Anda di halaman 1dari 26

BAB III

PELAKSANAAN
ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS
RW I DUSUN TUGU KELURAHAN REJOSO
DALAM KONTEKS PELAYANAN KESEHATAN UTAMA
Asuhan keperawatan kesehatan komunitas yang dilaksanakan olah mahasiswa melalui
praktek keperawatan di masyarakat berlangsung mulai dari tanggal 24 Maret 2016 sampai
dengan 11 April 2016. Dalam hal ini kelompok IV mendapat tempat praktek di RW I Dusun
Tugu Kelurahan Kabupaten Nganjuk.
A. TAHAP PERSIAPAN
Kegiatan praktek mahasiswa diawali dengan pertemuan pertama dengan warga dalam
rangka saling mengenal dan membina hubungan saling percaya antara mahasiswa dengan
warga RW I khususnya RT 1 Dusun Tugu Kelurahan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang
dilaksanakan pada 24 Maret 2016. Pada saat pertemuan pertama selain acara perkenalan
juga disampaikan tentang tujuan praktek dari mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan
STIKes Ganesha Huasada Kediri.
Pada pertemuan pertama tersebut melalui curah pendapat (Brain Storming) berhasil di
identifikasi masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat RW I Dusun Tugu
meliputi: kurang gizi pada balita, ISPA, diare, DHF dan Lansia.
Pada saat itu juga di sampaikan pentingnya suatu wadah kerja yang berasal dari
masyarakat sendiri, sehingga mandiri dalam memelihara kesehatanya. Setelah melakukan
diskusi yang cukup lama antara mahasiswa dan warga RW I Dusun Tugu akhirnya tercapai
kata sepakat untuk membentuk suatu Pokjakes (Kelompok Kerja Kesehatan) yang diberi
nama Pokjakes Melati. Kemudian antara masyarakat dan mahsiswa secara bersama-sama
menyusun rencana kerja Pokjakes Melati. Untuk memvalidasi data maslah kesehatan yang
ada di RW I Dusun Tugu maka diperlukan instrumen yang disusun oleh mahasiswa bersama
dengan Pokjakes Melati.
Setelah instrumen disebarkan ke masyarakat RW I Dusun Tugu melalui bantuan kader
kesehatan Pokjakes dan masyarakat dengan tehnik Total Sampling, maka dilakukan
perhitungan dan analisa oleh mahasiswa. Data yang telah dioleh kemudian di presentasikan
pada pertemuan ke 2 dengan warga RW I Dusun Tugu.
B. Tahap Pengkajian
Wilayah RT 1-4 RW II Kelurahan Gunung Anyar Kecamatan Gunung Anyar memiliki
jumlah penduduk berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa selama melakukan pendataan
adalah + 1786 jiwa dengan komposisi laki-laki 909 jiwa dan perempuan sejumlah 877 jiwa.

Secara umum gambaran wilayah berdasarkan Winshield Survey sebagai berikut:


Batas wilayah sebelah utara

: RW III Kelurahan Gunung Anyar.

Batas wilayah sebelah selatan : RT 9 RW II


Batas wilayah sebelah barat

: Jl. Amir Machmud

Batas wilayah sebelah timur

: Gunung Anyar Tambak

Fasilitas agama yang ada di RW II RT 1-4 Kelurahan Gunung Anyar: Masjid 1 buah,
Mushollah 3 buah. Fasilitas pendidikan formal: 1 buah Taman Kanak-kanak, 1 buah sekolah
dasar dan 1 buah sekolah lanjutan pertama. Pelayanan dibidang kesehatan

yang ada

meliputi 1 Puskesmas dan 1 buah BKIA milik swasta yang bernama BKIA Gunung Anyar.
Masyarakat RW II RT 1-RT 4 merupakan masyarakat yang agamis dengan menjalankan
tradisi-tradisi yang ada dalam agama Islam. Terdapat dua organisasi keagamaan besar di
RW II RT 1-4 yaitu Nahdatul Ulama dan Persatuan Islam. Pada observasi lingkungan di
wilayah RW II RT 1-4 masih ditemukan air yang tergenang yang berupa rawa-rawa, dan
pembuangan sampah yang menumpuk di daerah lapang.
Hasil pengolahan data yang berasal dari angket, wawancara dan observasi terlihat
pada diagram berikut:
Diagram 1
Piramida berdasar kelompok umur
RW II Kelurahan Gunung Anyar
Mei 2013
Analisa: Diagram di atas menunjukan distribusi komposisi penduduk berdasarkan sampel
dengan jumlah bayi
> 60 th
20-60 th
12-20 th
Perempuan

6-15 th
1-5 th
0-1 th

20

40

60

80

100

> 60 th
20-60 th
12-20 th
laki-laki

6-15 th
1-5 th
0-1 th
0

20

40

60

80

100

ANALISA DATA
DATA

ETIOLOGI

Berdasarkan angket yang disebar oleh mahasiswa dan Pokjakes -

Kebiasaan masyarakat yang

Re

adalah

kurang

kurang

pe

kebersihan

IS

sehat/

Membuang air limbah diselokan 76 % dengan keadaan terbuka

mendukung

27 % dan tergenang 6,7 %.

lingkungan.
-

Kurangnya

RW

Pembuangan sampah diselokan 7,2 %, ditempat terbuka 3 %.

