Anda di halaman 1dari 8

Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan

Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Pada Materi Pokok Cahaya


di Kelas VIII SMPN 1 Simpang Kanan T.A. 2013/2014
Islamiani Safitri*
Dosen Jurusan Pendidikan Matematika
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Labuhanbatu
SumateraIndonesia
ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar siswa melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Materi Pokok Cahaya
di Kelas VIII SMP Negeri 1 Simpang Kanan. Penelitian ini dilaksanakan di semester genap
Tahun Ajaran 2013/2014 dengan Objek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang terdiri
30 siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) yang bersifat reflektif, partisipatif, kolaboratif, dan spiral, yang bertujuan untuk
melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, dan kompetensi
atau situasi pembelajaran. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian, yaitu
lembar wawancara, tes pendahuluan, soal diskusi kelompok, lembar observasi aktivitas
siswa, dan tes akhir. Untuk menganalisis data digunakan kriteria keberhasilan baik aktivitas,
ketrampilan proses sains, maupun hasil tes diskusi dengan menghitung presentase setiap
aspek aktivitas di dalam pembelajaran yang diamati.
Setelah dilakukan penelitian tindakan dengan penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe NHT, diperoleh skor nilai rata-rata tes akhir sebesar 76,12, ini berarti nilai
rata-rata siswa sudah mencapai KKM.Pada hasil tes yang dikerjakan secara berdiskusi,
diperoleh nilai rata-rata 65 (siklus 1), 73,33 (siklus 2), 81,67 (siklus 3), dan 82,5 (siklus 4).
Hal ini menunjukkan bahwa selalu ada peningkatan pemahan konsep untuk setiap
siklusnya.
Untuk pengembangan konsep siswa diperoleh skor rata-rata aktivitas siswa adalah 18
(siklus 1), 30 (siklus 2), 55,5 (siklus 3), dan 80 (siklus 4).Dengan demikian,penelitian
tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran tipe NHT cukup efektif dalam
meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.
Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Aktivitas belajar, danHasil Belajar

Pendahuluan

pembelajaran konvensional dimana guru

Tugas utama guru adalah membelajarkan


siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar
belajar

aktif

sehingga

potensi

dirinya

(kognitif, afektif, dan psikomotorik) dapat


berkembang dengan maksimal. Dengan
belajar aktif,

melalui partisipasi dalam

setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih


dan

terbentuk

kemampuan

siswa

kompetensi
untuk

yaitu

adalah sebagai pusat pemberi informasi


tanpa melibatkan siswa untuk ikut aktif. Hal
ini menyebabkan para siswa yang memiliki
gaya belajar auditorial saja yang mampu
memahami materi pembelajaran tersebut
sedangkan untuk siswa yang memiliki gaya
belajar visual atau kinestetik akan merasa
kesulitan memahaminya.

melakukan

Untuk mengatasi permasalahan di atas

sesuatu yang sifatnya positif yang pada

perlu diupayakan pemecahannya, yaitu

akhirnya akan membentuk life skill sebagai

dengan menggunakan model pembelajaran

bekal hidup dan penghidupannya [1].

yang lebih efektif, yang dapat meningkatkan

Oleh karena itu, interaksi antara guru dan


siswa

saat

pembelajaran

berlangsung

sangat penting untuk suasana belajar yang


kondusif.

Belajar

fisika

akan

lebih

menyenangkan ketika dapat memahami


konsep dan manfaatnya. Terlebih lagi jika

minat, aktivitas, kemampuan untuk dapat


bekerja bersama dalam menemukan suatu
permasalahan,

semangat,

dan

kegembiraan siswa serta dengan sendirinya


diharapkan

dapat

meningkatkan

hasil

belajar siswa.

pelajaran fisika disajikan oleh guru yang

Adapun model pembelajaran yang perlu

menyenangkan dan kreatif. Jika siswa

dikembangkan

sudah mulai tertarik, maka siswa akan lebih

meningkatkan hasil belajar siswa melalui

mudah untuk menguasai pelajaran fisika.

