsi. Berangsur-angsur Amerika meningkat menjadi golongan menengah.
Kebutuhan

untuk

membuat

perlengkapan

perang

telah

mendorong

meningkatkan industri militer yang semakin kompleks (istilah yang sering digunakan
oleh Dwight D, Eisenhower, yang menjadi presiden pada tahun 1953-1961).
1 Gray and hofstadter, TT:205

Kebutuhan ini tidak menghilang dengan berakhirnya perang. Karena Tirai Besi telah
merambat keseluruh Eropa dan Amerika Serikat terlibat perang dingin dengan Uni
Soviet, pemerintah tetap mempertahankan kapasitas perang yang cukup besar dan
menanamkan investasi pada persenjataan yang canggih seperti bom hidrogen.
Bantuan ekonomi mengalir ke negara-negara Eropa yang rusak akibat perang
dibawah Marshall Plan, yang juga membantu mempertahankan pasar bagi barangbarang Amerika Serikat. Dan pemerintah sendiri juga menyadari perannya yang
penting dalam masalah-masalah ekonomi. UU Tenaga Kerja (Empolyment Act) tahun
1946 disebut sebagai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja,
produksi, dan daya beli.
Selama periode pasca perang ini, Amerika Serikat juga menyadari kebutuhan
untuk merestrukturisasi pengaturan sistem moneter internasional, mendorong lahirnya
Dana Moneter Internasional (International Monetary found, IMF) dan Bank Duniainstitusi yang dirancang untuk memastikan suatu perekonomian internasona yang
kapitalis.
Sementara itu, dunia bisnis memasuki periode yang ditandai dengan
konsolidasi. Perusahaan-perisahaan bergabung untuk menciptakan konglomerat besar
dan berdivrsifikasi. Sebagai contoh International Telephone and Telegraph membeli
Hotel Sheraton , Continental Banking, Asuransi Kebakaran Hartford, Avis Rent-aCar, dan perusahaan-perusahaan lain.
Angkatan kerja Amerika juga berkembang pesat. Selama dasawarsa 1950-an,
jumlah pekerja yang menyediakan jasa layanan bertambah, kemudian sama dan
bahkan melebihi jumlah manufaktur yang melebihi produk. Dan pada tahun 1956,
pekerja Amerika lebih banyak merupakan pekerja kerah putih daripada pekerja
kerah biru. Dalam waktu yang sama serikat-serikat pekerja memenangkan kontrak
kerja jangka panjang dan tunjangan lain bagi anggota-anggota mereka.
Sebaliknya bagi petani, mereka menghadapi masa-masa sulit. Peningkatan
produktivitas bermuara pada kelebihan produksi pertanian sementara sektor pertanian

menjadi bisnis besar. Pertanian-pertanian kecil milik keluarga merasa bertambah sulit
untuk bersaing, dan semakin lama banayak petani meninggalkan tanahnya. Akibatnya
jumlah orang Amerika yang bekerja di sektor pertanian kurun waktu 1947 sekitar
sebanyak 7,9 juta orang, mulai bergerak menurun di tahun 1988, pertanian di
Amerika hanya mempekerjakan 3,4 juta orang saja.
Orang-orang Amerika lainnya berkembang juga. Bertambahnya permintaan
terhadap rumah untuk keluarga tunggal dan meluasnya kepemilikan mobil
mendorong orang-orang Amerika pindah dari pusat-pusat kota ke daerah pinggiran.
Diiringi inovasi teknologi seperti ditemukannya air conditioner (AC) migrasi ini
mendorong tumbuhnya kota-kota lingkar, seperti Houston, Atlanta, Miami, dan
Phoenix, yang terletak dinegara bagian selatan dan barat daya. Sementara jalan-jalan
bebas hambatan yang disponsori pemerintah federal telah menciptakan akses yang
baik menuju pinggiran kota, pola bisnis juga telahh berubah. Pusat perbelanjaan
bertambah banyak, berkembang dari delapan di akhir Perang Dunia II menjadi 3.840
ditahun 1960. Banyak industri kemudian mengikuti meninggalkan kota menuju
daerah-daerah yang kurang kepadatannya.2
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah ekonomi jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan fenomena penting yang dialami dunia
hanya semenjak dua abad belakangan ini. Dalam periode tersebut dunia telah
mengalami perubahan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Pada masa sebelumnya kuda dan beberapa binatang peliharaan lain
merupakantenaga penarik bagi alat pengangkut yang utama. Pada masa ini keadaan
sudah sangat berbeda. Kemampuan manusia untuk pergi kebulan dan mewujudkan
komputer canggih merupakann contoh yang nyata dari betapa jauhnya manusia telah
mengalami kemajuan sejak dua atau tiga abad yang lalu.
Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia menimbulkan dua
efek penting yang sangat menggalakkan, yaitu (i) kemakmuran atau taraf hidup
2 Conte and karr, 1981:35-37

