Anda di halaman 1dari 18

BAB III

HAKEKAT TUJUH LAPIS LANGIT

A. Penghuni 7 Lapis Langit


Isra Miraj merupakan peristiwa besar yang dialami oleh nabi Muhammad SAW. Wajib hukumnya untuk
setiap muslim mengimani dan meyakini sebagai suatu kebenaran dari Allah SWT. Sebelum kita
mengimaninya tentunya kita wajib untuk mengetahui cerita dan makna terkandung dari peristiwa tersebut.
Apakah kita sebagai manusia yang berakal hanya mengimani saja (baca Hakekat iman) tanpa tahu
apakah yang harus kita percayai. Sama saja itu merupakan taqlik buta atau meyakini tapi tidak tahu apa
yang diyakini.
Berdasarkan suku kata penyusunnya maka Miraj memiliki arti adalah alat untuk naik (tangga) menuju
atas. Dalam peristiwa Miraj ini Nabi diriwayatkan menaiki tangga yang terbuat dari Emas dan Perak.

1. Rasullulah SAW melewati 7 langit dan bertemu dengan para penghuni di setiap tingkatan. Kabar ini
dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan imam Muslim dari Anas bin Malik.
a. Langit tingkat pertama
Rasullulah SAW bertemu dengan manusia sekaligus wali Allah SWT pertama di muka bumi, Nabi Adam
AS. Saat bertemu nabi Adam, Rasullulah sempat bertegur sapa sebelum akhirnya meninggalkan dan
melanjutkan perjalanannya. Nabi Adam membekali rasullulah dengan doa, supaya rasullulah SAW selalu
diberi kebaikan pada setiap urusan yang dihadapinya. Sambil mengucapkan salam, rasullulah
meninggalkan langit pertama untuk menuju langit kedua.
b. Langit kedua
Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Seperti halnya di langit pertama,
rasullulah disapa dengan ramah oleh kedua nabi pendahulunya. Sewaktu akan meninggalkan langit
kedua, Nabi Isa dan Yahya juga mendoakan kebaikan kepada rasullulah. Kemudian rasullulah bersama
Malaikat Jibril terbang lagi menuju langit ketiga.
c. Langit ketiga
Rasullulah bertemu dengan Nabi Yusuf, manusia tertampan yang pernah diciptakan Allah SWT di bumi.
Dalam pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan sebagian dari ketampanan wajahnya kepada Nabi
Muhammad. Dan juga di akhir pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan doa kebaikan kepada nabi terakhir
itu.
d. Langit keempat
Pada tingkatan ini, rasullulah bertemu Nabi Idris. Yaitu manusia pertama yang mengenal tulisan, dan nabi
yang berdakwah kepada bani Qabil dan Memphis di Mesir untuk beriman kepada Allah SWT. Seperti
pertemuan dengan nabi-nabi sebelumnya, Nabi Idris memberikan doa kepada Nabi Muhammad supaya
diberi kebaikan pada setiap urusan yang dilakukannya.
e. Langit kelima
Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun. Yaitu nabi yang mendampingi saudaranya, Nabi
Musa berdakwah mengajak Raja Firaun yang menyebut dirinya tuhan dan kaum Bani Israil untuk beriman
kepada Allah SWT.
Harun terkenal sebagai nabi yang memiliki kepandaian berbicara dan meyakinkan orang. Di langit kelima,
Nabi Harun mendoakan Nabi Muhammad senantiasa selalu mendapat kebaikan pada setiap

perbuatannya. Setelah bertemu, kemudian Nabi Muhammad melanjutkan perjalanannya ke langit


keenam.
f. Langit keenam
Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Musa. Yaitu nabi yang memiliki jasa besar
dalam membebaskan Bani Israil dari perbudakan dan menuntunnya menuju kebenaran Illahi. Nabi Musa
juga terkenal dengan sifatnya yang penyabar dan penyayang selama menghadapi kolot dan bebalnya
perilaku Bani Israil.
Selama bertemu dengan Muhammad, Nabi Musa menyambut layaknya kedua sahabat lama yang tidak
pernah bertemu. Penuh kehangatan dan keakraban. Sebelum Nabi Muhammad pamit meninggalkan
langit keenam, Nabi Musa melepasnya dengan doa kebaikan.
g. Langit ketujuh
Di langit ini, Nabi Muhammad bertemu dengan sahabat Allah SWT, bapaknya para nabi, Ibrahim AS.
Sewaktu bertemu, Nabi Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Mamuur, yaitu suatu
tempat yang disediakan Allah SWT kepada para malaikatnya. Setiap harinya, tidak kurang dari 70 ribu
malaikat masuk ke dalam.
2. Metode Khusus (miraj)
Rasulullah s.a.w. di dalam pencapaian menuju Tuhan (miraj) menggunakan metode dengan
memahami dan meneladani riwayat Nabi-nabi sebelum beliau dan mengambil hakekat dari hal tersebut,
untuk kemudian mempraktekkanya dalam kehidupan sehari-hari.
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka
lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS. Al Mujaadilah 58 : 11)
Maka dari itu salah satu sifat nabi Muhammad adalah fathonah, cerdas tanpa belajar. Maksudnya adalah
Nabi mampu memahami segala sesuatu tanpa belajar kepada orang (tanpa guru). Metode yang
digunakan nabi untuk mencapai hal ini adalah dengan perenungan / tafakur.
Sehingga hal ini secara otomatis membuat jiwa Nabi melintasi tujuh jenjang spiritual (tujuh tingkat langit)
yang masing-masing digambarkan lewat pertemuan beliau dengan Para Nabi sebelumnya.

Di
Langit

Bertemu dengan

Pertama Nabi Adam a.s.

Lambang

Esensi Wujud

Kesatuan

Materi

Kedua

Nabi Yahya a.s. dan Nabi Isa a.s. Kesadaran untuk


tumbuh

Hidup Air

Ketiga

Nabi Yusuf a.s.

Nafsu

Kebebasan

Keempat Nabi Idris a.s.

Kreatifitas

Akal

Kelima

Kesetiaan

Iman

Nabi Harun a.s.

Susu

Keenam Nabi Musa a.s.

Keteguhan (nubuwah) Islam

Anggur

Ketujuh Nabi Ibrahim a.s.

Pengorbanan (risalah) Ihsan

Madu

Begitu banyaknya rule ketat yang dijalankan nabi untuk pendakian menuju Tuhan. Hal ini menandakan
proses pembentukan diri beliau telah memadai untuk mewakili semestanya secara fisikal maupun
spiritual.
Di langit ke tujuh, dihidang oleh Jibril dengan empat gelas minuman yang masing-masing berisi air, susu,
anggur, dan madu, di dalam miraj, beliau memilih gelas yang berisi susu.
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orangorang yang mendengarkan (pelajaran). (QS. An Nahl 16 : 65)
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami
memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan
darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS. An Nahl 16 : 66)
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik.
Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang
memikirkan. (QS. An Nahl 16 : 67)
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan
dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi
orang-orang yang memikirkan . (QS. An Nahl 16 : 68-69)
Makna dari keempat pilihan tersebut adalah :

1
2

Ai r

Sarana

Afal

Susu

Situasi

Asma

Anggur

Proses

Sifat

Madu

Struktur

Zat

"Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran
mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya[457]. Itulah keberuntungan yang paling besar." (QS. Al-Maidah
5 : 119).
[457]. Maksudnya: Allah meridhai segala perbuatan-perbuatan mereka, dan merekapun merasa puas
terhadap nikmat yang telah dicurahkan Allah kepada mereka.