MCK masih milik beberpa keluarga 11,1 %.

masyarakat

Kondisi air minum berbau 1,7 %, berwarna 3,2 %.

dampak yang bisa timbul

Kaleng bekas dibuang ke bak sampah 76,6 %.

akibat

Keadaan rumah tidak mempunyai jendela 1,7 %, ruangan tidak

kurang sehat.

Penacahayaan ruangan dengan menggunakan lampu 9,4 %.

Bak penampung air 91 % tidak rutin dikuras atau dibersihkan 10


%.

Frekwensi batuk pilek 2x/ bulan 15 %.

Frekwensi diare 1x/ bulan 6,6 %.

Tidak mencuci tangan bila akan makan 1 %.

Tidak menutup makanan 3,5 %.

6 bulan terakhir pernah menderita Demam berdarah 3 %.

Tidak tahu penyebab demam berdarah (menyebut Aides Aigepty)


89,9 %.

DATA

ETIOLOGI

MASALAH

Balita yang tidak memiliki KMS 5,26 %.

Kurangnya

Resiko

tumbuh

Keluarga tidak mampu membaca hasil

pengetahuan

kembang

kurang

pada KMS 15,5 %.

masyarakat

optimal pada bayi,

Pemberian makan kurang dari porsi

mengenai

68,9 %, frekwensi makan kurang dari

kembang balita.

tumbuh

balita di RW II Kel.
Gunung Anyar

terhadap

lingkungan

berjendela 17,6 % dan tidak membuka jendela 5,8 %.


-

pengetahuan

yang

2x/ hari 18,4 %, makanan yang tidak


dihabiskan 22,3 %.
-

Pemenuhan zat gizi kurang 15,5 %


(hanya nasi dan lauk).

Tidak ada tindak lanjut 3,1 %.

Pemberian

makanan

tidak

sesuai

dengan usia 15 %.
-

DATA

ETIOLOGI

Kegiatan olah raga di lakukan oleh lansia 11,1 %.

kurangnya

motivasi

dan

Re

Keaktifan lansia dalam kegiatan posyandu lansia 50 %.

dukungan dari keluarga dan

pe

masyarakat terhadap program

lan

kesehatan lansia

Ke

1) DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PERENCANAAN


5)RASI
ONA
L

KEPERA
WATAN

A
6) S
A

2) DIAGN
OSA

7) Y

3) TUJUA
N

4) INTER
VENSI

S
A
R
A
N

N
G
T
E
R
L
I
B
A
T

8) TE

9) PENAN

MP

GGUNG

AT

JAWAB

10) D
A
N
A

11) Resiko
tumbuh
kembang
kurang
optimal
pada bayi
dan balita
di RW II
Kel.
Gunung
Anyar
berhubung
an dengan
kurangnya asupan
gizi yang
adekuat
-

12) Setelah 1. Penyuluhan


pada 1. Seluruh warga
dilakukan
keluarga
yang
sadar tentang
intervensi
mempunyai bayi
pentingnya
selama 1
dan balita tentang
gizi
pada
bulan
penting gizi untuk
balita
untuk
diharapk
tumbang.
tumbang
an:

13)

18)

Keluarga
dapat
2. Bersama
kader 2. Seluruh warga
mengatasi
menganjurkan
membawa
kemungkinan
pada
keluarga
anak balitanya
masalah tumbuh
untuk membawa
ke possyandu
kembang.
anak
ke
Seluruh bayi dan
posyandu untuk19)
balita
memiliki
di nilai status
KMS.
kesehatannya. 20)
Seluruh keluarga
21)
14)
membawa
anaknya
ke 3. Rekrut calon kader. 3. Mermbantu
fasilitas
petugas
kesehatan yang15)
dalam
ada.
pelaksanaan
16)
kegiatan
Kader kesehatan
bertambah aktif 4. Pelatihan
dan 4. Menambah
penyegaran
pengetahuan
kader kesehatan
kader tentang
pelaksanaa
17)
kegiatan
5. Pengadaan
alat 5. Menunjang
untuk posyandu.
sarana
dan
prasarana
kegiatan

22) S
el
ur
uh
w
ar
ga
R
W
II
kh
us
us
ny
a
R
T
14
ya
ng
m
e
mi
lik
i
ba
lit
a

23) K ad
er
ke se
ha
ta
n
&
m
ah
a
si
s
w
a

Balai
kelurahan.

Balai PKK di
kecamatan. -

Evi ratna sari


Febri
Iqlimatus saidah.
Sandi dwi E.P.
Koordinator
RT.

tiap

24) M
ah
as
is
w
a
&
w
ar
ga
R
W
II.