masyarakat makin meningkat, dan (ii) ia dapat menciptakan kesempatan kerja yang
baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya. Walau bagaimanapun,
sungguh menyedihkan untuk menyadari kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi
tersebut bukanlah sesuatu peristiwa yang terjadi di semua negara. Negara-negara di
Asia dan Afrika tidak menikmati sepenuhnya peningkatan pertumbuhan ekonomi
tersebut.
Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan
dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam
masyarakat bertambah. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai
masalah makro ekonomi

jangka panjang. Dari satu periode ke periode lainnya

kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat.
Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor produksi akan
selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan
menambah jumlah barang modal. Teknologi yang digunakan berkembang. Disamping
itu tenaga kerja bertambah sebagai akibat dari perkembangan penduduk, dan
pengalaman kerja dan pendidikan menambah keterampilan mereka.3
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka
panjang.4 Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk melihat keberhasilan
pembangunan dan merupakan syarat keharusan ( necessary condition) bagi penurunan
pengangguran . Adapun syarat kecukupannya ialah bahwa pertumbuhan ekonomi
tersebut efektif dalam mengurangi tingkat pengangguran. Artinya, pertumbuhan
tersebut hendaklah menyebar di setiap golongan pendapatan, termasuk di golongan
penduduk miskin. Secara langsung, hal ini berarti pertumbuhan itu perlu dipastikan
terjadi disektor-sektor dimana penduduk miskin bekerja yaitu sector pertanian atau
sector yang padat karya. Adapun secara tidak langsung, diperlukan pemerintah yang

3 Sadono sukirno, makro ekonomi


4 Boediono (2001: 35)

cukup efektif mendistribusikan manfaat pertumbuhan yang mungkin didapatkan dari


sektor modern seperti jasa yang padat modal
2.3.

Perbedaan Ekonomi Amerika dan Ekonomi Indonesia


2.3.1 Sistem Perekonomian Indonesia Berdasarkan Demokrasi Pancasila
Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya pernah

terjadi di Indonesia, maka menurut UUD45, sistem perekonomian pancasila


tercermin dalam pasal-pasal 23, 27, 33, dan 34. Sistem ekonomi yang diterapkan di
Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya terkandung demokrasi
ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh
dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah.
Demokrasi ekonomi menjadi dasar kehidupan perekonomian Indonesia dengan
ciri-ciri positif Demokrasi Pancasila dipilih, karena memiliki ciriciri positif yang
diantaranya adalah (Suroso, 1993) :
Ciri-ciri utama sistem ekonomi Indonesia:
Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945.
1. Perekonomian

disusun

sebagai

usaha

bersama

berdasar

atas

asas

kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasaioleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan
permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan
terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan pula.
5. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Sistem Perekonomian Indonesia sangat Menentang adanya sistem Free fight
liberalism, Etatisme, dan Monopoli.

Dengan demikian, di dalam perekonomian

Indonesia tidak mengijinkan adanya:

10

a) Free fight liberalism ialah adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali
sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah.
Dengan dampak semakin bertambah luasnya jurang pemisah kaya dan miskin.
b) Etatisme yaitu keikutsertaan pemerintahan yang terlalu dominan sehingga
mematikan motifasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan
c)

bersaing secara sehat.


