Anda di halaman 1dari 7

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA

TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

BAB III
METODOLOGI
3.1. Pendekatan

Kegiatan

Penyelesaian

Pedoman

Penentuan

Koefisien

Wilayah

Terbangun (KWT), Koefisien Zona Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar


Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman Penyesuaian Ulang Lahan
(Land Readjustment) diselenggarakan secara swakelola oleh Direktorat
Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang c.q Direktorat
Pemanfaatan Ruang dengan melibatkan berbagai instansi terkait
lainnya. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sangat terkait erat
dengan mekanisme yang melekat di dalamnya, mulai dari tahapan
persiapan yang meliputi persiapan persuratan dan administratif dalam
rangka koordinasi dengan sektor pusat dan pemerintah daerah,
penyusunan

SK

dan

Rencana

Kerja

serta

administrasi

untuk

menyediakan alat tulis dan bahan komputer, sampai pada tahapan


pelaksanaan.
1. Tinjauan/Studi Literatur
Studi literatur dilakukan dalam rangka mencari referensi teori yang
sesuai dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan, serta
memperkuat
melakukan

permasalahan
studi

serta

Penyelesaian

sebagai

Pedoman

dasar

teori

Penentuan

dalam

Koefisien

Wilayah Terbangun (KWT), Koefisien Zona Terbangun (KZT), dan


Koefisien Dasar Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman
Penyesuaian Ulang Lahan (Land Readjustment).
Studi literatur juga bertujuan untuk mensinkronisasikan muatanmuatan pedoman dengan peraturan perundang-undangan bidang
penataan ruang maupun kebijakan sektoral terkait, khususnya
terkait materi pokok yang menjadi topik utama materi teknis draft
pedoman.

Laporan Pendahuluan

51

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

Dalam

proses

pendekatan

literatur

ini

secara

umum

perlu

mengikuti langkah-langkah penelusuran literatur dengan harapan


agar penelitian lebih terarah dan lebih efisien. Langkah awal adalah
formulasi masalah yang merujuk pada kegiatan memilih topik yang
akan ditelusuri literaturnya. Selanjutnya adalah mengumpulkan
data diikuti dengan menelusuri literatur melalui pemilihan data
sesuai topik. Kemudian evaluasi data mana yang tidak diperlukan
karena

akan

menentukan

validitas

bahan

bacaan

terkait

perumusan kesimpulan.
2. Tinjauan/ Review Peraturan Perundang-Undangan
Review

Peraturan

Perundang-Undangan

bertujuan

untuk

mengkaji peraturan dan kebijakan Kementerian/ Lembaga terkait


dengan Penentuan Koefisien Wilayah Terbangun (KWT), Koefisien
Zona Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan
Penyesuaian Ulang Lahan (Land Readjustment)
3. Survei Instansi dan Survei Lapangan
Survei instansi dan survei lapangan dilakukan dalam rangka
mengumpulkan data primer dan data sekunder serta menjaring
data dan informasi terbaru mengenai penentuan koefsien KWT,
KZT dan KDB serta penyesuaian ulang lahan di daerah yang
dilakukan di 4 (empat) lokasi antara lain Provinsi Kepualauan
Riau, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Sumatra Utara dan
Provinsi Jawa Timur.
4. Pendekatan Diskusi
Pendekatan diskusi dilakukan melalui pembahasan internal di
lingkungan Direktorat Jenderal Tata Ruang serta melalui FGD
untuk menjaring masukan maupun untuk menyempurnakan
muatan materi dengan melibatkan internal Kementerian Agraria
dan

Tata

pemangku

Ruang,

akademisi,

kepentingan

pakar/ahli,

terkait

lainnya

praktisi,

maupun

dalam

rangka

Penyelesaian Pedoman Penentuan Koefisien Wilayah Terbangun


Laporan Pendahuluan

52

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

(KWT), Koefisien Zona Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar


Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman Penyesuaian Ulang
Lahan (Land Readjustment). Proses pendekatan diskusi secara
umum akan berlangsung secara dua arah antara narasumber
yaitu antara tim penyusun yang menangani penyusunan materi
teknis pedoman dengan peserta maupun antara para peserta itu
sendiri dan diselenggarakan dalam rangka membahas pokokpokok muatan draft materi teknis pedoman. Pendekatan diskusi
ini

dilaksanakan

dalam

rangka

mewujudkan

planning (perencanaan partisipatif) yang

participatory

melibatkan berbagai

pihak (pemagku kepentingan).


