Anda di halaman 1dari 8

Bab XXV

Prinsip Dasar Radiologi


Radiologi (Roentgenology) merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan penggunaan
sinar X untuk kepentingan teraputik dan diagnosa. Roentgen (1843-1923) menemuka
n sinar-x pada tahun 1895 yang kemudian dinamakan sebagai Roentgenology.
Sinar-X untuk kepentingan Teraputik
Sinar-x sangat berbahaya bagi sel-sel hidup khususnya sel-sel gonad dan sel-sel
embrional yang belum dewasa. Sinar tersebut dapat menyebabkan perubahan biologis
baik somatik maupun genetik. Pada dosis yang tinggi sinar tersebut dapat menyeb
abkan destruksi terhadap sel-sel secara langsung dan sinar tersebut memiliki kem
ampuan khusus bagi jaringan malignan. Kemampuan ini memiliki keuntungan pada pen
ggunaan sinar-x untuk tujuan terapi dan juga untuk pengobatan lesi malignan. Seb
uah alat yang dinamakan r-meter atau Roentgen-meter ditempatkan pada alat sinarx yang dapat digunakan sebagai menetapkan jumlah sinar-x yang dikeluarkan oleh m
esin sinar-x untuk mengobati tumor dan penyakit lainnya. Ukuran kualitas sinar r
adiasi yang dikeluarkan diukur dalam satuan r. Sejumlah unit dosis sinar-x yang te
rabsorbsi dinamakan rad. Beberapa elemen seperti radium, bahan pewarna sinar-x d
an elemen-elemen ini dapat digunakan untuk kepentingan terapi seperti jarum Radi
um.
Sinar-x untuk Kepentingan Diagnostik
(Sejak diketahui sinar-x dapat menembus masuk hampir setiap unsur meliputi alumu
nium dan mampu untuk menghasilkan perubahan kimia pada film fotografi maka dari
itu dapat digunakan sebagai Radiografi.
Radiograf (gambar sinar-x) merupakan hasil fotografik yang dihasilkan oleh sinar
-x yang menembus objek atau tubuh dan di rekord oleh film khusus.
Fluoroscopy (Radioscopy; screening): Meskipun sinar-x tidak dapat terlihat oleh
mata tetapi dapat menyebabkan beberapa unsur kimia seperti (Kalsium tungstat, Ba
rium sulfat, Seng sulfid, Seng cadmium sulfid, Barium platinocyanida, dan sebaga
inya) menjadi bersinar atau dapat terlihat. Layar fluoresen yang digunakan untuk
tujuan ini terdiri dari papan yang telah di mengandung kalsium tungstat. Sinarx menembus tubuh pasien dan ditangkap pada papan dan gambar kemudian dapat dilih
at. Keuntungan dari fluoroscopy adalah pergerakan organ dalam dapat diobservasi
secara langsung namun pada radiografi hanya gambaran fotograf saja yang dapat di
lihat. Fluoroscopy lebih banyak membantu pada kasus dislokasi dan sebagainya.Tet
api kekurangannya adalah tidak memberikan rekord yang permanen seperti layaknya
radiograf dan meliputi resiko radiasi tambahan kepada pasien dan pengamat dapat
terekspose sinar-x lebih lama. Namun terkadang fluoroscopy memiliki kepentingan
untuk mendiagnosa emfisema pulmoner dan gangguan perikardial yang dimana pada ra
diograf tidak bisa memberikan hasil diagnostik yang baik. Fluoroscopy pada emfis
ema pulmoner akan menampilkan diafragma yang datar yang dimana tidak menunjukkan
pergerakan inspirasi dan ekspirasi yang normal. Gambaran jantung pada gangguan
perikardial akan menunjukkan pergerakkan sistolik dan diastolik yang normal teta
pi hanya vibrasi saja.