25)
26)
27) DIAGNOSA

28) TUJ

KEPERAWA

UAN

TAN

29) INTERVE
NSI

30) RASI
ONAL

31) S

32) Y

33) TE

34) PENAN

35)

MP

GGUNG

DA

AT

JAWAB

N
A

T
E
R
A
N

R
L
I
B
A
T

36) Resiko
terjadinya
penularan
penyakit
(demam
berdarah,
ISPA, diare) di
masyarakat
RW II Kel.
Gunung Anyar
berhubungan
dengan
lingkungan
yang kurang
bersih

37) Setel 1.
ah
dilaku
kan
tindak
an
keper
awata
n
masy 39)
araka
2.
t
mam
pu:
-

Mengenal
penyakit yang
timbul akibat 3.
dari
lingkungan
yang kurang/
tidak sehat.
Masyarakat
mengerti cara
mencegah
dan
memberikan
pertolongan
pertama bila
ada anggota
keluarga yang
sakit.

Bekerja
sama 1. Dengan
dengan
Pokjakes
Melibatkan
dan PKM dalam
peran
serta
mengadakan
pokjakes dan
penyuluhan
pada
pkm
kader
kesehatan
penyuluhan
yang berhubungan
lebih efektif
dengan lingkungan.
2. Melibatkan
seluruh warga
dalam
Gotong
royong
kebersihan
mengadakan Kerja
lingkungan
bakti membersihkan 3. Menambah
lingkungan
pengetahuan
kader
dalam
40)
pelaksanan
kegiatan
Mengadakan
pelatihan
dan
penyegaran kader
kesehatan

41) S
el
ur
uh
w
ar
ga
R
T
14
R
W
II
K
el.
G
un
un
g
A
ny
ar.

42) M ah
as
is w
a
ko
or
di
na
to
r
m
as
in
gm
as
in
g
R
T
&
S
el
ur
uh
w
ar
ga
R
T
1-

Balai
kelurahan.

Wilayah RT
1-4.

43)

Febri
Sandi dwi E.P
Koordinator
masing-masing
RT.

44)
Mah
a
s
i
s
w
a
&
w
a
r
g
a
R
W
I
I

Masyarakat
termotivasi
untuk
menciptakan
lingkungan
yang sehat.

4
R
W
II
K
el.
G
un
un
g
an
ya
r.

38)

45)
46)
47)
48)
49)
50)
51) DIAGNOS
A

52) TUJU
AN

53) INTERV
ENSI

54) RASIO
NAL

55) S
A
S

56) Y
A

57) TE
MP
AT

58) PENA
NGGU

59)
DA
N

N
G
T
A

KEPERAW

ATAN

I
B
A
T

NG
JAWA
B

60) Resiko
bertambah
cepatnya
penurunan
kesehatan
pada lansia
di
masyarakat
RW II Kel.
Gunung
Anyar
berhubunga
n rendahnya
tingkat
pengetahuan
warga
tentang
pentingnya
posyandu
lansia

61) Setela 1.
h
dilakuk
an
tindaka
65)
n
kepera
watan 66)
masyar 2.
akat
mampu
:
62)

63)

Warga
lansia
dapat
mendapatkan
pelayanan yang
optimal

2.

Warga
sadar
dan tahu penting
menjaga
kesehatan lansia

3.

Mengetahui
kondisi
kesehatan lansia

Melakukan
penyuluhan
kesehatan lansia.

67)
Mengenal
4.
tindakan yang 68)
dapat
3. Melakukan
meningkatkan
pemeriksaan fisik
kesehatan
pada lansia.
pada lansia.
69)

4.
Masyarakat
aktif
melakukan
kegiatan
posyandu
lansia.

64)

Pengaktifan
1.
kembali posyandu
lansia di tingkat
RW.

Lansia
termotivasi
untuk
melakukan
kegiatan yang
dapat
meningkatkan
kesehatan
lansia.

Posyandu lansia.

Wargalansia
mendapatkan
pelayanan
kesehatan

70)
71)
72)
73)

74) S
el
ur
uh
w
ar
ga
ya
ng
m
e
mi
lik
i
la
ns
ia.

75) M
ah
as
is
w
a
&
K
ad
er
ke
se
ha
ta
n

76) Bal ai
kelu rah an.

77)

Evi ratnasari
Iqlimatus saidah
Koordinator
masing-masing
RT.

78)
Mah
a
s
i
s
w
a
&
w
a
r
g
a
R
W
I
I

79) SKORING
1. Dx : Resiko tumbuh kembang kurang optimal pada bayi dan balita di RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan dengan
kurangnya asupan gizi yang adekuat
86) M
A
K
N
A
M
82) BOBO
80)
NO

T
81) KRETERIA

A
83) MA

84)

KRETE

SAL

BO

RIA (1

AH

S
85) RASIONAL

A
L

10)

A
H
(
C
X
M
)

87)
1

94)
2

101)
3

88) Kesadaran
masalah

masyarakat

terhadap

95) Motivasi komuniti untuk mengatasi


masalah

102)
Kemampuan
mengatasi masalah

perawat

untuk

89) 10

96) 7

103)