Monopoli suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satukelompok
tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak
mengikuti keinginan sang monopoli
Sama seperti Amerika Serikat Indonesia memilki SDM dan

SDA

yang

sangat

kaya.

Namun

Indonesia

tidak

dapat

memanfaatkanya sdengan maksimal. Hal yang patut dicontoh dari


perekonomian

Amerika

adalah

pengembangan

daerah-daerah

industri, pengembangan teknologi, menciptakan sumber daya


manusia yang berkualitas, dan etos kerja yang baik.
Bukan sistem perekonomian kapitalis yang patut dicontoh.
Sebab Indonesia memiliki sistem perekonomian sendiri yakni Sistem
Perekonomian

Pacasila.

Ekonomi

Pancasila,

dengan

nilai

kemanusiaan yang adil dan beradab, menghormati martabat


kemanusiaan serta hak dan kewajiban asasi manusia dalam
kehidupan ekonomi. Dalam ekonomi Pancasila dengan demikian
tidak dikenal economic animal,yang satu memangsa yang lain.
Ekonomi Pancasila berakar di bumi Indonesia. Meskipun ekonomi
dunia sudah menyatu, pasar sudah menjadi global, namun selama
masih ada bangsa dan negara Indonesia, maka ekonomi Indonesia
tetap

diabdikan

Indonesia.

bagi

kesejahteraan

dan

kemajuan

bangsa

Dampak terhadap kesejahteraan rakyat pun akan

terwujudkan jika sistem ekonomi Pancasila yang kita anut itu dapat
berjalan dengan benar.

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Amerika Serikat dengan ideologi kapitalisnya dapat berjaya menjadi negara
adikuasa atau negara adidaya di dunia.Ideologi kapitalisme telah mengangkat citra
Amerika sebagai negara superpower.

.Amerika menjadi negara sekuler yang

menjamin warganya dalam hal kebebasan beragamasehingga peradaban Amerika


yang dibangun dengan landasan sekulerisme tidak membolehkan agama ikut
mengatur urusan publik. Amerika menjadi negara sekuler yang menjamin warganya
dalam hal kebebasan beragamasehingga peradaban Amerika yang dibangun dengan
landasan sekulerisme tidak membolehkan agama ikut mengatur urusan publik.
Peradaban Amerika disebut sebagai peradaban kapitalisme, karena negara menjamin
kebebasan setiap warganya dalam hal milik. Setiap orang berhak memiliki,
menimbun, meraih materi dengan cara apa pun. Negara tidak berhak membatasi
kepemilikan materi dari warganya.Dari kebebasan hak milik inilah muncul sistem
ekonomi kapitalis.Oleh karena itu, peradaban Amerika disebut sebagai kapitalis yang
berlandaskan pada materi.Pandangan hidup yang dibangun oleh peradaban kapitalis
bersifat pragmatis, karena yang dijadikan pertimbangan untuk melakukan atau tidak
melakukan adalah asas manfaat atau berdasarkan untung dan rugi
3.2 Saran

12

Pemerintah Indonesia dapat menjadikan perekonomian Amerika


menjadi

panutan

dalam

pengembangan

industri,

teknologi,

penciptaan SDM yang berkualitas dan etos kerja yang baik. Dengan
berbagai hal tersebut akan dapat menjadikan perekonomian
Indonesia

menjadi

lebih

berkembang

lagi.

Bukan

sistem

perekonomian kapitalis yang dijadikan contoh.

