Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL

PENGAMATAN REAKSI
EKSOTERM / ENDOTERM DAN
KALOR JENIS

OLEH :
HALIMAH PURBO CAROKOWATI
13/XI MIA 7
SMA NEGERI 1 WONOGIRI

2014/2015
I.

II.

Tujuan

: 1. Mengamati jenis reaksi eksoterm dan endoterm


2. Menentukan besarnya kalor reaksi pada reaksi

larutan NaOH
Landasan Teori :

dan HCl.

Termokimia adalah bagian dari ilmu Kimia yang mempelajari kalor


reaksi yang menyertai suatu reaksi dan cara pengukurannya. Reaksi
kimia dapat menimbulkan kalor / panas sehingga suhu menjadi naik
,bahkan reaksi kimia dapat menyerap kalor sehingga suhu menjadi
turun.
Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja.pada dasrnya
energi ada dua,yaitu:energi kinetik dan energi potensial.
Energi tersebut tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan yang dapat
hanyalah diubah bentuknya. Pernyataan ini disebut Hukum Kekekalan
Energi.
Energi potensial adalah energi yang tersimpan pada saat zat sedang
tidak aktif. Contoh air di tempat tinggi,bensinyang tersimpan di
botol,bahan peledak yang tersimpan di gudang,dsb. Akan tetapi jika
dialirkan ke bawah,bensin dibakar dalam ruang mesin,bahan peledak
diledakkan,maka akan menghasilkan Energi Kinetik.
Sedangkan bentuk energi antara lain adalah energi mekanik,energi
panas,energi cahaya,enrgi kimia,energi listrik,energiunyi dan energi
nuklir.
Jumlah semua energi kalor yang terkandung dalam zat(materi) disebut
Heat Content = Entalpi yang diberi simbol H. Jumlah total entalpi dalam
sisitem tidak dapat ditentukan,yang dapat diiukur/ditentukan hanyalah
perubahan entalpinya(H).
SISTIM DAN LINGKUNGAN
Sistim adalah sesuatu yang diamati perubahan energinya,sedangkan
lingkungan adalah sesuatu diluar sistim atau yang membatasi sistim.
Sistim ada 4 macam:

1. Sistim terbuka adalah sistim yang memungkinkan terjadinya


perpindahan materi/zat dan energi (kalor) ke lingkungan dan
sebaliknya.
Contoh: lautan,secangkir kopi panas.
2. Sistim tertutup adalah sistim yang hanya mungkin terjadinya
perpindahan energi ke lingkungan ,sedangkan materi tidak bisa
pindah ke lingkungan.
Contoh: minuman dalam botol/kaleng
3. Sistim adiabatik /terinsulasi adalah sistim yang tidak
memungkinkann energi menerobos dinding pembatas.
Contoh: air panas dalam termos.
4. Sistim terisolasi adalah sistim yang tidak memungkinkan
perpindahan materi dan energi ke lingkungan.
Contoh: minuman dalam botol yang dimasukan dalam kotak
styrofoam.
REAKSI EKSOTEREM DAN ENDOTEREM

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang mengeluarkan/melepaskan/membebaskan kalor.


Contoh Eksoterm: membakar minyak tanah di kompor minyak dan nyala api unggun.
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap panas/kalor. Contoh Endoterm: asimilasi
dan fotosintesis,dekomposisi termal CaCO3.

Pada reaksi eksoterm, kalor mengalir dari sistem ke lingkungan sehingga entalpi sistem
akan berkurang, artinya entalpi produk (Hp) lebih kecil dari pada entalpi pereaksi (Hr).
Oleh karena itu perubahan entalpinya (H) bertanda negatif.
Reaksi Eksoterm: H = Hp Hr < 0 (negatif)

Pada reaksi endoterm,sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan
bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar dari pada entalpi pereaksi (H r).
Akibatnya, perubahan entalpinya (H) bertanda positif.
Reaksi Endoterm: H = Hp Hr > 0 (positip)
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram
tingkat

energi

seperti

berikut

ini:

Di dalam kehidupan sering kita jumpai perubahan materi yang menghasilkan dan
menyerap kalor.
Contoh kapur tohor dimasukkan kedalam air dan proses pelarutan garam dapur. Hal ini
disebabkan setiap materi memiliki energi yang tersimpan di dalamnya yang disebut
entalpi (H). Entalpi adalah jumlah total semua bentuk energi yang menyertai peristiwa

perubahan kimia pada tekanan tetap disebut perubahan entalpi ( H).


III.

