Anda di halaman 1dari 14

Dunia Per'TUGAS'an FKM + Alien

M(a)RS ^_^
Keep Fighting.. Hingga kelelahan itu lelah mengikuti, hingga kebosanan itu bosan mengejar,
dan hingga keletihan itu letih bersama kita... Salam Alien M(a)RS.. \(^0^)/

Beranda

Another Page

Tumblr

Kompasiana

Twitter

Facebook

Scribd

Sabtu, 28 April 2012


Laporan Residensi I : Unit IPSRS Hasanuddin University Hospital
I.

INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RS UNHAS (IPSRS)


RS UNHAS merupakan rumah sakit tipe B. Menurut PERMENKES Nomor 340
Tahun 2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit, salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh
rumah sakit tipe B adalah memiliki Pelayanan Penunjang Non Klinik terdiri dari pelayanan
Laundry/Linen, Jasa Boga/Dapur, Teknik dan Pemeliharaan Fasilitas (IPSRS), Pengelolaan
Limbah, Gudang, Ambulance, Komunikasi, Pemulasaraan Jenazah, Pemadam Kebakaran,
Pengelolaan Gas Medik dan Penampungan Air Bersih.
IPSRS adalah singkatan dari Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. Disinilah
kantornya para teknisi Rumah Sakit bekerja. IPSRS merupakan organisasi dalam Rumah
Sakit yang bersifat teknis dan koordinatif yang pelaksanaannya meliputi perbaikan sarana dan
peralatan yang ada di Rumah Sakit. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan dan
efisiensi RS. Sebagai salah satu unit yang berperan penting dalam kinerja Rumah Sakit,
IPSRS sangat penting fungsi dan perannya dalam menunjang sarana dan prasarana yang ada

di Rumah Sakit. Dengan kata lain, IPSRS adalah salah satu faktor syarat suatu RS bisa
diakreditasi levelnya menjadi lebih tinggi. Perkembangan teknologi alat-alat kedokteran yang
semakin hari semakin pesat menyebabkan pengelolaan IPSRS harus mendapatkan perhatian,
karena betapapun canggihnya teknologi tersebut akan menjadi sia-sia tanpa maintenance dan
operator utility yang benar.
3.1 Organisasi dan Manajemen Instalasi Pemeliharaan Sarana RS UNHAS
3.1.1 Visi IPSRS
Visi instalasi masih mengikut pada visi rumah sakit secara umum, yaitu:
Menjadi pelopor terpercaya dalam memadukan pendidikan, penelitian, dan pemeliharaan
kesehatan yang bertaraf internasional.

3.1.2 Misi IPSRS


Misi dari instalasi juga masih mengikut pada misi rumah sakit secara umum, yaitu:

Menciptakan tenaga professional yang berstandar internasional dalam pendidikan, penelitian


dan pemeliharaan kesehatan.

Menciptakan lingkungan akademik yang optimal untuk mendukung pendidikan, penelitian,


dan pemeliharaan kesehatan

Mempelopori inovasi pemeliharaan kesehatan melalui penelitian yang unggul dan perbaikan
mutu pelayanan berkesinambungan

Memberikan pemeliharaan kesehatan secara terpadu dengan pendidikan, penelitian yang


berstandar internasional tanpa melupakan fungsi sosial.

Mengembangkan jejaring dengan institusi lain baik regional maupun internasional.


3.1.3 Falsafah IPSRS
Falsafah instalasi masih mengikut pada falsafah rumah sakit secara umum, yaitu:
Menghargai hakekat manusia sebagai makhluk paripurna dengan totalitas dan nilai-nilai
yang dianutnya.
3.1.4 Motto IPSRS
Motto instalasi masih mengikut pada motto rumah sakit secara umum, yaitu:

Tulus melayani
3.1.5 Tujuan IPSRS
Tujuan instalasi masih mengikut pada tujuan rumah sakit secara umum, yaitu:

Terciptanya Sumber Daya Manusia handal yang tulus dalam mengintegrasikan pendidikan,
penelitian, dan pemeliharaan kesehatan.

