Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan bimbingan dan pertolongannya sehingga dalam
penulisan Laporan Praktikum ini bisa berjalan dengan lancar.
Penulisan Laporan Praktikum ini dimaksudkan oleh penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan
untuk mengisi nilai mata pelajaran Fisika Semester I Kelas XII Tahun Ajaran 2013-2014. Di
samping itu, Laporan Praktikum ini juga berfungsi sebagai penambah wawasan khususnya bagi
penulis dan umumnya bagi pembaca dalam kaitannya dengan topik Lensa.
Di sisi lain, penulis mengajak kepada para pembaca agar dapat memahami dan mendalami masalah
topik di atas, agar nantinya apabila ada masalah atau soal-soal seputar topik di atas dapat
memecahkannya dengan bantuan Laporan Praktikum ini.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas kontribusi berbagai pihak, yaitu:
1. Ibu Nurul Chabibah, S.Pd selaku guru Fisika Kelas XII IPA 6
2. Orang tua kami yang telah memberi dorongan, baik secara moril maupun materiil sehingga
kami dapat menyelesaikan Laporan Prktikum ini.
3. Dan semua pihak terkait yang mendukung penyelesaian Laporan Praktikum ini.
Dalam penyusunan Laporan Praktikum ini, penulis menyadari akan segala kekurangannya, untuk
itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi perbaikan Laporan Praktikum ini. Akhir
kata, semoga Laporan Praktikum ini bermanfaat bagi penulis dan terutama bagi unsur-unsur yang
berkepentingan.

Gresik, 14 November 2013

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.1
DAFTAR ISI........
LATAR BELAKANG.....................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Judul.............................................................................
1.2 Rumusan Masalah........................................................
1.3 Tujuan Percobaan.........................................................
1.4 Dasar Teori...................................................................
1.5 Hipotesa........................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan praktikum..................
2.2 Alat dan Bahan..............................................................
2.3 Cara Kerja.....................................................................
2.4 Analisis Data.................................................................
BAB III PENUTUP

2
3
4
4
4
5
5
6
6
6
8

3.1 Kesimpulan..................................................................................
3.2 Saran............................................................................................

9
9

DAFTAR PUSTAKA...

10

Latar Belakang
Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai beberapa orang yang memanfaatkan
lensa sebagai alat optik untuk melakukan aktivitasnya. Misalnya penggunaan kaca mata, teropong,
kamera, mikroskop, kaca pembesar atau lup, dan masih banyak lagi penggunaan lensa lainnya.
Lensa dibagi menjadi dua jenis, yaitu lensa cembung (+) dan lensa cekung (-). Hasil
bayangan akibat pembiasan kedua jenis lensa ini berbeda, ada yang diperkecil,ada yang diperbesar,
serta ada pula yang terbalik atau tegak. Bayangan tersebut ada yang bersifat maya atau tidak
tertangkap layar dan ada yang bersifat nyata atau tertangkap layar. Oleh karena itu, dalam Laporan
Praktikum ini, kami mencoba untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh lensa cembung (+)
terhadap bayangan nyala api lilin.
Manfaat Percobaan
Para Siswa menjadi mengetahui sifat-sifat bayangan pada pembiasan cahaya pada lensa
cembung, mereka juga bisa mengetahui jarak titik fokus lensa cembung denagan menggunakan
rumus yang sudah pernah diajarkan.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Judul
Pembiasan cahaya pada lensa cembung

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan yang telah kami uraikan di atas, maka dapat dikemukakan pokokpokokpermasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh lensa cembung terhadap pembentukan bayangan nyala api lilinpada
steroform?
2. Bagaimana cara mengetahui titik fokus apabila jarak benda serta jarak bayangan
bendatelah dapat kita ketahui?
3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bentuk bayangan nyala api lilin
yangdihasilkan?

1.3 Tujuan Percobaan


Maksud kami melakukan percobaan adalah agar kita dapat memahami cara kerja dari
praktikum yang kami lakukan tentang lensa embung serta bagaimanaterjadinya
pembentukan bayangan dari nyala api lilin sehingga dari pemahaman tersebut kita
memperoleh ilmu serta pelajaran dari percobaan praktikum tersebut. Selain itu ,
kamimelakukan percobaan tersebut agar kita dapat mengetahui hubungan apa saja
yangterdapat dalam percobaan itu dan bagaimanakah hubungan-hubungan itu dapat
berkaitandengan pokok bahasan yang sedang dibahas.Tujuan dari penyusunan Laporan
Praktikum ini juga kami maksudkan sebagai pemecahan untuk membuktikan bahwa lensa
cembung berpengaruh terhadap bayangan nyala api lilin dan untuk mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi bentuk bayangan nyala api lilin yang dihasilkan akibat pembiasan lensa
cembung

1.4 Dasar Teori


Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang bias.
Lensa Cembung (konveks) memiliki bagian tengah yang lebih tebal
daripada bagian tepinya.Lensa cembung disebut juga lensa positif.
Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu
1.
lensa bikonveks (cembung rangkap),
2.
lensa plankonveks (cembung datar),dan
3.
lensa konkaf konveks (cembung cekung).
Ciri-ciri suatu lensa cembung adalah bagian tengah lensa lebih
tebal daripada bagian tepinya,bersifat mengumpulkan sinar dan titik
fokusnya bernilai positif.
4

Dari gambar diatas terlihat bahwa sinar bias mengumpul ke satu


titik fokus di belakang lensa. Berbeda dengan cermin yang hanya
memiliki satu titik fokus, lensa memiliki dua titik fokus. Titik fokus yang
merupakan titik pertemuan sinar-sinar bias disebut fokus utama ( F )
disebut juga fokus aktif. Karena pada lensa cembung sinar bias
berkumpul di belakang lensa maka letak nya juga di belakang lensa.
Sedangkan fokus pasif ( F' )simetris terhadap . Untuk lensa cembung,
letak ini berada di depan lensa.
Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung yaitu :
1. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F.
2. Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan.
Langkah-langkah pembentukan bayangan pada lensa diantaranya :
1. Lukis dua buah sinar istimewa (agar lebih sederhana gunakan sinar
istimewa pada poin 1 dan 3).
2. Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa.
Perpanjangan sinar-sinar bias ke depan lensa dilukis sebagai garis putusputus.
3. Perpotongan kedua buah sinar bias yang dilukis pada langkah 1
merupakan letak bayangan. Jika perpotongan didapat dari sinar bias,
terjadi bayangan nyata, tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan
sinar bias, bayangan yang dihasilkan adalah maya.

