Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring meningkatnya perkembangan teknologi, kebutuhan indutri
semakin meningkat. Sehingga perkembangan industri di Indonesia diharapakan
akan mengalami peningkatan baik dari segi teknologi, maupun proses dalam
menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satunya adalah
industri berbasis teknologi polimer. Polimer didefinisikan sebagai substansi yang
terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu
unit monomer. Manusia sudah berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk
minyak, aspal, damar, dan permen karet. Polimer sebagai makromolekul yang
dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana yang setara
dengan monomer, yaitu bahan pembuat polimer. Akibatnya, molekul-molekul
polimer umumnya mempunyai massa molekul yang sangat besar. Pada umumnya
polimer dikenal sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau isolator.
Sehingga kemajuan dalam riset polimer telah menemukan berbagai polimer yang
bersifat konduktif maupun semikonduktif.
Istilah polimer berasal dari bahasa yunani, polys = banyak dan meros =
bagian, yang berarti banyak bagian atau banyak monomer. polimer mempunyai
massa molekul relatif yang sangat besar, yaitu sekitar 500-10.000 kali berat
molekul unit ulangnya. Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang
panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut
monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada
juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan
DNA.Manusia sudah berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk minyak,
aspal, damar, dan permen karet. Tapi industri polimer modern baru mulai
berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear
berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang
dikenal sebagai vulkanisasi. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik
keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya

vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon pada tahun 1930-an yang memulai
ledakan dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang.
Polivinil alkohol merupakan polimer yang digunakan sebagai bahan
baku pada industri bahan perekat (adesif), protective colloid, dan kertas. Selain
itu polivinil alkohol dibutuhkan sebagai bahan pembantu pada industri
tekstil, pestisida, kosmetik, serta pupuk. Polivinil alkohol dapat diproduksi
dari hidrolisis berbagai macam polivinil ester misalnya polivinil asetat,
polivinil format, polivinil benzoat, dan dari polivinil benzoat serta hidrolisis
dari polivinil eter. Namun, secara umum, polivinil alkohol yang beredar di
pasaran diproduksi dengan c ara hidrolisis polivinil asetat. Proses produksi
polivinil alkohol dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu polimerisasi vinil
asetat m onomer dengan inisiator azobisisobutironitril kemudian bagian kedua
adalah hidrolisis dari polivinil asetat menjadi polivinil alkohol.
1.2 Rumusan Masalah
Berikut adalah rumusan masalah pada makalah ini:
1. Bagaimana sejarah dari poli vinil alkohol?
2. Apa saja klasifikasi karakteristik dari poli vinil alkohol?
3. Apa saja manfaat dari poli vinil alkohol?
4. Bagaimana proses pembuatan poli vinil alkohol?
5. Apa saja teknologi yang digunakan dalam proses pembuatan poli vinil
alkohol?
1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah:
1. Mengetahui sejarah dari poli vinil alkohol.
2. Mengetahui karakteristik dan menjelaskan klasifikasi dari poli vinil alkohol.
3. Mengetahui manfaat dari poli vinil alkohol.
4. Manjelaskan proses pembuatan poli vinil alkohol.
5. Mengetahui teknologi yang digunakan dalam proses pembuatan poli vinil
alkohol.

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah pada makalah ini adalah hanya menjelaskan tentang poli
vinil alkohol baik dari pembuatan, manfaat, karakteristik, klasifikasi, teknologi
pembuatan, maupun pengetahuan lain yang bias dijadikan penunjang tentang
poliakrilonitril.
1.5 Manfaat
Manfaat dari makalah adalah agar dapat mengetahui pembuatan poli vinil
alkohol sebagai salah satu dari teknologi polimer. Disamping itu dengaqn
mengetahui porses pembuatan poli vinil alkohol ini, dapat dijadikan sebagai ilmu
pengetahuan untuk bekerja di dunia industri nantinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian dan Sejarah Poli Vinil Alkohol