90) San
gat
besa
r

91)
10

92) Jika tidak segera


dilakukan tindakan
kondisi bayi dan balita
semakin buruk

97) Cuk
up
besa
r

98)
10

99) Jika tidak dilakukan


tindakan masyarakat tidak
segera tanggap terhadap
masalah

104)
Cukup
besa
r

105)
10

106)
Jika kemampuan
perawat tidak mememadai
maka masalah akan
semakin besar

93) 1
0
0
100)
70

107)
60

108)
4
115)
5
122)
6

129)

109)
Fasilitas yang tersedia untuk
mengatasi

116)Beratnya akibat jika masih tetap

123)

Cepat masalah teratasi

130)

110)5

111) Sed
ang

112)
10

113)jika fasilitas tidak


lengkap maka tindakan
akan sia-sia

117)10

118)San
gat
Bes
ar

119)
10

120)
jika tidak segera
dilakukan tindakan maka
kematian bayi akibat gizi
buruk akan meningkat

125)
Kecil

126)
10

127)
butuh waktu yang
lama untuk mengatasi
masalah

124)

131)

132)

133)

134)

Jumlah sekor

114)5
0
121)
100
128)
20
135)
400

136)
137)
138)
139)
140)
2. Dx : Resiko terjadinya penularan penyakit (demam berdarah, ISPA, diare) di masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan
dengan lingkungan yang kurang bersih
141)
NO

142)

KRETERIA

143)

144)

BOBOT
KRET

MASAL
AH

145)
BO

146)

RASIONAL

147)
MAK

ERIA

(1

10)

A
M
A
S
A
L

S
A
L
A
H

A
H
(
(

0
)
151)
148)
1

149)

Kesadaran

masyarakat

150)

terhadap masalah

Cukup
7

Bes

152)
10

ar
158)
155)
2

156)

Motivasi

komuniti

untuk

mengatasi masalah

157)

Sangat

10

Bes

159)
10

ar
162)
3

163)

Kemampuan

perawat

untuk

164)

mengatasi masalah

165)
6

Sedang

166)
10

153)

dilakukan tindakan akan


terjadi KLB

160)

170)

Fasilitas yang tersedia untuk

171)

mengatasi

172)
5

Sedang

173)
10

Jika tidak dilakukan

tindakan warga tidak


tanggab terhadap masalah
167)

jika

perawat

kemampuan
rendah

maka

tindakan akan percuma


174)

169)

Jika tidak segera

154)
70

161)
100

168)
60

Jika fasilitas

kurang memadai sangat


sulit untuk melakukan

175)
50

tindakan
179)
176)
5

177)

Beratnya akibat jika masih tetap

178)
10

Sangat
Bes
ar

180)
10

181)

Jika tidak segera

dilakukantindakan akan
terjadi KLB

182)
100

186)
183)
6

184)

Cepat masalah teratasi

185)

Sangat

10

187)

besa

10

190)

192)

191)

193)

194)

188)

Tidak

waktuyang

butuh
lama

untuk

mengatasi masalah

195)

Jumlah sekor

189)
100

196)
480

197)
198)
199)
200)
201)
3. Dx : Resiko bertambah cepatnya penurunan kesehatan pada lansia di masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar
berhubungan rendahnya tingkat pengetahuan warga tentang pentingnya posyandu lansia
202)
NO

203)

KRETERIA

204)

205)

206)

207)

RASIONAL

208)

BOBO

MASA

BOB

MAK

LA

KR

ET

ER

IA

(1

10)

)
212)
209)
1

210)

Kesadaran

masyarakat

terhadap masalah

Sanga
211)10

t
Be

213)
5

214)

Jika tidak segera

dilakukan tindakan kesehatan


lansia akan menurun

215)
50

sar
219)
216)
2

217)

Motivasi

komuniti

untuk

mengatasi masalah

218)
7

Cukup
be

220)
5

sar
226)
223)
3

224)

Kemampuan

perawat

untuk

mengatasi masalah

225)
6

Cukup
be

227)
5

sar

230)
4

237)
5
244)
6

251)
258)

231)

Fasilitas yang tersedia untuk

mengatasi

238)

Beratnya akibat jika masih

tetap

245)

252)

232)
5

239)

Sedan
g

234)
5

Jika tidak segera

dilakukan tindakan kesehatan


lansia akan menurun

228)

Jika kemampuan perawat

rendah maka tindakan yang


dilakukan percuma
235)

222)
35

229)
30

Rejika fasilitas tidak

memadai hasil dari semua


tindakan kurang sesuai dengan

236)
25

yang diharapkn

240)

241)

Kecil

246)

247)

248)

kecil

253)

254)

255)

Cepat masalah teratasi

233)

221)

242)

Jika tidak segera

dilakukan tindakan dampak


terhadap masy tidak besar
249)

butuh waktu yang yang

lama untuk mengatasi masalah


256)

Jumlah sekor

243)
10
250)
10
257)
160

259)

260)

PELAKSANAAN
261)

262)

Berdasarkan sekoring maka prioritas tindakan keperawatan yaitu :

1. Dx2 : Resiko terjadinya penularan penyakit (demam berdarah, ISPA, diare) di


masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan dengan lingkungan yang kurang
bersih
263) Kegiatan:
1. Kerja bakti yang di laksanakan pada tgl 12-8-2001 di RT 1-4.
2. Lomba rumah sehat yang di laksanakan pada tanggal 15-8-2001.
3. Penyuluhan kesehatan lingkungan yang dilaksanakan di RT 1 pada tanggal

25-8-2001.

