Anda di halaman 1dari 2

Pendanaan Di Luar Neraca

Pendanaan diluar neraca adalah tidak tercantumnua kewajiban pendanaan tertentu


seperti operating lease dan capital lease. Rancangan pendaan di luar neraca lainnya mulai
dari yang paling sederhana sampai dengan yang kompleks. Rancangan ini selalu berubah
sesuai dengan saat ketentuan akuntansi atas transaksi pendanaan diluar neraca.
Contoh Pendanaan Di Luar Neraca
Beberapa cara untuk mendanai properti, pabrik, dan peralatan adalah meminta pihak
luar untuk mendapatkannya dan perusahaan sepakat untuk menggunakan aset tersebut dan
menyediakan dana yang cukup untuk melunasi utang. Perusahaan menempatkan transaksi ini
sebagai investasi dalam ekuitas dan tidak mengkonsolidasikannya dalam laporan keuangan
perusahaan. Dengan demikian pendanaan tersebut tidak masuk kedalam kewajiban.
Entitas Bertujuan Khusus
Biasa disebut dengan Special Purpose Entity, telah menjadi mekanisme pendanaan
yang sah selama lebih dari 2o tahun dan berkaitan erat dengan kegiatan keuangan perusahaan
daat ini. Konsep SPE adalah :

SPE dibentuk oleh perusahaan sponsor dan kapitalisasi ekuitas dan beberapa

diantaranya harus berasal dari pihak ketiga.


SPE meningkatkan investasi ekuitas dengan meminjam dari pasar kredit dan membeli

dari atau untuk perusahaan sponsor.


Arus kas dari aset digunakan untuk membayar utang dan menyediakan pengembalian
bagi investor ekuitas.

Contohnya : sebuah perusahaab ingin membangun kantor tetapi tidak ingin mencatat aset dan
atau kewajiban dalam neraca. SPE sepakat untuk mendanai dan membangun kantor terebut
dan menyewakan kepada perusahaan melalui operating lease disebut dengan synthetic lease.
Keuntungan menggunakan SPE :
1. SPE dapat menyediakan alternatif pendanaan berbiaya rendah daripada meminjam
langsung dari pasar kredit.
2. Dalam GAAP, SPE distrukturkan dengan benar dan diperlakukan sebagai entitas
terpisah, tidak dikonsolidasikan dengan perusahaan sponsor.

Contoh Kasus Capital One


Capital One Financial Coorporation adalah sebuah perusahaan pembiayaan konsumen
dengan total aset sebesar $53,7 M yang sebagian besar terdiri atas pinjaman konsumend an
piutang kredit. Capital One menggunakan SPE untuk membeli sebagian portofolio pinjaman
konsumennya yang selanjutnya SPE akan mendanai pembelian tersebut dengan menerbitkan
obligasi yang dijamin dengan piutang bersangkutan.
Capital One mengelola lebih dari $80 M pinjaman konsumen, namun hanya $38 M
yang dilaporkan kedalam neraca. Sebesar $42 M lainnya dijual kepada SPE. Pada tahun 2004
Capital One melaporkan kenaikan pinjaman konsumen sebesar $19 M. Perusahaan juga
melaporkan arus kas yang masuk hampir $11 M terkait dengan penjualan pinjaman ini.
Capital One merupakan contoh perusahaan yang menggunakan SPE untuk tujuan keuangan
yang sah dan pengungkapan penuh.