"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orangorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati
syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa4 : 69).
[314]. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan inilah orangorang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

"Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa
sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."." (QS. Al-Kahfi 18 : 110)

Dalam Hadist Qudsi termuat percakapan antara Tuhan dan Hamba


"Wahai hamba-Ku, Aku lapar. Mengapa engkau tidak memberi-Ku makanan?" sabda Tuhan kepada
hamba-Nya.
"Maha Suci Engkau, ya Allah! Bagaimana saya bisa memberi-Mu makanan, sedang Engkau
Rabbul-alamain?" jawab hamba.
"Lihat, tetanggamu ada yang lapar! Bawakan ia makanan. Engkau akan bertemu dengan-Ku di sana,"
jawab Tuhan. (Hadits Qudsi)

B. Di manakah Tujuh Langit


Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis
dan berjumlah tujuh. Kisah isra' mi'raj dan sebutan "sab'ah samawat" (tujuh langit) di dalam Al-Qur'an
sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu.
1. Sejarah Tujuh Langit

Dari segi sejarah, orang-orang dahulu jauh sebelum Al Qur'an diturunkan memang berpendapat adanya
tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang
jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda
langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada
gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.
Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang
paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit
ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit
ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu
keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.
Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di
bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai
yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris
atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah
Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1
memang jatuh pada hari Sabtu.
Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi
Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu),
Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum'at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.
Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut
berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, ..., sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba'ah, khamsah,
sittah, dan sab'ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin,
Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum'at, karena itulah
penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum'at
berjamaah.
Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan
kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu,
karenanya lebih menyukai pemakaian "Ahad" daripada "Minggu".
2. Tujuh langit pada peristiwa Mi'raj
Kisah Isra' Mi'raj sejak lama telah minimbulkan perdebatan soal tanggal pastinya dan apakah Nabi
melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Dalam
kisah mi'raj itu peristiwa lahiriyah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh
para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitur Makmur, tempat
ibadah para malaikat. Jadi, nampaknya pengertian langit dalam kisah mi'raj itu memang bukan langit
lahiriyah yang berisi bintang-bintang.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali 'Imran 3 : 190-191)
3. Angka tujuh pada awal kejadian
Dalam sebuah riwayat diceritakan, bahwa Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon kayu yang
mempunyai empat buah cabang, yang cabangnya masing-masing menghadap ke arah Timur, Barat,
Utara dan Selatan, namanya Sajaratul Muttaqien (pohon orang yang bertaqwa) atau Sajaratul
Yaqin(pohon keyakinan). Kemudian Allah SWT menciptakan ruh Nabi Muhammad SAW di dalam sebuah
hijab yang terbuat dari permata putih yang indah laksana burung merak. Lalu ruh itu bertasbih di bawah
pohon selama 70.000 tahun, sehingga membuat batangnya berkilat laksana cermin. (baca : Nur
Muhammad)

C. Urgensi pemaknaan Tujuh Langit


Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula
angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisanlapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak ada.
Di dalam Al-Qur'an ungkapan 'tujuh' atau 'tujuh puluh' sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi
Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah 2 : 261)

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya
tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman 31 : 27)

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak
(menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al
Baqarah 2 : 29)

Jadi 'tujuh langit' semestinya difahami sebagai tatanan benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya,
selain itu juga di fahami sebagai sesuatu hal yang wajib untuk dipelajari baik itu secara fisik (syariat)
ataupun secara batin (hakekat) danapalagi difahami hanya sebagai lapisan-lapisan langit.

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan
Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat
sesuatu yang tidak seimbang? (QS. Al Mulk 67 : 3)

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau
terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati. Maka Dia menjadikannya tujuh langit
dalam dua masa.
Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintangbintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang
Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat 41 : 11-12)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun
melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampu. (QS. Al-Isra 17 : 44)

Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar?" (QS. AlMukminun 23 : 86)

D. Bila konsep dasar mengenal tujuh langit (nyata dan ghaib) ini sudah dipahami, maka pengertian dan
pemaknaan dalam hakekat mengenai tujuh langit ini akan mudah untuk diterima. Berikut beberapa
pemaknaan mengenai tujuh langit.
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah Berlaku padanya, agar
kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu.(QS. Ath-Tholaq 65 : 12)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (QS. Nuh
71 : 15)
1. Berdasarkan posisi dan isi langit
a. Langit pertama
Langit pertama adalah jasmani disebut juga langit ghaib yang belum sempurna dari enam langit ghaib
yang ada di atasnya. Posisinya terletak dari pangkal paha manusia sampai dengan ujung jari kaki dan
termasuk keseluruhan lapisan fisik (tubuh) manusia yang disebut juga bumi nya manusia.
1) Lapisan bumi (tubuh) ini juga terdiri dari tujuh lapisan (Berdasarkan urutan terluar dan ke dalam) :
a) Lapisan Bulu
b) Lapisan Kulit
c) Lapisan Urat darah dan Urat syaraf
d) Lapisan Darah dan Syaraf
e) Lapisan Daging
f) Lapisan Tulang
g) Lapisan sum-sum tulang
2) Lapisan bumi alam semesta juga terdiri tujuh lapisan yaitu :
a) Lapisan Tumbuhan dan Pepohonan
b) Lapisan Kulit Bumi (tanah subur)
c) Lapisan Jalan Sungai (air) bumi
d) Lapisan Air dalam bumi
e) Lapisan Tanah Liat dan Batu
f) Lapisan Penyangga Bumi, (patahan dan lipatan) batu keras dan tanah keras
g) Lapisan Inti Perut Bumi; Lahar dan Gas Panas.
Karena jasmani manusia terkait dengan bumi secara nyata, dapat disimpulkan bahwa, merusak lapisan
bumi sama dengan merusak tubuh jasmani manusia.

b. Langit Kedua
1) Langit kedua manusia posisi letaknya yaitu dari arah bawah pusar perut melingkar ke bawah pusar
sampai ke kemaluan. Isinya secara fisik (nyata) adalah jeroan (lambung, usus dan saluran kencing), dan

kemaluan manusia. Dan secara ghaib isinya adalah Nafsu manusia, penghuninya adalah bangsa Jin (Jin,
saytan dan iblis).
2) Langit kedua alam semesta adalah terletak dari dasar lautan dan atas permukaan bumi sampai
dengan bawah awan. Isinya adalah bangsa jin yang sering disebut siluman. Ada istilah siluman air,
siluman tanah, siluman angin, siluman pohon, siluman danau, siluman sungai, dan lain-lain. Bedanya
nafsu pada langit kedua alam semesta ini adalah berasal dari nafsu manusia itu sendiri. Karena bumi dan
air yang terkandung di dalamnya memang Tuhan Allaah peruntukkan untuk kehidupan manusia. Dalam
cara memperoleh peruntukan inilah manusia terjebak dengan nafsu nya sendiri menguasai lapis langit
kedua alam semesta.
Sehingga ada terjadi perebutan lahan sampai berbunuh-bunuhan. Perebutan warisan tanah sesama
saudara. Perebutan wilayah (teritorial) negara sehingga terjadi perang. Dan lain-lainnya yang dijebak oleh
nafsu manusia itu sendiri yang isi penghuni nafsu itu adalah bangsa Jin (Jin, saytan dan iblis).

