Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1

LATAR BELAKANG
Analisa kimia adalah penyelidikan yang bertujuan untuk mencari susunan
senyawa atau campuran .senyawa di dalam suatu sampel. Analisa kimia terdiri dari
Analisa kualitatif, yaitu penyelidikan mengenai kadar unsur atau ion yang terdapat dalam
suatu zat tunggal atau campuran. Suatu senyawa dapat diuraikan menjadi anion dan
kation. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk
mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode
analisa, analisis kualitatif dapat digunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi
golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis
anion atau kation suatu larutan.
Analisa kualitatif terdapat dua aspek penting yaitu pemisahan dan identifikasi .
Dimana kedua aspek ini didasari oleh kelarutan, sifat penguapan dan ekstraksi. Analisa
campuran kation-kation memerlukan pemisahan kation secara sistematik dalam
golongan dan selanjutnya diikuti masing-masing golongan ke dalam sub golongan dan
komponen-komponennya.
Oleh karena itu pada praktikum kali ini akan dilakukan percobaan dengan
menganalisa bebrapa larutan cuplikan. Dimana pengujian dilakukan dengan mereaksikan
larutan cuplikan dengan pereaksi selektif, spesifik, dan sensitif agar diketahui unsur
logam apa yang terdapat pada larutan cuplikan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana cara mengidentifikasikan golongan kation dari suatu cuplikan?
2. Bagaimana cara mengidentifikasikan kation dari suatu cuplikan dengan
melakukan uji spesifik?
1.3 TUJUAN PERCOBAAN
1. Dapat mengidentifikasikan golongan kation dari suatu cuplikan
2. Dapat mengenal sifat-sifat unsur dan ion-ionnya dalam larutan melalui
pengamatan
1.4 MANFAAT PERCOBAAN
Manfaat dari percobaan yaitu dapat mengetahui unsur-unsur yang termasuk
dalam golongan kation.
1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DASAR TEORI
Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur
apa yang terdapat pada suatu sampel. Analisis kualitatif untuk zat organik terdiri dari :
1. Analisis Anion
2. Analisis Kation
Pada analisis kation, kation yang dipelajari adalah sebagai berikut : NH4 +,
Na+, Ca+, Ba2+, Mg2+, Hg2+, Pb2+, Cu2+, Sn2+, Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+, K+, Ag2+,
dan sebagainya.
Tahapan analisis kualitatif yang dilakukan adalah sebagai berikut :
A. Analisis Pendahuluan
Pada cuplikan dilakukan "Pemeriksaan Pendahuluan" yaitu pengamatan sifat
fisik yaitu warna, bau, bentuk kristal dan tes kelarutan dalam air.
B. Test Nyala
untuk menganalisis suatu kation dalam cuplikan, dapat dilakukan tes nyala.
Beberapa logam mempunyai warna nyala tertentu bila dipanaskan dalam nyala bunsen
dengan menggunakan kawat Ni-Cr
Warna Nyala Pada Unsur Logam
Logam logam

Warna Nyala

Na
K
Li
Ca
Sr
Cu + logam boraks
Pb, As, Sb, Bi

Kuning
Lembayung (kaca kobalt)
Merah padam
Merah kuning
Kuning hijau
Hijau
Biru muda

C. Penentuan Golongan Kation


Untuk identifikasi kation secara sistematis, harus dilakukan pemisahan
golongan. Setelah itu baru dilakukan uji spesifik setiap kation yang ada dalam
2

golongan tersebut untuk mengidentifikasi unsur yang keberadaan di dalam suatu


cuplikan. Dalam analisa kation terdapat lima golongan yaitu :
Golongan 1 : Ag+, Pb2+, akan mengendap sebagai garam klor dalam kondisi asam
Golongan 2

kuat.
: Pb2+, Hg2+, Cu2+, Sn2+, akan mengendap sebagai garam sulfida atau

Golongan 3

hidroksida dalam suasana sedikit basa.


: Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+, akan mengendap sebagai garam

Golongan 4

sulfida atau hidroksida dalam sedikit basa.