5. Penyusunan laporan
-

Laporan pendahuluan
Laporan ini sekurang-kurangnya berisi metoda pelaksanaan
masing-masing aktivitas yang tercakup dalam ruang lingkup

kegiatan, jadwal pelaksanaan kegiatan secara lebih terinci


Laporan akhir
Laporan ini berisi keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan
Penyelesaian
Terbangun

Pedoman

Penentuan

(KWT), Koefisien Zona

Koefisien

Terbangun

Wilayah

(KZT), dan

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman


-

Penyesuaian Ulang Lahan (Land Readjustment)


Laporan dalam bentuk CD/DVD.

3.2. Metodologi

Metodologi

atau

langkah-langkah

yang

akan

dilakukan

dalam

Penyelesaian Pedoman Penentuan Koefisien Wilayah Terbangun (KWT),


Koefisien Zona Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
serta

Materi

Teknis

Pedoman

Penyesuaian

Ulang

Lahan

(Land

Readjustment) meliputi tahapan sebagai berikut:


1. Tahap Persiapan

Laporan Pendahuluan

53

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

Tahap persiapan merupakan tahap awal yang akan dilakukan dalam


Penyelesaian Pedoman Penentuan Koefisien Wilayah Terbangun
(KWT), Koefisien

Zona

Terbangun

(KZT), dan Koefisien

Dasar

Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman Penyesuaian Ulang


Lahan (Land Readjustment). Pokok-pokok

kegiatan yang akan

dilakukan pada tahap ini meliputi:


a. Persiapan administrasi
b. Mobilisasi personil
c. Pengumpulan data-data literatur terkaity
d. Pengumpulan data awal
e. Perumusan pendekatan dan metodologi
f. Penyusunan rencana kerja rinci dan penugasan personil
g. Persiapan survey
2. Penyusunan laporan pendahuluan
a.

Tahap Pelaksanaan

- Kajian terhadapan peraturan perundang-undangan dan NSPM

terkait.
- Tahap survei lapangan, merupakan tahapan yang dilakukan
dalam rangka pengumpulan data untuk dikaji sebagai bahan
perumusan materi teknis.
Metode pengumpulan data yang akan dilakukan meliputi:

Pengumpulan data primer


Pengumpulan data primer merupakan metoda survey
yang cukup penting karena dapat secara langsung
memperoleh keterangan ataupun mengetahui aspirasi
langsung dari pihak-pihak terkait yang terlibat langsung
dalam Penentuan Koefisien Wilayah Terbangun (KWT),
Koefisien Zona Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar
Bangunan (KDB) serta dalam melakukan Penyesuaian
Ulang Lahan (Land Readjustment)

Pengumpulan data sekunder


Pengumpulan data sekunder merupakan metoda survey
yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai
informasi dan data-data dari sumber tak langsung.
Dalam hal ini sumber yang dimaksud adalah instansi-

Laporan Pendahuluan

54

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

instansi yang menangani atau mengelola segala bentuk


perkembanagan yang terjadi di wilayah studi.
Data-data atau informasi yang telah terhimpun pada
setiap instansi akan menjadi sumber data yang penting
bagi pelaksanaan analisis. Data-data dimaksud akan
akan meliputi data kondisi fisik meliputi penggunaan
lahan

baik

luasanmaupun

karakteristiknya,

data

prasarana meliputi sumber, tingkat pelayanan, kondisi


jaringan serta rencana pengembangannya.
Termasuk juga

dalam

kategori

sekunder

adalah

pengumpulan

ini

pengumpulan

data

kebijaksanaan-

kebijaksanaan atau peraturan-peraturan terkait yang


telah ada, kondisi sosial, ekonomi, dan kelembagaan.

Pengamatan/observasi Lapangan
Merupakan metoda survey yang secara

langsung

menangkap dan memahami kondisi serta permasalahan


yang ada dilapangan. Pengamatan lapangan ini sangat
penting

untuk

dapat

yang benar serta

memberikan

menumbuhkan

wawasan

kepekaan yang

tepat pada tim pelaksana.


