Anda di halaman 1dari 67

Arsitektur Pasca Kemerdekaan

[Arsitektur Modern Indonesia]

Modern Architecture is the term given to the range of


approaches in architecture, first appearing at beginning
of the 20 th century, that rejected historic precedent as a
source of architectural inspiration and considered
function as prime generator of form, employing material
and technology in an honest way (Webster Dictionary).

Latar Belakang

Arsitektur modern di Indonesia sesudah


tahun 1950 an.
Jenis-jenis bangunan seperti kompleks
pasar, bioskop, stadion olah raga dan
sebagainya
Lahan-lahan strategis di tengah kota
makin diperebutkan, memaksa bangunan
menjadi semakin jangkung.

Arsitektur modern mendorong para


arsitek selalu bersikap kreatif yang
dijunjung tinggi
memikirkan, mencari, menemukan,
menciptakan sesuatu yang baru.

Ciri-ciri Arsitektur Modern

Setelah kemerdekaan, ada tuntutan


fungsi akan kebutuhan pada bentang
lebar dan ketinggian bangunan.
Maka, makin sering digunakan
pemakaian bahan-bahan bangunan
dalam arsitekur modern seperti beton,
baja dan kaca.

Sebagai negara yang baru


merdeka, setelah mengalami
beberapa peperangan untuk
mempertahankan
kemerdekaannya dari th. 19451950.
Indonesia memerlukan banyak
bangunan baru.

Banyak kementerian baru didirikan


pada pemerintahan Presiden
Sukarno waktu itu, dan sebagian
besar memerlukan gedung baru di
Jakarta.

Kebutuhan Arsitek Lokal


1.
2.
3.
4.

Perginya arsitek Belanda, sementara sedikit arsitek


Indonesia siap mengambil alih.
Keterbatasan material bangunan berakibat sedikitnya
produksi arsitektur.
Bekas Staf PU diminta ambil alih tugas arsitek
Belanda.
Perusahaan konstruksi disewa oleh klien mereka
sebagai arsitek, muncullah arsitektur konservatif.
Insinyur sipil juga diminta menjadi arsitek.

Liem Bwan
Tjie

6 September 1891,
Semarang 1966, Belanda

Th. 1910-1924, di Belanda ia belajar pada Sekolah Teknik


Menengah (MTS Middelbaare Technischeschool) sampai
Sekolah Tinggi Teknik Delft di Belanda.
Th. 1916, bekerja pada kantor-kantor arsitek terkenal seperti:
B.J. Ouendag, Michael de Klerk, Gulden en Geldmaker dan Ed.
Cuypers di Amsterdam
Th. 1929, kembali ke Hindia Belanda dan bekerja sebagai
arsitek di kota kelahirannya Semarang.
Th. 1938, pindah ke Batavia.
Th. 1947, rancangan rumah tinggal Ir. Soekarno
Th. 1965, pindah ke Belanda.

Kantor pusat Oei Tiong Ham Concern yang lama di Semarang (kiri); Kantor
Oei Tiong Ham Concern yang baru dirancang oleh arsitek Liem Bwan Tjie
pada th. 1930-31 (kanan).

Rumah tinggal The Bo Djwan, Malang (1934)

Kebanyakan klien adalah orang-orang


kaya yang berpendidikan Barat yang
menerima modernisasi sebagai bagian
hidupnya.
Tidak ada masalah untuk punya
arsitektur modern.

Sukarno
Pandangan politiknya,
termasuk kebijakan dalam
pembangunan arsitektur,
sangatlah nasionalis, tampak
pada pidatonya, sbg berikut:
"Let us prove that we can
also build the country like
the Europeans and
Americans do because we
are equal."

Seorang arsitek yang menjadi favorit Soekarno


adalah Frederich Silaban, bekas pegawai
Netherlands-Indie Department of Public Works.
Visi arsitekturnya sebagai berikut:

"What is Indonesian architecture? It is an architecture


that emerged from utmost tropical climatic utilization. It
is not a copy and imitation of indigenous form, so that
we may mark our modernity."

Frederich Silaban
(16 Desember 1912,
Bonandolok, Sumatera Utara
14 Mei 1984, Jakarta)

Karya F. Silaban

Tugu Khatulistiwa - Pontianak (1938)


Kantor Dinas Perikanan - Bogor (1951)
Rumah Dinas Walikota - Bogor (1952)
Kampus Cibalagung, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP)/Sekolah
Pertanian Menengah Atas (SPMA) - Bogor (1953)
Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata - Jakarta (1953)
Masjid Istiqlal - Jakarta (1954)
Gedung Bentol - Jawa Barat (1954)
Kantor Pusat Bank Indonesia, Jalan Thamrin - Jakarta (1958)
Rumah Pribadi Friderich Silaban - Bogor (1958)
Monumen Nasional / Tugu Monas - Jakarta (1960)
Gedung BNI 1946 - Jakarta (1960)
Gedung BLLD, Bank Indonesia, Jalan Kebon Sirih - Jakarta (1960)
Gedung Universitas Nommensen - Medan (1962)
Markas TNI Angkatan Udara - Jakarta (1962)
Gedung Pola - Jakarta (1962)
Gedung BNI 1946 - Medan (1962)
Monumen Pembebasan Irian Barat - Jakarta (1963)
Menara Bung Karno - Jakarta 1960-1965 (tidak terbangun)
Rumah A Lie Hong - Bogor (1968)