Sinar-x
Sinar-x meliputi kategori gelombang elektromagnetik, panjang gelombang sinar-x,
yang diukur dalam satuan Angstrom Unit (AU). Satu AU sama dengan 1/100,000,000cm
atau 1/10,000,000mm. Layaknya seperti sinar yang lain, sinar-x bergerak dengan
kecepatan 186,000 mil perdetik. Sebagai perbandingan perbandingan panjang gelomb
ang berbagai gelombang elektromagnetik diterangkan dibawah ini.
Perbandingan Panjang Gelombang Beberapa Sinar
(a) Dalam Ukuran Angstrom Unit
Kurang dari 1/10 : Sinar-x yang digunakan untuk radiology
1/10 sampai : Radiologi medis
sampai 25 : Sinar-x lemah
25 sampai 4,000 : Sinar UV
4,000 sampai 7,700 : Sinar lampu
7,700 sampai 10,000,000 AU
Atau : Sinar Infra Merah
7,700 sampai 1/1,000
(b) Dalam Satuan Meter

Mendekati 1/100 M : Gelombang mikro (radar)


Mendekati 1 M : Televisi
Mendekati 100 M sampai 1,000 M : Alat komunikasi
Mendekati 10,000,000 M : 60 siklus AC
Tabung Sinar-x
Sinar-x dihasilkan melalui arus listrik bervoltase tinggi. Diperlukan 10 kilovol
t untuk dapat menghasilkan sinar-x kemampuan rendah. 30 sampai 100 KVP (kilovolt
peak) atau lebih yang dibutuhkan mesin untuk radiografi dan fluoroscopy. Mesin
x-ray untuk kegunaan radiasi teraputik tetap memerlukan voltase yang tinggi. (1
kilovolt=1000 volt)
Tabung sinar-x terdiri bola lampu hampa udara yang mengandung anoda dan katoda y
ang terpisah dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Anoda (+) dinamakan sebagai t
arget dan katoda (-) dinamakan sebagai filamen. Apabila listrik sudah mengalir e
lektron akan bergerak dari filamen dan menghantam target dengan kekuatan penuh.
Energi yang dikeluarkan biasanya dikonversikan menjadi panas dan hanya sebagian
(sekitar 1%) yang menjadi sinar cahaya meliputi sinar-x.
Tabung sinar-x sangat tertutup dalam sebuah tabung yang pada salah satu sisinya
ada sebuah bukaan yang kecil yang dilapisi oleh lapisan aluminium. Sejak diketah
ui sinar-x dapat menembus aluminium, sinar-x x akan menembus aluminium sementara
sinar yang lainnya tertahan olehnya. Jumlah sinar-x yang keluar dapat diatur de
ngan menyesuaikan diafragma.
Radiografi
Untuk mengambil gambaran radiograf pertamakali film dimasukkan kedalam sebuah ka
set atau x-ray film holder di sebuah ruangan gelap. Dalam sebuah film tersebut d
iperlukan intensfying screen.
Bagian tubuh yang akan terekspose diposisikan tepat pada kaset yang berisi film
dan sinar-x kemudian mengalir melalui jaringan dan ditangkap oleh film dalam dur
asi tertentu. Kemudian kaset kembali dibuka diruangan gelap dan filmnya dikeluar
kan. Film kemudian dilanjutkan untuk diproses menjadi radiograf atau roentgenogr
am, yang lebih populer dinamakan dengan Gambar x-ray . Gambar sinar-x yang di ceta
k dinamakan skiagram.
Kaset berbentuk flat, tidak tembus cahaya, terdapat kotak metalik yang terbuat d
ari aluminium yang berfungsi agar film dapat terpapar sinar-x. Bagian bawah kase
t dan bagian sampingnya sangat terlindungi. Sinar-x masuk ke kaset melalui bagia
n permukaan yang tidak terlindungi kemudian sinar-x ditangkap oleh film dan dite
ruskan terabsorbsi oleh plat. Kaset juga bisa diakomodasi dengan intesfying scre
en jika diperlukan. Film ditaruh diantara dua intensfying screen.
Sinar-x film holder tidak tembus cahaya, cardboard dengan bagian bawah yang terl
indungi. Hal tersebut juga berfungsi pada kaset.
