Anda di halaman 1dari 29

ANESTESI UMUM

Dosen Pembimbing :
Dr. Hendro Yulieanto, MS,Sp.An,Sp.KP
Disusun Oleh :
FEBRIANI RINTA
I11110026
TATA RIMBA PARMANTO I11110035
ANATRIA AMYRRA IQLIMA
I11112078

DEFINISI ANESTESI
Bahasa Yunani an- "tidak, tanpa" dan
aesthetos, "persepsi, kemampuan
untuk merasa.
Suatu tindakan menghilangkan rasa
sakit ketika melakukan pembedahan
dan berbagaiprosedur lainnya yang
menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
5/10/16

ANESTESI UMUM
Tindakan meniadakan nyeri secara sentral
disertai hilangnya kesadaran dan bersifat
pulih kembali (reversibel).

5/10/16

Tujuan: (1) ketidaksadaran yang aman


dan reversibel, (2) optimalisasi respon
fisiologis, dan (3) menciptakan keadaan
operasi yang kondusif

KOMPONEN ANESTESI

Analgesi
a

Relaksa
si Otot

5/10/16

STADIUM ANESTESI

Guedel (1920)

INDIKASI ANESTESI UMUM


1.

Operasi di sekitar kepala, leher, intra-torakal

2.

Pada bayi atau anak-anak

3.

Pasien gelisah, tidak kooperatif atau disorientasi gangguan jiwa

4.

Pembedahan lama

5.

Pembedahannya luas atau ekstensif

6.

Memiliki riwayat alergi terhadap anestesi lokal

7.

Pasien yang memilih anestesi umum

KONTRAINDIKASI ANESTESI
UMUM
Kontraindikasi hanya bersifat relatif :
1.

Gangguan kardiovaskular berat

2.

Hipertensi tak terkontrol (diastolik >110 mmHg)

3.

Diabetes tak terkontrol

4.

Infeksi akut

5.

Sepsis

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


KELEBIHAN

KEKURANGAN

Mengurangi kesadaran dan


ingatan pasien

Perawatan lebih rumit

Relaksasi otot untuk jangka


waktu yang lama
Mempertahankan jalan napas,
pernapasan dan sirkulasi
Alergi agen anestetik lokal
Tanpa merubah posisi supine
pasien
Disesuaikan durasinya
Cepat reversible

Biaya lebih besar


Membutuhkan beberapa
persiapan preoperative
Komplikasi seperti mual,
muntah, sakit
tenggorokan, sakit
kepala, menggigil dan
lamanya perbaikan
psikomotorik

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


1.

Faktor Respirasi

2.

Faktor Sirkulasi

3.

Faktor Jaringan

4.

Faktor Zat Anestesi

METODE PEMBERIAN
1.

Induksi IV

2.

Induksi IM

3.

Inhalasi

4.

Induksi per rektal

5.

Steal induction

Obat-Obat Anestesi Umum


Premedikasi

Tujuan :
1. Menimbulkan suasana nyaman bagi pasien
2. Mengurangi dosis dari anesthesia
3. Memudahkan dan memperlancar induksi
4. Menekan dan mengurangi sekresi kelenjar
5. Menekan reflek-reflex yang tidak diinginkan

Obat-obatan yang digunakan untuk


premedikasi:
Antimuskarinik : Atropine
Analgetik Narkotik : Morfin
Barbiturat : Pentobarbital dan Sekobarbital
Benzodiazepine
Neuroleptik : klorprozamin

Induksi Anestesi
Induksi Anestesi merupakan tindakan untuk membuat
pasien dari sadar menjadi tidak sadar, sehingga
memungkinkan dimulainya anestesi dan pembedahan

Jenis-Jenis Induksi
Induksi Intravena
Induksi intramuscular

: Tiopental, Propofol, Ketamin, Opioid


: Ketamin

Induksi inhalasi
: N2O, Halotan, Enfluran, Isofluran,
Desfluran,Sevofluran
Induksi perektal
: Tiopental
Induksi mencuri
: dilakukan pada anak atau bayi yang sedang
tidur.
Pelumpuh otot nondepolarisasi: Tracurium 20 mg

Teknik Anestesi Umum


Teknik anestesi dengan sungkup/ nasal kanul
Teknik anestesi dengan menggunakan ETT
Teknik Anestesi dengan menggunakan ETT terkendali
Teknik Anestesi dengan menggunakan Intravena

Teknik Anestesi dengan Sungkup /


Kanul

Indikasi
Untuk tindakan yang singkat ( (0.5-1 jam) tanpa
membuka rongga perut
Keadaan umum pasien cukup baik (PSA ASA 1 atau 2 )
Lambung harus kosong

Teknik Anestesi dengan Endotracheal Tube (ETT)


Indikasi:
Operasi yang memerlukan waktu yang cukup
lama dan kesulitan mempertahankan jalan napas
bebas pada anestesi dengan sungkup muka.

