Anda di halaman 1dari 18

PATH ANALYSIS

Oleh :
Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S.

PATH ANALYSIS (Analisis Jalur) adalah alat untuk mengukur pola


hubungan yang digunakan untuk membuat peramalan (analisis regresi)
dan pola yang memperlihatkan eratnya hubungan antara variabelvariabel (analisis korelasi)
DIAGRAM JALUR, dalam analisis jalur lebih dahulu perlu digambarkan
diagram jalur (path analysis) untuk menyatakan saling hubungan
antaravariabel-variabel.
Beberapa perjanjian pada saat menggambarkan diagram jalur :
a. Hubungan antara variabel digambarkan oleh anak panah yang bisa
berkepala tunggal () atu single headed arrow, ada berkepala dua
() atau doble headed arrow.
b. Panah yang berkepala satu menunjukkan pengaruh. Jadi kalau ada
2 (dua) buah variabel x dan y, dan menurut teori x mempengaruhi y,
gambarnya :

Gambar 1 : Pengaruh x pada y

c. Hubungan sebab akibat merupakan hubungan yang mengikuti


hubungan asimetrik, tetapi ada kemungkinan bahwa hubungn kausal
itu menggambarkan hubungan timbal balik. Jadi kalau variabel x dan
y, x bisa mempengaruhi y atau y bisa mempengaruhi x.

Gambar 2 : Pengaruh timbal balik

d. Bisa terjadi hubungan antara x1 dan x2 (jika dikembangkan dimensi)


merupakan hubungan korelatif :

x1
x2
Gambar 3 : Hubungan Korelatif

e. Dalam dunia nyata tidak pernah seseorang bisa mengisolasi


hubungan pengaruh secara murni artinya bahwa sesuatu kajian
banyak sekali yang mempengaruhinya, tetapi pada conceptual
framework hanya dpat digambrkan beberapa pengaruh yang bisa
diamati. Variabel lainnya yang tidak bisa digambarkan (tidak bisa
diukur) diperlihatkan oleh suatu variabel tertentu di sebut residu dan
diberi simbol dengan .
Contoh :
Seorang peneliti dalam bidang psikologi, berusaha mengungkapkan
hubungan kausal antara tiga variabel yaitu : sikap orang tua, cara
belajar anak, dan prestasi belajar anak. Berdasarkan suatu kerangka
pemikiran tertentu, dikemukakan hipotesis sebagai berikut :
1) Sikap orang tua berpengaruh terhadap cara belajar anak.
2) Cara belajar anak berpengaruh terhadap prestasi belajar anak
3) Sikap orang tua menentukan prestasi belajar anak

Ketiga hipotesis konseptual di atas, tidak berdiri sendiri, tetapi saling


berkaitan, maka hubungan antar variabel dapat dinayatakan pada
gambar sebagai berikut :

1
x1
x3
1

x2

Gambar 4 : Hubungan Struktural antara variabel X1, X2, dan X3


Gambar di atas disebut dengan diagram jalur.
-

X1 dan X2 disebut dengan variabel penyebab atau vriabel eksogenus

X2 dan X3 disebut dengan variabel akibat atau endogenus

X2 dipengaruhi oleh X1, tetapi yang mempengaruhi X2 bukan hanya X1 saja,


tetapi masih bnyak faktor-faktor lain yang mempengaruhinya yang dalam
penelitian ini tidak diperhatikan.

Membaca Diagram Jalur


Pada saat membaca diagram jalur terdapat perjanjian yaitu dalam
membaca diagram jalur tidak boleh maju kemudian mundur, seharusnya
mundur dulu baru maju artinya yang pertama kali dibaca adalah variabel
akibat daru variabel penyebab.

x1
x2

Gambar 5 : Hubungan Kausal antara variabel X1, X2, dan Y

Akibat dari membaca pada diagram jalur, maka terdapat :


1. Pengaruh yang sifatnya langsung artinya dari y ke x1 kembali ke y
2. Pengaruh yng sifatnya tidak langsung artinya dari y ke x1 melalui x2
kembali ke y

Gambar Analisis Regresi dan Korelasi melalui Diagram Jalur


Apabila dipunyai model Regresi Linier multipel yang secara matematik
dinyatakan dengan persamaanj berikut :