c. Langit ketiga
1) Langit ketiga manusia terletak dari atas pusar perut melingkar ke atas cekungan bawah tulang dada
yang terasa seperti ulu hati. Isinya adalah rasa dan perasaan manusia. Bila langit ketiga ini belum bersih
penghuninya bisa berasal bangsa Jin (Jin, saytan dan iblis) yang menyusup pindah (menggandakan diri)
dari langit kedua (nafsu) melalui jalan darah dan jalan syaraf.
Bila sudah bersih, isi penghuninya adalah malaikat Tuhan yang disebut malaikat pembisik kebenaran
yang jumlahnya 6.666 malaikat masing-masing di tiga ruas Qalbu tempat tiga unsur manusia. Dan
tentunya di langit ketiga inilah letak Qalbu manusia. Jumlah malaikat sebanyak 6.666 di tiap tiga ruas tadi
bisa berkurang dan bertambah. Berkurang bila manusia berbuat kesalahan dan bilik dalam ruas yang
kosong malaikat tadi diisi kembali oleh bangsa jin (jin, saytan dan iblis), bisa kosong sama sekali ketika
manusia sudah terjerumus oleh iblis. Dan bisa penuh lengkap oleh malaikat ketika manusia sepenuh jiwa
dan raga berserah diri kepada Tuhan Allaah.
Langit ghaib ketiga ini juga merupakan alam kubur (alam baqa) ruh manusia yang sudah meninggal.
Dimana ketika ruh lepas dari tubuh dan dihantar oleh malaikat maut (malaikat izrail alaihissalam yang
asli) ke atas langit ke tujuh dan Tuhan perintahkan untuk dijatuhkan kembali ke tubuh manusia (langit
ketiga).
Bila Qalbu manusia bersih selama hidupnya maka ruh manusia yang meninggal dunia tadi ditidurkan di
dalam Qalbu dengan tempat tidur yang berupa selendang putih halus (sama dengan selendang putih
tempat Allah bersemayam) dan akan tidur nyenyak menunggu hari pembangkitan. Sedangkan bila Qalbu
manusia kotor (sudah tertutup) selama hidupnya di dunia, maka ruh manusia tadi tidak akan bisa tidur
nyenyak tetapi menjadi budak bangsa Jin (Jin, saytan dan iblis) yang berteman dengannya sewaktu di
dunia. Inilah yang disebut orang-orang sebagai ruh gentayangan mendapat azab kubur oleh bangsa iblis
itu sendiri.
Dalam Kitab Suci umat islam ada terdapat firman yang kurang lebih maknanya janganlah menghadapi
kematian kecuali dengan ikhlas (berserah diri). Saat manusia menghadapi ajal (maut) dia tidak tahu
harus melakukan apa, maka rasa takut, rasa tidak ikhlas inilah yang membuatnya meninggal dengan
tidak sempurna, apalagi semasa hidupnya bersekutu dengan Iblis. Muncullah istilah-istilah baru misalnya
disebut Ruh Gentayangan tersebut di atas, ataupun kata orang-orang seperti hantu, kuntilanak, babi
ngepet, dan lain-lain.
2) Pada alam semesta, langit nyata terletak dari atas awan sampai dengan titik terendah gravitasi bumi.
Atau pertemuan tengah antara gravitasi bulan dan gravitasi bumi. Isi langit ketiga ini adalah emosi dan
kasih sayang alam. Emosi langit ketiga alam berupa hujan badai, angin topan, angin tornado, angin
puting beliung, petir, dan panas kemarau. Sedangkan kasih sayang alam berupa hujan sedang dan rintik,
angin sejuk (sepoi-sepoi), dan hangat sinar matahari. Yang mempengaruhi langit ketiga ini tadi juga

adalah nafsu manusia itu sendiri. Langit ketiga alam ini merupakan akibat baik dan akibat buruk
perbuatan manusia.
Tetapi ada juga yang disebut bencana alam ini akibat ulah usil bangsa jin, dari tingkat rendah sampai
beratnya bencana alam ini biasanya akibat ulah Jin dengan jumlah bermulai 700, 7000, 700000 jin
pengacau alam semesta.
Jin-jin ini dapat ditangkap dengan doa dan gerak ghaib atas ijin dan perintah Allah semata, bersama
malaikatNya. Tetapi bila bencana itu benar-benar ujian, cobaan, ataupun azab dari Tuhan Allaah, yang
bisa dan wajib dilakukan manusia adalah berserah diri pada Allah untuk diberikan kekuatan, agar mampu
melalui ujian-ujianNYA.

d. Langit Keempat
1) Pada langit ghaib manusia yang keempat terletak di posisi dari atas ulu hati, berputar-putar di sekitar
jantung (dada sebelah kiri). Secara fisik pada manusia yang dimaksud dengan langit keempat ini adalah
jantung itu sendiri. Isi langit keempat ini adalah pikiran dan aktifitas berpikir. Penghuninya juga bila masih
kotor adalah dari bangsa Jin (jin, saytan dan iblis) yang disebut iblis pengendali pikiran jahat.
Sedangkan bila langit ghaib keempat manusia ini sudah bersih maka yang menjadi penghuninya adalah
malaikat penjaga pikiran bersih. Aktifitas berpikir yang terjadi pada langit ghaib keempat ini antara lain :
a)
b)
c)
d)

Berpikir
Membayangkan
Berkhayal
Bermimpi

Cara terbaik untuk berlatihnya adalah dengan berfikiran yang baik dan membuang yang jahat.
2) Langit nyata keempat pada alam semesta terletak pada posisi lapisan atmosfer bumi. Yaitu
kandungan oksigen serta unsur-unsur angin (gas) lainnya yang tidak baik yang bercampur di dalamnya.
Alam juga ikut berpikir dengan lapisan atmosfernya ini.
Tetapi bersih atau kotornya pikiran alam semesta ini dipengaruhi oleh pikiran manusia yang bersih atau
tidaknya. Mulai dari pikiran orang pribadi, kelompok masyarakat, kaum masyarakat, penduduk negara,
penduduk benua sampai dengan penduduk seluruh muka bumi ini.
Tentu saja ujian bagi manusia berbeda-beda. Tidak semua orang berpikir untuk ikhlas menjaga atmosfer
alam ini agar bersih dan sejuk. Sebanding dengan keinginan para khalifah di muka bumi untuk
menyadarkan seluruh umat manusia agar berpikir tentang keselamatan manusia di akhirat nanti.
Begitulah perbandingannya. Hanya kuasa dan kehendak Tuhan Allaah saja yang dapat menyamakan
pemikiran-pemikiran manusia di muka bumi.

e. Langit Kelima
1) Lapisan langit ghaib kelima di tubuh manusia adalah bagian atas lurus datar tulang dada horizontal ke
ujung tangan kanan dan tangan kiri (bila tangan direntangkan), berputar keatas ke arah atas telinga kiri
dan kanan, termasuk rahang pipi kanan dan kiri, hidung, mulut, berbatas lurus datar dengan bawah mata
dan pusat kekuatan adalah di leher. Langit ghaib kelima manusia ini disebut langit kekuatan (energi)
ghaib.
Mengapa disebut kekuatan ghaib? Karena penghuninya adalah mahluk ghaib yang baik atau juga bisa
mahluk ghaib yang jahat. Mahluk ghaib yang baik adalah malaikat. Jumlahnya lima (5) di rentangan
tangan kanan, dan lima (5) rentangan tangan kiri.