4. Pelatihan kader pada tanggal 22-23 Agustus 2001.


5. Penyuluhan keluarga binaan.

264)
2. Dx1: : Resiko tumbuh kembang kurang optimal pada bayi dan balita di RW II

Kel. Gunung Anyar berhubungan dengan kurangnya asupan gizi yang


adekuat
265)

Kegiatan

1. Pemantauan kesehatan bayi dan balita di posyandu.


a. Posyandu I (RT 1 & RT 2): 1 Mei 2013 dan 8 mei 2013.
b. Posyandu II (RT 3): 2 mei 2013 dan 9 mei 2013.
c. Posyandu III (RT 4) 3 Mei 2013 dan 10 mei 2013.
2. Penyuluhan tentang nutrisi dan gizi di RT 3 pada tanggal 15-7-2001.
3. Lomba balita sehat pada tanggal 10 mei 2013 di RT 1-4.
4. Pelatihan kader 11 dan 12 mei2013.
5. Penyuluhan keluarga binaan.

266)
267)

3.

Dx3 : Resiko bertambah cepatnya penurunan kesehatan pada lansia di

masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar

berhubungan rendahnya tingkat

pengetahuan warga tentang pentingnya posyandu lansiaResiko bertambah


cepatnya penurunan kesehatan pada lansia
268)

Kegiatan:

1. Pemeriksaan dan kesehatan (posyandu lansia) di balai kelurahan Gunung anyar pada
tanggal 1 Mei 2013
2. Penyuluhan lansia pada saat dilaksanakan posyandu lansia pada tanggal 1 Mei 2013.
3. Pelatihan kader kesehatan 22 & 23-8-2001.
4. Memberikan penyuluhan pada keluarga binaan.

1. EVALUASI
2.
A. Diagnosa keperawatan komunitas 2: Resiko terjadinya penularan penyakit (demam
berdarah, ISPA, diare) di masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan dengan
lingkungan yang kurang bersih
3.
1. Evaluasi struktur
4.

Mengadakan kerja bakti telah dilaksanakan warga bersama mahasiswa di

masing-masing RT (RT 1-4 RW II Kel. Gunung Anyar). lomba rumah sehat yang di ikuti
oleh 12 rumah dari tiap-tiap RT diwakili oleh 3 rumah dengan kategori tipe A dan tipe B.
dari lomba tersebut ditetapkan juara I dan II untuk masing-masing tipe. Penyuluhan
kesehatan lingkungan di RT 1 yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK pada saat pertemuan arisan.
Pelatihan kader telah di laksanakan selama 2 hari dengan jumlah peserta pada hari I
sebanyak 11 orang dan hari ke II sebanyak 13 orang. Dengan materi DHF, diare.
Penyuluhan keluarga binaan dilakukan oleh mahasiswa dengan keluarga binaan yang
mengalami masalah lingkungan.
2. Evaluasi proses
5.

Mahasiswa yang bertugas di masing-masing RT berkolaborasi dengan

koordinator masing-masing RT untuk mengadakan kerja bakti. Berdiskusi dengan masingmasing ketua RT dalam pemilihan rumah yang di ikutkan ke dalam perlombaan rumah
sehat, serta kader yang ikut menjadi dalam perlombaan rumah sehat serta pengumuman
hasil perlombaan tersebut pada tanggal 1 mei 2013.
3. Evaluasi hasil
6.

Perlombaan rumah sehat di ikuti oleh 12 rumah yang di laksanakan pada

tanggal 2 Mei 2013. pelaksanaan penyuluhan tentang lingkungan rumah yang sehat di RT
1 pada tanggal 3 Mei 2013.
7.
8. B, Diagnosa keperawatan komunitas 1 : Resiko tumbuh kembang kurang optimal pada
bayi dan balita di RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan dengan kurangnya asupan gizi
yang adekuat
1. Evaluasi struktur
9.

Mengadakan kegiatan untuk memantau kesehatan bayi dan balita di masing-

masing posyandu, sehingga di temukan kasus-kasus bayi dengan gizi kurang.


Mengadakan penyuluhan gizi dengan topik makanan sehat dengan sasaran ibu-ibu PKK
RT 3 yang dilaksanakan pada pertemuan arisan RT 3.
10.
11.
12.
2. Evaluasi proses

13.