: Ca2+, Ba2+, tetap berada dalam larutan setelah pemeriksaan kation

Golongan 5

golongan 1, 2, dan 3.
: NH4+, Mg2+, K+, Na+. Golongan 5 dapat dipisahkan langsung dari
golongan 1, 2, 3, dan 4. Karena gas H 2S mempunyai bau yang tidak
enak serat berbahaya, maka digunakan tiosetamida sebagai pengganti.
Reaksi tiosetamida dengan air bila dipanaskan akan menghasilkan
H2S juga, tetapi berupa larutan jenuh.

D. Sistematika Pemisahan Golongan untuk Kation

Larutan yang tidak


diketahui
Golongan
5
Larutan

Terdapat
kation dari
endapan
golongan 1, 2, 3,dan 4
3

+ HCl 6 M

Golongan
2, 3, dan 4
Larutan

Golongan
1
endapan
+tiosetamida
+ HCl

Larutan

endapan

Golongan 3 & 4

Golongan 2

+NH3 /

NH4Cl
+tiosetamida

endapan

Larutan

Golongan 3

Golongan

E. Analisis Kation dengan Reaksi Spesifik


Tes spesifik digunakan untuk mengetahui adanya kation tertentu dalam suatu
I.

larutan.
Ag+
Ag+ + ClAg+ + OH-

AgCl(s)

putih

AgOH(s)

Hitam coklat

AgOH + 2 NH3
II.

III.

IV.

(Ag(NH3)2 )+ (larutan)
larut dalam amoniak berlebih

Pb2+
Pb2+ + CrO42-

PbCr4(s)

putih

Pb2+ + SO2-

PbSO4

putih

Pb2+ + OH-

Pb(OH)(s) putih
tidak larut dalam amoniak berlebih

Hg2+
Hg2+ + 2 OHHg2+ + 2 ICu2+
2Cu2+ + SO42- + 2NH3 + 2H2O

Hg2O(s)
kuning + H2O
HgI2
merah
Cu(OH)2.CuSO4

+ 2NH4+
4

Cu2+ + 2OH-

Cu(OH)2

Cu(OH)2

CuO

Biru

Hitam + H2O

V.
Sn2+
Sn2+ + Hg2Cl2
Hg2 Cl2 putih + Sn4+ +2Cl2+
jika ditamba Sn berlebih :
Sn2+ + Hg2 Cl2
2Hg abu-abu + Sn4+ + 2ClVI.
Fe2+
Fe2+ + 2OH4 Fe(OH)2 + H2O + O2

Fe(OH)2

Fe2+ + [Fe(CN)6]3-

Fe3+ + [Fe(CN)6]4-

4 Fe3+ +3[Fe(CN)6]4VII.

putih
4Fe(OH)3 coklat merah

Fe4[Fe(CN)6]3 biru turnbull

Fe3+
Fe3+ + 3 SCN-

Fe(SCN)3 merah tua

Fe3+ + [Fe(SCN)6]3-

Fe[Fe(SCN)6] coklat

Dengan menambahkan H 2O2 atau sedikit larutan timah (II) klorida


menghasilkan endapan biru prusia.
VIII.

Co2+
Co2+ + 4SCN-

IX.

[Co(SCN)4]2- biru

Mn2+
Mn2+ + 5 NaBiO3 + 14H+

2MnO4+ + 5Bi3+ + 5Na+ + 7 H2O

Menghasilkan warna ungu dari permanganat.


X.

Ni2+
H
O
H3C
CH3
Ni2+ + 2
2H+

CH3

C=N

OH

O
N

C
Ni

CH3

C=N

OH

C
H3C

+
C

CH3
5

O
H

XI.
XII.

XIII.

Al3+
Al3+ + 3CH3COO- + 2H2O
Al(OH)2CH3COO + 2CH3COOH
Al3+ + 3OHAl(OH)3 putih
Ba2+
Ba2+ + SO42-

BaSO4

putih

Ba2+ + CrO42-

BaCrO4

Kuning

Ca2+
Ca2+ + SO42Ca2+ + CrO4

XIV.

CaSO4 putih
tidak terbentuk endapan

NH4+
NH4+ + OH-

NH3

+ H2O

Timbul bau, kertas lakmus merah berubah menjadi biru


XV.

Mg2+
Mg2+ + NH3 + HPO42-

XVI.

kristalin putih

K+
3K+ + [Co(NO2)6]3-

XVII.