Sepuluh malaikat ini disebut malaikat penolong manusia, yang tugasnya mempercepat pertolongan
Allaah terhadap hal apapun yang terjadi pada diri manusia dan juga melaksanakan tugas-tugas rutinnya.
Nama-mana malaikat ini lazim disebut malaikat Jibril alaihisalam (a.s), malaikat Mikail a.s, malaikat Israfil
a.s, malaikat Izrail a.s, malaikat Israfil a.s, malaikat Rakib a.s, malaikat Atid a.s, malaikat Munkar a.s,
malaikat Nakir a.s, malaikat Malik a.s dan malaikat Ridwan a.s.
Mengapa ada gelar alaihissalam (a.s) pada malaikat Tuhan Allaah ini?
Inilah rahasia dari petunjuk Allaah. Gelar itu hanya Allah yang memberikanNYA. Sedangkan malaikat
palsu dari turunan Iblis juga ada yang mengaku-ngaku malaikat yang nama-namanya sama dengan
malaikat yang asli tersebut di atas tetapi tidak diberi Tuhan Allaah gelar alaihissalam (a.s).
Ada malaikat izrail palsu (turunan iblis) yang selalu menakut-nakuti manusia akan kematian. Ada malaikat
jibril palsu (turunan iblis) yang kerjanya membisikkan seolah-olah (wahyu/firman) dari Tuhan Allaah
padahal yang dibisikkan adalah ilmu-ilmu sihir.
Ada malaikat mikail palsu (turunan iblis) yang kerjanya mencarikan keuntungan uang banyak kepada
manusia yang mengabdi pada iblis itu, inilah yang bekerja siang malam dalam ilmu-ilmu penglarisan,
ilmu-ilmu susuk kejayaan / kecantikan / ketampanan / kewibawaan dan lain-lain ilmu yang Allaah tidak
ridhoi. Serta malaikat palsu lainnya dari bangsa iblis yang mirip-mirip tapi coba tanya ia punya gelar
alaihissalam apa tidak.
Tuhan memberikan petunjuk Jelas dalam suatu ayat di Kitab Suci umat manusia yang artinya IlmuNya/kerajaan-Nya meliputi langit dan bumi dan tiada susah bagi-Nya memelihara keduanya
Makna tersirat adalah letak kekuatan Tuhan Allah di bumi dan langit, baik nyata dan ghaib. Di tubuh
manusia nyata ada bagian tubuh yang selalu menjaga dan bergerak (reflek) yaitu kedua tangan. Bila ada
sesuatu yang membahayakan, misal ada serangga yang mendekat maka tangan akan menepis. Dan
juga tidak susah untuk menjangkau lapisan bumi tubuh manusia Tinggal membungkuk sedikit, tangan
bisa menjangkau ujung jari kaki, tinggal menaikkan tangan ke atas, tangan bisa menyentuh langit ketujuh.
Tangan berputar ketengah sampai ke langit kedua, ketiga, keempat dan kelima. Luruskan tangan ke atas,
sampai ke bagian lapisan hijab di atas langit ketujuh.
Disinilah makna tersirat kekuatan Tuhan melalui malaikat-malaikat yang bersemayam di langit ghaib
kelima manusia. Tinggal manusia sadar atau tidaknya letak kekuatan nyata Tuhan Allaah ini di tubuh
manusia itu sendiri. Sungguh lah nyata kekuatan Tuhan dan penjagaanNya bersama malaikatmalaikatnya.
Lalu bagaimana bila seseorang bersekutu dengan iblis, tidak terbayangkan kekejaman kedua tangan
manusia itu yang disemayami oleh bangsa iblis.
Memegang senjata, tangan manusia bisa membunuh. Ketika memegang pena, tangan manusia menjadi
korup. Ketika memegang wanita, tangan menjadi maksiat. Ketika memegang uang, tangan manusia
merajalela memuaskan nafsu. Ketika baru sedikit memegang kekuasan ia berlaku semena-mena. Ketika
ia memegang kitab ia berlaku seperti manusia setengah dewa (merasa paling benar). Ketika baru sedikit
diberi kepercayaan sebagai pemimpin ia mendewakan diri sendiri melupakan Tuhan sebagai Maha
Pemimpin, dan lain sebagainya. Berlindunglah kita kepada Tuhan dari hal-hal ini yang menjadi bagian
dari tipuan iblis yang dilaknat Tuhan .
Sebagai pusat kekuatan ghaib, leher menjadi penghubung antara keberlangsungannya kekuatan ruhani
dan jasmani. Coba perhatikan anak bayi yang baru lahir, kenapa lehernya lama berdiri, kurang lebih tiga
bulan baru ada kelihatan kekuatan leher. Mengapa orang yang sedang mabuk (teler) lehernya berputar
kesana kemari.

Dalam ilmu bela diri leher merupakan bagian yang paling vital bila terkena pukulan. Ternyata pusat
kekuatan ada di leher. Dan aplikasi kekuatan ini ada di kedua tangan kanan dan kiri. Itulah bagian-bagian
dari langit ghaib kelima manusia.
2) Langit nyata kelima alam semesta adalah terletak di atas atmosfer yang disebut lapisan ozon sampai
dengan bulan. Bulan lepas dari bumi, entah apa yang terjadi tidak ada penahan rotasi bumi. Dalam ilmu
fisika ada istilah gravitasi bumi dan bulan, dalam ilmu ghaib kekuatan yang tarik menarik dan tolak
menolak antara bumi dan bulan inilah adalah kekuatan ghaib alam semesta.
Sedangkan ozon adalah penahan dari panasnya matahari dan benda-benda langit di atasnya (meteor).
Dan saat kiamat besar nanti yang terjadi duluan adalah lepasnya bulan dari rotasinya mengelilingi bumi.
Maka setelah bulan lepas, bumi bergerak tidak beraturan dan bertabrakan dengan planet-planet lain
mengarah berjalan ke matahari.

