Anda di halaman 1dari 29

INTERAKSI OBAT PADA

SALURAN CERNA
Rangki Astiani, M.Farm.Klin,
Apt.

pendahuluan
Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat
akibat pemakaian obat lain (interaksi obat-obat)
atau oleh makanan, obat tradisional dan
senyawa kimia lain.
Interaksi obat yang tidak diinginkan dapat
dicegah bila kita mempunyai pengetahuan
farmakologi tentang obat-obat yang
dikombinasikan. Tetapi haruslah diakui bahwa
pencegahan itu tidaklah semudah yang kita
bayangkan, mengingat jumlah interaksi yang
mungkin terjadi pada orang penderita yang
menerima pengobatan polypharmacy (6-10
obat)cukup banyak

PENGERTIAN
Saluran gantrointestinal (gastointestinal tractus),
juga disebut saluran digestik (digestive tract)
adalah sebuah saluran berotot yang memanjang
mulai dari mulut sampa ke anus.Pada
prinsipnyafungsi utama sistem gastrointestinal (GI)
adalah mensuplai nutrisi ke sel-sel tubuh yang
diperoleh melalui prosesIngestionyang terjadi pada
saat mulai intake makanan masuk kedalam
mulut,Digestiondimana peristiwa mencerna
makanan dimulai dalam lambung dan usus
halusdanAbsorptionyang terjadi terutama dalam
usus halus dan juga dalam usus besar. Proses
eliminasi adalah pengeluaran sisa-sisa hasil
pencernaan.

Sistem GI (Digestive System)


terdiri dari saluran GI dan organ
beserta kelenjar yang terkati
dengan pencernaan yaitu mulut,
esofagus, lambung, usus halus,
usus besar, rektum dan anus.
Sedangkan organ-organ yang
berhubungan adalah hati,
pankreas, dan kandung empedu.

Interaksi gastrointestinal adalah interaksi


dua/lebih obat yang diberikan secara
bersamaan yang terjadi di dalam saluran
pencernaan. Interaksi gastrointestinal
umumnya mempengaruhi proses absorpsi
obat, sehingga dapat digolongkan dalam
interaksi absorpsi yang merupakan bagian
dari interaksi farmakokenetik. Seperti
halnya interaksi obat lainnya, interaksi
gastrointestinal juga ada yang
menguntungkan dan ada yang
membahayakan.

Secara garis besar interaksi ini


dapat menjadi menjadi 2 golongan
yaitu:
Interaksi antara obat-obat
Interaksi antara obat
makanan

Faktor atau kerja terjainya interaksi obat dalam


gastrointestinal
a.Interaksi Langsung
Yaitu interaksi secara fisiki / kimia antara obat
dalam lumen saluran cerna sebelum
diabsorpsi,sehingga mengganggu proses absopsi.
b.Perubahan Ph cairan saluran cerna
Perubahan Ph pada cairan saluran cerna akan
mempengaruhi kelaruan dan absopsi obat-obat
yang bersifat asam atau basa
Misalnya : Pemberian Natrium bikarbonat
bersamaan dengan aspirin akan meningkatkan
disolusi aspirin,sehingga absorpsinya juga
meningkat. Tetapi akan mengurangi absorpsi dari
tetrasiklin.

c.Perubahan waktu pengosongan lambung dan waktu


transit dalam usus (motilitas saluran cerna)
Umumnya obat diabsorpsi di dalam usus, dimana absorpsi
di usus jauh lebih cepat dibandinkan di lambung. Oelh
karena itu makin cepat obat sampai ke usus makamakin
cepat juga diabsorpsi. Obat-obat yang memperpendek
waktu pengosongan lambung akan mempercepat absorpsi
obat lain yang diberikan secara bersamaan dan begitu juga
sebaliknya obat yang memperpanjang waktu pengosongan
lambung akan memperlambat absorpsi obat lain.
Contoh : Metoklopramid yang akan mempercepat absorpsi
parasetamol, diazepam dan propanolo dan obat
antikolinergik, antidepresi trisiklik, beberapa antihistamin
antacid gram Al dan analgetik narkotik akan
memperlambat absorpsi obat lain.

d.Perubahan Flora usus.