1.5 Hipotesa
Berdasarkan bahasan pada Kajian Teori, kami dapat menyimpulkan hipotesis atau
dugaan sementara yaitu:
1. Lensa cembung berpengaruh terhadap pembentukan bayangan nyala api lilin, sehingga
bayangan nyala api lilin terlihat membesar atau mengecil dan bayangan menjadi terbalik.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bayangan nyala api lilin adalah jarak, besar titik fokus
lensa, dan tinggi nyala api lilin.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Waktu dan Tempat Pelaksnaan Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada,
Hari
: Rabu
Tanggal
: 13 November 2013
Tempat: Kelas XII Ipa 6
Pukul
: 13.00

2.3 Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.

Lensa Cembung ( lup )


Lilin
Korek api
Meteran / Penggaris
Kertas

2.4 Cara Kerja


1. Menyusun alat-alat percobaan
2. Memposisikan lilin pada jarak tertentu dari lensa
3. Menggeser-geser kertas sampai terbentuk bayangan lilin yang tajam. Mencatat jarak lilin
kelensa (s) dan jarak kertas ke lensa (s)
5. mengulangi langkah 2 sampai 4 dengan mengubah jarak benda sampai terambil lima data.
6. mengisi data yang di dapatkan pada table hasil pengamatan.

2.5 Data Pengamatan


No
1
2
3
4
5

Jarak Benda
( S)

Jarak
Bayangan ( S)

40 cm
42 cm
46 cm
50 cm
82 cm

87 cm
78 cm
74 cm
63 cm
41 cm

Sifat
Nyata
Nyata
Nyata
Nyata
Nyata

Sifat Bayangan
Perbesaran
Diperbesar
Diperbesar
Diperbesar
Diperbesar
Diperkecil

Posisi
Terbalik
Terbalik
Terbalik
Terbalik
Terbalik
6

2.6 Analisis Data


Setelah melakukan percobaan praktikan dapat menghitung fokus lensa cembung () dari
jarak benda(So) dan jarak bayangan(S).
Di bawah ini adalah rumus untuk mencari fokus
1 1 1
= +
f s s'

Dari hasil data pengamatan, kita akan menghitung fokus bayangan


1) Percobaan I
1 1 1
= +
f s s'
1 1 1
= +
f 40 87
1 127
=
f 3480

f = 27,

4 cm

2) Percobaan 2
1 1 1
= +
f s s'
1 1 1
= +
f 42 78
1 120
=
f 3276
f = 27, 3 cm
3) Percobaan 3
1 1 1
= +
f s s'

1 1 1
= +
f 46 74
1 120
=
f 3404

f = 28, 3 cm

4) Percobaan 4
1 1 1
= +
f s s'
1 1 1
= +
f 50 63
1 113
=
f 3150

f = 27, 8 cm
5) Percobaan 5
1 1 1
= +
f s s'
1 1 1
= +
f 82 41
1 123
=
f 3362

f = 27, 3 cm

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil analisa data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Lensa cembung berpengaruh terhadap pembentukan bayangan nyala api lilin,
sehingga bayangan nyala api lilin terlihat membesar atau mengecil dan bayangan
menjadi terbalik.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bayangan nyala api lilin adalah jarak, besar titik
fokus lensa, dan tinggi nyala api lilin
3. Dapat menghitung fokus sebuah lensa cembung hanya dengan adanya data tentang
jarak benda (S) dan jarak bayangan (S) dengan menggunakan rumus sebagai berikut
sehingga rata-rata fokus lensa cembung adalah 27,6 cm.
4. Dapat menyimpulkan bahwa semakin dekat jarak antara sumber cahaya (lilin )
dengan lensa cembung maka perbesaran bayangan diperbesar , semakin jauh jarak
antara sumber cahaya ( lilin ) dengan lensa cembung maka perbesaran bayangan
diperkecil , dan sifat bayangan pada lensa cembung adalah selalu
nyata ( perpotongan sinar bias dibelakang lensa dan dapat ditangkap layar ) dan
terbalik

3.2 Saran
9

Dari kesimpulan-kesimpulan di atas, penulis mengemukakan saran-saran terutama


yang menjadi objek permasalahan dalam Laporan Praktikum ini sehingga dalam
pelaksanaan penelitian di masa mendatang dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan
yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
1. Dalam pelaksanaan penelitian siswa harus lebih teliti dan cermat, dan diperlukan uji
ulang terhadap hasil penelitian.
2. Kritik dan saran dari guru serta pembaca sangat kami butuhkan untuk kesempurnaan
Laporan Praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA

MGMP Majalengka. 2008. BKS Fisika SMA kelas X semester II. Majalengka: Depdikbud

Sumarsono, Joko. 2004. BSE Fisika kelas X. Jakarta: Depdiknas

Tatik, dkk. 2010. Buku Pintar Belajar FISIKA X-B. Surabaya: Sagufindo Kinarya

10