2.2

Klasifikasi dan Karakteristik Poli Vinil Alkohol

Polivinil alkohol merupakan suatu material yang dibuat melalui proses


alkoholisis dari polivinil asetat (PVAc). Polivinil alkohol memiliki sifat tidak
berwarna, padatan termoplastik yang tidak larut pada sebagian besar pelarut
organik dan minyak, tetapi larut dalam air bila jumlah dari gugus hidroksil
dari polimer tersebut cukup tinggi (Harper & Petrie 2003). Polivinil alkohol
memiliki permeabilitas uap air terendah dari semua polimer komersial tetapi
sensitivitas airnya telah membatasi penggunaannya (Beswick & Dunn 2002).
Wujud dari polivinil alkohol berupa serbuk ( powder) berwarna putih dan
memiliki densitas 1,2000-1,3020 g/cm3 serta dapat larut dalam air pada suhu 80
oC (Sheftel 2000).
2.3

Manfaat dan Kegunaan Poli Vini Alkohol

Secara komersial, polivinil alkohol adalah plastik yang paling penting dalam
pembuatan film yang dapat larut dalam air. Hal ini ditandai dengan
kemampuannya dalam pembentukan film, pengemulsi, dan sifat adesifnya.
Polivinil alkohol memiliki kekuatan tarik yang tinggi, fleksibilitas yang baik, dan
sifat penghalang oksigen yang baik (Ogur 2005). Aplikasi dari polivinil
alkohol sudah

meliputi

banyak

bidang.

Hodgkins

&

Taylor

(2000)

melaporkan polivinil alkohol banyak diaplikasikan dalam bidang kesehatan


( biomedical), bahan pembuat deterjen, lem dan film . Lin & Ku (2008)
melaporkan polivinil alkohol banyak digunakan dalam pengolahan tekstil
pada pembuatan nilon dan dalam pembuatan serat sebagai bahan baku untuk
produksi serat polivinil alkohol.

Polivinil alkohol juga diaplikasikan sebagai bahan sekali pakai. Salah satu
pemanfaatannya sebagai bahan sekali pakai adalah aplikasi polivinil alkohol pada
kantong kotoran hewan yang akan terurai setelah dibuang. Selain itu,
polivinil alkohol juga dapat diaplikasikan pada bola golf, sehingga pegolf
tidak perlu mencari bolanya setelah dipukul karena bola tersebut akan terurai
di alam. Polivinil alkohol dalam industri pangan digunakan sebagai bahan
pelapis karena sifatnya kedap terhadap uap air. Polivinil alkohol mampu
menjaga komponen aktif dan bahan lainnya yang terkandung di dalam bahan
dari kontak dengan oksigen (Ogur 2005).
Polivinil

alkohol

memiliki

berbagai

aplikasi

dalam

makanan

industri sebagai agen mengikat dan pelapis. Poli vinyl alkohol digunakan sebagai
coating agent yang berfungsi untuk menahan kelembaban/ perlindungan yang
diperlukan. Sebagai komponen dari formula pelapis tablet yang biasa digunakan
untuk produk tablet suplemen makanan. Polivinil alkohol melindungi bahan aktif
dari kelembaban, oksigen dan komponen lingkungan lainnya, sementara secara
bersamaan menjaga rasa dan baunya.
2.4

Proses Pembuatan Poli Vinil Alkohol


Berbeda dari senyawa polimer pada umumnya yang diproduksi melalui

reaksi polimerisasi, poli(vinil alkohol) diproduksi secara komersial melalui


hidrolisis poli(vinil asetat) dengan alkohol karena monomer dari vinil
alkohol tidak dapat dipolimerisasi secara alami menjadi PVA (Kirk-Othme r,
1982). Produk PVA dijumpai sebagai kopolimer dari vinil asetat dan vinil
alkohol. Rumus struktur polivinil alkohol dengan kopolimer vinil asetat
dijabarkan pada gambar 1.2.