Intensfying screen merupakan lembaran yang tipis yang mengandung unsur fluoresen
seperti Kalsium tungstat atau Barium sulfat. Pada saat sinar-x ditangkap oleh i
ntensfying screen warna sinar biasa juga dapat dihasilkan karena efek fluoresen
pada layar dan oleh karena itu efek fotografik sinar-x dapat diintensifkan. Jika
film khusus yang sensitif terhadap sinar-x dan sinar biasa digunakan maka waktu
pemaparan sinar dapat diperpendek. Pada saat memasang kaset dengan film, film d
itempatkan diantara kedua intensfying screen. Tiga tipe intensfying scree yang t
ersedia adalah. (1) Layar kecepatan tinggi yang mendukung intensifikasi yang tin
ggi, (2) Layar kecepatan rendah menghasilkan gambar yang lebih tajam, (3) Layar
par speed mendukung kecepatan sedang dan ketajaman yang sedang.
Penggunaan Grid
Sinar-x keluar melalui focal spot yang dinamakan sinar primer kemudian sinar ini
direfleksikan setelah menabrak pada objekn refleksi sinar ini dinamakan sinar s
ekunder atau sinar yang terpecah (scattered radiation).
(Dapat juga dijelaskan pada saat mengambil gambar radiograf semua sinar primer j
atuh pada jaringan yang tidak dapat terlewati. Beberapa sinar dapat melewati jar
ingan beberapa sinar terrefleksikan dalam berbagai tingkatan ketebalan jaringan
dan sinar yang tertinggal terabsorbsi oleh jaringan). Sinar yang terrefleksikan
menyebabkan radiasi yang terpecah. Radiasi yang terpecah tersebut jatuh ke film
bersamaan dengan sinar primer menghasilkan gambar yang buram pada film. Untuk me
nghindari pemecahan sinar diperlukan sebuah alat yang dinamakan grid yang diguna

kan dalam radiografi. Penggunaan grid diperlukan untuk jaringan dengan ketebalan
11 sentimeter. Grid ditempatkan diantara bagian yang terekspose dan pada kaset.
Tersedia grid yang tidak dapat bergerak (stationary grid) dan grid yang dapat b
ergerak (movable grid). Sebuah grid tersusun atas strip dan materi radiotranspar
en seperti kayu atau aluminium teratur pada saat focal spot diposisikan tepat di
tengah grid, strip pada grid disejajarkan dengan tumbukan primer. Contoh familia
r alat yang dapat kita temui adalah grid yang dapat bergerak yaitu Potter-Bucky
Diafragma (atau Bucky). Grid ini tetap bergerak selama waktu terjadinya pemaparan
sinar. Pada saat grid yang tidak bergerak digunakan strip pada grid akan tergamb
ar pada radiograf. Untuk menghindari hasil dari strip ini maka digunakan strip y
ang bergerak.
Langkah-langkah Pemrosesan Film
Pemrosesan film dilakukan didalam ruangan gelap. Larutan yang digunakan bersuhu
maksimum 60 sampai 75 F.
Langkah-langkah pemrosesan film meliputi: Developing,Rinsing, Fixing, Rinsing da
n Drying.
Kualitas radiograf
1. Density (Densitas Radiografik): Gambaran hitam pada hasil radiograf ditetapka
n sebagai densitas. Hasil densitas yang semakin baik terdapat pada area yang dim
ana sinar-x ditangkap oleh film dan dikonversikan ke warna hitam, silver metalik
.
2. Kontras (Kontras Radiografik): Perbedaan dalam densitas dibeberapa tempat pad
a radiograf disebut kontras. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontras adalah: (1)
relatifitas transparansi sinar-x terhadap beberapa struktur pada radiograf. (2)
tipe film yang digunakan, (3) pemprosesan film yang digunakan, (4) Intensfying
screen, (5) kilovoltase dan (6) pemecahan sinar radiasi
Kilovoltase yang lebih rendah menghasilkan kontras yang tinggi dan kilovoltase y
ang lebih tinggi menghasilkan kontras yang rendah.