Daftar Lampiran
Isu isu ekonomi yang ada di Amerika Serikat

Waspadai Penguatan Dolar AS


Lebih Tajam
By Siska Amelie F Deil on 28 Mei
2015 at
11:54 WIB
Liputan6.com, New York Setelah dua bulan meredup, dolar
Amerika Serikat (AS) tampak kembali
melanjutkan penguatannya dan kali ini
tampak lebih perkasa.Sejak pekan lalu,
nilai tukar dolar AS telah menguat
hingga hampir dua persen. Melansir
laman CNBC, Kamis (28/5/2015),
sejumlah pakar strategi valuta asing
merasa, dolar AS akan berbalik dan
mulai memimpin kembali didorong
prospek
kenaikan
suku
bunga
AS."Saya rasa pasar keuangan tengah
tergesa-gesa memburu dolar kembali
dan pasar valas akan mengejar isu
suku bunga kembali," kata ahli strategi
di BNP Paribas,Vassili Serebriakov.

Penguatan dolar AS menjadi


kekhawatiran lantaran penguatan dolar
akan semakin
tinggi dibandingkan yang sebelumnya
pernah terjadi. Serebriakov dan pakar
strategi lain mengatakan pergerakan
dolar dapat ditentukan dalam beberapa
hari
ke depan dengan adanya berbagai
kejadian penting. Tak lama lagi, pada 5
Juni, AS
akan mengumumkan laporan tenaga
kerja pada Mei. "Dolar AS sempat
melemah selama dua bulan dan lihat
apa yang terjadi sekarang. Euro
melemah enam sen dalam tujuh sesi,"
kata Chief Currency Strategist di
Brown Brothers Harriman, Marc
Chandler.Dia mengatakan, berbagai
alasan penguatan dolar AS termasuk
keputusan Bank
Sentral
Eropa
untuk
meningkatkan
dana
stimulusnya.
Ditambah pernyataan Gubernur The
Fed Janet Yellen dan Vice Chairman

13

The Fed Stanley Fischer tentang


potensi kenaikan suku bunga AS.
"Pekan depan akan menjadi induk dari
berbagai pekan di pasar keuangan.
Terdapat pertemuan pejabat Bank
Sentral AS, laporan data tenaga kerja
AS, pertemuan OPEC, dan rapat Bank
Sentral Australia. Ada juga batas
pembayaran utang Yunani," tutur
Chandler.
Dolar dapat menguat lebih
perkasa dalam berbagai kegiatan
tersebut seperti saat merespons data
laporan tenaga kerja AS pekan depan.
Jika laporan tenaga kerja cukup solid,
dolar memang akan menguat lantaran
para pedagang berspekulasi ekonomi
AS sudah cukup kuat untuk menaikkan
suku bunga.

Managing Director Foreign


Exchange Strategy di BK Asset
Management Boris
Shclossberg
mengatakan,
Yellen
merupakan faktor utama pendorong
penguatandolar AS. "Dia satu-satunya
yang penting. Pimpinan The Fed itu
mengatakan, ya, mungkin kami akan
menaikkan suku bunga sebelum akhir
tahun. Tapi pada dasarnya dia
mengatakan, ini hanya soal waktu
demi melihat data yang positif, kami
siapmenaikkan suku bunga," ujar
Shclossberg. (Sis/Ahm)

14

Indonesia Tak Perlu Khawatir

China terus melambat, dampak ke

dengan Ekonomi AS

Indonesia akan lebih terasa," ujarnya

By Septian Deny on 28 Apr 2015 at

di Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Selasa


(28/4/2015). Dia menjelaskan, selama

17:45 WIB

ini 60 persen ekspor Indonesia masih


Liputan6.com, Jakarta - Indonesia
dinilai tidak perlu khawatir dengan
kondisiperekonomian

di

Amerika

Serikat (AS). Pasalnya, ekonomi di


negeri Paman Samtersebut tidak akan
terlalu berdampak pada Indonesia.
Managing Director Senior Country
Officer JP Morgan Indonesia Haryanto
T Budiman mengatakan, Indonesia
justru harus waspada pada kondisi
perekonomian di China. Ini karena
negeri tirai bambu tersebut menjadi
pasar

utama

ekspor

komoditas

Indonesia. "Dampak dari Amerika itu


ada, tetapi bagaimana pertumbuhan

berupa komoditas,
dan komoditas ini sebenarnya tidak
tergantung pada nilai tukar rupiah
terhadap dolar. "Jadi nilai tukar rupiah
berapa pun tidak ada dampaknya pada
harga

komoditas.