Melakukan pendekatan dengan Ketua RW II dan ketua RT 1-4, tokoh

masyarakat dan Pokjakes untuk menentukan 2 orang kader yang akan di ikutkan dalam
penyegaran kader. Setelah teridentifikasi maka mahasiswa menghubungi kader yang
telah di tunjuk dengan membawa undangan untuk dapat hadir dalam penyegaran kader
kesehatan yang di adakan di balai PKK Kec. Gunung Anyar. Lomba balita sehat yang
diikuti oleh 17 balita dari 4 RT yang dibagi ke dalam 3 kelompok usia. Masing-masing
kelompok usia ditentukan 2 juara.
3. Evaluasi hasil
14.

Keluarga binaan yang mempunyai masalah pada balitanya telah mampu

mengenal tanda-tanda dari terganggunya pertumbuhan dan perkembangan serta


merawat balitanya di rumah.
15.

Pelatihan kader yang di adakan pada tanggal 4-5 Mei 2013 dengan

materi tumbuh kembang balita yang di ikuti oleh 13 kader.


16.
a. Diagnosa keperawatan komunitas 3 : Resiko bertambah cepatnya penurunan kesehatan
pada lansia di masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar berhubungan rendahnya tingkat
pengetahuan warga tentang pentingnya posyandu lansiaResiko bertambah cepatnya
penurunan kesehatan pada lansia
1. Evaluasi struktur
17.

Pelaksanaan

posyandu

lansia

di

lakukannya

pemeriksaan,

pengobatan dan penyuluhan kesehatan lansia, di ikuti oleh lansia dari masing-masing RT
di RW II. Pelatihan kader dengan topik perubahan yang terjadi dan aktivitas yang dapat di
kerjakan lansia yang di laksanakan pada tanggal 5-6 mei 2013.
2. Evaluasi proses
18.

Sebelum di adakannya posyandu lansia mahasiswa menghubungi

puskesmas untuk pengadaan pemeriksaan pada lansia serta menghubungi koordinator


masing-masing RT untuk mengumpulkan lansia yang ada di wilayahnya guna di adakan
pemeriksaan yang akan di adakan di balai kelurahan.
3. Evaluasi hasil
19.

Pada tanggal 6 Mei 2013 di adakan posyandu lansia yang bertempat

di balai kelurahan Gunung Anyar yang di hadiri oleh 42 lansia dari RT 1-4 RW II. Pada
saat itu juga di adakan penyuluhan yang di lakukan oelh mahasiswa.
20.

21. BAB IV
22. PEMBAHASAN
23.
24.

Pelaksanaan praktek keperawatan kesehatan komunitas yang telah

dilaksanakan oleh mahasiswa PSIK FK UNAIR bekerja sama dengan Pokjakes


Melati RW II Kelurahan Gunung Anyar Surabaya yang kegiatannya telah
dilaksanakan sesuai dengan masalah yang ditemukan di masyarakat yang hasil
kegiatannya bila dikaitkan dengan konsep kesehatan komunitas terdapat
kesesuaian dan kesenjangan yang di dapatkan dalam bentuk faktor-faktor
kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman.
25.
a. Pengkajian
26.
wawancara

Pada pengkajian yang dilakukan dengan cara penyebaran angket,


dan

observasi

teridentifikasi

ada

bebeerapa

faktor

yang

mempengaruhinya.
27.

Faktor

kekuatan

yang

mendukung

dilaksanakan antara lain potensi masyarakat

pada

tahap

pengkajian

sebagai sumber daya yang tinggi

yaitu perangkat RT dan RW, ibu PKK dan kesediaan anggota Pokjakes terlibat
dalam penyebaran angket, penggalian data di masyarakat dan kegiatan-kegiatan
yang direncanakan mahasiswa dengan Pokjakes Melati.
28.

Faktor kelemahan yang di rasakan antara alat pengumpul data yang

selalu di revisi/ di perbaiki sehingga kurang atau tidak bisa di uji cobakan di
masyarakat dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat belum optimal,
sehingga ada beberapa masyarakat yang belum cara pengisian seperti yang di
harapkan oleh mahasiswa dan kader Pokjakes sehingga data yang di peroleh
kurang optimal, dan ada beberapa masyarakat yang tidak mengembalikan angket
dan terbatasnya jumlah angket yang di sebarkan menyebabkan tidak semua
masyarakat menerima angket sehingga dalam pengolahan

data terasa kurang

mewakili sampel yang di rencanakan.


29.

Faktor kesempatan yang di rasakan adalah adanya sambutan yang

menggembirakan dari kepala kelurahan, kepala kecamatan dan adanya kerjasama


yang baik dengan Puskesmas Gunung Anyar sehingga memperlancar pelaksanaan
praktek.
30.

Faktor ancaman yang di rasakan adalah keterbatasan mahasiswa

yang mempengaruhi secara tidak langsung dalam pelaksanaan pengkajian yaitu:


biaya pengadaan dan penggandaan angket.
31.
b. Perencanaan

32.

Pada tahap perencanaan juga di rasakan adanya faktor-faktor yang

berpangaruh dalam penyusunan perenacaan yang di lakukan untuk mengatasi


maslaah kesehatan yang ada.
33.