Mg(NH4)PO4

K3[Co(NO2)6]

kuning

Na2+
Na2+ + Mg2+ + 3UO22+ + 9 CH3COO-

NaMg(UO2)3(CH3COO)9
Kristalin kuning

- Tes nyala
2.2

DAFTAR ALAT

Tabung reaksi dan rak


Pipet tetes
Kawat Ni-Cr
Bunsen, kaki tiga, kasa
Gelas kimia 500 ml
Kaca arloji
Labu ukur 100 ml
Pengaduk
Spatula
Botol aquadest

20/1
8
1
1
1
8
1
1
1
4
6

2.3
Reagen

Pipet ukur 5ml, 10ml


Bola karet
Masker
Sarung tangan
Kaca kobalt
BAHAN YANG DIGUNAKAN :

4/4
4
8
8
1

Tioasetamida 1M

(NH4)2CO3 1 M dalam NH3 1 M


NH4Cl 2 M
HCL 6 M
HNO3 6 M
NaOH 2 M
NaOH 6 M
H2SO4 6 M
HNO3 1 M
CH3COOH 2 M
Larutan morin Ba(NO3)2 0,1 M
K4Fe(CN)6 0,5 M
K3(CN)6 0,5 m
NaBiO3 padat
Dimetilglioksim 1% dalam etanol
KCSN padat
NaSO3 1 M dan padat
KHSO4 padat
Na3(Co(NO2)6 padat

Cuplikan
AgNO3 0,1 M (Ag+)
BaCl2 0,1 M (Ba2+)
CuSO4 (Cu2+)
CaCl2 0,1 M (Ca2+)
MnSO4 0,1 M (Mn2+)
CoCl 0,1 M (Co2+)
Al2(SO4)3 0,1 M (Al3+)
Hg(NO3) 0,1 M (Hg2+)
CH3COONa 0,1 M

(Na+/CH3COO-)
CH3COOPb 0,1 M

(Pb2+/CH3COO-)
Kbr 0,1 M (K+/Br-)
Mg(CH3COO)2 0,1 M (Mg2+/CH3COO-)
Na2S 0,1 M (S-)
KSCN 0,1 M (K+/SCN-)
MnSO4 0,1 M (Mn2+/SO42-)
SnCl2 0,1 M (Sn2+)
(NH4)2C2O4 (NH4+/C2O42-)
NiSO4 0,1 M (Ni2+)
FeCl3 0,1 M (Fe3+)
KNO2 0,1 M (NO2-)
KI 0,1M (K+/I-)
CrCl3 0,1 M (Cr3+)
NaSO3 0,1 M (SO3-)

LANGKAH KERJA

2.4

Analisis Pendahuluan
- Pengamatan Fisik

Lakukan pengamatan fisik seperti warna, bau, dan bentuk kristal.


- Tes Kelarutan

Ambil 0,2 gr cuplikan dan tambahkan 2 ml air


demineral. Amati kelarutannya di dalam air dingin. Bila tidak melarut, letakkan
tabung reaksi di dalam gelas kimia yang berisi air mendidih. Amati dan catat
hasil pengamatan, yaitu warna, dan pH larutan

Bila cuplikan tidak larut dalam air dingin maupun air

panas, maka dilakukan tes kelarutan dengan asam-asam sebagai berikut :

1 ml H2SO4 6 M

1 ml HCl
6M

1 ml HNO3 6 M
Tes Nyala

Letakkan kira-kira 0,1 gr cuplikan yang tidak diketahui


pada kaca arloji dan tambahkan 3 tetes HCl 6 M. Terlebih dahulu bersihkan
kawat Ni-Cr dengan memijarkan pada nyala Bunsen, kemudian celupkan kawat
tersebut dalam HCL yang mengandung cuplikan, lalu pijarkan sampai warna
konstan. Amati warna nyala dari cuplikan dan bandingkan hasilnya dengan
tabel warna nyala pada teori. Bila teramati warna nyala yang karakteristik, tulis

perkiraan unsur yang mungkin.

Identifikasi Golongan Kation


Langkah 1 : ( Golongan 1,2,3,4,5)

1 ml larutan cuplikan + 1 ml (NH 4)CO3. Bila


mengendap berarti kation dari golongan 1 sampai 4. Bila tidak

mengendap berarti golongan 5. Maka kerjakan langkah 6.