Komoditas

tergantung pada suplai dan permintaan


komoditas tersebut di dunia. Kalau
permintaannya
sendirinya
terlepas

turun,

harganya
nilai

dengan

akan

tukarnya

turun
berapa,"

lanjutnya.
Haryanto
anggapan
pelemahan

yang

juga

menyatakan,

menyebut

rupiah

yang

bahwa
terjadi

perekonomian China. Karena kalau


15

belakangan ini mampu mendorong

"Kalau pelemahan rupiah dinilai bagus

ekspor merupakan anggapan yang

untuk menggenjot ekspor, itu betul

salah. Pasalnya kinerja ekspor tidak

secara teori, tetapi ini tidak semudah

hanya mengandalkan nilai tukar saja.

membalik telapak tangan," tandasnya.


(Dny/Ndw)

Bank

Indonesia

(BI)

Bos BI Sebut Ekonomi AS

menyatakan dolar menguat terhadap

Perkasa Picu Rupiah

mata uang global


termasuk rupiah karena faktor luar

Terpuruk
By Fiki Ariyanti on 05 Okt 2014 at
12:07 WIB

dari

dalam

sehingga

Liputan6.com, Jakarta - Nilai


tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat (AS) terus lunglai. Sejak rapat
FOMC

terkait

tingkat

suku

rencana
bunga

kenaikan

acuan

dan

perbaikan ekonomi di AS menekan


kurs seluruh mata uang regional,
termasuk

negeri. "Banyak faktor yang berperan

Indonesia.

Belum

ada

sentimen positif baik dari dalam


maupun luar negeri yang mampu
mengangkat rupiah kembali ke titik
yang lebih baik.

nilai

maupun

luar

menyebabkan

tukar

mata

negeri

pelemahan

uang

regional,

termasuk rupiah. Faktor Ekonomi AS


Pulih, Bursa Saham Asia Perkasa
Data

Perumahan

Membaik,

AS

Kembali Percaya Diri luar negeri


sangat dominan terutama penguatan
ekonomi AS dan perkiraan kenaikan
suku bunga AS," ujar Gubernur Bank
Indonesia Agus Martowardojo saat
berkurban di Kompleks Perumahan
Karyawan Bank Mandiri, Jakarta,
Minggu (5/10/2014).
Dia
domestik

menambahkan,
ikut

berperan

faktor
dalam

16

tergoleknya nilai tukar rupiah terhadap

pelaksanaan reformasi struktural di

dolar AS. "Ada faktor gejolak politik

Indonesia. Salah satu agendanya tentu

dan

neraca

penyikapan terkait impor BBM yang

mencatatkan

banyak menekan fiskal Indonesia,"

melemahnya

perdagangan

kembali

yang

defisit," kata Agus. Menurut Agus, ini


merupakan pekerjaan rumah BI dan
seluruh

pihak

Berdasarkan kurs tengah Bank

bersama

Indonesia (BI), nilai tukar rupiah

memperbaiki fundamental ekonomi

melemah menjadi 12.144 per dolar

Indonesia. Salah satunya menekan

Adari periode Kamis 2 Oktober 2014

impor bahan bakar minyak (BBM).

di level 12.136 per dolar AS.

"Menjaga

(Fik/Ahm)

dan

untuk

tandasnya.

konsisten

terhadap

17

Daftar Pustaka

Patterson, Thomas E. & Halter, Gary M. 2008. The American Democracy 8th edition.
McGraw-Hill Companies, Inc.
North, Douglass C. 2007. Government and The American Economy a New History.
Chicago : The University of Chicago Press
Walton, Gary M. & Rockoff Hugh. 2005. History of the American Economy 11th
Edition. Canada : Nelson Education Ltd.
http://liputan6.com/