Faktor kekuatan adalah adanya fasilitas kesehatan yang dekat dengan

wilayah RW II yaitu Puskesmas Gunung Anyar dan adanya kesepakatan antara


mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Pokjakes Melati serta adanya
kemauan kader yang kuat sehingga dapat mendukung penyususnan perencanaan.
34.

Faktor kelemahan yang di rasakan adalah kesibukan masing-masing

warga dengan pekerjaanya sehingga tidak cukup waktu yang di sediakan untuk
berinteraksi dan belum adanya tempat yang tetap untuk Pokjakes Melati sehingga
kurang

optimal

dalam

memberikan

pelayanan

kepada

masyarakat

yang

membutuhkan pelayanan kesehatan.


35.

Faktor kesempatan yang di rasakan antara lain adanya dukungan

yang kuat daripengurus RW II dan masing-masing RT khususnya para kader


kesehatan dan Puskesmas Gunung Anyar.
36.

Faktor ancaman yang di rasakan adalah adanya daya beli masyarakat

yang kurang sehingga masyarakat akan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok


daripada kebutuhan kesehatan dan kurangnya pengetahuan sebagian dari
masyarakat terhadap masyarakat sehingga belum menganggap penting terhadap
kebutuhan kesehatan.
37.
c. Pelaksanaan
38.

Pada tahap pelaksanaan dalam upaya untuk mengatasi masalah

kesehatan sesuai dengan rencana yang telah di sepakati dapat di rasakan atau di
identifikasi

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

keberhasilan

pelaksanaan

perencanaan yang telah di susun.


39.

Faktor kekuatan yang di rasakan adalah adanya dukungan dari tokoh

masyarakat, pengurus RWdan RT, kepala kelurahan, kepala puskesmas, peran


serta masyarakat yang baik, dan para kader anggota Pokjakes Melati yang antusias
untuk terlibat dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
40.

Faktor kelemahan yang dirasakan adalah adanya keterbatasan dana

yang sebagian besar swadana dari mahasiswa, sulitnya menghimpun dana dari
masyarakat untuk kegiatan Pokjakes dan pelaksanaan mengatasi masalah
kesehatan, adanya budaya molor dalam memulai kegiatan sehingga pelaksanaan
cenderung tidak tepat waktu, serta adanya kegiatan masyarakat yang tidak bisa di
ganggu sehingga sulit untuk melaksanakan kegiatan secara optimal.
41.

Faktor kesempatan yang dirasakan adalah adanya dukungan dan

perhatian yang besar dari Pemerintah Kotamadya Surabaya dan khususnya dari

Dinas Kesehatan terutama dalam penyediaan buku dan penyuluhan bagi


masyarakat dan calon kader dalam pelatihan kader sehingga rencana kegiatan
dapat berjalan dengan baik.
42.

Faktor ancaman yang dirasakan adalah adanya kecenderungan

menurunnya daya beli masyarakat yang mengakibatkan masyarakat lebih


mementingkan pemenuhan kebutuhan pokok dan kurangnya pengetahuan
sebagian masyarakat tentang kesehatan sehingga aspek kesehatan lebih bersifat
sekunder.
43.
44.
d. Evaluasi
45.
46.

Pada tahap evaluasi yang merupakan tahap penilaian terhadap

seberapa jauh keberhasilan yang di capai sesuai dengan kriteria yang telah di
tetapkan.
47.

Faktor kekuatan yang dirasakan adalah adanya peran serta Pokjakes

Melati dan peran dari para anggota Pokjakes untuk mengetahui atau mengevaluasi
sehingga mempermudah penilaian dan adanya kerja sama yang baik dengan
masyarakat, Pokjakes Melati dan masyarakat.
48.

Faktor kelemahan yang dirasakan adalah peran serta masyarakat dan

masyarakat kurang optimal sebagai observer karena ketiadaan pedoman yang


dapat di jadikan acuan dalam pengamatan, pencatatan dan komunikasi antar
observer.
49.

Faktor kesempatan yang di rasakan adalah adanya peran serta

Puskesmas Gunung Anyar dan dukungan dari ketua RW atau kelurahan untuk
berupaya meningkatakan derajat kesehatan masyarakat.
50.

Faktor ancaman yang dirasakan adalah belum adanya dana

operasional Pokjakes Melati dan sumber pembiayaan kegiatan yang di khawatirkan


akan menyebabkan kegiatan Pokjakes di kemudian hari.
51.
e. Rencana Tindak Lanjut
52.

Pada tahap rencana tindak lanjut dapat di ketahui seberapa jauh

keberhasilan yang di dapat sesuai dengan rencana tindak lanjut yang di buat dapat
di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
53. Diagnosa 1
54.

Faktor kekuatan adalah telah terbentuknya Posyandu dengan

kegiatannya yang sudah terprogram dengan bimbingan Puskesmas dalam


meningkatkan kesehatan balita sehingga pertumbuhan dan perkembangan balita

bisa optimal.
55.

