Anda di halaman 1dari 149

ABSTRAK

Cucu Sulastri
Dinamika Kerja Citizen Journalism dalam Manajemen Redaksi Rubrik
Rohani www.kabarindonesia.com
Citizen journalism adalah suatu fenomena baru dalam dunia jurnalistik
kontemporer. Salah satu media yang beraliran citizen journalism ialah
www.kabarindonesia.com yang didirikan di Belanda, namun konten beritanya
berhubungan dengan Indonesia. Media ini memiliki subrubrik rohani yang
menampung tulisan lintas agama dalam satu wadah.
Berdasarkan latar belakang tersebut, muncul pertanyaan bagaimana
struktur kerja citizen journalism dalam manajemen redaksi rubrik rohani
www.kabarindonesia.com? Apa kebijakan redaksional www.kabarindonesia.com
dalam mengelola rubrik rohani? Apa tujuan ideologi www.kabarindonesia.com
dalam mengelola rubrik rohani?
Struktur kerja citizen journalism dalam manajemen redaksi rubrik rohani
diawali dengan proses pengiriman karya oleh citizen journalist. Kemudian, editor
menerima karya, menyunting, dan menaikan status berita menjadi valid.
Selanjutnya, dewan redaksi menerima berita valid dari editor dan menentukan
berita ditayangkan atau tidak ditayangkan pada www.kabarindonesia.com
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian
etnometodologi dengan model pengkajian deskriptif. Teknik pengumpulan data
diperoleh melalui wawancara autoanamnesa secara tatap muka dan wawancara
tertulis melalui surat elektronik kepada Anggota Dewan Redaksi Harian Online
KabarIndonesia, Supadiyanto, serta melakukan observasi dan mengumpulkan
dokumen terkait situs www.kabarindonesia.com.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif payung
(umbrella perspective) oleh August E. Grant dan teori universalisme Islam oleh
Frithjof Schuon. Asumsi teori payung adalah dalam memahami adaptasi suatu
teknologi komunikasi pada suatu negara, dapat dilakukan dengan cara
menganalisa level sistem, infrastruktur organisasi, hardware/software, dan level
individu, sedangkan asumsi teori universalisme Islam adalah secara esoteris atau
secara hakikat, semua agama adalah sama pada tingkat Yang Maha Kuasa atau
Adikodrati, dan hanya berbeda secara eksoteris atau secara bentuknya saja yaitu
agama-agama.
Berkembangnya media citizen journalism merupakan suatu bentuk
adaptasi dari paham demokrasi yang dianut bangsa Indonesia serta sistem pers
negara yang bebas bertanggungjawab (social responsibility). Subrubrik rohani
menjadi ajang dialektika serta mempertemukan berbagai gagasan dalam forum
yang termoderasi.
Situs www.kabarindonesia.com merupakan bentuk pemanfaatan media
citizen journalism dalam menginformasikan kebenaran serta mendorong
berkembangnya demokratisasi di Indonesia, serta merepresentasikan bentuk
universalisme Islam di Indonesia lewat subrubrik rohani dan mengakomodasi
segenap kepentingan bersama dengan menghilangkan politisasi pemberitaan.
Kata kunci: citizen journalist, perspektif payung, universalisme Islam,
rohani, Indonesia.

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum Wr.Wb
Tiada kata yang patut penulis ucapkan selain kata syukur kepada Allah
SWT atas berbagai kemudahan yang telah diberikan sehingga penulis berhasil
merampungkan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga tetap selalu tercurahkan
pada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya
hingga akhir zaman.
Tidak mudah bagi penulis untuk membuat karya seperti ini dikarenakan
berbagai keterbatasan yang dimiliki, namun hal ini penulis jadikan sebagai
motivasi rangkaian pengalaman hidup yang berharga. Skripsi ini mulai disusun
ketika penulis menyadari bahwa penelitian yang mengkaji jurnalisme warga
(citizen journalism) sebagai salah satu bentuk fenomena baru di dunia jurnalistik
Indonesia masih minim.
Skripsi ini dapat diselesaikan berkat kerja keras dan bantuan dari semua
pihak. Karena itu, penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Arief Subhan, M.A., Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi,
Dr. Suparto, M. Ed., Pembantu Dekan Bidang Akademik, Drs. Jumroni,
M.Si., Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Sunandar, M.A.,
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.
2. Rubiyanah, M.A., Ketua Konsentrasi Jurnalistik, Ade Rina Farida, M.Si.,
Sekretaris Konsentrasi Jurnalistik.

ii

3. Drs. Helmi Hidayat, M.A., Dosen Pembimbing, terima kasih atas


bimbingan, waktu, dan semua ilmu yang diberikan kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
4. Kedua orangtua yang sangat dicintai penulis, Bapak Ejob, dan Mamah
Rasih yang selalu mendoakan dan mencintai penulis setiap waktu, serta
memberikan dukungan dan motivasi penuh sekaligus menjadi inspirasi
dalam kehidupan penulis.
5. Kedua kakak yang amat penulis banggakan, Anah Furyanah, S.E, M.M.,
dan suaminya, Tekun Budiyanto, yang dengan bijak memberikan motivasi
kepada penulis. Adik penulis yang amat dicintai dan dirindukan, Deri
Yuliani (Alm.). Dua keponakan lucu, Alifah Zahra Insani, dan Satrio
Fadlan Ramadhan, serta seluruh keluarga besar yang sangat mengasihi dan
menyayangi penulis.
6. Seluruh dosen dan staf Akademik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah
memberikan ilmu yang bermanfaat kepada penulis.
7. Segenap karyawan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, yakni bagian
Akademik, Tata Usaha, serta Karyawan Perpustakaan Fakultas dan
Perpustakaan Utama UIN Jakarta, yang telah memudahkan penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
8. Keluarga besar Harian Online KabarIndonesia (HOKI), Robert Nio,
Direktur Utama HOKI; Elisabeth Widyati, Pemimpin Umum/Pemimpin
Redaksi; Fidda Abbot, Redaktur Pelaksana, dan Anggota Dewan Redaksi;
Supadiyanto, S.Sos.I., (S. Kom.I.), M.I.Kom., Wahyu Ari Wicaksono,

iii

Anggota Dewan Redaksi; Pieter M. Silitonga, Hotma D.I. Tobing, Badiyo,


Editor (Redaktur), yang tiada kenal lelah sepenuh hati membangun
Indonesia menjadi lebih baik dan telah membantu serta membimbing
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Seluruh teman Konsentrasi Jurnalistik Angkatan 2010, RDK FM 107,9
Mhz 2010, Jurnalistik A 2010, KKN DECADE 2013, segenap anggota
redaksi Berita UIN Jakarta 2013, Kungfu Shaolin Lan She Lung (LSL)
UIN Jakarta, Ummul Khairah, Septinia Antika Fasya, Faradilla Nurul
Rahma, Mustaqiim, Tezar Aditya Rahman, Makhruzi Rahman, dan
seluruh sahabat yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas
ide, motivasi dan pengalaman yang telah dibagikan. Spesial untuk Zakaria,
yang selalu menyemangati penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun akan penulis
terima dengan senang hati. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak yang membutuhkan. Amin
Wassalamualaikum Wr. Wb
Tangerang Selatan, Mei 2014

Cucu Sulastri

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK .............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL .............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ ix

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..................1
B. Batasan dan Rumusan Masalah...5
C. Tujuan Penelitian.6
D. Signifikansi Masalah...6
E. Metodologi Penelitian
1. Paradigma Penelitian7
2. Pendekatan Penelitian..8
3. Metode Penelitian....9
4. Teknik Pengumpulan Data.11
5. Teknik Analisis Data..14

6. Subjek dan Objek Penelitian..15


7. Waktu dan Tempat Penelitian16
8. Pedoman Penulisan16
F. Tinjauan Pustaka........16
G. Sistematika Penulisan19

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Pengertian Media...20
B. Media Online.21
C. Pengertian Dinamika, Ideologi, dan Representasi.23
D. Citizen Journalism (Jurnalisme Warga)25
E. Manajemen Redaksi..33
F. Perspektif Payung..37
G. Teori Universalisme Islam....41

BAB III

GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Singkat Berdirinya HOKI.51
B. Pewarta Warga (Citizen Journalist)..52

vi

C. Prosedur Pengiriman Berita atau Berita Foto56


D. Logo dan Susunan Redaksi HOKI58
E. Rubrik Rohani63

BAB IV

HASIL

PENELITIAN

DINAMIKA

KERJA

CITIZEN

JOURNALISM DALAM MANAJEMEN REDAKSI RUBRIK


ROHANI WWW.KABARINDONESIA.COM
A. Struktur Kerja Citizen Journalism dalam Manajemen Redaksi
Rubrik Rohani www.kabarindonesia.com......................................73
B.

Kebijakan

Redaksional

www.kabarindonesia.com

dalam

Mengelola Rubrik Rohani..............................................................97


C. Tujuan Ideologi www.kabarindonesia.com dalam Mengelola
Rubrik Rohani..107

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan..114
B. Saran....116

DAFTAR PUSTAKA.117
LAMPIRAN....121

vii

DAFTAR TABEL

1. Tabel 2.1 Karakteristik Citizen Journalism.......................................................27


2. Tabel 3.1 Susunan redaksi www.kabarindonesia.com.......................................61
3. Tabel 4.1 Tujuan ideologi subrubrik rohani www.kabarindonesia.com .107

viii

DAFTAR GAMBAR

1.

Gambar 2.1 Umbrella Perspective menurut August E. Grant.......38

2.

Gambar 2.2 Letak Esoterisme dan Eksoterisme menurut Huston Smith

merujuk karya Frithjof Schuon..............................................................................48


3.

Gambar 3.1 Laman utama situs www.kabarindonesia.com.......................53

4.

Gambar 3.2 Formulir Biodata Pendaftaran...............................................54

5.

Gambar 3.3 10 Dasa Titah Penulis.............................................................55

6.

Gambar 3.4 Logo www.kabarindonesia.com 2008-sekarang....................58

7.

Gambar 3.5 Logo www.kabarindonesia.com 2006-2007..........................59

8.

Gambar 3.6 www.kabarindonesia.com 2008-sekarang..............................60

9.

Gambar

4.1

Alur

Penayangan

berita

pada

situs

www.kabarindonesia.com......................................................................................83
10.

Gambar 4.2 10 Dasa Titah Penulis situs www.kabarindonesia.com..........99

11.

Gambar 4.3 Kebijakan Pertanggungjawaban HOKI................................103

12.

Gambar

4.4

Rubrik

Berita

pada

laman

depan

www.kabarindonesia.com....................................................................................109
12.

Gambar 4.5 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014.........................110

13.

Gambar 4.6 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014.........................111

ix

14.

Gambar 4.7 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014.........................112

15.

Gambar 4.8 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014.........................113

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Penemuan internet pada tahun 1990-an melahirkan sebuah era baru
dalam bidang media yang dikenal dengan sebutan media baru (new
media). New media merupakan sebuah istilah yang merujuk pada hasil
digitalisasi informasi oleh internet. Proses menerbitkan dan menyiarkan
informasi yang dahulu melalui media televisi, radio dan surat kabar yang
sifatnya analog kini telah merambah ke dunia digital yang turut
mengefisiensikan waktu serta biaya produksi penyiaran informasi di
media.
Perkembangan internet dan digitalisasi isi media yang kian pesat
membuat informasi dapat disebarkan dalam bentuk apa pun, kapan pun, di
mana pun, bahkan siapa pun termasuk warga negara dari berbagai latar
belakang. Salah satu bentuk informasi yang disebarkan adalah berita.
Kerja jurnalistik yang dahulu hanya dilakukan oleh wartawan, kini sudah
dapat dilakukan oleh siapa pun. Hal ini memunculkan istilah baru dalam
bidang jurnalistik yakni jurnalisme warga negara atau citizen journalism.
Sebelum citizen journalism muncul, terlebih dahulu lahir
jurnalisme online atau jurnalisme dotcom. Kehadiran jurnalisme online
merupakan cikal bakal lahirnya citizen journalism kontemporer. Mengutip

pernyataan yang senada dengan harian KOMPAS lewat artikelnya yang


berjudul Kode Etik Jurnalisme Dotcom yang berbunyi:
Media massa bertambah anggota dengan kelahiran situssitus berita di ruang cyber dalam kategori com. Publik dewasa ini
tak hanya mengenal surat kabar, majalah, kantor berita, radio atau
televisi sebagai media massa, tetapi juga situs-situs berita di dalam
ruang cyber. Karena tanda pemisah dalam taksonomi situs itu
berupa titik atau dot, kategori pemberitaan model baru itu kita
sebut saja dalam ruangan ini sebagai jurnalisme dotcom.1
Jadi, jurnalisme dotcom yang kini lebih dikenal dengan jurnalisme
online merupakan situs berita yang media penyebarannya melalui ruang
siber internet. Hal ini pulalah yang mengawali lahirnya kanal-kanal
jurnalisme warga negara di dunia siber.
Citizen journalism adalah keterlibatan warga dalam memberitakan
sesuatu. Seseorang tanpa memandang latar belakang pendidikan, keahlian
dapat merencanakan, menggali, mencari, mengolah, melaporkan informasi
(tulisan, gambar, foto, tuturan, video) kepada orang lain.2 Jadi, setiap
orang dapat menjadi wartawan.
Di Indonesia, fenomena citizen journalism sendiri sudah tak asing
lagi. Sistem pers Indonesia yang bebas bertanggungjawab (social
responsibility) menjadikan citizen journalism tumbuh dan berkembang
dengan baik. Citizen journalism turut mendorong terciptanya iklim
demokratisasi di negara ini. Blog dan situs mampu mewacanakan
informasi alternatif dan tidak terikat oleh sistem seperti halnya media

Septiawan Santana K, Jurnalisme Kontemporer (Jakarta: Yayasan Obor Jakarta, 2005),

h. 133.
2

Nurudin, Jurnalisme Masa Kini (Jakarta: Rajawali Pers, 2008), h. 215.

utama serta menjadi suatu bentuk kontrol sosial media atas ketimpangan di
masyarakat.3
Merebaknya tren citizen journalism di masyarakat kontemporer
menumbuhkan motivasi menulis yang nantinya akan berpengaruh pada
budaya membaca dan melek media di Indonesia. Citizen journalism lahir
dari kesadaran masyarakat untuk berbagi informasi dan wawasan kepada
sesama dengan dilandasi rasa kesukarelaan. Keikhlasan dan kejujuran para
citizen journalist menjadi modal utama untuk melejitkan kemampuan
mereka dalam berolah kata, berolah nyali dan berolah pikiran untuk
mengungkapkan apa pun yang ada di benak mereka.4
Misi utama dari media beraliran citizen journalism adalah
mengubah posisi pembaca menjadi penulis, pemirsa sekaligus narasumber
dan menjadikan pendengar menjadi pembicara. Salah satu media citizen
journalism terkemuka yang fokus pada misi citizen journalism adalah
www.kabarindonesia.com.
Situs www.kabarindonesia.com adalah kanal citizen journalism
terkemuka di Indonesia dengan jumlah penulis aktif mencapai hampir
15.000 orang. Media ini didirikan oleh Yayasan Peduli Indonesia (YPI) di
Utrecht, Belanda, pada 11 November 2006. Harian online ini memiliki visi
untuk menjadikan www.kabarindonesia.com sebagai harian online yang

Nurudin, Jurnalisme Masa Kini, h. 219-220.


Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis: Mantra Pereguk
Pundi-Pundi Rupiah (Jakarta: PPWI Intramedia Press, 2009), h. 24.
4

tepercaya dan bertujuan untuk dapat menyampaikan suara rakyat


Indonesia, tanpa ditunggangi oleh siapa pun.5
Situs www.kabarindonesia.com adalah koran gotong-royong
(collaborative content creation) yang ditulis oleh siapa saja yang benarbenar peduli akan rakyat, bangsa maupun negara Indonesia di mana saja
dan mengenai apa saja. Jumlah penulis maupun beritanya yang tak terbatas
membuat harian online ini menyediakan 24 subrubrik sebagai ruang berita
yaitu rubrik Budaya, Cerpen, Daerah, Ekonomi, Hiburan, Hukum,
Internasional, Iptek, Kesehatan, Konsultasi, Lingkungan Hidup, Lomba,
Lowongan Kerja, Nasional, Olahraga, Opini, Pariwisata, Pemilu,
Pendidikan, Politik, Profil, Puisi, Rohani, dan Serba-serbi. Tak heran jika
harian online ini pernah menorehkan rekor Museum Rekor Indonesia
(MURI) sebagai media massa dengan jumlah penulis terbanyak seIndonesia.6
Sebagai bentuk eksistensi dan toleransi keberagaman agama,
www.kabarindonesia.com memiliki rubrik keagamaan yakni subrubrik
Rohani. Rohani merupakan subrubrik yang menyajikan berita lintas agama
di Indonesia. Pada subrubrik ini, para citizen journalist dapat menulis dan
mengirim berita yang berlatar agama apa pun yang ada di Indonesia.
Karya dalam subrubrik Rohani pun dikirim oleh siapa saja yang benar
peduli akan rakyat, bangsa maupun negara Indonesia di mana saja.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, kehadiran citizen
journalism www.kabarindonesia.com sebagai salah satu sumber informasi
5

http://www.kabarindonesia.com/ diakses pada 19 Desember 2013, pukul 17.00 WIB.


Supadiyanto, 70 Tahun Petualang Hidup Mang Ucup (Sidoarjo: SaM, 2012), h. 2.

dari dan untuk masyarakat, turut menyuburkan iklim demokrasi di


Indonesia. Tak luput, berita keagamaan yang ditayangkan dalam rubrik
rohani media tersebut turut memotivasi para citizen journalist untuk
menulis dan berbagi berita serta wawasan keagamaan kepada sesamanya.
Namun, sejauh mana peran dewan redaksi yang berbeda latar
belakang keagamaan bekerjasama menyatukan misi keagamaan masingmasing dalam memilih, menyunting serta menampilkan berita-berita
rohani lintas agama untuk dijadikan konsumsi publik menjadi hal yang
menarik untuk diteliti. Oleh karena itu penelitian ini diberi judul
DINAMIKA

KERJA

MANAJEMEN

CITIZEN

REDAKSI

JOURNALISM
RUBRIK

DALAM
ROHANI

WWW.KABARINDONESIA.COM.

B. Batasan dan Rumusan Masalah


1. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah penelitian pada
subrubrik rohani karena penulis ingin menganalisa mengenai dinamika
kehidupan sosial-keagamaan pada subrubrik tersebut.

2. Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalahnya
sebagai berikut:
1. Bagaimana struktur kerja citizen journalism dalam manajemen
redaksi rubrik rohani www.kabarindonesia.com?
2. Apa kebijakan redaksional www.kabarindonesia.com dalam
mengelola rubrik rohani?
3. Apa

tujuan

ideologi

www.kabarindonesia.com

dalam

mengelola rubrik rohani?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui struktur kerja citizen journalism dalam manajemen
redaksi rubrik rohani www.kabarindonesia.com.
2. Mengetahui kebijakan redaksional www.kabarindonesia.com
dalam mengelola rubrik rohani.
3. Mengetahui tujuan ideologi www.kabarindonesia.com dalam
mengelola rubrik rohani.

D. Signifikansi Masalah
1. Signifikansi Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pada
kajian Ilmu Komunikasi khususnya kajian tentang citizen journalism atau
Jurnalisme warga negara. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat

menjadi salah satu referensi pembelajaran bagi mahasiswa atau umum


yang mencari informasi tentang struktur kerja citizen journalism,
kebijakan redaksional serta ideologi keagamaan pada kanal citizen
journalism beraliran nasionalis.

2. Signifikansi Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi para praktisi
komunikasi terlebih mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
Konsentrasi Jurnalistik agar lebih memahami dan mengerti tentang dunia
citizen journalism dan dinamika kerja di dalamnya.

E. Metodologi Penelitian
1. Paradigma Penelitian
Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami dunia
nyata yang terkandung dalam sosialisasi penganut dan praktisinya.
Paradigma menunjukkan apa yang penting, absah dan masuk akal.
Paradigma juga bersifat normatif, menunjukkan kepada praktisinya apa
yang harus dilakukan tanpa perlu melakukan pertimbangan eksistensial
atau epistemologis yang panjang.7
Dalam

penelitian

ini,

penulis

menggunakan

paradigma

konstruktivis. Kaum konstruktivis beranggapan bahwa dunia empiris


tidaklah independen, melainkan persepsi dan interpretasi peneliti akan
7

Dedy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya:


2003), h. 9.

memengaruhi

apa

yang

dilihat

peneliti

pada

saat

meneliti.

Konstruktivisme beranggapan bahwa teori-teori komunikasi lebih dari


sekadar hubungan statistik saja, melainkan juga menjelaskan perilaku
komunikasi dengan mengacu pada alasan-alasan seseorang berbicara
dengan lainnya.8

2. Pendekatan Penelitian
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini.
Menurut Bogdan dan Taylor (1982), pendekatan kualitatif diharapkan
mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan,
dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok,
masyarakat, organisasi tertentu dalam suatu konteks setting tertentu
yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistik. 9
Lodico, Spaulding, dan Voegtle (2006) menerangkan bahwa
penelitian kualitatif adalah penelitian lapangan atau disebut juga
penelitian interpretatif. Penelitian ini menggunakan metode penalaran
induktif dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang
akan dapat diungkapkan.
Penelitian kualitatif berfokus pada fenomena sosial dan pemberian
suara pada perasaan dan persepsi dari partisipan di bawah studi. Hal ini
didasarkan pada kepercayaan bahwa pemahaman pengetahuan

Andi Bulaeng, Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer (Yogyakarta: Andi, 2004),

h. 11-12.
9

Rosady Ruslan, Metode Penelitian: Public Relations dan Komunikasi (Jakarta:


RajaGrafindo Persada, 2008), h. 215.

dihasilkan dari seting sosial dan bahwa pemahaman pengetahuan sosial


adalah suatu proses ilmiah yang sah.10

3. Metode Penelitian
Penelitian
Etnometodologi

ini

menggunakan

adalah

metode

metode

penelitian

etnometodologi.

yang

menganalisis

bagaimana orang-orang menciptakan dan memahami kehidupan


sehari-hari, dan cara mereka menyelesaikan kehidupan sehari-hari.11
Etnometodologi memiliki tujuan menyelidiki bagaimana cara orang
menerapkan kaidah-kaidah abstrak dan pengertian akal sehat dalam
berbagai situasi sehingga tindakan tersebut terlihat rutin, dapat
diterangkan dan tidak meragukan.

Etnometodologi berharap dapat

mengerti cara orang melihat, melukiskan, dan menerangkan tata


dunia yang mereka tinggali.12
Etnometodologi memiliki argumen bahwa ungkapan sehari-hari, isi
percakapan sehari-hari di tengah masyarakat bisa dijadikan indikasi
bagaimana kerangka berpikir beserta asumsi-asumsi mereka di dalam
memahami, menafsirkan dan menyikapi berbagai hal yang dihadapi.
Realitas

sosial

sesungguhnya

bersifat

konstruksional

(social

constructed), sehingga berbagai fenomena sosial yang tampak di


permukaan dalam kehidupan sehari-hari tentunya suatu pancaran dari
10

Emzir, Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rajawali Pers, 2011),

h. 2.
11

Robert C. Bogdan, Knopp S. Biklen, Qualitative Research in Education: An


Introduction to Theory and Methods (Boston: Allyn and Bacon Inc., 1998), h. 30.
12
Rulam Ahmadi dalam Metodologi Penelitian Kualitatif diakses dari
www.infodiknas.com/metodologi-penelitian-kualitatif-rulam-ahmadi.html pada 1 Juli 2014 pukul
13.00 WIB.

10

pola pikir, jalan pemikiran, dalil, teori, serta anggapan-anggapan yang


tersimpan di dunia kesadaran sang manusia pelaku.13
Etnometodologi sangat mementingkan analisis percakapan beserta
ekspresi-ekspresi indeksial yang muncul di tingkat interaksi. Hal itu
dimaksudkan untuk memahami berbagai makna dan kerangka berpikir
yang melandasi berbagai ekspresi para pelaku di tingkat perilaku dan
interaksi. Untuk itu, sangat diperlukan proses observasi terhadap
percakapan sehari-hari di tingkat interaksi sehingga terpahami
bagaimana sesungguhnya susunan struktur dalam yang menjadi
kerangka pikir, dalil, teori, serta asumsi-asumsi mereka di dalam
memahami, mengontruksi, dan menyikapi sesuatu hal.14
Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan model deskriptif
yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik
suatu populasi tertentu atau bidang tertentu secara fakta dan cermat.15
Penelitian menggunakan metode etnometodologi dengan model
kajian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menganalisa struktur
kerja citizen journalism dalam manajemen redaksi rubrik rohani
www.kabarindonesia.com,

kebijakan

redaksional

www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani, serta tujuan


ideologis www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik tersebut.

