Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP DASAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Mata Kuliah:Perkembangan Peserta Didik
Dosen :Ruski Mpd
Prodi: Ekonomi II B

DI SUSUN Oleh:
KELOMPOK II
Moh Masrul (1522211059)
Miftahul Jannah (1522211111)
Lina Noviyanti (1522211052)

STKIP PGRI BANGKALAN


JALAN SOEKARNO HATTA NO:52 BANGKALAN
TAHUN 2015-2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan khadirat Allah SWT, karea limpahan rahmatnya, sehingga
penulisan makalah ini dapat terselesaikan dan telah rampung.
Makalah ini berjudul Konsep Dasar Perkembangan Peserta Didik dengan tujuan
penulisan sebagai sumber bacaan yang digunakan untuk memperdalam pemahaman dari materi
ini.
Selain itu, penulisan makalah ini tidak terlepas pula dengan mata kuliah pendidikan
agama islam diindonesia
Namun penulis cukup menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan pembaca yang bersifat membangun.

Bangkalan, 22 Maret 2016


Kelompok II

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ I
DAFTAR ISI.................................................................................................................. II
BAB I........................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
A.

Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1

B.

Rumusan Masalah............................................................................................. 1

BAB II.......................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
A.

Hakikat Perkembangan..................................................................................... 2

B.

Hukum-Hukum Perkembangan..........................................................................2

C. Fase- Fase Perkembangan.................................................................................4


D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan............................................7
E.

Gambaran Umum Tentang Aspek-Aspek Perkembangan Peserta Didik.............7

F.

Karakterisik umum perkembangan peserta didik..............................................7

BAB III....................................................................................................................... 11
PENUTUP.................................................................................................................. 11
A.

Kesimpulan..................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam bab ini akan membahas konsep-konsep dasar tentang perkembangan yang perlu
dipahami oleh mahasiswa/i agar lebih mudah memahami uraian-uraian tentang perkembangan
sebagai individu pada umumnya. Konsep- konsep tentang perkembangan manusia berlaku juga
pada individu yang disebut remaja.
Dalam perkembangan setiap individu sejak lahir hingga akhir hayatnya pasti akan
mengalami proses belajar dan akan menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya baik secara
langsung maupun tidak langsung, Dalam proses ini perubahan tidak terjadi sekaligus tetapi
terjadi secara bertahap. Perkembangan individu ditunjukkan bagaimana perkembangan anakanak, remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang secara pisik, psikis dari fase ke fase seperti
dalam hal pertumbuhan pisik, kognitif, afektif, sosial, psikomotor, moral.
Di dalam bidang kegiatan pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan formal, proses
pengajaran dan pembelajaran sangat penting dalam perkembangan belajar individu demi menuju
keberhasilannya. Proses pengajaran dan pembelajaran tidak akan bisa berjalan efektif dan efisien
apabila seorang pendidik tidak memahami perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Untuk itu pendidik memerlukan pengetahuan tentang perkembangan individu peserta didik.
.
B. Rumusan Masalah
1. apasajakah bagian-bagian hakikat perkembangan?
2. Apasajakah hukuk-hukum perkembangan?
3. Fase apa sajakah yang dialami oleh perkembangan peserta didik?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan?
5. Apa sajakah gambaran umum aspek perkembangan peserta didik?
6. Karakteristik perkembangan peserta didik?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Perkembangan
Istilah perkembangan dalam psikologi merupakan sebuah konsep yang cukup komplek.
Didalamnya terkandung banyak dimensi. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami konsep
dasar perkembangan, perlu dipahami beberapa konsep lain yang terkndung didalamnya
diantaranya: pertumbuhan, kematangan, dan perubahan
a) Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan yang terjadi secara terus menerus dan bersifat
tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju tahaptahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan, dan belajar.
b) Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk
perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan
stuktur, seperti pertumbuhan badan, kaki, kepala, dan lain sebagainya.
c) Kematangan
Kematangan adalah suatu potensi yang dibawa individu sejak lahir, timbul dan
bersatu dengan pembawaannya serta turut mengatur pola perkembangan tingkah laku
individu.
d) Perubahan
Perubahan adalah suatu dorogan untuk melakukan sesuatu yang tepat, untuk
menjadi manusia seperti yang diinginkan baik secara fisik maupun secara psikis.
B. Hukum-Hukum Perkembangan
Selama hayatnya manusia sebagai makhluk individu mengalami perkembangan yang
berlangsung secara berangsur-angsur, perlahan tapi pasti, mengalami berbagai fase, dan ada
kalanya diselingi oelh krisis yang datangnya pada waktu-waktu tertentu.proese perkembangan
yang berkesinambungan, beraturan, bergelombang, naik dan turun, yang berjalan dengan
kelajuan cepat atau lambat, semuanya itu menunjukkan betapa perkembangan mengikuti
patokan-patokan atau tunduk pada hukum-hukum tertentu yang disebut hukum perkembangan.
Hukum-hukum perkembangan itu adalah:
a. Hukum Kesatuan Organis
Menurut hukum ini anak adalah satu kesatuan organis, bukan suatu penjumlahan atau
suatu kumpulan unsur yang berdiri sendiri.Pertumbuhan dan perkembangan adalah
2