3. Sharpness (Ketajaman gambar): Ketajaman gambar pada radiograf mengindikasikan
penandaan yang tajam pada beberapa struktur yang terekam.
4. Detail: Detail merupakan kualitas radiograf berdasarkan ketajaman dilihat dar
i garis luar yang membentuk gambar dan kontras antara beberapa struktur yang ter
ekam. Jika garis luar yang membentuk gambar sangat jelas dilihat dan kejernihan
detail ini dapat dikatakan bagus.
Faktor-Faktor yang Harus Diperhatikan Pada Saat Pengambilan Radiograf
(Faktor Pemaparan)
KVP: Pada saat kilovolt ditingkatkan maka akan menghasilkan sinar-x yang memilik
i tenaga penetrasi yang lebih besar. Jika tenaga penetrasi sinar meningkat maka
kontras pada gambar radiograf yang dihasilkan akan menurun. Maka dariitu perlu d
ikondisikan ukuran yang maksimum.
ma: Pada saat miliampere meningkat kuantitas sinar akan meningkat dan dengan beg
itu akan menghasilkan ketajaman gambar pada radiograf.
Waktu Pemaparan (detik): Pemaparan yang berlebih ataupun pemaparan yang kuran ak
an mempengaruhi hasil radiograf. Hal yang baik dilakukan adalah mengurangi waktu
pemaparan ke waktu minimum untuk menghindari adanya pergerakan oleh pasien pada
saat dilakukan pemaparan.
Focal spot-Film Distance. (Focus-Film Distance): Pada saat jarak pemaparan dibua
t dekat maka intensitasnya akan meningkat tetapi akan ada kecenderungan terjadi
pembesaran gambar. Oleh karena itu perlu ditempatkan pada jarak yang optimal. Bi
asanya jaraknya dibuat konstan sejauh 36 inci.
Jarak bagian film: Jarak antara bagian yang akan terpapar dan film harus seminim
al mungkin dengan tujuan untuk mendapatkan ketajaman yang bagus dan untuk menghi
ndari pembesaran gambar. Jarak yang dibuat adalah nol dengan menetapkannya tetap
kontak dengan kaset.
Ketebalan jaringan: Jika ketebalan jaringan meningkat maka KVP harus ditingkatka
n untuk mendapatkan tenaga penetrasi sinar yang lebih besar.
Tipe film yang digunakan: Film yang berbeda dengan atau tanpa intensfying screen
dipilih tergantung pada keperluan.
Dari ke tujuh faktor yang telah dijelaskan tersebut ada dua faktor yang harus te
tap konstan yaitu ( jarak focal-film dan jarak bagian film).

Jika ditambah tiga faktor lagi dibuat konstan maka perlu dipersiapkan diagram te
rhadap perubahan yang terjadi pada dua variabel faktor tetap. Sejak KVP dipilih
terhadap kekuatan penetrasi sinar-x hal itu hanya berhubungan dengan ketebalan j
aringan tidak lebih. Oleh karena itu KVP dan ketebalan jaringan diambil sebagai
faktor variabel. Diagram yang dipersiapkan berdasarkan keterangan diatas diteran
gkan dibawah ini.
Contoh Diagram untuk Radiografi
(Referensi: Banks, W.C.,J.A.V.M.A., Nov.1, 1959)
Tetapkan ke 5 faktor ini tetap konstan:
Miliampere = 10
Waktu pemaparan = detik
Jarak = 36 inci (90 cm)
Film dengan layar kecepatan tinggi
Jarak bagian film nol
Ketebalan Jaringan dalam cm
KVP
Ketebalan Jaringan dalam cm
KVP
1
40
13
64
2
42
14
66
3
44
15
68
4
46
16
70
5
48
17
72
6
50
18
74
7
52
19
76

8
54
20
78
9
56
21
80
10
58
22
82
11
60
23
84
12
62
Posisi Hewan untuk Radiografi
Untuk menetapkan sebuah posisi pertamakali yang harus diketahui adalah aspek dim
ana sinar-x masuk ke jaringan yang terpapar dan hal terakhir yang perlu dicatat
adalah aspek kedekatan terhadap film
Posisi yang biasa digunakan pada radiografi pada beberapa daerah dijelaskan sepe
rti dibawah ini:
(i) Tengkorak: (1) Ventro-dorsal, (2) Lateral, (3) Antero-posterior.