13

Burhan Bungin, Penelitian kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan


Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Kencana, 2009) Edisi 1, cet. Ke-3, h. 44.
14
Bungin, Penelitian kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial
Lainnya, h. 45.
15
Jalaludin Rakhmat, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2005), h. 22.

11

4. Teknik Pengumpulan Data


Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan:
a. Observasi
Penulis melakukan pengamatan dengan teknik observasi
partisipatif, yakni peneliti sebagai pengamat sekaligus sebagai
partisipan penelitian.16 Penulis mendaftar menjadi citizen journalist
pada harian online ini serta menganalisis subrubrik Rohani di kanal
citizen journalism www.kabarindonesia.com untuk memperoleh
data yang akurat serta mencatat fenomena yang muncul dan
mempertimbangkan

hubungan

antaraspek

dalam

fenomena

tersebut.

b. Wawancara
Wawancara

terbuka

memungkinkan

responden

menggunakan cara-cara unik mendefinisikan dunia, wawancara


terbuka mengasumsikan bahwa tidak ada urutan tetap pertanyaan
yang sesuai untuk semua responden, memungkinkan responden
membicarakan isu-isu penting yang tidak terjadwalkan.17
Penulis melakukan wawancara terbuka secara tatap muka
mendalam (in depth interview) secara autoanamnesa18 dan melalui
wawancara terbuka tertulis via e-mail kepada Supadiyanto,

16

Dawud dalam Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif diakses dari


berkarya.um.ac.id/tag/biklen/ pada 1 Juli 2014 pukul 16.30 WIB.
17
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma baru Ilmu Komunikasi
dan Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Remaja Rosdakarya,2003), h. 182.
18
Autoanamnesa yaitu wawancara mendalam yang dilakukan dengan subjek atau
responden.

12

S.Sos.I.,(S.Kom.I.),

M.I.Kom.,

www.kabarindonesia.com
journalism

dalam

anggota

mengenai

manajemen

Dewan

struktur
redaksi

kerja

citizen

rubrik

rohani

kebijakan

www.kabarindonesia.com,

Redaksi

redaksional

www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani, serta


tujuan ideologis www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik
rohani.

c. Dokumentasi
Menurut Hasanudi Saleh, metode dokumentasi merupakan
metode untuk mencari data mengenai variabel-variabel yang
berupa

catatan,

buku,

surat

kabar,

notulen,

agenda

dan

sebagainya.19 Dokumentasi dalam penelitian ini adalah sumbersumber yang berkaitan dengan www.kabarindonesia.com dan isi
penelitian penulis seperti buku, modul, tulisan dari berbagai
sumber, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnal, buku
tafsir, dan al Quran dan terjemahannya serta segala macam data
yang dapat memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh penulis,
antara lain:
1. Dokumen Pribadi
Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang
secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya.
Tujuan dari dokumentasi pribadi adalah untuk memperoleh sudut

19

Hasanudi Saleh, Metodologi Research (Bandung: Tarsito, 1989), h. 134.

13

pandang orisinalitas dari kejadian atau situasi nyata yang pernah


dialami oleh subjek secara langsung disertai dengan situasi sosial
yang melingkupinya dan bagaimana subjek mengartikan kejadian
dan situasi tersebut.20 Dalam penelitian ini penulis menggunakan
autobiografi

Robert

Nio,

Direktur

Utama

www.kabarindonesia.com, yang ditulis oleh Supadiyanto dan


diterbitkan oleh penerbit SaM, Sidoarjo, tahun 2012. Kemudian,
surat elektronik pribadi (e-mail) dengan anggota Dewan Redaksi,
Supadiyanto, yang ditunjuk langsung oleh Direktur Utama
www.kabarindonesia.com untuk menjawab pertanyaan penelitian.
2. Dokumen Resmi
Dokumen resmi dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu
dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal dapat
berupa catatan, seperti memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu
lembaga, sistem yang diberlakukan, hasil notulensi rapat keputusan
pimpinan, dan lain sebagainya.21 Dokumen eksternal dapat berupa
bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial,
seperti majalah, koran, bulletin, surat pernyataan, dan lain
sebagainya. Dokumen resmi dipandang mampu memberikan
gambaran mengenai aktivitas, keterlibatan individu pada suatu
komunitas tertentu dalam setting sosial.

20

Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial (Jakarta:


Salemba Humanika, 2012), cet. ke-3, h. 143.
21
Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial, h. 145146.

14

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dokumen resmi


baik internal dan eksternal. Untuk dokumen internal di antaranya
adalah SOP Editor harian online KabarIndonesia, Pedoman
Penulisan Citizen Journalist milik www.kabarindonesia.com,
buku-buku tulisan Supadiyanto terkait citizen journalism di
www.kabarindonesia.com. Sedangkan untuk dokumen eksternal
antara lain yaitu data dari MURI, data dari Alexa.com. Serta
beberapa data dari internet yang merujuk pada penelitian.

5. Teknik Analisis Data


Analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan
pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi
lain yang telah dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman penulis
mengenai materi-materi tersebut dan untuk memungkinkan penulis
menyajikan apa yang sudah penulis temukan kepada orang lain.22
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alur teknik analisis
data kualitatif model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan
Huberman. Menurut Miles dan Huberman (1984) ada empat macam
kegiatan dalam analisa data kualitatif, yaitu: pengumpulan data,
reduksi Data, display data, penarikan kesimpulan/ verifikasi.23 Berikut
penjabaran dari teknik analisis data tersebut:
Tahapan pertama, tahap pengumpulan data dilakukan sebelum
penelitian, pada saat penelitian, dan bahkan di akhir penelitian. Penulis
22

Emzir, Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 85.


Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial, h. 163-

23

180.

15

melakukan ketiga proses pengumpulan data tersebut bahkan ketika


data

masih

berupa

konsep

(draft).

Tahapan

kedua,

proses

penggabungan dan penyeragaman segala bentuk data yang diperoleh


menjadi satu bentuk tulisan (script) yang akan dianalisis. Tahapan
ketiga, display data adalah mengolah data setengah jadi yang sudah
seragam dalam bentuk tulisan dan sudah memiliki alur tema yang jelas
ke dalam suatu matriks kategorisasi sesuai tema-tema yang sudah
dikelompokkan dan dikategorisasikan, serta akan memecah tema-tema
tersebut ke dalam bentuk yang lebih konkret dan sederhana yang
disebut subtema yang diakhiri dengan memberikan kode dari subtema
tersebut sesuai dengan verbatim wawancara yang sebelumnya telah
dilakukan.

Tahapan

keempat,

penarikan

kesimpulan/verifikasi

menjurus kepada jawaban dari pernyataan penelitian yang diajukan


sebelumnya dan mengungkap apa and bagaimana dari temuan
penelitian.

6. Subjek dan Objek Penelitian


Subjek penelitian adalah www.kabarindonesia.com sebagai salah
satu kanal citizen journalism terkemuka di Indonesia. Sedangkan objek
penelitiannya

adalah

struktur

kerja

citizen

journalism

dalam

manajemen redaksi rubrik rohani www.kabarindonesia.com, kebijakan


redaksional www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani,
serta tujuan ideologis www.kabarindonesia.com dalam mengelola
rubrik rohani.

16

7. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian dilakukan dari Januari sampai Mei 2014 dan bertempat
di Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jalan Ir. H.
Juanda nomor 95, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 15412 dan
Kampus Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB) Yogyakarta,
jalan raya Janti nomor 32F47, Karangjambe, Banguntapan, Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia (+62 274 486868).

8. Pedoman Penulisan
Penulisan dalam penelitian ini mengacu kepada buku Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) karya Hamid
Nasuhi dkk yang diterbitkan oleh CeQDA (Center for Quality
Development and Assurance) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.

F. Tinjauan Pustaka
Dalam menentukan judul skripsi ini penulis melakukan tinjauan
pustaka di Perpustakaan Umum (PU) yang terletak di kampus UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta maupun perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan
Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti menemukan
skripsi yang membahas tentang jurnalisme warga (citizen journalism)
namun berbeda subjek maupun objek penelitiannya, di antaranya:

17

1. Jurnalisme Warga: Analisis Situs www.akumassa.org karya


Sudrajat, mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
alumnus tahun 2012. Isi penelitian ini adalah bahwa Skripsi
Sudrajat meneliti serta mengkaji rubrikasi artikel dan
keterlibatan warga serta komentar warga menanggapi isu yang
diangkat dalam dalam situs www.akumassa.org.
2. Peran Jurnalisme Warga dalam www.eramuslim.com karya
Amin Chanafi, mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
alumnus tahun 2011. Isi penelitian ini adalah bahwa Skripsi
Amin Chanafi meneliti bagaimana peran jurnalisme warga
dalam media online dan faktor apa saja yang mendukung dan
menghambat peran jurnalisme warga dalam media online serta
harapan media terhadap peran jurnalisme online.
Sementara, penulis menganalisis bagaimana struktur kerja citizen
journalism

dalam

www.kabarindonesia.com,

manajemen

redaksi
kebijakan

rubrik

rohani
redaksional

www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani, serta tujuan


ideologis www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani.
Hal ini dikarenakan citizen journalism www.kabarindonesia.com
adalah suatu kanal berita yang ditulis oleh siapa saja (citizen journalist)
yang benar-benar peduli akan rakyat, bangsa maupun negara Indonesia di

18

mana pun berada.24 Anggota dewan redaksi pun berasal dari berbagai latar
belakang keagamaan dan kebangsaan yang bekerja secara sukarela tanpa
mendapat imbalan. Penulis menganalisis pula bagaimana prosedur sanksi,
dan cara penyelesaian sengketa ketika terjadi masalah dalam pemberitaan.

24

http://www.kabarindonesia.com/ diakses pada 21 Februari 2014, pukul 11.48 WIB.

19

G. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini memaparkan latar belakang masalah, pembatasan
dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi
penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini menguraikan tinjauan teoritis mengenai pengertian
media, media online, citizen journalism, manajemen redaksi citizen
journalism, teori payung (Umbrella Perspective), dan teori universalisme
Islam.
BAB III GAMBARAN UMUM
Bab ini membahas sejarah singkat www.kabarindonesia.com,
pewarta warga (citizen journalist), prosedur pengiriman berita dan berita
foto, logo serta visi dan misi media, susunan redaksi, serta rubrik rohani
pada www.kabarindonesia.com.
BAB IV ANALISIS DATA
Bab ini memaparkan analisis data mengenai struktur kerja citizen
journalism

dalam

www.kabarindonesia.com,

manajemen

redaksi

rubrik

kebijakan

rohani
redaksional

www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani, serta tujuan


ideologis www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisikan kesimpulan penelitian dan saran.

20

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Media
Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah sarana
penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas
misalnya radio, televisi, dan surat kabar. Menurut Cangara, media adalah
alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari
komunikator kepada khalayak. Sedangkan pengertian media massa sendiri
adalah alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan dari sumber
kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat
kabar, film, radio dan televisi. Istilah media massa sering disingkat
media saja, tanpa massa.25
Goran Hadebro (1982) menyebutkan fungsi media massa sebagai
berikut:26
1) Menciptakan iklim perubahan
2) Mengajarkan keterampilan baru pada masyarakat
3) Multiplayer effect (pelipat ganda) ilmu pengetahuan
4) Efisiensi tenaga dan biaya atas informasi
5) Meningkatkan aspirasi
6) Menumbuhkan partisipasi

25

http://www.komunikasiuinbandung.info/2013/05/pengertian-media-massa.html diakses
pada 24 Desember 2013, pukul 11.20 WIB.
26
Gun Gun Heryanto, Media Massa dan Kepentingan Partai Politik, Seminar Prodi
Jurnalistik FIDIKOM UIN Syarif Hidayatullah, Kamis, 28 November 2013.

21

7) Membantu menemukan nilai-nilai baru


8) Mempertinggi rasa kebangsaan
9) Meningkatkan aktivitas politik
10) Mengubah struktur kekuasaan
11) Menjadi sarana pembelajaran
12) Mendukung program-program pembangunan
Selain itu, media memiliki beberapa kekuatan yaitu kekuatan dalam
proses rekonstruksi realitas (penyiapan, penyebaran, pembentukan, serta
konfirmasi konstruksi). Media memiliki kekuatan dalam produksi,
reproduksi serta distribusi wacana dan opini publik. Kemudian, media juga
memiliki kekuatan dalam persuasi perubahan. Terakhir, memiliki kekuatan
dalam pelembagaan dan legitimasi budaya seta pengetahuan.27

B. Media Online
Perkembangan dunia internet yang kian pesat dan canggih turut
mengembangkan pula jenis jurnalistik lewat dunia maya atau dikenal
sebagai jurnalisme media online. Menurut Romli, media online adalah
media massa yang tersaji secara online di situs web internet yang
merupakan media massa generasi ketiga setelah media cetak atau
printed media (koran, tabloid, majalah, buku) dan media elektronik atau
electronic media seperti radio, televisi, dan film/video. Media online
merupakan
27

produk

jurnalistik

online

yang

didefinisikan

Gun Gun Heryanto, Media Massa dan Kepentingan Partai Politik.

sebagai

22

pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan


melalui internet.
Secara teknis, media online adalah media berbasis telekomunikasi
dan multimedia seperti komputer dan internet. Media yang termasuk
dalam kategori ini adalah portal, website (situs web, termasuk blog), radio
online, tv online, dan email. Isi media online terdiri: teks, visual/gambar,
audio, dan audio-visual (video).28
Berikut beberapa karakteristik media online menurut Romli:29
1. Memiliki kapasitas yang luas sehingga halaman web dapat
menampung naskah yang amat panjang sekalipun.
2. Memuat dan menyunting naskah dapat dilakukan kapan saja
dan di mana saja.
3. Memiliki jadwal terbit kapan saja atau setiap saat.
4. Memiliki kemampuan yang cepat sehingga memungkinkan
setelah diunggah dapat langsung diakses semua orang.
5. Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet.
6. Menginformasikan berita terbaru dikarenakan kemudahan dan
kecepatan dalam hal penyajian (aktual).
7. Memperbaharui informasi secara berlanjut dan dapat dilakukan
kapan saja (update).
8. Menjadikan komunikasi interaktif, dua arah, dengan adanya
fasilitas kolom komentar, chatroom, polling, dan sebagainya.
28

ASM Romli, Modul Teknik Menulis di Media Online: KISS, Keep It Simple and Short!,
2011, Dosen Jurnalistik & Penyiaran UIN Sunan Gunung Djati Bandung, h. 1.
29

Romli, Modul Teknik Menulis di Media Online: KISS, Keep It Simple and Short!, h. 1.

23

9. Mendokumentasikan informasi karena tersimpan di bank


data (arsip) dan dapat ditemukan melalui link, artikel
terkait, dan fasilitas cari (search).
10. Memiliki hubungan dengan sumber lain (hyperlink) yang
berkaitan dengan informasi tersaji.
Sementara itu, Zaenuddin memaparkan keunggulan media online
dibanding media cetak, masing-masing:30
1. Media online menyampaikan berita yang jauh lebih cepat,
bahkan setiap beberapa menit dapat diperbaharui.
2. Pembaca dapat mengakses berita yang disajikan tidak hanya
dapat dilakukan lewat komputer yang terpasang dengan
internet, tetapi lewat ponsel pun bisa sehingga sangat mudah
dan praktis.
3. Pembaca dapat memberikan tanggapan atau komentar secara
langsung terhadap berita yang disukai atau tidak disukainya
dengan mengetik pada kolom komentar yang telah disediakan.

C. Pengertian Dinamika, Ideologi, dan Representasi


Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti kekuatan yang
merangsang perubahan atau kemajuan dalam sistem atau proses.31
Dinamika kerja merupakan suatu rangkaian proses kekuatan perubahan
30

Zaenuddin HM, The Journalist: Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor &
Mahasiswa Jurnalistik (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2011), h.7-8.
31
http://psychologydictionary.org/social-dynamics/ diakses pada 13 Juli 2014, pukul
23.10 WIB.

24

yang dapat terjadi di tempat kerja dalam setiap kelompok sosial. Dinamika
juga berarti menunjukkan adanya interaksi dan interdependensi antara
anggota kelompok secara keseluruhan.32
Ideologi umumnya merujuk pada beberapa sistem keyakinan yang
terorganisir atau seperangkat nilai yang disebarkan atau dikuatkan melalui
komunikasi. Meskipun media massa biasanya tidak secara sengaja
merencanakan untuk menyebarkan ideologi, pada praktiknya, sebagian
besar konten media (dari semua jenis) melakukannya secara implisit
dengan secara selektif menekankan nilai dan norma tertentu. Seringkali hal
ini mencerminkan budaya nasional yang menyediakan konteks bagi sistem
media, tetapi juga posisi kelas dan pandangan dari mereka yang memiliki,
mengontrol, dan membuat media.33
Representasi dimaknai dengan bagaimana dunia dikonstruksikan
secara sosial dan disajikan kepada khalayak dalam pemaknaan tertentu.
Representasi menggunakan bahasa untuk menyatakan sesuatu secara
bermakna, atau merepresentasikan kepada orang lain. Representasi dapat
berwujud kata, gambar, sekuen, dan lain sebagainya guna mewakili ide,
emosi, fakta, dan sebagainya. Representasi bergantung pada tanda dan
citra yang sudah ada dan dipahami secara kultural, dalam pembelajaran
bahasa dan penandaan yang bermacam-macam atau sistem tekstual secara
timbal balik. Representasi dipahami sebagai gambaran sesuatu yang akurat

32

Steven N. Durlauf, H. Peyton Young, Social Dynamics (Cambridge: MIT Press, 2001),

h. 133.
33

Denis McQuail, Teori Komunikasi Massa, Penerjemah Putri Iva Izzati (Jakarta:
Salemba Humanika, 2012), Edisi 6, h. G-5.

25

atau realita terdistorsi. Representasi adalah sebuah cara di mana memaknai


apa yang diberikan pada benda yang digambarkan. Stuart hall
berargumentasi bahwa representasi harus dipahami dari peran aktif dan
kreatif orang memaknai dunia. Hall menunjukkan bahwa sebuah imaji
akan mempunyai makna yang berbeda dengan tanpa adanya jaminan
bahwa imaji akan berfungsi atau bekerja sebagaimana mereka dikreasi
atau diciptakan. Hall menyebutkan bahwa representasi sebagai konstitutif
karena

representasi

tidak

hadir

sampai

setelah

dipresentasikan,

representasi tidak terjadi setelah sebuah kejadian, melainkan representasi


adalah konstitutif dari sebuah kejadian.34

D. Citizen Journalism (Jurnalisme Warga)


Perkembangan citizen journalism (jurnalisme warga) saat ini
adalah sebagai fenomena baru dalam dunia jurnalistik. Menurut Aceng,
citizen journalism adalah bentuk jurnalisme yang melibatkan warga
masyarakat untuk ikut mengisi media.35 Sementara itu, menurut Nurudin
yang dimaksud citizen journalism adalah keterlibatan warga dalam
memberitakan sesuatu. Seseorang tanpa memandang latar belakang
pendidikan, dan keahlian, dapat merencanakan, menggali, mencari,

34

http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/03/23/
Aceng Abdullah, Fenomena Baru Dunia Jurnalistik, dalam Atwar Bajari dan Sahat
Sahala Tua Saragih, ed., Komunikasi Kontekstual: Teori dan Praktik Komunikasi Kontemporer
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), h. 466-468.
35

26

mengolah, melaporkan informasi (tulisan, gambar, foto, tuturan, video)


kepada orang lain.36 Jadi, setiap orang dapat menjadi wartawan.
Maraknya media jurnalisme warga terjadi karena sejumlah hal,
Aceng Abdullah memaparkan di antaranya:37
1. Berbagai informasi yang dibutuhkan khalayak tidak selalu
terpenuhi oleh media massa konvensional. Hal ini dikarenakan
khalayak media sekarang berubah. Mereka membutuhkan
aneka informasi yang justru menurut media massa tidak
memiliki nilai berita (news value). Sedangkan, media massa
masih berkutat dengan aspek news value yang kadang kala
sesungguhnya

tidak

dibutuhkan

oleh

masyarakat

serta

seringkali nilai suatu berita terkalahkan oleh kapitalisme media


itu sendiri. Di pihak lain, masyarakat butuh informasi
sederhana tetapi semuanya adalah bentuk permasalahan warga
dan hal tersebut mereka dapatkan pada media jurnalisme
warga.
2. Khalayak bukan hanya butuh informasi, tetapi juga butuh
menginformasikan fakta dan opininya.
3. Khalayak memiliki foto atau rekanan gambar yang jauh kebih
bagus ketimbang yang dimiliki media massa umum.
Isi dari kanal citizen journalism sendiri bermacam-macam dapat
berupa video, tulisan, gambar, foto, dan lain-lain yang disiarkan melalui
36

Nurudin, Jurnalisme Masa Kini (Jakarta: Rajawali Pers, 2008), h. 215.


Abdullah, Fenomena Baru Dunia Jurnalistik, h. 470-471.

37

27

media internet atau blog dengan tujuan memberikan informasi kepada


orang lain (to share).38 Berikut ini disajikan tabel ringkas mengenai citizen
journalism:
Citizen Journalism
Penulis

Warga negara biasa dan semua


orang
Internet (blog)

Media
Tujuan

Memberikan informasi kepada orang


lain (to share)
Bebas

Aturan
Isi
Posisi Individu/ masyarakat

Bermacam-macam (video, tulisan,


gambar, dan lain-lain)
Subjek dan Objek

Motivasi Penulis

Mandiri

Tabel 2.1 Karakteristik Citizen Journalism

Nurudin, mengutip tulisan Online Journalism Review milik D.


Lasica, yang kemudian membagi media untuk citizen journalism dalam
lima bentuk, yaitu:39
1) Partisipasi audiens (seperti komentar-komentar pada pengguna
yang dilampirkan untuk mengomentari kisah berita, blog pribadi,
foto atau video gambar yang ditangkap dari kamera HP atau berita
lokal yang ditulis oleh penghuni sebuah komunitas).
2) Berita independen dan informasi yang ditulis dalam website.
3) Partisipasi pada berita situs yang berisi komentar-komentar
pembaca atas sebuah berita yang disiarkan oleh media tertentu.
38

Nurudin, Jurnalisme Masa Kini, h. 216.


Nurudin, Jurnalisme Masa Kini, h. 217.

39

28

4) Tulisan ringan seperti dalam milis dan e-mail.


5) Situs Pemancar pribadi (video situs pemancar).
Wartawan penulis berita dalam citizen journalism biasa disebut
citizen journalist. Menurut Supadiyanto, citizen journalist atau pewarta
warga adalah masyarakat umum yang berkomitmen serius ingin
mencerdaskan masyarakat luas melalui sharing berbagai informasi.
Mereka berpartisipasi memberikan kontribusi dalam mengumpulkan
informasi, menulis berita, mengeditnya, menganalisis, melaporkan, dan
menyiarkannya agar bisa dikonsumsi oleh publik.40
Menurut Supadiyanto, citizen journalist mengembangkan model
jurnalisme yang mengedepankan hati nurani dan kejujuran (the soul and
honest journalism). Mereka menulis pandangan atas suatu peristiwa
karena didorong oleh keinginan untuk membagi apa yang dilihat dan
diketahui. Penulisnya dapat berasal dari kalangan mana saja yang
termotivasi untuk menulis secara independen.
Pada perkembangan jurnalisme warga kontemporer, terdapat
sejumlah permasalahan berupa kritik terhadap operasional, hal ini yang
dianggap menjadi masalah dalam operasional jurnalisme warga yaitu:41
a. Fakta Informasi
Sebagian orang masih meragukan fakta informasi yang dikirimkan
citizen journalist kepada media jurnalisme warga. Hal ini disebabkan oleh
40

Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga,Wartawan&Penulis (Jakarta: PPWI


Intramedia Press, 2009), h. 8
41
Abdullah, Fenomena Baru Dunia Jurnalistik, h. 473-476.