Tugu Khatulistiwa
Pontianak (1938),

F. Silaban bekerja di PU

Kantor Pusat Bank Indonesia, Jalan Thamrin - Jakarta (1958)

Bank Indonesia Jakarta

Silaban menolak menggunakan kayu dan tetap


pada pilihan memakai stainless steel, baja tak
berkarat.

Ini bukan kegenitan, tapi saya sudah janji kepada rakyat


bahwa bangunan ini akan tahan seribu tahun,

Akibatnya, biayanya menjadi besar.


Penggunaannya diresmikan oleh Presiden
Soeharto pada 22 Februari 1978.

Setiap kali Soekarno bertandang ke


Istana Bogor, Silaban selalu diundang
untuk sekadar sarapan bersama atau
menonton film.

Suatu ketika Bung Karno berniat


menunjukkan calon lokasi stadion
olahraga. Bertiga: Bung Karno, Silaban,
dan pilot helikopter Letnan Kolonel
Sumarsono, terbang berkeliling Jakarta.
Saat melintas di kawasan Dukuh Atas,
Soekarno mengatakan di situlah bakal
dibangun stadion olahraga. Silaban
tidak setuju dengan ide Bung Karno.

Ukuran Istiqlal serba berlebih.


Istiqlal adalah masjid dengan konsep grande,
kata Han Awal, seorang arsitek senior.

Pencetus ide pembangunan Masjid Istiqlal adalah


KH Wahid Hasyim (kala itu menjabat Menteri
Agama RI).
Pada 1950, bersama-sama dengan H Agus Salim,
Anwar Tjokroaminoto, Ir Sofwan dan sekitar 200an orang tokoh pimpinan KH Taufiqorrahman
melembagakan ide ini dengan membentuk
Yayasan Masjid Istiqlal.

Desain masjid diperlombakan dengan tim juri yang


beranggotakan Prof. Ir. Rooseno, Ir. H Djuanda,
Prof. Ir. Suwardi. Hamka, H. Abubakar Aceh dan
Oemar Husein Amin yang diketuai langsung oleh
Ir. Soekarno.
Setelah melalui beberapa kali pertemuan di Istana
Negara dan Istana Bogor, maka pada 5 Juli 1955
tim juri memutuskan desain kreasi Silaban yang
berjudul Ketuhanan jadi pemenangnya.

Juri menganggap desain Silaban yang menerapkan


prinsip minimalis menjadi salah satu unsur
istimewa.
Penataan ruang dengan ciri berikut:

terbuka di kiri-kanan bangunan utama dan


tiang-tiang lebar, memudahkan sirkulasi udara dan
penerangan alami
berdaya tampung besar.

Apakah kalian tahu?

Total luas lantainya 7,2 hektare atau sekitar tujuh


kali luas lapangan sepak bola, luas atapnya 2,1
hektare.

Kubah utamanya berdiameter 45 meter dengan


berat 86 ton disangga 12 tiang setinggi 26 meter
dengan garis tengah 2,6 meter.
Tinggi menaranya 66,66 meter, melambangkan
jumlah ayat dalam kitab suci Al-Quran.
Istiqlal mampu menampung 100 ribu jemaah.

Pembangunan kawasan
olahraga di Dukuh Atas
bakal membuat Jalan
Sudirman macet total.
Diramalkan, masalah banjir
tidak akan teratasi.
Ia mengutarakan
ketidaksetujuannya:

Kalau Presiden
mempertahankan lokasi Dukuh
Atas itu, saya khawatir kelak
anak-anak Guntur akan nyeletuk,
Kok kakek kami bodoh amat
membuat kompleks stadion
begitu

17 Agustus 1961 12 Juli 1975

IAI

Pertemuan besar pertama para arsitek dua generasi di


Bandung pada tanggal 16 dan 17 September 1959 dihadiri 21
orang, yaitu
tiga orang arsitek senior, yaitu: Ars. Frederich Silaban, Ars.
Mohammad Soesilo, Ars. Lim Bwan Tjie dan
18 orang arsitek muda lulusan pertama Jurusan Arsitektur Institut
Teknologi Bandung tahun 1958 dan 1959.

Dirumuskan tujuan, cita-cita, konsep Anggaran Dasar dan


dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni yang tertuang
dalam dokumen pendiriannya,
Menuju dunia Arsitektur Indonesia yang sehat.
Resmi berdiri satu-satunya lembaga tertinggi dalam dunia
arsitektur profesional Indonesia dengan nama Ikatan Arsitek
Indonesia (IAI).