Terwujudnya upaya pemeliharaan kesehatan paripurna yang menyeluruh terintegrasi dan


berkesinambungan.

Terciptanya suasana akademik yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pemeliharaan


kesehatan yang bermutu dan aman.

Terbinanya tim kerjasama professional yang solid dengan perbaikan mutu kinerja
berkesinambungan.

Terselenggaranya jejaring rumah sakit yang mengemban tugas pendidikan, penelitian, dan
pemeliharaan kesehatan.
Analisis:
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa IPSRS belum mampu merumuskan
visi, misi, tujuan, dan falsafah khusus untuk instalsi tersebut. Hal ini dapat berpengaruh
terhadap kinerja para staf. Alasan belum adanya visi, misi, tujuan, dan falsafah tersendiri ini
adalah karena RS UNHAS baru beroperasi sekitar 1 tahun, sehingga masih perlu
pembenahan-pembenahan. Namun, jika tidak ada perumusan sesegera mungkin, maka para
staf akan bekerja tanpa target yang jelas untuk instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit
secara khusus.

3.1.6 Struktur Organisai IPSRS

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Instalasi IPSRS RS. Unhas Tahun 2011
Analisis :
Struktur organisasi instalasi ini menganut sistem organisasi garis. Di mana dalam
bagan organisasinya terlihat adanya kesatuan komando karena kepemimpinan berada
ditangan satu orang dan setiap bawahan hanya bertanggung jawab terhadap satu orang
pemimpin saja.

Struktur organsisasi ini sudah cocok untuk perusahaan ini, karena telah
menggambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama yaitu :
1. Menggambarkan pembagian kerja, dimana setiap kotak mewakili tanggung jawab seseorang
atau sub bagian untuk bagian tertentu dari beban kerja unit.
2. Menunjukkan siapa atasan dan siapa bawahan sehingga jelas terlihat siapa melapor kepada
siapa.
3.

Keterangan kotak-kotak telah menunjukkan tugas-tugas kerja dan tanggung jawab yang
berbeda untuk setiap peranan yang berbeda.

4. Keseluruhan bagan telah menunjukkan dasar pembagian aktivitas unit yang menurut penulis
dibagi atas dasar fungsinya.
5. Semua bagian unit pada tingkatan yang sama melapor pada orang yang sama.
Dari struktur di atas, dapat dilihat bahwa sistem kerja di IPSRS tersebar di empat
bagian area kerja, yaitu bagian peralatan medik, bagian peralatan nonmedik, bagian
bangunan, serta bagian administrasi dan logistik, yang bertanggungjawab kepada koordinator
IPSRS. Kemudian koordinator tersebut bertanggungjawab kepada kepala bidang pelayanan
penunjang dan sarana medik secara langsung. secara langsung.
Pembagian wilayah kerja dan tanggung jawab yang jelas ini, dapat mengoptimalkan
hasil dari pekerjaan itu sendiri. Namun, jumlah SDM yang menempati bagian-bagian tersebut