29

lemahnya kontrol terhadap pengirim berita, apakah berita tersebut fakta


atau bukan. Karena itu media jurnalisme warga harus memiliki mekanisme
check

and

recheck

atau

prosedur

konfirmasi

yang

bisa

dipertanggungjawabkan.
b. Akurasi Data
Data yang dikirimkan citizen journalist terkadang tidak akurat
dikarenakan kesalahan penyebutan nama orang, istilah, prosedur, dan lainlain. Hal ini disebabkan karena mereka bukan jurnalis, melainkan warga
dari berbagai latar belakang.
c. Pertanggungjawaban Pembuat Berita
Hal ini berkaitan dengan bagaimana pertanggungjawaban sang
pembuat berita apabila berita yang ditayangkan tidak faktual dan tidak
akurat sehingga menyesatkan pembacanya. Tentu saja hal ini akan
merepotkan pengelola media jurnalisme warga.
d. Etika Media
Kegiatan jurnalisme warga rawan dari pelanggaran etika media.
Bagaimana prosedur sanksi dan kode etik mana yang dipergunakan bagi
citizen journalist yang melakukan pelanggaran etika media. Suatu media
jurnalisme warga bisa saja dikelola di suatu negara, tetapi memiliki
khalayak di negara lain.
Kode Etik Pewarta Warga menjadi rambu-rambu atau panduan
bagi setiap pegiat jurnalisme warga agar bekerja secara profesional dalam

30

menyampaikan aspirasi dan informasi yang mereka miliki kepada


khalayak tanpa bermaksud untuk memberikan batasan dalam berkarya.
Kode Etik Pewarta Warga pada hakekatnya dimaksudkan
sebagai rambu-rambu atau panduan bagi setiap aktivis jurnalisme
warga. Ia tidak dimaksudkan untuk memberikan pembatasan atas
hak-hak individu setiap pewarta warga dan masyarakat umum
dalam menyampaikan aspirasi dan informasi ke ruang publik.42
Kode etik pewarta warga merupakan aturan baku yang harus
dipatuhi oleh setiap citizen journalist dalam mencari berita, pendapat, foto
maupun video kemudian menyusunnya menjadi karya pewarta warga dan
menyiarkan melalui berbagai media massa dan jejaring sosial. Adanya
kode etik pewarta warga bertujuan untuk menjaga profesionalitas para
citizen journalist dalam menghasilkan karya sehingga tidak menghasilkan
informasi yang menyesatkan dan membahayakan publik.43 Persatuan
Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sebagai organisasi terbesar yang
mewadahi para pewarta warga di Indonesia yang didirikan pada 11
November 2007, menetapkan kode etik pewarta warga yang harus ditaati
dan dilaksanakan secara konsisten, meliputi:44
1. Pewarta

warga

tidak

menyiarkan

berita

yang

dapat

membahayakan keselamatan dan keamanan negara maupun


kesatuan dan persatuan bangsa.

42

Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga,Wartawan&Penulis, h. 31.


Supadiyanto, DASAR-DASAR JURNALISME WARGA (1): Semua Orang adalah
Pewarta Warga (Citizen Journalist), Pendidikan Penataran Citizen Journalism bagi Perwira TNI
kerjasama PUSPEN TNI-PPWI, Mabes TNI, Jakarta Timur, 3-5 September 2012.
44
Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga,Wartawan&Penulis, h. 30-31. Lihat
juga: Supadiyanto, DASAR-DASAR JURNALISME WARGA (1): Semua Orang adalah Pewarta
Warga (Citizen Journalist).
43

31

2. Pewarta

warga

tidak

diperkenankan

menyiarkan

karya

jurnalistik melalui media massa apapun yang bersifat cabul,


menyesatkan, bersifat fitnah ataupun memutarbalikkan fakta.
3. Pewarta warga tidak diperkenankan menerima imbalan yang
dapat mempengaruhi objektivitas beritanya.
4. Pewarta warga menjaga dan menghormati kehidupan pribadi
dengan tidak menyiarkan berita-berita yang dapat merugikan
nama baik seseorang, dengan kata lain demi kepentingan
umum.
5. Pewarta warga dilarang melakukan tindakan plagiat atau
mengutip hasil karya pihak lain dengan tanpa menyebutkan
sumbernya. Apabila kenyataannya nama maupun identitas
sumber berita tidak dicantumkan, maka segala tanggung jawab
ada pada pewarta warga yang bersangkutan.
6. Pewarta warga diwajibkan menempuh cara sopan dan
terhormat dalam memperoleh bahan karya jurnalistik, tanpa
paksaan ataupun menyadap berita dengan tanpa sepengetahuan
yang bersangkutan.
7. Pewarta warga diwajibkan mencabut atau meralat setiap
pemberitaan yang ternyata tidak akurat, dan memberikan
kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memberikan
kesempatan hak jawab.
8. Dalam memberitakan peristiwa yang berkaitan dengan proses
hukum atau diduga menyangkut pelanggaran hukum, pewarta

32

warga harus selalu menjunjung tinggi asas praduga tak


bersalah, dengan prinsip jujur dalam penyajian berita yang
berimbang.
9. Pewarta warga harus berusaha semaksimal mungkin dalam
menyajikan pemberitaan kejahatan susila (asusila) agar tidak
merugikan pihak korban.
10. Pewarta warga menghormati dan menjunjung tinggi ketentuan
embargo untuk tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber
berita telah dinyatakan sebagai bahan berita yang off the
record.
Pengawasan pelaksanaan kode etik pewarta warga tersebut
sebaiknya dilaksanakan oleh masing-masing anggota pewarta warga, dan
masyarakat di lingkungan sosial masing-masing. Untuk pelanggaran yang
bersifat normatif, cara menyelesaikan sengketa diserahkan kepada aparat
penegak hukum; dan untuk hal-hal yang berkenaan dengan nilai sosial,
peran sanksi dan kontrol sosial masyarakat diharapkan guna membantu
menyelesaikan masalah. Walaupun demikian, PPWI melalui biro hukum
akan memberikan advokasi atas segala kegiatan pewarta warga, termasuk
perlindungan hukum dan sosial. 45

45

Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga,Wartawan&Penulis, h. 31-32.

33

E. Manajemen Redaksi
Totok Djuroto mendefinisikan manajemen sebagai:
Manajemen
adalah
proses
menginterpretasikan,
mengkoordinasikan sumber daya, sumber dana, dan sumbersumber lainnya untuk mencapai tujuan dan sasaran melalui
tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,
pengawasan dan penilaian.46
Henry Fayol menyebutkan fungsi manajemen meliputi Planning,
Organizing, Acting, dan Controlling (POAC). Planning diartikan sebagai
penetapan tujuan, penetapan aturan, penyusunan rencana dan sebagainya.
Organizing meliputi pembentukan bagian-bagian, pembagian tugas,
pengelompokkan pegawai dan lain-lain. Acting terbagi atas melaksanakan
tugas, memproduksi, mengemas produk, menjual produk. Selanjutnya
Controlling meliputi melihat pelaksanaan tugas, menyeleksi produk,
mengevaluasi penjualan dan sebagainya.47
Berikut adalah penjabaran dari tiap fungsi manajemen menurut
Edwin A. Gerloff:48
1. Planning
Menentukan berbagai tujuan, strategi dan arah yang ingin dicapai.
Resultan atau efek yang dihasilkan adalah menjadi dasar bagi desain dan
kebijakan organisasi.
2. Organizing

46

Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004),


Cet. ke-3, h. 96.
47
Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers, h. 96.
48
Kusdi, Teori Organisasi dan Administrasi (Jakarta: Salemba Humanika, 2009), h. 9.
Sumber utama: Edwin A. Gerloff, Organizational Theory and Design (McGraw-Hill: New York,
1985), h. 9.

34

Kegiatan yang dilakukan adalah pertama, menentukan aktivitasaktivitas pokok. Kedua, mengelompokkan jabatan dan menjadi jabatanjabatan (jobs description). Ketiga, mengelompokkan jabatan dan
menentukan tanggung jawab. Keempat, mengisi jabatan dengan orang
yang sesuai.
Efek yang dihasilkan antara lain, pertama, struktur kerja formal
dengan mengidentifikasikan jabatan, hubungan pelaporan dan koordinasi,
departemen-departemen,

serta

prosedur

yang

dibutuhkan.

Kedua,

menciptakan situasi yang memungkinkan munculnya struktur kerja


informal.
3. Directing
Memprakarsai dan memfokuskan tindakan para bawahan menuju
tujuan sehingga menimbulkan aliran komunikasi dari atas ke bawah yang
mengaktifkan rencana formal dan mendukung prioritas-prioritasnya.
4. Controlling
Memonitor kinerja dan mengarahkan upaya menuju tujuan yang
sudah direncanakan sehingga menghasilkan standar-standar kerja, media
pelaporan, dan metode-metode standar yang merupakan bagian dari
struktur.
Fungsi manajemen digunakan untuk menyusun, mengatur dan
mengontrol organisasi seefektif dan seefisien mungkin.
Bagian redaksional merupakan bagian yang pemberitaan dan
dipimpin oleh seorang Pemimpin Redaksi. Pemimpin Redaksi inilah yang

35

bertanggung jawab atas pekerjaan terkait dengan pencarian berita dan


pelaporan berita.49
Sementara itu, Sam Abede Pareno mendefinisikan manajemen
redaksional sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan
oleh

bidang

redaksi

melalui

tindakan-tindakan

perencanaan,

pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan dalam pengelolaan materi


pemberitaan yang mencakup proses peliputan, penulisan sampai dengan
editing (penyuntingan).50 Jadi, manajemen redaksi dapat dipahami sebagai
proses menginterpretasi dan mengoordinasi pemberitaan mulai dari
tahapan-tahapan atau alur kerja redaksi mulai dari proses perencanaan
sampai pada proses pendistribusian.
Manajemen redaksi pada media citizen journalism sedikit berbeda
dengan manajemen redaksi media utama, manajemen keredaksian citizen
journalism meliputi:51
1. Memiliki dewan redaksi yang profesional. Dewan redaksi ini
meliputi posisi pemimpin umum, pemimpin redaksi, wakil pemimpin
redaksi, sekretaris redaksi dan redaktur pelaksana yang membawahi para
editor (rubrik-rubrik). Seluruh anggota dalam jajaran dewan redaksi adalah
mereka yang andal dalam bidang masing-masing guna menghasilkan out
put berita-berita yang selalu aktual, tepercaya, akurat, dan enak dibaca
oleh siapa saja.

49

Santana K, Jurnalisme Kontemporer, h. 188.


Sam Abede Pareno, Manajemen Berita Antara Idealisme dan Realita (Surabaya:
Papyrus, 2000), h. 45.
51
Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis, h. 47.
50

36

2. Memiliki prosedur tetap peliputan yang mampu mengatur


dengan sempurna wilayah-wilayah liputan masing-masing pewarta warga.
Hingga kini, masih terkesan masing-masing pewarta warga bekerja dan
melakukan liputan sesuai dengan kehendak masing-masing dan belum
teratur.
Selanjutnya, terdapat beberapa hal yang menjadi kebutuhan sistem
manajemen liputan yang ideal pada internal media citizen journalism
meliputi: 1) menempatkan masing-masing citizen journalist di sebuah
wilayah untuk berkuasa penuh atas wilayah tersebut; 2) menempatkan
citizen journalist pada pos-pos penting seperti kantor-kantor pemerintahan,
lembaga swadaya masyarakat (LSM), partai politik, lembaga-lembaga
swasta dan lainnya; 3) media citizen journalism tersebut hendaknya
menjalin kerjasama yang baik dengan media massa cetak dan elektronik;
4) redaksi media tersebut mulai memikirkan cara profesional untuk
memperhatikan kesejahteraan para citizen journalist mengingat selama ini
mereka tidak memperoleh imbalan atau gaji atas jerih payah mereka; 5)
redaksi citizen journalism seharusnya membekali para jurnalisnya dengan
kartu pengenal, sehingga mereka tidak mengalami kendala ketika
melakukan peliputan; 6) pada masa mendatang, bagian redaksi juga harus
mengembangkan divisi media dengan membentuk antara lain sekolah
jurnalistik (pewarta warga), penerbitan buku atau koran atau majalah dan
semacamnya, pusat konsultasi bahasa dan kantor biro-biro media pewarta
warga hingga tingkat kelurahan; 7) dewan redaksi media citizen
journalism memproyeksikan setiap orang, setiap warga negara Indonesia

37

dengan otomatis menjadi citizen journalist yang memiliki kecakapan


dalam melakukan tugas jurnalisme baik berskala lokal hingga berskala
internasional.52

F. Perspektif Payung (Umbrella Perspective)


Perspektif payung merupakan perspektif yang berasal dari
penyatuan dua pendekatan oleh August E. Grant yaitu pendekatan
teknologi komunikasi oleh Rogers (1986) dan pendekatan teori
ketergantungan sistem media milik Ball-Rokeach (1985).53 Premis dasar
dari perspektif payung menjelaskan bahwa lima area dalam payung harus
ditelaah lebih dalam agar mendapat pemahaman dari adaptasi sebuah
teknologi di masyarakat.
Hardware dan software harus ditelaah dalam sebuah konteks yang
luas. Menurut Rogers, pengertian teknologi komunikasi, termasuk
beberapa faktor kontekstual di dalamnya, adalah struktur-struktur
organisasi peralatan perangkat keras (hardware), dan nilai-nilai sosial oleh
individu yang melakukan pengumpulan informasi, memproses informasi,
dan melakukan pertukaran informasi dengan individu lainnya.54
Jangkauan yang lebih luas lagi adalah faktor yang disarankan oleh
Ball-Rokeach (1985) dalam teori ketergantungan sistem media. Teori ini
52

Supadiyanto, Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis, h. 47-29.


August E. Grant, Introduction to Communication Technologies, dalam August E.
Grant and Jennifer H. Meadows, ed., Communication Technology Update and Fundamentals, 12th
ed. (USA: Focal Press, 2010), h. 4.
54
E. M. Rogers, Communication Technology: The New Media in Society (New York: Free
Press, 1986), h. 2.
53

38

memaparkan

bahwa

media

komunikasi

dapat

dipahami

dengan

menganalisa hubungan-hubungan ketergantungan dalam dan melalui level


analisis, termasuk individu, organisasi, dan level sistem. Pada level sistem,
Ball-Rokeach mengidentifikasi terdapat tiga sistem untuk melakukan
analisis: sistem media, sistem politik, dan sistem ekonomi. Dua
pendekatan tersebut disatukan menjadi umbrella perspective on
communication technology atau perspektif payung dalam teknologi
komunikasi.

Gambar 2.1 Umbrella Perspective menurut August E. Grant dalam Grant, E.


August., Meadows, H. Jennifer. Communication Technology Update and Fundamentals.
12th
Edition.
USA:
Focal
Press.
2010.
Sumber
gambar:
http://www.fredonia.edu/department/communication/schwalbe/cm350/img051.gif

Level bawah dari payung terdiri atas hardware dan software.


Hardware adalah aspek paling jelas dari suatu teknologi. Ia adalah peranti
fisik yang berkaitan dengan teknologi. Hardware adalah bagian nyata dari
suatu sistem teknologi, sementara itu, teknologi baru umumnya bersumber

39

dari perkembangan dalam bidang hardware. Pemahaman terhadap


teknologi komunikasi membutuhkan lebih dari sekedar mempelajari
hardware; penting juga untuk memahami pesan yang dikomunikasikan
melalui sistem teknologi. Pesan-pesan ini akan merujuk pada software.
Level selanjutnya adalah infrastruktur organisasi. Infrastruktur organisasi
merupakan sekelompok organisasi yang terlibat dalam proses produksi dan
distribusi teknologi. Level paling atas adalah level sistem yang mencakup
sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem media yang mengatur kebijakan
umum dalam masyarakat. Pegangan payung adalah individu pengguna
teknologi. Hal ini sekaligus mengartikan bahwa hubungan antara
pengguna dan individu harus diuji agar mendapatkan sebuah pegangan
dalam berteknologi.
Perlu juga untuk menambah kompleksitas lapisan lain pada tiap
kelima area payung agar dapat mengidentifikasi pengaruh setiap
karakteristik individu yang dimiliki oleh teknologi. Faktor-faktor dalam
tiap level payung dapat dijelaskan sebagai enabling, limiting,
motivating, dan inhibiting, tergantung pada peranan yang dijalankan
dalam difusi teknologi. Berikut penjelasan keempat faktor tersebut:
1.

Enabling factors adalah hal-hal yang membuat sebuah

aplikasi memungkinkan untuk dijalankan. Hal awal yang digunakan untuk


menguji teknologi adalah membuat daftar yang melandasi setiap area
payung yang memungkinkan teknologi berada diurutan pertama.
2.

Limiting

factors

adalah

hal-hal

yang

menjelaskan

penghalang pada adaptasi atau pengaruh-pengaruh sebuah teknologi.

40

Faktor ini merupakan kebalikan dari enabling factors. Perspektif payung


diaplikasikan untuk membuat suatu daftar faktor-faktor yang membatasi
adopsi, penggunaan, atau pengaruh dari teknologi komunikasi.
3.

Motivating factors adalah faktor-faktor yang menyediakan

sebuah alasan untuk mengadopsi suatu teknologi. Teknologi tidak


diterapkan hanya karena mereka hadir, melainkan individu, organisasi, dan
sistem sosial harus memiliki alasan atas pengambilan keuntungan dari
suatu teknologi tersebut.
4.

Inhibiting factors merupakan kebalikan dari motivating

factors. Faktor tersebut menyediakan suatu disinsentif dalam mengadopsi


atau menggunakan suatu teknologi komunikasi. Hal-hal yang berlawanan
dengan kesuksesan suatu teknologi dapat dianggap sebagai inhibiting
factors. Umumnya, motivating factors lebih banyak dan lebih kuat
dibanding motivating factors. Apabila motivating factors lebih banyak dan
lebih kuat daripada inhibiting factors, maka sebuah teknologi akan sukses.
Keempat faktor tersebut dapat diidentifikasikan pada level sistem,
infrastruktur organisasi, dan pengguna individu. Namun, hardware hanya
dapat dianalisis oleh enabling atau limiting factors saja. Motivating factors
hanya hadir dari pesan yang ditransmisikan (software) atau salah satu dari
level-level lain pada area payung.
Dimensi terakhir dari perspektif payung berkaitan dengan
lingkungan

di

mana

teknologi

komunikasi

diperkenalkan

dan

dioperasikan. Faktor-faktor ini dapat diistilahkan sebagai faktor eksternal,

41

sementara yang berkaitan dengan teknologi itu sendiri disebut faktor


internal.

G. Teori Universalisme Islam


Munculnya pemikiran tentang universalisme Islam berawal dari
penafsiran QS al-Baqarah ayat 62 yang berbunyi:55



Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani, orang-orang Sabiin, siapa saja (di antara mereka)
yang beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan melakukan kebajikan,
mereka mendapat pahala dari Tuhannya mereka, tidak ada rasa takut pada
mereka, dan mereka tidak bersedih hati.

Dari ayat di atas, muncullah dua mazhab pemikiran yang


menafsirkan Islam secara bertolak belakang, yaitu mazhab konservatif dan
mazhab moderat.
Kaum konservatif berpendapat bahwa al-Baqarah ayat 62 tidak
berlaku lagi pada zaman sekarang dan hanya umat Nabi Muhammad SAW
yang akan masuk surga. Hal ini berdasarkan pendapat bahwa semua
Yahudi, Nashrani, dan Sabiin yang ada pada zaman sekarang adalah
orang-orang musyrik; kaum Nashrani menyembah Yesus dan umat Yahudi

55

Hamka, Tafsir Al Azhar (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001), Juz 1, edisi revisi, h. 263.

42

menyembah Uzair. Pendapat kaum konservatif ini dilandasi oleh firman


Allah yaitu dalam QS al-Maidah ayat 73 yang berbunyi:56



Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah
adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari
apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka
akan ditimpa azab yang pedih.

Dalil yang menguatkan mazhab konservatif lainnya terdapat pada


QS Ali-Imran ayat 85 yang berbunyi:57



Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan
diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.

Penganut mazhab konservatif menganggap bahwa kaum Yahudi,


Nashrani dan Sabiin yang ada sekarang berbeda dengan kaum Yahudi,
Nashrani dan Sabiin yang hidup di zaman nabi masing-masing. Pada
zaman tersebut, mereka masih bertauhid. Karena itu, kaum Yahudi,
Nashrani, dan Sabiin sekarang harus masuk Islam agar dapat masuk
surga; jika tidak, kerasulan Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai
nabi akhir zaman dipertanyakan.
56

Muhammad Shohib et. al., al-Quran dan Terjemahnya, Kementerian Agama RI,
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam-Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan
Syariah, 2012, h. 159-160.
57
Muhammad Shohib et. al., al-Quran dan Terjemahnya, h. 76.

43

Sedangkan kaum moderat berpendapat bahwa QS al-Baqarah ayat


62 tetap berlaku karena al-Quran bersifat abadi sampai akhir zaman, serta
tidak hanya umat Islam saja yang dapat masuk surga. Teks al-Baqarah ayat
62 jelas mengatakan bahwa kaum Yahudi, Nashrani dan Sabiin juga
masuk surga apabila mereka beriman pada Allah SWT, beriman tentang
adanya hari kemudian (hari kiamat), lalu beramal saleh.58 Ayat ini tetap
berlaku karena al-Quran bersifat abadi sampai akhir zaman. Jika Yahudi,
Nashrani dan Sabiin tidak masuk surga, lalu bagaimana dengan
pernyataan dari teks al-Baqarah ayat 62 tersebut.
Dalil mazhab moderat yang juga menguatkan pernyataan pada teks
al-Baqarah ayat 62 tersebut terdapat pada QS al-Imran ayat 85 yang
berbunyi: 59



Barangsiapa mencari agama selain berserah diri pada Allah,
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia
di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Dua mazhab ini sama-sama menggunakan QS Ali-Imran ayat 85


sebagai landasan pendapat mereka. Namun, keduanya berbeda dalam
menafsirkan kata
pada ayat di atas.

58

Hamka, Tafsir Al Azhar (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001), Juz 1, edisi revisi, h. 263.
Merujuk pada terjemahan berbahasa inggris penafsiran Asad : For, if one goes in
search of a religion other than self-surrender unto God, it will never be accepted from him, and in
the life to come shall be among lost dan penafsiran Pickthall: And Whoso seeketh as religion
other than the surrender (to Allah) it will not be accepted from him, and he will be a loser in the
Hereafter dalam situs www.alim.org/library/quran/ayah/compare/3/85/no-religion-is-acceptableto-allah-rather-than-al-islam# pada 30 April 2014 pukul 11.31 WIB.
59

44

Kaum konservatif mengartikannya sebagai agama Islam,


sedangkan kaum moderat mengartikannya dengan berserah diri pada
Allah.
Pengertian Islam dan Muslim
Islam artinya berserah diri. Seluruh makhluk langit dan bumi
berislam (berserah diri) pada Allah SWT. Hal ini berdasarkan pada AliImran ayat 83 yang berbunyi:


Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama
Allah, padahal apa yang dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya,
(baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka
dikembalikan.

Surat al-Quran yang mendukung pernyataan di atas lainnya adalah


QS an-Naml ayat 44 yang menyatakan bahwa Ratu Balqis masuk Islam di
zaman Nabi Sulaiman AS:

45

Dikatakan kepadanya (Balqis): Masuklah ke dalam istana.


Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air
yang besar, dan disingkapnya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman)
berkata, Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca. Dia
(Balqis) berkata: Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap
diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh
alam.

Demikian halnya dengan Umat Nabi Isa AS (


) yang juga
menamakan diri mereka sebagai Muslim, padahal mereka hidup jauh
sebelum zaman Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut terdapat pada QS alImran ayat 52 yang berbunyi:60




Maka tatkala terasa oleh Isa kekafiran mereka,berkatalah dia:
Siapakah yang akan menolongku pada Allah? Menjawablah
Hawariyyun: Kamilah penolong-penolong Allah dan kami beriman
kepada Allah dan kami naik saksi bahwa kami ini adalah menyerahkan
diri.

Pada QS Ali-Imran ayat 67 disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS


bukan Yahudi, bukan Nashrani, tetapi ia seorang Muslim.




Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang
Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim, dan dia tidaklah
termasuk orang-orang musyrik.

60

Hamka, Tafsir Al Azhar (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001), h. 177.

46

Maka dari itu, kata muslim tidak diidentikan hanya milik agama
Islam semata, namun sudah tercantum dalam al-Quran, bahwa sejak zaman
nabi sebelum nabi Muhammad, kata Muslim merujuk kepada orang-orang
yang berserah diri kepada Allah SWT.61
Dalam

Kamus

Besar

Bahasa

Indonesia

(KBBI)

online,

universalisme adalah 1) aliran yg meliputi segala-galanya; 2) penerapan


nilai dan norma secara umum.62 Sedangkan Islam, sesuai penjelasan
sebelum ini, adalah berserah diri. Dengan demikian, universalisme Islam
dapat diartikan sebagai suatu penerapan nilai dan norma ajaran Islam
secara umum dan menyeluruh kepada semua manusia yang dimaksudkan
sebagai bentuk berserah diri kepada Allah SWT.
Setiap hal mempunyai persamaan sekaligus perbedaan dengan halhal lainnya. Persamaan, paling kurang, dalam adanya hal-hal itu sendiri.
Perbedaan, karena kalau tidak pasti tidak akan ada keragamaan yang dapat
diperbandingkan. Demikian juga halnya dengan agama-agama.
Frithjof Schuon, dalam bukunya The Transcendent Unity of
Religions, menjelaskan tentang esoterisme dan eksoterisme agama.
Esoterisme adalah hal-hal yang boleh diketahui dan dilakukan beberapa
orang saja dari suatu kelompok penganut paham tertentu (hakikat atau
pada dasarnya). Sedangkan eksoterisme adalah hal-hal yang boleh
diketahui dan dilakukan oleh semua anggota kelompok penganut suatu
paham tertentu (bentuknya). Schuon mengemukakan bahwa semua agama
61

Hamka, Tafsir Al Azhar (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001), Juz 1, edisi revisi, h. 272.
http://kbbi.web.id/universalisme diakses pada 9 April 2014, pukul 22.20 WIB.