Faktor

kelemahan

adanya

sebagian

masyarakat

yang

pengetahuannya tentang kesehatan balita yang kurang dan minimnya penyuluhan


tentang balita sehingga masyarakat kurang mengetahui cara perawatan balita yang
baik.
56.

Faktor kesempatan adanya program pemerintah melalui program

pokok kesehatan puskesmas mengenai balita dan meningkatkan gizi sehingga


posyandu dapat tetap aktif dengan pembinaan puskesmas.
57.

Faktor ancaman adalah kurangnya sarana penunjang untuk kegiatan

posyandu balita.
58.
59. Diagnosa 2
60.

Faktor kekuatan yang dapat di rasakan adalah adanya kader

kesehatan yang telah memiliki pengetahuan saat di lakukan pelatihan kader


kesehatan, bahan-bahan pelatihan yang di berikan oleh para mahasiswa parktek
akper bahrul ulum pasuruan, pengetahuan sebagian masyarakat yang cukup
tentang kesehatan dan kemauan warga RW II Kelurahan Gunung Anyar untuk
mengantisipasi penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat.
61.

Faktor kelemahan adanya kesibukan warga yang tinggi sehingga

untuk melaksanakan kegiatan massal di perlukan persiapan yang sangat matang.


62.

Faktor kesempatan adanya dukungan ketau RW II dan ketua RT,

kader kesehatan dan Pokjakes dalam kegiatan menangani lingkungan agar


memnuhi syarat kesehatan.
63.

Faktor ancaman adanya keadaan lingkungan yang kurang sehat yaitu

tiadanya pematusan yang baik air dalam selokan tidak dapat mengalir dengan
lancar.
64.
65.
66. Diagnosa 3
67.

Faktor kekuatan adanya posyandu lansia dengan rencana kegiatan

yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lansia, adanya pembinaan dari


puskesmas dan upaya meningkatkan peran kader kesehatan dalam pelayanan
kesehatan lansia.
68.

Faktor kelemahan keluarga yang memiliki kelemahan dan lansia

sendiri belum seluruhnya mengikuti penyuluhan serta kurangnya informasi


mengenai lansia sehingga belum mengetahui cara perawatan lansia dengan benar.
69.

Faktor kesempatan adanya perawatan kesehatan lansia merupakan

salah satu program yang terus di tingkatkan oleh pemerintah melalui program pokok

puskesmas sehingga posyandu lansia yang sudah melakukan kegiatan di bawah


pembinaan puskesmas dapat lebih optimal.
70.

Faktor ancaman kurangnya pemahaman kader posyandu lansia

tentang perawatan lansia serta sarana penunjang kegiatan posyandu lansia yang
masih sangat terbatas.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87. BAB V
88. PENUTUP
89.
90. A. Kesimpulan
91.

Asuhan keperawatan komunitas adalah suatu asuhan keperawatan

yang dilakukan kepada individu, keluarga dan masyarakat disuatu komunitas


tertentu. Pada kasus ini kelompok kami membahas tentang asuhan keperawatan
komunitas masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar
92.

Masalah kesehatan yang muncul di komunitas masyarakat RW II Kel.

Gunung Anyar
a. Penyakit menular
-yaitu Frekwensi batuk pilek 2x/ bulan 15 %.
-Frekwensi diare 1x/ bulan 6,6 %.
-6 bulan terakhir pernah menderita Demam berdarah 3 %.
93.

Hal itu disebabkanoleh Kebiasaan masyarakat yang kurang sehat/

kurang mendukung kebersihan lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat


terhadap dampak yang bisa timbul akibat lingkungan yang kurang sehat,

b. Balita kurang asupan gizi


94.

Hal itu disebabkanoleh Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai

tumbuh kembang balita.


c. Penurunan kesehatan lansia
95.

Hal itu disebabkanoleh kurangnya motivasi dan dukungan dari keluarga dan

masyarakat terhadap program kesehatan lansia


96.
97.

Peran petugas kesehatan sangat penting untuk menangani masalah

kesehatan yang muncul di masyarakat RW II Kel. Gunung Anyar

ini serta

partisipasi dari masyarakat setempat itu sendiri agar terciptanya lingkungan yang
sehat, terpeenuhinya kebutuhan gizi bayi dan balita serta meningkatnya kondisi
kesehatan lansia Jika kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
maka masalah kesehatan yang ada di masyarakat tersebut bisa berkurang dan
kondisi kesehatan masyarakat meningkat.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.DAFTAR PUSTAKA
107.
-Anderson, E.T. (2006). Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik. Jakarta : EGC.
-Stanhope, M & Lancaster, J. (1998). Perawatan Kesehatan Masyarakat: Suatu Proses dan
Praktik untuk Peningkatan Kesehatan. Alih Bahasa YIAPKP Bandung: Pajajaran.
Subekti, I; Harsoyo, S. (2005). Asuhan Keperawatan Komunitas Konsep Proses dan
Pendekatan Pengorganisasian Masyarakat. Malang: Buntara Media.
-Universitas Guna Darma Blog. Dampak Negatif Lingkungan Kota. Selasa, 05 Januari 2010
108.

109.
110.

111.