masih kurang. Hal ini dikarenakan RS UNHAS masih baru dalam beroperasi, sehingga masih
dalam tahap awal proses pembenahan-pembenahan.
3.1.7 Tupoksi Instalasi IPSRS
Rumah sakit harus menyelenggarakan IPSRS, karena tanpa IPSRS, seluruh kegiatan
yang berhubungan dengan alat kesehatan maupun sarana-prasarana yang rusak akan
terganggu dan tidak berjalan lancar.
Instalasi kerja IPSRS mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
1. Melakukan rapat secara teratur
2. Membuat laporan dan melaporkannya kepada pimpinan rumah sakit tepat waktu
3. Melakukan rapat secara teratur dan menghadiri rapat tersebut.
4. Operator Utility, menjadi operator suatu alat medis atau mengadakan training kepada tenaga
kesehatan yang lain untuk petunjuk pemakaian (SOP) alat medis yang benar.
5. Maintenance, perawatan rutin.
6. Perencanaan kegiatan pemeliharaan.
7. Pengukuran dan kalibrasi.
8. Manajemen informasi dan pemeliharaan.
9. Rujukan pemeliharaan.
10. Pengawasan pelaksanaan pengadaan barang, tenaga kerja, fasilitas dan K3.
Dalam menjalankan tugasnya, kepala instalasi IPSRS wajib menerapkan koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan intern instalasi, maupun dengan instalasiinstalasi terkait, sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Analisis:
Dari hasil pengamatan selama melakukan residensi I, dapat disimpulkan bahwa apa
yang dikerjakan oleh staf IPSRS RS UNHAS sebagian besar telah sesuai dengan standar
tugas pokok dan fungsi di atas. Petugas di instalasi IPSRS dapat bekerja secara professional
dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Namun, untuk manajemen informasi peralatan
masih banyak kekurangan.
Untuk lingkungan kerjanya, sebagian besar stafnya adalah laki-laki, terutama di
bagian ruang panel atau bengkel. Hal ini karena, beban kerja dan risiko pekerjaannya cukup
tinggi terkait pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana. Sehingga, staf perempuan
ditempatkan pada bagian Administrasiinistrasi instalasi ini dan tidak terjun langsung ke
lapangan secara langsung.

3.1.8 Uraian Tugas


a. Logistik

Mengidentifikasi kebutuhan pendukung

Mengurus pembelian peralatan

Mengurus inventaris barang yang keluar dan masuk

Pengadaan barang dan peralatan

b. Teknisi

Memelihara alat-alat kesehatan

Mengecek kerusakan alat-alat kesehatan

Memperbaiki kerusakan alat-alat kesehatan

Dan tugas yang diberikan atasan/pimpinan langsung

c. Mekanikal

Pengecekkan kebocoran

Mengontrol pemakaian air, Listrik, AC, dan Lift

Pengecekkan air bersih

Memperbaiki WC

Pengecekkan Pompa Air

Dan tugas yang diberikan atasan/ pimpinan langsung


d. Telekomunikasi

Sharing Jaringan internet untuk kebutuhan Karyawan Rumah Sakit

Pemasangan dan Instalasi Komputer di setiap meja Kerja

Pemasangan Pesawat Telepon

Pemasangan Line Internet

Monitoring peralatan elektronik

Dan tugas lain yang diberikan atasan/pimpinan langsung

e. Elektrikal

Mengecek lampu, AC, Pompa dan Tangki Air

Mengecek saringan udara AC

Pemasangan Instalasi Terminal Listrik

Memperbaiki Saklar

Dan Tugas Lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung

f. Pemeliharaan Gedung

Membersihkan dan mengatur ruangan yang akan digunakan dan telah digunakan

Memperbaiki alat yang rusak (Handle pintu, kran air,wastafel, dll)

Memonitoring kunci tiap ruangan Rumah Sakit

Dan tugas lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung


Analisis :
Semua bagain di IPSRS telah tebagi pekerjaannya. Sehingga, para staf dapat bekerja sesuai
dengan tugas dan fungsi yang telah ditentukan sesuai job description yang telah ditetapkan.
3.1.9 Deskripsi Kegiatan
Berikut ini merupakan deskripsi kegiatan IPSRS RS UNHAS:

Kegiatan Pemeliharaan / maintenance


o Pemeliharaan Kuratif : Tidak terjadwal, Break down unit
Penyetingan ulang bagian-bagian serta fungsinya
Penyetingan ulang parameter serta fungsinya
Penggantian spare part / bagian-bagian alat
Modifikasi spare part / bagian-bagian alat
Pengencangan serta pelumasan bagian-bagian alat
o Pemeliharaan Preventif : Terjadwal, Life time spare part
Pemantauan bagian-bagian serta fungsinya
Pemantauan setting parameter serta fungsinya dan hasil outputnya
Pengencangan serta pelumasan bagian-bagian alat
Pembersihan / cleaning
Kegiatan perbaikan / repaire
Perencanaan pengadaan spare part / disposible acsessoris
Perencanaan kegiatan kalibrasi
Perencanaan kegiatan KSO dan kontrak servis
Analisis:
Kegiatan-kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan di IPSRS. Semuanya
berjalan baik dan optimal. Namun, pada bagian penyimpanan data-data masih perlu
mengalami pembenahan, karena belum lengkap data-data terkait IPSRS.