Teknik Anestesi
Spontan dengan
Pipa Endotrakeal

STATICS :
Scope
Tube
Airway
Tape
Introducer
Connector
Suction
5/10/16

18

Teknik Anestesi
Spontan
dengan Pipa
Endotrakeal
Perhatikan
pemasangan
OPA

5/10/16

19

Teknik Anestesi
Spontan dengan
Pipa Endotrakeal
Manuver Sellick
Dilakukan pada pasien
yang tak sadar.
Menekan kartilago
Cricoideus
mencegah regurgitas
isi lambung.
Dilakukan terlalu awal
pasien tak nyaman
dan bisa muntah.
5/10/16

20

TEKNIK ANESTESI
Teknik Anestesi Spontan dengan Pipa
UMUM
Endotrakeal
Pemasangan ETT

5/10/16

21

TEKNIK ANESTESI
Teknik Anestesi Spontan dengan Pipa
UMUM
Endotrakeal
Syarat Ekstubasi :
1. Pasien bernafas spontan
2. Saturasi oksigen baik
3. Hemodinamik stabil
4. Efek muscle relaxant sudah habis
5. Operasi telah selesai

5/10/16

22

TEKNIK ANESTESI
Teknik Anestesi dengan Pipa Endotrakea dan
UMUM
Napas Kendali
Hal yang harus diperhatikan :
1. Teknik induksi anestesi dan intubasi sama.
2. Napas dikendalikan dengan respirator atau secara
manual.
3. Obat pelumpuh otot dapat diulangi dengan 1/3 dosis
awal apabila pasien tampak ada usaha mulai bernafas
sendiri.

5/10/16

23

Langkah-langkah Anestesi Umum


Evaluasi Pra Anestesia
Tujuan :
Mengetahui status fisik pasien praoperatif
Mengetahui dan menganalisis jenis operasi
Memilih jenis atau teknik anesthesia yang sesuai
Meramalkan penyulit yang mungkin terjadi selama operasi dan
atau pasca bedah
Mempersiapkan obat atau alat guna menganggulangi penyulit
yang diramalkan

Tatalaksana Evaluasi
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik Umum
Pemeriksaan Penunjang

Klasifikasi ASA
I

pasien penyakit bedah tanpa disertai penyakit sistemik

II

pasien penyakit bedah disertai penyakit sistemik ringan sampai sedang

III
IV

VI

pasien panyakit bedah disertai penyakit sistemik berat yang disebabkan karena berbagai
penyebab tetapi tidak mengancam nyawa
pasien penyakit bedah disertai penyakit sistemik berat
pasien penyakit bedah yang disertai dengan penyakit sistemik berat yang sudah tidak mungkin
ditolong lagi, dioperasi ataupun tidak dalam 24 jam pasien akan meninggal

pasien penyakit bedah yang telah dinyatakan mati otaknya yang mana organnya akan diangkat
untuk kemudian diberikan sebagai organ donor bagi yang membutuhkan

Persiapan Praanestesia
Persiapan di poliklinik dan di rumah untuk pasien rawat jalan
Persiapan psikis
Persiapan fisik
Persiapan di ruang perawatan
Persiapan psikis
Persiapan fisik
Persiapan di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral
Evaluasi ulang
Premedikasi
Persiapan di kamar operasi

PROSEDUR ANESTESI
Steward Score
UMUM
Penilaian
Kesadaran

Airway

Kriteria
Bangun

Skor
2

Merespon terhadap rangsangan

Tidak respon terhadap rangsangan


Menangis aktif atau batuk saat diperintah

0
2

Dapat mempertahankan patensi jalan

napas

Membutuhkan asisten untuk


Pergerakan

mempertahankan jalan napas


Menggerakkan ekstremitas dengan

tujuan

Menggerakkan ekstremitas tanpa tujuan

Tidak bergerak
Nilai >5, pasien dapat dipindahkan ke ruangan
5/10/16

28

Terima Kasih