Secara normal flora usus berfungsi sebagai
sebagai:
Sintensis vitamin k dan merupakan sumber
vitamin K yang penting
Memecah sulfasalazim menjadi bagianbagian yang aktif
Sebagai metabolism obat (missal levodova)
Hidrolsis ghukuronid yang dieksresi
melalui empedu sehingga terjadi sirkulasi
enterohepatik yang memperpanjang kerja obat
(missal kontrasepsi oral)

Pemberian antibiotic spectrum


luas (seperti : tetrasiklin,
kloranfenikol,
ampislin,sulfonamide)akan
mempengaruhi flora usus
sehingga menghambat sintesa
vitamin K oleh mikroorganisme
usus.Apabila antibiotic ini
diberikan bersama antikoagulan
oral maka efek antikoagulan

e.Efek toksik pada saluran cerna


Terapi kronik dengan asam mefanamat,
neomisin dan kolkisin menimbullkan
sindrom malabsorpsi yang menyebabkan
absorpsi obat lain terganggu
f.Mekanisme tidak diketahui
Adabeberapa obat mengurangi jumlah
absorpsi obat lain dengan mekanisme
yang tidak diketahui. Misalphenobarbital
yang dapat mengurangi absopsi
griseofulvin dalam saluran cerna.

Interaksi antara obat dengan makanan


Interaksi antara obat-makanan ini dapat
terjadi karena beberapa hal:
Terjadinya perubahan Ph dalam lambung,
sehingga menyebabkan penundaan
absorpsi obat.
Perubahan motilitas usus, missal
rifampisin dan isoniazida yang
absorpsinya lebih kecil pada pemakaian
setelah makan dibandingkan jika obat
tersebut diminum pada waktu lambung
kosong.

3.Terjadinya reaksi kimia yang menbentuk


kompleks sama seperti obat-obat yang
mengandung kation multivalent, tetrasiklin
akan membentuk khelat dengan makanan yang
mengandung ion klasium, magnesium atau besi
sehingga suasah diabsorpsi.
4. Terjadinya pembentukan senyawa N-nitroso
(nitrosamine) yang disebut kanserogen. Ini
terjadi pada zat makanan yang mengandung
nitrit (nitirit biasanya digunakan sebagai
pengawet daging dan sosis) dengan
aminofenazon.

5. Kompetisi untuk mekanisme aktif,


dimana absopsi obat dapat dihambat
secara kompetititf oleh zat makanan
yang bersangutan. Kompetisi ini terjadi
pada obat obat yang merupakan analog
dari zat makanan, seperti levodopa,
metildopa dan 6-merkaptopurin yang
diabsorpsi aktif melalui mekanisme yang
sama dengan mekanisme yang sama
dengan mekanisme bahanmakanan.

PEMBAGIAN OBAT-OBATAN
1. Antasida
Adalah obat yang menetralkan asam
lambung sehingga berguna untuknyeri
tukak peptik. Antasida dibagi menjadi 2
golongan yaitu :
a.Antasida sistemik
Contohnya : natrium bikarbonat
b.Antasida non sistemik
Contohnya : aluminium Hidroksida,
Magnesium Hidroksida, Kalsium Karbonat,
Magnesium Trisilikat

2.Obat Penghambat Sekresi Asam Lambung


Obat ini diindikasikan untuk tukak peptik
karena dapat menghambat sekresi asam
lambung. Dapat dibagi dalam beberapa
kelompok menurut mekanisme kerjanya, yaitu
:
a.H2-blockers
Contohnya : simetidin, ranitidin, famitidin,
roxatidin. Obat-obat ini menempati reseptor
histamin-H2 secara selektif dipermukaan selsel parietal, sehingga sekresi asam lambung
dan pepsin sangat dikurangi.

b.Penghambat Pompa Proton (PPT)


Contohnya : omeprazol, lansoprazol,
pantoprazol, rabeprazol (pariet), esomeprazol
(nexium). Obat-obat ini mengurangi sekresi
asam (yang normal dan dibuat) dengan jalan
menghambat emzim H+/K+-ATPase secara
selektif dalam sel-sel tersebut.
c.Analogon Prostaglandin-E1
Contohnya : misoprostol (cytotec)
menghambat secara langsung sel-sel
parietal.

d.Zat-Zat Pelindung Ulcus


Contohnya : mucosaprotectiva, sukralfat, Alhidroksida, dan bismut koloidal yang menutup
tukak dengan suatu lapisan pelindung
terhadap serangan asam pepsin
e.Antibiotika
Contohnya : amoksisislin, tetrasiklin,
klaritromisin, metronidazol, dan tinidazol. Obat
ini digunakan dalam kombinasi sebagai triple
atauquadruple therapy untuk membasmi
H.pylory dan untuk mencapai penyembuhan
lengkap tukak lambung/usus.

f.Obat Penguat Motilitas


Contohnya : metoklopramida, cisaprida,
dan domperidon. Obat ini juga digunakan
prokinetika atau propulsiva dan berdaya
antiemetik serta antagonis dopamin.
g.Obat Penenang
Contohnya : meprobamat, diazepam dan
lain-lain.
h.Obat Pembantu
Contohnya : asam alginat, succus, dan
dimethicon