3.2 Spesifikasi SDM dan Jumlahnya


3.2.1 Jumlah Pegawai dan Peranannya
Keadaan sumber daya manusia, dalam hal ini staf, di IPSRS RS UNHAS dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
Tabel 3.1
Staf Instalasi IPSRS berdasarkan Tugas atau Peranannya RS UNHAS Tahun 2011

Tugas dan
Peranannnya
Koordinator IPSRS

Logistik

Teknisi Alkes

Teknisi
Telekomunikasi

Mekanikal

Elektrikal

Pemelihara gedung

No

CPNS
1 Kontrak, 1
CPNS, 2 Magang
1 CPNS, 1
Kontrak

Pendidika
n
S1
S1 (1)
D3 (3)
S1 (1)
D3 (1)

Kontrak

D3

1 Kontrak, 5
Magang
1 CPNS, 3
Kontrak
1 CPNS, 1
Magang

S1 (1)
D3 (5)
S1 (3)
D3 (1)
S1 (1)
D3 (1)

Status

Jumlah
1
4
2
1
6
4
2

Sumber: Data Sekunder RS. Unhas, 2011


Analisis:
Dari tabel dapat dilihat bahwa latar belakang pendidikan D3 lebih banyak
daripada yang latarbelaang S1. Menurut penulis, hal ini cukup baik, karena pada IPSRS lebih
kepada permasalahan teknis, bukan konsep, sehingga yang lebih dibutuhkan adalah lulusan
D3.
Jumlah staf pada masing-masing bagian masih kurang. Namun, karena masih
baru dalam beroperasi, maka kekurangan ini masih dapat dimaklumi. Selain itu, para staf juga
belum terlalu terbebani dengan beban kerja yang tidak sesuai dengan jumlah SDM.
3.2.2 Waktu Kerja
Shift kerja di IPSRS terbagi dua, yaitu :

Pegawai : 08.00-16.00

Magang : 07.30-14.00, 14.00-21.00, 21.00-07.30


Dari segi kedisiplinan, semua para staf dan teknisi biasanya masuk tepat waktu sesuai
jadwal shiftnya.

3.3. Kinerja Kegiatan


3.3.1 Indikator
Kinerja staf instalasi IPSRS dapat dilihat dari indikator berikut:

Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat ( 80%)

Ketepatan waktu pemeliharaan alat (100%)

Kedisiplinan (berdasarkan shift)


3.3.2 Hasil Observasi dan Analisis
Dari hasil residensi I didapatkan bahwa kecepatan waktu teknisi menanggapi
kerusakan alat adalah sekitar 10-15 menit. Sedangkan ketepatan waktu pemeliharaan alat
tergantung pada jenis kerusakan dan alat apa yang diperlukan. Jika alat yang diperlukan tidak
ada di Makassar, maka dibutuhkan waktu sampai berbulan-bulan. Selain itu, kemampuan dan
pengalaman teknisi dalam menangani kerusakan alat juga berpengaruh pada ketepatan waktu
pemeliharaan alat.
Penanganan kalibrasi alat kesehatan biasanya dilakukan dengan pengajuan proposal
yang berisi tentang alat apa yang akan dikalibrasi dan berapa dana yang dibutuhkan. Untuk
kedisiplinan, rata-rata semua staf datang dan pulang tepat waktu.
3.4 Deskripsi Fisik dan Bangunan IPSRS
3.4.1 Letak Instalasi IPSRS
Lokasi ruangan IPSRS sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan
pelayanan yang dilakukan oleh unit terkait lainnya.
Ruangan IPSRS terbagi atas 3, yang terletak di lantai 1, lantai 2, dan lantai 3.
Ruangan lantai 1 berfungsi sebagai ruang panel atau bengkel para teknisi memelihara dan
memperbaiki peralatan yang ada di rumah sakit. Ruangan lantai 2 berfungsi sebagai ruang
Administrasiinistrasi. Sedangkan di lantai 3 berfungsi sebagai tempat perencanaan.
Analisis:
Letak ruangan-ruangan IPSRS ini cukup strategis. Sehingga, memudahkan dan
memperlancar proses pemeliharaan dan perbaikan alat kesehatan dan sarana prasarana rumah
sakit.