penerapan

Maka, motivasi belajar sudah tentu menjadi

memecahkan

modal utama untuk menghadapai kesulitan

sesuatu

ketika mempelajari fisika.

mendiskusikan masalah tersebut dengan

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh


peneliti kepada Bapak Miskun Kholid, S.Pd
yang merupakan guru Fisika SMP Negeri 1
Simpang Kanan, beliau menyatakan bahwa
hasil nilai rata-rata ulangan harian Fisika
siswa masih di bawah KKM yaitu 62,00.
Ketika di wawancara lebih lanjut ternyata
pembelajaran

yang

digunakan

adalah

dan

diharapkan

bekerja
masalah,

untuk

dalam

menemukan

dirinya,

teman-temannya
pembelajaran

sama

dan

adalah

kooperatif.

dapat

saling

model

Seperti

yang

dikatakan Ibrahim dalam bukunya bahwa


Teknik-teknik

pembelajaran

kooperatif

lebih unggul dalam meningkatkan hasil


belajar

dibandingkan

pengalaman
kompetitif.

belajar

pengalamanindividual

atau

Adapun model pembelajaran kooperatif

pembelajaran kooperatif yang menekankan

yang

pada

diterapkan

adalah

model

struktur-struktur

khusus

yang

pembelajaran kooperatif tipe Numbered

dirancang untuk mempengaruhi pola-pola

Heads Together (NHT). Di mana model

interaksi siswa dalam memiliki tujuan untuk

pembelajaran

NHT

meningkatkan penguasaan isi akademik

merupakan salah satu tipe pembelajaran

[2].Tipe ini dikembangkan oleh Kagen

kooperatif yang menekankan pada struktur-

dengan melibatkan siswa dalam menelaah

struktur khusus yang

bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran

kooperatif

tipe

dirancang untuk

mempengaruhi pola-pola interaksi siswa

dan

dalam memiliki tujuan untuk meningkatkan

terhadap isi pelajaran tersebut.Sebagai

penguasaan

ini

pengganti pertanyaan langsung kepada

dengan

seluruh kelas, guru menggunakan empat

sisi

dikembangkan

akademik.

oleh

Kagen

Tipe

mengecek

pemahaman

melibatkan siswa dalam menelaah bahan

langkah yaitu

yang tercakup dalam suatu pelajaran dan

pengajuan

mengecek pemahaman mereka terhadap isi

berpikir bersama (Heads together), dan

pelajaran tersebut [2].

pemberian jawaban (Answering).Menurut

Berdasarkan pernyataan di atas penulis


tertarik untuk melakukan penelitian tindakan
kelas

tentang

model

pembelajaran

kooperatif tipe NHT dengan judul: Upaya

Kagan

1)

Siswa dengan Menggunakan Pembelajaran

(Questioning),

langkah-langkah

pembelajaran

Pembentukan

kelompok.

membagi

siswa

menjadi

kelompok

yang

Guru
beberapa

beranggotakan

sampai 5 orang siswa. guru member

Kooperatif Tipe NHT Pada Materi Pokok

nomor kepada setiap siswa dalam

Cahaya di Kelas VIII SMP Negeri 1

kelompok dan nama kelompok yang

Simpang kanan T.A. 2013/2014.

berbeda.

Kelompok

yang

dibentuk

merupakan heterogen.

Tujuan Penelitian
mengetahui

pertanyaan

(Numbering),

kooperatif tipe NHT adalah sebagai berikut:

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar

Untuk

penomoran

mereka

aktivitas

dan

hasil

belajar fisika siswa setelah diterapkan


model pembelajaran kooperatif tipe NHT
pada materi pokok Cahaya di kelas VIII
semester genap SMP Negeri 1 Simpang
Kanan Tahun Ajaran 2013/2014.
Kajian Teoritis
Pembelajaran kooperatif Numbered Heads
Together (NHT) merupakan salah satu tipe

2)

Diskusi masalah. Dalam hal ini guru


memberikan soal kepada setiap siswa
sebagai bahan yang akan dipelajari.
Dalam kerja kelompok, setiap siswa
berpikir

bersama

menggambarkan
bahwa

setiap

untuk

dan

meyakinkan

orang

mengetahui

jawaban dari pertanyaan yang telah


diberikan oleh guru.