62

47

pada dasarnya sama atau hakikatnya (esoteris) sama, dan hanya berbeda
dalam bentuknya saja (eksoteris).63
Menurut Huston Smith dalam pengantar buku Mencari Titik Temu
Agama Agama karya Frithjof Schuon, Schuon menarik garis pemisah
antara esoterisme dan eksoterisme. Garis tersebut bukan membagi
perwujudan historis yang besar dari agama-agama secara vertikal; agama
Hindu dari agama Buddha dari agama Kristen dari agama Islam, dan
seterusnya, melainkan, garis pemisah tadi bersifat horisontal dan hanya
ditarik satu kali membelah berbagai agama yang ditemui sepanjang
sejarah. Di atas garis itu terletak paham esoterisme, sedangkan di bawah
garis itu terletak paham eksoterisme.64
Bagi Schuon, hidup memiliki tingkatan-tingkatan, begitu juga
dengan kesadaran kognitif manusia. Dari segi metafisik, hanya pada
Tuhanlah, yang berada pada tingkat tertinggi, terdapat titik temu berbagai
agama, sedangkan di tingkat bawahnya, agama-agama tersebut saling
berbeda. Sehubungan dengan kenyataan metafisik, dari segi epistemologis,
dapat pula dikatakan bahwa perbedaan agama yang satu dengan agama
yang lain juga mengecil dan bersatu di tingkat tertinggi, sedangkan di
tingkat bawahnya berbagai agama itu terpecah-belah.65

63

Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama-Agama. Penerjemah Saafroedin Bahar


(Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994), Cet. Ke-2, h. xi.
64
Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama-Agama, h. xi.
65
Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama-Agama, h. xi-xii.

48

Berikut gambar letak perbedaan esoterisme dan eksoterisme


menurut Huston Smith merujuk karya Frithjof Schuon:66

Gambar 2.2 Letak Esoterisme dan Eksoterisme menurut Huston Smith merujuk
karya Frithjof Schuon. Sumber Utama: Frithjof Schuon, The Transcendent Unity of
Religions, Harper Torchbooks, Harper & Row, Pubhlisers New York, Evanston, San
Francisco, London, 1975.

Keterangan huruf:
A. Agama Hindu
B. Agama Buddha
C. Tradisi Cina
D. Agama Yahudi
E. Agama Kristen
F. Agama Islam

Seperti halnya dua agama yang mendahuluinya, Islam lahir karena


upaya langsung dari kehendak Ilahi. Kehendak Ilahi itulah yang menjadi
sumber monoteisme. Demikian pula Nabi Muhammad SAW harus

66

Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama-Agama, h. xi.

49

mencerminkan hakikat kebenaran Messianis yang terkandung dalam


monoteisme asli atau monoteisme Ibrahim sesuai dengan kemungkinan
khusus dan menurut cara perwujudan yang sesuai.67
Keseimbangan antara dua aspek Ilahi, yaitu Keadilan dan Rahmat
Allah, merupakan hakikat wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad
SAW, yang dalam hal ini sama dengan wahyu yang diberikan kepada Nabi
Ibrahim AS. Monoteisme yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim AS
mempunyai keseimbangan sempurna antara esoterisme dan eksoterisme.
Pada Nabi Musa AS, eksoterisme menjadi agama dalam arti bahwa
eksoterisme itu memberi bentuk kepada agama tanpa mempengaruhi
hakikatnya. Pada Nabi Isa AS sebaliknya, dan esoterismelah yang pada
gilirannya, menurut cara tertentu, menjadi agama. Pada Nabi Muhammad
SAW, akhirnya, keseimbangan antara semula dipulihkan kembali, dan
siklus perkembangan agama monoteistis pun berakhir.68
Mengutip Schuon dalam buku Mencari Titik Temu Agama Agama,
sudah seharusnya setiap agama merupakan suatu adaptasi dan adaptasi
mengandung pengertian adanya pembatasan. Hanya Hakikat yang tak
terhingga, abadi, dan tanpa bentuklah yang secara absolut bersifat murni
dan tidak dapat diubah, dan karena sifat-Nya yang Adikodrati harus
dinyatakan, baik melalui diluluhkannya bentuk-bentuk yang ada maupun
melalui sinar-Nya yang dipancarkan melalui beragam bentuk tadi.69

67

Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama Agama, h. 110.


Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama Agama, h. 111.
69
Frithjof Schuon, Mencari Titik Temu Agama Agama, h. 112-113.
68

50

Menurut Abdurahman Wahid dalam Universalisme Islam Dan


Kosmopolitanisme Peradaban Islam, Universalisme Islam menampakkan
diri dalam berbagai manifestasi penting dan yang terbaik adalah dalam
ajaran-ajarannya. Rangkaian ajaran yang meliputi berbagai bidang, seperti
hukum agama (fiqh), keimanan (tauhid), etika (akhlaq) dan sikap hidup,
menampilkan kepedulian yang sangat besar kepada unsur-unsur utama dari
kemanusiaan (al-insaniyyah).70 Menurut Hilman Latief dalam Fight for
the Public Sphere: Liberal vis a vis Conservative Muslims (Lessons from
Indonesia), universalisme Islam adalah doktrin normatif tentang fungsi
Islam yang rahmat bagi semesta (rahmat li al-lamn).71

70

http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Konteks/Universalisme.html diakses pada 26


Februari 2014, pukul 19.00 WIB.
71
http://psap.or.id/jurnal.php?id=7 diunduh pada 18 Januari 2014 pukul 14.45 WIB.

51

BAB III
GAMBARAN UMUM SITUS WWW.KABARINDONESIA.COM

A. Sejarah Singkat Berdirinya HOKI


Harian online www.kabarindonesia.com (HOKI) didirikan pada 11
November 2006, di bawah Yayasan Peduli Indonesia di Utrecht, Belanda.
Yayasan Peduli Indonesia sendiri didirikan pada 21 September 2006 melalui Akta
Notaris Kroes & Partner nomor 2006.046340.01/CK di Alphen aan den Rijn,
Belanda, dan terdaftar di kamar dagang Belanda dengan nomor registrasi:
28112332 atas nama Elisabeth Widiyati sebagai Ketua. Di Indonesia, kantor
redaksi media tersebut berada di Graha MIK Taman Perkantoran Kuningan Jalan
Setia Budi Selatan Kavling 16-17 Jakarta, Indonesia, kode pos 12920, telepon:
021-57941780. Sedangkan alamat pusatnya berada di Utrechtstraat 90 2408 GS
Alphen aan den Rijn, The Netherlands (Belanda).72
HOKI merupakan koran gotong-royong yang memiliki harapan menjadi
media yang dapat menginformasikan kebenaran dan demokrasi. Berita dalam situs
tersebut ditulis oleh penulis yang memiliki kepedulian tinggi akan rakyat, bangsa,
maupun negara Indonesia. Informasi pun ditulis oleh siapa saja, di mana saja, dan
mengenai apa saja sesuai dengan kategorisasi dalam rubrik media tersebut.
Situs www.kabarindonesia.com menyediakan 24 subrubrik, masingmasing: Rubrik Budaya, Cerpen, Daerah, Ekonomi, Hiburan, Hukum,

72

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 13 Januari 2014, pukul 18.06.06 WIB.

52

Internasional, Iptek, Kesehatan, Konsultasi, Lingkungan Hidup, Lomba,


Lowongan Kerja, Nasional, Olahraga, Opini, Pariwisata, Pemilu, Pendidikan,
Politik, Profil, Puisi, Rohani, dan Serba-serbi yang melayani berbagai macam
jenis kebutuhan informasi para pembacanya. Jumlah penulis maupun beritanya
tidak terbatas, sehingga menjadi sebuah media yangnever-ending-story.
Pengunjung situs HOKI adalah sekaligus penulis berita pada laman tersebut.
HOKI telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas ternama di
Indonesia, dan beberapa institusi media lainnya, antara lain Institut Teknologi
Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Kristen Satya
Wacana, Institut Ilmu Sosial dan Politik, Radio Jerman Deutsche Welle dan Radio
Taiwan International guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan
bangsa Indonesia serta memantapkan eksistensinya sebagai institusi media yang
menjadi milik publik.73 Dengan UGM, misalnya, HOKI mengadakan kerjasama
dengan Dekan Fakultas Kehutanan universitas itu dalam lomba menulis tingkat
nasional tentang lingkungan hidup. Kerjasama tersebut terus berlanjut dengan
mengharapkan berbagai karya tulis dari berbagai akademisi untuk dapat
menuliskan karya mereka di HOKI. Jadi, media jurnalisme warga tersebut
membantu dalam memublikasi berbagai karya ilmiah maupun karya populer.74

B. Pewarta Warga (Citizen Journalist)


Di http://www.kabarindonesia.com/, setiap warga dapat menjadi reporter
sekaligus penulis berita. Prosedur pendaftarannya pun sangat mudah, tanpa harus
73

http://www.kabarindonesia.com/ diakses pada 9 Desember 2013, pukul 16.50 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 14 April 2014, pukul 08.14 WIB.

74

53

mengirimkan daftar riwayat hidup atau pun ijazah dan sebagainya. Untuk dapat
menjadi penulis pada KabarIndonesia, terlebih dahulu seseorang harus
mendaftarkan diri sebagai penulis melalui menu Daftar Jadi Penulis pada
laman utama www.kabarindonesia.com. Selanjutnya, calon citizen journalist
diharapkan membaca peraturan yang terdapat dalam Privacy Statement. Setelah
menyatakan setuju, calon penulis akan diminta untuk mengisi formulir data diri
dengan keterangan yang sebenar-benarnya. Terakhir, calon citizen journalist
memilih menu "kirim" untuk proses verifikasi. Setelah melalui proses ini, secara
otomatis sang calon citizen journalist telah menjadi penulis pada media online
KabarIndonesia.

Gambar 3.1 Laman utama situs www.kabarindonesia.com

54

Gambar 3.2 Formulir Biodata Pendaftaran

Setiap citizen journalist HOKI wajib mematuhi 10 Dasa Titah Penulis


yang mengatur regulasi dalam hal penulisan isi berita, masing-masing:75
1. Registrasi data penulis
2. Tidak diperkenankan menggunakan nama samaran
3. Pastikan bahwa tulisan yang dikirim bukannya plagiarisme dan juga
tidak melanggar Undang-undang Hak Cipta yang berlaku di Indonesia
maupun internasional
4. Tidak bersifat pornografi maupun hal-hal yang melanggar etik
5. Bukannya berupa iklan ataupun berita yang bersifat komersil
75

http://www.kabarindonesia.com/ diakses pada 16 April 2014, pukul 20.00 WIB.

55

6. Tulisan merupakan sumbangan sukarela tanpa honor


7. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas berita yang ditayangkan di
KabarIndonesia
8. Tulisan tidak bersifat provokatif maupun hasutan
9. Kebenaran isi berita dapat dipercaya maupun dipertanggungjawabkan
10. Tulisan tidak boleh menyinggung, menyudutkan maupun melecehkan
baik pribadi atau organisasi tertentu, agama maupun kepercayaan
tertentu, suku atau etnis maupun gender tertentu.

Gambar 3.3 10 Dasa Titah Penulis

56

Jumlah penulis di HOKI per 7 Januari 2014 adalah 14.086 orang76


sehingga media tersebut pernah menorehkan rekor Museum Rekor Indonesia
(MURI) sebagai media massa dengan jumlah penulis terbanyak se-Indonesia.77
Seluruh penulis dan redaktur yang berkarya di HOKI bekerja secara sukarela alias
tidak mendapat bayaran atau gaji.
Berdasarkan ranking di Alexa (www.alexa.com) pada Senin, 9 Desember
2013, pukul 11.57.00 - 13.23 WIB; situs www.kabarindonesia.com di Indonesia
menduduki peringkat ke-10.441, dan ranking ke-492.691 di dunia. Ranking HOKI
lebih baik jika dibandingkan dengan ranking yang didapatkan oleh situs pewarta
lain semisal Koran Online Pewarta Warga Indonesia (KOPI) yang memiliki situs:
www.pewarta-indonesia.com. Pada tanggal dan jam yang sama di atas, ranking
situs KOPI hanya menempati urutan ke-38.968 di Indonesia, dan ranking ke1.527.177 di dunia.

C. Prosedur Pengiriman Berita atau Berita Foto


Prosedur pembuatan dan pengiriman berita di HOKI oleh para citizen
journalist diawali dengan memilih menu Kirim / Edit Berita pada laman utama
situs

tersebut.

Secara

otomatis,

penulis

memasuki

laman

Redaksi

KabarIndonesia untuk masuk (log in) dengan mengisi Username dan Password.
Username berupa alamat email yang dipakai oleh penulis, sedangkan password
adalah kata sandi; keduanya diberikan oleh citizen journalist saat mendaftar
sebagai penulis.
76

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, tanggal 13 Januari 2014, pukul 18.06.06 WIB.
Supadiyanto, 70 Tahun Petualang Hidup Mang Ucup, h. 2.

77

57

Untuk membuat berita, penulis memilih menu "Buat Berita", dengan


langkah-langkah sebagai berikut:
a. Citizen journalist memilih kategori atau topik yang sesuai dengan berita
yang akan ditulis. Jika penulis ingin melampirkan foto atau gambar, maka foto
atau gambar tersebut harus di upload terlebih dahulu dari file dengan memilih
menu Browse. Sebagai catatan, batas ukuran maksimum gambar atau foto yang
akan dilampirkan adalah 50kb (325x244 pixel).
b. Berita yang telah ditulis atau disimpan dan belum melalui tahap
penyuntingan oleh editor, masih dapat disunting atau dihapus oleh penulis dengan
memilih menu Edit Berita. Setiap berita wajib melalui tahap penyuntingan oleh
editor KabarIndonesia untuk menentukan apakah berita tersebut layak tayang atau
tidak. Jika penulis ingin mengetahui status beritanya, ia dapat memilih menu
Berita Ditolak. Selama berita penulis tidak tercantum dalam menu Berita
Ditolak, maka status beritanya adalah masih dalam proses penyuntingan atau
telah ditayangkan.
Prosedur pengiriman foto adalah sama seperti langkah-langkah di atas,
kecuali pada menu yang harus dipilih para citizen journalist. Untuk berita foto,
masuk pada menu Buat Berita Foto.
Situs www.kabarindonesia.com memiliki dua jenis status berita:
1) Berita Valid adalah berita yang telah selesai disunting oleh
editor.
2) Berita Aktif adalah berita yang telah ditayangkan pada situs
www.kabarindonesia.com.

58

Selanjutnya, terdapat dua macam kategori berita yang disajikan oleh


harian online ini:
1) Berita Regular, yakni berita biasa yang hanya ditayangkan
di bagian topik berita saja.
2) Berita Utama, yaitu berita yang ditayangkan di kolom
berita utama mapun di bagian topik berita.

D. Logo dan Susunan Redaksi HOKI


Situs www.kabarindonesia.com memiliki logo:

Gambar 3.4 Logo www.kabarindonesia.com 2008-sekarang

Media ini hadir di tengah masyarakat Indonesia dengan memiliki tujuan


untuk menyampaikan suara rakyat, suara yang benar-benar murni tanpa
ditunggangi oleh siapa pun. Visi harian online yang beraliran citizen journalism
ini adalah menjadikan www.kabarindonesia.com sebagai koran online tepercaya
dengan motto Dari Kita Untuk Kita. HOKI memiliki misi untuk menyajikan
berita-berita menarik dan selalu up-to-date dengan prinsip from any to many.

59

Hingga saat penelitian dilakukan, HOKI mengalami dua kali pergantian


logo. Pertama, logo lama HOKI pada tahun 2006-2007. Logo KabarIndonesia
lama terdiri atas tiga buah lingkaran yang saling beririsan. Di sampingnya
bertuliskan Kabar Indonesia Dari kita untuk kita. Makna dari tiga buah
lingkaran di atas adalah pentingnya rasa persatuan dan kesatuan di antara seluruh
rakyat Indonesia, yang didudukkan sebagai pewarta warga. Tiga elemen lingkaran
di atas juga dapat ditafsirkan sebagai bersatunya kekuatan rakyat, negara, dan
pemerintah. Sedangkan tiga lingkaran tersebut sebagiannya berwarna merah dan
sebagian yang lain berwarna putih melambangkan aksen dari bendera merah
putih, bendera kebangsaan Indonesia. Semangat keberanian dalam menyampaikan
informasi serta kesucian (tanpa pamrih) menjadi landasan kuat bagi setiap rakyat,
dalam hal ini sebagai pewarta warga.

Gambar 3.5 Logo www.kabarindonesia.com 2006-2007

60

Selanjutnya, perubahan kedua terjadi pada 2008-sekarang. Logo HOKI


yang sekarang lebih sederhana yang terdiri atas satu lingkaran penuh yang terbagi
sama atas warna merah dan putih. Pada setengah lingkaran warna merah
diletakkan "siluet bulat telur" sehingga menutup sebagian warna merah tersebut.
Tepat di atas dan di bawah garis perpotongan diagonal warna merah dan putih
bertuliskan Harian Online Kabar Indonesia. Makna dari warna merah dan putih
pada lingkaran tersebut menyimbolkan bendera merah putih, bendera kebangsaan
Indonesia. Bulatan penuh tersebut adalah simbol bumi (dunia) yang menyatu.
Sedangkan "siluet bulat telur" dapat diartikan sebagai kebulatan tekad untuk
menjadikan HOKI sebagai sumber pemersatu yang mencerdaskan seluruh warga
negara Indonesia (WNI) di dalam maupun di luar negeri, termasuk seluruh
penduduk dunia.78

Gambar 3.6 www.kabarindonesia.com 2008-sekarang

78

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 20 April 2014, pukul 06.30.02 WIB.

61

Situs www.kabarindonesia.com memiliki susunan redaksi sederhana untuk


ukuran sebuah media citizen journalism dengan jumlah penulis puluh ribuan
orang sehingga beberapa anggota merangkap tugas (memiliki tugas ganda).
Berikut adalah tabel susunan redaksi www.kabarindonesia.com:79
Nama

Jabatan

Robert Nio

Direktur Utama

Elisabeth Widiyati

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi

Fidda Abbot

Redaktur Pelaksana

Supadiyanto
Wahyu Ari Wicaksono
Fidda Abbot
Elisabeth Widiyati
Pieter M. Silitonga
Hotma D.I. Tobing
Badiyo

Anggota Dewan Redaksi

Editor (Redaktur)

Tabel 3.1. Susunan redaksi www.kabarindonesia.com

Secara defakto, Anggota Dewan Redaksi situs www.kabarindonesia.com


terdiri atas direktur utama, pemimpin umum/pemimpin redaksi, redaktur
pelaksana, dan para editor. Berikut penjabaran tugas dan wewenang masingmasing jabatan:80
1) Direktur Utama
Direktur utama menjadi penanggungjawab keseluruhan operasional
(baik dari sisi manajemen korporasional, maupun dari sisi manajemen
redaksional).

79

Direktur

utama

memiliki

otoritas

penuh

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 13 Januari 2014, pukul 18.06.06 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 27 April 2014, pukul 19.35.40 WIB.

80

dalam

62

menentukan keputusan-keputusan strategis; sebab ia menjadi pemilik


saham penuh atas copy writer dari HOKI.
2) Pemimpin Umum
Pemimpin Umum dalam HOKI sekaligus menjabat sebagai
Pemimpin Redaksi yang bertanggungjawab terhadap konten-konten
yang ditayangkan di HOKI secara umum sekaligus memberikan garis
besar kebijakan yang harus dilakukan oleh Redaktur Pelaksana dan
para editor.
3) Redaktur Pelaksana
Redaktur

Pelaksana

HOKI

diberikan

keistimewaan

dalam

menayangkan dan atau memiliki berita mana saja yang layak


ditayangkan menjadi Berita Utama.
4) Editor (Redaktur)
Editor atau redaktur adalah penulis terpilih yang diangkat dan
ditentukan sebelumnya oleh Tim Redaksi dan Badan Pengurus
KabarIndonesia yang memiliki tugas :81
1. Mengedit berita-berita yang masuk.
2. Mengubah naskah berita yang berada di kotak Edit Berita.

81

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 20 April 2014, pukul 06.38.40 WIB.

63

3. Mengubah status berita dari Berita Non-Aktif menjadi Berita


Valid. Selama status berita tidak diubah, maka berita tersebut akan
tetap menjadi berita sementara dan tidak dapat ditayangkan.
4. Perubahan tingkat status berita dapat dilaksanakan pada saat
mengedit berita.
5. Meningkatkan kategori berita dari Berita Reguler menjadi Berita
Utama.
6. Mengganti gambar atau foto yang dikirimkan oleh penulis
dengan gambar atau foto baru yang dirasa lebih sesuai dengan
topik berita bersangkutan.
7. Dapat menolak berita dengan mengubah status berita menjadi
Berita Ditolak.
Di harian online ini, para editor dibagi menjadi dua jenis: 1) editor
yang memiliki kapasitas memvalidkan setiap berita; 2) editor yang
memiliki kapasitas memvalidkan sekaligus mengaktifkan atau
menayangkan setiap berita.82

E. Rubrik Rohani
Secara normatif, subrubrik Rohani pada Rubrik Berita diadakan untuk
memberikan kesempatan kepada setiap pewarta warga mengekspresikan gagasan
(pendapat) dan membagikan informasi kepada publik mengenai dinamika
82

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 27 April 2014, pukul 19.35.40 WIB.