(ii) Daerah cervikal: (1) Ventro-dorsal, (2) Dorso-ventral, (3) Lateral.
(iii) Thorak: (1) Dorso-ventral, (2) Lateral, (3) Standing lateral.
(iv) Spinus thorak: (1) Ventro-dorsal, (2) Lateral.
(v) Abdomen: (1) Dorso-ventral, (2) Lateral, (3) Standing lateral.
(vi) Spina lumbar: (1) Ventro-dorsal, (2) Lateral.
(vii) Pelvis: (1) Ventro-dorsal, (2) Ventro-dorsal posisi katak, (3) Lateral.
(viii) Daerah Pelvis:
(1) Femur: (a) Antero-posterior, (b) Postero-anterior, (c) Lateral.
(2) Stifle: (a) Postero-anterior, (b) Lateral.
(3) Tibia: (a) Postero-anterior, (b) Lateral.
(4) Tumit dan kaki: (a) Antero-posterior, (b) lateral.
(ix) Daerah Pektoralis
(1) Scapula : (a) Postero-anterior, (b) Lateral.
(2) Sendi bahu: (a) Postero-anterior, (b) Lateral.
(3) Humerus: (a) Antero-posterior, (b) Postero-anterior, (c) Lateral.
(4) Sendi siku: (a) Antero-posterior, (b) Lateral.
(5) Radius dan Ulna: (a) Anterio-Posterior, (b) Lateral.
(6) Sendi carpal dan kaki: (a) Anterio-Posterior, (b) Lateral.
Posisi Radiografi Bagian Kaki Depan dan Kaki Belakang pada Hewan Kecil.
1. Posisi Pelvis Ventro-dorsal: Tempatkan hewan pada posisi dorsal recumbency de
ngan pelvis terletak di tengah film. Kaki belakang ditarik ke belakang dan paral
el dengan posisi terkait satu dengan lainnya dalam satu tangan dan juga dilakuka
n hal yang sama pada kaki depan agar simetris pada radiograf. Pengait kaki secar
a perlahan diputar kearah luar dengan begitu sendi lutut berputar ke arah dalam.
Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang bagus pada daerah leher fem

oral, kepala dan trochanter mayor. Posisi pelvis V-D sangat ideal untuk diagnosa
dislokasio, fraktur, dan kelainan lainnya pada daerah kaki.
2. Posisi Katak Pelvis Ventro-dorsal: Hal ini sama dengan posisi V-D seperti yan
g telah dijelaskan diatas, terkecuali perbedaannya femoral ditempatkan lebih ked
epan (secara simetris) arah anterior terhadap acetubulum dengan membentuk sudut
femur 45 terhadap film. Posisi ini terkadang dipilih untuk mendiagnosa displasia
hip displasia.
3. Posisi Bahu Postero-anterior. Tempatkan hewan posisi dorsal recumbency. Kaki
depan ditarik kearah depan dan bagian bahu tetap pada posisi di tengah kaset. He
wan dengan pelan-pelan digeser kearah yang menjauhi scapula membentuk sudut 60 te
rhadap meja.
4. Posisi Bahu Lateral: Hewan ditempatkan pada posisi lateral recumbency dengan
bahu menyentuh dan terletak ditengah di titik tengah dari kaset. Posisi kaki lai
nnya ditarik kearah depan atau kearah belakang untuk menghindari overlaping.