Alat dan Bahan :

NO
1
2

BAHAN
Kristal NaOH
Kristal NH4NO3 atau

JUMLAH
1 butir
1

3
4
5

urea
Larutan NaOH 1 M
Larutan HCl 1 M
Aquades (dalam

spatula
50 mL
50 mL
100 mL

NO
1
2

ALAT
Tabung reaksi
Calorimeter (gelas

JUMLAH
2 buah
1 buah

3
4
5

styrofoam)
Gelas beker 100 mL
Gelas ukur 100 mL
Pipet tetes

2 buah
1 buah
1 buah

6
7

Thermometer 50 C
Lap/ kertas tissue

1 buah
1 buah

botol pencuci)

IV.

Rak tabung reaksi

1 buah

Cara Kerja :
A. Mengamati perubahan suhu pada reaksi eksoterm dan endoterm.
1. Memasukan 1 butir Kristal NaOH kedalam tabung
reaksi,kemudian isilah dengan aquades kira-kira setinggi 3 Cm .
Mendiamkan beberapa saat,kemudian memegang /menyentuh
ujung bawah tabung reaksi. Mencatat dalam lembar
pengamatan, apakah suhu naik/panas atau suhu turun/ dingin.
2. Melakukan kerja seperti no.1,tetapi NaOH diganti dengan Kristal
NH4NO3 atau urea.
B. Menentukan besarnya kalor reaksi pada reaksi larutan NaOH dan
HCl
1. Memasukan 50 mL larutan NaOH 1 M kedalam gelas beker
I,mengukur suhunya dan mencatat sebagai suhu awal.
2. Memasukan 50 mL larutan HCl 1 M kedalam gelas beker II,
mengukur suhunya dan mencatat sebagai suhu awal.
3. Memasukan masing-masing larutan tersebut di atas secara
bersama-sama kedalam calorimeter, kemudian diaduk pelanpelan dengan thermometer selama kira-kira 5 detik. Mengukur
suhu campuran tersebut, mencatat suhu tertinggi (suhu telah
tetap ,tidak naik lagi)
Catatan: setiap mengukur dengan gelas ukur maupun dengan
thermometer, alat harus dicuci atau dilap degan menggunakan
tissue.

V.

Data Pengamatan
A. Mengamati perubahan suhu pada reaksi eksoterm dan endoterm

N
o
1
2

Pada pelarutan

Perubahan

Kristal NaOH
Kristal NA4NO3 atau urea

suhu
Naik
Turun

Jenis reaksi
Eksoterm
Endoterm

B. Menentukan besarnya kalor reaksi pada reaksi larutan NaOH dan


HCl
no Larutan

Suhu awal

Suhu akhir

Perubahan

Larutan (o C)

Campuran

Suhu (t) oC

(oC)
1
2
VI.

28 C
28 C

NaOH 1 M
HCl 1 M

33 C

5 C

Kesimpulan
:
Termokimia adalah bagian dari ilmu Kimia yang mempelajari
kalor reaksi yang menyertai suatu reaksi dan cara

pengukurannya.
Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja.
Sistim adalah sesuatu yang diamati perubahan
energinya,sedangkan lingkungan adalah sesuatu diluar sistim

atau yang membatasi sistim.


Reaksi
eksoterm

adalah

reaksi

yang

mengeluarkan/melepaskan/membebaskan kalor. Reaksi Eksoterm: H =

VII.

Hp Hr < 0 (negatif)
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap panas/kalor. Reaksi Endoterm:

H = Hp Hr > 0 (positip)
Pada pelarutan Kristal NaOH merupakan eksoterm.
Pada pelarutan Kristal NA4NO3 atau urea merupakan endoterem.

TUGAS
1. Mengapa tabung reaksi pada larutan NaOH menjadi naik dan larutan
urea menjadi turun ?
2. Hitunglah kalor reaksi pada percobaan anda. Jika diketahui kalor
jenis larutan= 4,2 J/gram 0C,massa jenis larutan=1 gram/mL .
JAWAB

1. 1. Karena larutan NaOH pada tubung reaksi melepaskan sebagian kalor dan
diterima oleh lingkungan. Sedangkan larutan urea pada tabung reaksi menjadi
turun karena kalor dari lingkungan diserap oleh sistim.

2. Diketahui : C = 4,2 J/gramOc


= 1 gram/mL
t = 5Oc

v (setelah reaksi)= 100 mL


Ditanya ... Q?
Jawab : >

m
v

1 gram/mL =

m
100 mL

m=100 gram (massa larutan = 100 gram)


Q=m x c x t
Q=100 x 4,2 x 5

Q= 2.100 Joule
Q=2,1 kJ

Jadi kalor jenis pada percobaan tersebut adalah

VIII.

Daftar Pustaka
Print Out
LKS kimia kelas XI semester 1
Www.austro-alpheratz.blogspot.com
www.sebelasipasatumantlogo.blogspot.com

2,1 kJ