Anda di halaman 1dari 11

Tugas: Sumber Energi Non Konvensional

Nama: Faisal
Nim: D41111271

HYBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DAN


PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SEL SURYA
Kebutuhan energi dewasa ini semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya kebutuhan manusia. Hal ini menyebabkan adanya indikasi
terjadinya krisis energi di dunia. Salah satu penyebab dari krisis energi tersebut
adalah masih besarnya tingkat ketergantungan pada sumber energi fosil terutama
minyak bumi. Seperti diketahui bahwa cadangan minyak bumi yang tersedia
dibumi terbatas. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya agar tercipta
keseimbangan energi yang baik.
Hybrid pembangkit listrik adalah merupakan kombinasi dari dua atau lebih
pembangkit listrik yang digunakan dalam mentransmisikan tenaga listrik ke beban
yang memerlukan. Hybrid System atau Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida
(PLTH) merupakan salah satu alternatif sistem pembangkit yang tepat
diaplikasikan pada daerah-daerah yang sukar dijangkau oleh sistem pembangkit
besar seperti jaringan PLN. Hybrid System memanfaatkan renewble energi
sebagai sumber primer yang biasa dikombinasikan dengan sumber listrik yang
lain.
Pada Hybrid System, renewable energy yang digunakan dapat berasal dari
energi matahari, angin, dan lain-lain yang dikombinasikan dengan DieselGenerator Set sehingga menjadi suatu pembangkit yang lebih efisien, efektif dan
handal untuk dapat mensuplai kebutuhan energi listrik baik sebagai penerangan
rumah atau kebutuhan peralatan listrik yang lain seperti TV, pompa air, strika
listrik serta kebutuhan industri kecil di daerah tersebut. Dengan adanya kombinasi

dari sumber-sumber energi tersebut, diharapkan dapat menyediakan catu daya


listrik yang kontinyu dengan efisiensi yang paling optimal.
Gambar diatas merupakan contoh sistem Hybrid yang dikombinasikan dengan
Sumber Listrik Tenaga dari PLN.
Namun pada Makalah ini Sistem Hybrid yang di bahas merupakan
kombinasi dari beberapa pembangkit listrik yaitu Pembangkit Listrik Tenaga
Angin/Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sel Surya (PLTS). Kedua
pembangkit listrik ini merupakan renewable energi yang popular di manfaatkan
terutama di Indonesia karena keadaan geografis yang mendukung. Pada
pembahasan disini diulas tentang kombinasi antara keduanya, terhadap
pengaruhnya terhadap beban, serta bagaimana menyinkronkan keduanya terhadap
perubahan beban yang tidak stabil.
1. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbaru yang paling
berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy
Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan
oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari
total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara
terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total
kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.
Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas
terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di
seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing
80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama
menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit,

Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masingmasing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit
listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun
2025.
Berikut bagian-bagian dari pembangkit Listrik Tenaga Bayu
Anemometer

angin ke

Mengukur

kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan


pengontrol.
Blades : Kebanyakan turbin baik dua atau tiga
pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan pisau
pisau untuk "mengangkat" dan berputar.
Brake : Sebuah cakram rem, yang dapat
diterapkan dalam mekanik, listrik, hidrolik atau
untuk

menghentikan

rotor

dalam

keadaan

darurat.
Controller : pengontrol mesin mulai
dengan

kecepatan

angin

sekitar 8-16 mil per jam


(mph) dan menutup mesin
turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan angin sekitar 55
mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
Gear box : Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros
kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per
menit (rpm), sekitar 1000-1800 rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan
oleh sebagian besar generator untuk menghasilkan listrik. gearbox
adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan insinyur
generator

mengeksplorasi

"direct-drive"

yang

beroperasi

pada

kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu kotak gigi.
Generator : Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan
listrik dari 60 siklus listrik AC.
High-speed shaft : drive generator

Low-speed shaft : Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 3060 rotasi per menit.
Nacelle : nacelle berada di atas menara dan berisi gear box, poros
kecepatan rendah dan tinggi, generator, kontrol, dan rem.
Pitch : Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol
kecepatan rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu
tinggi atau terlalu rendah untuk menghasilkan listrik.
Rotor : pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor.
Tower : Menara yang terbuat dari baja tabung (yang ditampilkan di
sini), beton atau kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan
tinggi, menara tinggi memungkinkan turbin untuk menangkap lebih
banyak energi dan menghasilkan listrik lebih banyak.
Wind direction : Ini adalah turbin "pertama",yang disebut karena
beroperasi melawan angin. turbin lainnya dirancang untuk menjalankan
"melawan arah angin," menghadap jauh dari angin.
Wind vane : Tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive
untuk menggerakkan turbin dengan koneksi yang benar dengan angin.
Yaw drive : digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin
sebagai perubahan arah angin.
Yaw motor : kekuatan drive yaw.

Adapun untuk prinsipnya yaitu sebagai berikut:


Energi angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan
kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun
menggunakan angin untuk menghasilkan listrik). Kemudian angin akan memutar
sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian
belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik
dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang dengan
material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat stator
yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop.

Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada
stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan
dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan
melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat.
Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC
(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat
dimanfaatkan.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Sel Surya (PLTS)


Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah
energi surya menjadi energi listrik. Pembangn listrik bisa dilakukan dengan dua
cara, yaitu secara langsung menggunakan photovoltaic dan secara tidak langsung
dengan pemusatan energi surya. Photovoltaic mengubah secara langsung energi
cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik. Pemusatan energi surya
menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak
untuk memfokuskan energi matahari kesatu titik untuk menggerakkan mesin
kalor.

Komponen komponen PLTS:

Panel Surya: alat untuk mengkonversi energi cahaya matahari menjadi


energi listrik. Sebuah sel surya dapat menghasilkan tegangan kurang lebih

0.5 volt. Jadi sebuah panel surya / solar cell 12 Volt terdiri dari kurang

lebih 36 sel.
Charge Controller : alat untuk mengatur arus dan tegangan yang akan
masuk ke baterai. Tegangan dan arus yang masuk ke baterai harus sesuai
dengan yang diinginkan. Bila lebih besar atau lebih kecil dari range yang
ditentukan, maka baterai atau peralatan yang lain akan mengalami
kerusakan. Selain itu, charge controller juga berfungsi sebagai penjaga
agar daya keluaran yang dihasilkan tetap optimal. Sehingga dapat tercapai

Maximum Power Point Tracking


Inverter : alat elektronika daya yang dapat mengkonversi tegangan searah

(DC) menjadi tegangan bolak-balik (AC)


Battery : adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari
tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat
ada sinar matahari.

Secara sederhana prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebagai


berikut:
Sinar matahari mengenai solar panel, masuk kedalam solar charg controller, arus
disini masih dalam keadaan DC. Lalu dialirkan ke baterai, disini masuk kedalam
inverter untuk mengubah arus DC menjadi AC lalu dapat dimanfaatkan untuk
berbagai alat-alat elektronik.

3. Sistem Hybrid PLTB dan PLTS


Sistem Hibrid adalah sistem pembangkit listrik yang terdiri dari 2 atau lebih
sistem pembangkit dengan sumber energi berbeda. Misalnya Listrik Tenaga Surya
(Photovoltaic, -PV) dipadu dengan genset, maka disebut Hybrid PV-Genset.
System Hybrid yang pernah diterapkan di Indonesia adalah: Hybrid PV-Genset,
Hybrid PV-Mikrohydro, Hybrid PV-Bayu (angin), dan bahkan Hybrid. Dan untuk
kombinasi kali ini adalah Pembangkit Tenaga Bayu dengan Pembangkit Tenaga
Surya.

Adapun tujuan mengapa kita perlu mengkombinasikan antara dua sumber energi
atau lebih adalah tidak lain untuk meningkatkan atau saling menutupi antara
pembangkit satu dengan pembangkit lainnya. Selain itu dengan dimamfaatkannya
dua atau lebih sumber energi terbarukan (renewable) maka kita dapat menekan
penggunaan bahan bakar minyak yang semakin menipis. Selain itu dengan
menkombinasikan beberapa pembangkit listrik, efisiensi serta serta keandalan
dapat meningkat.
Apabila sistem hibrid ini dibandingkan dengan salah satu jenis pembangkit saja
baik itu pembangkit listrik tenaga angin atau tenaga surya, maka tentulah sistem
ini lebih efektif karena sistem hibrid ini tidak hanya mengandalkan satu sumber
alam saja tetapi mengandalkan keduanya. Karena akan ada suatu ketika salah satu
dari sumber energi tidak didapatkan secara maksimal. Namun dengan sistem
hibrid ini, pembangkit mempunyai back-up dari sumber lainnya.
Diatas telah dibahas mengenai prinsip dari kedua pembangkit yaitu pembangkit
tenaga bayu yang mebutuhkan angin dan pembangkit tenaga surya yang
membutuhkan cahaya matahari. Lantas bagaimana cara agar kedua pembangkit
dapat beroperasi pada satu sistem kelistrikan.
Berikut mekanisme kerja hibrid dari kedua pembangkit:
Mekanisme Kerja Dan Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Berbasis Energi
Surya Dan Angin. Saat angin bertiup, bilah-bilah kincir akan bergerak memutar
Generator yang membangkitkan arus listrik. Listrik ini kemudian disalurkan ke
bagian penyimpanan yang berupa sejumlah aki/batterai. Pada saat yang sama,
ketika matahari bersinar panel sel surya akan menangkap sinar untuk diubah juga
menjadi listrik. Panel ini berisi sel photovoltaic yang terbuat dari dua lapis silicon.
Ketika terkena sinar matahari, dua lapisan silicon akan menghasilkan ion positif
dan negative, dan listrik pun akan tercipta. Listrik dari panel surya dan kincir angin
itu masih berupa arus searah (direct current, DC). Padahal alat rumah tangga
seperti televisi, radio, kulkas dan lain-lain, membutuhkan listrik berarus bolakbalik (alternating current, AC). Untuk itulah dibutuhkan inverter, pengubah arus
DC menjadi AC 220 Volt. Pembangkit listrik ini bisa menghasilkan daya 50

