Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di dunia otomotif, dikenal beberapa teknologi mesin sumber tenaga kendaraan
berbahan bakar bensin, yaitu 2 tak (dua langkah) dan 4 tak (empat langkah). Namun sejak
dua dekade terakhir ini, beberapa negara maju telah menetapkan pembatasan penggunaan
mesin 2 tak. Bahkan AS telah melarang penjualan sepeda motor 2 tak yang berkapasitas
mesin 100cc ke atas sejak tahun 1985.
Motor bakar salah satu jenis mesin pembakaran dalam, yaitu mesin tenaga dengan
ruang bakar yang terdapat di dalam mesin itu sendiri (internal combustion engine),
sedangkan mesin dengan pembakaran luar disebut (external combustion engine). Dimana
orang untuk tujuan tertentu perlu mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lain dan
alatnya yang disebut pesawat atau mesin. Motor bakar adalah mesin atau pesawat tenaga
yang merupakan mesin kalor dengan menggunakan energi thermal dan potensial untuk
melakukan kerja mekanik dengan merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi
panas (thermal) dan potensial sehingga menghasilkan energi mekanik. Cara memperoleh
energi thermal tersebut dari hasil proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin itu
sendiri.
Di dunia otomotif, dikenal beberapa teknologi mesin sumber tenaga kendaraan
berbahan bakar bensin, yaitu 2 tak (dua langkah) dan 4 tak (empat langkah). Namun sejak
dua dekade terakhir ini, beberapa negara maju telah menetapkan pembatasan penggunaan
mesin 2 tak. Bahkan AS telah melarang penjualan sepeda motor 2 tak yang berkapasitas
mesin 100cc ke atas sejak tahun 1985.
Maka dari itu, dalam makalah ini akan dikupas mengenai kelebihan serta kekurangan
dari mesin 2 tak.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana sejarah munculnya mesin 2 tak ?
1.2.2 Apa yang dimaksud motor bakar ?
1.2.3 Apa saja golongan dari mesin bakar ?
1.2.4 Bagaimana cara kerja dari mesin 2 tak ?
1.2.5 Apa saja kelebihan dari mesin 2 tak ?
1.2.6 Apa saja kekurangan dari mesin 2 tak ?
1.2.7 Bagaimana prinsip kerja mesin ?
1.2.8 Apa yang dimaksud Siklus Otto

1.3 Tujuan
1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5
1.3.6
1.3.7
1.3.8

Untuk mengetahui sejarah munculnya mesin 2 tak


Untuk memahami motor bakar
Untuk mengetahui golongan dari mesin bakar
Untuk mengetahui cara kerja dari mesin 2 tak
Untuk mengetahui kelebihan dari mesin 2 tak
Untuk mengetahui kekurangan dari mesin 2 tak
Untuk mengetahui prinsip kerja mesin
Untuk mengetahui Siklus Otto

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Mesin 2 TAK


Entienne Lenoir yang lahir pada tahun 1822 dan meninggal dunia pada tahun 1900
adalah seorang berkebangsaan Perancis yang pertama kali menemukan motor bakar 2tak.
August Otto yang hidup antara 1832 sampai 1891 adalah seorang berkebangsaan Jerman
yang membuat cikal bakal ramainya industri Mobil sipenemu mesin 4tak.
Pada tahun 1860, Otto mendengar kabar ada ilmuwan jenius yang bernama
Leonir, yang mampu membuat mesin pembakar dengan dua dorongan putaran alias 2tak.
Sayangnya mesin 2tak ini memakai bahan bakar gas. Otto menilai ini kurang praktis.
Kalau saja memakai bahan cair, pasti berdaya guna, karena ngga perlu musingin
pembuatan gas pikir Otto waktu itu.
Otto kemudian menciptakan karburator, sayangnya ditolak lembaga paten, karena
ada yang mendahului. Namun doski menyempurnakan mesin 2tak dengan 4 dorongan
alias 4 langkah. Hasil ini dipatekan di Jerman pada tahun 1863. Mendapat formula jitu.
Lalu ia membuat mesin yang dibiayai oleh Eugene Langen
Konstruksi buatannya mendapatkan medali World Fair di Paris 1867. Dengan
mengendus

kesuksesan

besar

mereka

berdua

menggaet

ilmuwan

brilian

Gottlieb Daimler untuk terus mengembangkan formulanya, hingga kini lahirlah beriburibu macam jenis kendaraan yang kita gunakan.
2.2 Motor Bakar
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar
menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik.
Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri.
2.3 Golongan Mesin Bakar
Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan
bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu
a. Motor pembakaran luar (external combustion engine)
suatu motor bakar dimana proses pembakaran atau perubahan energi panas dilakukan
diluar dari mekanisme/konstruksi mesin, dan dari ruang pembakaran energi panas
tersebut dialirkan ke konstruksi mesin melalui media penghubung. Contoh aplikasinya
adalah pada mesin uap / turbin uap
3