64

kehidupan sosial-keagamaan yang ada di sekitar mereka. Subrubrik rohani


diperuntukkan kepada siapa pun, tidak terbatas hanya para kyai, ulama, pendeta,
guru, dan sebagainya, melainkan diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Subrubrik Rohani diadakan agar para penulis sekaligus pembaca subrubrik
tersebut memiliki kepedulian tinggi pada dinamika kehidupan spiritual, rohani,
keagamaan, maupun kegiatan-kegiatan lain yang mampu meningkatkan keimanan
dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal terpenting, subrubrik ini
sangat terbuka diisi oleh beragam pewarta warga (citizen journalist) dari berbagai
penganut keyakinan (agama).83
Berikut

tulisan

yang

dimuat

pada

subrubrik

Rohani

situs

www.kabarindonesia.com :
A. Tulisan rohani terkait agama Islam :
Antara Puasa dan Syahwat Korupsi
Oleh : Ahmad Sidqi | 17-Jul-2013, 20:12:19 WIB
KabarIndonesia - Bulan suci Ramadhan yang sedang kita jalani adalah
bulan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai spiritualistik yang kental. Di
dalamnya terkandung nilai zahid atau zuhud (menghilangkan sifat keduniawian),
nilai maghfiroh (ampunan dari Tuhan) dan masih banyak nilai lainnya. Allah
SWT berfirman; "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
(QS. Al Baqoroh [2]: 183).
Dalam terminologi ayat di atas ada dua makna yang tersirat dari sebuah
ritual yang bernama puasa. Yakni, Allah memerintah kepada umat muslim yang
beriman untuk berpuasa untuk meningkatkan maqom-nya (derajat) menjadi umat
muslim yang bertakwa. Proses terjadinya ketakwaan tidak lain melalui koridor
Islamic law (hukum Islam).
Perlu diketahui bahwa dalam hukum Islam tersebut harus mampu
memaknai esensi puasa. Puasa bukan sekedar menahan hawa nafsu momentum'.
Maksudnya adalah menahan hawa nafsu ketika di bulan Ramadhan saja, akan
83

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

65

tetapi nilai-nilai puasa sebagai transformasi kebaikan dan peningkatan kualitas


diri serta masyarakat yang dinamis.
Karena tujuan puasa adalah menahan hawa nafsu, maka sebagai umat
muslim harus mengetahui nafsu yang terlarang. Nafsu yang terlarang ini terbagi
menjadi dua hal, yakni nafsu ammarah (nafsu keburukan) dan nafsu lawwamah
(nafsu berbuat baik tapi masih berbuat maksiat). Adanya momen puasa sebagai
tempaan untuk melawan dua nafsu tersebut dan mengganti kepada nafsu
muthmainnah (nafsu kebaikan).
Melawan Syahwat' Korupsi
Korupsi adalah sebagian kecil dari nafsu lawwamah. Tindakan korupsi
yang sudah merajalela bahkan membudaya di negeri ini dianggap hal yang biasa,
padahal Allah SWT telah melarang hambanya untuk melakukan segala
penimbunan harta yang tidak halal. Allah berfirman; "Telah membuat kalian
lalai, upaya memperbanyak harta, sehingga kalian masuk liang kubur" (QS. AtTakasur [102]: 1-2). Tindakan penimbunan harta ini sudah dijelaskan sebagai
nash yang mutlak diharamkan oleh Tuhan.
Tindakan korupsi yang sudah mengakar ini dalam tingkatan sosial yang
rendah sampai pada tingkatan pemerintahan menyumbangkan kepincangan
dalam nilai agama dan nilai sosial kemasyarakatan. Bangsa Indonesia yang
sebagian besar memeluk agama Islam dan sebagian besar pula mengerti akan
ajaran agama Islam, akan tetapi tidak bisa mengamalkan dari makna ajaran
agama Islam.
Dalam catatan tindak korupsi, pelaku korupsi di Indonesia memeluk
agama Islam. Artinya, nilai spiritual dalam agama perlu dipertanyakan, apakah
agama yang mereka peluk hanya sebagai legalitas kenegaraan?. Mengutip pesan
dari Sayyidina Umar bin Khottob sang khulafaur- rosyidin ketika beliau
menerima jabatan sebagai khalifah, beliau mengatakan; " La islama illa bil
jama'ah wala jama'ata illa bil imarah wala imarata illa bit tho'ah " (Tiada Islam
tanpa komunitas, tiada komunitas tanpa kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan
tanpa ketaatan).
Pemimpin bangsa Indonesia juga harus tegas dalam menindak tegas, adil,
dan jujur untuk memberantas korupsi, karena sudah merusak tatanan
kemaslahatan ummat. Dimulai dari puasa, meresapi nilai puasa hingga menjadi
orang-orang bertakwa sebagaimana sang pembawa risalah agama diutus ke
dunia, Rasululloh SAW untuk menyempurnakan akhlak. Ketika akhlak terpuji
manusia Indonesia sudah menjamur, penulis yakin bahwa perbuatan korupsi dan
sifat-sifat keburukan manusia sejenisnya akan hilang, dan berganti menjadi sifat
perdamaian yang penuh cinta kasih. (*)
*Penulis adalah Penggiat Filsafat, Peneliti Al-Mughni Center Jakarta.
Penulis bisa ditemui di twitter @a_sidqi

B. Tulisan rohani terkait agama Kristen :

66

Menghindari Sikap Iri Hati


Oleh : Elias Bidaugi Pigome | 11-Mar-2012, 00:45:58 WIB
KabarIndonesia - Ada trend di sejumlah daerah bahwa sejumlah orang
kaya dan pejabat tinggi mendirikan sekolah yang megah. Karena mereka mencari
sejumlah ahli untuk menjalankan sekolah itu. Para pemilik sekolah ini tidak
segan-segan mengeluarkan banyak uang agar sekolah mereka berkembang
menjadi sekolah terbaik, sekolah bertaraf internasional. Para siswa dan guru
begitu disayangi.
Dengan kasih sayang, dana dan perhatian, seharusnya sekolah itu
berkembang sangat baik. Namun, apa yang terjadi? Beberapa sekolah tidak
berkembang; malah banyak yang ditutup. Penyebabnya adalah konflik pada
tingkat manajemen. Mereka bukan tidak mampu menjalankan sekolah itu. Malah
mereka adalah ahli untuk bidang tersebut. Namun, sikap egois dan iri hati mereka
telah menenggelamkan keahlian yang mereka miliki.
Kata "Iri hati" bisa mengantarkan orang menjadi pembunuh; bahkan
bahkan membunuh saudara sendiri. Dia menjadi korban "sikap iri hati" saudarasaudaranya. Sikap iri hati mengantar orang menyepelekan orang lain bahkan
menyingkirkan saudara sendiri.
Yesus menggambarkan bahwa bangsa Israel adalah kebun anggur yang
sangat disayangi dan dimanja Allah. Namun, orang yang diserahkan untuk
mengelola kebun anggur itu atau pemimpin Israel hanyalah orang-orang
"bermata gelap". Mereka membunuh utusan Tuhan bahkan Putra Tuhan sendiri.
Yesus menyatakan bahwa pemimpin seperti itu bodoh karena membuang batu
sendi yang seharusnya menjadi penyangga bangunan yang paling kokoh.
Saudara dan saudari, hendaklah sikap iri hati disingkirkan dari diri kita
sejak dini, jangan sampai itu menjadi pemicu yang membuat kita melakukan halhal yang jahat. Hiduplah secara benar dan lakukanlah tugas kita secara benar.
Bersyukurlah apa yang ada jangan sampai ambisi dan iri hati menghancurkan
diri kita dan sesama kita. (Kutipan dari percikan hati). (*)
Elias Bidaugi Pigome sebagai Mahasiswa Papuan in Mining Engineering,
Universitas Trisakti Indonesia.

C. Tulisan rohani terkait agama Buddha:


Waisak dan Keselarasan Alam
Oleh : Ibn Ghifarie | 19-Mei-2011, 02:20:30 WIB
KabarIndonesia - Harus diakui, banjir bandang dan tanah longsor yang
mendera lima kecamatan di Garut Selatan; Cikelet, Pameungpeuk, Cisompet,
Mekarmukti dan Cibalong dengan menelan korban jiwa 10 orang meninggal, 3
orang hilang, dan 6 orang luka-luka merupakan bukti nyata atas ulah lalim

67

perbuatan manusia. Pasalnya, sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam
dalam sanubari kita membuat alam murka sekaligus unjuk kekuatan. Betapa
tidak, tibanya musim penghujan malah menjadi petaka yang tak bisa terelakkan
karena kita seriang alpa mensyukuri segala pemberian (anugerah) dari Tuhan
ini. Ironis memang.
Karena prihatin terhadap tragedi banjir bandang dan tanah longsor,
Daud Muhammad Komar, keturunan masyarakat adat Kampung Dukuh
menuturkan, Apalah artinya kami menjaga dan memelihara kelestarian Gunung
Padukuhan, jika hutan di lokasi lainnya tidak dipedulikan, bahkan dirambah serta
dialihfungsikan, tegasnya (Garut News, 10/5)
Rupaya, kearifan lokal untuk menjaga, melestarikan alam, hutan,
lingkungan sekitar yang diwariskan secara turun-temurun tak dipegang. Malahan
keberadaan Leuweung Sancang yang terkenal angker dengan mitos Prabu
Siliwangi sebagai salah seorang Raja Sunda yang menonjol itu, ternyata tidak
mempan untuk dijadikan penangkal pengrusakan, penggundulan, perampasan
hutan yang dilakukan masyarakat. Haruskah upaya ngamumule alam di tanah
Parahyangan ini hanya lestari pada legenda-legenda semata?
Sejatinya, kehadiran Waisak (2555 BE) yang jatuh pada tanggal 17 Mei
2011 ini tidak hanya sekedar merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran,
pencapaian Penerangan Sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia) tapi
harus memberikan keselarasan, keseimbangan, keharmonisan antara manusia
dengan alam supaya lebih arif dan bijaksana.
Berkah Waisak
Umat Buddhis menyakini berkah terdalam dari adanya detik-detik Waisak
(17 Mei 2011-Pukul 18.08.23 WIB) adalah membersihkan hati, pikiran, menebar
sikap welas asih untuk tetap mendorong sekaligus menjaga keselarasan,
keharmonisan, kelestarian kehudupan, alam dan manusia.
Menurut Parwati Soepangat, upaya melestarikan ini diperlukanlah;
Pertama, mengikuti hukum universal supaya kehidupannya selaras dan tidak
menyimpang dari hukum yang mengatur semesta dan isinya, yakni melalui jalan
hukum karma (sebab-akibat), hukum paticca samuppada (sebab-musabab yang
bergantungan), hukum anicca (sementara, tidak kekal, berubah) dan hukum
majimma patipada (keseimbangan, jalan tengah, tidak ikut yang ekstrim).
Kedua, Keselarasan dari semua kehidupan (manusia, alam, binatang,
makhluk lain). Semuanya harus bersumber pada lima hukum yang mendasari
kehidupan sebagaimana yang tertera dalam Dhammasangani; Utu Niyama
(hukum tentang energi), Bija Niyama (hukum yang berkaitan dengan botani),
Kamma Niyama (hukum tentang sebab akibat), Cita Niyama (hukum tentang
bekerjanya pikiran), Dhamma Niyama (hukum tentang segala apa yang tidak
diatur keempat Niyama). Dengan membawa keselarasan dalam semesta pada
aturan hukum yang berlaku, maka diharapkan segala macam musibah dapat
dicegah. Ketiga, Tidak merusak atau menghancurkan kehidupan dan bantu
kelestarian. Buddha mengajarkan pelestarian sebagaimana termaktum pada

68

Brahmajala Sutta; "Samana Gotama tidak merusak biji-bijian yang masih dapat
tumbuh dan tidak mau merusak tumbuh-tumbuhan"; Tidak membunuh makhluk,
Samana Gotama menjauhkan diri dari membunuh makhluk. Ia telah membuang
alat pemukul dan pedang. Ia tidak melakukan kekerasan karena cinta kasih, kasih
sayang, dan kebaikan hatinya kepada semua makhluk." Keempat, mengingkatkan
tanggung jawab bersama dan mengurangi keserakahan.
Mari kita renungkan Anguttara Nikaya (1.60) Hujan yang turun di satu
daerah pada suatu waktu akan berkurang ketika masyarakat berada di bawah
kuasa keinginan yang menyesatkan, keserakahan tanpa alasan dan mengikuti
pengertian nilai salah. Cuaca kering menyebakan kelaparan sebagai akibat
peningkatan laju kelahiran.
Akibat keserakahan manusia akan kemewahan, kekayaan dan kekuasaan
telah menyebabkan berdirinya pabrik, mall yang dapat menimbulkan masalah
polusi udara, air, tanah, suara, cuaca yang mempengaruhi flora, pauna dan alam
sekitar. Dengan menumbuhkan kesadaran ini dapat membuahkan lingkungan
saling berinteraksi dalam kehidupan dan menimbulkan tanggung jawab bersama
pada lingkungan untuk dipelihara dan dilestarikan. (Parwati Soepangat,2002:8588)
Keselarasan Alam
Pentingnya menjaga keselarasan dengan alam sering dinamai ahimsa,
seperti ditulis Dian Maya Safitri dengan merujuk kepada Ian Harris, Professor
bidang Kajian Buddha (Buddhist Studies) di Universitas Cumbria dalam buku
Ecological Buddhism (2003) yang mengemukakan konsep tentang ahimsa
(keharmonisan, tanpa kekerasan, tidak merusak) terhadap dunia tumbuhan
sebagai bagian penting dari dhamma (ajaran Buddha) yang akan menentukan
jalan menuju nibbana (pembebasan), telah menginspirasi anggota sangha
(komunitas Biksu) dan orang awam untuk berbuat baik terhadap alam. (Kompas,
31/12/2010)
Dalam upaya menciptakan Tanah Sunda sebagai green province dengan
agenda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Provinsi Jawa Barat perlu
melibatan semua komponen untuk menjaga alam ini tanpa menitikberatkan
terhadap Pemerintah. Para karuhun urang selalu memberikan dongeng-dongeng
untuk tetap menjaga keberadaan hutan, alam sekitar supaya dijaga, dipelihara,
dilestarikan dan mendapatkan perhatian lebih sekaligus larangan (pamali) untuk
tidak merusaknya.
Mari kita tengok dari beberapa cerita-cerita; macan putih Sancang
(Garut), Cipatujah (Tasikmalaya) Badak Cihea dan Bojonglarang (Cianjur),
Banteng Cikepuh (Sukabumi) dan Lebak Siliwangi (Bandung) supaya
menumbuhkan kecintaan kita terhadap alam sekitar.
Kiranya, petuah Buddha Gotama di khotbah terakhir di Hutan Sala milik
Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara perlu kita renungkan
sejenak untuk mempengingati Waisak ini.

69

"Ajaranku yang terpenting adalah: Anda harus bisa menaklukkan diri


sendiri. Jauhkan keserakahan dan nafsu keinginan. Berjalan di tempat yang
benar menjalankan hidup suci. Dengan kejujuran dan kebenaran. Selalu
mengingat: Kehidupan dan tubuh ini sangat singkat dan semtara. Bilamana dapat
merenungkan sedemikan rupa Anda akan bisa menjaukan keserakahan dan nafsu
keinginan, dendam dan amanah. Anda bisa menjauhkan kejahatan." (pasal 4)
"Para siswaku: Sewaktu Anda mengetahui diri sendiri telah terangsang
oleh keserakahan dan nafsu keinginan. Anda harus berjuang keras untuk
mengendalikannya. Anda dapat menjadi majikan bagi diri Anda sendiri. Jangan
sampai diperbudak oleh nafsu keinginan" (pasal 6)
Semoga tibanya Dharmasanti 2555 ini dapat menyelamatkan hutan,
lingkungan, alam Pasundan dengan berangkat dari kebiasaan memelihara
kearifan dan keharmonisan alam sebab ajaran Buddha membabarkan pentingnya
menjaga kelestarian, keharmonisa alam supaya bisa menyelaraskan manusia
sebagai petanda orang dewasa. Selamat Hari Raya Waisak 2555. Sabbe satta
bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. (*)
IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program
Religious Studies.

D. Tulisan rohani terkait agama Hindu:


Enam Cara Beragama menuju Tuhan
Oleh : Ibn Ghifarie | 09-Mei-2011, 20:24:19 WIB
KabarIndonesia - Dalam ajaran Hindu untuk menuju Tuhan diperlukanlah
empat jalan. Pertama, jalan menuju Tuhan melalui pengetahuan (Jnaya Yoga).
Untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan
intelektual yang kuat. Ide adalah yang paling penting. Jika orang merasa yakin
terhadap sesuatu maka keyakinan itu benar-benar membawa perbedaan yang
nyata dalam kehidupan mereka karena hidup mereka mengikuti garis
pemikirannya. Seperti Buddha, Socrates.
Kedua, jalan menuju Tuhan melalui cinta (Bhakti Yoga). Sumbernya dari
cinta yang berada di hati manusia. Bagaikan air gangga tiada putus-putus
mengalir ke samudra kata Tuhan dalam Bhagavata Purana.
Ketiga, jalan menuju Tuhan melalui kerja (Karma Yoga). Orang-orang
yang berwatak aktif. Ia yang bekerja tanpa perasaan lekat pada pekerjaannya
dan menyerahkannya untuk Tuhan tidak ternola oleh akibatnya. Bagikan daun
bunga teratai tidak ternoda oleh air di sekitarnya Bhagavada-Gita,V:10.
Keempat, jalan menuju Tuhan melalui latihan psikologis (Raja Joga).
Membawa orang ketarap yang luar biasa tinggi. Orang yang mempunyai
kecenderungan pribadi pada ilmu pengetahuan. Ini merupakan jalan Tuhan
melalui latihan-latihan psikologis.

70

Syaratnya memiliki dugaan kuat dari kita yang sesungguhnya jauh


mengagumkan yang kita sadari dan hasrat untuk mengalami secara langsung
jangkauanya sepenuhnya. Tujuannya untuk membuktikan keabsahan dari
pandangan rangkap empat tentang manusia dengan cara membimbing si pencari
kebenaran untuk secara pribadi langsung mengalami. Metodenya dengan mawas
diri (Huston Smith, 2004:37-59)
Sejatinya, apa pun agamanya untuk dapat mencapai realitas mutlak,
diperlukan enam cara pengalaman beragama. Ini dikemukakan oleh Dale
Cannon, pakar Studi Agama dari Amerika Serikat dalam Six Ways of Being
Religious; A Framework for Comparative Studies of Religion (BelmontWashington:Wadsworth, 1996). Edisi Indonesia berjudul Enam Cara Beragama
hasil terjemahan Djumannuri, Sahiron yang diterbitkan oleh Direktorat
PT.Agama Islam, 2002. pada tahun 2002.
Keenam cara beragama itu, adalah pertama, ritus suci (way of sacred
rite). Prospek hidup menghadapai peristiwa-peristiwa penting tanpa pola
arketipe yang diikuti, tanpa rasa ketepatan yang mendasar dan mutlak.
Memotivasi cara ritus suci. Singkatnya, cara ritus suci berpusat pada pemakaian
ritus suci sebagaimana ditunjukan oleh namanya. (h. 48)
Kedua, perbuatan benar (way of right action). Prospek (aktualisasi) polapola tingkahlau yang bertentangan dengan kesadaran tertib kosmik normatif
(keadilan). Memotivasi cara perbuatan benar. Singkatnya, cara perbuatan benar
ini memusatkan perhatian pada perbuatan, tingkah laku yang benar baik
perorangan maupun masyarakat. (h. 54)
Ketiga, cara ketaatan (way of devotion). Pengalaman yang mengancam
kemampuan emosional luar biasa seseorang untuk menanggungnya. Memotivasi
cata ketaatan. Pendeknya, cara ketaatan dipusatkan pada ketaatan seperti diduga
tetapi bukan sembarang ketaatan. (h. 58)
Keempat, mediasi samanik (way of shamanic mediation). Tanpa bantuan
menghadapi krisis yang terjadi, pemecahannya mengatasi mengatasi sumbersumber duniawi. Memotivasi cara mediassi samanik. Pendeknya, cara mediasi
samanik menaruh perhatian pada usaha menghadapi tantangan-tantangan berat
yang disebabkan oleh kehidupan. (h. 61)
Kelima, pencarian mistik (way of mystical). Kegelisahan karena kebaikan
yang tidak riil dan tidak subtansial. Memotivasi pencarian mistik. Singkatnya,
cara pencarian mistik usaha secara sadar dengan menggunakan disiplin aksetik
dan meditatif untuk mengatasi batasan pengalaman kesadaran biasa. (h. 66)
Keenam, penelitian akal (way of reasoned inquiry). Hal-hal yang
dipahami, sehingga jika tidak dijelaskan akan mengurangi kesadaran atas bendabenda keseluruhan. Memotivasi cara pencarian akal. Pendeknya, cara penelitian
akal diarahkan pada usaha memahami benda-benda, bagaimana bersesuaian
satu sama lain dan mengapa benda-benda itu merupakan cara keberadaannya,
terutama untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan pemahaman
orang lain. (h. 69)

71

Alhasil, perbuatan besar berpusat pada usaha memahami benda-benda,


bagaimana bersesuaian dengan aturan mutlak dan normatif segala benda.
Pasalnya, cara ketaatan disibukkan dengan usaha memusatkan apeksi seseorang
dalam membentuk penyerahan diri sepenuh cinta kepada realitas mutlak sebagai
pemberi rahmat dan kasih sayang. Mediasi samanik berusaha menyatu dengan
realitas mutlak sebagai mediator (penghubung) intervensi supranaturalnya dalam
urusan dunia dengan jalan masuk ke dalam kesadaran yang sudah diubah.
Pencarian mistik berusaha mencari kesatuan seluruh diri secara langsung
dan disadari dengan realitas mutlak dengan menggunakan teknik-teknik asketik
dan meditatif yang dirancang untuk mengatasi batas-batas yang tidak jelas dan
dorongan-dorongan pengalaman biasa yang menggelisahkan dan seakan-akan
dikemukakkan di jalan itu. Cara pemeliharaan akal bertujuan menyatukan akal
dengan mina mutlak dalam mencari pemahaman yang dapat diterima akal
tentang benda-benda dalam perspektif mutlak. (Dale Cannon, 2002; 85-86)
Dale Connon, berharap dengan enam cara bergama dan wawasan tentang
perbedaan di pelbagai tradisi keagamaan, seseorang akan dapat terhindar dari
rasa kealfaan dan berada pada posisi nyaman dalam mengapresiasi cara
pengalaman beragama antara persamaan dan perbedaan yang mungkin terdapat
berbagai praktif penghayatan keagamaan.
Kesiapan menemukan persamaan atau perbedaan dalam berkeyakinan
agama serta kesiapan mempelajari arti penting ini dari sudut persamaan yang
diakui dalam cara-cara beragama akan membuat kemungkinan-kemungkinan
dialog konstruktif antar berbagai tradisi keagamaan. (Dale Cannon, 2002; 11-15)
Dengan demikian, orang-orang yang berasal dari latar belakang iman
yang berbeda dapat belajar satu sama lain apa yang serupa atau apa yang
merasa dimiliki bersama dan yang tidak, tanpa kehawatiran terjebak pada praktik
penyampuradukan iman atau mengingkari agama orang lain. Ini dapat menolong
untuk mengembangkan dialog kontruktif antar subtradisi di satu tradisi
keagamaan yang sama.
Mari kita menebar petuah Hans Kung, President of Global Ethic
Foundation Semua agama memberikan jawaban terhadap problem makna
segala sesuatu mengenai kehidupan dan sejarahnya, dilihat dari realitas mutlak
yang memiliki pengaruh kini dan di sini. Apakah ia dideskripsikan sebagai
kebangkitan dalam agama Yahudi klasik, kehidupan abadi dalam Kristen, sorga
dalam Islam, moksa dalam Hinduisme, nirvana dalam Buddhisme atau dalam
Taoisme sebagai keabadian. Tepatnya, berhadapan dengan perasaan frustrasi
serta pengalaman kegagalan dan penderitaan, agama-agama dapat membantu
memberikan bimbingan melalui pemaknaan di balik peristiwa kematian. Kini dan
di sini, sekurang-kurangnya di saat dukung moral mengalami kegagalan (Hans
Kung, 1991:53-60). (*)
IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung program
Religious Studies dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis
(IRFANI) Bandung.

72

E. Tulisan terkait etnik Tionghoa:


Kerukunan Antarumat Beragama di Kupang
Oleh : Iwan Balla | 11-Feb-2013, 11:22:40 WIB
KabarIndonesia - Ratusan warga Tionghoa di Kupang, Nusa Tenggara
Timur (NTT), Minggu, 10 Februari 2013 merayakan tahun baru Imlek dengan
menggelar misa syukur bersama di Gereja Katedral yang dipimpin Uskup Agung
Kupang, Mgr Petrus Turang.
Misa yang berlangsung hikmat, tidak hanya dihadiri etnis Tionghoa,
namun warga lokal yang turut merayakan Imlek dengan busana khas Tionghoa.
Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang dalam kotbahnya meminta
etnis Tionghoa untuk menjaga hubungan kasih dengan warga pribumi.
Jagalah hubungan baik dengan sesama manusia, terutama warga
pribumi, pintanya.
Nuansa Tionghoa nampak dalam perayaan misa perayaan Imlek tersebut.
Etnis Tionghoa yang menghadiri misa tersebut mengenakan busana khas mereka.
Bahkan, ornamen dalam gereja pun bernuansa Tionghoa yang didominasi warna
merah.
Di depan gereja Katedral mulai terasa suasana Imlek dengan hiasan
lampion-lampion. Gereja Katedral mengkhususkan misa III pada hari Minggu ini
bagi etnis Tionghoa yang merayakan Imlek.
Pastor Paroki Katedral Kupang, Romo Ambros Lajar membenarkan misa
ke-III ini dikhususkan bagi etnik Tionghoa yang merayakan tahun baru Cina.
Ini merupakan tradisi etnis Tionghoa yang telah dimasukan dalam
gereja Katolik, katanya.
Usai perayaan misa dilanjutkan pertunjukan dua Barongsai serta seekor
naga atoin meto yang dimain etnis Tionghoa di depan gereja untuk merayakan
Imlek. Pada saat bersamaan, etnis Tionghoa juga membagikan angpao bagi
anak-anak yang menjadi rebutan. (*)

73

BAB IV
HASIL PENELITIAN DINAMIKA KERJA CITIZEN JOURNALISM
DALAM MANAJEMEN REDAKSI RUBRIK ROHANI
WWW.KABARINDONESIA.COM

A.

STRUKTUR

MANAJEMEN

KERJA

CITIZEN

REDAKSI

JOURNALISM
RUBRIK

DALAM
ROHANI

WWW.KABARINDONESIA.COM
Citizen journalism mempunyai ciri kerja yakni semua orang dari berbagai
latar belakang dapat menjadi wartawan dan menuliskan karya mereka untuk
dijadikan bahan informasi serta mengirimkannya pada salah satu kanal khusus
citizen journalism dan situs www.kabarindonesia.com memfasilitasi aktivitas
jurnalistik tersebut.
Untuk mengetahui struktur kerja citizen journalism dalam manajemen
redaksi rubrik rohani www.kabarindonesia.com, dilakukan analisis menggunakan
teori payung (umbrella perspective) yang menggunakan lima area dalam
perspektif tersebut sebagai berikut:
1. Hardware
Hardware adalah aspek paling jelas dari sebuah teknologi. Ia adalah
peranti fisik yang berkaitan dengan teknologi. Hardware adalah bagian nyata dari
sebuah sistem teknologi, sementara itu, teknologi baru umumnya bersumber dari
perkembangan dalam bidang hardware.