differensiasi atau pengkhususan dari totalitas pada unsur-unsur atau bagian-bagian baru,
bukan kombinasi dari unsur-unsur atau bukan suatu kumpulan dari bagian-bagian.
b. Hukum Tempo Perkembangan
Menurut hukum ini, setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sendirisendiri.Artinya, ada anak yang mengalami perkembangan cepat, sedang, dan lambat.
c. Hukum Irama Perkembangan
Hukum irama berlaku untuk setiap manusia, baik perkembangan jasmani maupun
rohani tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan-urutan yang teratur, melainkan
merupakan gelombang-gelombang besar dan kecil silih berganti
d. Hukum Masa Peka
Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri keluar, dan
peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Menurut Maria Montessori asal Italia ini
berpendapat bahwa masa peka merupakan masa pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah
sekali dipengaruhi dan dikembangkan.
e. Hukum Rekapitulasi
Menurut Hackle asal jerman ini menyebut hukum ini hukum biogenetis.Dalam
hukum rekapitulasi ini perkembangan jasmani individu merupakan ulangan dari
perkembangan jenisnya. Dengan kata lain, otogenese adalah rekapitulasi dari phylogenese.
Otogenese adalah perkembangan individu sedangkan phylogenese adalah kehidupan nenek
moyang suatu bangsa.
f. Hukum mempertahankan dan mengembangkan diri
Dalam diri anak terdapat hasrat dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan
diri.Hasrat mempertahankan diri terlihat dalam bentuk-bentuk nafsu makan dan minum,
menjaga keselamatan diri.Sedangkan hasrat pengembangan diri seperti hasrat ingin tahu,
mengenal lingkungan, ingin bergerak, kegiatan bermain-main, dan sebagainya.
g. Hukum Predistinasi
Menurut hukum predistinasi berarti betapapun sempurnanya pembawaan, bakat, dan
sifat-sifat keturunan, betapapun baiknya lingkungan dan pemeliharaan anak, serta betapapun
lengkapnya sarana

C. Fase- Fase Perkembangan


Fase perkembangan berarti penahapan atau periodesasi tentang kehidupan manusiayang
ditandai ciri-ciri atau pola tingkah laku tertentu.secara garis besar ada empat dasar pembagian
fase perkembangan yaitu:
a) Berdasarkan ciri-ciri biologis
perkembangan berdasarkan ciri biologis diungkapkan oleh para ahli sebagai berikut:
Aristoteles, membagi perkembangan manusiadalam tiga masa, dimana dalam setiap fase
meliputi masa tujuh tahun, yiatu:
1) Fase anak kecil atau masa bermain (0-7 Tahun) yang diakhiri dengan tanggal atau
pergantian gigi.
2) Fase anak sekolah atau masa belajar (7-14 tahun), yang dimulaki dari tumbuhnya gigi
baru sampai timbulnya gejala berfungsinya kelenjar-kelanjar kelamin.
3) Fase remaja (pubertas) atau masa peralihan dari anak menjadi dewasa (14-21 tahun),
yang dimulai dari mulai bekerjanya kelenjar-kelenjar kelamin sampai akan
memamsuki masa dewasa.
Sigmun Freud, dasar-dasar pembagiannya adalah pada cara-cara reaksi-reaksi bagian-bagian
tubuh tertentu. fase-fase itu adalah:
1) Fase infantile, umur 0-5 tahun. Fase ini dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Fase oral (0-1 tahun), dimana anak mendapatkan kepuasan seksuil melalui
mulutnya.
b. Fase anal (1-3 tahun), dimana anak mendapat kepuasan seksuil melalui
anusnya.
c. Fase phalis (3-5 tahun), dimana anaka mendapatkan kepuasan seksuil melalui
alat kelaminnya .
2) Fase laten (5-12 Tahun),pada fase ini anak tampak pada keadaan tenang setelah
terjadi gelombang dan badai (strumund drang)pada tiga fase pertama. Pada fase ini
desakan seksuil anak mengendur.Anak dapat dengan mudah melupakan desakan
seksuilnya dan mengalihkan perhatiannya pada masalah-masalah yang berkaitan
dengan sekolah dan teman sejenisnya.
3) Fase Pubertas (12-18 Tahun), pada fase ini dorongan mulai muncul kembali dan
apabila dorongan-dorongan ini dapat ditransfer dan disublimasikan dengan baik
maka anak akan sampai pada masa kematangan terakhir, yaitu fase genital.
4) Fase Genital (18-20 Tahun), pada fase ini dorongan yang pada masa laten boleh
dikatakan sedang tidur kini berkobar kembali.

