Anda di halaman 1dari 73

REFRESHING

DERMATOSIS ERITROSKUAMOSA
Pembimbing :Dr. Heryanto, Sp.KK
Oleh : Wahyuni Saleh
2005730068
KEPANITERAAN KLINIK KULIT DAN KELAMIN
RSI JAKARTA UTARA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2010

Psoriasis
Eritroderma
Pitiriasis rosea
Dermatitis seboroik

PSORIASIS

Definisi

Sinonim

Penyakit

yang
bersifat kronik dan
residif.

Ditandai

dengan
adanya
bercakbercak
eritema
berbatas
tegas
dengan
skuama
yang
kasar,
berlapis-lapis dan
transparan.

Psoriasis vulgaris

Etiologi
Disangka autoimun
Faktor herediter dominan
Faktor psikis
Infeksi fokal

Epidemiologi
Insidens pd kulit putih > kulit berwarna
>
Umumnya pada orang dewasa, usia 15-22

tahun.
Masa puncak kedua pada penyakit ini
muncul rata-rata antara 60-69 tahun.

Patogenesis
Patogenesis

psoriasis
tetap
tidak
diketahui
tetapi
beberapa
penulis
percaya bahwa penyakit ini merupakan
autoimun murni dan sel T mediated.
Beragam data yang diperoleh pada
psoriasis terdapat aktivitas infiltrasi selsel CD4 pada lesi-lesi kulit. Lesi psoriasis
lama umumnya penuh dengan sebukan
limfosit T pada dermis yang terutama
terdiri atas limfosit T CD4 dengan sedikit
sebukan limfositik dalam epidermis.

Lanjutan
Pada

psoriasis terdapat sekitar 17


sitokin yang produksinya bertambah. Sel
langerhans
juga
berperan
pada
imunopatogenesis. Terjadinya proliferasi
epidermis
diawali
dengan
adanya
pergerakan antigen, baik eksogen
maupun endogen oleh sel Langerhans.
Konsentrasi lipid yang tinggi dan
peningkatan level enzim protein nuklear
pada
glikolitik
pathway
yang
menyebabkan turn over sel meningkat.

Gejala Klinis
KU : tidak dipengaruhi
Gatal ringan
Predileksi :

kulit kepala
perbatasan kulit kepala dan wajah /
muka
ekstensor ekstremitas terutama siku,
lutut, lumbosakral

Kelainan kulit
Bercak-bercak eritema yang meninggi

(plak) dengan skuama diatasnya


Eritema berbatas tegas dan merata
Pada stadium penyembuhan sering eritema
yang ditengah menghilang
Skuama berlapis-lapis, kasar, warna putih
seperti mika atau transparan

Fenomena tetesan lilin


Skuama yang berubah warna menjadi putih

pada goresan --> disebabkan berubahnya


indeks bias
Cara menggores dengan pinggir gelas alas

Fenomena Auspitz
Tampak serum atau darah berbintik-bintik

disebabkan papilomatosis
Skuama berlapis-lapis dikerok dengan
pinggir gelas alas. Setelah skuama habis,
pengerokan harus perlahan-lahan. Jika
terlalu dalam : perdarahan yang merata

Fenomena Kbner
Trauma pada kulit penderita psoriasis,

misalnya : garukan, dapat menyebabkan


kelainan yang sama dengan kelainan
psoriasis

Pitting nail

kelainan pd sendi

Bentuk klinis
Psoriasis vulgaris : bentuk yg lazim

terdapat
Psoriasis gutata : <1cm, diseminata,
setelah infeksi streptococcus di saluran
napas bagian atas
Psoriasis inversa : tempat predileksi
pada daerah fleksor
Psoriasis eksudativa : sangat jarang,
bentuk eksudatif

Lanjutan
Psoriasis seboroik : merupakan

gabungan antara psoriasis dan


dermatitis seboroik, skuama menjadi
agak berminyak dan agak lunak
Psoriasis pustulosa : psoriasis pustulosa
palmoplantar, psoriasis putulosa
generalisata akut
Eritroderma psoriatik : disebabkan oleh
pengobatan topikal yg terlalu kuat atau
penyakitnya sendiri yg meluas

Eritroderma psoriatik

Komplikasi psoriasis
Kelainan kuku (50%) pitting nail
berupa lekukan-lekukan miliar
2. Kelainan sendi : bersifat poliartikular,
sendi membesar
Predileksi : sendi interfalangs distal
Umur : 30-50 tahun
3. Eritroderma
1.