74

Dalam hal ini, situs www.kabarindonesia.com atau harian online


KabarIndonesia (HOKI) merupakan bentuk dari suatu teknologi. Dalam dunia
maya, situs ini merupakan suatu bentuk perangkat keras (hardware) yang
menjadi wadah bertemunya para citizen journalist, editor serta pembaca harian
online tersebut. Ia adalah satu bentuk media yang bergerak di bidang citizen
journalism yang bernaung di bawah Yayasan Peduli Indonesia (YPI).
Enabling Factor
Situs www.kabarindonesia.com hadir setelah Yayasan Peduli Indonesia
(YPI) mendirikannya pada 11 November 2006 dengan melalui Akta Notaris Kroes
& Partner nomor 2006.046340.01/CK di Alphen aan den Rijn, Belanda, dan
terdaftar di kamar dagang Belanda dengan nomor registrasi: 28112332 atas nama
Elisabeth Widiyati sebagai Ketua.
Harian online www.kabarindonesia.com (HOKI) didirikan pada
11 November 2006, di bawah Yayasan Peduli Indonesia di Utrecht,
Belanda. Yayasan Peduli Indonesia sendiri didirikan pada 21 September
2006 melalui Akta Notaris Kroes & Partner nomor 2006.046340.01/CK di
Alphen aan den Rijn, Belanda, dan terdaftar di kamar dagang Belanda
dengan nomor registrasi: 28112332 atas nama Elisabeth Widiyati sebagai
Ketua.84

Situs www.kabarindonesia.com memiliki kesungguhan untuk menjadi


salah satu media yang fokus pada bidang citizen journalism di Indonesia terbukti
dengan adanya Akta Notaris yang didaftarkan di Belanda tersebut. Sebagai
hardware, situs ini menjadi jembatan yang mengomunikasikan pesan berupa
konten-konten berita kepada khalayak yang membutuhkan informasi.

84

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 13 Januari 2014, pukul 18.06.06 WIB.

75

Media ini juga memiliki kantor redaksi di Indonesia. Hal ini semakin
mengukuhkan

kesungguhan

HOKI

untuk

menjadi

corong

yang

menginformasikan kebenaran dan demokrasi di Indonesia. Tentunya berita ditulis


oleh citizen journalist yang memiliki kepedulian akan rakyat, bangsa, negara
Indonesia.
Di Indonesia, kantor redaksi media tersebut berada di Graha MIK
Taman Perkantoran Kuningan Jalan Setia Budi Selatan Kavling 16-17
Jakarta, Indonesia, kode pos 12920, telepon: 021-57941780. Sedangkan
alamat pusatnya berada di Utrechtstraat 90 2408 GS Alphen aan den Rijn,
The Netherlands (Belanda).85

Software
Pemahaman terhadap teknologi komunikasi membutuhkan lebih dari
sekedar mempelajari hardware; penting juga untuk memahami pesan yang
dikomunikasikan melalui sistem teknologi. Pesan-pesan ini akan merujuk pada
software.
a. Motivating Factor
Situs www.kabarindonesia.com didirikan dengan memiliki visi, misi, dan
tujuan. Visi, misi, dan tujuan tersebut merupakan pesan-pesan atau software
yang dikomunikasikan oleh harian online KabarIndonesia (HOKI) lewat konten
media yang berupa rubrik, tak terkecuali subrubrik rohani yang merupakan
subrubrik dari rubrik berita untuk keperluan informasi dan wawasan para
pembacanya.

Visi

media

online

ini

adalah

untuk

menjadikan

www.kabarindonesia.com sebagai koran online tepercaya dengan motto Dari kita


untuk kita.
85Wawancara tertulis dengan Supadiyanto,

13 Januari 2014, pukul 18.06.06 WIB.

76

Visi: menjadikan Kabar Indonesia koran online terpercaya. Kabar


Indonesia adalah koran gotong royong (collaborative content creation).
Oleh sebab itulah, KabarIndonesia harus menjadi corong kebenaran yang
informatif dan demokratif. Pengunjung KabarIndonesia adalah Penulis
KabarIndonesia. Sesuai dengan motto KabarIndonesia: Dari kita untuk
kita.86
Sedangkan misinya adalah untuk menyajikan berita-berita menarik dan
selalu up-to-date dengan prinsip from any to many.87
Informasi pun ditulis oleh siapa saja, di mana saja, dan mengenai apa saja
sesuai dengan kategorisasi dalam rubrik media tersebut.
Secara prinsipil, setiap pewarta warga (baik yang berada di dalam
negeri maupun luar negeri) bebas mengirimkan karya mereka dalam
bentuk berita, opini, karya fiksi, maupun foto ke HOKI.88

b. Enabling factor
Terdapat dua rubrik besar di HOKI yaitu rubrik berita dan rubrik foto.
Dalam rubrik berita, terdapat 24 subrubrik yang menaungi tulisan dari para citizen
journalist HOKI. Para pembaca media online ini kebanyakan menjadi citizen
journalist pada situs tersebut, tidak terkecuali subrubrik rohani.
Situs www.kabarindonesia.com menyediakan 24 subrubrik,
masing-masing: Rubrik Budaya, Cerpen, Daerah, Ekonomi, Hiburan,
Hukum, Internasional, Iptek, Kesehatan, Konsultasi, Lingkungan Hidup,
Lomba, Lowongan Kerja, Nasional, Olahraga, Opini, Pariwisata, Pemilu,
Pendidikan, Politik, Profil, Puisi, Rohani, dan Serba-serbi yang melayani
berbagai macam jenis kebutuhan informasi para pembacanya. Jumlah
penulis maupun beritanya tidak terbatas, sehingga menjadi sebuah media

86

http://www.kabarindonesia.com/regpenulis.php diakses pada 16 April 2014, pukul


10.10.16 PM.
87
http://www.kabarindonesia.com/regpenulis.php diakses pada 16 April 2014, pukul
10.10.16 PM.
88
Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.

77

yangnever-ending-story. Pengunjung situs HOKI adalah sekaligus


penulis berita pada laman tersebut.89

Menganalisa subrubrik rohani sama halnya seperti menganalisa alur


keredaksian seluruh rubrik di HOKI. Citizen journalist membuat karya kemudian
memasukannya ke subrubrik yang dikehendaki dalam rubrik berita.
Secara prinsipil, setiap pewarta warga (baik yang berada di dalam
negeri maupun luar negeri) bebas mengirimkan karya mereka dalam
bentuk berita, opini, karya fiksi, maupun foto ke HOKI; termasuk ke
subrubrik rohani (ingat, Rohani merupakan subrubrik dalam Rubrik
Berita; bukan rubrik besar). Dari setiap karya pewarta warga tersebut, alur
karya setiap pewarta warga pada dasarnya mereka sudah menetapkan
karya mereka tersebut diusulkan untuk dimuat di subrubrik yang mereka
inginkan dari 24 subsrubrik yang terdapat dalam Rubrik Berita.90

Berita yang dikirim ke HOKI memiliki kategorisasi yang nantinya akan


ada berita yang menjadi headline dikarenakan tingkat kedalaman nilai berita dan
berita yang sifatnya biasa dan tidak terlalu mendesak.
Kategori berita, ada dua macam kategori berita: Berita Regular,
merupakan berita biasa yang hanya ditayangkan di bagian topik berita saja.
Berita Utama, merupakan berita yang ditayangkan di kolom berita utama
mapun di bagian topik berita.91

c. Inhibiting factors
Citizen journalist dan anggota redaksi HOKI bekerja secara sukarela, tidak
mendapat imbalan atas hasil jerih payah yang dilakukan. Segala macam kendala
terkait kerusakan selama melakukan kerja jurnalistik untuk HOKI, ditanggung
89

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.
91
Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 20 April 2014, pukul 06.30.02 WIB.
90

78

sendiri. HOKI tidak diberatkan untuk beban penggantian kerusakan. Para jurnalis
di HOKI benar-benar menerapkan semangat kerja citizen journalism secara
sukarela atas dasar ingin berbagi manfaat.
Contoh penafsiran atas klausul di atas; misalnya pewarta HOKI
mengalami kerusakan laptop, kamera, alat transportasi ketika melakukan
kerja jurnalisme ala pewarta HOKI; maka mereka tidak bisa mengklaim
biaya perbaikan atas kerusakan yang ditimbulkan kepada redaksi atau
manajemen HOKI, atau meminta pertanggungjawaban kepada HOKI.92

2. Level Infrastruktur Organisasi


Infrastruktur organisasi merupakan sekelompok organisasi yang terlibat
dalam proses produksi dan distribusi teknologi. Dalam hal ini, citizen journalist
www.kabarindonesia .com adalah orang-orang yang melakukan proses produksi
berita, mulai dari perencanaan, peliputan, sampai produksi berita.
Sementara itu, anggota redaksi situs www.kabarindonesia.com adalah
orang-orang yang mengelola hasil produksi berita para citizen journalist dan
mendistribusikannya dalam bentuk penayangan berita melalui situs HOKI.
a. Enabling Factor
Karya yang ditayangkan di HOKI harus melalui tahapan-tahapan yang
telah dicanangkan oleh bagian redaksi, meliputi: proses penyuntingan oleh editor
(redaktur) dan proses seleksi layak tayang atau tidak oleh dewan redaksi HOKI.
Apabila karya-karya citizen journalist tersebut sudah menjalani tahapan-tahapan
tersebut

maka

92

berita

tersebut

akan

ditayangkan

oleh

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.

situs

79

www.kabarindonesia.com. Tahapan penyuntingan oleh editor (redaktur) dilakukan


dengan mengubah naskah yang masuk di kotak Edit Berita, kemudian berita
yang telah lolos proses sunting sesuai SOP editor, akan dinaikan statusnya
menjadi berita valid. Tidak adanya spesialisasi editor di media ini, sehingga
seluruh editor bekerja bergantian dalam menyunting karya para citizen journalist.
Setelah karya berita masuk di meja redaksi HOKI, maka akan
diseleksi oleh para editor HOKI. Editor HOKI berkewajiban melakukan
penyuntingan setiap karya yang dikirimkan oleh pewarta warga pada
berbagai subsrubrik yang dimiliki HOKI. Sehingga tidak ada spesialisasi
editor subrubrik maupun rubrik di HOKI. Tetapi seluruh editor HOKI
berkewajiban mengeditori seluruh karya pewarta warga yang masuk ke
redaksi HOKI pada seluruh subrubrik maupun rubrik di HOKI.93

Hal tersebut tentunya membuat seluruh editor HOKI harus memiliki


pengetahuan dan wawasan luas guna penguasaan konten-konten karya citizen
journalist, terutama multidisiplin ilmu, termasuk saat mengeditori rubrik rohani.

b. Limiting Factor
Dalam menyunting karya citizen journalist agar menjadi berita yang sesuai
kaidah jurnalistik, para editor menyunting dengan teliti karya tersebut. Jumlah
penulis aktif HOKI yang mencapai hampir 15.000 orang, cukup membuat editor
kesulitan dalam menyunting isi karya para citizen journalist.
Karena itu, sesama editor sering melakukan sharing dan konsultasi dengan
editor HOKI lainnya, maupun dewan redaksi.

93

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.

80

Ketika editor HOKI menemui kesulitan untuk menentukan apakah


sebuah karya pewarta warga layak atau tidak layak dimuat di HOKI; maka
editor HOKI tersebut boleh berkonsultasi dengan sesama editor lainnya.
Dan atau ketika mereka tetap sulit menentukan apakah konten sebuah
karya pewarta warta tersebut layak atau tidak layak ditayangkan di HOKI;
mereka boleh menyerahkan kewenangan tersebut pada dewan redaksi
HOKI.94
Penentuan berita dilakukan berdasarkan pada mutu konten dari berita atau
tulisan yang dikirimkan oleh setiap pewarta warga juga dengan memperhatikan
rekam jejak dari penulis bersangkutan. Hal ini dilakukan karena pihak redaksi
pernah melakukan black list pewarta warga yang pernah mengirimkan copypaste tulisan atau berita yang pernah dimuat di media lain. Karena itu, walaupun
media citizen journalism ini memiliki banyak penulis aktif, namun dalam hal
seleksi serta originalitas karya, prosedurnya sangat ketat dan teliti untuk
menghindari hal semacam plagiarisme.
Redaksi pernah mem-black list pewarta warga yang pernah
mengirimkan kopi paste tulisan yang pernah di muat di media lainnya.
95

c. Motivating Factor
Setelah setiap karya pewarta warga yang sudah disunting oleh para editor
ditetapkan dengan status valid, karya-karya tersebut sudah menjadi kewenangan
para dewan redaksi untuk ditayangkan (dimuat) atau justru tidak ditayangkan
(ditolak) di HOKI. Hal itu menjadi kewenangan mutlak atau otoritas penuh dari
para dewan redaksi HOKI. Setiap anggota dewan redaksi HOKI memiliki
kewenangan penuh untuk menayangkan sekaligus menolak konten-konten setiap
karya pewarta warga yang sudah ditetapkan status sebagai valid oleh para editor
HOKI. Para anggota dewan redaksi HOKI memegang tiga kunci utama, yaitu:
94

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 20 April 2014, pukul 06.30.02 WIB.

95

81

menetapkan karya citizen journalist dengan status aktif, menolak, dan atau
non aktif setiap saat. Hal ini dilakukan demi memerangi masalah plagiarisme
dalam penayangan konten berita dan menerapkan etika jurnalistik dalam media
tersebut.
Setiap anggota dewan redaksi HOKI memiliki kewenangan penuh
untuk menayangkan sekaligus menolak konten-konten setiap karya
pewarta warga yang sudah ditetapkan status sebagai "valid" oleh para
editor HOKI. Para anggota dewan redaksi HOKI memegang tiga kunci
utama: yaitu menetapkan karya pewarta warga dengan status "aktif",
"menolak", dan atau "non aktif" setiap saat.96

Pekerjaan para editor maupun dewan redaksi HOKI dalam menyunting


maupun menayangkan berita di HOKI tidak terbatas lokasi dan waktu; bisa
dilakukan dari mana saja, dan kapan saja; sepanjang yang bersangkutan dapat
terkoneksi dengan Internet.
Para anggota redaksi dan para citizen journalist HOKI bekerja secara
sukarela tanpa imbalan apapun, serta mereka memiliki rasa kepemilikan tinggi
terhadap HOKI.

d. Inhibiting Factor
Tugas para editor (redaktur) dan dewan redaksi HOKI sangat berat,
mengingat banyaknya karya yang masuk, tak berimbang dengan jumlah anggota
redaksi, sedangkan karya tersebut harus segera disunting dan ditayangkan sebagai

96

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.

82

konsekuensi dari update informasi. Pula, pada saat tertentu, editor tidak dapat
melakukan aktivitas kejurnalistikannya.
Namun, hal tersebut berhasil di atasi dengan diberlakukan pembagian jam
kerja secara sukarela untuk terus memperbaharui berita (update).
Untuk mengatur rutinitas penayangan konten-konten karya
pewarta warga di HOKI, diberlakukan pembagian jam kerja secara
sukarela oleh para editor dan dewan redaksi HOKI. Hal ini dilakukan
untuk mengantisipasi agar konten-konten HOKI selalu aktual dan terbarui
terus-menerus sepanjang masa.
Serta untuk keadaan tertentu yang tidak memungkinkan diberlakukannya
peraturan kerja seperti biasa, maka manajemen kerja bersifat fleksibel dan setiap
anggota redaksi dapat saling membantu.
Namun pada kondisi tertentu, para anggota dewan redaksi HOKI
juga bisa melakukan tugas sebagai editor yang mem-valid-kan setiap
karya pewarta warta. Sekaligus para editor dan atau anggota dewan redaksi
HOKI menulis sendiri karya di HOKI dengan nama terangnya. 97

97

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

83

Pewarta warga (citizen journalist)


mengirim karya ke HOKI
Berita Teks
Berita Foto

Editor HOKI menerima karya


Mengedit naskah berita yang masuk di
kotak "Edit Berita"
Mengubah status berita dari Berita NonAktif menjadi Berita Valid.

Dewan Redaksi HOKI menerima


berita valid dari editor
Menentukan berita tayang (dimuat) atau
justru tidak tayang (ditolak) di HOKI

Berita ditayangkan di
www.kabarindonesia.com

Gambar 4.1 Alur Penayangan berita pada situs www.kabarindonesia.com. Alur di atas
berlaku untuk semua subrubrik termasuk subrubrik Rohani.

84

3. Level Sistem

Level sistem yang mencakup sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem
media yang mengatur kebijakan umum dalam masyarakat.
a. Enabling Factor
Media online beraliran citizen journalism di Indonesia tumbuh dengan
subur, begitu juga dengan harian online KabarIndonesia (HOKI). Hal ini
dikarenakan Indonesia menganut paham demokrasi. Demokrasi adalah bentuk
atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan
kedaulatan rakyat (kekuasaan negara) atas negara untuk dijalankan oleh
pemerintah negara tersebut. Indonesia juga menganut sistem pers bebas
bertanggungjawab (social responsibility) yang semakin mendukung eksistensi
dari media beraliran citizen journalism.
Keberadaan UU RI Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
(KIP) menjadi landasan hukum yang berkaitan dengan hak setiap orang
memperoleh informasi, kewajiban badan publik menyediakan dan melayani
permintaan informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan (proporsional) dan
cara sederhana serta pengecualian bersifat ketat dan terbatas serta kewajiban
badan publik untuk memenuhi sistem dokumentasi dan pelayanan informasi.
Dengan demikian, setiap badan publik memiliki kewajiban membuka akses atas
informasi publik yang berkaitan dengan badan publik tersebut untuk diketahui
khalayak luas. Hal-hal tersebut menjadi enabling factors dalam bidang politik.
Para pemilik media kini menyadari bahwa informasi yang dimuat pada
media tidak saja berasal dari media utama saja, yang cenderung diisi oleh orang-

85

orang dianggap ternama dan populer saja. Namun, informasi kecil dan dahulu
cenderung diabaikan oleh media utama karena tidak mengandung nilai berita
(news value), itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ditambah, penguasaan
berita akan terasa maksimal apabila masyarakat langsunglah yang melaporkan,
karena mereka yang mengalami kejadian tersebut secara langsung.
Citizen journalism www.kabarindonesia.com menjadikan dirinya satu
forum yang memoderasi pembacanya untuk terlibat dalam laju pertumbuhan
informasi yang kian cepat dan dinamis. Penguasaan informasi merupakan
prasyarat agar sebuah bangsa lebih unggul dibanding negara lain. Hal ini pula
yang mendorong HOKI untuk mencerdaskan bangsa Indonesia dengan asupan
informasi yang berimbang agar menjadi bangsa yang cerdas dan kritis. Hal ini
menjadi enabling factor di bidang media.
Harian online KabarIndonesia (HOKI) tidak memfokuskan diri dalam
mencari keuntungan ekonomi. Media tersebut didirikan bukan untuk ijin dagang
atas penjualan jasa informasi, melainkan didirikan sebagai stichting (yayasan) di
Belanda. Karena itu, enabling factor dalam bidang ekonomi pada HOKI tidak ada,
karena

tidak

ada

unsur

kepentingan

ekonomi

di

belakangnya.

Situs

www.kabarindonesia.com selama ini menerima donasi dari para anggotanya untuk


membantu keberlangsungan media tersebut atau donasi dari masyarakat yang
ingin mengikuti pelatihan menulis yang dilatih oleh para anggota redaksi
www.kabarindonesia.com. Karena itu, enabling factor dalam bidang ekonomi
pada HOKI tidak ada, karena tidak ada unsur kepentingan ekonomi di
belakangnya. Situs www.kabarindonesia.com selama ini menerima donasi dari
para anggotanya untuk membantu keberlangsungan media tersebut atau donasi

86

dari masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan menulis yang dilatih oleh para
anggota redaksi www.kabarindonesia.com. HOKI didirikan oleh Yayasan
Peduli Indonesia yang terdaftar sebagai stichting (yayasan) di Kamar Dagang
Alphen aan den Rijn-Netherlands.98
Situs www.kabarindonesia.com selama ini menerima donasi dari para
anggotanya untuk membantu keberlangsungan media tersebut atau donasi dari
masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan menulis yang dilatih oleh para anggota
redaksi www.kabarindonesia.com. Karena itu, enabling factor dalam bidang
ekonomi pada HOKI tidak ada, karena tidak ada unsur kepentingan ekonomi di
belakangnya.
b. Limiting Factors
Keterbatasan dalam pemahaman dan penggunaan internet menjadi kendala
dalam menjalankan proses kerja jurnalisme warga. Belum semua masyarakat
mengerti dan memahami akan teknologi komunikasi. Faktor geografis menjadi
salah satu alasan tidak meratanya jaringan internet. Sementara itu, jaringan
internet merupakan satu-satunya akses yang dapat berhubungan langsung dengan
www.kabarindonesia.com. Belum meratanya pendidikan mengenai teknologi
komunikasi, manfaat dan segala pembaharuan tentang dunia teknologi komunikasi
membuat sebagian besar masyarakat Indonesia terutama di pelosok daerah, belum
mengenal dan cenderung tidak tahu akan situs www.kabarindonesia.com.
c. Motivating Factors

98

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.

87

HOKI memanfaatkan perkembangan jurnalisme online yang telah


berkembang terlebih dahulu. Dengan memanfaatkan akses internet, penulis dan
pengelola HOKI dapat menerbitkan karya yang mereka produksi untuk menambah
informasi dan memperkaya khazanah keilmuan mereka. Melihat warga Indonesia
yang cenderung antusias dan partisipatif terhadap hal baru, serta sistem adat yang
masih menjunjung tinggi gotong royong, membuat koran gotong royong ini cukup
diminati dan banyak dihidupi oleh citizen journalist dari berbagai kalangan. Hal
ini terbukti dengan peringkatnya yang cukup tinggi untuk media citizen journalist
menurut www.alexa.com, situs yang menilai serta memberi peringkat akan mediamedia di seluruh dunia.
Sebagai catatan tambahan, berdasarkan Ranking di Alexa
(www.alexa.com) pada Senin, 9 Desember 2013, pukul 11.57.00 - 13.23
WIB; situs www.kabarindonesia.com di Indonesia menduduki peringkat
ke-10.441, dan ranking ke-492.691 di dunia. Ranking HOKI lebih baik
jika dibandingkan dengan ranking yang didapatkan oleh situs pewarta lain
misalkan Koran Online Pewarta Warga (KOPI) yang memiliki situs:
www.pewarta-indonesia.com. Pada tanggal dan jam yang sama di atas,
ranking situs KOPI hanya menempati urutan ke-38.968 di Indonesia, dan
ranking ke-1.527.177 di dunia.99

d. Inhibiting Factors
Hal yang menjadi inhibiting factors pada situs www.kabarindonesia.com
lebih pada biaya yang harus ditanggung sendiri oleh para citizen journalist dan
pengelola HOKI. Mereka bekerja secara sukarela, mulai dari proses produksi
berita sampai pendistribusian. Ketika meliput, tentunya sang citizen journalist
harus menanggung biaya transportasi dan akomodasi selama peliputan. Kemudian

99

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014, pukul 15.53.10 WIB.

88

biaya untuk membeli paket internet agar bisa masuk situs HOKI dan mengirimkan
berita.
Para pengelola HOKI pun mengalami hal serupa, di mana dibutuhkan
koneksi internet dan teknologi komputer yang terus menerus siaga (stand by) guna
menampung semua karya yang masuk ke meja redaksi. Hal ini belum termasuk
biaya perbaikan atas kerusakan alat-alat produksi dan distribusi berita, seperti
laptop, kamera, recorder, modem, dan lain sebagainya.
4. Individual User
Pengguna media ini adalah para citizen journalist yang berperan selain
menjadi pembaca juga sebagai penulis dalam harian online ini. Citizen journalist
yang turut serta dalam mengirimkan karya di HOKI adalah mereka yang telah
mengerti dan memahami internet dan fungsi dari media beraliran jurnalisme
warga. Dengan dorongan untuk berbagi terhadap sesama, mereka berperan aktif
dalam menyebarkan informasi dan wawasan kepada sesama pembaca dalam
segala aspek, seperti dalam subrubrik rohani.
Dalam subrubrik rohani, menyebarkan nilai-nilai dan kebaikan agama
dengan tujuan memberi pencerahan kepada sesama umat atau pemeluk agama
lain.