f. Langit keenam
1) Berbentuk elips melingkar dari bawah dua mata memotong garis datar pada batang hidung, bergerak
melingkar searah jarum jam, ke atas mata kiri (kening) sampai ke tengah pangkal rambut kepala, ke atas
mata kanan dan kembali bertemu di ujung garis awal di bawah kedua mata.
Langit ghaib keenam ini disebut langit penerawangan alam semesta dan jagad raya. Pusatnya berada di
tengah antara ke dua mata manusia. Berisi kekuatan konsentrasi (fokus) pada suatu objek. Baik objek
yang dilihat mata atau objek yang sedang dipikirkan.
Dalam bahasa agama disebut kekhusukan. Jadi aplikasinya dalam kehidupan baik dalam hal beribadah
dan hubungan sesama manusia. Misalnya mendengarkan orang berbicara, mengobati pasien dan lainlain hendaknya ketika mendengarkan orang berbicara dengan penuh perhatian (konsentrasi). Ketika
mendengarkan pembicaraan itu mata manusia tidak bergerak ke sana ke mari, tetapi khusuk terarah
pada orang yang berbicara.
2) Langit nyata alam semesta yang keenam terletak di antara planet-planet sistem tata surya matahari
(galaxy matahari). Yaitu berupa ruang hampa sering digunakan manusia untuk menempatkan satelit
komunikasi. Sehingga dari satelit yang terletak di langit keenam ini bisa diambil foto-foto alam semesta
dan yang ada di bumi.

g. Langit Ketujuh
1) Terletak mulai dari atas ubun-ubun kepala melingkar kira-kira sejengkal tangan lebih sedikit kearah
bagian tengah dan belakang bawah kepala. Posisi ini disebut langit ghaib ketujuh manusia.
Isinya adalah :
a)
b)
c)
d)

Bersemayamnya ruhani manusia (ubun-ubun) bersanding bersama akal


Ingatan (belakang bawah kiri kepala)
Logika (belakang bawah kanan kepala)
Malaikat penjaga akal atau iblis penyusup pembolak-balik akal

Disebutkan penghuninya malaikat penjaga akal apabila manusia dalam menggunakan akal (daya pikir)
selalu bermohon untuk dilindungi oleh Tuhan dari susupan iblis. Dan ketika manusia lupa bermohon
perlindungan Tuhan, yang menghuni langit ketujuh ini adalah iblis penyusup pembolak balik akal.
Dari keterangan di atas, diketahui bahwa ruhani manusia bersandingan duduk bersama akal di langit
ketujuh. Saat manusia berdoa kepada Tuhan dengan berserah diri sepenuhnya sampai dengan langit
ketujuh, serta langit-langit di bawahnya sudah bersih, malaikat pembuka pintu Qalbu mengundang ruhani

manusia turun dari langit ke tujuh untuk berdoa, bersembah sujud di dalam Qalbu manusia itu sendiri.
Dapat dirasakan saat itu Qalbu sebagai rumah Tuhan di tubuh manusia itu sendiri.
Bila saat berdoa sudah mencapai tahap ini, terasa tidak ada kenikmatan dunia yang mampu menandingi
rasa bahagia diri kita ketika merasakan kehadiran Allaah tepat di hadapan kita. Kerinduan diri kita dan air
mata tumpah ruah di hadapan Tuhan, begitu dekatnya Tuhan dengan manusia bila manusia itu
menyadarinya.
2) Langit ketujuh alam semesta terletak di lingkaran matahari tempat bersemayamnya ruh alam. Ruh
alam adalah ciptaan Tuhan Allah, berupa kekuatan gas (angin bercampur api mulia).
Api mulia adalah kekuatan suci Tuhan dari segala api yang Allaah ciptakan di alam semesta yang bersih,
suci dan tidak bercampur dengan bangsa Jin. Saat hari kiamat besar nanti, ruh alam ini akan dipencarkan
oleh Tuhan Allah bersama malaikatnya menghancurkan semua sistem tata surya matahari itu sendiri.
Hati-hati, manusia yang mencoba-coba mendekati ruh Alam ini manusia akan musnah seketika saat
memasuki lingkaran langit ke tujuh alam semesta. Batas pencapaian manusia melanglang buana hanya
sebatas langit ke enam alam semesta. Tuhan sangat melarang manusia melebihi dari itu, bila larangan ini
dilanggar maka akan turun azab dari Tuhan atas perbuatan manusia itu sendiri.
Tapi buktinya nanti pada saat kiamat besar ditunjukkan Tuhan kepada hamba, bahwa di ujung zaman
akan ada perbuatan manusia dengan teknologi yang membawa kehancuran sendiri bumi dan langit nyata
ini, sehingga bumi bergerak ke matahari dengan sendirinya, hancur dengan sendirinya, kiamat oleh ulah
manusia itu sendiri.

2. Berdasarkan Penghuninya
Dalam hadist diceritakan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapisan dengan masing-masing penghuninya
adalah :
a. Lapis ke-7 dihuni Malaikat
b. Lapis ke-6 dihuni iblis dan Pembantunya
c. Lapis ke-5 dihuni para syaitan
d. Lapis ke-4 dihuni ular-ular
e. Lapis ke-3 dihuni kalajengking
f. Lapis ke-2 dihuni jin-jin
g. Lapis pertama dihuni manusia, Kemudian Allah menghiasi bumi itu dengan 7 lautan, sebagaimana
firmanNya Dan laut, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudahnya Surah Luqman: ayat 27.

3. Berdasarkan Tingkat Pemahaman


Terdapat 7 fase tingkatan dari manusia dalam memahami agamanya sehingga manusia tersebut HAQUL
YAKIN. Fase tersebut adalah sebagai berikut :
a. Syariat : mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNYA. (terkait segala hukum yang
terkait)
b. Tarekat : Jalan spritual menuju kepadaNYA (terkait metode/cara pencapaian : seperti puasa, sholat
dan lain-lain)

c. Hakikat : Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awam
KARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT. (memahami esensi dari segala sesuatu / rahasia
dibalik rahasia)
d. Marifat : Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT. seperti yang hadist katakan
kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau MengenaliNYA maka bersatulah
wujudmu BERSAMANYA. (Memahami rasa sehingga mampu mengetahui dan menunjukkan mana yang
salah dan mana yang benar)
e. Musyahadah : Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit dan di bumi, ia
menyaksikanNYA bersama para nabi, ruh para wali dan ruh-ruh suci.
f. Mukasyaf : Terbukanya Tabir rahasia seluruhnya di langit & di bumi, para mukasyaf saat ini hanya
terdiri dari 111 orang saja di seluruh dunia dan setiap ada wafat ada yang menggantikan Wali tersebut,
jadi berbahagialah hamba yang telah menemukannya.
g. Mahabbah : Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas &
hidupnya ada kasih sayang TuhanNYA Yang Maha Pemberi Nan Maha pemurah, tingkatan ini hanya
ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, tapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini
yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini dan setiap
ada yg kembali kehadiratNYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat
Berbahagialah di dunia & Akherat orang-orang yang telah menjumpainya. Sehingga orang-orang yang
mencapai tingkatan ini, dalam praktek keseharian akan selalu memberikan rahmat bagi seluruh alam.