Langkah 2 : (Golongan 1,2,3,4)

1ml larutan cuplikan + 3 tetes HCl 6 M. Bila

mengendap kemungkinan adanya Ag+, Hg+, atau Pb2+. Bila


tidak mengendap lanjutkan ke langkah 3.

Langkah 3 : (Golongan 2,3,4)


1 ml larutan cuplikan + tetes HCl 6 M dan 1
tiosetamida 1 M (pH 1). Letakkan tabung reaksi selama 5 menit
ke dalam gelas kimia 250 ml yang berisi air mendidih. Sulfide
yang mengendap dalam asam akan sempurna. Bial endapan
1

berwarna hitam, kemungkinan adanya kation Pb2+, Mg2+,Cu2+,


bila endapan coklat, berarti kation Sn2+,. Bila tidak mengendap
lanjutkan langkah 4. Bila terdapat zat pengoksidasi ( Fe2+,
CrO42-), maka zat-zat tersebut bereaksi dengan H2S membentuk

koloid sulfur

( kuning keruh).
Langkah 4 : (golongan 3,4)
1 ml cuplikan + 3 tetes NH 4Cl 1 ml 1 ml NH3 6 M.
tambahkan 1 ml tiosetamida 1M kocok dan didihkan +5menit.
Bila ada endapan hitam berarti kemungkinan adalah kation
Fe2+, Fe3+, CO2+, Ni2+. Bila ada endapan hijau berarti adanya
Cr3+. Bila ada endapan merah berarti Mn2+. Bila ada endapan

putih berarti Al3+. Bila tidak ada endapan lanjutkan langkah 5.


Langkah 5 : (golongan 4)
Lakukan reaksi spesifik kation golongan 4.
Langkah 6 : (tes nyala)
Periksalah kation golongan 5 melalui tes nyala.

Reaksi Spesifik untuk Analisa Kation

Golongan 1:
1.

Ag+
a. 1 ml larutan cuplikan + 5 tetes HCL 2 M
endapan putih
Endapan larut bila ditambah 2/3 ml NH3 6 M dan larutan menjadi bening.
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M
endapan coklat
Tambahkan ml NH3 1 M, endapan larut dan larutan menjadi bening.

2.

Pb2+
a. 1 ml cuplikan + 4 tetes K2CrO4 0,1 M
kuning
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M
putih

Tidak larut dalam NH3 berlebih


Golongan 2:
1. Hg2+
a. 1 ml cuplikan + tetes NH3 1 M
kuning keruh
b. 1 ml cuplikan + 1 ml KI 0,1 M
merah keruh
2. Cu2+

1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M


biru muda
Tambahkan amoniak berlebih (NH4OH 1 M) terjadi larutan biru tua

3. Sn2+

1 ml cuplikan + 1 ml Hg(NO3)2 0,1 M

Golongan 3:
1. Fe2+

putih

1 ml cuplikan + 5 tetes NaOH 2 M

endapan seperti gelatin warna


coklat
1 ml cuplikan + 5 tetes K3Fe(CN)6

biru tua
2. Fe3+
a. 1 ml cuplikan + 3 tetes KSCN 0,1 M
b. 1 ml cuplikan + 3 tetes K4Fe(CN)6 0,5 M
3. Co2+
2 ml cuplikan + 1 Spatula KSCN

merah tua
biru berlin

biru keunguan
Tambahkan eter amil alcohol berubah menjadi biru

4. Mn2+

5 tetes cuplikan + seujung spatula natrium bismuat + 5 tetes HNO 3 6


M

Merah violet

5. Ni2+

1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 ml dimetilglioksim


merah

6. Al3+
a. 1 ml cuplikan + 3 tetes CH 3COOH + seujung spatula natrium asetat + 1 ml larutan
morin
flouresence hijau
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NaOH 2 M
putih
Seperti gelatin yang dapat larut dalam kelebihan NaOH

Golongan 4:
2+
1. Ba
a. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M
putih

Tidak larut dalam asam

kuat
b. 1 ml cuplikan + 5 tetes K2CrO4 0,1 M
kuning muda
2. Ca2+
a. 1 ml cuplikan + 4 tetes (oksalat)
putih
b. 1ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M
tidak ada endapan