Y = o + yx1x1 + .. + yx1 +
Apabila dipunyai tiga buah variabel bebas yaitu x1, x2, dan x3, maka
secara struktural, model regresi dapat digambarkan dalam diagram jalur
sebagai berikut:

x1
x2

x3
Gambar 6 : Model Regresi dalam Analisis Jalur

1. Hubungan antara x1, x2, dan x3 ke y merupakan hubungan kausal,


karena panahnya berkepala satu
2. Hubungan antara x1, x2, dan x3 merupakan hubungan korelasi, karena
panahnya dari y ke x1 kembali ke y
3. Pengaruh yang sifatnya langsung artinya dari y ke x1 kembali ke y
4. Pengaruh yang sifatnya langsung artinya dari y ke x2 kembali ke y
5. Pengaruh yang sifatnya langsung artinya dari y ke x3 kembali ke y
6. Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x1 melalui x2
kembali ke y
7. Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x1 melalui x3
kembali ke y
8. Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x2 melalui x1
kembali ke y
9. Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x2 melalui x3
kembali ke y
10.Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x3 melalui x1
kembali ke y
11.Pengaruh yang difatnya tidak langsung artinya dari y ke x3 melalui x2

MENGHITUNG KOEFISIEN JALUR


Beberapa persyaratn menentukan besarnya pengaruh dari
suatu variabel terhadap variabel lainnya, sebagai berikut :
1) Hubungan antar variabel harus merupakan hubungan linier
dan aditif
2) Semua variabel residu tidak mempunyai korelasi satu
sama lainnya
3) Pola hubungan antar variabel rekrusif
4) Skala pengukuran baik pada variabel penyebab maupun
pada variabel akibat sekurang-kurangnya interval

LANGKAH-LANGKAH
MENGGUNAKAN ANALISIS JALUR
1) Data dari kedua vribel yang diukur menggunakan
instrumen pengukuran dengan skala likerts yang
menghasilkan skala pengukuran ordinal, dirubah terlebih
dahulu dengan menggunakan Metode Succesive Interval
sehingga diperoleh data dengan skala pengukuran interval
(lihat no. 4 di atas)
2) Berdasarkan data dengan skor yang skalanya interval
tersebut, dihitung koefisien korelasi sederhana (rx1x1).
Harga-harga koefisien korelasi antar variabel yang
diperoleh, dibuat dalam sebuah matriks korelasi matriks
inversnya yang berbentuk sebagai berikut :

Gambar 7 : Struktur Pengaruh X1, X2, X3, dan X4 terhadap Y

Keterangan :
X1

Komunikasi

X2

Sumber Daya

X3

Disposisi

X4

Struktur Birokrasi

Efektivitas pengelolaan SITEL

Pyx1

=
Besarnya pengaruh variabel komunikasi terhadap
variabel efektivitas pengelolaal SITEL

Pyx2

Besarnya pengaruh variabel Sumber Daya terhadap

Pyx3

=
Besarnya pengaruh variabel Disposisi terhadap variabel
efektivitas pengelolaal SITEL

Pyx4

=
Besarnya pengaruh variabel struktur Birokrasi terhadap
variabel efektivitas pengelolaal SITEL

Py

rx1x2

=
Hubungan korelasional antara variabel komunikasi
dengan variabel sumber daya

rx1x3

=
Hubungan korelasional antara variabel komunikasi
dengan variabel Disposisi

rx1x4

=
Hubungan korelasional antara variabel komunikasi
dengan variabel Struktur Birokrasi

rx2x3

=
Hubungan korelasional antara variabel Sumber Daya
dengan variabel Disposisi

rx2x4

=
Hubungan korelasional antara variabel Sumber Daya
dengan variabel Struktur Birokrasi

rx3x4

=
Hubungan korelasional antara variabel Disposisi dengan
variabel Struktur Birokrasi

Besarnya koefisien jalur antara dengan Y

Untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel eksogenus dengan


variabel endogenus, data yang diperoleh akan dianalisis dengan
menggunakan analisis jalur (path analysis), dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
1. Membuat persamaan struktur, yaitu :

2. Menghitung korelasi antara X1, X2, X3, X4 dan Y, yaitu :

3. Menghitung matriks korelasi antar variabel eksogenus, yaitu :

4. Menghitung matriks invers R1-1

5. Menghitung koefisien jalur Pyx1 (i=1,2,3,4) dengan rumus sebagai


berikut :

6. Menghitung R2y (X1,X2,X3, dan X4) yaitu koefisien yang


menyatakan determinasi total X1,X2,X3 dan X4 terhadap Y dengan
rumus sebagai berikut :

7. Menghitung pengaruh variabel lain (Py) dengan menggunakan


rumus sebagai berikut :

8. Untuk menghitung pengaruh variabel independen terhadap variabel


dependen adalah sebagai berikut :

9. Menguji koefisein jalur secara simultan dengan rumus sebagai


berikut :

10.Menguji koefisein jalur secara parsial (individu) dengan rumus


sebagai berikut :
Ho : Pyx1 > 0
H1 : Pyx1 < 0
Statistik uji yang digunakan adalah :