b) Berdasarkan konsep didaktif


Dasar yang digunakan dalam menentukan pembagian fase-fase perkembangan adalah
materi dan cara bagaimana mendidik anak pada masa-masa tertentu. Fase perkembangan secara
didaktif menurut Johann Amos Cornenius adalah sebagai berikut:
1) 0-6 tahun disebut sekolah ibu, merupakan masa pengembangan alat-alat indera dan
memperoleh pengatahuan dasar di bawah asuhan ibunya di lingkungan keluarga.
2) 6-12 tahun disebut sekolah bahasa ibu, merupakan masa anak mengembangkan daya
ingatnya di bawah pendidikan sekolah rendah. Pada masa ini mulai diajarkan bahasa ibu.
3) 12-18 tahun disebut sekolah bahasa Latin, merupakan masa mengembangkan daya pikir
di bawah pendidikan sekolah menengah (gymnasium). Pada masa ini diajarkan bahasa
Latin sebagai bahasa asing.
4) 18-24 tahun disebut masa sekolah tinggi dan pengembaraan, merupakan masa
mengembangkan kemauannya dan memilih suatu lapangan hidup yang berlangsung di
bawah perguruan tinggi.
c) Periodesasi perkembangan Berdasarkan ciri psikologis
Periodisasi ini didasarkan atas ciri-ciri kejiwaan yang menonjol yang menandai masa
dalam periode tersebut.periodesasi ini dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain:
Oswald Krock, ciri yang digunakan adalah yang dipandang terdapat pada anak-anak
umumnya adalah pengalaman keguncangan jiwa yang dimanifestasikan dalam bentuk sifat trotz
atau sifat keras kepala. Fase ini terdiri atas:
1) Fase anak awal (0-3 tahun), pada akhir fase ini terjadi trotz yang pertama, ditandai
dengan anak serba membantah atau menentang orang lain. Hal ini disebabkan mulai
timbulnya kesadaran akan kemampuannya untuk berkemauan sehingga menguji
kemampuannya itu.
2) Fase keserasian sekolah (3-13 tahun), pada akhir masa ini timbul trotz yang ke dua, di
mana anak mulai serba membantah lagi, suka menentang orang lain terutama orang
tua. Gejala ini sebenarnya merupakan gejala yang biasa, sebagai akibat kesadaran
fisiknya, sifat berfikir yang dirasa lebih maju daripada orang lain, keyakinan yang
dianggap benar dan sebagainya namun dianggap sebagai keguncangan.
3) Fase kematangan (13-21 tahun) yaitu mulai setelah berakhirnya gejala trotz kedua,
anak mulai menyadari kekurang-kekurangan dan kelebihan-kelebihan dirinya, yang
dihadapi dengan sikap yang sewajarnya, ia mulai dapat menghargai pendapat orang
lain, dapat memberikan toleransi terhadap keyakinan orang lain, karena menyadari
bahwa orang lain mempunyai hak yang sama. Masa inilah yang merupakan masa
bangkitnya atau terbentuknya kepribadian menuju kemantapan
Kohnstamm, ciri yang dilihat adalah dari sisi pendidikan dan tujuan luhur umat manusia, terbagi
menjadi lima fase yaitu:
5

1)
2)
3)
4)
5)

Periode vital, umur 0 1, 5 tahun, disebut juga fase menyusu.