Golongan 5 :
1. Na+

Jika reaksi-reaksi untuk kation lain di dalam golongan 5 negatif dan warna
nyala positif ( dalam waktu 1 menit), berarti ada atom Na.
2. K+ / Na+

Seujung spatula Na2(Co(NO2)6 + ml air + 2 tetes CH 3COOH 2 M maka


terbentuk endapan kuning
3. Mg2+
1

1 ml cuplikan + 4 tetes NH4Cl 1 M, NH4OH/NH3 2 M dan 1 ml Na2HPO4 0,1

M mka timbul endapan putih


4. NH4+

1 sendok spatula cuplikan + 1 ml NaOH 6 M panaskan gas amonia akan


dilepaskan dan dapat diidentifikasi dengan baunya.
2.5
DATA PENGAMATAN
Analisis pendahuluan
- Pengamatan Fisik
Sifat

fisik

Sample 1

Hijau

Tidak berbau

Serbuk kristal

Sample 2

Putih

Berbau

Serbuk halus

Sample 4

Hijau Kebiruan

Tidak berbau

Serbuk kristal

Tes Kelarutan
La

rutan

Sample 1

Larut

Sample 2

Larut

Sample 4

Larut

Tes Nyala

Kation

Warna
1

Sample

Lembayung

Identifikasi Golongan Kation


Sample 1

Pereaksi

(NH4)2CO3
HCl 6 M

HCl 6 M dan
tiosetamida

NH4Cl 1 M dan NH3

Pengamatan

Kation yang mungkin

Larut

Golongan 5
(Na , K+/Na+, Mg2+, NH4+)

Sample 2

Pereaksi

(NH4)2CO3
HCl 6 M

HCl 6 M dan
tiosetamida

NH4Cl 1 M dan NH3

Pengamatan

Kation yang mungkin

Mengendap

Golongan 1,2,3,4

Larutan

Golongan 2,3,4

Mengendap

Golongan 2
(Pb2+, Mg2+, Cu2+)

Pereaksi

(NH4)2CO3
HCl 6 M

Sample 3
Pengamatan

Kation yang mungkin

Mengendap

Golongan 1,2,3,4

Larutan

Golongan 2,3,4
1

HCl 6 M dan
tiosetamida

NH4Cl 1 M dan NH3

Golongan 3,4

Larutan

Golongan 3
(Fe2+, Fe3+, Co2+,

Mengendap

Mn2+,Ni2+,Al3+)

Reaksi Spesifik untuk Analisa Kation

Cuplikan 1:
2+
Pb
c. 1 ml cuplikan + 4 tetes K2CrO4 0,1 M
d. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M

kuning
putih
Tidak larut dalam NH 3

berlebih
Cuplikan 2:

Cu2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M
biru muda
Tambahkan amoniak berlebih (NH4OH 1 M) terjadi larutan biru tua

Cuplikan 3:

Ba2+

a. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M

putih
Tidak larut dalam asam

kuat
b. 1 ml cuplikan + 5 tetes K2CrO4 0,1 M

Cuplikan 4:

2.6

kuning muda

Ni2+
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 ml dimetilglioksim

merah

ANALISA PERCOBAAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, pada sample 1 memiliki warna


putih, tidak berbau, berbentuk Kristal, dan larut dalam air dingin. Sample 2 memiliki
warna biru, tidak berbau, berbentuk serbuk halus, dan larut dalam air. Sample 3
memiliki warna hijau, tidak berbau, berbentuk Kristal, dan larut dalam air dingin.

Setelah melakukan pendahuluan yaitu tes kelarutan dan tes


pengamatan fisik, maka selanjutnya berupa identifikasi golongan. Pada sample 1, ketika
dicampurkan 1 ml (NH4)CO3 tidak terdapat endapan. Kation yang mungkin adalah
golongan 5 (Na+, K+/Na+, Mg2+, NH4+). Pada sample 2, ketika dicampurkan 1 ml
(NH4)CO3 terdapat endapan. Kation yang mungkin adalah golongan 1,2,3,4. Lalu 1 ml
1