HOKI

memberikan

kesempatan

kepada

setiap

pewarta

warga

mengekspresikan gagasan (pendapat) dan membagikan informasi kepada publik


mengenai dinamika kehidupan sosial-keagamaan yang ada di sekitar mereka.
Secara normatif, subrubrik Rohani pada Rubrik Berita diadakan
untuk memberikan kesempatan kepada setiap pewarta warga
mengekspresikan gagasan (pendapat) dan membagikan informasi kepada

89

publik mengenai dinamika kehidupan sosial-keagamaan yang ada di


sekitar mereka.100
Penulis dari subrubrik keagamaan ini pula tidak dibatasi oleh status atau
profesi mereka pada agama yang dianut, siapa saja boleh menuliskan karyanya
selama itu memberikan pesan kebaikan untuk seluruh masyarakat. Subrubrik
rohani diperuntukkan kepada siapa pun, tidak terbatas hanya para kyai, ulama,
pendeta, guru, dan sebagainya, melainkan diperuntukkan bagi masyarakat
umum.101
5. Lingkungan/ Faktor Eksternal (Environtment as External Factor)
Lingkungan diistilahkan sebagai faktor eksternal dalam persprektif
payung. Ia memiliki peranan dalam hal pengenalan dan pengoprasian suatu
teknologi komunikasi. HOKI sebagai media citizen journalism peduli akan
masyarakat Indonesia telah melakukan fungsi eksternalnya dengan mengenalkan
dan mengoprasikan medianya kepada khalayak. Beberapa kegiatan HOKI terkait
dengan lingkungan di antaranya adalah melakukan pengenalan dan juga kerjasama
HOKI kepada beberapa universitas ternama, institusi, dan lembaga. Hal ini guna
memperkenalkan secara luas tentang dunia jurnalistik baru yakni citizen
journalismserta bagaimana cara berpartisipasi dalam upaya mencerdaskan bangsa
untuk kemajuan masyarakat dalam bidang penyebaran informasi di media (literasi
media).
HOKI telah menjalin kerjasama beberapa universitas ternama di
Indonesia, dan beberapa institusi media lainnya, antara lain Institut
Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas
Kristen Satya Wacana, Institut Ilmu Sosial dan Politik, Radio Jerman
100

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

101

90

Deutsche Welle dan Radio Taiwan International guna memberikan


manfaat yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia serta
memantapkan eksistensinya sebagai institusi media yang menjadi milik
publik.102
Selain itu, kerjasama ini menyasar para pekerja akademis agar ikut
berpartisipasi dalam menulis dan memublikasikan tulisannya di HOKI.
Dengan UGM, misalnya, HOKI mengadakan kerjasama dengan
Dekan Fakultas Kehutanan universitas itu dalam lomba menulis tingkat
nasional tentang lingkungan hidup. Kerjasama tersebut terus berlanjut
dengan mengharapkan berbagai karya tulis dari berbagai akademisi untuk
dapat menuliskan karya mereka di HOKI.103

Jenis isi media yang ditayangkan pada subrubrik rohani HOKI adalah
berita lempang (straight news), karya ulasan atau uraian dan opini yang
membahas seputar kegiatan dan dinamika sosial-keagamaan di masyarakat. Berita
lempang (straight news) melaporkan seputar kegiatan keagamaan yang
diselenggarakan di suatu daerah di Indonesia dengan prinsip 5W+1H (what, who,
where, when, why, dan how) dan berisikan toleransi agama dan cinta kasih
antarsesama pemeluknya. Contoh berita lempang (straight news) di subrubrik
HOKI :
Kerukunan Antarumat Beragama di Kupang
Oleh : Iwan Balla | 11-Feb-2013, 11:22:40 WIB
KabarIndonesia - Ratusan warga Tionghoa di Kupang, Nusa Tenggara
Timur (NTT), Minggu, 10 Februari 2013 merayakan tahun baru Imlek dengan
menggelar misa syukur bersama di Gereja Katedral yang dipimpin Uskup Agung
Kupang, Mgr Petrus Turang.
Misa yang berlangsung hikmat, tidak hanya dihadiri etnis Tionghoa,
namun warga lokal yang turut merayakan Imlek dengan busana khas Tionghoa.

102

http://www.kabarindonesia.com/ diakses pada 9 Desember 2013, pukul 16.50 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 14 April 2014, pukul 08.14 WIB.

103

91

Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang dalam kotbahnya meminta


etnis Tionghoa untuk menjaga hubungan kasih dengan warga pribumi.
Jagalah hubungan baik dengan sesama manusia, terutama warga
pribumi, pintanya.
Nuansa Tionghoa nampak dalam perayaan misa perayaan Imlek tersebut.
Etnis Tionghoa yang menghadiri misa tersebut mengenakan busana khas mereka.
Bahkan, ornamen dalam gereja pun bernuansa Tionghoa yang didominasi warna
merah.
Di depan gereja Katedral mulai terasa suasana Imlek dengan hiasan
lampion-lampion. Gereja Katedral mengkhususkan misa III pada hari Minggu ini
bagi etnis Tionghoa yang merayakan Imlek.
Pastor Paroki Katedral Kupang, Romo Ambros Lajar membenarkan misa
ke-III ini dikhususkan bagi etnik Tionghoa yang merayakan tahun baru Cina.
Ini merupakan tradisi etnis Tionghoa yang telah dimasukan dalam
gereja Katolik, katanya.
Usai perayaan misa dilanjutkan pertunjukan dua Barongsai serta seekor
naga atoin meto yang dimain etnis Tionghoa di depan gereja untuk merayakan
Imlek. Pada saat bersamaan, etnis Tionghoa juga membagikan angpao bagi
anak-anak yang menjadi rebutan. (*)
Jenis berita selanjutnya adalah karya ulasan atau uraian mengenai
dinamika sosial-keagamaan yang berkaitan dengan kejadian atau fenomena yang
sedang terjadi di masyarakat yang kemudian dianalisis dengan sumber rujukan
menyandarkan pada petikan kitab suci. Contoh karya ulasan yang ditulis oleh
citizen journalist HOKI pada subrubrik rohani:
Waisak dan Keselarasan Alam
Oleh : Ibn Ghifarie | 19-Mei-2011, 02:20:30 WIB
KabarIndonesia - Harus diakui, banjir bandang dan tanah longsor yang
mendera lima kecamatan di Garut Selatan; Cikelet, Pameungpeuk, Cisompet,
Mekarmukti dan Cibalong dengan menelan korban jiwa 10 orang meninggal, 3
orang hilang, dan 6 orang luka-luka merupakan bukti nyata atas ulah lalim
perbuatan manusia. Pasalnya, sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam
dalam sanubari kita membuat alam murka sekaligus unjuk kekuatan. Betapa
tidak, tibanya musim penghujan malah menjadi petaka yang tak bisa terelakkan
karena kita seriang alpa mensyukuri segala pemberian (anugerah) dari Tuhan
ini. Ironis memang.

92

Karena prihatin terhadap tragedi banjir bandang dan tanah longsor,


Daud Muhammad Komar, keturunan masyarakat adat Kampung Dukuh
menuturkan, Apalah artinya kami menjaga dan memelihara kelestarian Gunung
Padukuhan, jika hutan di lokasi lainnya tidak dipedulikan, bahkan dirambah serta
dialihfungsikan, tegasnya (Garut News, 10/5)
Rupaya, kearifan lokal untuk menjaga, melestarikan alam, hutan,
lingkungan sekitar yang diwariskan secara turun-temurun tak dipegang. Malahan
keberadaan Leuweung Sancang yang terkenal angker dengan mitos Prabu
Siliwangi sebagai salah seorang Raja Sunda yang menonjol itu, ternyata tidak
mempan untuk dijadikan penangkal pengrusakan, penggundulan, perampasan
hutan yang dilakukan masyarakat. Haruskah upaya ngamumule alam di tanah
Parahyangan ini hanya lestari pada legenda-legenda semata?
Sejatinya, kehadiran Waisak (2555 BE) yang jatuh pada tanggal 17 Mei
2011 ini tidak hanya sekedar merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran,
pencapaian Penerangan Sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia) tapi
harus memberikan keselarasan, keseimbangan, keharmonisan antara manusia
dengan alam supaya lebih arif dan bijaksana.
Berkah Waisak
Umat Buddhis menyakini berkah terdalam dari adanya detik-detik Waisak
(17 Mei 2011-Pukul 18.08.23 WIB) adalah membersihkan hati, pikiran, menebar
sikap welas asih untuk tetap mendorong sekaligus menjaga keselarasan,
keharmonisan, kelestarian kehudupan, alam dan manusia.
Menurut Parwati Soepangat, upaya melestarikan ini diperlukanlah;
Pertama, mengikuti hukum universal supaya kehidupannya selaras dan tidak
menyimpang dari hukum yang mengatur semesta dan isinya, yakni melalui jalan
hukum karma (sebab-akibat), hukum paticca samuppada (sebab-musabab yang
bergantungan), hukum anicca (sementara, tidak kekal, berubah) dan hukum
majimma patipada (keseimbangan, jalan tengah, tidak ikut yang ekstrim).
Kedua, Keselarasan dari semua kehidupan (manusia, alam, binatang,
makhluk lain). Semuanya harus bersumber pada lima hukum yang mendasari
kehidupan sebagaimana yang tertera dalam Dhammasangani; Utu Niyama
(hukum tentang energi), Bija Niyama (hukum yang berkaitan dengan botani),
Kamma Niyama (hukum tentang sebab akibat), Cita Niyama (hukum tentang
bekerjanya pikiran), Dhamma Niyama (hukum tentang segala apa yang tidak
diatur keempat Niyama). Dengan membawa keselarasan dalam semesta pada
aturan hukum yang berlaku, maka diharapkan segala macam musibah dapat
dicegah. Ketiga, Tidak merusak atau menghancurkan kehidupan dan bantu
kelestarian. Buddha mengajarkan pelestarian sebagaimana termaktum pada
Brahmajala Sutta; "Samana Gotama tidak merusak biji-bijian yang masih dapat
tumbuh dan tidak mau merusak tumbuh-tumbuhan"; Tidak membunuh makhluk,
Samana Gotama menjauhkan diri dari membunuh makhluk. Ia telah membuang
alat pemukul dan pedang. Ia tidak melakukan kekerasan karena cinta kasih, kasih
sayang, dan kebaikan hatinya kepada semua makhluk." Keempat, mengingkatkan
tanggung jawab bersama dan mengurangi keserakahan.

93

Mari kita renungkan Anguttara Nikaya (1.60) Hujan yang turun di satu
daerah pada suatu waktu akan berkurang ketika masyarakat berada di bawah
kuasa keinginan yang menyesatkan, keserakahan tanpa alasan dan mengikuti
pengertian nilai salah. Cuaca kering menyebakan kelaparan sebagai akibat
peningkatan laju kelahiran.
Akibat keserakahan manusia akan kemewahan, kekayaan dan kekuasaan
telah menyebabkan berdirinya pabrik, mall yang dapat menimbulkan masalah
polusi udara, air, tanah, suara, cuaca yang mempengaruhi flora, pauna dan alam
sekitar. Dengan menumbuhkan kesadaran ini dapat membuahkan lingkungan
saling berinteraksi dalam kehidupan dan menimbulkan tanggung jawab bersama
pada lingkungan untuk dipelihara dan dilestarikan. (Parwati Soepangat,2002:8588)
Keselarasan Alam
Pentingnya menjaga keselarasan dengan alam sering dinamai ahimsa,
seperti ditulis Dian Maya Safitri dengan merujuk kepada Ian Harris, Professor
bidang Kajian Buddha (Buddhist Studies) di Universitas Cumbria dalam buku
Ecological Buddhism (2003) yang mengemukakan konsep tentang ahimsa
(keharmonisan, tanpa kekerasan, tidak merusak) terhadap dunia tumbuhan
sebagai bagian penting dari dhamma (ajaran Buddha) yang akan menentukan
jalan menuju nibbana (pembebasan), telah menginspirasi anggota sangha
(komunitas Biksu) dan orang awam untuk berbuat baik terhadap alam. (Kompas,
31/12/2010)
Dalam upaya menciptakan Tanah Sunda sebagai green province dengan
agenda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Provinsi Jawa Barat perlu
melibatan semua komponen untuk menjaga alam ini tanpa menitikberatkan
terhadap Pemerintah. Para karuhun urang selalu memberikan dongeng-dongeng
untuk tetap menjaga keberadaan hutan, alam sekitar supaya dijaga, dipelihara,
dilestarikan dan mendapatkan perhatian lebih sekaligus larangan (pamali) untuk
tidak merusaknya.
Mari kita tengok dari beberapa cerita-cerita; macan putih Sancang
(Garut), Cipatujah (Tasikmalaya) Badak Cihea dan Bojonglarang (Cianjur),
Banteng Cikepuh (Sukabumi) dan Lebak Siliwangi (Bandung) supaya
menumbuhkan kecintaan kita terhadap alam sekitar.
Kiranya, petuah Buddha Gotama di khotbah terakhir di Hutan Sala milik
Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara perlu kita renungkan
sejenak untuk mempengingati Waisak ini.
"Ajaranku yang terpenting adalah: Anda harus bisa menaklukkan diri
sendiri. Jauhkan keserakahan dan nafsu keinginan. Berjalan di tempat yang
benar menjalankan hidup suci. Dengan kejujuran dan kebenaran. Selalu
mengingat: Kehidupan dan tubuh ini sangat singkat dan semtara. Bilamana dapat
merenungkan sedemikan rupa Anda akan bisa menjaukan keserakahan dan nafsu
keinginan, dendam dan amanah. Anda bisa menjauhkan kejahatan." (pasal 4)

94

"Para siswaku: Sewaktu Anda mengetahui diri sendiri telah terangsang


oleh keserakahan dan nafsu keinginan. Anda harus berjuang keras untuk
mengendalikannya. Anda dapat menjadi majikan bagi diri Anda sendiri. Jangan
sampai diperbudak oleh nafsu keinginan" (pasal 6)
Semoga tibanya Dharmasanti 2555 ini dapat menyelamatkan hutan,
lingkungan, alam Pasundan dengan berangkat dari kebiasaan memelihara
kearifan dan keharmonisan alam sebab ajaran Buddha membabarkan pentingnya
menjaga kelestarian, keharmonisa alam supaya bisa menyelaraskan manusia
sebagai petanda orang dewasa. Selamat Hari Raya Waisak 2555. Sabbe satta
bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. (*)
IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati
Bandung Program Religious Studies.

Antara Puasa dan Syahwat Korupsi


Oleh : Ahmad Sidqi | 17-Jul-2013, 20:12:19 WIB
KabarIndonesia - Bulan suci Ramadhan yang sedang kita jalani adalah
bulan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai spiritualistik yang kental. Di
dalamnya terkandung nilai zahid atau zuhud (menghilangkan sifat keduniawian),
nilai maghfiroh (ampunan dari Tuhan) dan masih banyak nilai lainnya. Allah
SWT berfirman; "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
(QS. Al Baqoroh [2]: 183).
Dalam terminologi ayat di atas ada dua makna yang tersirat dari sebuah
ritual yang bernama puasa. Yakni, Allah memerintah kepada umat muslim yang
beriman untuk berpuasa untuk meningkatkan maqom-nya (derajat) menjadi umat
muslim yang bertakwa. Proses terjadinya ketakwaan tidak lain melalui koridor
Islamic law (hukum Islam).
Perlu diketahui bahwa dalam hukum Islam tersebut harus mampu
memaknai esensi puasa. Puasa bukan sekedar menahan hawa nafsu momentum'.
Maksudnya adalah menahan hawa nafsu ketika di bulan Ramadhan saja, akan
tetapi nilai-nilai puasa sebagai transformasi kebaikan dan peningkatan kualitas
diri serta masyarakat yang dinamis.
Karena tujuan puasa adalah menahan hawa nafsu, maka sebagai umat
muslim harus mengetahui nafsu yang terlarang. Nafsu yang terlarang ini terbagi
menjadi dua hal, yakni nafsu ammarah (nafsu keburukan) dan nafsu lawwamah
(nafsu berbuat baik tapi masih berbuat maksiat). Adanya momen puasa sebagai
tempaan untuk melawan dua nafsu tersebut dan mengganti kepada nafsu
muthmainnah (nafsu kebaikan).
Melawan Syahwat' Korupsi

95

Korupsi adalah sebagian kecil dari nafsu lawwamah. Tindakan korupsi


yang sudah merajalela bahkan membudaya di negeri ini dianggap hal yang biasa,
padahal Allah SWT telah melarang hambanya untuk melakukan segala
penimbunan harta yang tidak halal. Allah berfirman; "Telah membuat kalian
lalai, upaya memperbanyak harta, sehingga kalian masuk liang kubur" (QS. AtTakasur [102]: 1-2). Tindakan penimbunan harta ini sudah dijelaskan sebagai
nash yang mutlak diharamkan oleh Tuhan.
Tindakan korupsi yang sudah mengakar ini dalam tingkatan sosial yang
rendah sampai pada tingkatan pemerintahan menyumbangkan kepincangan
dalam nilai agama dan nilai sosial kemasyarakatan. Bangsa Indonesia yang
sebagian besar memeluk agama Islam dan sebagian besar pula mengerti akan
ajaran agama Islam, akan tetapi tidak bisa mengamalkan dari makna ajaran
agama Islam.
Dalam catatan tindak korupsi, pelaku korupsi di Indonesia memeluk
agama Islam. Artinya, nilai spiritual dalam agama perlu dipertanyakan, apakah
agama yang mereka peluk hanya sebagai legalitas kenegaraan?. Mengutip pesan
dari Sayyidina Umar bin Khottob sang khulafaur- rosyidin ketika beliau
menerima jabatan sebagai khalifah, beliau mengatakan; " La islama illa bil
jama'ah wala jama'ata illa bil imarah wala imarata illa bit tho'ah " (Tiada Islam
tanpa komunitas, tiada komunitas tanpa kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan
tanpa ketaatan).
Pemimpin bangsa Indonesia juga harus tegas dalam menindak tegas, adil,
dan jujur untuk memberantas korupsi, karena sudah merusak tatanan
kemaslahatan ummat. Dimulai dari puasa, meresapi nilai puasa hingga menjadi
orang-orang bertakwa sebagaimana sang pembawa risalah agama diutus ke
dunia, Rasululloh SAW untuk menyempurnakan akhlak. Ketika akhlak terpuji
manusia Indonesia sudah menjamur, penulis yakin bahwa perbuatan korupsi dan
sifat-sifat keburukan manusia sejenisnya akan hilang, dan berganti menjadi sifat
perdamaian yang penuh cinta kasih. (*)
*Penulis adalah Penggiat Filsafat, Peneliti Al-Mughni Center Jakarta.
Penulis bisa ditemui di twitter @a_sidqi

Selanjutnya, opini yang dikemukakan dalam subrubrik rohani adalah opini


yang berasal dari renungan batin seorang citizen journalist yang kemudian
dituangkan kedalam tulisan dan serta merta mengajak kepada para pembaca untuk
ikut mengaplikasikan intisari dari opininya. Contoh tulisan opini dalam subrubrik
rohani HOKI :
Menghindari Sikap Iri Hati

96

Oleh : Elias Bidaugi Pigome | 11-Mar-2012, 00:45:58 WIB


KabarIndonesia - Ada trend di sejumlah daerah bahwa sejumlah orang
kaya dan pejabat tinggi mendirikan sekolah yang megah. Karena mereka mencari
sejumlah ahli untuk menjalankan sekolah itu. Para pemilik sekolah ini tidak
segan-segan mengeluarkan banyak uang agar sekolah mereka berkembang
menjadi sekolah terbaik, sekolah bertaraf internasional. Para siswa dan guru
begitu disayangi.
Dengan kasih sayang, dana dan perhatian, seharusnya sekolah itu
berkembang sangat baik. Namun, apa yang terjadi? Beberapa sekolah tidak
berkembang; malah banyak yang ditutup. Penyebabnya adalah konflik pada
tingkat manajemen. Mereka bukan tidak mampu menjalankan sekolah itu. Malah
mereka adalah ahli untuk bidang tersebut. Namun, sikap egois dan iri hati mereka
telah menenggelamkan keahlian yang mereka miliki.
Kata "Iri hati" bisa mengantarkan orang menjadi pembunuh; bahkan
bahkan membunuh saudara sendiri. Dia menjadi korban "sikap iri hati" saudarasaudaranya. Sikap iri hati mengantar orang menyepelekan orang lain bahkan
menyingkirkan saudara sendiri.
Yesus menggambarkan bahwa bangsa Israel adalah kebun anggur yang
sangat disayangi dan dimanja Allah. Namun, orang yang diserahkan untuk
mengelola kebun anggur itu atau pemimpin Israel hanyalah orang-orang
"bermata gelap". Mereka membunuh utusan Tuhan bahkan Putra Tuhan sendiri.
Yesus menyatakan bahwa pemimpin seperti itu bodoh karena membuang batu
sendi yang seharusnya menjadi penyangga bangunan yang paling kokoh.
Saudara dan saudari, hendaklah sikap iri hati disingkirkan dari diri kita
sejak dini, jangan sampai itu menjadi pemicu yang membuat kita melakukan halhal yang jahat. Hiduplah secara benar dan lakukanlah tugas kita secara benar.
Bersyukurlah apa yang ada jangan sampai ambisi dan iri hati menghancurkan
diri kita dan sesama kita. (Kutipan dari percikan hati). (*)
Elias Bidaugi Pigome sebagai Mahasiswa Papuan in Mining Engineering,
Universitas Trisakti Indonesia.

97

B.

KEBIJAKAN

REDAKSIONAL

WWW.KABARINDONESIA.COM

DALAM MENGELOLA RUBRIK ROHANI


Untuk

mengetahui

kebijakan

redaksional

dalam

situs

www.kabarindonesia.com dalam mengelola rubrik rohani, maka dilakukan


analisis dengan menguraikan pedoman dan peraturan yang digunakan media
citizen journalism tersebut.
1. Berpedoman pada nilai berita
Human Interest
Rubrik rohani hadir sebagai forum untuk mengekspresikan pendapat dan
berbagi informasi sesama citizen journalist mengenai spiritualitas keagamaan.
Pluralisme di HOKI pun sangat terjaga tanpa membeda-bedakan siapa yang
menulis dan apa statusnya dalam kehidupan keagamaannya sehari-hari.
Secara normatif, adanya subrubrik Rohani pada Rubrik Berita
diadakan untuk memberikan kesempatan kepada setiap pewarta warga
mengekspresikan gagasan (pendapat) dan membagikan informasi kepada
publik mengenai dinamika kehidupan sosial-keagamaan yang ada di
sekitar mereka. Subrubrik rohani diperuntukkan kepada siapapun, tidak
terbatas hanya para kyai, ulama, pendeta, guru, dan sebagainya, melainkan
juga masyarakat umum.104

Subrubrik rohani mengedepankan nilai berita kerohanian yang sifatnya


menyebarkan kebaikan, perdamaian, dan kerukunan antarumat beragama di
Indonesia.
Subrubrik ini diadakan agar para penulis sekaligus pembaca
subrubrik ini memiliki kepedulian tinggi pada dinamika kehidupan
spiritual, rohani, keagamaan, maupun kegiatan-kegiatan lain yang mampu
104

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

98

meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Hal terpenting, subrubrik ini sangat terbuka diisi oleh beragam citizen
journalist dari berbagai penganut keyakinan (agama). 105

2. Penulisan Berita Berdasarkan Pedoman HOKI


a. Pedoman pada 10 Dasa Titah bagi Penulis
Khusus dalam menentukan apakah konten yang dikirimkan ke meja
redaksi HOKI, termasuk ke subrubrik Rohani layak tayang atau tidak, para editor
dan dewan redaksi HOKI mendasarkan penulisan isi berita pada 10 Dasa Titah
Penulis sebagai pedoman utama penulisan, yang berlaku dan mengikat para citizen
journalist (penulis HOKI). Hal ini sudah dikemukakan di awal sebelum citizen
journalist mendaftarkan diri. Peraturan dibuat untuk meminimalisir terjadinya
plagiarisme, mengakuratkan data, menghindari tulisan berbau SARA dan
pornografi.
Berikut 10 Dasa Titah bagi Penulis yang wajib ditaati: 1)
registrasi data penulis; 2) tidak diperkenankan menggunakan nama
samara; 3) tulisan yang dikirim bukannya plagiarisme dan juga tidak
melanggar Undang-undang Hak Cipta yang berlaku di Indonesia maupun
internasional; 4) tidak bersifat pornografi maupun hal-hal yang melanggar
etik; 5) bukan berupa iklan ataupun berita yang bersifat komersil; 6)
tulisan merupakan sumbangan sukarela tanpa honor; 7) penulis
bertanggung jawab sepenuhnya atas berita yang ditayangkan di HOKI; 8)
tulisan tidak bersifat provokatif maupun hasutan; 9) kebenaran isi berita
bisa dipercaya maupun dipertanggungjawabkan; 10) tulisan tidak boleh
menyinggung, menyudutkan maupun melecehkan baik pribadi atau
organisasi tertentu, agama maupun kepercayaan tertentu, suku atau etnis
maupun gender tertentu.