Posisi Lateral pada Pelvis
Hewan ditempatkan pada posisi lateral recumbency dengan posisi target dekat deng
an film. Paha bagian latas diangkat dan dijaga posisinya secara horisontal, para
lel atau yang lainnya. Kedua sendi bagian paha atas diposisikan sama simetris te
rhadap radiograf dan penembakan sinar-x harus tepat ditengah diantara kedua send
i paha atas. Pada waktu yang sama harus dihindari overlaping terhadap kedua paha
dan menetapkan posisinya ke arah luar.
Tumbukan sinar tengah
Sinar tengah merupakan sinar yang keluar dari target titik focal yang berada did
alam tabung sinar-x, ini dinamakan dengan tumbukan tengah atau sinar tengah. Pad
a saat melakukan pengambilan radiograf tabung sinar-x dan posisinya harus diatur
agar dapat jatuh tepat ditengah permukaan film.
Metode Penempatan Radiograf Pada Illuminator
Radiograf akan dapat jelas terlihat dengan menempatkannya pada sebuah lampu baca
(atau illuminator sinar-x). Hal tersebut perlu mengikuti standar baku dalam men
empatkan radiograf pada illuminator.
Contoh: 1. Posisi dorso-ventral atau ventro dorsal pada abdomen, thorak atau ten
gkorak: Pada sisi kanan dan kiri dan posisi anterior dan posterior pada radiogra
f pada illuminator akan muncul seperti berikut :
Anterior
Kanan Kiri
Posterior
(Pada saat membaca radiograf pada illuminator kita akan membaca sisi kiri pada r
adiograf berada pada sisi kanan kita).
2. Posisi lateral abdomen, thorak dan tengkorak:
Dorsal
Kaudal Kranial
Ventral
3. Posisi antero-posterior atau postero-anterior kaki bagian kanan: (kaki bagian
atas atau bagian bawah).
Proksimal
Lateral Medial
Distal
4. Posisi antero-posterior atau postero-anterior kaki bagian kiri:
Proksimal
Lateral Medial
Distal
5. Posisi lateral kaki bagian kanan atau bagian kiri: (Kaki bagian atas ataupun
kaki bagian bawah)
Proksimal
Lateral Medial
Distal
Beberapa Terminologi, Sinonim dan Singkatan yang Digunakan dalam Posisi Radiogra
fi
Posisi
Sinonim

Singkatan
Antero-posterior
............................
A-P
Postero-anterior
............................
P-A
Dorso-ventral
.............................
D-V
Ventro-dorsal
.............................
V-D
Antero-posterior kaki
Dorso-ventral kaki
A-P atau D-V
Postero-anterior kaki
Ventro-dorsal kaki
P-A atau V-D
Media Kontras
Beberapa sinar-x yang ditembakkan ke jaringan akan di pantulkan, sebagian diabso
rbsi oleh jaringan dan hanya sebagian yang dapat melalui jaringan. Tulang lebih
banyak mengabsorbsi sinar-x; jaringan lunak sedikit mengabsorbsi; dan udara (yan
g berada pada kerongkongan, gastrointestinal dan sebagainya) secara praktiknya n
ol. Perbedaan kapasitas absorbsi pada beberapa jaringan betanggung jawab terhada
p kontras yang dilihat pada radiograf. Jika perbedaan kapasitas absorbsi pada ja
ringan dapat ditandai maka akan didapatkan kontras yang bagus. Lain halnya jika
perbedaan yang terjadi tidak begitu jelas maka kontrasnya buruk dan gambar tidak
akan memiliki nilai diagnostik. Sebagai contoh pada radiograf kontras pada bebe
rapa jaringan lunak seperti ginjal, hati, intestinal, kandung kemih dan sebagain
ya tidak terlalu berbeda. Untuk hal itu diperlukan kontras dengan menggunakan su
bstansi radiopaque pada organ agar terlihat jelas garis organnya. Substansi ters
ebut dinamakan media kontras . media kontras yang umum digunakan adalah Barium s
ulfat dan iodine yang terkandung dalam larutan. Terkada digunakan udara sebagai
media kontras. Dikarenakan udara tidak bersifat radiopaque seperti media kontras
yang lainnya maka udara dimasukkan kedalam media kontras negatif. Udara dengan
sendirinya akan terdistribusi diantara jaringan dan membuat tanda khas diantra j
aringan pada radiograf karena bersifat radiolucent.