Pengamatan lapangan ini akan sangat diperlukan untuk
dapat memahami permasalahan-permasalahan tertentu
khususnya

terhadap

karakter ruang

elemen-elemen pembentuk

seperti , tata

bangunan,

intensitas

pemanfaatan lahan, kegiatan pendukung, prasarana


dasar dan utilitas.
b. Tahap

kompilasi

penyeleksian/

data,

pentabulasian

merupakan tahap pemilahan/


/pendeskripsian

data

untuk

memudahkan proses analisis data;


c. Tahap analisis, meliputi analisis terhadap data-data primer dan
sekunder yang telah dikumpulkan, analisis terhadap kajian
literatur dan review peraturan. Yang pada akhirnya dapat
Laporan Pendahuluan

55

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

digunakan dalam perumusan kebutuhan muatan dan substansi


yang akan dimuat dalam Penyelesaian Pedoman Penentuan
Koefisien Wilayah Terbangun (KWT), Koefisien Zona Terbangun
(KZT), dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) serta Materi Teknis
Pedoman Penyesuaian Ulang Lahan (Land Readjustment)
d. Pembahasan dengan pihak terkait dalam rangka finalasisasi

draft dan penyusunan materi teknis baik di pusat maupun di


daerah, meliputi :
Diskusi Intenal sebanyak 1 (satu) kali

Diskusi internal bertujuan untuk mempertajam sistematika


substansi draft pedoman dan materi teknis pedoman yang
akan disusun serta untuk memperoleh masukan dari seluruh
narasumber

dan

peserta

sehingga

diharapkan

konsep

materi teknis pedoman yang akan disusun dapat semakin


jelas dan matang. Dilaksanakan dengan menghadirkan
sejumlah

narasumber

yang

mempresentasikan

hal-hal

terkait substansi materi teknis pedoman dengan maksud


agar dapat memperkaya pengetahuan dan memberikan
saran serta masukan.
-

Melaksanan Focus Grup Discussion (FGD) sebanyak 2 (dua)


kali dan Pembahasan di daerah sebanyak 1 (satu) kali yang
diselenggarakan di Provinsi Bali;
Pembahasan dan Focus Group Discussion (FGD) di daerah
dilaksanakan dengan melibatkan antara lain instansi pemda
kota/ kabupaten, kementerian/ lembaga terkait, perwakilan
universitas/fakultas/jurusan,

pakar/akademisi,

atau

pemangku

kepentingan

sesuai

yang

bertujuan

untuk

lain

menjaring

kebutuhan,

berbagai

masukan

dari

pemangku kepentingan, untuk memperkaya muatan materi


teknis

pedoman,

pedoman
-

dan

untuk

mengecek

materi

teknis

keakuratan
pedoman

draft
dalam

menyempurnakan draft akhir.


Melaksanakan Konsinyasi sebanyak 2 (dua) kali

Laporan Pendahuluan

56

PENYELESAIAN PEDOMAN PENENTUAN KOEFISIEN WILAYAH TERBANGUN (KWT), KOEFISIEN ZONA


TERBANGUN (KZT), DAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) DAN PENYUSUNAN MATEK
PEDOMAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) DALAM PEMANFAATAN RUANG

pembahasan analisis data hasil survei wilayah studi dan


hasil kajian sebelumnya yang bertujuan untuk mengkaji dan
mengidentifikasi apakah hasil analisis tersebut sudah sesuai
dengan kebutuhan dalam finalisasi draft dan penyusunan
materi teknis pedoman;
pembahasan draft awal materi teknis pedoman yang
bertujuan untuk memeriksa kembali kesesuaian muatan
materi teknis pedoman berdasarkan hasil analisis maupun
pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya; dan
pembahasan draft akhir materi teknis pedoman yang
bertujuan untuk menyempurnakan muatan materi teknis
pedoman berdasarkan hasil analisis maupun pembahasan
-

yang telah dilakukan sebelumnya.


Penyepakatan dengan Stakehoder sebanyak 2 (dua) kali
Pembahasan dengan kementerian/lembaga diselenggarakan
dalam

rangka

menghimpun

menyepakati
masukan

penyempurnaan
Koefisien

muatan

dari

Penyelesaian

Wilayah

Terbangun

(konsensu)

sektor

dalam

Pedoman
(KWT),

serta
rangka

Penentuan

Koefisien

Zona

Terbangun (KZT), dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) serta


Materi Teknis Pedoman Penyesuaian Ulang Lahan (Land
Readjustment)
e. Penyusunan Buku Penentuan

Terbangun

(KWT),

Koefisien

Penentuan Koefisien Wilayah


Zona

Terbangun

(KZT),

dan

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) serta Materi Teknis Pedoman


Penyesuaian Ulang Lahan (Land Readjustment)

Laporan Pendahuluan

57