4. Tujuh Langit Dalam Dunia Tasawuf


Penyaksian alam malakut atau tersingkapnya tabir ke-Tuhanan (musyahadah) dalam dunia tasawuf
menjadi tujuan akhir pencarian kejernihan jiwa bagi para sufi. Dalam kisah Isra Miraj Nabi Muhammad
Saw.
diungkapkan bahwa beliau bisa bertemu dengan Tuhannya dengan melewati tujuh langit, ini artinya
bahwa umatnya juga bisa bermusyahadah dengan Allah tapi harus melalui beberapa maqam (terminalterminal), atau derajat yang harus dilalui untuk menjadi Arif billah. Maqam tersebut sangat banyak sekali
jumlahnya sebagaimana arti bilangan tujuh yang berarti menunjukkan jumlah tak terhitung.
Sebagai contoh QS. 2: 261 dan QS. 31: 27, dalam kedua ayat ini kata tujuh tidak diartikan sebagai
hitungan eksak dalam arti bilangan tujuh, tapi jumlah yang sangat banyak. Kendati demikian, maqamat
dalam standar sunni jumlahnya ada tujuh, sebagaimana arti literal kata sab al-Samawat (tujuh langit).
Tujuh terminal tersebut ialah:
a. Taubat, Menurut Dzu al-Nun al-Mishri, taubat terbagi menjadi dua, taubatnya orang awam yaitu taubat
dari dosa-dosa dan taubatnya orang khawas, taubat dari lalai kepada Tuhan (ghaflah).
b. Wara, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas halal dan haramnya. Dalam hal ini
seseorang harus selalu mengupayakan dirinya untuk makan sesuatu yang halal.
c. Zuhud, artinya seseorang tidak tamak atau mengharapkan pemberian dari orang lain dan tidak
mengutamakan kesenangan dunia.
d. Fakir, seseorang di dalam hatinya tidak boleh merasa memiliki sesuatu dan merasa sangat
membutuhkan Allah.
e. Sabar, dalam menghadapi bencana seseorang harus menyikapinya dengan etika yang baik (husn alAdab).

f. Tawakkal, hanya berpegang teguh pada Allah sebagai Tuhan yang maha memelihara (Rabb
al-Alamin).
g. Ridla, hati selalu menerima ketentuan Tuhan (Taqdir) baik manis maupun pahit. Sebagaimana
dikatakan Al-Nuri bahwa ridla adalah kegembiraan hati menghadapi pahitnya ketentuan Tuhan. Ibn
Khafif menambahkan, ridla juga berarti menyetujui terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya dan
yakin bahwa itulah yang terbaik dan diridlai oleh Allah.
Secara urut ketujuh maqam ini harus dilalui secara tertib, karena dalam tiap perpindahan dari satu
maqam ke maqam yang lain sufi akan mengalami perubahan psikis-emosional atau yang biasa disebut
dengan hal. Dalam maqam terakhir sufi akan mengalami perubahan hal yang mengagumkan dan itu
merupakan derajat tertinggi, yaitu miraj (naik ke atas) atau biasa disebut dengan ektase, mabuk
kepayang hingga klimaknya face to face dengan Tuhan bahkan menyatu dengan-Nya, atau dalam
bahasa Abu Yazid al-Busthami Allah adalah Aku dan Aku adalah Allah.

5. Hakekat Manusia Dalam Martabat Tujuh


a. Merupakan hakekat Dzat mutlak yang kadim. Artinya; hakekat Dzat yang lebih dulu, yaitu Dzatullah,
yang menjadi wahana alam Ahadiyat yang ada adalah pohon kehidupan yang berada dalam jagad yang
sunyi senyap segalanya, dan belum ada sesuatu apapun
b. Hakekatnya cahaya, yang diakui sebagai tajalinya Dzat di dalam nukat gaib, sebagai sifatnya Atma,
menyebabkan adanya alam Wahdat
c. Diakui sebagai rahsa Dzat, sebagai namaNya, menyebabkan adanya alam Wahadiyat
d. Berasal dari nur muhammad, itulah hakekat Sukma yang diakui sebagai keadaan Dzat sebagai
tabirnya Atma, menyebabkan adanya alam Arwah
e. Keadaan nur muhammad dan tempat berkumpulnya darah seluruhnya adalah hakekat angan-angan
yang diakui sebagai bayangan Dzat, sebagai ikatannyaNya, menyebabkan adanya alam Mitsal
f. Hakekat Budi, diakui sebagai hiasannya Dzat, sebagai pintunya Atma, menyebabkan adanya alam
Ajsam
g. Hakekat Jasad yang meliputi 5 warna yang bergerak , yang diakui sebagai Wahana Dzat, sebagai
tempat Atma, menyebabkan adanya alam Insan Kamil

6.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Proses Perkembangan Manusia


Masa setitik darah
Ketika dalam kandungan
Menjadi bayi
Ketika kanak-kanak
Remaja
Dewasa
Tua

E. Lapisan Hijab, Syurga dan Neraka

Allah menjadikan syurga dan neraka sebanyak 7 lapisan. Setiap lapisannya untuk seluruh umat manusia
menurut amal ibadah yang telah dilakukan kepada Allah SWT di mana semakin baik amalannya, maka
semakin baik kedudukannya begitu juga sebaliknya. Allah telah menghiasi neraka dengan 7 tingkat yaitu
neraka Jahannam, Saiir, Saqar, Jahiim, Hurhamah, Ladhaa dan Hawiyah.Kemudian Allah menghiasinya
dengan 7 pintu, sebagaimana firmanNya yang bermaksud Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiaptiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (Surah Al-Hijr 15 : 44)
1. Lapisan Hijab
Selanjutnya dari gambar lapisan langit ghaib manusia adalah lapisan di atas langit ketujuh yang tertulis
(dinamakan) hijab. Defenisi hijab sudah dibahas dibagian atas, yaitu berasal dari akibat perbuatan
manusia itu sendiri, berupa tabir penghalang yang Tuhan sengaja buatkan, tebal-tipisnya tergantung
besar-kecil akibat perbuatan manusia itu. Jadi tentunya anak bayi yang masih suci sajalah yang tidak
mempunyai hijab (tabir penghalang).
Seluruh manusia yang sudah dewasa memiliki sembilan (9) lapis hijab. Allaah melalui petunjukNya
menerangkan bahwa nama lapisan terakhir (lapis ke -9) yaitu bernama lapisan Agama Sejati dari Tuhan
Allaah. Bila kesadaran ruhani manusia telah sampai kepada terbukanya hijab (tabir) ke-9 ini,
kesempurnaan manusia sudah diambang pintu. Doa kepada Tuhan menjadi mujarab dan manjur.
Di atas sembilan lapisan hijab inilah terletak syurga. Sungguh suatu perjuangan yang sangat berat untuk
mencapai syurga-Nya Tuhan. Manusia yang telah melewati lapisan kesempurnaan ini dalam satu riwayat
Allah menerangkan bahwa doanya akan menggetarkan dinding-dinding syurga, membangunkan seluruh
penghuni syurga (para Nabi Allaah, Rasul Allaah, para wali Allaah, para Pejuang Tuhan, dan seluruh
penghuni syurga lainnya). Lalu mereka (penghuni syurga) meng-amiin-kan doa manusia tadi, bersamasama para malaikat Allaah menghantarkan doa tersebut ke tempat persemayaman Allaah.
Para malaikat dan penghuni syurga berkata-kata dengan takjub, doa siapakah itu?.
Lalu mereka berdoa kepada Tuhan untuk diijinkan menyaksikan langsung manusia tadi yang sedang
berdoa dan mereka merindukan dengan penantian kepada manusia itu saat nanti ia diangkatkan Allaah
ke dalam syurga. Rasul-Rasul Allaah pun sangat merindukan manusia itu.
Di lapisan langit nyata alam semesta yang disebut sembilan (9) lapisan hijab ini oleh para peneliti luar
angkasa disebut sembilan (9) galaxy (tata surya) diluar galaxy matahari.
Tuhan sering menyebutkan dalam Kitab Suci umat bahwa dunia nyata (fana) ini hanyalah tipuan belaka,
artinya hanya rekayasa Tuhan Allaah sebagai ujian kepada manusia. Dengan berpikir seperti ini ketika
mendalami ilmu kasunyatan ini kita tidak lari dari panduan agama yang diturunkan Tuhan kepada
manusia.