3.Obat-Obat Yang Meningkatkan


Mukosa Lambung
Contohnya : sulkralfat
4.Digestan
Adalah obat yang membantu proses
pencernaan. Obat ini bermanfaat pada
defisiensi satu atau lebih zat yang
berfungsi mencerna makanan di
saluran cerna. Contohnya : enzim
pankreas, dan empedu

5.Laksansia
Adalah zat-zat yang
menstimulasi gerakan peristaltik
usus sebagai refleks dari
rangsangan langsung terhadap
dinding usus dan dengan
demikian menyebabkan atau
mempermudah buang air besar
atau (defekasi) dan meredakan
sembelit.

Laksansia dibagi berdasarkan atas


farmakologi dan sifat kimiawinya
yaitu :
a.Laksansia Kontak
Contoh : derivat-derivat antrakinon (Rhammus =
Cascara sagrada, senna, rhei), derivat-derivat
difenilmetan (bisakodil, pikosulfat, fenolftalein), dan
minyak kastor. Zat-zat ini merangsang secara langsung
dinding usus dengan akibat peningkatanperistaltik dan
pengeluaran isi usus dengan cepat.
b.Laksansia Osmotik
Contohnya : magnesium sulfat/sitrat dan natrium
sulfat, gliserol, manitol, sorbitol, laktulosa, dan
laktitol. Senyawa-senyawa ini berkahasiat mencahar
berdasarkan lambat absorpsinya oleh usus, sehingga
menarik air dari luar usus melalui dinding ke dalam
usus oleh proses osmosa.

c.Zat-Zat Pembesar Volume


Contohnya : zat-zat lendir (agar-agar, metilselulosa,
dan CMC), dan zat-zat nabati Psyllium, Gom Sterculia
dan katul. Semua senyawa polisakarida ini sukar
dipecah dalam usus dan tidak diserap (dicernakan).
d.Zat-Zat Pelicin dan Emollientia
Contohnya : natrium docusinat, natriumlauril-sulfoasetat, dan parafin cair. Kedua zat pertama memiliki
aktivitas permukaan (detergensia) dan
mempermudah defekasi, karena melunakkan tinja
dengan jalan meningkatkan penetrasi air ke
dalamnya. Parafin melicinkan penerusan tinja dan
bekerja sebagai bahan pelumas

6.Antidiare
Adalah obat yang digunakan
untuk mencegah atau
mengurangi terjadinya diare.
Pembagian obat antidiare adalah
:
a.Kemoterapeutika
Untuk terapi kausal, yakni
memberantas bakteri penyebab
diare, seperti antibiotika,

b.Obstipansia
Untuk terapi simtomatis, yang dapat menghentikan
diare dengan beberapa cara, yakni :
-Zat-zat penekan peristaltik
-Adstringensia, yang menciutkan selaput lendir
usus
-Adsorbensia
c.Spasmolitika
Yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang
kejang otot yang sering kali mengakibatkan nyeri
perut pada diare antara lain papaverin dan
oksifenonium

7.Antiemetika
Adalah zat-zat yang berkhasiat menekan rasa
mual dan muntah. Berdasarkan mekanisme
kerjanya dapat dibedakan sebagai berikut :
a.Antikolinergika
Contohnya skopolamin dan antihistaminika
(siklizin, meklizin, sinarizin, prometazin, dan
dimenhidrinat). Obat-obat ini efektif
terhadap segala jenis muntah dan banyak
digunakan pada mabuk darat dan mual
kehaminla (antihistaminika).

b.Antagonis Dopamin
Zat-zat ini hanya efektif pada mual yang
diakibatkan oleh efek samping obat. Contoh
obatnya : propulsiva (prokinetika), derivat
fenotiazin, derivat butirofenon.
c.Antagonis Serotinin
Contohnya : granisetron, ondansetron, dan
tropisetron.
d.Kortikosterioda
Contohnya : deksametason ternyata efektif
untuk muntah-muntah yang diakibatkan oleh
sitostatika.

e.Benzodiazepin
Mempengaruhi sistem kortikal/limbis
dari otak dan tidak mengurangi
frekuensi dan hebatnya emesis
melainkan memperbaiki sikap pasien
terhadap peristiwa muntah.
f.Kanabinoida
Contohnya : marihuana, THC =
Tetrahidricanabinol = dronabinol).
Efektif pada dosis tinggi sitostatika

TERIMAKASIH