Histopatologi
Gambaran khas : hiperkeratosis,

parakeratosis dan akantosis


Pada stratum spinosum terdapat kelompok
leukosit abses monro
Selain itu terdapat pula : papilomatosis dan
vasodilatasi di sub epidermis

Diagnosis banding
Sifilis stadium II
Dermatitis seboroik
Dermatofitosis psoriasis stadium

penyembuhan

Pengobatan sistemik
1.

Sitostatik : Metrotrexat. Tes dosis inisial 5


mg. 3 x 2.5 mg, interval 12 jam dalam
seminggu Dosis total 7.5 mg. Jika tidak
ada perbaikan dosis dinaikkan 2.5-5 mg
perminggu. Dosis 3 x 5 mg perminggu
biasanya sudah tampak perbaikan

2.
3.
4.
5.

6.

Levodopa 2 x 250 mg - 3x 500 mg


DDS 2 x 100 mg psoriasis pustulosa
tipe barber
Etretinat (Tegison) : 1mg/KgBB1mg/KgBB
Siklosporin : efek imunosupresif
6 mg/KgBB/hari
Kortikosteroid : prednison 30mg/hari

Pengobatan Topikal
1.

Preparat ter
efek : antiradang
asal : fosil iktiol
kayu oleum kadini dan
oleum ruski
batubara liantral, LCD

Psoriasis menahun ter dari batubara


Psoriasis akut ter dari kayu

Konsentrasi 2-5%, Ditambah asam salisilat


2-10 % dan sulfur presipitatum 3-5 %
meningkatkan penetrasi

2.

3.

4.

Kortikosteroid: Fluorinate, triamcinolone 0,1


% dan flucinolone topikal psoriasis pada
anak. Preparat hidrokortison 1%-2,5% harus
fase akut dan sebagai pengobatan
maintenance.
Ditranol (antralin) : konsentrasi 0,2%-0,8%,
lama -jam/hari/kali. Penyembuhan dlm 3
minggu
Pengobatan penyinaran
Sinar UV menghambat mitosis
** UVA + Psoralen PUVA
** UVA + Preparat ter Goeckerman
** UVB + LCD 5-7%

5.
6.

7.

Calcipotriol : Sintetik vitamin D,


salap/krim, 50 mg/g antiproliferasi
Tazaroten : bentuk gel 0,05% dan krim
0,1%. Kombinasi dg steroid topikal
cepat sembuh & iritasi
Emolien : melembutkan permukaan kulit

Prognosis
Tidak menyebabkan kematian, tetapi

bersifat kronis dan residif

Parapsoriasis
merupakan penyakit kulit yang belum

diketahui penyebabnya
pada umumnya tanpa keluhan, kelainan kulit
terdiri atas :
- eritema
- skuama
- berkembangnya perlahan
- perjalanannya umumnya kronik

Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
Parapsoriasis gutata
Parapsoriasis en plaques
Parapsoriasis variegate

Gejala Klinis
Parapsoriasis Gutata
Bentuk ini terdapat pada dewasa muda terutama pada
pria.
Ruam terdiri atas papul miliar serta lentikular, eritema
dan skuama, dapat hemoragik, kadang berkonfluensi
dan umumnya simetrik.
Penyakit ini sembuh spontan tanpa meninggalkan
sikatriks.
Tempat predileksi pada badan, lengan atas dan paha,
tidak terdapat pada kulit kepala, muka dan tangan.
Bentuk ini biasanya kronik, tetapi dapat akut dan
disebut parapsoriasis gutata akuta (Penyakit Muchaabermann).