2. Lapisan Syurga
a. Lapisan syurga berada di atas lapisan hijab dan berada di bawah persemayaman Tuhan. Terdiri dari
tujuh (7) tingkatan juga yang masing-masing tingkatannya berbeda-beda fasilitas yang Tuhan sediakan.
Penghuni syurga adalah orang-orang pilihan Tuhan yang sengaja Tuhan bebaskan dari alam kubur dan
peristiwa kiamat, tidak lagi melalui masa pembangkitan, tidak lagi melalui masa perhitungan dosa dan
amal kebaikan. Yaitu para Nabi Allaah, Rasul-rasul Allaah, para Pejuang Allaah, para Wali Allaah, dan
orang-orang soleh/soleha pilihan Allaah.
Sebagaimana penjelasan bahwa ketika manusia meninggal dunia, dibawalah ruhani manusia kepada
Allaah (dihadapkan) kemudian Tuhan Allaah memerintahkan kepada malaikat ada tiga perintah :
1) Bagi orang-orang (manusia) pilihan Allaah, langsung dimasukkan ke syurga.

2) Bagi orang-orang (manusia) yang sudah baik tetapi masih perlu dilakukan penghakiman Allaah di hari
akhir nanti maka Allaah perintahkan malaikat untuk menjatuhkannya kembali ke langit ketiga (alam kubur)
dan menunggu kiamat tiba tanpa di azab.
3) Bagi orang-orang (manusia) yang jelas-jelas menjadi budak iblis di dunia dahulu, Allaah langsung
perintahkan lemparkan ke langit ketiga (alam kubur) dan diazab oleh bangsa iblis itu sendiri.
b. Bila syurga itu disebut ada di lapisan ghaib manusia, maka di lapisan nyata alam semesta syurga itu
terletak di luar atas sembilan (9) galaxy (tata surya) lainnya selain tata surya matahari.
Tapi bagi hamba mengkaji dari ilmu ghaib lebih mudah (karena Tuhan Allaah Maha Memudahkan), dan
lebih masuk akal dengan iman.

3. Lapisan Neraka
a. Lapisan neraka (alam neraka) adalah kemaluan, dimana pintu neraka di langit ghaib manusia itu
sendiri adalah lubang kemaluan. Dan tidak ada lapisan hijab (penghalang) bila manusia mau ke lapisan
neraka.
b. lapisan neraka dialam semesta terdapat di inti perut bumi yang berisi lahar panas, api dan gas serta
bercampur benda padat. Pintu neraka di permukaan bumi adalah kawah gunung berapi yang meletus.
Secara proses alam, dari kawah gunung berapi yang meletus ini berawal dari kehancuran alam
(bencana) dan akan menjadi kebaikan kembali (rahmat) dengan tanah yang subur yang berasal dari sisasisa lahar kawah yang telah dingin setelah proses gunung meletus. Proses inilah hampir sama dengan
istilah reproduksi manusia, maka pada alam disebut juga proses reproduksi alam.

F. Riwayat menuju Syurga Melalui 7 Lapisan Langit (Larangan untuk tidak dilaksanakan)
Satu kisah pada zaman Rasulullah SAW, ada seorang sahabat bernama Mu'az bin Jabal. Beliau
mempunyai keistimewaan sebagai seorang yang sangat pintar dan berdedikasi.
Allah mengurniakan kepadanya kepandaian berbahasa serta tutur kata yang indah. Dipendekkan cerita,
pada waktu Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, Mu'az sentiasa berada bersama Rasulullah sehingga
dia dapat memahami al-Qur'an dan syariat-syariat Islam dengan baik.
Sehingga akhirnya Mu'az muncul sebagai seorang yang paling ahli tentang al-Qur'an dari kalangan para
sahabat. Mu'az juga merupakan salah satu dari enam orang yang mengumpulkan al-Qur'an pada zaman
Rasulullah. Maka, diriwayatkan kisah Mu'az bin Jabal bersama Rasulullah SAW tentang Israk dan Mikraj:
Apabila nyawa seorang manusia dicabut oleh Malaikat Maut dengan ketentuan dan perintah Allah SWT,
maka segala amalan soleh akan diangkat ke langit, dan dinilai oleh Malaikat saat melewati tingkat-tingkat
langit. Nilaian tersebut adalah seperti berikut:
1. Lapisan Langit Pertama; MENGUMPAT
Kekhilafan manusia seringkali dijadikan alasan kenapa kita terjerumus dalam satu perbuatan maksiat,
yaitu mengumpat. Apabila hali ini terus saja kita lakukan tidak mustahil itu Allah akan menjauhkan kita
dengan rahmat-Nya untuk merasai nikmat iman. Jika kita ada merasa gelisah, sesal di hati, Alhamdulillah
cepat-cepat ucapkan istiqfar, karena hanya Dialah yang berkuasa membolak-balik hati kita, menyadarkan
kita dari bisikan syaitan.
2. Lapisan Langit Kedua; Beramal kerana DUNIA
Setelah melewati langit Pertama, maka ruh akan berada dilangit Kedua, Malaikat akan menilai amalan
kita karena Dunia bukan Karena Allah. Adakala, kebiasaan kita menjalani hidup jauh dari nilai-nilai
KETUHANAN, sehingga hal ini menyebabkan hati kita tertutup dari hidayahnya. Apapun yang dilakukan