Periode estetis, umur 1,5 7 tahun, disebut juga fase pencoba dan fase bermain.
Periode intelektuil, umur 7 14 tahun, disebut juga masa sekolah.
Periode sosial, umur 14 21 tahun, disebut juga masa remaja.
Periode matang, umur 21 ke atas, disebut juga masa dewasa.

d) Periodensasi perkembangan berdasarkan Konsep tugas perkembangan


Tugas perkembangan adalah berbagai ciri perkembanagn yang diharapkan timbul dan
dimiliki setiap anak pada setiap masa dalam periode perkembangannya. Periodesasi seperti ini
diungkapkan oleh Robert J. Havighurst, yaitu:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Masa bayi dan anak-anak (infacy and early childhood), umur 0 6 tahun.
Masa sekolah atau pertengahan (middle childhood), umur 6 12 tahun.
Masa remaja (adolescence), umur 12 18 tahun.
Masa awal dewasa (early adulthood), umur 18 30 tahun.
Masa dewasa pertengahan (middle age), umur 30 -50 tahun.
Masa tua (latter maturity), umur 50 tahun ke atas.

e) Periodesasi perkembangan menurut konsep Islam


Periodesasi perkembangan berdasar ayat dan hadist secara garis besarnya terdiri atas tiga, yaitu:
1) Periodesasi prakonsepsi, yaitu masa perkembangan manusia sebelum masa pembuahan
sperma dan ovum. Meskipun pada masa ini wujud manusia belum terbentuk, tetapi hal ini
terkait dengan bibit manusia yang akan mempengaruhi generasi yang akan dilahirkan
kelak.
2) Periodesasi pranatal, yaitu periode perkembangan manusia yang dimulai dari pembuahan
sperma dan ovum sampai masa kelahiran. Periode ini dibagi menjadi empat fase:
a. Fase nuthfah (zigot), dimulai sejak pembuahan sampai 40 hari dalam kandungan.
b. Fase alaqah (embrio) selama 40 hari.
c. Fase mudhghah (janin) selama 40 hari.
d. Fase peniupan ruh ke dalam jazad janin dalam kandungan setelah genap berusia 4
bulan.
3) Periodesasi kelahiran sampai meninggal dunia, yang terdir dari beberapa fase, yaitu:
a. Fase neo-natus, mulai dari kelahiran sampai kira-kira minggu keempat.
b. Fase kanak-kanak, mulai dari usia 1-7 tahun.
c. Fase tamyiz, dimulai sekitar usia 7-12 atau 13 tahun.
d. Fase baligh, dimulai sekitar usia 15-40 tahun.
e. Fase kearifan dan kebijakan, di mulai usia 40- meninggal dunia.
f. Fase kematian, yaitu fas dimana nyawa telah hilang dari jasad manusia.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan


Perkembangan tiap individu berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
a) faktor-faktor yang bersal dari dalam diri individu, Yaitu bakat dan pembawaaan, Sifatsifat keturunan,Dorongan dan insting.
b) faktor-faktor yang berasal dari luar individu, beberapa faktor dari luar yang
mempengaruhi perkembangan individu adalah: makanan, iklim, kebudayaan, ekonomi,
dan kedudukan anak dalam lingkungan keluarga.
c) faktor-faktor umum, faktor-faktor umum yang mempengaruhi perkembangan manusia
adalah: intelegensi, jenis kelamin, kelenjar gondok, kesehatan, dan ras.
E. Gambaran Umum Tentang Aspek-Aspek Perkembangan Peserta
Didik
Secara umum perkembangan peserta didik dapat dikelompokkan kedalam tiga aspek
perkembangan yaitu:
1) Perkembangan aspek fisik, atau yang disebut juga pertumbuhan biologis meliputi
perubahan-perubahan dalam tubuh (seperti: pertumbuhan otak, system saraf, organorgan indrawi, dll.)
2) Pertumbuhan aspek kognetif, adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik
yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan) yaitu semua proses psikologis yang
berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.
3) Pertumbuhan aspek psikososial, adalah proses perubahan kemampuan-kemampuan
peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang lebih luas.
F.

Karakterisik umum perkembangan peserta didik


Secara umum, buku ini mengetengahkan kajian psikologi perkembangan, yang secara
khusus membahas tentang karakteristik anak sebagai berikut
a. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar (SD)
Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dan selesai
pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti
anak usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah
(6-9 tahun) dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).
Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anakanak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang bergerak, senang bekerja
dalam kelompok dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Oleh
sebab itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur
permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam
kelompok, serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:
7

1. Menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas


fisik.
2. Membina hidup sehat
3. Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok
4. Belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin
5. Belajar membaca, menulis dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam
masyarakat
6. Memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif
7. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai
8. Mencapai kemandirian pribadi
Dalam upaya mencapai setiap tugas perkembangan tersebut, guru dituntut untuk
memberikan bantuan berupa:
1. Menciptakan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik
2. Melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya, sehingga kepribadian sosialnya
berkembang
3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang
konkret atau langsung dalam membangun konsep
4. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai sehingga
siswa mampu menentukan pilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya.
b. Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah (SMP)
Dilihat dari tahapan perkembangan yang disetujui oleh banyak ahli, anak usia
sekolah menengah (SMP) berada pada tahap perkembangan pubertas (10-14 tahun).
Terdapat sejumlah karakteristik yang menonjol pada anak usia SMP ini, yaitu:
1. Terjadinya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan.
2. Mulai timbulnya ciri-ciri seks sekunder
3. Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan
bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan
dan bantuan dari orangtua.
4. Senang membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika atau norma dengan
kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
5. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan
dan keadilan Tuhan.
6. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
7. Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang
sesuai dengan dunia sosial
8. Kecenderungan minat dan pilihan karier relatif sudah lebih jelas.
Adanya karakteristik anak usia sekolah menengah yang demikian, maka guru diharapkan
untuk:
8

1. Menerapkan model pembelajaran yang memisahkan siswa pria dan wanita ketika
membahas topik-topik yang berkenaan dengan anatomi dan fisiologi.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan hobi dan minatnya
melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
3. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual
atau kelompok kecil.
4. Meningkatkan kerjasama dengan orangtua dan masyarakat untuk
mengembangkan potensi siswa.
5. Tampil menjadi teladan yang baik bagi siswa.
6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab.
c. Karakteristrik Anak Usia Remaja (SMA)
Masa remaja (12-21 tahun) merupakan masa peralihan antara masa kehidupan
anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa. Masa remaja sering dikenal dengan masa
pencarian jati diri (ego identity). Masa remaja ditandai dengan sejumlah karakteristik
penting, yaitu:
1. Mencapai hubungan yang matang dengan teman sebaya
2. Dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang
dijunjung tinggi oleh masyarakat
3. Menerima keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif
4. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5. Memilih dan mempersiapkan karier di masa depan sesuai dengan minat dan
kemampuannya
6. Mengembangkan sikap positif terhadap pernikahan, hidup berkeluarga dan
memiliki anak
7. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan
sebagai warga Negara
8. Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial
9. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman dalam
bertingkah laku
10. Mengembangkan wawasan keagamaan dan meningkatkan religiusitas
Berbagai karakteristik perkembangan masa remaja tersebut, menuntut adanya pelayanan
pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat dilakukan guru,
diantaranya:
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, bahaya
penyimpangan seksual dan penyalahgunaan narkotika
2. Membantu siswa mengembangkan sikap apresiatif terhadap postur tubuh atau
kondisi dirinya

3. Menyediakan fasilitas yang memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan


yang sesuai dengan minat dan bakatnya, seperti sarana olahraga, kesenian dan
sebagainya
4. Memberikan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan memecahkan
masalah dan mengambil keputusan
5. Melatih siswa mengembangkan resiliensi, kemampuan bertahan dalam kondisi
sulit dan penuh godaan
6. Menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berpikir
kritis, reflektif dan positif
7. Membantu siswa mengembangkan etos kerja yang tinggi dan sikap wiraswasta
8. Memupuk semangat keberagaman siswa melalui pembelajaran agama terbuka dan
lebih toleran
9. Menjalin hubungan yang harmonis dengan siswa dan bersedia mendengarkan
segala keluhan dan problem yang dihadapinya

1.

10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hakikat Perkembangan menurut Istilah adalah perkembangan dalam psikologi
merupakan sebuah konsep yang cukup komplek. Didalamnya terkandung banyak dimensi.
Oleh sebab itu, untuk dapat memahami konsep dasar perkembangan, perlu dipahami
beberapa konsep lain yang terkndung didalamnya diantaranya: pertumbuhan, kematangan,
dan perubahan. Sedangkan hukum perkembangan itu sendiri meliputi hukum kesatuan
organis, tempo,irama, masa peka, rekapitulasi, mempertahankan dan mengembangkan
diri,dan presditinasi.
Fase perkembangan terbagi atas fase biologis, konsep diduktif, psikologis, konsep tugas
perkembangan, dan konsep islam.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya faktor individu, faktor dari luar dan
faktor umum. Sedangkan menurut karakternya dibatas atas tiga fase yaitu fase anak usia
sekolah dasar,anak usia menengah, dan anak usia remaja.

11

DAFTAR PUSTAKA
Desmita.(2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hurlock E, B. (1991). Perkembangan Anak. Surabaya: Erlangga.

12