cuplikan dicampur dengan HCl 6M tidak ada endapan, kation yang mungkin adalah
2,3,4. Kemudian ditambahkan HCl dan tioasetamida terdapat endapan berwarna hitam.
Kation yang mungkin adalah golongan 2 (Pb2+, Mg2+, Cu2+). Pada sample 3, ketika
dicampurkan 1 ml (NH4)CO3 terdapat endapan. Kation yang mungkin adalah golongan
1,2,3,4. Lalu 1 ml cuplikan dicampur dengan HCl 6M tidak ada endapan, kation yang
mungkin adalah 2,3,4. Kemudian ditambahkan HCl dan tioasetamida tidak terdapat
endapan. Kation yang mungkin adalah golongan 3,4. Selanjutnya ditambahkan NH 4Cl
dan tioasetamida terdapan endapan berwarna hitam. Kation yang mungkin adalah
golongan 3 (Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+,Ni2+,Al3+).

Langkah selanjutnya adalah

menentukan reaksi spesifikasi. Pada

sample 1, kationnya adalah Na+. Pada sample 2, kemungkinan kationnya adalah Pb2+,
Mg2+, Cu2+ maka dimasukkan uji spesifik untuk analisa kation ketika 1 ml cuplikan
ditambah 2 tetes NH3 1M menghasilkan warna biru. Jadi, kationnya adalah Cu 2+. Pada
sample 3, kemungkinan kationnya adalah Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+,Ni2+,Al3+ , maka
dimasukkan uji spesifik untuk analisa kation ketika 1 ml cuplikan ditambah 2 ml NH 3
1M dan 1 ml dimetilglikoksim menghasilkan warna merah. Jadi, kationnya adalah Ni2+.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil percobaan yang telah dilakukan

maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahap yang dilakukan untuk menganaalisis
kation diantaranya :
Analisis kation adalah salah satu analisis kualitatif karena mengidentifikasi unsur

unsur ataupun zat yang terdapat didalam suatu cuplikan


Masing-masing zat memiliki sifat fisik dan sifat kimia
Tahapan Analisis : Pendahuluan, identifikasi golongan, dan reaksi spesifik
Analisis pendahuluan yaitu terdiri dari pengamatan fisik, tes kelarutan, dan tes nyala

3.2 PERTANYAAN
1. Apakah perbedaan antara analisis kualitatif dan analisis kuantitatif?

Jawab :
- Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur apa
-

yang terdapat pada suatu sample


Analisis kuantitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui kadar

unsure atau senyawa dalam suatu bahan


2. Tuliskan sifat-sifat fisik dan kimia dari cuplikan yang anda analilis!
16

Jawab :
Sample 1

dalam air dingin dan HNO3 6 M


Sample 2
: berwarna biru, tidak berbau, berbentuk serbuk halus, larut

: berwarna putih, tidak berbau, berbentuk serbuk kristal, larut

dalam air dingin maupun air mendidih serta larut dalam HCl 6 M, H2SO4 6 M,
-

HNO3 6 M
Sample 3

: berwarna hijau, tidak berbau, berbentuk serbuk Kristal, larut

dalam air dingin maupun air mendidih serta larut dalam HCl 6 M

3. Tuliskan reaksi Al3+, Cr3+, Mn2+ dengan larutan natrium hidroksida. Apakah warna
endapan yang dihasilkan!

Jawab :
- Al3+ + 3NaOH
- Cr3+ + 3NaOH
- Mn2+ + 2NaOH

Al(OH)3 + 3 Na putih
Cr(OH)3 + 3 Na
putih
Mn(OH)2 + 2 Na
merah violet

17

DAFTAR PUSTAKA

http://vsitompul.blogspot.com
http://tadriskismis.wordpress.com

Jobsheet. 2015. Penuntun Praktikum Kimia Analisis Dasar.

Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya

GAMBAR ALAT

18

Lab
u
ukur

Rea
ksi

Bola
Kare
t

Gela
s
Kim
ia

Peng
aduk

Penj
epit

Spat
ula

Boto
l
Aqu
ades

Pipe
t
Uku
r

Bun
sen

Kac
a
Arlo
ji

Kac
a
mata

Tabu
ng
Rea
ksi

Pipe
t
tetes

Rak
Tabu
ng

19

Mas
ker

Saru
ng
Tang
an

Kac
a
Kob
alt

Kasa

20

Kaki
tiga