atas nama dunia, bukan atas nama kebajikan (Tuhan). Dalam satu riwayat diceritakan bahwa Allah telah
berjanji, bahwa setiap amal perbuatan yang diniatkan selain dari-NYA, maka Tuhan akan menuntut
balasan dari apa yang mereka niatkan
3. Lapisan Langit Ketiga; SOMBONG
Selesai penilaian pada lapisan Langit Kedua, maka ruh bergerak ke lapisan Langit Ketiga. Pada lapisan
ini manusia dinilai karena sifat sombongnya atau bangga diri. Bukankah iblis keluar dari surga karena
kesombannya???.
4. Lapisan Langit Keempat; UJUB
Setelah selesai di lapisan ketiga, maka ruh naik ke langit keempat. Pada lapisan ini malaikat akan menilai
unsur-unsur UJUB. Sifat inilah paling berbahaya. Sifat-sifat sombongnya jelas kelihatan dan sekaligus
kelihatan kerendahan akhlaknya terhadap nikmat yang Allah berikan padanya.
Syaitan memainkan peranannya dalam merusakkan akhlak anak cucu Adam a.s., salah satunya
contohnya adalah dengan dia bisikkan dalam hati seorang perempuan ; 'Cantik juga ya kalau aku
mengenakan jilbab ini!. Saya tidak menyombongkan diri, saya hanya ingin kelihatan cantik.
Sifat ujub tidak terang-terang kelihatan seperti sifat sombong. Jadi, nampaknya lebih baik sedikit daripada
sombong. Namun, sifat inilah yang menjadi puncaknya penyakit hati.
5. Lapisan Langit Kelima; HASAD DENGKI
Malaikat di Lapisan Langit Kelima ini akan menilai amalan soleh dari tiap manusia dari sifat HASAD dan
DENGKI. Hasad dengki adalah perasaan khianat seorang kepada orang lain dan berusaha untuk
menghilangkan nikmat itu daripada orang yang dikhianatinya.
Contoh; Kita belajar dalam satu kelas. Apabila ada kawan kita melebihi kita, kita mulai merasa tidak
senang dengan kelebihan itu. Bukan saja tidak senang, akan tetapi berfikir pula bagaimana caranya agar
orang itu jatuh. Orang yang berhasad dengki ini secara terang-terang sudah kalah dengan hasutan
syaitan. Hal ini berawal dari syak wasangka, buruk sangka pada segala sesuatu.Hal ini diibaratkan anaianai yang makan kayu. Diam-diam, setelah habis, rumah menjadi roboh .
Ada satu kisah, dalam sebuah majlis ilmu, ketika Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabat, tibatiba baginda berkata,"Wahai para sahabatku, sebentar lagi akan datang seorang ahli syurga." Telah
diyakini kata-kata Rasulullah adalah wahyu Allah, dan benar lagi dibenarkan. Maka para sahabat tertanya
dan menunggu-nunggu siapakah ahli syurga itu. Kemudian datanglah Sa'ad bin Abi Waqash, pemuda
yang dimaksudkan oleh Baginda. Maka, lahirlah perasaan 'cemburu' dan ingin tahu seorang sahabat ini.
Kenapa Rasulullah mengatakan pemuda itu adalah ahli syurga? Apakah amalannya? Maka dia pun
mohon izin untuk bermalam di rumah Sa'ad bin Abi Waqash.
Apa yang dilihat oleh sahabat ini adalah Sa'ad bin Abi Waqash tidak mempunyai ibadah istimewa yang
dilakukannya. Yang ada cuma, ibadah yang wajib sahaja, solat malam pun tak ada. Lalu sahabat pun
bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqash. Maka, beliau pun berkata, "Mungkin yang menjadikan aku
sebagai ahli syurga seperti yang dikatakan oleh Rasulullah kerana aku tak pernah sedikit pun hasad
dengki bahkan tiada niat untuk hasad dengki. Setiap malam aku akan memaafkan kesalahan semua
orang sebelum aku tidur." Bermakna, bahwa seorang ahli surga tidak memberikan ruang dan waktu untuk
dia berburuk sangka pada orang lain.
6. Lapisan Langit Keenam; TIADA BELAS KASIHAN pada orang lain
Pada lapisan keenam, Malaikat akan menilai amalan soleh yang pernah dilakukan manusia dari nilai
BELAS KASIHAN. Jika amalan itu tiada belas kasihan, tiada sifat kasih sayang pada orang lain ataupun
makhluk lain, maka dia termasuk golongan yang zalim.
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, islam adalah indah. Maka dari itu apabila manusia mampu
melewati berbagai macam nilai mazmumah diatas (1-5) namun dia jatuh karena amal yang dibawanya
tiada bsifat belas kasih, sesungguhnya dia merugi. Siapa menanam maka dia yang akan menuai. Buta
di dunia maka sesungguhnya diakhirat dia akan semakin buta.

Islam telah memberikan berbagai metode untuk melatih hal itu semua, seperti beribadat, bermujahadah
melawan nafsu, berpuasa sepanjang tahun, solat sepanjang malam dan siang, zuhud, qana'ah dan
macam-macam lagi.
7. Lapisan Langit Ketujuh; KEMAHSYURAN
Pada langit terakhir, ketujuh ini amalan manusia akan dinilai oleh malaikat dari nilai-nilai
KEMAHSYURAN. Apakah ini? RIAK! Hal ini merupakan masalah yang cukup besar. Setelah manusia
mampu melewati langit kesatu hingga keenam apakah ada jaminan dia akan menjadi ahli surga???,
Sesungguhnya manusia itu tidak pernah lepas dari bisikan syaitan kecuali dengan pertolongan Allah.
Seperti yang diceritakan, Nabi Adam a.s. ketika dia diturunkan dari syurga ke bumi juga kerana kelalainya
pada Allah dan kalah dengan bisikan syaitan.
Syaitan hanya membisikan 'cerita yang baik' sebagai hasutannya yang paling halus. "Tuhan kamu tidak
melarangmu daripada mendekati pohon ini melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau
menjadi orang yang kekal (dalam syurga). Dan dia (iblis) bersumpah kepada keduanya, "sesungguhnya
aku adalah termasuk orang-orang yang memberi nasihat." (Al-A'raaf:20-12).
Mampukah kita bertahan dan berjuang memelihara segala amalan soleh dengan tidak diketahui oleh
orang banyak sehingga tidak menjadikan kita riak???
Yang terbaik adalah melakukan segala sesuatu ikhlas karena Allah semata, semoga dengan rahmat-NYA
apapun yang kita kerjakan bermanfaat untuk orang banyak.

G. Hakekat Tujuh Langit


Tuhan menciptakan manusia selalu berpasangan, termasuk organ penyusunnya. Seperti halnya mata,
terdapat dua bola biji mata. Mata kanan dan mata kiri. Walaupun memiliki dua mata yang dipandang
adalah satu. Sehingga hal ini mengandung artian bahwa untuk membuka segala tabir rahasia Tuhan
kita manusia harus menggunakan dua pandangan mata, mata syariat dan mata hakekat.
Hakekat yang diambil dari pembahasan tentang Miraj dan angka tujuh adalah :
1. Miraj adalah tangga khusus, sehingga untuk memahami siapa Kita dan siapa Tuhan manusia wajib
menggunakan tangga-tangga khusus atau metode-metode khusus.
2. Proses pengenalan siapa Kita diawali dengan pengenalan segala penyusun manusia itu sendiri. Baik
itu penyusun secara raga ataupun secara jiwa.
3. Angka 7 (tujuh) tidaklah menggambarkan jumlah bilangan yang pasti jumlahnya, akan tetapi lebih
bermakna tak terhingga. Sehingga hal ini menggambarkan bahwa semakin manusia memahami
Maksud dan Tujuan dia diciptakan semakin luas pula rahasia dan ilmu pengetahuan Tuhan yang akan
dicurahkan. Karena manusia-manusia ini bukanlah manusia yang merugi.