I am an architect,
but not an ordinary one

Hotel Indonesia adalah hotel berbintang pertama yang


dibangun di Jakarta.
Hotel ini diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh
Soekarno untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962.
Bangunan Hotel Indonesia dirancang oleh arsitek Abel
Sorensen dan istrinya, Wendy, asal Amerika Serikat.
Menempati lahan seluas 25.082 meter persegi.

Wisma Nusantara

Gedung perkantoran setinggi 117 meter dan


30 lantai yang terletak di Bundaran HI,
Jakarta.
Gedung ini dibangun th 1964-1967 dan
merupakan gedung pencakar langit pertama
di Indonesia.

Jembatan penghubung Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang


dipisahkan oleh Sungai Musi. Panjang 1.117m yang memiliki
dua menara.
Pembangunan jembatan dimulai pada tahun 1962. Peresmian
pemakaian jembatan pada tahun 1965.

Sarinah adalah pusat perbelanjaan setinggi 74 meter dan 15 lantai


di Jakarta.
Gedung ini dibangun pada tahun 1963-1967.
Sarinah adalah pusat perbelanjaan pertama di Indonesia dan juga
pencakar langit pertama di Jakarta.
Pertama digagas oleh Sukarno, menyusul lawatan ke sejumlah
negara yang memiliki pusat belanja modern.
Soekarno membuat pusat perbelanjaan untuk memenuhi
kebutuhan rakyat mendapatkan barang-barang bagus.

PEMBANGUNAN Bertepatan dengan Perayaan Dasa Warsa


Konferensi Asia-Afrika pada 19 April 1965 dipancangkanlah tiang
pertama pembangunan proyek political venues di Komplek
Senayan Jakarta. Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo Dpl Ing.

Gedung Parlemen

Kompleks Parlemen didirikan pada 8 Maret 1965 untuk


menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New
Emerging Forces) sebagai wadah New Emerging Forces.
Anggota-anggotanya terdiri dari negara-negara Asia, Afrika,
Amerika Latin, negara-negara Sosialis, negara-negara
Komunis, dan Progresive Forces kapitalis.
Melalui Keppres No. 48/1965, Soekarno menugaskan kepada
Soeprajogi sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga
(PUT). Menteri PUT kemudian menerbitkan Peraturan Menteri
PUT No. 6/PRT/1965 tentang Komando Pembangunan
Proyek Conefo.
Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo, Dpl. Ing. ditetapkan dan
disahkan presiden pada 22 Februari 1965.

Soejoedi Wirjoatmodjo
(27 Desember 1928 - ..)
Pendidikan : arsitektur di Technische Hoodgeschool Bandung
(ITB).
Menerima beasiswa dari
pemerintah Prancis untuk
meneruskan studi di LEcole des
Beaux-Arts, Paris.
Tak betah, ia pindah ke
Technische Hoogeschool, Delft,
Belanda.
Lalu pindah ke Technische Uni
versitat, Berlin Barat.

Achman Noeman
(Garut, 10 Oktober 1925 - .. )

Th 1948, Noeman kuliah di Universitas


Indonesia di Bandung pada 1948.
Th. 1949, Noeman mengikuti wajib
militer dan tergabung dalam Corps
Polisi Militer (CPM). Mendapatkan
pangkat Letnan Dua.
Th. 1952, Noeman mengundurkan diri
dan melanjutkan studinya.
Ada nilai-nilai yang cocok untuk
beramal saleh, dengan pensil dan kertas.

Masjid Salman dirancang


pada tahun 1964 oleh
Achmad Noe`man
Karakteristik dan perwujudan
dari gagasan bentuk dan
ekspresi arsitekturalnya,
merombak pola-pola lama
dalam perwujudan bentuk
dan ekspresi masjid-masjid
di Indonesia yang ada.

Arsitektur Jengki

Tahun 1950-60an, arsitektur yang baru


dikenal sebagai 'jengki style' muncul.
Kata jengki dari 'yankee istilah Amerika
Dilahirkan dari para asisten arsitek
Belanda, kebanyakan lulusan pendidikan
menengah bangunan.

Latar belakang

Johan Silas beranggapan,

Jenis ini mewakili pemikiran serta keinginan


yang bebas dari orang Indonesia waktu itu.
Semangat ini diwujudkan dalam arsitektur
yang berbeda dari periode Belanda.

Ciri-ciri Arsitektur Jengki

Bentuk denah berupa geometris sederhana,


dengan kebutuhan ruang yg kompleks.
Penampilan dikembangkan dengan bentukan yang
tampak rumit, seperti pentagon dan bentuk tidak
teratur lain.
Kemiringan atap yang ekstrem membantu
pengolahan fasad.
Dibedakan dengan penekanan pada teras, bukaan
(pintu-jendela-ventilasi) serta penyelesaian dinding
menggunakan olahan material.