3)

Memanggil

nomor

anggota

atau

pemberian jawaban. Dalam tahap ini,


guru menyebut satu nomor dan para
siswa

dari

tiap

kelompok

dengan

nomor yang sama mengangkat tangan


dan

menyiapkan

jawaban

kepada

siswa di kelas.
4)

Memberi

kesimpulan.

Guru

memberikan kesimpulan atau jawaban


akhir dari semua pertanyaan yang
berhubungan

dengan

materi

yang

disajikan.
5)

Gambar1. Alur pelaksanaan penelitian tindakan


kelas

Memberikan penghargaan. Pada tahap


ini, guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang hasil belajarnya
baik.

Instrumen Penelitian
1. Lembar Wawancara
Lembar wawancara ini diberikan kepada
guru dan siswa disaat observasi pertama

Desain Penelitian

kali
Metode yang digunakan dalam penelitian ini

dilakukan,

dengan

tujuan

untuk

mengetahui kondisi siswa dan kelas.

adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


yang

bersifat

reflektif,

partisipatif,

kolaboratif, dan spiral, yang bertujuan untuk

2. Tes Pendahuluan

melakukan perbaikan-perbaikan terhadap

Tes ini diberikan kepada siswa pada saat

sistem,

pertama kali bertatap muka di dalam

cara

kerja,

proses,

isi,

dan

kompetensi atau situasi pembelajaran.

kelas.Tujuannya adalah untuk memberikan


gambaran

Beberapa

ahli

mengemukakan

bahwa

tentang

pengetahuan

dan

konsep awal yang dimiliki oleh siswa.

metode penelitian tindakan kelas memiliki


empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu
tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan,
(3) pengamatan, dan (4) refleksi. Namun
perlu

diketahui

pelaksanaan
sesungguhnya
bersamaan [3].

bahwa
dan
dilakukan

tahapan
pengamatan
secara

3. Soal Diskusi Kelompok


Soal diskusi kelompok ini berisi tentang
pemahaman

konsep

yang

baru

diajarkan.Soal

ini

diselesaikan

secara

diskusi berkelompok setiap pembelajaran 1


siklus berlangsung.Tujuannya adalah untuk
memberikan gambaran hasil belajar siswa
pada aspek kognitif.
4. Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Lembar ini berupa pedoman observasi yang

60% - 79,99%

Baik

berisi

selama

40% - 59,99%

Cukup

proses pembelajaran berlangsung di kelas

20% - 39,99%

Kurang

untuk setiap siklus. Tujuannya adalah untuk

0% - 19,99%

Sangat kurang

tahapan

aktivitas

siswa

memberikan gambaran hasil belajar siswa


pada aspek afektif.

Peningkatan aktivitas siswa dilihat dengan

5. Tes Akhir

membandingkan rata-rata aktivitas siswa di

Tes akhir ini bertujuan untuk melihat

dalam pembelajaran untuk setiap siklus.

peningkatan hasil belajar siswa setelah

- Pengolahan data hasil tes diskusi dan

diterapkan pembelajaran kooperatif tipe

postes

dilakukan

NHT.