3.4.2 Denah Ruangan Instalasi IPSRS

Ruangan pada instalasi pemeliharaan sarana Rumah sakit ini sudah memenuhi standar.
3.4.3 Kondisi Fisik dan Bangunan
Standar keadaan fisik dan lingkungan rumah sakit diatur dalam Kepmenkes No. 1204
Tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
A. Ruang Bangunan
Berdasarkan ketetapan yang terdapat dalam Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004,
instalasi IPSRS termasuk zona dengan risiko rendah. Adapun standar bangunan ruangan yang
sesuai adalah sebagai berikut:
1. Permukaan dinding harus rata dan berawarna terang
2. Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersihkan, kedap air, berwarna terang,
dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus.
3. Langit-langit harus terbuat dari bahan multipleks atau bahan yang kuat, warna terang, mudah
dibersihkan, kerangka harus kuat, dan tinggi minimal 2,70 meter dari lantai.
4. Lebar pintu minimal 1,20 meter dan tinggi minimal 2,10 meter, dan ambang bawah jendela
minimal 1,00 meter dari lantai.
5. Ventilasi harus dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik, bila ventilasi
alamiah tidak menjamin adanya pergantian udara dengan baik, harus dilengkapi dengan
penghawaan mekanis (exhauster).
6. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1,40 meter dari lantai.
Analisis:
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, bahwa bangunan ruang IPSRS di
RS UNHAS telah memenuhi semua standar yang telah ditetapkan untuk bangunan ruangan
berisiko tinggi, mulai dari dinding, lantai, ventilasi, dan lain-lain.
B. Kualitas Udara, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban, Tekanan Udara, dan Kebisingan
Kualitas udara ruangan yang diharapkan sesuai Kepmenkes 1204 tahun 2004 adalah
tidak berbau (terutana bebas dari H2S dan Amoniak, serta kadar debu (particulate matter)
berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak
melebihi 150 g/m3, dan tidak mengandung debu asbes. Selain itu, konsentrasi maksimum
indeks angka kumannya harus sekitar 200-500 Mikro-organisme per m2 Udara (CFU/m3).
Indeks pencahayaan untuk instalasi IPSRS minimal 100 lux, dengan suhu 21-26 C,
tekanan udara seimbang dan toleransi kebisingan minimal 45 dBA dengan waktu pemaparan
8 jam.

Analisis:
Dari hasil observasi, didapatkan bahwa kondisi kualitas udara pencahayaan, suhu,
tekanan udara, kelembaban, dan kebisingan telah sesuai dengan apa yang menjadi standar,
sehingga berpengaruh positif pada kebetahan dan kenyamanan staf dalam menjalankan tugas
dan fungsinya.
3.4.4 Sarana dan Prasarana Instalasi IPSRS
Di bawah ini merupakan daftar inventaris sarana dan prasarana IPSRS :
Tabel 3.2
Inventaris Sarana Prasarana Instalasi IPSRS RS UNHAS
Tahun 2011
NO

NAMA BARANG

KETERANGAN
JUMLAH BAIK RUSAK

Tool Cabinet

1 unit

Y- Type Audio Adapter

1 unit

Jet Pum Washing AC

1 unit

Regulator Manifold

1 unit

Kabel NYY 3x 1.5 mm

Sesuai keb.

Outlet Stop kontak data


Clipsal

Sesuai keb.

Sambungan T stop kontak

Sesuai keb.

Lasdop Kabel

Sesuai keb.

Klem Kabel

Sesuai keb.

10

Kabel UTP

Sesuai keb.

11

RJ 45

Sesuai keb.