b. Motor pembakaran dalam (internal combustion engine) yaitu h


Suatu motor bakar dimana proses pembakaran atau perubahan energi panas dilakukan
didalam konstruksi mesin itu sendiri, dan tempat terjadinya proses pembakaran itu
disebut ruang bakar (combustion chamber). Contoh aplikasinya adalah pada motor
bensin, motor diesel dan mesin jet. Mahal, namun Anda akan merasa puas karena
lebih tahan lama dan kualitasnya pun terjamin di banding yang palsu.
2.4 Cara Kerja Mesin 2 TAK
2.4.1 Langkah Isap dan Kompresi
Piston bergerak ke atas. Ruang dibawah piston menjadi vakum/hampa
udara, akibatnya udara dan campuran bahan bakar terisap masuk ke dalam ruang
dibawah piston. Sementara dibagian ruang atas piston terjadi langkah kompresi,
sehingga udara dan campuran bahan bakar yang sudah berada di ruang atas piston
suhu dan tekanannya menjadi naik. Pada saat 10-5 derajat sebelum TMA, busi
memercikan bunga api, sehingga campuran udara dan bahan bakar yang telah
naik temperatur dan tekanannya menjadi terbakar dan meledak.
2.4.2

Langkah Usaha dan Buang


Hasil dari pembakaran tadi membuat piston bergerak ke bawah. Pada saat
piston terdorong ke bawah/bergerak ke bawah, ruang di bawah piston menjadi
dimampatkan/dikompresikan. Sehingga campuran udara dan bahan bakar yang
berada di ruang bawah piston menjadi terdesak keluar dan naik ke ruang diatas
piston melalui saluran bilas. Sementara sisa hasil pembakaran tadi akan terdorong
ke luar dan keluar menuju saluran buang, kemudian menuju knalpot.
Langkah kerja ini terjadi berulang-ulang selama mesin hidup.Pada saat piston

bergerak ke bawah, udara dan campuran bahan bakar yang berada di ruang bawah
piston tidak dapat keluar menuju saluran masuk, karena adanya reed valve.
4

Jika mesin 4 tak memerlukan 2 putaran crankshaft dalam satu siklus kerjanya,
maka untuk mesin 2-tak hanya memerlukan satu putaran saja. Hal ini berarti dalam
satu siklus kerja 2 tak hanya terdiri dari1 kali gerakan naik dan 1 gerakan turun dari
piston saja. Desain dari ruang bakar mesin 2 tak memungkinkan terjadunya hal
semacam itu. Ketika piston naik menuju TMA untuk melakukan kompresi maka katup
hisap terbuka dan masuklah campuran bahan bakar dan udara, sehingga dalam satu
gerakan piston dari TMB ke TMA menjalankan dua langkah sekaligus yaitu kompresi
dan isap. Pada saat sesaat sebelum piston mencapai TMA maka busi menyala,
gascampuran meledak dan memaksa piston kembali bergerak ke bawah menuju TMB.
Gerakan piston yang inidisebut langkah ekspansi. Namun sembari piston melakukan
langkah ekspansiatau usaha, sesungguhnya juga melakukan langkah buang melalui
katup buang . Hal ini bisa terjadi karena gas hasil pembakaran terdorong keluar akibat
campuran bahan bakar dan udara baruyang juga masuk dari sisi kiri dinding silinder.
Jadi menapa motor dengan mesin 2 tak harus memakai oli pelumas samping
selain pelumas mesin sudah jelas, karena model kerja yang seperti itu membuat
tenaga yang dihasilkan lebih besar. Perbandingannya pada mesin 4 tak dalam 2 kali
putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak2 kali putaran crankcase = 2 x
kerja. Untuk itu dibutuhkan pelumas yang lebih karena putaran yang dihasilkan lebih
cepat. Hal itu juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik,boros bahan bakar,
menghasilkan asap putih dari knalpotnya tetapi unggul dalam kecepatan dibandingkan
mesin 4 tak. Perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya. Piston 2
tak lebih panjang dibanding piston 4 tak. Selain itu bentuk piston head nya juga lain,
piston 2 tak memiliki semacam kubah untuk memuluskan gas buang untuk bisa
keluarsedangkan 4 tak tidak. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan
dengan reed valve yang berhubungan dengan cara kerja masukan campuran bahan
bakar udara ke ruang bakar.
2.5 Kelebihan Mesin 2 TAK
Dibandingkan mesin empat tak, mesin dua tak memiliki beberapa kelebihan:
1. Hasil tenaganya lebih besar dibandingkan mesin empat tak.
2. Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
3. Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga
(power to weight ratio) mesin dua tak lebih baik dibandingkan mesin empat
tak.

4. Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang
sederhana.
5. Meskipun memiliki berbagai kelebihan, mesin ini sudah jarang digunakan
dalam kendaraan-kendaraan terutama kendaraan mobil dikarenakan oleh
beberapa kekurangan.
2.6 Kekurangan Mesin 2 TAK
Kekurangan mesin dua tak dibandingkan mesin empat tak:
1. Efisiensi bahan bakar mesin dua tak lebih rendah dibandingkan mesin empat
tak (boros).
2. Mesin dua tak memerlukan percampuran oli dengan bahan bakar (oli
samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.
3. Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional mesin dua tak menjadi
lebih lebih tinggi dibandingkan biaya operasional mesin empat tak.
4. Mesin dua tak menghasilkan polusi udara lebih banyak. Polusi terjadi dari
pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang lolos/bocor dan masuk
langsung ke lubang pembuangan.
5. Pelumasan mesin dua tak tidak sebaik mesin empat tak. Ini mengakibatkan usia
suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih singkat.

2.7 Prinsip Kerja Mesin


2.7.1 Langkah Pemasukan dan Kompresi Sekunder
a. Di bawah piston
Saat piston mulai bergerak keatas terjadi hisapan di ruang crank case (di
bawah piston) karena tekanan di ruang crank case Carburet, reed valve
terbuka, sehingga gas (udara dan bensin dari Carburetor) masuk ke dalam
crank case.
b. Di atas piston
Pada saat bersamaan, di ruang bakar (di atas piston), bahan bakar & udara di
2.7.2

ruang bakar ditekan (kompresi sekunder/kedua) oleh piston.


Langkah Kerja & Kompresi Primer
a. Di atas piston
Sesaat sebelum piston mencapai TMA, busi memercikan api untuk
membakar campuran. Piston bergerak menuju TMB.
b. Di bawah piston
Pada waktu piston bergerak ke TMB, bahan bakar-udara yang ada di

2.7.3

crankcase ditekan (kompresi primer).


Langkah Pembuangan & Transfer
a. Di atas piston
6

Piston menuju TMB (langkah kerja), dan ketika lubang ekhaust mulai
terbuka, dimulai langkah pembuangan.
b. Di bawah piston
Bahan Bakar Udara di ruang crankcase ditekan terus sampai lubang
transfer mulai terbuka. Untuk kemudian campuran dipindahkan.

2.8 Siklus Otto


Pada siklus otto atau siklus volume konstan proses pembakaran terjadi pada volume
konstan, sedangkan siklus otto tersebut ada yang berlangsung dengan 4 (empat) langkah
atau 2 (dua) langkah. Untuk mesin 2 (dua) langkah siklus kerja terjadi dengan 2 (dua)
langkah piston atau 1 (satu) poros engkol. Adapun langkah dalam siklus otto yaitu
gerakan piston dari titik puncak (TMA=titik mati atas) ke posisi bawah (TMB=titik mati
bawah) dalam silinder. Proses siklus otto sebagai berikut :
Proses 1-2 : proses kompresi isentropic (adiabatic reversible) dimana piston
bergerak menuju (TMA=titik mati atas) mengkompresikan udara sampai volume

clearance sehingga tekanan dan temperatur udara naik.


Proses 2-3 : pemasukan kalor konstan, piston sesaat pada (TMA=titik mati atas)
bersamaan kalor suplai dari sekelilingnya serta tekanan dan temperatur meningkat

hingga nilai maksimum dalam siklus.


Proses 3-4 : proses isentropik udara panas dengan tekanan tinggi mendorong
piston turun menuju (TMB = titik mati bawah), energi dilepaskan disekeliling

berupa internal energi.


Proses 4-1 : proses pelepasan kalor pada volume konstan piston sesaat pada (TMB
= titik mati bawah) dengan mentransfer kalor ke sekeliling dan kembali mlangkah
pada titik awal.

Gambar: Diagram P-V motor 2 tak


7

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar
menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik.
Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri.
Dibandingkan mesin empat tak, mesin dua tak memiliki beberapa kelebihan:
1. Hasil tenaganya lebih besar dibandingkan mesin empat tak.
2. Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
3. Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga
(power to weight ratio) mesin dua tak lebih baik dibandingkan mesin empat
tak.
4. Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang
sederhana.
5. Meskipun memiliki berbagai kelebihan, mesin ini sudah jarang digunakan
dalam kendaraan-kendaraan terutama kendaraan mobil dikarenakan oleh
beberapa kekurangan.
Kekurangan mesin dua tak dibandingkan mesin empat tak:
1. Efisiensi bahan bakar mesin dua tak lebih rendah dibandingkan mesin empat
tak (boros).
2. Mesin dua tak memerlukan percampuran oli dengan bahan bakar (oli
samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.

3. Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional mesin dua tak menjadi
lebih lebih tinggi dibandingkan biaya operasional mesin empat tak.
4. Mesin dua tak menghasilkan polusi udara lebih banyak. Polusi terjadi dari
pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang lolos/bocor dan masuk
langsung ke lubang pembuangan.
5. Pelumasan mesin dua tak tidak sebaik mesin empat tak. Ini mengakibatkan usia
suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih singkat.