Parapsoriasis Variegata
Kelainan terdapat pada badan, bahu dan tungkai,
bentuknya seperti kulit zebra
terdiri atas skuama dan eritema yang bergaris-garis.
Parapsoriasis en Plaques
Umumnya mulai pada usia pertengahan, dapat terusmenerus/mengalami remisi,
lebih sering pada pria dari pada wanita.
Tempat predileksi pada badan dan ekstremitas.
Kelainan kulit brupa bercak eritematosa, permukaannya
datar, bulat/lonjong, bdiameter 2.5 cm dengan sedikit
skuama, berwarna merah jambu, coklat/agak kuning.
Bentuk
ini sering berkembang menjadi mikosis
fungoides.

Pengobatan
Penyakit dapat membaik dengan penyinaran

ultraviolet atau dengan kortikosteroid topikal


seperti yang digunakan pada pengobatan
psoriasis.
Hasilnya bersifat sementara dan sering
kambuh.
Pengobatan parapsoriasis gutata akuta
dengan eritromisin (40 mg/kg berat badan)
dengan hasil baik juga dengan tetrasiklin.
Keduanya mempunyai efek menghambat
kemotaksis neutrofil.

ERITRODERMA

Definisi
Kelainan kulit yg ditandai eritema seluruh

tubuh atau hampir seluruh tubuh, biasanya


disertai skuama
Mutlak harus ada eritema
Skuama tidak selalu terdapat

Sinonim
Dermatitis eksfoliativa

Etiologi
1.
2.

3.

Akibat alergi obat biasanya sistemik


Akibat perluasan penyakit kulit, mis :
psoriasis, pemfigus foliaseus, dermatitis
atopi, pitiriasis rubra pilaris, liken planus
Akibat penyakit sistemik termasuk
keganasan

Patogenesis
Pada dermatitis eksfoliatif terjadi

pelepasan stratum korneum ( lapisan


kulit yang paling luar ) yang mencolok
yang menyebabkan kebocoran kapiler ,
hipoproteinemia dan keseimbangan
nitrogen yang negatif . Karena dilatasi
pembuluh darah kulit yang luas ,
sejumlah besar panas akan hilang jadi
dermatitis eksfoliatifa memberikan efek
yang nyata pada keseluruh tubuh.

Gejala Klinis
Eritroderma akibat alergi obat secara sistemik : timbul secara

akut dalam waktu 10 hari. Mulanya kelainan kulit eritema


yang universal tanpa disertai skuama, penyembuhan timbul
skuama.
II. Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit
1. Eritroderma karena psoriasis
kelainan kulit skuama yang berlapis-lapis dan kasar di atas
kulit yang eritematosa, berbatas tegas. Eritema tidak merata.
2. Penyakit Leiner
Keadaan umum penderita baik, tanpa keluhan. Kelainan kulit
eritema universal disertai skuama yang kasar.
III. Eritroderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasan
Termasuk di dalam golongan ini ialah sindrome Sezary. Ditandai
eritema berwarna merah membara yang universal disertai
skuama dan rasa sangat gatal. Terdapat pula infiltrasi pada kulit
dan edema. Para penderita didapati splenomegali, limfadenopati
superfisial, alopesia, hiperpigmentasi, hiperkeratosis palmaris
dan plantaris, serta kuku yang distrofik.

Penatalaksanaan
Kortikosteroid.
Gol.I prednison 3x10mg 4x10mg
Gol.II prednison 4x10mg 4x15mg

tappering off.
Penyakit leiner prednison 3x1-2mg/hr
Sindrom sezary prednison 30mg/hr
sitostatik (klorambusil) 2-6mg/hr

Prognosis
Gol. I baik
Sindrom sezary buruk, meninggal

setelah 5 tahun, meninggal setelah 10


tahun

PITIRIASIS ROSEA

Definisi
Penyakit kulit yg dimulai dg sebuah lesi

inisial berbentuk eritema dan skuama


halus. Disusul oleh lesi-lesi yang lebih kecil
di badan, lengan dan paha atas yang
tersusun sesuai dengan lipatan kulit
Sembuh dalam 3-8 minggu

Etiologi
Belum diketahui
Hipotesis : Penyebab virus
Self-limiting disease

Epidemiologi
Pada semua umur, terutama 15-40 tahun

Patogenesis
Beberapa peneliti mengemukakan

hipotesisnya yang menyatakan bahwa


munculnya pitiriasis rosea mempunyai
hubungan erat dengan reaktivasi human
herpesvirus-6 dan human herpesvirus-7.