sebagai berikut:
=

Teknik Analisis Data

dengan

fromulasi

Salah satu komponen dalam refleksi adalah

- Nilai hasil tes setiap siswa dirata-ratakan

analisis data. Untuk menganalisis data

untuk setiap siklus. Nilai setiap siklus

digunakan

dikategorikan

kriteria

keberhasilan

baik

aktivitas, ketrampilan proses sains, maupun


hasil tes diskusi kelompok. Adapun kriteria

dilakukan

data
dengan

hasil

observasi

hasil

Tabel2. Kategori keberhasilan belajar siswa


No

Persentase Ratarata

Kategori

menghitung

80 - 100

Sangat baik

presentase setiap aspek aktivitas di

66 - 79

Baik

dalam

56 - 65

Cukup

40 - 55

Kurang

0 - 39

Gagal

pembelajaran

yang

diamati

dengan formulasi:
% =

dengan

belajar pada tabel 3.2 berikut.

penilaiannya adalah sebagai berikut:


- Pengolahan

sesuai


100%

Kemudian dihitung persentase rata-rata

Hasil Penelitian dan Pembahasan

aktivitas siswa untuk setiap siklus.

1. Pengembangan Konsep Siswa

Persentase rata-rata aktivitas siswa di

Pengembangan konsep siswa diperoleh

dalam pembelajaran untuk setiap siklus

dengan membandingkan skor nilai dari

dikategorikan sesuai dengan kategori

jawaban tes pendahuluan dan tes akhir

aktivitas belajar pada tabel 2 berikut ini.

pembelajaran.Adapun perbandingan skor

Tabel 1. Kategori aktivitas belajar siswa


No
1

Persentase Ratarata
80% atau lebih

Kategori
Sangat baik

nilainya terlihat pada gambar 2 berikut ini.

Jumlah Siswa

25
18

20
15
8

10
5

Tes Awal

3
0

2 1

Tes Akhir

0
Sangat
baik

Baik

Cukup

Kurang

Gagal

Nilai Rata-rata Siswa

28

30

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

81,67

82,5

Siklus 3

Siklus 4

73,33
65

Siklus 1

Siklus 2

Kategori Hasil Belajar Siswa

Gambar 3. Grafik pengembangan konsep siswa


Gambar 2. Grafik pengembangan konsep siswa

setiap siklus

Gambar

ada

Grafik pada gambar 3 menyatakan bahwa

kenaikan

pemahaman

setelah

skor nilai rata-rata pemahaman konsep

diterapkan pembelajaran kooperatif tipe

mengalami peningkatan setiap siklusnya.

NHT.Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa

Pada siklus 1 dan siklus 2, nilai rata-rata

dalam kategori keberhasilan belajar siswa.

siswa masih belum mencapai nilai KKM

Pada tes awal, ada 2 siswa yang tergolong

sedangkan pada siklus 3 dan siklus 4, nilai

cukup dan 28 siswa tergolong gagal,

rata-rata siswa sudah mencapai nilai KKM

sedangkan pada tes akhir ada 8 siswa

sebesar 81, 67 dan 82,5.

tergolong sangat baik, 18 siswa tergolong

3. Pengembangan Aktivitas Siswa Setiap

menyatakan

bahwa

konsep

baik, 3 siswa tergolong cukup, dan 1

Siklus

siswa tergolong kurang.

Tingkat

Dari segi ketuntasan belajar, penelitian

adalah salah satu indicator keberhasilan

tindakan dengan pembelajaran kooperatif

pembelajaran

tipe NHT dapat dikatakan mencapai target

pembelajaran kooperatif tipe NHT, karena

yang

siswa sendirilah yang harus aktif melakukan

diharapkan.

Hal

ini

ditunjukkan

dengan perolehan nilai rata-rata tes akhir

kegiatan

yang mencapai 76,12 dengan 14 siswa


mencapai KKM dan

26

siswa belum

Konsep

Siswa

Setiap

Siklus
Hasil pemahaman konsep siswa dibuat
dalam bentuk tes diskusi pada tiap akhir
siklusnya.Adapun

aktivitas

dengan

data

adalah sebagai berikut.

yang

diperoleh

siswa

menggunakan

pembelajaran

di

dalam

kelas.Perkembangan

aktivitas

siswa

selama

di

siklus

pembelajaran

setiap

adalah seperti pada gambar 4.