kilowatt atau cukup untuk 600 kepala keluarga, dengan masing-smasing keluarga
memakai daya listrik 450 watt.
Berikut beberapa model instalasi Hibrida dari PLTS dan PLTB
a. Instalasi terpusat AC
Gampar disamping dilakukan sentralisasi bus-AC dimana semua pembangkit
(angin, surya,) dan baterai
dihubungkan ke bus-AC
utama sebelum disalurkan
ke beban (grid). Instalasi
ini

disebut

sebagai

Instalasi

terpusat

karena

daya

dihasilkan

oleh

AC,
yang
semua

pembangkit dihubungkan
ke beban melalui satu titik.
Karena keluaran PV dan
baterai adalah tegangan DC, maka diperlukan inverter untuk mengubah
tegangan DC ke AC.
b. Instalasi Desentralisasi AC
Pembangkit dihubungkan ke beban
secara desentralisasi, yaitu setiap
pembangkit langsung dihubungkan
ke

beban

dan

dihubungkan

ke

tidak
satu

perlu
bus-AC.

Kelemahan dari sistem ini adalah


kesulitan

untuk

mengendalikan

sistem jika pembangkit diesel pada


kondisi mati.

c. Sistem DC terpusat
Pembangkit terhubung ke beban secara terpusat menggunakan bus-DC. Dengan
instalasi ini, tegangan AC yang dihasilkan oleh pembangit energi angin dan diesel

harus diubah menjadi tegangan searah. Selanjutnya inverter DC-AC digunakan


untuk mengubah tegangan
DC

pada

bus

menjadi

tegangan AC pada beban.


Keutungan dari sistem ini
adalah

tidak

diperlukan

kendali

frekuensi

dan

tegangan

pada

dan

bus

memungkinkan penggunaan
variable

speed

generator

dalam sistem. Sedangkan


kelemahan dari sistem ini
adalah adanya dua proses perubahan tegangan AC ke DC, lalu ke AC lagi,
sehingga akan berpengaruh pada efisiensi sistem.

KESIMPULAN
Teknologi hibrid berbasis energi surya dan angin merupan
teknologi yang menggunakan energi surya dan energi angin
sekaligus sebagai sumber energinya untuk mencapai efisiensi
penggunaan sumber energi itu sendiri. Jika teknologi hibrid
berbasis energi surya dan angin dibandingkan dengan teknologi
berbasis hanya salah satu dari energi surya atau angin.
Kelebihan pembangkit listrik hibrid berbasis energi surya dan
angin tak sepenuhnya bergantung pada matahari. Maka, bila
langit mendung atau malam tiba dan matahari lenyap,
pembangkit listrik akan digerakkan oleh kincir angin jadi
listrikpun tetap mengalir.Sebaliknya, ketika angin sedang loyo
berhembus, panelpanel sel surya penangkap sinar matahari bisa
terus memasok listrik
Kekurangan : kekurangannnya yaitu teknologi hybrid berbasis
energi surya dan angin ini hanya dapat digunakan di daerah
tertentu karena tetap juga bergantung pada angin. Agar pada
saat matahari tidak memancarkan energinya alat ini masih dapat
dipergunakan dengan memanfaatkan tenaga angin. Karena tidak
semua daerah memiliki kecepatan angin yang cukup untuk
menggerakan kincir angin tersebut agar listrik tetap dapat
mengalir
Pengembangan teknologi hibrid berbasis energi surya dan energi
angin terus perlu dilakukan agar membantu kebutuhan energi,
khususnya energi listrik. Selain itu juga perlu terus dilakukan
studi mengenai teknologi ini agar tercipta lebih banyak inovasi
dari teknologi hibrid ini di negara kita serta agar teknologi ini
terus mengalami penyempurnaan hingga menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/EthelbertPhanias/pemanfaatanteknologi-hybrid-berbasis-energi-surya-dan-angin
http://ptsdp.blogspot.jp/2011/05/energi-hibrida-kincir-angin-solarcell.html
http://irawancorporation.blogspot.jp/2011/12/pembangkit-listrikhybrid.html
http://jendeladenngabei.blogspot.jp/2012/11/pembangkit-listriktenaga-surya-plts.html
http://tongkrongan22.blogspot.jp/2014/12/halaman-pengesahanpembangkit.html
http://sihunkorean.blogspot.jp/2014/11/cara-kerja-pembangkitlistrik-tenaga_56.html
Usman. (2012). Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di
Pulau Maginti menggunakan Software Homer. Universitas
Hasanuddin, Makassar.
Farid Miharja. (2012). Perencanaan dan Manajemen Pembangkit
Listrik Tenaga Hibrid (Angin/Surya/Fuel Cell) Pulau Sumba
menggunakan Software Homer. Institut Teknologi Sepuluh
November (ITS), Surabaya.