Anda di halaman 1dari 16

PAJAK PARKIR

Kelompok 7:
Hasna Dewanti

(1406634162)

Septriafta M. Irfan Dije


Reza Erlangga
Jane Maris Stella

(1406634175)

(1406634181)
(1406634206)

Kamilia Rahma Ramadhan

(1406634225)

APA
ITU
PAJAK
PARKIR
?

Parkir adalah memangkalkan atau menempatkan


kendaraan bermotor di luar badan jalan baik yang
disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun
yang disediakan sebagai suatu usaha termasuk
penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor
dan garasi kendaraan bermotor yang memungut
bayaran.
Pengertian Pengertian
pajak parkir menurut
Undang-undang
No. 34
Tahun 2000
sebagai
pengganti dari Undang-undang No. 18 tahun 1997,
tentang pajak daerah dan retribusi daerah, adalah
sebagai berikut:
Pajak Parkir adalah pajak yang dikenakan atas
penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan
oleh orang pribadi atau badan, baik yang disediakan
berkaitan dengan pokok usaha maupun yang
disediakan
sebagai
suatu
usaha,
termasuk
penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor
dan garasi kendaraan bermotor yang memungut
bayaran.

Undang Undang nomor 28 Tahun 2009 tentang


Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang
perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun
1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dasar
Huku
m

Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang


Pemerintahan Daerah
Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Daerah
Undang Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Undang Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor
42, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3686)

Penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan,


baik yang disediakan berkaitan dengan pokok
usaha maupun yang disediakan sebagai suatu
usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan
kendaraan bermotor.

Objek
Pajak

Maksud dari yang diusahakan atau berkaitan


dengan pokok usaha termasuk jasa pengelolaan
atau jasa penyediaan tempat parkir yang
disewakan atau dikerjasamakan oleh pemilik
gedung kepada pihak ketiga.
Jasa pengelolaan tempat parkir adalah jasa yang
dilakukan oleh pengusaha untuk mengelola tempat
parkir yang dimiliki atau disediakan oleh pemilik
tempat parkir dengan menerima imbalan dari
pemilik tempat, termasuk imbalan dalam bentuk
bagi hasil.
Tempat penitipan kendaraan bermotor adalah
tempat penitipan kendaraan bermotor dengan
dipungut bayaran.

Penyelenggara tempat parkir oleh


pemerintah pusat dan pemerintah
daerah

Pengecual
ian Objek
Pajak

Penyelenggaraan tempat parkir oleh


perkantoran yang hanya digunakan
untuk karyawan sendiri
Penyelenggara tempat parkir oleh
Kedutaan, Konsulat, Perwakilan Negara
Asing, dan Perwakilan Lembaga
lembaga Internasional dengan asas
timbal balik sebagaimana berlaku
untuk pajak Negara
Penyelenggara tempat parkir lainnya
yang diatur dengan Peraturan Daerah

Subjek
Pajak
Subjek pajak adalah orang pribadi atau
badan yang melakukan pembayaran atas
penyelenggaraan tempat parkir

Wajib
Pajak

Wajib pajak adalah orang pribadi


atau badan yang meyelenggarakan
tempat parkir

Pengukuh
an
Pendaftara
nWajib
Pajak

Wajib pajak parkir wajib melaporkan


usahanya kepada Bupati/Walikota dalam
praktik umumnya kepada Dispenda
kabupaten/kota, dalam jangka waktu
tertentu.
Misalnya
selambatselambatnya 30 hari sebelum dimulai
kegiatan usaha, untuk di kukuhkan dan
diberi nomor pokok wajib pokok daerah
(NPWP).Surat
keputusan
yang
dikeluarkan
oleh
kepala
Dispenda
kabupaten/kota tidak merupakan dasar
untuk menentukan mulai saat terutang
pajak parkir, tetapi hanya merupakan
sarana administrasi dan pengawasan
bagi petugas pendapatan daerah.

Pendafta
ran dan
Pendapat
an

Untuk mendapatkan data wajib


pajak dilaksanakan pendaftaran
dan pendapatan terhadap wajib
pajak kegiatan wajib pajak kegiatan
pendaftaran
dan
pendapatan
diawali dengan mempersiapkan
dokumen yang diperlukan berupa
formulir
pendaftaran
dan
pendapatan, kemudian diberikan
kepada
wajib
pajak
setelah
dokumen disampaikan wajib pajak
mengisi
formulir
pendapatan
dengan
jelas,
lengkap
serta
mengembalikan kepada petugas.