mencapai KKM.
2. Pemahaman

pengembangan

Nilai Aktivitas Seluruh Siswa

Dari hasil penelitian yang telah di bahas,

120
90
80

100
80
40

31

61

55

berikut:
Siklus 1

28

20
7

20

maka dapat diambil kesimpulan sebagai

83

59
44
30

50

60

86

Siklus 2

46

1. Setelah dilakukan penelitian tindakan

Siklus 3

dengan penerapan model pembelajaran

Siklus 4

kooperatif tipe NHT , diperoleh skor nilai


rata-rata tes akhir sebesar 76,12, ini
berarti

nilai

rata-rata

siswa

sudah

mencapai KKM.
Gambar 4. Grafik perkembangan aktivitas siswa
setiap siklus

berdiskusi, diperoleh nilai rata-rata 65

Dari gambar 4 terlihat bahwa selalu ada


peningkatan

aktivitas

belajar

setiap

siklusnya.Pada siklus 1 terlihat bahwa


aktivitas

terkait

pembelajaran

yang

dilakukan siswa sangat rendah.Hal ini


dikarenakan siswa masih merasa asing
dengan

model

pembelajaran

yang

digunakan dan guru belum menguasai


kelas sepenuhnya, sehingga aktivitas yang
dilakukan masih rendah.Pada siklus 2
sudah

2. Pada hasil tes yang dikerjakan secara

mulai

ada

peningkatan

untuk

(siklus 1), 73,33 (siklus 2), 81,67 (siklus


3),

dan

82,5

menunjukkan

(siklus
bahwa

4).

Hal

selalu

ini
ada

peningkatan pemahan konsep untuk


setiap siklusnya.
3. Pengembangan

konsep

siswa

juga

diikuti oleh peningkatan aktivitas siswa


setiap siklusnya. Diperoleh bahwa skor
rata-rata aktivitas siswa adalah 18 (siklus
1), 30 (siklus 2), 55,5 (siklus 3), dan 80
(siklus 4).

aktivitas mendengarkan dan diskusi, namun

Dari ketiga poin yang didapatkan, maka

untuk aktivitas mengajukan pertanyaan dan

diperoleh kesimpulan utama yaitu penelitian

menjawab

tergolong

tindakan kelas dengan menerapkan model

rendah.Hal ini dikarenakan siswa masih

pembelajaran tipe NHT cukup efektif dalam

belum terbiasa dan kurang percaya diri

meningkatkan hasil belajar dan aktivitas

dalam

siswa.

pertanyaan

mengajukan

masih

maupun

menjawab

pertanyaan.Pada siklus 3 dan siklus 4,


aktivitas belajar siswa sudah sesuai dengan
yang diharapkan. Hal ini dikarenakan siswa
sudah

terbiasa

dalam

pembelajaran

Referensi
[1] Suherman, E,. (2010), Model Belajar
dan

Pembelajaran

Berorietasi

kooperatif tipe NHT dan termotivasi dengan

Kompetensi Siswa, Edurcare Jurnal

apa yang disampaikan oleh guru.

Pendidikan dan Budaya (Ganerated: 21


Oktober, 2010), FMIPA UPI, Bandung.

Kesimpulan

[2] Zakaria,

(2009),

Langkah-langkah

Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT,

http://cvrahmat.blogspot.com,
(accessed 01 februari 2011).

[6] Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan


Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

[3] Isjoni, (2009), Cooperative Learning,


Alfabeta, Bandung.
[4] Lie, A., (2008), Cooperative Learning
Mempraktikkan Cooperative Learning
Di Ruang- Ruang Kelas, Penerbit PT.

Isalmiani Safitri*
Program Magister Pengajaran Fisika
Dosen STKIP Labuhanbatu
Islamiani.safitri@gmail.com

Grasindo, Jakarta.
[5] Ibrahim, M., dkk, (2000), Pembelajaran
Kooperatif, University Press, Surabaya.

*Corresponding author