Gejala Klinis
Gatal ringan
Pada umumnya tidak ada gejala konstitusi
Penyakit mulai dengan lesi pertama (Herald

Patch), umumnya di badan


Soliter, oval dan anular, diameter 3 cm
Ruam eritema dan skuama halus di
pinggir

Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi

pertama
Gambaran khas : sama dengan lesi
pertama hanya lebih kecil
Susunannya sejajar dengan kosta, hingga
menyerupai pohon cemara terbalik
Predileksi : badan, lengan atas bgn
proksimal dan paha atas

Diagnosis banding
Tinea korporis

pada pitiriasis rosea gatalnya tidak begitu


berat seperti pada tinea korporis,
skuamanya halus sedangkan pada tinea
korporis kasar.

Pengobatan
Simptomatis
Gatal sedativa
Topikal bedak asam salisilat + menthol

0.05% - 1%

Prognosis
Baik, karena penyakit sembuh spontan

3-8 minggu

DERMATITIS SEBOROIK

Definisi
Penyakit kulit dengan peradangan

superfisial kronis yang mengalami remisi


dan eksaserbasi dengan area seboroik
sebagai tempat predileksi.

Etiologi
Penyebabnya belum diketahui pasti.
Faktor predisposisinya : kelainan konstitusi

berupa status seboroik yang rupanya


diturunkan.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor
kelelahan, stres emosional, infeksi, atau
defisiensi imun

Epidemiologi
Dermatitis seboroik dapat menyerang

semua ras
Pria > wanita
Dermatitis seboroik dapat terjadi pada bayi,
orang dewasa, dan orang tua.

Patogenesis
Dermatitis seboroik berhubungan erat

dengan keaktivan glandula sebasea.


Adanya hubungan antara penyakit ini
dengan pityrosporum ovale.
Pertumbuhan P.ovale yang berlebihan
dapat mengakibatkan reaksi inflamasi,
baik akibat produk metabolitnya yang
masuk kedalam epidermis, maupun
karena sel jamur itu sendiri, melalui
aktivasi sel limfosit T dan sel
langerhans.

Gejala Klinis
Kelainan kulit : eritema dan skuama yang

berminyak dan agak kekuningan, batas agak


kurang tegas.
Ringan hanya mengenai kulit kepala
skuama-skuama halus, mulai sebagai bercak
kecil mengenai seluruh kulit kepala,
pitiriasis sika (ketombe).
Bentuk berminyak pitiriasis steatoides,
disertai eritema, krusta tebal-tebal, rambut
cenderung rontok mulai dari vertex ke frontal.
Pada bayi, skuama-skuama yang kekuningan
dan kumpulan debris-debris epitel yang
melekat pada kulit kepala cradle cap.

Diagnosis Banding
Psoriasis
Kandidosis
Otomikosis dan otitis eksterna

Penatalaksanaan Sistemik
Kortikosteroid prednison 20-30mg sehari
Isotretinoin, dosisnya 0,1-0,3mg/kgBB/hari

selama 4 minggu.
Narrow band UVB 3x1 minggu selama 8
minggu.
P.ovale ketokonazol dosisnya 200mg/hari

Penatalaksanaan Topikal
Pitiriasis sika 2-3 x 1minggu scalp

dikeramasi selama 5-15 menit dengan


selenium sulfida.
Ter LCD 2-5% atau krim pragmatar
Resorsin 1-3%
Sulfur praesipitatum 4-20% dapat
digabung dengan asam salisilat 3-6%
Kotikosteroid krim hidrokortison 2,5%
P.ovale Krim ketokonazol 2%

Prognosis
Pada sebagian kasus yang mempunyai

faktor konstitusi penyakit ini agak sukar


disembuhkan, meskipun terkontrol.

TERIMA KASIH