Dasar Pengenaan Pajak parkiran adalah jumlah


pembayaran atau yang seharusnya dibayar untuk
pemakaian tempat parkir. Dasar pengenaan pajak
didasarkan pada klasifikasi tempat parkiran, daya
tampung, dan frekuensi kendaraan bermotor.

Dasar Tarif
Tarif pajak parkirn Tarif pajak yang dikenakan atas
dan
pajak parkir paling tinggi sebesar 30% (tiga puluh
Perhitunga persen).Penyelenggara tempat parkir yang memungut
sewa parkir tetap dan parkir khusus dikenakan pajak
n
parkir sebesar 25 % dari pembayaran.Penyelenggara
parkir yang memungut sewa parkir kepada
Pengenaan tempat
penerima jasa parkir. Pajak yang terutang dipungut di
wilayah daerah tempat parkir berlokasi, besarnya
Pajak
pajak terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif
Parkirn
pajak parkir sebesar 30% dengan jumlah pembayaran
atau yang seharusnya dibayar untuk pemakaian
tempat parkir. Dengan demikian kota Bekasi metapkan
tarif pajak parkiran sebesar 25%.

Masa
Pajak,
Tahun
Pajak

Pada pajak parkir, massa pajak merupakan


jangka waktu yang lamanya sama dengan
satu bulan takwin atau jangka waktu lain
yang
ditetapkan
dengan
keputusan
bupati/walikota. Dalam pengertian masa
pajak bagian dari bulan dihitung satu bulan
penuh. Selain masa pajak dalam parkir juga
ditentukan tahun pajak, yaitu jangka waktu
yang lamanya satu tahun takwim kecuali
apabila wajib pajak menggunakan tahun
buku yang tidak sama dengan tahun takwin.

Pajak
Terutang

Pajak yang terutang merupakan pajak parkir


yang harus dibayar oleh wajib pajak pada
suatu saat, dalam masa pajak, atau dalam
tahun pajak menurut ketentuan peraturan
daerah tentang pajak parkir yang ditetapkan
oleh pemerintah daerah kabupaten / kota
setempat saat pajak terutang dalam masa
pajak terjadi pada saat pelayanan dan atau
pembayaran ditempat parkir.
Pajak parkir yang terutang dipungut di wilayah
kabupaten / kota tempat penyelenggaraan
parkir di luar badan jalan berlokasi. Hal ini
terkait dengan kewenangan pemerintah
kabupaten atau kota yang hanya terbatas atas
setiap tempat parkir diluar badan jalan yang
memungut bayaran yang berlokasi dan
terdaftar dalam lingkup wilayah
administrasinya

Pemungut
an Pajak

Pajak yang terutang dipungut di wilayah daerah.


Besarnya pokok pajak yang terutang dihitung
dengan cara mengalikan tarif pajak dengan dasar
pengenaan. Penyelenggara parkir wajib memberikan
tanda bukti parkir berupa karcis kepada setiap
pengguna jasa parkir. Pengadaan tanda bukti
parkir/karcis harus mendapat pengesahan dari
pemerintah daerah berupa porporasi. Tanda bukti
parkir/karcis sebagaimana dimaksud ayat 1 terdiri
atas:
Kolom I : Untuk pengguna jasa parkir
Kolom II

: Untuk wajib pajak

Kolom III

: Untuk pemerintah daerah

Bentuk, ukuran, warna dan persyaratan teknis tanda


bukti parkir/karcis diatur oleh walikota/bupati.

Pembayaran Pajak dilakukan di Kas Daerah


atau tempat lain yang ditunjuk oleh Walikota
sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam
SPTPD, SKPD, SKPDKB, SKPDKBT, dan SPPD.

Pembayar
an dan
Sanksi
Administra
tif

Pembayaran pajak harus dilakukan sekaligus


atau lunas paling lambat 10 (sepuluh) hari
setelah berakhirnya masa pajak.
Apabila Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD)
tidak dibayar setelah lewat waktu paling
lama 30 (tiga puluh) hari sejak SKPD
diterima, dikenakan sankai administrasi
berupa bunga sebesar 2% (dua persen)
setiap bulan dan ditagih dengan menerbitkan
Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD).

Penghitung
an Pajak

THANK YOU FOR


YOUR
ATTENTION