Anda di halaman 1dari 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama sekolah
Mata Pelajaran
Prog. Studi Keahlian
Kompetensi Keahlian
Kelas/Semester
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator

Alokasi Waktu

: SMKN 1 Kendit
: Produktif Kejuruan
: Teknik Mekanik Otomotif
: Teknik Sepeda Motor
: X/ II
PERBAIKAN SISTEM PENGISIAN
1. Mendiagnosis gangguan pada sistem pengisian
1. Diagnosa gangguan pada sistem pengisian dilakukan untuk menentukan
kesalahan/kerusakan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang
sesuai.
2. Diagnosa untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
3. Diagnosa sistem pengisian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard
Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese-lamatan dan Kesehatan
Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan
perusahaan.

:: 24 x 45 menit (empat kali pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa kompeten mengenal komponen-komponen sistem pengisian dan fungsinya.
2. Siswa mengetahui prinsip kerja sistem pengisian
3. Siswa kompeten mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada sistem pengisian
4. Siswa Kompeten melakukan perbaikan system pengisian sesuai prosedur yang berlaku.
B. Materi Ajar :
2. MENDIAGNOSIS GANGGUAN dan MEMPERBAIKI SISTEM PENGISIAN
PERMASALAHAN
Pengisian tidak stabil

Pengisian berlebihan
(overcharging)

Pengisian di bawah
Spesifikasi (ketentuan)

KEMUNGKINAN PENYEBAB
1. Rangkaian kabel system pengisian ada
yang longgar atau korslet
2. Bagian dalam generator (alternator)
korslet
3. Regulator/retifier rusak
1. Rangkaian dalam baterai ada yang
korslet
2. Hubungan massa (ground) regulator/
rectifier kurang bagus/kendor
3. Resistor dalam regulator/rectifier rusak
1. Kabel tidak terawat atau rangkaian
terbuka atau sambungan terminal lepas
2. Kumpaan stator dalam generator korslet
3. Regulator/rectifier rusak
4. Plat-plat sel baterai rusak atau
elektrolitnya kurang

SOLUSI (JALAN KELUAR)


1. . Perbaiki atau ganti
2. Ganti
3. Ganti
1. Ganti
2. Bersihkan dan perbaiki
hubungan massa
3. Ganti
1. Perbaiki atau ganti bila perlu
2. Ganti
3. Ganti
4. Ganti atau tambah elektrolit jika
hanya kurang elektrolitnya

C. Metode Pembelajaran:
1. ceramah dan tanya jawab
2. observasi
D. Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Kegiatan Awal : (5 menit)
Apersepsi
Guru memberikan orientasi pelaksanaan pembelajaran dengan memberikan ilustrasi
2. Kegiatan Inti : (155 menit)
Siswa membaca dan memahami diagnosa sistem pengisian
Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami tentang diagnosa sistem pengisian
Dua orang guru secara bergantian menjelaskan tentang prosedur diagnosa gangguan pada
sistem pengisian

Guru melakukan tanya jawab serta menunjukkan komponen sistem pengisian yang memerlukan
perbaikan/penggantian.
Salah seorang guru melakukan pengamatan dan memberikan penilaian secara obyektif kepada
kelompok maupun individu yang terlibat aktif dalam proses tanya jawab
3. Kegiatan Akhir : (20 menit)
Siswa dibantu dua orang guru menyimpulkan hasil diskusi
E. Metode Pembelajaran :
1. Ceramah
2. Observasi
3. Tanya Jawab
F. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
1. Alat :
Papan tulis
Alat tulis
Alat ukur avo meter
Trainer sistem pengisian
2. Bahan :
Lima unit sistem pengisian
3. Sumber Belajar :
Engine stand sepeda motor
Teknik Sepeda Motor Jilid 2, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta, 2008
Buku-buku referensi yang relevan dengan materi pelajaran
G. Penilaian Hasil Belajar :
1. Test tertulis (assay)
2. Pengamatan
3. Ujian Praktek
SOAL LATIHAN
Isilah tabel dibawah ini
PERMASALAHAN
Pengisian tidak stabil
Pengisian berlebihan
(overcharging)
Pengisian di bawah
Spesifikasi (ketentuan)

KEMUNGKINAN PENYEBAB
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 Kendit

Situbondo,
Guru Mata Pelajaran

Drs. BINTORO
NIP. 19641220 199412 1 001

1. Moh. Fauzan, S.Pd, M.Sc


2. Yanuar Mulia W, S.Pd, M.Pd