Media kontras untuk saluran pencernaan: Barium sulfat merupakan media yang biasa
digunakan. Bubuk yang telah tercampur dengan air diaduk hingga terbentuk pasta
yang sedikit padat dan dimasukkan secara oral. Untuk radiografi rektum dan kolon
dimasukkan melalui anus. Untuk melakukannya dapat digunakan kateter bardex kare
na dapat membantu mencegah keluarnya substansi.
Untuk mengambil gambaran radiografi esofagus pada anjing diberikan 5 sampai 20 c
c pasta dengan berat badan anjing 25 sampai 30 pon. Untuk radiografi duodenum da
n saluran intestinal dapat ditambah 30 cc yang diberikan dua sampai empat jam se
belum pengambilan gambar.
Media kontras untuk saluran urinaria: Biasanya digunakan Iodine yang terlarut da
lam cairan. Seperti contoh Pyelectan (Glaxo). Diantara preparat ini dapat diberika
n secara intravena. Beberapa diantaranya diinjeksikan melalui uretra. Radiografi
pada renal pelvis dan ureter dinamakan pyelogram. Media kontras udara digunakan
untuk radiografi kandung kemih. Radiografi trersebut disebut pueumocytogram. Te
knik yang digunakan adalah urin dikeluarkan dengan menggunakan kateter yang dima
sukkan kedalam dengan menggunakan tiga jalur dan kemudian udara diinjeksikan ked
alam melalui kateter. Cukup 50 cc untuk berat anjing 30 pon. Setelah dilakukan p
engambilan gambar kemudian udara didalam kandung kemih dikeluarkan.
Media kontras untuk visera abdominal: Untuk mendapatkan batas garis yang jelas p
ada visera abdominal yang berbeda-beda dapat menggunakan udara sebagai media kon
tras. Udara diinjeksikan kedalam ruang peritoneal dengan cara asepsis. Setelah d
ilakukan pengambilan gambar udara kemudian dikeluarkan.

Untuk saluran spinal: Iodine yang terlarut dalam cairan (seperti Myodil-(Glaxo)) di
injeksikan kedalam ruang subaraknoid. Radiografi tersebut dinamakan myelogram. S
ebanyak 3 cc dapat diinjeksikan pada anjing, jika diperlukan keluarkan cairan se
rebrospinal dengan kuantitas yang seimbang.
Untuk pembuuh darah, jantung dan sebagainya: (Angiografi; Angio-car-diography).
Media kontras (seperti Pyelosil-(Glaxo)) diinjeksikan secara intravena dan segera
diambil gambar. Radiografi pada jantung dinamakan angiocardiogram.
Radiografi Stereoskopik
Radiografi pada bagian yang sama diambil dua kali dengan sudut yang berbeda tanp
a melakukan perubahan terhadap bagian tersebut tetapi dengan merubah posisi kase
t dan tabung sinar-x. Kedua radiograf ini dilihat dengan alat khusus yaitu Layar
Stereoskopik untuk melihat gambar tiga dimensi bagian radiografi. Teknik ini lebi
h banyak membantu untuk mendiagnosa kondisi pada tulang tengkorak.
Pertanyaan
Bagaimana anda menilai kualitas dari radiografi?. Bagaimana pengaruh kontras jik
a KVP ditingkatkan?.
Apa prinsip dalam penggunaan media kontras?. Sebutkan perbedaan tipe dari tiap m
edia kontras yang biasa digunakan pada organ yang berbeda dan jaringan?.
Tulis dengan singkat mengenai:
(i) Posisi katak ventro-dorsal
(ii) Radiograf pada dislokasio pada bahu
Jelaskan diagnosis secara radiologi terhadap intussusepsi pada anjing.