105

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

99

Gambar 4.2 10 Dasa Titah Penulis situs www.kabarindonesia.com

b. Pedoman Kebijakan Redaksional bagi Editor dan Penulis


Di samping pedoman bagi penulis, HOKI juga memiliki pedoman sebagai
bentuk kebijakan redaksional yang harus dipatuhi oleh para editor dan dewan
redaksi HOKI. Hal ini bersifat mengikat meskipun di HOKI antaranggota bekerja
berjauhan, namun ada pedoman yang harus diikuti guna kedisiplinan kerja.

100

Kebijakan redaksional lain untuk para editor dan dewan redaksi


mencakup: 1) hak editor untuk menolak atau tidak memuat karya pewarta
warga yang sudah pernah dimuat atau ditayangkan di media massa lainnya
(baik media arus utama maupun media alternatif); menolak atau tidak
memuat karya pewarta warga yang sekadar copy-paste dari media
lainnya; segera menghapus karya pewarta warta yang sudah terlanjur
dimuat di HOKI ketika diketahui karya tersebut telah dimuat di media
lainnya, atau sekadar hasil copy-paste dari media lainnya; sekaligus
memberikan peringatan kepada pewarta warga bersangkutan untuk tidak
mengulanginya lagi. Jika sejumlah surat peringatan (maksimal sebanyak
tiga kali) yang sudah dilayangkan redaksi HOKI tersebut diabaikan,
namun sang citizen journalist tetap melakukan tindakannya; redaksi HOKI
berhak mem-black list status keanggotaanya di HOKI, sehingga setiap
karya yang dikirimkan ke redaksi HOKI tidak akan pernah dimuat di
HOKI selamanya. 2) para editor dan dewan redaksi HOKI berhak
mengubah (mengedit) redaksi setiap karya yang dikirimkan oleh para
pewarta warga di HOKI tanpa mengubah substansi pesan yang
disampaikan oleh pewarta warga. 106
Kebijakan redaksional yang berlaku di HOKI benar-benar memberikan
kebebasan penuh kepada setiap editor maupun dewan redaksi HOKI untuk
menayangkan dan atau menolak setiap karya pewarta warga sebab kerja mereka
bersifat sukarela. Para editor dan dewan redaksi tidak mendapatkan upah berupa
gaji bulanan dan sebagainya, sehingga tidak ada ikatan kerja sebagaimana pekerja
kantor lainnya. Eksistensi HOKI dapat terus terjaga karena para pewarta warga,
editor, dan dewan redaksi HOKI memiliki komitmen dan kesadaran yang tinggi
untuk berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan hidup media ini.
c. Kebijakan Tambahan Redaksi HOKI
Selain beberapa kebijakan di atas, ada beberapa kebijakan tambahan dari
redaksi HOKI:

106

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

101

1. KabarIndonesia tidak bertanggungjawab atas isi (konten) yang


berupa teks, gambar, atau material lainnya yang diunggah atau
diposting di KabarIndonesia.
2. KabarIndonesia tidak menjamin semua tulisan yang dikirim akan
ditayangkan.
3. KabarIndonesia tidak akan mengomentari penolakan tulisan; dan
keputusan tersebut tidak dapat diganggu-gugat.
4. KabarIndonesia berhak mencekal dan mencabut hak pewarta
warga sebagai penulis apabila pewarta warga melakukan
pelanggaran dari 10 Dasa Titah.
5. KabarIndonesia berhak mengedit maupun mempersingkat isi berita
apabila berita tersebut terlalu panjang.
6. KabarIndonesia akan selalu menayangkan nama penulis bersama
dengan beritanya.
7. KabarIndonesia tidak bertanggung jawab atas isi komentar maupun
kritikan yang masuk.
8. KabarIndonesia memperbolehkan penulis untuk mengirimkan foto
sesuai dengan berita yang dikirimkan, tetapi di pihak lain,
KabarIndonesia juga berhak untuk mengganti ataupun menolak
foto tersebut.
9. KabarIndonesia memiliki hak sepenuhnya untuk menentukan di
mana, kapan, dan berapa lama berita tersebut ditayangkan.

102

10. KabarIndonesia tidak dapat dibebankan tanggungjawab atas


kerusakan dalam bentuk apapun yang terjadi secara langsung
maupun tidak langsung.
Sebagai catatan tambahan, ada beberapa catatan redaksi dari
redaksi HOKI: 1) kabarindonesia tidak bertanggungjawab atas isi (konten)
yang berupa teks, gambar, atau material lainnya yang di-upload atau
diposting di KabarIndonesia; 2) kabarindonesia tidak menjamin semua
tulisan yang dikirim akan ditayangkan; 3) penolakan tulisan tidak akan
dikomentari dan tidak dapat diganggu-gugat lagi; 4) pelanggaran dari 10
Dasa Titah tersebut di atas akan mengakibatkan pencekalan atau
pencabutan hak sebagai penulis; 5) kabarindonesia berhak mengedit
maupun mempersingkat isi berita apabila berita itu kepanjangan; 6) nama
penulis akan selalu ditayangkan bersama dengan beritanya; 7)
kabarindonesia tidak bertanggung jawab atas isi komentar maupun
kritikan yang masuk; 8) penulis berhak mengirimkan foto yang sesuai
dengan berita yang dikirimkan, tetapi di lain pihak kabarindonesia juga
berhak untuk mengganti ataupun menolak foto tersebut; 9) kabarindonesia
memiliki hak sepenuhnya untuk menentukan di mana, kapan, maupun
berapa lama berita tersebut ditayangkan. 10) kabarindonesia tidak dapat
dibebankan tanggungjawab atas kerusakan dalam bentuk apapun yang
terjadi secara langsung maupun tidak langsung. 107

107

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

103

Gambar 4.3 Kebijakan Pertanggungjawaban HOKI

104

Berkaitan dengan kerusakan dalam bentuk apapun yang terjadi secara


langsung maupun tidak langsung, seperti yang dijelaskan pada poin 10 tentang
kebijakan tambahan redaksi HOKI, Supadiyanto menginformasikan bahwa:
Contoh penafsiran atas klausul di atas; misalnya pewarta HOKI
maupun editor HOKI mengalami kerusakan laptop, kamera, alat
transportasi ketika melakukan kerja jurnalisme ala pewarta HOKI; maka
mereka tidak bisa mengklaim biaya perbaikan atas kerusakan yang
ditimbulkan kepada redaksi atau manajemen HOKI, atau meminta
pertanggungjawaban kepada HOKI.108
Adapun segala bentuk kerusakan yang dimaksud baik berasal dari pewarta
warga maupun anggota redaksi HOKI selama mengerjakan kerja jurnalistik
mereka; mereka tidak dapat mengklaim biaya perbaikan atas kerusakan yang
ditimbulkan

kepada

redaksi

atau

manajemen

HOKI,

atau

meminta

pertanggungjawaban kepada HOKI. Semua kerusakan tersebut ditanggung dengan


biaya pribadi.

3. Kasus Hukum dan Pertanggungjawabannya


Citizen journalist situs www.kabarindonesia.com dapat pula terkena sanksi
apabila ia mengabaikan pedoman penulisan. Karena berita di HOKI merupakan
berita yang harus mencerdaskan, mengandung kebenaran, dan memberikan
pencerahan, sudah selayaknya karya yang dikirim mengandung kebenaran dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh konten yang ditulis oleh pewarta HOKI dan ditayangkan
oleh HOKI menjadi tanggungjawab penuh penulisnya sendiri, baik secara
intelektual maupun di hadapan hukum positif. Sebagaimana yang termuat

108

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.

105

dalam Privacy Statement yang bisa diakses pada ketika mau mendaftar
menjadi pewarta HOKI.109

a. Kasus Hukum Plagiarisme dan Pertanggungjawabannya


Apabila pihak redaksi HOKI mendapat aduan dari pembacanya yang
memberitahukan bahwa terdapat berita yang tidak valid, bersifat fitnah dan lain
sebagainya; atau bahkan hasil copy-paste dari media lain; pihak redaksi akan
menurunkan berita yang sudah dimuat pada situs tersebut.
Ketika diketahui ada pembaca HOKI yang memberitahukan
bahwa berita yang dimuat di HOKI tidak benar, tidak valid, memfitnah,
dsb; atau bahkan hasil kopi paste dari media lainnya; redaksi HOKI akan
menurunkan berita yang sudah termuat tersebut. Dan sangat diharapkan
keaktivan dari pembaca HOKI yang merasa dirugikan adanya pemberitaan
HOKI untuk membuat berita pembenaran atau pelurusan atas berita
yang dianggap keliru tersebut. Dan tidak segan-segan, redaksi HOKI akan
mem-black list pewarta HOKI yang melakukan pemanipulasian berita
tersebut, atau melakukan plagiatisme.110
Pihak redaksi HOKI mengharapkan keaktifan dari para pembaca yang
merasa dirugikan atas pemberitaan HOKI untuk membuat berita yang meluruskan
kekeliruan berita sebelumnya. Redaksi akan melakukan black list pewarta HOKI
yang melakukan plagiarisme. Redaksi sudah beberapa kali mem-black list
penulis yang mengopipaste hasil berita yang sudah termuat di media lain, selain di
HOKI.111
b. Kasus Hukum Pidana dan Perdata dan Penyelesaiannya
Jika terjadi sengketa hukum yang pelik dan sulit diselesaikan antara
pewarta warga dengan redaksi HOKI, atau pewarta warga dengan pihak lainnya;
109

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.
111
Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 20 April 2014, pukul 06.30.02 WIB.
110

106

yang secara prinsipil membawa institusi HOKI, maka hukum yang diberlakukan
adalah hukum di Belanda.
Kasus hukum yang berhubungan dengan HOKI akan merujuk
pada hukum pidana maupun perdata di negara Belanda; sebab HOKI
didirikan oleh Yayasan Peduli Indonesia yang terdaftar sebagai stichting
(yayasan) di Kamar Dagang Alphen aan den Rijn-Netherlands. 112
Kasus hukum yang berkaitan dengan harian online tersebut akan merujuk
pada hukum pidana maupun perdata yang berlaku di negara Belanda; sebab HOKI
didirikan oleh Yayasan Peduli Indonesia (YPI) yang terdaftar sebagai stichting
(yayasan) di Kamar Dagang Alphen aan den Rijn-Netherlands (Belanda). Sejauh
ini, belum terjadi kasus pelik yang melibatkan media jurnalisme warga tersebut.
Syukurlah, selama ini belum ada kasus hukum semacam itu.113
c. PPWI sebagai Advokat Hukum Sengketa
Perlindungan kepada citizen journalist yang terbelit kasus hukum dengan
HOKI akan mendapat bantuan hukum (advokasi) dari lembaga Persatuan Pewarta
Warga Indonesia (PPWI). Namun, sama sekali tidak ada kerjasama antara HOKI
dengan PPWI apabila tejadi sengketa yang dimejahijaukan, karena masing-masing
institusi tersebut berdiri sendiri, namun tidak menutup kemungkinan di masa
mendatang akan terjadi kerjasama antara HOKI dan PPWI.
Tidak ada hubungan antara HOKI dan PPWI secara institusional
ya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan di masa mendatang akan
terjadi kerjasama antara HOKI dan PPWI. Khusus terkait salah satu fungsi
PPWI, memang PPWI salah satu tujuannya melakukan advokasi atau
pembelaan kepada para pewarta warga; tidak melulu hanya berlaku bagi
anggota PPWI semata, termasuk di luar anggota PPWI. 114

112

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.


Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 02 Mei 2014, pukul 13.18.30 WIB.
114
Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 06 Mei 2014, pukul 08.05.40 WIB.
113

107

C.

TUJUAN

IDEOLOGI

WWW.KABARINDONESIA.COM

DALAM

MENGELOLA RUBRIK ROHANI


Subrubrik rohani memiliki tujuan ideologi yang terlihat dalam setiap karya
berita yang lolos seleksi meja redaksi. Karya-karya tersebut berupa straight news
dan features yang bervariasi mulai dari laporan kegiatan keagamaan, opini, dan
uraian dari keadaan yang terjadi kemudian dianalisis dengan menggunakan ayat
dalam kitab suci keagamaan.
HOKI memiliki empat tujuan ideologi yang digunakan dalam mengelola
subrubrik rohani dan ini merupakan perspektif yang dijadikan acuan dalam proses
menyeleksi berita. Redaksi harus berhati-hati dalam menyeleksi setiap karya yang
masuk ke subrubrik rohani dikarenakan persoalan agama sangat rentan dengan
persoalan SARA. Karena itu, pihak redaksi harus dapat menemukan persamaan
dalam

perbedaan

keagamaan,

menghilangkan

politisasi

pemberitaan,

mempertemukan berbagai pendapat dalam ajang dialektika, dan yang paling


esensial, tentunya meningkatkan rasa keimanan setiap pembaca HOKI dalam
meyakini masing-masing.
Tujuan Ideologi Subrubrik Rohani www.kabarindonesia.com
1.

2.
3.
4.

Meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan dari segenap pembaca


sekaligus penulis HOKI dalam meyakini agama dan keyakinannya masingmasing.
Menjadi ajang dialektika dan mempertemukan berbagai gagasan dalam
forum yang dimoderasi oleh para editor dan dewan redaksi HOKI.
Menemukan persamaan dalam berbagai perbedaan, guna meredam konflikkonflik berbau SARA yang terjadi di tengah masyarakat.
Mengakomodasi segenap kepentingan bersama dengan menghilangkan
politisasi pemberitaan sebagai bentuk komitmen bersama dari para pendiri
dan pengelola HOKI.
Tabel 4.1 Tujuan ideologi subrubrik rohani www.kabarindonesia.com

108

Dengan demikian, subrubrik rohani telah memiliki unsur


universalisme Islam dengan menyebarkan kebaikan tanpa memandang
agama-agama, karena secara esoteris atau secara hakikat, setiap agama itu
baik dan menyebarkan kebaikan. Dalam media kontemporer, institusiinstitusi sekular telah memasuki sebagian ranah publik yang terlihat jelas
dari gagasan-gagasan keagamaan semakin diprivatisasikan, dianggap
sebagai insitusi-institusi non-formal, dan cenderung tergeser oleh
pembertiaan yang lebih mengacu pada modernitas perkembangan jaman.
Sementara itu, universalisme Islam hadir sebagai panduan yang tidak
hanya berlaku bagi kaum muslimin dalam keseharian, tetapi seluruh umat
manusia (rahmatan lil alamin).
Ada beberapa tujuan ideologis dari redaksi HOKI membuat
subrubrik rohani: Pertama, meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan
dari segenap pembaca sekaligus penulis HOKI dalam meyakini agama dan
keyakinannya masing-masing. Kedua, sebagai ajang dialektika dan
mempertemukan berbagai gagasan dalam forum yang dimoderasi oleh
para editor dan dewan redaksi HOKI. Ketiga, menemukan persamaan
dalam berbagai perbedaan, guna meredam konflik-konflik berbau SARA
yang terjadi di tengah masyarakat. Keempat, sebagai komitmen bersama
dari para pendiri dan pengelola HOKI; yang berupaya mengakomodasi
segenap kepentingan bersama dengan menghilangkan politisasi
pemberitaan.115
Tujuan ideologi yang dimiliki subrubrik rohani HOKI tersebut
menemukan paradigmanya dari teori universalime Islam pada bab dua. Dalam
paradigma ini, seluruh agama itu menyiarkan dan menyebarkan kebaikan dalam
bingkai Islam dengan pengertian berserah diri pada Yang Maha Baik. Jika
para penganut agama-agama tersebut beriman, dalam pengertian percaya atas
keberadaan dan kekuasaan Dzat Adikodrati, di luar diri mereka, percaya hari

115

Wawancara tertulis dengan Supadiyanto, 10 Maret 2014 pukul 15.53.10 WIB.

109

kemudian (al-Yaumil al-Akhir), dan berbuat baik (amal shaleh), maka mereka
dijamin masuk surga.
Berikut beberapa gambar yang menunjukkan aktivitas penulisan pada
subrubrik Rohani di www.kabarindonesia.com:

Gambar 4.4 Rubrik Berita pada laman depan www.kabarindonesia.com

110

Gambar 4.5 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014

111

Gambar 4.6 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014

112

Gambar 4.7 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014

113

Gambar 4.8 Subrubrik Rohani tertanggal 16 April 2014

114

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian tentang dinamika kerja citizen journalism
dalam manajemen redaksi rubrik rohani www.kabarindonesia.com,
diperoleh data bahwa setiap citizen journalist, baik yang berada di dalam
negeri maupun luar negeri, bebas mengirimkan karya mereka ke Harian
online KabarIndonesia (HOKI); termasuk ke subrubrik rohani.
Setiap karya berita yang dikirim oleh citizen journalist pada
subrubrik Rohani akan diseleksi oleh para editor. Apabila telah disunting
editor dan ditetapkan status valid, karya-karya tersebut sudah menjadi
kewenangan para dewan redaksi untuk menayangkan (memuat) atau justru
tidak menayangkan (menolak) di HOKI. Pada kondisi tertentu, para
anggota dewan redaksi HOKI juga dapat melakukan tugas sebagai editor
yang membuat status valid setiap karya citizen journalist, sekaligus para
editor dan atau anggota dewan redaksi HOKI menulis sendiri karya di
HOKI dengan nama mereka.
Khusus dalam menentukan apakah konten yang dikirimkan ke
meja redaksi HOKI, termasuk ke subrubrik Rohani, layak tayang atau
tidak, para editor dan dewan redaksi HOKI mendasarkan penulisan isi
berita pada 10 pedoman utama. Di samping itu, terdapat beberapa

115

kebijakan redaksional lain (gambar 4.3) yang harus dipegang oleh para
editor dan dewan redaksi HOKI. Apabila pihak redaksi HOKI mendapat
kabar bahwa terdapat berita yang tidak valid atau bahkan hasil copypaste dari media lain; pihak redaksi akan menurunkan berita yang sudah
dimuat pada situs tersebut. Seluruh konten yang ditulis pewarta HOKI dan
ditayangkan oleh HOKI menjadi tanggungjawab penuh penulisnya sendiri,
baik secara intelektual maupun di hadapan hukum. Jika terjadi kasus
hukum yang berkaitan dengan harian online tersebut, penyelesaiannya
akan merujuk pada hukum pidana maupun perdata yang berlaku di negara
Belanda.
Adanya subrubrik Rohani pada Rubrik Berita diadakan untuk
memberikan kesempatan kepada setiap pewarta warga mengekspresikan
gagasan (pendapat) dan membagikan informasi kepada publik mengenai
dinamika kehidupan sosial-keagamaan yang ada di sekitar mereka.
Subrubrik ini diadakan agar para penulis sekaligus pembaca subrubrik ini
memiliki kepedulian tinggi pada dinamika kehidupan spiritual, rohani,
keagamaan, maupun kegiatan-kegiatan lain yang mampu meningkatkan
keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal
terpenting, subrubrik ini sangat terbuka diisi oleh beragam citizen
journalist dari berbagai penganut keyakinan (agama) sehingga media
citizen journalism ini merepresentasikan suatu bentuk dari universalisme
Islam di Indonesia.

116

B. Saran
Setelah melakukan penelitian pada situs www.kabarindonesia.com,
penulis merasa perlu untuk menyampaikan saran sebagai masukan untuk
kemajuan bersama, sebagai berikut:
1. Situs www.kabarindonesia.com diharapkan lebih gencar lagi
melakukan sosialisasi penulisan ke berbagai instansi baik sekolah
maupun kantor, guna membantu menanamkan serta memupuk
budaya membaca dan menulis kepada seluruh masyarakat
Indonesia dari berbagai kalangan dan usia.
2. Penambahan jumlah anggota redaksi demi semakin cepat dan
aktualnya konten berita.
3. Kepada para generasi bangsa yang masih produktif diharapkan
aktivitas mereka dalam menulis, membaca, dan menyiarkan karya
berita melalui media citizen journalism semisal KabarIndonesia
untuk turut bersama-sama memajukan bangsa Indonesia lewat
pemberitaan dan tulisan yang mencerahkan berbasis data akurat
dan informasi kredibel.

117

DAFTAR PUSTAKA

Atwar Bajari dan Sahat Sahala Tua Saragih, ed. Komunikasi Kontekstual: Teori
dan Praktik Komunikasi Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya,
2011.
Bogdan, Robert C., Biklen, Knopp S. Qualitative Research for Education: An
Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon Inc., 1982.
Bulaeng, Andi. Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Yogyakarta: Andi,
2004.
Bungin, Burhan. Penelitian kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik,
dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana, 2009.
Djuroto, Totok. Manajemen Penerbitan Pers. Cetakan Ketiga. Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2004.
Durlauf, Steven N., Young, H. Peyton. Social Dynamics. Cambridge: MIT Press,
2001.
Emzir. Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers,
2011.
Garfinkel, Harold, Studies in Ethnomethodology. New Jersey: Prentice Hall, Inc.,
1967.
Gerloff, Edwin A. Organizational Theory and Design. New York: McGraw-Hill,
1985.

118

Grant, August E., and Meadows, Jennifer H. ed., Communication Technology Update and
Fundamentals, 12th ed. USA: Focal Press, 2010.

Hamka, Tafsir Al Azhar. Juz 1. Edisi Revisi. Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001.
Hamka, Tafsir Al Azhar. Juz 3. Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001.
Hamka, Tafsir Al Azhar. Juz 6. Jakarta: Pustaka Panjimas, 2000.
Herdiansyah, Haris. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.
Jakarta: Salemba Humanika, 2012.
Heryanto, Gun Gun. Media Massa dan Kepentingan Partai Politik. Seminar Prodi
Jurnalistik FIDIKOM UIN Syarief Hidayatullah. 28 November 2013.
HM, Zaenuddin. The Journalist: Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor &
Mahasiswa Jurnalistik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2011.
Kusdi. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika, 2009.
McQuail, Denis. Teori Komunikasi Massa. Edisi 6. Penerjemah Putri Iva Izzati.
Jakarta: Salemba Humanika, 2012.
Mulyana,

Deddy.

Metodologi

Penelitian

Kualitatif.

Bandung:

Remaja

Rosdakarya, 2003.
Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2003.
Nurudin. Jurnalisme Masa Kini. Jakarta: Rajawali Pers, 2003.
Pareno, Sam Abede. Manajemen Berita Antara Idealisme dan Realita. Surabaya:
Papyrus, 2000.

119

Rakhmat, Jalaludin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2005.
Rogers, E. M. Communication Technology: The New Media in Society. New
York: Free Press, 1986.
Romli, ASM. Modul Teknik Menulis di Media Online: KISS, Keep It Simple and
Short!. Jurnalistik dan Penyiaran UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
2011.
Ruslan, Rosady. Metode Penelitian: Public Relations dan Komunikasi. Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2008.
Saleh, Hasanudi. Metodologi Research. Bandung: Tarsito, 1989.
Santana K, Septiawan. Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Jakarta,
2005.
Schuon, Frithjof. Mencari Titik Temu Agama-Agama. Cetakan kedua. Jakarta:
Pustaka Firdaus, 1994.
Shohib, Muhammad. Dkk. al-Quran dan Terjemahnya. Kementerian Agama RI.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam-Direktorat Urusan
Agama Islam dan Pembinaan Syariah, 2012.
Spradley, James P. The Ethnographic Interview. New York: Holt, Rinehart and
Winston, 1979.
Supadiyanto. Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan&Penulis (Mantra
Pereguk Pundi-Pundi Rupiah). Jakarta: PPWI Intramedia Press, 2009.

120

Supadiyanto. 70 Tahun Petualang Hidup Mang Ucup. Sidoarjo: SaM, 2012.

Dokumen Internet
http://www.berkarya.um.ac.id/tag/biklen/
http://kbbi.web.id/universalisme
http://media.isnet.org/islam/Paramadina/Konteks/Universalisme.html
http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/03/23/
http://www.kabarindonesia.com
http://www.komunikasiuinbandung.info/2013/05/pengertian-media-massa.html
www.alim.org/library/quran/ayah/compare/3/85/no-religion-is-acceptable-toallah-rather-than-al-islam#
www.infodiknas.com/metodologi-penelitian-kualitatif-rulam-ahmadi.html
http://www.psychologydictionary.org/social-dynamics/

Jurnal Elektronik
http://psap.or.id/jurnal.php?id=7
http://www.fredonia.edu/department/communication/schwalbe/cm350/img051.gif

121

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Sesi wawancara tatap muka dengan Anggota Dewan Redaksi Harian


Online KabarIndonesia, Supadiyanto, di kampus Akademi Komunikasi Radya
Binatama (AKRB), Yogyakarta, Senin, (13/1/2014).

122