Anda di halaman 1dari 11

NAMA : AJENG HIKMAWATI

NIM : 14.442.0125

Rumus Bangun Datar


1. Persegi

Rumus luas persegi adalah


L = s
Dimana :
L = luas
s = sisi persegi
Rumus keliling persegi yaitu
K = 4.s
Dimana
K = keliling
s = ukuran sisi
2. Persegi Panjang

Rumus luas persegi panjang adalah


L= pxl

Dimana
L = luas
p = panjang
l = lebar
Rumus keliling persegi panjang adalah
K = (2 x p) + (2 x l)
3. Segitiga

Rumus luas segitiga adalah


L = 1/2 x a x t
dimana :
a = panjang alas
t = tinggi
Rumus keliling sebuah segitiga yaitu
K = panjang sisi1 + panjang sisi2 + panjang sisi3 ( atau jumlah semua sisinya )
4. Jajar Genjang

Rumus luas jajar genjang adalah

L = alas x tinggi
Keterangan :
L = luas jajar genjang
alas = panjang alas
tinggi = panjang tinggi
Rumus keliling jajar genjang adalah
K = 2 x alas + 2 x sisi miring ( atau jumlah semua sisinya )
5. Trapesium

Rumus luas trapesium adalah


Luas Trapesium =

1/2 x jumlah sisi sejajar x tinggi

Keterangan :
Jumlah sisi sejajar = A + B ( lihat gambar di atas )
Tinggi = t ( lihat gambar di atas )
Rumus keliling trapesium adalah
Keliling Trapesium = jumlah seluruh sisi-sisinya
Keterangan :
Keliling trapesium merupakan jumlah seluruh sisi-sisinya
6. Layang-layang

Rumus luas layang-layang adalah


Luas = . d1 x d2
Dimana
d1 =diagonal vertikal
d2 = diagonal horizontal
Rumus keliling layang-layang adalah
Keliling = 2.s1 + 2.s2
atau
Keliling = 2 ( s1 + s2 )
Keliling bangun layang-layang diperoleh dengan menjumlahkan panjang semua sisi-sisinya.
7. Belah Ketupat

Rumus luas belah ketupat adalah


Luas = x diagonal 1 x diagonal 2
Rumus keliling belah ketupat adalah

Keliling = s + s + s +s atau Keliling = 4 x sisi


8. Lingkaran

Rumus luas lingkaran adalah


Luas Lingkaran = x r2
Dimana
( phi ) = 3,14 atau 22/7
r = jari-jari dari lingkaran atau setengah diameter lingkaran, jika jari-jari satuannya
centimeter (cm)
maka satuan luasnya cm2.
Rumus keliling lingkaran adalah
Keliling = x d
Atau karena d = 2 x r , maka di dapat K = x 2 x jari-jari
Dimana
d = diameter
r = jari-jari
= 22/7 atau 3.14
- See more at: http://www.rumusmatematika.org/2015/06/rumus-luas-dan-keliling-bangundatar.html#sthash.EhHdLd7w.dpuf
A.

Segi-n beraturan

1.

Segi lima beraturan

Segi lima seperti diuraikan di atas adalah segi banyak yang memiliki lima sisi, di mana
semua sisinya memiliki panjang yang sama dan seluruh sudutnya sama besar (108).

2. Segi enam beraturan


Suatu segi enam beraturan adalah suatu segi enam dengan panjang sisi dan besar sudut dalam
yang sama. Sudut dalam pada segi enam beraturan adalah 120. Segi enam beraturan
memiliki enam simetri garis dan 6 simetri putar. Sejumlah segi enam dapat disusun bersamasama dengan cara mempertemukan tiga segi enam pada masing-masing salah satu sudutnya.

3. Menghitung Luas dan Keliling Segi-n Beraturan


Sebuah segi-n beraturan (n > 3) dapat dibuat dari segitiga sama kaki yang kongruen sebanyak
n, karenanya luas segi-n beraturan adalah n kali luas segitiga sama kaki, yaitu:
L = n. L
Sementara keliling segi-n beraturan adalah
K=n.s
Dimana s adalah panjang sisi segi-n beraturan.
Sifat segi-n beraturan:

a)

Segi lima beraturan

Berdasarkan sifat-sifat segi-n beraturan, maka sebuah segi lima beraturan memiliki:

Untuk menghitung luas segilima beraturan, gunakan rumus:


L = n . L = 5 . L
Misalnya kita tinjau segitiga ABP (lihat gambar). Luas segitiga ABC dapat dihitung dengan
berbagai rumus, misalnya:
LABP = AB x PF
B. Lingkaran
Lingkaran merupakan bentuk kurva sederhana tertutup yang lain selain segi banyak.
Lingkaran adalah himpunan titik-titik pada suatu bidang yang berjarak sama, dari suatu titiktitik pada suatu bidang yang berjarak sama, dari suatu titik tertentu. Titik tertentu tersebut
dinamakan titik pusat lingkaran. Segmen garis yang menghubungkan titik pusat dengan suatu
titik pada lingkaran disebut jari-jari lingkaran (r). Diameter lingkaran (d) adalah sebarang
segmen garis yang melalui titik pusat dan bahwa panjang diameter lingkaran ini merupakan
dua kali lipat panjang jari-jari lingkaran.
Atau dapat dilihat lebih detil tentang unsur-unsur lingkaran sebagai berikut:

1)

Titik O disebut pusat lingkaran

2)

Garis OA, OB, OC, OD, OE dan OF disebut jari-jari lingkaran (r)

3) Garis AD disebut garis tengah atau diameter (d), yaitu garis yang mengubungkan dua
titik pada lingkaran dan melalui titik pusat lingkaran serta memiliki dua kali lipat panjang
jari-jari lingkaran (d = 2r)
4)

Garis lurus FB dan EC disebut tali busur

5)

Garis lengkung FB, FE dan EC disebut busur

6) Daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran dan sebuah busur, misalnya OE, OF,
dan busur EF disebut juring
7)

Daerah arsiran yang dibatasi oleh tali busur EC dan busur EC disebut tembereng

8) Garis OG (tegak lurus BC) disebut apotema, yaitu jarak terpendek antara tali busur
dengan pusat lingkaran.
Menghitung Luas lingkaran
1.

Menentukan nilai Pi ()

Nilai Pi () merupakan nilai perbandingan keliling terhadap diameter lingkaran. Panjang


seluruh tepi suatu lingkaran disebut keliling lingkaran. Berikut ini akan ditentukan nilai
pendekatan untuk perbandingan antara keliling dan diameter lingkaran.

a. Gambar diatas merupakan lingkaran yang berpusat di titik O dan memuat segi enam
beraturan ABCDEF. Dari segienam beraturan dibuat 6 segitiga yang kongruen, sehingga
AOB = BOC = COD = DOE = EOF = FOA = 60
Dalam OAB, panjang OA = OB (=jari-jari), maka
OAB = OBA
OAB + OBA = 180 60 = 120
Karena OAB = OBA, maka
OAB = OBA = 60

Jadi, OAB = OBA = AOB = 60 sehingga OAB merupakan segitiga sama sisi dan
AB = OA = OB = r

b. Gambar dibawah ini merupakan lingkaran dengan titik pusat O dan terdapat di dalam
segienam beraturan.

AOB = 60, maka POB = 30 dan POQ = 60


Karena OP = OQ, maka OPQ = OQP
OPQ + OQP = 180 60 = 120
OPQ = OQP = 60
Jadi, POQ sama sisi, sehingga OP = OQ = PQ = 2x
Perhatikan POB

Kemudian dilakukan beberapa kali percobaan dengan besaran lingkaran yang berbeda-beda
dalam mencari nilai pendekatan untuk perbandingan keliling terhadap diameter lingkaran
dengan cara:
1)

mencari keliling lingkaran digambar pada kertas (didapat panjang keliling lingkaran),

2) dipotong gambar lingkarannya dan dilipat sehingga saling menutup tepat (didapat
diameter lingkaran)
Sehingga didapatkan perbandingan antara keliling dengan diameter lingkaran atau disebut
juga dengan pi (), didapatkan nilai rata-rata mendekati nilai 3,14 (pecahan desimal) atau
(pecahan biasa).
2. Menentukan Rumus Luas Lingkaran
Untuk menentukan rumus lingkaran rumus luas lingkaran dapat dilakukan dengan
menggunakan langkah-langkah berikut ini:
1. Buatlah lingkaran dengan r = 10 cm
2. Bagilah lingkaran tersebut menjadi 2 bagian yang sama dengan cara membuat
diameter dan berilah warna yang berbeda.
3. Bagilah lingkaran itu menjadi juring-juring dengan besar sudut pusat masing-masing
30.
4. Bagilah salah satu juring yang terjadi menjadi dua bagian yang sama.
5. Guntinglah lingkaran tersebut sesuai dengan juring-juring yang terjadi.
6. Letakan potongan-potongan dari juring-juring tersebut secara berdampingan seperti
gambar dibawah ini:

Ternyata hasil dari potongan-potongan juring yang diletakan secara berdampingan


membentuk bangun yang menyerupai persegi panjang. Jika juring-juring lingkarannya
memiliki sudut pusat yang semakin kecil, misalnya 15, 10, 5, dan seterusnya, maka bangun
yang terjadi sangat mendekati bentuk persegi panjang dengan panjang = kali keliling
lingkaran, dan lebar = jari-jari lingkaran, sehingga:
Luas lingkaran = luas persegi panjang yang terjadi
= panjang x lebar
= keliling lingkaran x jari-jari
= x 2r x r
= r x r

DAFTAR PUSTAKA
http://belajarmatematikaonline.com/kumpulan-rumus-mencari-luas-dan-kelilingbangun-datar-lengkap/
http://www.rumusmatematika.org/2015/06/rumus-luas-dan-keliling-bangundatar.html
http://www.imaniawan.id/2015/05/rumus-matematika-cari-luas-keliling.html
https://damarlanhadi.wordpress.com/2012/12/14/segi-banyak-lingkaran/