12

Kabel NYW 3X1.5 mm

Sesuai keb.

13

Stop Orde OB Clipsal

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

Sesuai keb.

OHM Sakar

1 buah

19

Working Table knock Down

1 buah

20

Digital Multimeter Auto


Ringing

1 buah

21

Splitter

2 buah

22

Hammer stoning

1 buah

23

Screwdriver full set

1 buah

24

Electrical tape

5 buah

25

Wrench ballpoint

1 buah

26

Flash Light Led (Senter)

1 buah

27

Kanebo

1 buah

28

Changeover Switch

1 buah

14

Dos OB clipsal

15

Stoker urde utc

16

Terminal Stop Kontak 6

17

Terminal Stop Kontak 4

18

Sumber: Data Sekunder, 2011


Analisis:
Sarana dan prasarana yang ada masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan,
sehingga dapat memperlancar kegiatan di instalasi pemeliharaan sarana RS UNHAS.
3.5 Kebijakan Instalasi IPSRS
Prosedur Maintance

Ka.IPSRS membuat program maintenance acuan dan dijadikan pedoman petunjuk teknis
dalam penyusunan program kerja maintenance

Masing-masing Kordinator peralatan IPSRS membuat teknis pelaksanaan untuk program


maintenance peralatan yang di bawahinya.

Teknisi pelaksana melakukan kegiatan maintenance sesuai jadwal yang telah dibuat untuk
setiap jenis peralatan atau ruangan

Jika dalam pelaksanaan maintenance diperlukan perbaiakan maka dilakukan prosedur


perbaikan, sedangkan jika tidak diperlukan perbaikan maka teknisi mengkonfirmasikan ke
user/pemakai alat lalu teknisi mencatat dalam buku laporan.

Prosedur Perbaikan

Laporan dari user/ruangan masuk ke IPSRS melalui blangko laporan kerusakan atau via
telepon ditembuskan ke Ka.IPSRS

Ka.IPSRS nenelaah dan memberikan mandat kepada Kordinator peralatan baik itu medik
atau non-medik

Kordinator peralatan mengidentifikasi jenis kerusakan barang lalu memberi mandat kepada
teknisi pelaksana untuk mengecek dan memperbaiki peralatan yang telah dilaporkan user

Jika peralatan yang dicek kerusakannya tidak membutuhkan spare part, maka alat langsung
diperbaiki

Apabila membutuhkan spare part maka spare part di ambil di gudang logistik IPSRS lalu
dipasang di alat.

Namun jika spare part yang dibutuhkan tidak ada maka kordinator administrasi dan logistik
IPSRS membuat daftar permintaan spare part yang dibutuhkan, lalu Ka.IPSRS dan
Kordinator peralatan menandatangani daftar kebutuhan tersebut.

Jika alat tersebut selesai diperbaiki dan baik, maka teknisi mengkonfirmasikan ke user dan
dicatat dalam buku kegiatan

Sedangkan jika alat tersebut tidak dapat diperbaiki/tidak berfungsi dengan baik dikarenakan
tingkat kesulitan yang tinggi dan membutuhkan spare part yang spesifik stau rusak
berat,maka alat tersebut di rencanakan untuk dikerjakan pihak III atau dihapuskan.

Prosedur Penghapusan

Kordinator peralatan IPSRS menelaah tingkat kerusakan alat yang dikerjakan oleh teknisi
pelaksana

Jika alat mengalami kerusakan berat maka Kordinator peralatan IPSRS memerintahkan
Kordinator Administrasi dan Logistik untuk membuat laporan daftar barang yang mau di
hapus.

Ka. IPSRS dan Kordinator peralatan IPSRS menandatangani laporan daftar barang yang mau
dihapus tersebut Laporan daftar barang yang mau dihapus tersebut lalu diteruskan ke
Direktorat Umum dan Operasional.
Analisis:
Untuk kebijakan-kebijakan ini masih dalam tahap perbaikan. Karena, saat ini RS UNHAS
masih dalam tahap proses pembuatan kebijakan GCI secara keseluruhan.